p-ISSN 2550-0627 e-ISSN 2656-9442 IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS SISWA MELALUI PENERAPAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA SISWA SMPN 2 SUMBERASIH PROBOLINGGO Tanti Setiawati. Nazaha Ulin Nuha Institud Ahmad Dahlan Probolinggo Email: tantisetiawti682@gmail. Abstract This resarch has an important objective, namely to find an overview of the strategies of Islamic Religious Education teachers in increasin student religiosity at SMPN 2 Sumberasih. Probolinggo Regency. This research uses qualitative research or field studies with the main source reffering to PAI teachers in strategies to increase studentsAo religiosity scores at the school. Data collection techniques in this research used the stages of observation, interviews, documentation, analysis and drawing conclusions. Researchers also concluded that the PAI teacher at SMPN 2 Sumberasih. Probolinggo Regency has the following strategy. The first provide examples of good morals to students every day. The second guide students in every activity so that students can receive a positive impact in every religious activity carried out. And third Encourage students to carry out and practice raligious habits implemented at school. The methods used by PAI teachers in implementing strategies to increase studentsAo religious values use the methods of inspiration, habitutaion, sanctions and rewards. This really helps the effectiveness of religious activities at school. Keywords: Strategy. Teachers. Students. Religiosity. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan penting yaitu untuk menemukan gambaran terkait strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meingkatkan religiusitas siswa di SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif atau studi lapangan dengan narasumber utama merujuk paada guru PAI dalam strategi meningkatkan nilai religiusitas siswa di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meggunakan tahapan observasi, wawancara, dokumentasi, menganalisa serta menarik kesimpulan. Peneliti juga memperoleh kesimpulan bahwa guru PAI SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo ini memiliki strategi sebagai berikut. Pertama Memberikan contoh akhlak yang baik kepada siswa disetiap harinya. Kedua membimbing siswa dalam setiap kegiatan agar siswa dapat menerima dampak positif disetiap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Dan ketiga mendorong siswa untuk melaksanakan serta mengamalkan pembiasanan-pembiasaan kegaamaan yang diterapkan di sekolah. Adapun metode yang dilakukan oleh guru PAI dalam penerapan strategi peningkatan nilai religius siswa ini menggunakan metode inspirasi, pembiasaan, sanksi, dan reward. Hal ini sangat membantu keefektifan kegiatan keagamaan di sekolah. Kata kunci: Strategi. Guru. Siswa. Religiusitas. PENDAHULUAN Pendidikan dianggap sebagai suatu upaya dan pendekatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai religiusitas dengan melibatkan kerjasama antar guru dan orang tua dalam membentuk dan membimbing perkembangan kepribadian anak, terutama di era kemajuan teknologi yang pesat. Salah satu trategi yang digunakan dalam IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 81 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA upaya ini adalah pendidikan moral. Kondisi lingkungan sehari-hari anak dapat berpengaruh signifikan terhadap karakter dan perilaku mereka. