Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya Gita Safitri STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Romanus Romas STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Silvester Adinuhgra STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Fransiskus Janu Hamu STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Abstract. The title of this Essay is Dayak Inculturation Liturgical Music as a Pastoral Approach in Increasing Participation of the People of Santa Maria Cathedral. Palangka Raya. The purpose of this study was to describe the participation of the parishioners of the Cathedral of Santa Maria Palangka Raya, the role of Dayak inculturation liturgical music in liturgical celebrations, and the implications of Dayak inculturation liturgical Through this study, it is hoped that both Dayak and non-Dayak people can participate fully, actively, and consciously in singing in accordance with the liturgical nature demanded by the liturgy in the Sacrosanctum Concilium art document. The method used in this research is descriptive qualitative research. This research was conducted in May 2021 at the Cathedral Parish of Santa Maria Palangka Raya. Data collection techniques used participatory observation, semi-structured interviews, and There were 11 informants in this study consisting of Parish Priests. Sisters. Catechists, and People. The data analysis technique uses the theory of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that, the lack of participation of the people in singing at the liturgical ceremony. The visible symptom of this problem is the lack of involvement of the people in choir practice. The presence of inculturation of Dayak music that the Parish of Santa Maria Cathedral of Palangka Raya is trying to address in response to these problems makes the people participate actively in singing. The role of Dayak inculturation liturgical music helps to express faith with humility through its culture, helping people to love themselves, others, their culture and their creators. The implication of Dayak inculturation music as a pastoral approach in the Cathedral Parish of Santa Maria Palangka Raya is the universality of the Catholic Church or the unity in the Catholic Church despite being different in ethnicity and culture through the Triune God. Through liturgical events and inculturation of Dayak music, people can feel God's presence more simply. Received Juli 07, 2022. Revised Agustus 2, 2022. September 22, 2022 * Gita Safitri Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 The conclusion of this research is the lack of participation of the parishioners of the Cathedral of Santa Maria Palangka Raya in singing. The goal is that through liturgical celebrations and inculturation of Dayak music, people can feel God's presence more simply. Keywords: Inculturation Liturgical Music. Pastoral Approach. Community Participation Abstrak. Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan sadar dalam bernyanyi sesuai dengan hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki. Suster. Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya adalah Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari penelitian ini adalah kurang partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih Kata kunci: Musik Liturgi Inkulturasi. Pendekatan Pastoral. Partisipasi Umat MUSIK LITURGI INKULTURASI DAYAK SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT PAROKI KATEDRAL SANTA MARIA PALANGKA RAYA LATAR BELAKANG Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang dapat dinikmati melalui bunyi dengan unsur-unsur melodi, harmoni, ritme dan irama sehingga menghasilkan nada-nada yang harmonis (Suharyanto, 2017:. Musik pun menjadi salah satu alat bagi umat Kristiani untuk memuji, memohon dan menyembah Allah. Kebiasaan ini telah diturunkan dari Musa, pada kitab keluaran 15:1 dikisahkan tentang nyanyian musa Aukemudian Musa dan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi Tuhan. AuAku akan bernyanyi bagi Tuhan. Ia telah membuat hal-hal yang besar. Ia telah melemparkan kuda dan penunggangnya ke dalam laut. