KEBUDAYAAN PADA NOVEL AuWEDDING AGREEMENTAy DENGAN NOVEL AuHATI SUHITAAy (KAJIAN SASTRA BANDING) Novia Rahmawati Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA rahmavia848@gmail. Trie Utari Dewi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dewi@uhamka. ABSTRACT The aim of this research was to see the cultural comparison of the novel Wedding Agreement by Mia Chuz and the novel Hati Suhita by Khilma Anis. The method used in this research is descriptive qualitative with a comparative literary approach. The results of this research show that there are similarities and differences between the two novels in aspects of the nature of human life in the categories of suffering and happiness, besides that there are also aspects of the nature of human work and the nature of human time in the categories of present and past. As for aspects of the nature of human time in the future category, there are no differences in cultural aspects in the two novels. The conclusion of the comparative study of cultural aspects is that there are similarities and differences in every aspect of the two novels, except for differences in aspects of the nature of human time in the future category. Keywords : Novel. Comparative literature. Cultural studies. Clyde kluckhohn theory ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan kebudayaan dari novel Wedding Agreement karya Mia Chuz dengan novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Metode yang digunakan pada penelitian ini termasuk ke dalam deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra banding. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya persamaan dan perbedaan dari kedua novel pada aspek hakikat hidup manusia pada kategori penderitaan dan kebahagiaan, selain itu juga terdapat pada aspek hakikat karya manusia dan hakikat waktu manusia pada kategori masa kini dan masa lalu. Adapun aspek hakikat waktu manusia dalam kategori masa depan tidak terdapat perbedaan pada aspek kebudayaan dalam kedua novel. Simpulan pada kajian perbandingan aspek kebudayaan memiliki persamaan dan perbedaan dalam setiap aspek pada kedua novel, kecuali perbedaan pada aspek hakikat waktu manusia kategori masa depan. Kata kunci : Novel. Sastra banding. Kajian kebudayaan. Teori clyde klukhohn PENDAHULUAN Karya sastra pada umumnya terjadi dari prosa, puisi dan drama. Jika dispesifikasikan karya sastra dalam bentuk prosa sangat beragam, mulai dari kategori prosa lama seperti hikayat hingga kategori prosa baru seperti novel. Novel ialah bentuk prosa panjang yang menampilkan watak serta perilaku pada cerita seseorang maupun orang disekitarnya (Wahid et al. , 2. Berbeda halnya dengan pendapat Nurgiyantoro . novel berisi karangan bebas yang menampilkan secara detail, terperinci, serta banyak mengaitkannya dengan beragam permasalahan. Lebih lanjut Maghfiroh . menyatakan bahwa permasalahan pada kehidupan nyata dapat diadaptasi ke dalam sebuah karya sastra. Permasalahan dalam kehidupan salah satunya dapat terjadi akibat perjodohan yang dilakukan orang tua kepada Menurut Abadiyah . suatu perjodohan dapat menjadi pemicu permasalahan. Permasalahan dalam perjodohan menjadi gambaran cerita yang menarik untuk sebuah karya Novel yang menghadirkan tentang permasalahan rumah tangga akibat perjodohan di antaranya adalah novel Wedding Agreement karya Mia Chuz dan novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Novel Wedding Agreement menceritakan tentang kedua orang tua Tari dan Bian merupakan rekan bisnis, keduanya sepakat untuk menikahkan kedua anaknya kelak. Awalnya Bian menolak perjodohan itu, karena sudah memiliki tunangan bernama Sarah. Tetapi pada akhirnya Bian menerima, sebab ingin memberikan kebahagiaan kepada Ibunya yang menderita kanker. Novel yang serupa berkaitan dengan perjodohan dalam pernikahan juga dihadirkan pada novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Novel tentang tokoh bernama Alina dan Birru yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya sedari kecil, untuk menjadi