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang positif cenderung memiliki sikap yang baik, sementara anak yang tumbuh dala lingkungan yang negative cenderung memiliki perilaku yang tidak baik pula (Khosiah, 2. Maka dari itu penting bagi seorang anak untuk menerima araham moral sehingga mereka dapat mengendalikan perilaku negative. Bimbingan oral ini tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama, kaena melalui pendidikan agama, mereka dapat belajar tentang nilai-nilai keagamaan yang dapat membimbing mereka dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama pada dasarnya menjadi pondasi moralitas bangsa. Kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tidak hanya ditentukan oleh hukum semata, melainkan juga bergantung pada ikatan moral, nilai-nilai kesusilaan, dan kesopanan yang dipahami dan diinternalisasi bersama oleh seluruh masyarakat. Terwujudnya masyarakat yang berpegang teguh pada moralitas hanya dapat dicapai melalui pendidikan, terutama pendidikan agama. Penanaman nilai spiritual keagamaan ini juga me rujuk pada bidang pendidikan yang harus diperhatikan didalam keluarga, hal ini akan berdampak besar pada religiusitas anak untuk dapat meningkatkan keimanan anak sejak kecil (Somad, 2. Moralitas yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan keutuhan dalam masyarakat berasal dari agama, nilai-nilai agama, dan moral-moral agama yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang baik dan luhur. Agama yang merupakan bagian integral dalam kehidupan manusia, membentuk ketahanan dalam menghadapi sikap dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini secara pribadi. Pendidikan sebagai upaya untuk membentuk dan mengembangkan aspek spiritual dan fisik individu juga harus dilakukan secara progesif. Namun, proses yang digunakan dalam pendidikan haruslah terarah dan memiliki tujuan yang jelas, yaitu mengarahkan siswa mencapai kemampuan optimal mereka. Sementara itu, tujuan yang ingin dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang menyeluruh dan utuh sebagai individu, anggota masyarakat, dan pelayan Allah yang mendedikasikan diri kepada-Nya (Wahyuningtiyas. Nilai-nilai religius menjadi ukuran atau dasar dalam kehidupan manusia. Kehilangan nilai-nilai religius ini sangat berpotensi berbahaya jika dibiarkan, karena dapat memiliki dampak negative pada kehidupan manusia. Oleh karena itu, di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sangat disarakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berorentasi religius guna membentuk manusia yang memiliki keimanan yang kuat. Pengembangan perilaku religius dalam budaya diharapkan dapat mencegah siswa terlibat dalam perilaku yang menyimpang, mengingat bahwa siswa sebagai individu yang 82 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan serta menghadapi masa yang Oleh karena itu, penting untuk mengimplementasikan nilai-nilai religiusitas yang dapat membentuk karakter siswa agar mereka menjadi individu yang berperilaku santun dan memiliki akhlak yang baik. Dampak dari nilai religiusitas yang rendah akan mengakibatkan siswa berprilaku kurang baik terhadap orang lain, merasa angkuh dan yang paling benar, bahkan bisa membuat siswa tersebut melakukan ha-hal yang tak senonoh serta tidak dapat menjauhi perbuatan yang dilarang agama, sehingga dengan mudah melakukan tindak kriminal (Dewi & Dalimunthe, 2. Agama itu sendiri merupakan nilai-nilai kehidupan yang perlu diartikan, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan manusia. Sebagai makhluk yang memiliki sifat religius. Manusia merasakan kebutuhan untuk menjalin hubungan yang mendalam dengan Yang Maha Kuasa melalui ibadah. Hal ini juga termasuk hubungan manusia dengan sesamanya . ubungan vertical dan horizonta. , karena manusia pada dasarnya membutuhkan interaksi social dalam kehidupannya (Rahmah et al. , 2. Nilai-nilai kehidupan yang perlu dimaknai, dipegang dan diberlakukan dalam kehidupan manusia adalah religiusitas. Manusia sebagai makhluk religius telah mengikat nilai agama dalam dirinya secara utuh, karena manusia secara realitas membutuhkan hubungan tertinggi dalam bentuk penyembahan kepada Yang Maha Kuasa. Termasuk juga hubungan manusia secara horizontal . abluminallah dan hablumminanna. , karena pada hakikatnya manusia membutuhkan eksistensi dalam kehidupannya. Dalam era modern ini, terdapat banyak penyimpangan moral yang semakin meningkat, yang