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang menikmati musik memiliki latar belakang kebiasaan yang berbeda-beda. Gereja berusaha untuk menyesuaikan keadaan umat-Nya. Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan . dk 1 Korintus 12: 25-. Hal ini sangat berkaitan dengan keragaman budaya umat katolik, bahkan Gereja tidak mengesampingan budaya- budaya tersebut dalam meningkatkan partisipasi umat. Istilah yang sering digunakan Gereja Katolik dalam penerimaan budaya adalah inkulturasi. Menurut Antonius Marius Tangi, . Auistilah Inkulturasi. mempunyai arti pembaharuan antara unsur-unsur kebudayaan asing dan unsur-unsur kebudayaan pribumi, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu Ay Melalui music inkulturasi yang sejati, perayaan liturgi menampilkan keaslian dari budaya tersebut sebagai perayaan syukur atas karya keselamatan dari Allah untuk manusia (Prier, 2014:. KAJIAN PUSTAKA Partisipasi dalam Liturgi Pengertian Partisipasi Menurut Gordon Allport dalam bukunya yang berjudul The Phychology of Participation . menyatakan: AuThe person who participates is egoinvolved instead of task-involvedAy Aupartisipasi sendiri/pribadi/personalitas . lebih dari pada hanya jasmaniah/fisik sajaAy (Salam, 2010:. Partisipasi adalah ikut serta atau berperan serta dalam suatu kegiatan (Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 Dalam hal ini, partisipasi dapat dirumuskan sebagai keterlibatan atau keikutsertaan pribadi maupun kelompok dalam suatu pekerjaan atau kegiatan. Injil Yohanes 13:34 mengatakan AuAku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihiAy. AuTetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi . dk Kisah Para Rasul 1:. Partisipasi umat dapat dikaitkan dengan kasih terhadap sesama karena memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan berkomunitas. Manusia pun telah dikaruniakan Roh sehingga melalui keikutsertaan yang aktif dapat mewartakan Kristus kepada orang banyak. Pengertian Liturgi AuKata Liturgi dalam bahasa Yunani yaitu leitourgia yang terbentuk dari kata ergo, yang artinya karya sedangkan leitos yang berarti bangsa. Secara harafiah pun leitourgia artinya adalah kerja atau pelayanan bagi kepentingan sebuah bangsaAy (Martasudjita, 1999:. Jika diperhatikan dengan teliti Kitab Suci Perjanjian Baru pun membahas tentang kata leitourgia yang mengalami perkembangan yang begitu menarik. Injil Lukas 1:23, menjelaskan bahwa leitourgia memiliki makna begitu persis dengan penggunaan dalam kitab di Perjanjian Lama, yakni pelayanan seorang imam. Namun pada Kitab Ibrani, leitourgia adalah suatu kata yang menerangkan arti dan makna dari sebuat rahmat imamat Yesus Kristus. Liturgi adalah bagian dari sejarah atau tata keselamatan. Dengan landasan biblis Konsili merangkum karya keselamatan oleh Allah Tritunggal yang memuncak dalam Misteri Paskah dan menjadi landasan soteriologis kepada liturgi. Hal ini merupakan kerangka dasar teologis seluruh Konstitusi Liturgi (Konferensi Waligereja Indonesia 2013 :. Partisipasi Umat Dalam Liturgi Suci Instruksi Musicam Sacram 15a menegaskan bahwa ada dua bentuk partispasi umat dalam perayaan liturgi. Pertama partisipasi batiah, partisipasi ini berbentuk memadukan hati nurani dan budi dengan apa yang telah diucapkan atau didengar untuk menyambut rahmat Allah. Demi memeriahkan perayaan liturgi umat diarahkan untuk memadukan diri secara batin dengan apa yang dinyanyikan oleh petugas koor, sehingga MUSIK LITURGI INKULTURASI DAYAK SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT PAROKI KATEDRAL SANTA MARIA PALANGKA RAYA dengan mendengarkan mereka sendiri dapat mengangkat hatinya kepada Allah. Kedua, partisipasi lahiriah, partisipasi batiniah yang diungkapkan lewat gerak-gerik, aklamasi, jawaban, dan nyanyian. Partisipasi ini hendaknya terlihat dalam keikutsertaan