penerus pimpinan Awalnya Birru menolak karena sudah menjalin hubungan, dengan perempuan bernama Rengganis. Sebab kepatuhan Birru kepada Ibunya, akhirnya Birru menerima perjodohan tersebut. Kedua novel tersebut memiliki kemiripan, karena sama-sama menceritakan pernikahan akibat dijodohkan. Tetapi kedua novel tersebut memiliki perbedaan kebudayaan yang terasa sangat kuat. Pada novel Wedding Agreement menggambarkan kehidupan masyarakat yang sudah modern seperti kota metropolitan Jakarta. Tetapi pada novel Hati Suhita menggambarkan kebudayaan yang sangat kental dengan pesantren dan kehidupan masyarakat Jawa Mojokerto. Perbedaan terkait dengan kebudayaan mempengaruhi pembawaan tokoh yang berperan sebagai orang ketiga dari masa lalu. Jika pada novel Wedding Agreement menceritakan tokoh yang bernama Sarah, memiliki pembawaan watak yang keras kepala dan berani meminta Bian untuk menceraikan Tari istrinya. Sedangkan pada novel Hati Suhita tokoh yang bernama Rengganis, memiliki pembawaan watak yang tenang dan berusaha untuk mengikhlaskan Biru dengan Alina. Hal tersebut menimbulkan ketertarikan untuk dianalisis terkait dengan aspek Aspek kebudayaan menurut Kluckhohn & Strodtbeck . antara lain yaitu, hakikat hidup manusia, hakikat karya manusia, hakikat waktu manusia, hakikat alam manusia, dan hakikat hubungan antar manusia. Untuk melihat persamaan dan perbedaan pada aspek kebudayaan dalam kedua novel tersebut, dapat dilakukan melalui kajian sastra banding. Sastra bandingan merupakan kajian yang membandingkan dua karya sastra atau lebih, dengan kurun waktu yang berbeda maupun bersamaan (Sukadaryanto dalam Wahyuningtyas & Pramudiyanto, 2. Kajian sastra banding selain terfokus dengan perbandingan antar karya sastra, dapat dilakukan dengan membandingkan karya sastra pada bidang yang lain (Apriyatin & Dewi, 2. Pentingnya kedua kajian tersebut dilakukan secara bersamaan, agar terlihat perbandingan kebudayaan yang terdapat pada novel Wedding Agreement dengan novel Hati Suhita. Penelitian relevan yang berkaitan dengan perbandingan nilai budaya telah dilakukan oleh Sembiring . dengan hasil persamaan nilai budaya yang terkandung pada cerita Timun Mas dan Momotaro ialah pengabdian, keberanian diri, kebijaksanaan, kemauan keras Sedangkan perbedaan terdapat pada nilai kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, perdamaian dunia, dan memaafkan. Hasilnya menjadi bahan ajar bagi penutur Jepang tingkat menengah. Berikutnya oleh Widyaningrum & Sondari . dengan hasil persamaan yang terdapat pada novel Bidadari-bidadari Surga dan novel Mencari Perempuan Yang Hilang ialah nilai budaya perkawinan dan sistem religi. Tetapi terdapat perbedaan budaya dari sistem ekonomi, kemasyarakatan, dan kekerabatan. Penelitian relevan yang pernah mengkaji novel Wedding Agreement telah dilakukan oleh Khasanah . dengan hasil penelitian berupa pemikiran feminisme liberal yang direlevansikan dalam pembelajaran kelas XII KD. 9 dan kelas XI KD. Berikutnya oleh Kusumawati et al . dengan hasil penelitian berupa ekranisasi seperti penciutan, penambahan dan perubahan variasi antara novel Wedding Agreement karya Mia Chuz dengan film serta nilai-nilai religius hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, diri sendiri dan dengan alam. Kemudian oleh Devi et al . dengan hasil penelitian berupa campur kode bahasa Inggris dan implikasinya terhadap pembelajaran teks iklan, slogan, dan poster pada kelas Vi SMP. Adapun penelitian yang berkaitan dengan novel Hati Suhita telah diteliti oleh Abadiyah . dengan hasil penelitian berupa resolusi konflik internal dan eksternal. Kemudian oleh Nugroho . dengan hasil penelitian berupa citra perempuan dalam aspek fisik, psikis dan citra sosial dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Berikutnya oleh Afifah & Sari . dengan hasil penelitian berupa perbandingan filosofi perempuan Jawa yang dapat diterapkan dalam prinsip-prinsip kehidupan dalam bentuk ungkapan, peribahasa maupun ritual yang diyakini pada novel Hati Suhita karya Khilma Anis