membuat para pendidik di setiap lembaga pendidikan merasa khawatir terhadap perilaku siswa-siswanya. Namun sebelumnya, para pendidik telah konsisten menerapkan aspek-aspek yang berhubungan dengan agama setiap harinya. ini mendorong mereka untuk menciptakan strategi baru agar terus berupaya memberikan yang terbaik bagi peserta didik mereka. Tujuan utamanya adalah mencetak generasi muda yang memiliki moralitas yang baik, iman yang kuat, dan ketakwaan yang tinggi. Pada saat observasi lapangan, peneliti dapat menilai bahwa kegiatan kegamaan di SMPN 2 Sumberasih sudah dapat dikatakan maksimal, karena siswa sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan religius yang dilaksanakan. Hal ini bisa terjadi karena kekompakan semua peserta atau dewan guru yang ikut serta dalam setiap kegiatan dan juga guru agama yang berperan sangat penting didalamnya. Penanaman nilai-nilai keagamaan ini memiliki tujuan penting yaitu untuk mencetak peserta didik yang berakhlaq baik, beriman, dan bertaqwa. Akan tetapi penerapan ini sangat memerlukan strategi yang optimal dari seorang guru agar proses penanaman nilai-nilai religius kepada murid dapat berdampak positif untuk iman islam IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 83 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA Mengingat zaman yang semakin modern tentu juga dapat berdampak besar bagi proses penanaman religiiusitas ini. Maka disini guru sangat dituntut untuk mampu menjadi teladan yang baik, agar bisa menggiring peserta didik menuju kejalan yang baik Kegiatan ini tidak lepas dari metode penerapan yang sesuai dengan kebutuhan dari perkembangan zamannya serta sesuai dengan kondisi kelas dan lingkungan sekitar. Agar murid tidak merasa bosan atau jenuh dan siswa juga dapat menerima dengan baik apa yang sudah diterapkan sehinga dapat mengamalkan pembelajaran tersebut baik di sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Dengan demikian, dalam penelitian ini peneliti berkepentingan untuk melakukan penelitian terhadap siswa di SMPN 2 Sumberasih, probolinggo Dengan judul AuStrategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas Siswa Melalui Penerapan Nilai-Nilai Agama Islam Pada Siswa Di SMPN 2 Sumberasih ProbolinggoAy penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi atau metode apa yang guru PAI terapkan dalam meningkatkan religiusitas siswa agar mendapatkan hasil yang maksimal. METODE PENELITIAN Dalam kajian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Yang dilakukan di SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo, yang mana tindakan ini merujuk pada strategi guru PAI serta siswa juga ikut berpartisipasi dalam mengumpulkan suatu data yang valid. Jenis penelitian ini tergolong penelitian lapangan, karena semua yang digali adalah bersumber dari wawancara dan penelitian terjun langusung dilapangan (Yudeansyah, 2. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan berinteraksi aktif dalam mendapatkan informasi penting di sekolah. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Sedangkan pada analisis data peneliti menerapkan tahapan reduksi data, tahapan penyajian data, dan tahapan penarikan kesimpulan (Khairani & Rosyidi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Religiusitas Jalaludin berpendapat bahwa religiou berasal dari akar kata religarety . yang berasal dari bahasa latin yaitu religiou (Nurliana et al. , 2. Sedangkan menurut definisi yang tercantum dalam KBBI, religius memiliki makna sebagai sifat yang berhubungan dengan agama atauh keagamaan, atau yang terkait dengan aspek religi . Hal ini mencerminkan karakteristik dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk berperilaku sesuai dengan tingkat ketaatannya terhadap agama. Religiusitas disisi lain, menggambarkan gambaran dalam diri individu yang mendorongnya untuk berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Agama 84 