umat untuk menyanyikan bagian-bagian nyanyian yang menjadi hak umat baik dalam lagu ordinarium . maupun propium. AuAllah menghendaki supaya semua manusia selamat dan mengenal kebenaranAy . dk Surat Rasul Paulus yang pertama kepada Timotius 2:. dalam kesatuan Pribadi Sabda kodrat Kemanusiaan-Nya menjadi upaya keselamatan kita. Oleh karena itu, dalam Kristus pendamaian kita mencapai puncak kesempurnaannya, dan kita dapat melaksanakan ibadat Ilahi secara penuh. Hakikat liturgi menuntut partisipasi secara penuh, sadar, dan aktif dari umat beriman yang terlibat di dalamnya hal ini dapat dibandingkan dengan Sacrosanctum Concilium artikel 14. Partisipasi dapat pula diungkapkan dalam bernyanyi Audan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hatiAy . dk Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus 5: . Hal ini ingin mengungkapkan bahwa partisipasi umat beriman dapat diungkapkan dalam bentuk nyanyian dan pujian bagi Tuhan karena Santo Agustinus dari Hippo berkata Au ia yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kaliAy. Partisipasi umat beriman dalam bernyanyi hendaknya menjadi perhatian yang utama. Partisipasi inilah yang menjadi titik pijak untuk menilai kemeriahan suatu perayaan litrugi (Sacrosanctum Concilium artikel Umat beriman tidak boleh menjadi penonton atau pendengar ketika hadir dalam perayaan liturgi melainkan aktif dalam bernyanyi (Metom 2. Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Pengertian Suku Dayak Agustinus dalam tesis Perkawinan Adat Suku Dayak MaAoanyan dalam Liturgi Sakramen Gereja Katolik pada tahun 2011 AuSuku adalah golongan orang-orang . sekeluarga turunan, jadi suku merupakan suatu rumpun yang terdapat di suatu daerah yang memiliki ciri khas yang sama baik bahasa, adat, aturan dan kebiasaan yang diwariskan turun temurunAy. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poewodarminto 1988:1. Suatu Kebiasaan secara turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan dalam kehidupan masyarakat dan generasi selanjutnya yang menyangkut sikap, norma, hukum SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 adat, dan cara hidup. Mereka juga menganggap bahwa cara-cara yang ada merupakan cara yang paling benar dan harus dihayati, dijalankan dan dijaga. Istilah Dayak dimaknai sebagai penduduk pribumi atau penduduk asli Kalimantan (Yulianto 2017:. Menurut O. K Rachmat dan R. Sunardi, kata Dayak ini berasal dari perkataan untuk menyatakan. yang tidak beragama islam dan mendiami pedalaman kalimantan, istilah dayak dulunya diberikan oleh orang Melayu yang mendiami pesisir Menurut Tjilik Riwut, kata Dayak bukan berarti orang gunung, namun Dalam bahasa Sangen atau bahasa Dayak kuno. Dayak berarti AubakenaAy dan jika di artikan dalam bahasa Indonesia adalah cantik atau gagah perkasa. Pengertian Musik Liturgi Musik dalam Kamus Besar Indonesia . diartikan sebagai : Ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai kesatuan dan Nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan, terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Aumusik diartikan sebagai seni atau ilmu menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai kesatuan dan keseimbanganAy. (KBBI, Menurut Jamalus pada tahnu 1988 musik merupakan bentuk suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsurnya yaitu irama melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Musik adalah suatu karya cipta berupa bunyi atau suara yang memiliki nada, irama dan keselarasan. Musik yang dimainkan menjadi komposisi terpadu dan berkesinambungan dapat memberikan pengaruh terhadap emosi dan kognisi. Ungkapan diatas hampir persis dengan arti musik pendapat dari Sinaga dan Khoiriyah yang artinya adalah bentuk suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptaan melalui unsurunsur musik yaitu irama melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuanAy(Sinaga dan Khoiriyah, 2017:. MUSIK LITURGI INKULTURASI DAYAK SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT PAROKI KATEDRAL SANTA MARIA PALANGKA RAYA Musik pun menjadi salah satu cara berkomunikasi karena memuat pesan dan melibatkan lawan bicara. Jika dalam konteks Liturgi melibatkan Allah, umat-Nya, pendengar bahkan pemain musik. Dalam berbagai situasi, apa yang dilakukan oleh himpunan manusia saat menyampaikan informasi adalah bunyi. Bunyi adalah salah satu dari unsur musik. (Huck, 1997:. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif. AuDalam penelitian kualitatif pengumpulan data deskriptif dan bukan menggunakan angka-angka sebagai alat metode utamanyaAy (Kaelan, 2010 :. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian yang naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamian. Sedangkan menurut Mantra pada tahun 2004 dalam buku Moleong mengemukakan metode kualitatif berupa kata-kata atau lisan dari orangorang dan perilaku yang dapat diamati (Siyoto. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan mei 2021 di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya. Data dan Sumber data Data Data adalah seluruh informasi empiris dan dokumentatif yang diperoleh dilapangan sebagai pendukung kearah kontruksi ilmu secara ilmiah dan akademis. Menurut Sangadji dan Sophia pada tahun 2010 data dibagi menjadi data primer dan data Data primer merupakan data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Sedangkan data sekunder umumnya dirancang secara spedifik untuk memenuhi kebutuhan penelitian tertentu berupa dokumen, buku, jurnal (Victoria, dkk Sumber Data Menurut Lofland . sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain- lain. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 Berkaitan dengan hal itu, pada bagian ini jenis data dibagi ke dalam kata-kata, tindakan, sumber data tertulis, foto dan deskriptif statistik (Bunu, 2013:. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya Sebelum Gereja Katolik berdiri di kota Palangka Raya . ahulu dikenal dengan Pahandu. sekitar tahun 1955 -1962 sudah ada sekitar 10 keluarga katolik yang menetap. Diantaranya adalah keluarga Bapak Tjilik Riwut(Al. Pada waktu itu Palangka Raya merupakan salah satu stasi Kuala Kapuas yang dilayani secara bergantian baik oleh Borst. MSF. Heyne. MSF dan P. Doto Hendro. MSF sejak 1962. Keadaan ini mengatakan bahwa sejarah berdirinya Gereja Katolik di Palangka Raya tidak dapat dipisahkan dari sejarah pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah. Setelah melewati perjuangan yang cukup panjang. Sejalan dengan pembentukan Provinsi Kalimantan tengah pada tahun 1959, kantor-kantor pemerintah mulai dipindahkan dari kota Banjarmasin ke kota Palangka Raya. Karena itu pegawai-pegawainya yang beragama Katolik pun dengan sendirinya ikut berpindah ke Palangka Raya. Migrasi umat Katolik dari Banjarmasin ini membawa dampak positif bagi perkembangan umat Katolik di Palangka Raya. Pada tahun 1963, atas dorongan Bpk. Tjilik Riwut yang saat itu sebagai Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah. Bpk. Pantaleon Prantiyo sebagai Kepala Kantor P dan K dan Bpk. Soewardijo yang saat itu sebagai Kepala Penmas, tercapailah kesepakatan untuk mendirikan gedung Gereja di lokasi yang sekarang ini di atasnya berdiri Aula Nazaret. Mgr. Demarteau. MSF sangat tanggap pada upaya dan perjuangan umat di Palangka Raya sehingga pada tanggal 01 Maret 1963 beliau memberkati gedung, sekaligus meresmikan berdirinya Paroki Palangka Raya dengan pelindung Santa Perawan Maria. Bapak Uskup menetapkan P. Karl Klein. MSF sebagai Pastor Paroki pertama yang bertugas di Kota Palangka Raya. Seiring berjalannya waktu, umat Palangka Raya semakin berkembang, baik dalam jumlah umat maupun dalam karya-karyanya. Pada tanggal 14 Agustus 1993. Tahta Suci Roma mengumumkan secara resmi bahwa Pastor Julius Aloysius Husin. MSF diangkat menjadi Uskup pertama Keuskupan Palangka Raya. Mgr. Julius. Husin. MSF ditahbiskan pada tanggal 17 Oktober 1993. Hari itu merupakan hari jadi Keuskupan MUSIK LITURGI INKULTURASI