dengan novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Selanjutnya oleh Waningyun & Aqilah . dengan hasil penelitian berupa unsur pembangun pada novel yaitu unsur intrinsik dan Kemudian oleh Lestari . mengkaji terkait kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, problematika gender, serta nilai-nilai pendidikan. Berdasarkan penelitian relevan yang telah dipaparkan, novel Wedding Agreement dan Hati Suhita telah banyak diteliti dengan berbagai kajian, namun belum ada yang meneliti dengan kajian sastra banding. Untuk novel Hati Suhita sudah dikaji terkait dengan sastra banding, sedangkan dalam penelitian lain perbandingan aspek kebudayaan belum pernah mengkaji terkait dengan novel Wedding Agreement dan novel Hati Suhita. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan kebudayaan novel Wedding Agreement dan Hati Suhita dengan menggunakan teori Clyde Kluckhohn. Penelitian ini penting dilakukan karena karya sastra tidak berdiri sendiri dan saling memiliki keterkaitan sehingga perlu adanya perbandingan pada kedua novel Wedding Agreement dan Hati Suhita untuk melihat keterkaitan antara kedua novel tersebut yang dapat dilihat dari kajian METODE Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Ahmadi . pendekatan kualitatif didasarkan pada penafsiran dan pendeskripsian pada data. Serupa dengan pendapat Creswell dalam Agustianti et al . penelitian kualitatif merupakan proses dalam memahami permasalahan manusia maupun sosial dalam bentuk kata atau kalimat untuk memberikan respon kepada informan. Berdasarkan beberapa pendapat terkait dengan kualitatif, penelitian ini mengkaji data berupa kata atau kalimat yang terdapat pada novel Wedding Agreement karya Mia Chuz yang diterbitkan oleh penerbit PT Elex Media Komputindo pada tahun 2020 dan novel Hati Suhita karya Khilma Anis yang diterbitkan oleh penerbit Mazaya Media dan Telaga Aksara pada Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini ialah simak catat yang bersumber dari teks . pada novel Wedding Agreement dan novel Hati Suhita. Berdasarkan dokumen berupa gambar, karya atau tulisan yang berbentuk catatan harian cerita maupun biografi dari seseorang (Sugiyono, 2. Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Analisis isi menurut Muhajir dalam Sumarno . ialah kajian terkait dengan himpunan kode dalam berkomunikasi yang dikelompokkan menjadi cara dalam memperkirakan isi dari komunikasi. Prosedur dalam penelitian ini dengan membaca kedua novel tersebut, memberikan tanda pada teks yang mengandung unsur aspek Kemudian teknik dalam menganalisisnya dengan cara, teks yang telah ditandai dihimpun ke dalam tabel sesuai dengan kelima aspek kebudayan. Aspek kebudayaan terdiri dari hakikat hidup manusia yang terbagi menjadi dua kategori . enderitaan dan kebahagiaa. , hakikat karya manusia, hakikat waktu manusia yang terbagi menjadi tiga kategori . asa lalu, masa kini, masa depa. , dan hakikat hubungan antar manusia dengan Selanjutnya membandingkan kelima aspek kebudayaan pada novel Wedding Agreement dengan novel Hati Suhita. Terakhir, mendeskripsikan hasil perbandingan aspek kebudayaan pada kedua novel tersebut. HASIL Berdasarkan hasil analisis dari novel Wedding Agreement dan novel Hati Suhita yang mengkaji berdasarkan teori Clyde Kluckhohn yang dikelompokan menjadi lima kategori sebagai berikut. Perbandingan Hakikat Hidup Manusia Hakikat hidup manusia berkaitan dengan perasaan yang dirasakan oleh manusia, yang dikategorikan menjadi dua yaitu, penderitaan dan kebahagiaan (Ningtias & Tjahjono, 2. Pada kategori penderitaan ditemukan sebanyak 23 dalam kategori pada novel Wedding Agreement dan 29 data pada novel Hati Suhita. Penderitaan Terdapat perbandingan pada aspek hakikat hidup manusia dalam kategori penderitaan, pada tokoh perempuan, beberapa diantaranya. AuSuaminya mencintai perempuan lain. Tari merasakan nyeri di ulu hatinya. Ay (Wedding Agreement hal. AuTapi hatiku terlanjur sakit. Aku ingat ia menatap Ratna Rengganis dengan penuh Aku ingat dia lupa memperkenalkanku di depan tamu-tamunya. Entah karena saking asiknya dia bicara. Atau dia sengaja. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada perbandingan hakikat hidup manusia pada kategori penderitaan, yang terdapat pada novel Wedding Agreement. Menceritakan tokoh Tari yang merasa hatinya tersakiti karena kedekatan suaminya (Bia. dengan mantan tunangannya (Sara. yang sering bertemu dan lebih dicintainya. Tetapi pada novel Hati Suhita tokoh Alina merasakan sakit hati ketika sikap suaminya (Birr. yang terlihat fokus saat menatap perempuan yang dikaguminya (Renggani. Hingga ia lupa memperkenalkan istrinya sendiri di hadapan rekan kerjanya yang bertamu ke rumah. Data berikutnya terdapat data terkait perbandingan pada aspek hakikat hidup manusia dalam kategori penderitaan, pada tokoh laki-laki. AuAkhirnya ia mengalah walau hatinya memberontak. Ia setuju. Menikah dengan Tari. Hanya demi mamanya. Sekarang ia hanya perlu bertahan selama satu tahun untuk kemudian bercerai dengan Tari dan menikahi Sarah. Ay (Wedding Agreement hal. AuSaat hari pernikahanku tiba, tak seorang pun kawan yang kuberi undangan. Aku malu. Aku yang selalu berteriak lantang soal lawan penindasan, ternyata tidak bisa melawan perjodohanku sendiri. Aku begitu terhina. Aku yang setiap saat berteriak soal perjuangan hak asasi manusia, ternyata tak bisa memperjuangkan hak asasi atas masa depanku sendiri. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada perbandingan hakikat hidup manusia pada kategori penderitaan, yang terdapat pada novel Wedding Agreement. Menceritakan tokoh Bian yang merasa terpaksa saat menikahi Tari, sebab Bian lebih menginginkan dirinya menikah dengan Sarah. Pemberontakan sikap Bian yang berencana untuk menceraikan Tari setelah pernikahannya genap satu tahun. Sedangkan pada novel Hati Suhita tokoh Birru merasa malu saat menerima perjodohan dirinya dengan Alina, sebab kepribadian yang dikenal oleh teman-temannya tegas dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Tetapi Birru tidak bisa mempertahankan haknya sendiri untuk bebas memilih pasangan. Pemberontakan sikap Birru yang memilih untuk tidak mengundang temannya seorang pun, karena dirinya merasa terhina. Kebahagiaan Selanjutnya, hakikat hidup dalam kategori kebahagiaan, ditemukan sebanyak 8 data pada novel Wedding Agreement dan 7 data pada novel Hati Suhita. Terdapat perbandingan aspek hakikat hidup manusia dalam kategori kebahagiaan, pada tokoh perempuan beberapa diantaranya sebagai berikut. AuTari sesaat terlihat tertegun mendengar jawabannya. Biasanya Bian memang selalu menolak setiap kebaikan yang ditawarkan, tetapi kali iniA. Ay (Wedding Agreement hal. AuTerima kasih ya, sudah merawatku. Aku tertegun. Tidak menyangka dia bisa mengatakan itu. Dia tidak pernah mengajakku bicara lebih dulu, apalagi memujiku. Tapi ucapan terima kasihnya melebihi indahnya syair pujangga mana pun. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat hidup manusia dalam kategori kebahagiaan. Terdapat pada novel Wedding Agreement yang menceritakan kebahagiaan tokoh Tari dengan perubahan sikap Bian yang mulai menerima bantuan darinya untuk disuapi makan bubur, sebab tubuhnya yang lemas akibat demam tinggi. Sama halnya pada novel Hati Suhita tokoh Alina merasakan kebahagiaan atas sikap Birru yang akhirnya mulai berinteraksi dengan mengucapkan terima kasih kepada Alina, sebab ia sudah berusaha merawat Birru yang harus dirawat di rumah sakit karena tifus. Data selanjutnya terkait perbandingan pada aspek hakikat hidup manusia dalam kategori kebahagian, pada tokoh laki-laki sebagai berikut. AuKamu senang hari ini? tanya Bian seraya menatap Tari lembut. Tari mengangguk antusias sembari tersenyum lebar. Best day ever. Entah kenapa hati Bian merasa senang saat Tari senang. Bian balas tersenyum. Ay (Wedding Agreement hal. AuSaya setuju, abah dan ummik juga pasti setuju, tapi saya harus matur Gus Birru dulu, sebab beliau lebih paham kondisi di lapangan. Mendengar itu, aku tersenyum. Aku segera berbalik sebelum dia tahu aku mencuri dengar pembicaraan mereka. Hari itulah aku tahu. Alina tidak hanya pandai memperlakukan diri sendiri, ia juga pandai memperlakukan orang lain. Namaku disebutnya padahal dia tahu, aku tidak mengurus sama sekali soal diniyah dan lain-lain. Dia termasuk perempuan yang menjaga martabat suaminya. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat hidup manusia dalam kategori kebahagiaan. Terdapat pada novel Wedding Agreement yang menceritakan kebahagiaan tokoh Bian saat melihat Tari yang merasakan bahagia, setelah ia pergi bersama ke Dufan. Tetapi pada novel Hati Suhita tokoh Birru merasakan kebahagiaan saat mendengar Alina melibatkan dirinya dalam mengambil keputusan untuk pendidikan di pesantrennya. Birru merasa senang karena Alina sudah menjaga martabat suaminya sendiri didepan orang Perbandingan Hakikat Karya Manusia Hakikat hidup manusia berkaitan dengan keahlian dan usaha yang dilakukan (Ningtias & Tjahjono, 2. Pada hakikat karya manusia ditemukan sebanyak 1 data pada novel Wedding Agreement dan 10 data pada novel Hati Suhita. Berikut merupakan perbandingan aspek karya manusia. AuSeperti biasa, setiap pagi ia menyapa distributor Queen Sandwich di grup. Sudah 4 tahun tari memulai usahanya sendiri. Berawal dari iseng untuk sekedar menambah uang saku saat kuliah, sampai akhirnya menjadi besar seperti sekarang. Ay (Wedding Agreement hal. AuAku tidak punya apa pun yang bisa membuat Mas Birru memilihku, bahkan meski dia tahu pesantrennya ini berkembang pesat berkat ide dan ketelatenanku momong santrisantrinya. Bahkan meski dia tahu abah dan ummik sangat bergantung padaku. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat karya manusia, terdapat pada novel Wedding Agreement yang menceritakan tokoh Tari yang memiliki kemahiran dalam berwirausaha. Bermula jualan saat kuliah kini produknya berkembang hingga menjadi distributor Queen Sandwich. Tetapi pada novel Hati Suhita, menceritakan tokoh Alina yang memiliki kemahiran dalam mengajar pada bidang pendidikan. Alina dapat mengembangkan, dan mengurus pesantren maupun para santri dengan sangat baik. Perbandingan Hakikat Waktu Manusia Hakikat waktu manusia berkaitan dengan masa kini, masa lalu dan masa depan yang terjadi (Ningtias & Tjahjono, 2. Pada hakikat waktu manusia ditemukan sebanyak 20 data pada novel Wedding Agreement dan 18 data pada novel Hati Suhita. Masa kini Pada hakikat waktu manusia kategori masa kini ditemukan sebanyak 8 data pada novel Wedding Agreement dan 7 data pada novel Hati Suhita. Berikut merupakan perbandingan aspek hakikat waktu manusia pada masa kini. AuTari tidak bisa menahannya lagi. Isak kecil meluncur dari lisannya. Air matanya membasahi baju Bian. Betapa ia ingin langsung memenuhi permintaan suaminya saat ini Namun Tari tahu bahwa ia tidak boleh lemah lagi kali ini. SekarangA ia hanya ingin menikmati berada di pelukan Bian, sekali lagi. Ay (Wedding Agreement hal. AuHari ini ia sudah takluk. Aku telah memenangkan pertarunganku. Akulah Alina Suhita, yang kini bertahta di kerajaan hatinya. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat waktu manusia pada masa kini terdapat pada novel Wedding Agreement yang menceritakan tokoh Tari menerima pelukan hangat dari Bian, ia hanya bisa menikmati rinduan kepada suaminya. Namun kini, hal itu tidak boleh membuatnya luluh dengan memberikan kesempatan untuk kembali tinggal bersama Bian. Tetapi pada novel Hati Suhita, menceritakan tokoh Alina yang merasa perjuangan untuk mendapatkan hati Birru kini berhasil ia dapatkan, dengan nafkah batin yang diberikan Masa lalu Pada hakikat waktu manusia kategori masa lalu ditemukan sebanyak 10 data pada novel Wedding Agreement dan 7 data pada novel Hati Suhita. Selanjutnya yaitu aspek hakikat waktu manusia terkait masa lalu, sebagai berikut. AuSejak kecil ia melihat betapa kehidupan pernikahan orang tuanya sangat Tidak pernah satu kali pun ia mendengar ayah dan bundanya bertengkar. Hanya ada canda, tawa, dan suka. Begitu pula pakde dan budenya. Ia hanya merasakan cinta dari keduanya. Ay (Wedding Agreement hal. AuKalau kami jelas beda. Mas Birru menunjukkan rasa tidak suka padaku sejak semula. Mas Birru tahu aku sejak masih MTs. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat waktu manusia pada masa lalu terdapat pada novel Wedding Agreement menceritakan tokoh Tari yang teringat jika saat sejak kecil ia disuguhkan pemandangan keluarga yang harmonis, selain itu Tari juga mendapatkan kasih sayang dari Pakde dan Budenya dengan sepenuh hati. Tetapi pada novel Hati Suhita menceritakan tokoh Alina yang teringat pada pertemuan pertama kalinya dengan Birru saat ia masih MTs. Alina merasa sikap Birru tak acuh kepadanya, sebab terlihat Birru tidak menyukainya. Masa depan Pada hakikat waktu manusia kategori masa depan ditemukan sebanyak 2 data pada novel Wedding Agreement dan 4 data pada novel Hati Suhita. Berikutnya aspek hakikat waktu manusia terkait masa depan, sebagai berikut. AuMenikah dengan Bian tidak pernah disesalinya. Ia yakin Bian akan berubah suatu hari nanti dan ia menantikan saat itu tiba. Walau itu artinya harus bersaing dengan perempuan lain. Perempuan yang dicintai suaminya. Ay (Wedding Agreement hal. AuAku tidak mau lagi membuang waktuku untuk menunggu cinta Mas Birru tumbuh. Kalau dalam masa penantianku ternyata Mas Birru lebih condong ke Rengganis, aku harus siap. Aku tidak boleh sedih. Yang penting dalam masa penantian itu ilmuku Yang penting aku tidak menyerah. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat waktu manusia pada masa depan. Terdapat pada novel Wedding Agreement yang menceritakan tokoh Tari yang tidak menyesal menikah dengan Bian, karena ia yakin sikap Bian akan berbalik mencintainya. Meskipun resiko yang ia hadapi harus bersaing dengan Sarah, mantan tunangan suaminya sendiri. Serupa halnya pada novel Hati Suhita tokoh Alina berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya, meskipun Rengganis yang mendominasi perasaan Birru. Alina dengan sabar menunggu Birru mencintainya bersamaan dengan ilmu-ilmu terus ia pelajari Perbandingan Hakikat Alam Manusia Hakikat alam manusia berkaitan dengan alam, baik itu pegunungan, sungai, tumbuhan dan sebagainya (Ningtias & Tjahjono, 2. Pada kategori alam manusia ditemukan sebanyak 2 data pada novel Wedding Agreement dan 13 data pada novel Hati Suhita. Berikut merupakan perbandingan aspek hakikat alam manusia. AuTari memandang hamparan hijau di hadapannya dan menghirup napas dalam-dalam. Alhamdulillah. Allah masih memberinya nikmat mata untuk melihat, nikmat telinga untuk mendengar, nikmat oksigen untuk bernafas, nikmat kaki untuk melangkah, dan banyak nikmat lain yang tidak bisa ia sebutkan semuanya. Terlalu banyak jumlahnya. Ay (Wedding Agreement hal. AuAku menyelesaikan ngajiku, kulihat Gunung Merbabu berdiri kokoh seakan mengajarkan ketegaran. Pemandangan hijau di sekeliling gunung itu sedikit bisa Aku punya banyak sekali saudara di lereng gunung itu dan pernah ku khayalkan mengajak Mas Birru ke sana menikmati dinginnya udara pegunungan dalam Segera kutepis bayangan Mas Birru sebelum masuk lebih jauh ke alam bawah sadarkuAy (Hati Suhita hal. Berdasarkan aspek hakikat alam manusia, terdapat pada novel Wedding Agreement. Menceritakan tokoh Tari yang melihat pemandangan hijau bersamaan dengan ucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Sama halnya pada novel Hati Suhita tokoh Alina yang menikmati pemandangan Gunung Merbabu yang membuatnya tenang, sekaligus berkhayal dapat menikmati bersama dengan Birru . Perbandingan Hakikat Karya Manusia Hakikat hubungan manusia dengan manusia berkaitan dengan sikap antara manusia satu dengan yang lain, misalnya tolong menolong, dan saling menghargai (Ningtias & Tjahjono, 2. Pada kutipan kategori waktu manusia ditemukan sebanyak 2 data pada novel Wedding Agreement dan 4 data pada novel Hati Suhita. Berikut perbandingan aspek hakikat hubungan antar manusia dengan manusia, sebagai berikut. AuIa percaya kepada Pakde dan Bude. Mereka sudah menjadi pengganti orang tuanya. Bila keduanya menerima, ia