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA dan religius merupakan konsep yang saling melengkapi dan tidak dipisahkan satu sama lain (Umam, 2. Religiusitas merupakan tolak ukur keimanan atau nilai religius yang diyakini oleh Religius juga bisa dipandang sejauh mana pemahaman, keimanan, serta melaksankaan peribadatan dan kaidah keagamaan yang di terapkan oleh manusia tersebut (Wardani et al. , 2. Maka religusitas ini dapat disimpulkan bahwah penghayatan dan internalisasi manusia pada nilai keagamaan yang diimani dalam ketaatan serta aspresiasi terhadap nilai-nilai religius untuk bisa diterapkan kedalam kehidupan sehari-hari. Maka tingkatan keagamaan seseorang bisa dilihat dari prilaku, perkataan, sikap serta konsistensi kehidupan yang beriringan dengan ajaran keagamaan yang diimaninya (Febriana & Qurniati, 2. Penerapan Nilai-Nilai Agama Islam Membangun fondasi yang kuat untuk nilai-nilai agama dan moral yang baik dalam pendidikan anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, merupakan langkah awal yang positif bagi perkembangan pendidikan mereka. Implementasi nilainilai agama ini tidak hanya memengaruhi perilaku anak di masa sekarang, tetapi juga membentuk intuisi mereka untuk bersikap baik dan berakhlak mulia ketika menjalani pendidikan lebih lanjut (Natari & Suryana, 2. Penerapan nilai-nilai agama juga melibatkan integrasi dan peningkatan kesadaran terhadap prinsip-prinsip moral dan spiritual yang berasal dari ajaran agama tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Keagamaan seseorang tidak muncul secara otomatis dan dipengaruhi oleh berbagai aspek. Salah satu faktor yang mendukung pembentukan nilai keagamaan ini adalah melalui keterlibatan dalam kegiatan religi (Hilmiati & Saputra. Dari pemaparan diatsa pengtingnya peran keluarga dalan menanamkan nilai-nilai social dan ajaran agama juga turut dimulai dari keluarga itu sendiri. Keluarga yang memiliki pemahaman agama yang kuat akan mewariskan pemahaman tersebut kepada generasi berikutnya melalui penanaman nilai-nilai agama yang termasuk dalam rukun iman dan rukun islam, serta mendorong praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan pertumbuhan anak, penenaman nilai-nilai tersebut akan menjadi kebiasaan yang akhirnya dijadikan kewajiban oleh individu tersebut. Hal ini akan memunculkan kesadaran penuh untuk melaksanakan perintah agama dan menjauhi segala larangan Ketika anak tumbuh dewasa, penanaman nilai-nilai agama tersebut akan terwujud pelaksanaanya dalam kehidupan sehari-hari (Djamal, 2. Peran Penting Guru Pendidikan Agama Islam IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 85 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA Nilai keagamaan menjadi pondasi utama bagi kehidupan manusia. Apabila manusia kehilangan nilai penting tersebut maka itu akan berdampak negatif bagi kehidupannya jika dibiarkan begitu saja. Permasalahan ini pasti akan menjadi tanggung jawab seorang guru terlebih dalam bidang PAI, diharapakan guru tersebut melaksanakan perannya untuk menumbuhkan kembali nilai religiusitas tersebut (Inco & Rofiq, 2. Guru pendidikan agama Islam memegang peranan utama dalam seluruh proses pendidikan agama Islam. Tanpa keberadaan guru, pendidikan hanya akan menjadi retorika kosong karena segala kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja mereka yang berada di garis depan, yaitu guru. Seorang guru diharuskan memiliki pribadi yang yang memiliki akhlak baik dan kecerdasan serata mampu menjalankan tanggung jawabnya dalam mendidik peserta didik. Untuk menjadi guru atau tenaga pendidik yang berkualitas, diperlukan sejumlah kompetensi. Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik meliputi nilai-nilai keamanahan, keteladanan, kemampuan pendekatan pedagogis, serta kemampuan berpikir dan bertindak tegas (Syarnubi, 2. Ada tiga persyaratan utama untuk menjadi guru Pendidikan Agama Islam: (Saputra et al. , 2. Pertama beragama agama Islam. kedua kompeten dalam menerapkan ajaran Islam dengan baik dalam kehidupan, yang berarti memiliki jiwa taqwa llah yaitu, memiliki kemampuan untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dan yang ketiga memahami hukum dan aturan yang terkandung dalam agama Islam. Usaha guru Pendidikan Agama Islam melibatkan tindakan seperti membimbing, membina, mendidik, dan mengajar peserta didik dengan maksud dan tujuan tertentu. Proses ini dimulai dengan niat, perencanaan, dan evaluasi, dengan tujuan mencapai target yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Maka dapat disimpulkan bahwa peran guru pendidikan Agama Islam sangatlah penting bagi setiap perkembangan religusitas siswanya. Sebagai contoh yang diikuti oleh siswa-siswanya, guru harus memberikan teladan akhlak yang baik, sehingga mampu membentuk dan mencetak generasi yang memiliki kepribadian yang positif. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang peneliti lakukan di SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo pada tanggal 14 September 2023 hingga 4 Januari 2024. Sebagai informasi kunci adalah Bapak Sukandarman selaku guru PAI disekolah tersebut. Data hasil penelitian tersebut dilakukan redukasi selanjutnya akan disajikan data tentang gambaran aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru antara lain tentang strategi yang dilakukan oleh guru PAI tersebut dalam pembentukan religiusitas siswa. 86 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA Menurut peneitian terdahulu yang dilakukan oleh (Leo Pratama dkk. , 2. mereka berpendapat bahwa Auperilaku keagamaan siswa harus dikempangkan dengan memberikan contoh valid atau benar-benar nyata seperti selayaknya seorang muslim yang taat dengan perintah Allah dan berakhlak baik kepada sesama makhluk-Nya, bukan hanya sekedar memberikan penjelasan mengenai agama sajaAy. Pendapat tersebut berhubungan dengan penelitian ini yang tidak terfokus pada aktivitas belajar guru saja, karena tugas guru tidak hanya memberikan materi pembelajaran semata akan tetapi juga mengajak para siswanya untuk menuju ke arah yang lebih baik lagi termasuk meningkatkan religiusitas siswa melalui teladan yang baik pula. Guru adalah pengganti orang tua di sekolah, mereka bertanggung jawab atas keberhasilan pembelajaran baik siswa. Keberhasilan dimaksud adalah perubahan perilaku siswa kearah yang lebih baik. Beberapa program sekolah untuk meningkatkan religiusitas siswa di SMPN 2 Sumberasih Probolinggo yaitu: Auliterasi Al-QurAoan . embaca surah pende. dan Asmaul Husna bersama di ruang kelas masing-masing sebelum melaksanakan pembelajaran, yang di pandu oleh guru. Literasi Al-QurAoan dan pembacaan Asmaul Husna ini bertujuan agar siswa bisa lebih dekat dengan Al-QurAoan dan memahami isinya serta dapat mengenal nama-nama Allah beserta artinya. Selain itu juga menerapkan sholat berjamaah Dhuha dan Sholat Dzuhur, adapun sholat Dhuha ini dilaksanakan didalam kelas masing-masing sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sedangkan Sholat Dzuhur tersebut dilaksankan di musholla sekolah dengan dibagi menjadi tiga sesi karena keterbatasan area musholla dan banyak nya siswa. Sesi pertama dilaksanaan pada jam 11. 40 wib untuk Sholat Dzuhur kelas Vii, kemudian sesi kedua dilaksanaan pada jam 12. 00 wib untuk Sholat Dzuhur kelas Vi, dan sesi terakhir dilaksanaan pada jam 12. 