DAYAK SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT PAROKI KATEDRAL SANTA MARIA PALANGKA RAYA Palangka Raya dan Paroki Palangka Raya menjadi Paroki Uskup atau Paroki Katedral. pada tanggal 21 Maret. Pada tanggal 7 Mei 2001. Keuskupan Palangka Raya mendapat Uskup Baru. Mgr. Sutrisnaatmaka. MSF ditahbiskan menjadi Uskup Palangka Raya oleh Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja. SJ berdasarkan Surat Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, tanggal 21 Maret 2001. Sejak saat itu, segala kebijakan yang berlaku dalam Keuskupan Palangka Raya menjadi tanggung jawab Bapak Uskup yang baru. Salah satu kebijakan setelah terpilihnya Uskup Baru adalah pengalihan fungsi Gereja Katedral yang lama. Gereja yang lama dialihfungsikan menjadi Gedung Serba Guna Tjilik Riwut berdasarkan Surat Edaran No. SE/K-II/PGL- 01/03 tentang keputusan pemanfaatan Gedung Gereja lama di Kompleks Katedral yang ditetapkan di Palangka Raya pada tanggal 1 Januari 2003 oleh Uskup Palangka Raya. Mgr. Sutrisnaatmaka. MSF dan diadakan misa desakralisasi pada tanggal 2 Maret 2003. Letak Geografis Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya merupakan pusat Keuskupan palangka Raya. Secara Geografis Paroki St. Maria Palangka Raya terletak dalam wilayah Pemerintah Kota Palangka Raya dengan luas wilayah A 2. 400 km2 atau 1,56 % dari luas Kalimatan Tengah (Gatot Wibowo, 2. Menurut data statistik Keuskupan Palangka Raya, umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya berjumlah 3. 134 jiwa yang tersebar dalam 580 kepala keluarga dan 17 lingkungan. Keadaan Umat Data-data yang terhimpun berasal dari sebuah paroki dan dalam sebuah paroki tersebut tentunya ada umat yang bergerak untuk melakukan seluruh kegiatan dan Berikut adalah kondisi umat yang berdomisili di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya: Kondisi Sosial-Budaya Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya adalah paroki yang cukup berkembang dan tanggap terhadap tantangan zaman. Umat yang berdomisili di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda,seperti Chinese. Jawa. Folers, dan lain-lain. Namun, mayoritas bersuku Dayak karena letak geografis Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya di pulau suku Dayak. Mereka yang bukan bersuku Dayak telah membaur dan membangun suatu kehidupan SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 bersama dengan rukun, damai dan tenteram bersama orang Dayak. Walaupun umat diparoki ini memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda, mereka tetap saling menghargai dan saling bekerjasama dalam membangun paroki agar semakin berkembang dalam terang Kristus. Pelestarian nilai-nilai luhur, keamanan, keterlibatan dan toleransi antar suku dalam semangat gotong royong membuat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya semakin tanggap dalam menghadapi tantangan zaman. Kondisi Sosial-Ekonomi Sementara di bidang ekonomi, mayoritas umat bergantung pada gaji yang diterimanya dari hasil pekerjaan sebagai pegawai di kantor pemerintahan dan tenaga pengajar di sekolah swasta maupun pemerintah karena menurut meraka pekerjaan inilah yang dapat menunjang pendidikan dan hidup masa tua. Kesibukan umat dengan pekerjaannya di pemerintahan seringkali membuat kurangnya keterlibatan dan tanggungjawab umat dalam berliturgi. Kesibukan ini pula yang membuat umat tidak memiliki waktu untuk saling berbagi pengalaman menggereja. Kondisi pendidikan Umat Mayoritas umat memiliki pola pikir yang berkembang dan maju dalam menghadapi berbagai situasi. Pendidikan umat yang membuat pola pikir umat berkembang, rata-rata pendidikan terakhir umat Katedral Santa Maria Palangka Raya S1. Pembahasan Bertolak dari hasil penelitian dan proses analisis data, maka peneliti akan melakukan pembahasan atas data-data tersebut dengan cara interpretasi data atas datadata yang terhimpun. Berikut adalah langkah-langkah interpretasi data pada tahap ini : Pemetaan Masalah Bertolak dari