tidak punya alasan kuat untuk menolak. Lagi pula, orang tua Bian adalah sahabat orang tuanya. Tidak mungkin ayah dan bundanya memilih sahabat yang buruk, kan?. Ay (Wedding Agreement hal. AuDia sahabat yang loyal dan baik. Dialah yang sering menghiburku di tengah tuntutan ketat untuk hafalan. Dia cantik dan lincah seperti Bonawati dalam pewayangan. Genting juga persis Banowati. Ay (Hati Suhita hal. Berdasarkan pada aspek hakikat hubungan manusia dengan manusia terdapat pada novel Wedding Agreement yang menceritakan tokoh Tari yang sangat mempercayai Pakde dan Budenya sebagai pengganti kedua orang tuanya telah tiada. Akhirnya Tari menerima lamaran yang Bian ajukan atas restu Pakde dan Budenya. Sedangkan pada novel Hati Suhita tokoh Alina yang memiliki sahabat bernama Aruna yang baik hati, tidak pelit, dan selalu memberikan semangat saat Alina menghadapi situasi yang sulit ketika di Pesantren. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dikaji sesuai dengan teori Clyde Kluckhohn, terkait dengan perbandingan aspek kebudayaan yang terdapat pada novel Wedding Agreement karya Mia Chuz dengan novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Temuan hasil analisis menunjukan persamaan dan perbedaan yang terdapat pada kedua novel dalam setiap aspek Pada aspek hakikat hidup manusia yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu penderitaan dan kebahagiaan. Persamaan dalam kategori penderitaan yang dialami oleh tokoh utama perempuan pada kedua novel, ialah tokoh utama perempuan merasakan sakit hati yang berawal dari orang ketiga dalam hubungan rumah tangganya. Perbedaan dalam kategori penderitaan yang dialami tokoh perempuan bernama Tari dalam novel Wedding Agreement, dilatarbelakangi hubungan yang masih terjalin antara suaminya (Bia. dengan mantan tunangannya (Sara. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, yang dilatarbelakangi oleh sikap dari suaminya (Birr. saat menatap perempuan yang dikaguminya (Renggani. hingga melupakan keberadaan istrinya sendiri. Persamaan dalam kategori penderitaan yang dialami oleh tokoh utama laki-laki ialah menolak terhadap perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya. Perbedaan dalam kategori penderitaan tindakan yang dilakukan tokoh Bian pada novel Wedding Agreement dalam menolak perjodohan, berniat untuk menceraikan Tari. Berbeda halnya dengan tokoh Birru pada novel Hati Suhita, yang memilih untuk merahasiakan pernikahan dari teman-temannya. Persamaan dalam kategori kebahagiaan yang dialami oleh tokoh utama perempuan, ialah merasakan kebahagiaan sebab perubahan sikap suaminya yang mulanya tak acuh menjadi Perbedaan dalam kategori kebahagiaan yang dirasakan tokoh perempuan bernama Tari pada novel Wedding Agreement, terjadinya perubahan sikap Bian yang mulai menerima bantuan yang diberikan oleh Tari kepadanya. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, terjadi perubahan pada sikap Birru yang memulai komunikasi dengan Alina. Persamaan dalam kategori kebahagiaan yang dialami oleh tokoh utama laki-laki, ialah merasakan kebahagiaan yang berawal dari perempuan yang dijodohkan orang tuanya. Perbedaan dalam kategori kebahagiaan yang dirasakan tokoh Bian pada novel Wedding Agreement, ialah saat melihat perilaku istrinya yang merasakan kebahagiaan. Berbeda halnya dengan tokoh Birru pada novel Hati Suhita, merasakan kebahagiaan dengan sikap istrinya yang menjaga kehormatannya. Terdapat persamaan hakikat karya manusia yang dimiliki oleh tokoh utama perempuan ialah, memiliki keahlian yang dikuasainya. Tetapi terdapat perbedaan bidang keahlian yang dimiliki tokoh Tari pada novel Wedding Agreement, yaitu berwirausaha dengan menjual produk sandwich. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, yang memiliki keahlian dalam mengurus dan mengajar di Pesantren. Pada aspek hakikat waktu manusia yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu masa kini, masa lalu dan masa depan. Terdapat persamaan kategori masa kini pada kedua novel, ialah tokoh utama perempuan merasakan hal romantis dari suami yang kini mencintainya. Perbedaan kategori masa kini yang terjadi pada tokoh Tari dalam novel Wedding Agreement, berlatarkan suasana sedih karena Tari menahan diri dari Bian yang berusaha membujuknya untuk kembali bersama. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, yang berlatarkan suasana senang karena merasa telah mendapatkan hati Birru. Persamaan dalam kategori masa lalu pada kedua novel, ialah tokoh utama perempuan memiliki masa lalu yang pernah dirasakan. Perbedaan kategori masa lalu yang dialami pada tokoh Tari dalam novel Wedding Agreement, ia mengingat kebahagiaan bersama keluarganya yang harmonis. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, ia merasa sedih saat mengingat sikap tak acuh Birru pada pertemuan pertama. Persamaan dalam kategori masa depan pada kedua novel, tokoh utama perempuan merasa yakin dan tetap berusaha dapat mempertahankan rumah tangganya. Perbedaan kategori masa depan yang dialami oleh tokoh utama perempuan, dalam kedua novel tidak Persamaan dalam aspek hakikat alam manusia yang dialami oleh tokoh utama perempuan, ialah menikmati pemandangan alam. Perbedaan tokoh Tari pada novel Wedding Agreement, menikmati pemandangan seraya mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, yang menikmati pemandangan seraya berharap dapat menikmatinya bersama Birru. Persamaan pada aspek hakikat hubungan antar manusia dengan manusia, ialah memiliki keterkaitan dengan sesama manusia. Tetapi memiliki perbedaan bentuk hubungan yang diberikan dan dirasakan oleh tokoh utama perempuan. Perbedaan aspek hubungan antara manusia dengan manusia yang dilakukan tokoh Tari pada novel Wedding Agreement, ia memberikan kepercayaan kepada Pakde dan Budenya sebagai pengganti orang tuanya. Berbeda halnya dengan tokoh Alina pada novel Hati Suhita, ia selalu mendapatkan bantuan dari sahabatnya (Arun. yang selalu ada disaat Alina berada pada situasi sulit. dan yang KESIMPULAN Simpulan dari hasil penelitian aspek kebudayaan yang dianalisis berdasarkan pada teori Clyde Kluckhohn dengan perbandingan novel Wedding Agreement dan novel Hati Suhita terdapat persamaan maupun perbedaan dalam setiap aspek pada kedua novel, kecuali perbedaan pada aspek hakikat waktu manusia kategori masa depan. Persamaan hakikat hidup manusia dalam tokoh utama perempuan pada kategori penderitaan yaitu berasal dari orang ketiga, dengan perbedaan penderitaan yang berawal dari perselingkuhan dan sikap suami. Persamaan hakikat hidup manusia dalam tokoh utama laki-laki kategori penderitaan yaitu menolak perjodohan, dengan perbedaan merencanakan perceraian dan menyembunyikan pernikahan. Persamaan hakikat hidup manusia dalam tokoh utama perempuan kategori kebahagiaan, berasal dari perubahan sikap suami, dengan perbedaan bentuk sikapnya seperti menerima bantuan dan mulai berkomunikasi. Persamaan hakikat hidup manusia dalam tokoh utama laki-laki kategori kebahagiaan ialah merasakan kebahagiaan yang bersumber dari istrinya, dengan perbedaan yang berasal dari sikap dan perilaku. Persamaan hakikat karya manusia yaitu memiliki keahlian yang dikuasai, dengan perbedaan terdapat pada bidang perdagangan dan pendidikan. Persamaan hakikat waktu manusia kategori masa kini yaitu merasakan hal romantis dari suami yang kini mencintainya, dengan perbedaannya terdapat dalam bentuk perjuangan dan penyelesaian. Persamaan hakikat waktu manusia kategori masa lalu yaitu memiliki masa lalu yang pernah dirasakan, dengan perbedaan ingatan terkait dengan keluarga dan pertemuan pertama. Persamaan hakikat waktu manusia kategori masa depan yaitu berusaha mempertahankan rumah tangganya, dengan perbedaan tidak ditemukan dalam kedua novel tersebut. Persamaan hakikat alam manusia yaitu merasakan pemandangan alam, dengan perbedaan ialah perasaan bersyukur dan berharap. Persamaan hakikat hubungan antar manusia dengan manusia ialah memiliki keterkaitan dengan sesama manusia, perbedaan bentuknya yaitu memberi kepercayaan dan mendapatkan pertolongan. DAFTAR PUSTAKA