20 untuk Sholat Dzuhur kelas iX. Ay Kegiatan tersebut tidak hanya untuk membantu siswa lebih dekat kepada Allah SWT, tetapi kegiatan ini juga dapat melatih siswa untuk menjadi muadzin dan imam yang baik dan mengajarkan siswa melakukan kegiatan yang bermanfaat sehingga dapat menjadikan suatu kebiasaan yang bisa diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun rumah masing-masing. Hal ini dapat meningkatkan religiusitas siswa sehingga mampu membimbing siswa kejalan yang benar. Begitupun dengan pendapat dari guru mata pembelajaran PAI pada SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo pada saat wawancara beliau mengatakan Audi sekolah kami selalu menerapkan nilai-nilai religiusitas yang dapat menanamkan karakter siswa dengan iman dan taqwa, hal ini ditunjang dari segi kegiatan keagamaan yang sudah menjadi suatu kebiasaan yang istiqomah diterapkan disekolah. Tidak hanya kegiatan ibadah saja akan tetapi disetiap harinya guru selalu menasehati siswa untuk dapat menjaga IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 87 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA kebersihan lingkungan, serta mencontohkan akhlaqul karimah yang baik seperti contohnya, siswa selalu bersalaman setiap kali berpapasan dengan guru dan berprilaku sopan terhadap semua warga sekolah terutama pada guru, hal ini dilakukan tidak lain dengan harapan siswa dapat mencontoh perilaku tersebut baik didalam maupun di luar lingkungan sekolah. Jadi semua guru atau kariawan sekolah juga ikut serta dalam meningkatkan religiusitas siswa terutama guru PAI yang memiliki peran penting dalam kegiatan tersebut, tidak lain dengan tujuan menjaga siswa untuk tetap mengingat dan menerapkan semua perintah-Nya serta meninggalkan larangan-NyaAy. Pada saat pelaksanaan kegiatan berlangsung, pihak sekolah sering melakukan secara mandiri tanpa melibatkan orang luar untuk mengisi kegiatan harian tersebut kecuali kegiatan PHBI atau Pelaksanaan Hari Besar Islam. Para siswa sangat antusias dalam melaksanakan semua kegiatan keagamaan karena didalam kegiatan keagamaan tersebut pasti ada suatu motivasi atau nasehat-nasehat yang terkandung didalamnya. Adapun kegiatan rutinan yang dilakukan siswa setiap satu bulan sekali dilaksanakan pada setiap hari jumaat manis yaitu Khotmil QurAoan yang diikuti oleh semua siswa baik didalam maupun dimusholla sekolah. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk mencetak generasi muda yang tidak lupa dengan Al-QurAoan, karena jika dilihat dari perkembangan zaman yang milenial ini kecintaan generasi muda terhadap Al-QurAoan sudah memudar. Hal ini bisa dilihat dari cara baca siswa yang masih banya diantara mereka tidak menggunakan tajwid denan baik dan benar. Tidak hanya itu, pada saat melaksanakan kegiatan PHBI siswa juga diajak untuk menjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat sekitar contohnya membagikan sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu serta melaksakan kegiatan-kegiatan positif lainnya, seperti mengadakan majlis islami dan penampilan-penampilan menarik yang berkaitan dengan budaya dan Hal ini sangat berpengaruh bagi religiusitas siswa dan juga bagi seorang guru yang wajib mampu menjadi motivator penting untuk membantu siswa dalam meningkatkan keimana serta ketakqwaan mereka. Menurut bapak Sukandarman selaku Guru pengampu mata pelajaran PAI di sekolah tersebut mengatakan bahwa Aukekompakan guru sangat penting dalam melaksanakan setiap kegiatan, jadi semua staf maupun guru harus ikut berkontribusi dalam kegiatan tersebut, sehinga hal yang sama pula akan diikuti oleh semua siswa dan guru yang menjadi pembimbingnya. Dengan kekompakan semua dengan guru beserta para siswa tersebut akan berdampak positif terhadapa maksimalnya kegiatan yang dilakukanAy Dalam penerapan nilai-nilai religiustas ini pasti ada saja faktor penghambatnya, yaitu seperti, kurang luasnya area musholla sehingga siswa melaksanakan sholat dibagi menjadi tiga sesi bahkan ada yang melakukan sholat didalam kelas. Hal ini menjadi 88 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA kendala yang sangat besar karena musholla merupakan tempat peribadatan utama kepada Allah SWT dan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Meskipun kurangnya luas area musholla guru dan siswa tetap kompak semangat melaksanakan kegiatan kegamaan meskipun harus dilakukan secara bersesi untuk melaksanakan sholat, baik sholat farduh maupun sholat sunnah dan guru juga biasa