rumusan masalah dan data-data yang terhimpun, masalah yang nampak yaitu kurangnya partisipasi umat dalam perayaan liturgi terkhususnya bernyanyi. Hal ini jelas terlihat dari kurangnya antusias dalam terlibat sebagai petugas koor karena hanya mengandalkan orang yang lebih mengerti koor atau bernyanyi, bahkan ada yang tidak percaya diri, malas dan merasa bosan dengan lagu liturgi biasa dan monoton. Umat pun merasa bahwa tanggungjawab bernyanyi adalah petugas koor tapi kebanyakan umat melalaikan tugas tersebut. MUSIK LITURGI INKULTURASI DAYAK SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT PAROKI KATEDRAL SANTA MARIA PALANGKA RAYA Dari hasil observasi lapangan dapat ditunjukan pula bahwa umat menganggap beryanyi bukanlah salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan Allah, namun hanya sebuah tanggungjawab dari petugas koor. Ketika tidak menjadi petugas koor, umat hanya menjadi pendengar biasa, apalagi jika lagu-lagu sangat biasa dan monoton umat tidak ikut Sesungguhnya dalam Liturgi Gereja Katolik menuntut agar semua umat dapat berpartisipasi aktif dalam perayaan liturgi terkhususnya dalam bernyanyi agar liturgi lebih meriah, hidup, bahkan lebih kudus. Keterlibatan tersebut seharusnya bukan hanya ketika mendapat tanggungjawab sebagai petugas koor, namun saat memasuki misa kudus semua umat sangat diharapkan untuk terlibat aktif. Analisis Sosial Pastoral Bertolak dari latar belakang umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya yang heterogen seperti memiliki kebudayaan yang berbeda-beda walaupun memang lebih besar berkebudayaan Dayak. Namun, umat tetap saling menghargai dan mendukung satu sama lain dan umat yang bukan bersuku Dayak pun dapat mengikuti kebudayaan Walaupun latar belakang pendidikan umat kebanyakan lulusan S1, namun umat belum memahami banyak hal tentang pentingnya partisipasi dalam berliturgi terkhususnya bernyanyi. Begitu banyak umat Paroki Katedral Santa Maria dan pastinya memiliki selera musikal yang berbeda-beda, namun dalam Gereja Katolik adanya kesatuan dan dalam musik liturgi umat dipersatukan dengan Allah. Oleh karena itu melihat dari sisi greografis bangunan gereja Katedral yang berada di Kalimantan Tengah atau di tengah pulau suku Dayak dan umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya pun memiliki umat yang asli bersuku Dayak, maka cara yang tepat dan sederhana untuk menyampaikan pesan Injil atau berpastoral praktis yaitu melalui musik dan nyanyian yang sesuai dengan kebudayaan setempat agar umat merasa lebih memiliki akan liturgi dan dapat mengungkapkan kepribadian mereka secara asli serta merasa Allah semakin dekat dengan umat. Partisipasi dalam perayaan liturgi terkhusunya bernyanyi adalah tuntutan dari liturgi dan keharusan bagi setiap umat Katedral. Hakikat liturgi menuntut partisipasi secara penuh, sadar, dan aktif dari umat beriman yang terlibat di dalamnya, hal ini dapat dibandingkan dengan Sacrosanctum Concilium artikel 14. Namun, umat paroki Katedral santa Maria Palangka Raya adalah umat yang kurang aktif dalam bernyanyi karena berbagai alasan seperti merasa bosan dengan lagu liturgi yang biasa dan monoton, hanya SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 mengandalkan petugas koor, tidak percaya diri, tidak hafal lagu yang dibawakan oleh petugas koor, tidak membawa madah bakti. Dalam hal ini, upaya untuk menghadirkan musik inkulturasi Dayak di dalam perayaan liturgi, terlihat dari penerapan para pelayan pastoral untuk mengajak umat memilih lagu inkulturasi sebagai salah satu nyanyian liturgi dalam perayaan. Gereja Katedral selama ini sangat berusaha membuat umat semakin bersemangat dalam bernyanyi melalui pendekatan lokakarya musik inkulturasi Dayak karena sesuai dengan kepribadian umat. Sesuai pengamatan peneliti, maka dalam upaya meningkatkan partisipasi umat Paroki Katedral, peran musik liturgi inkulturasi Dayak yang digunakan sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya sangat berpengaruh Dijadikannya sebagai pendekatan pastoral yang harus dikembangkan agar umat merasa bahwa mereka adalah satu dalam Kristus. Membantu menarik minat umat untuk semakin berpartisipasi aktif dalam berliturgi terkhususnya bernyanyi karena sejak lama keuskupan ada lomba karya musik liturgi Dayak Musik liturgi inkulturasi Dayak menjadi media pewartaan Injil. Umat semakin mencintai Budaya dan liturgi. Menjadi media untuk mengenal budaya setempat Menjadi satu dengan Tuhan dalam kurban misa KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pada bagian akhir skripsi ini, penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian mengenai musik liturgi inkulturasi yang digunakan sebagai pendekatan pastoral dalam meningkatkan partisipasi umat. Secara umum bahwa kurangnya partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam perayaan liturgi khususnya bernyanyi. Secara khusus, hasil wawancara bersama informan menunjukan bahwa, hampir keseluruhan dari 11 informan yang diwawancarai dan hasil observasi di lapangan, menunjukan bahwa kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi. MUSIK LITURGI INKULTURASI DAYAK SEBAGAI PENDEKATAN PASTORAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT PAROKI KATEDRAL SANTA MARIA PALANGKA RAYA Kehadiran Dayak berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Hal ini terbukti dengan hasil observasi, umat sangat antusias menyanyikan lagu inkulturasi Dayak karena umat merasa erat dan memiliki akan liturgi, hadir didalam pesta dengan nuasa kepribadian dirinya yang membuat umat mengungkapkan iman dengan penuh kesederhanaan melalui A Dari hasil wawancara, musik inkulturasi Dayak digunakan sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya agar umat merasa bahwa mereka adalah satu dalam Kristus. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya adalah Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Tujuannya melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana. Saran Bagi Pastor Paroki Diharapkan Pastor Paroki lebih memperhatikan tentang inkulturasi di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya terkhususnya dalam bentuk musik liturgi Mengingat bahwa di Paroki ini memiliki umat yang beragam suku dan budaya, maka inkulturasi Dayak harus lebih ditonjolkan. Agar umat yang bukan bersuku Dayak pun melihat bahwa ada orang Dayak di Gereja Katedral dan mereka dapat menerima, saling menghargai satu sama lain serta semakin berbaur akrab sebagai orang Katolik yang tidak pandang bulu. Hal yang terpenting pula agar kebudayaan setempat tidak tenggelam karena masuknya budaya luar. Bagi Para Pemusik Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya Sebagai pemusik hendaknya mengerti tentang kaidah-kaidah liturgi dalam memainkan musik terkhususnya musik liturgi inkulturasi Dayak agar umat dapat mengungkapkan imannya dengan penuh kesederhanaan. Bagi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya Diharapkan agar umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, lebih berpartisipasi aktif dalam bernyanyi karena kemeriahan dan kekudusan dari liturgi akan nampak bila seluruh umat berpartisipasi aktif dalam perayaan liturgy terkususnya SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 58-73 bernyanyi karena bernyanyi sama dengan berdoa dua kali . Hendaknya pula dalam hidup menggereja umat dapat mempertahankan dan mengembangkan adat dan budaya agar tidak tenggelam karena zaman yang semakin modern. Bagi Seksi Liturgi Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya Diharapkan bagi seksi liturgi Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya lebih cermat untuk membaca tantangan zaman dan kebutuhan umat seperti butuhnya asupan pengetahuan dasar tentang liturgi agar mereka lebih memahami pentingnya partisipasi seluruh umat. Bagi Peneliti Selanjutnya Kiranya penelitian ini dapat menjadi acuan dan bahan pembelajaran bagi peneliti selanjutnya yang akan memperdalam tentang musik liturgi inkulturasi Dayak. DAFTAR PUSTAKA