melaksanaan kegiatan kegamaan lainnya di lapangan atau halaman sekolah. Dari adanya kendala tersebut guru benar-benar memberikan teladan yang baik kepada siswa, untuk tetap semangat dalam melakukan ibadah meskipun ada keterbatasan dalam penerapannya. Dalam setiap melaksanakan kegiatan religiusitas guru PAI selalu menasehati siswa agar selalu berada di jalan yang benar karena sebagai hamba Allah manusia harus mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tidak hanya pada saat kegiatan dilaksankan guru juga selalu menasihati siswa sebelum memulai kegiatan belajar mengajar agar siswa selalu mengingat akan adanya Allah yang maha mengetahui segala hal. Dalam meberikan nasihat ini guru memiliki tujuan untuk membentuk karakter siswa yang baik yang dapat menjunjung nilai-nilai sepiritual dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat mengamalkannya di luar lingkungan sekolah. Guru PAI SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolingo mengunakan metode menginspirasi, pembiasaan, dan sanksi serta pemberian reward yang berupa nilai kepada siswa untuk menambah semnagat dari apa yang mereka lakukan. SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo sangat mendorong siswa untuk meningkatkan religiustas siswa dengan menerpkan sholat dhuha dan dzuhur berjamaah, sholat jumAoat, berpuas, serta menuaikan zakat, baik zakat fitrah maupun bershodaqoh jariah dan merayakan HBI. Guru menerapkan metode inspirasi atau keteladanan kepada siswa dalam melaksanakan sholat dhuha, sholat dzuhur, dan sholat jumaAoat, sedangkan penerapan metode pembiasanaan ini dengan menerapkan literasi Al-QurAoan dan membaca AsmaAoul Husna bersama sebelum pembelajaran berlangsung. Kemudian penerapan pemberian sanksi dan reward ini akan diberikan sesuai kerajinan siswa dalam mengikuti semua kegiatan kegamaan. Hal ini dapat di lihat dari absensi sholat dan penilaianpenilaian lainnya dalam mengikuti kegiatan. Sanksi tersebut biasanya berupa teguran atau hukman lainnya sedangkan reward yang diberikan berupa nilai tambahan untuk mengapresiasi siswa tersebut. KESIMPULAN Adapun dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini difokuskan pada aktivitas belajar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP 2 IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 89 Tanti Setiawati, etc. Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Religiusitas SiswaA Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Strategi yang dilalakukan oleh Guru PAI untuk meningkatkan religiusitas siswa yaitu dengan menerapkan beberapa program sekolah yaitu seperti. melaksanakan seperti literasi Al-Qur'an, pembacaan Asmaul Husna, sholat berjamaah Dhuha dan Dzuhur, serta kegiatan PHBI. Tujuannya adalah membuat siswa lebih dekat dengan Al-Qur'an, memahami isinya, mengenal nama-nama Allah, dan melatih mereka menjadi muadzin dan imam yang baik. Kendala yang terjadi pada saat kegiatan keagamaan ini berlangsung, seperti kurangnya luas area musholla sehingga sholat dilakukan secara bersesi. Guru PAI juga menerapkan beberapa metode pada saat melaksanakan kegiatan keagamaan ini, seperti metode inspirasi, pembiasaan, serta sanksi dan reward untuk meningkatkan motivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Sanksi berupa teguran, sedangkan reward berupa penilaian tambahan untuk mengapresiasi siswa yang SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo sangat mendorong siswa untuk meningkatkan religiusitas melalui berbagai kegiatan, seperti sholat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, sholat Jum'at, berpuasa, menunaikan zakat, dan merayakan PHBI. Maka peneliti memberikan kesimpulan bahwa strategi Guru PAI dalam meningkatkan Nilai religiustas siswa di SMPN 2 Sumberasih Kabupaten Probolinggo ini sudah dapat dikatakan efektif dan efisien karena dapat mencetak religiusitas siswa yang berkarakter dan disiplin disetiap kegiatannya. DAFTAR PUSTAKA