ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. AIR MINUM TABALONG BERSINAR (PERSERODA) Rizki SAoadah*. Taufik Rahman rizkiaadah01@gmail. opeixman@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk memberi-kan produktivitas kerja yang sangat maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangat penting sebagai pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Sebab, semakin tinggi produktivitas keja karyawan dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan dan besarnya pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan PT Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif Populasi 60 orang karyawan tetap sehingga menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner yang disebar kepada karyawan PT Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik Partial Least Square (PLS) untuk menganalisis data dan menguji hipotesis, melalui evaluasi Outer Model . aliditas dan reliabilita. dan Inner Model . Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh kompetensi terhadap produiktivitas kerja karyawan pada PT Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA). Besarnya pengaruh diketahui dari struktur model penelitian in dapat diterima berdasarkan nilai R-Square diketahui Kompetensi mempengaruhi Produktivitas Kerja sebesar 0. atau 92,3% sisanya 7,7% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi Produktivitas Kerja pada PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. termasuk didalamnya adalah error. Kata Kunci: Kompetensi. Produktivitas Kerja. PT Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA THE INFLUENCE OF COMPETENCE ON EMPLOYEE WORK PRODUCTIVITY AT PT. AIR MINUM TABALONG BERSINAR (PERSERODA) ABSTRACT Every company always strives for its employees to achieve high performance in the form of maximizing work Employee work productivity is crucial for a company as a measure of success in conducting This is because the higher the work productivity of employees within the company, the better. This research aims to determine the influence of competence on employee work productivity and the magnitude of this influence at PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. The approach and type of research used is a descriptive quantitative approach. The population consists of 60 permanent employees, so a saturated sample was used. Data collection techniques involved observation and questionnaires distributed to employees of PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. The research data analysis technique employed Partial Least Square (PLS) to analyze the data and test the hypotheses, through the evaluation of the Outer Model . alidity and reliabilit. and the Inner Model . The results of the study indicate that there is an influence of competence on employee work productivity at PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA). The magnitude of the influence, as determined from the research model structure, is acceptable based on the RSquare value, which shows that Competence influences Work Productivity by 0. 923 or 92. The remaining 7% is attributed to other factors that also influence Work Productivity at PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. , including error. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Keywords: Competence. Work Productivity. PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) PENDAHULUAN Kompetensi adalah seni, kemampuan dan penguasaan yang didentifikasi dengan pekerjaan. Kompetensi berhubungan dengan kecakapan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau produktivitas, bahwa sejauh mana seseorang dalam bekerja mencapai hasil yang memuaskan. Menurut (Rahadi, 2. kompetensi sebagai kombinasi dari pengetahuan, pengalaman, sikap yang produktif dan kombinasi yang tepat dari keterampilan fungsional dan teknis untuk mewujudkan sesuatu. Sedangkan, menurut (Perrenoud, 1. dalam (Rahadi, 2. kompetensi adalah kapasitas untuk memobilisasi sumber daya kognitif yang beragam untuk memenuhi jenis situasi tertentu. Produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran . arang-barang atau jas. dengan masukan . enaga kerja, bahan, uan. Produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. Suatu pembanding antara hasil keluaran dan Menurut (Busro, 2. mengatakan produktivitas diartikan sebagai hasil pengukuran suatu kinerja dengan memperhitungkan sumber daya yang digunakan, termasuk sumber daya Menurut (Bukit, 2. berpendapat produktivitas kerja merupakan suatu akibat dari persyaratan kerja yang harus dipenuhi oleh pegawai untuk memperoleh hasil maksimal dimana dalam pelaksanaannya, produktivitas kerja terletak pada factor manusia sebagai pelaksana kegiatan Sedangkan menurut (Hasibuan, 2. produktivitas adalah perbandingan antara output . dengan input . Jika produktifitas naik akan meningkatkan efesiensi . aktu-bahan tenag. dan system kerja. Teknik produksi dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga Berdasarkan pengertian para ahli, dapat disimpulkan bahwa produktivitas merupakan sikap mental karyawan yang mencerminkan kemampuan karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan dan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 memperoleh hasil berdasarkan sumber daya yang Dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan, perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor produktivitas kerja karyawan. Terdapat banyak teori yang berpendapat mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan. Berikut kutipan dari para ahli mengenai faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Menurut (Simamora, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja meliputi kualitas kerja, kuantitas kerja, dan ketetapan kerja. Peranan produktivitas sangat diharapkan pada suatu organisasi atau perusahaan, agar dapat mencapai target kerja serta untuk menjaga perusahaan agar tetap berjalan dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja seseorang yaitu kompetensi yang menunjukkan karakteristik pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki atau dibutuhkan oleh setiap individu yang memampukan mereka untuk melakukan tugas dan tanggung jawab mereka secara efektif serta efisien dan meningkatkan standar kualitas profesional dalam pekerjaan Kompetensi berhubungan dengan kecakapan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau produktivitas, bahwa sejauh mana seseorang dalam bekerja mencapai hasil yang Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) dimulai pada tahun 1983 yang semula bernama Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Kabupaten Tabalong sesuai dengan peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 07 Tahun 1990 tanggal 21 Juli 1990 tentang pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Daerah Tingkat II Tabalong. Barulah pada 17 September 2021 terjadi perubahan badan hukum Kembali menjadi Perseroda dengan nama PT. Air Minum Tabalong Bersinar dan berlaku hingga sekarang. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan hasil wawancara dari pihak PT Air Minum Tabalong Bersinar bahwa produktivitas yang ada di Perusahaan masih terdapat beberapa masalah dari tahun 2022 ke 2023 terjadi permasalahan dalam faktor karyawan, menjadi penyebab pelayanan kurang maksimal, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di PT Air Minum Tabalong Bersinar. Kontribusi penelitian ini adalah agar nantinya perusahaan dapat menentukan jumlah tenaga kerja yang akan ditempatkan atau direkrut oleh suatu perusahaan agar tingkat produktivitas kerja karyawan juga meningkat sehingga akan berpengaruh positif terhadap terkhususnya pada PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) perusahaan yang saya teliti. Dilihat dari beberapa hasil penelitian terdahulu yang pernah penulis baca menunjukkan bahwa kompetensi memberi pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan antara lain ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan oleh (Ndruru, 2. yang berjudul pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor Camat SiduaAoori Kabupaten Nias Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (X) produktivitas kerja pegawai pada kantor Camat SiduaAoori Kabupaten Nias Selatan dengan nilai t hitung 6,494>t tabel sebesar 1. 697 dengan df: n-k1 . -1-. =30. penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompetensi (X) berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor Camat SiduaAoori Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan latar belakang seperti di atas, maka hal inilah yang menjadi dasar kuat penulis untuk meneliti adanya hubungan antara dua variabel dengan judul AuPengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) Au. Namun juga ada penelitian yang menunjukkan bahwa kompetensi tidak berpengaruh terhadap produktivitas karyawan antara lain ditunjukkan oleh penelitian yang ditulis oleh (Syamsuri, 2. yang berjudul analisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap produktivitas kerja dengan kinerja karyawan sebagai embedded variabel pada PT. Perkebunan Nusantara i (PERSERO) Rantauprapat labuhan batu. Mengatakan bahwa kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja dengan arah hubungan positif, motivasi berpengaruh positif, dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Alasan memilih variabel kompotensi sebagai variabel bebas dan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel terikat adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompotensi terhadap produktivitas kerja karyawan terhadap perusahaan yang akan saya teliti nanti. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas , maka penulis dapat mengidentifikasi beberapa masalahnya yaitu : Terdapat masalah dalam faktor karyawan Adanya penyebab pelayanan yang kurang Batasan Masalah Mengingat ada permasalahan yang harus diatasi, agar penelitian ini dapat membahas lebih tuntas dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, perlu adanya Batasan masalah. Berdasarkan identifikasi masalah yang ada di PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA)Ay. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka dapat disusun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah ada pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) Seberapa besar pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini sebaga berikut : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) Untuk mengetahui besarnya kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Penelitian dari (Ndruru, 2. yang berjudul pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor camat siduaAoori kabupaten nias Selatan. Hasil penelitian ini bahwa kompotensi (X) berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor Camat SiduaAoori Kabupaten Nias Selatan dengan nilai t hitung 6,494>t tabel sebesar 1. 697 dengan df: n-k-1 . -1-. =30. penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompotensi (X) berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor camat siduaAoori kabupaten nias Selatan. Penelitian dari (Septiana, 2. yang berjudul pengaruh kompetensi kerja, motivasi kerja, dan kompensasi kerja terhadap produktivitas kerja Hasil penelitian ini menemukan bahwa kompetensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan diperoleh nilai t hitung 2. 243 > t 997 dengan tingkat signifikan 0. 05, kemudian motivasi kerja berpengaruh positif dan secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dengan nilai t 426 > t tabel 1. 997 lalu kompensasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan terdapat nilai t hitung 2. 387 > t tabel 1. 997 dengan tingkat signifikan 0. 020 < 0. Nilai koefisien determinasi sebesar 26,9% artinya variabel kompetensi kerja, motivasi, dan kompensasi produktivitas kerja sebesar 26. 9% sementara sisanya 73,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada di penelitian ini. Penelitian dari (Agus setiarlan, 2. yang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Jasa swadaya Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja dan Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan transformasional. Sedangkan Kepemimpinan Transpormasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Pengujian secara simultan hasil analisis data menunjukkan bahwa Kompetensi Kepemimpinan Transpormasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Penelitian dari (Syamsuri, 2. yang berjudul analisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap produktivitas kerja dengan kinerja karyawan sebagai embedded variabel pada PT. Perkebunan Nusantara i (PERSERO) Rantauprapat labuhan batu. Mengatakan bahwa kompotensi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja dengan arah hubungan positif, motivasi berpengaruh positif, dan signifikan terhadap produktivitas Penelitian dari (Aisyah, 2. yang berjudul pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan. Menyimpulkan bahwa kompetensi tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. KERANGKA TEORI Pengertian kompetensi Kompetensi merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki individu agar pelaksanaan tugas pekerjaan dapat berjalan dengan Menurut (Sutrisno, 2. mendefinisikan kompetensi sebagai suatu kemampuan yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan yang didukung oleh sikap kerja serta penerapannya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan ditempat kerja yang mengacu pada persyaratan kerja yang Menurut (Wibowo, 2. Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan demikian, kompetensi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting, sebagai unggulan bidang tersebut. Minat (Interes. Yaitu kecenderungan seseorang untuk Misalnya melakukan suatu aktifitas kerja. Sedangkan (Jackson, mengatakaan kompetensi adalah karakteristik Ae karakteristik dasar yang dapat dihubungkan dengan kenaikan kinerja individua atau tim. Indikator kompetensi Menurut (Jackson, 2. mengatakan bahwa dalam demikian, kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai suatu yang terpenting, sebagai keunggulan bidang tertentu, dengan indikator adalah : FaktorAefaktor yang mempengaruhi kompetensi Beberapa Kompetensi adalah sebagai berikut menurut (Hendrawan, 2. Pengetahuan (Knowledg. Yaitu kesadaran dalam bidang kognitif. Misalnya seorang karyawan mengetahui cara melakukan identifikasi belajar dan bagaimana melakukan pembelajaran yang baik sesuai dengan kebutuhan yang ada di perusahan. Pemahaman (Understandin. Yaitu kedalaman kognitif, efektifitas yang dimiliki oleh individu. Misalnya seorang karyawan dalam melaksanakan pembelajaran harus mempunyai pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi kerja secara efektif dan efisien. Nilai (Valu. Yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang. Misalnya standar perilaku para karyawan dalam melaksanakan tugas . ejujuran, keterbukaan, demokratis dan lainlai. Kemampuan (Skil. Yaitu suatu yang dimiliki oleh individu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan. Sikap (Attitud. Yaitu perasaan (Senang-tidak senang. Sukatidak suk. atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. Misalnya reaksi terhadap krisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Pengetahuan (Knowladg. Pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan yaitu kesadaran dalam bidang mengetahui cara melakukan identifikasi belajar dan bagaimana melakukan pembelajaran yang baik sesuai dengan kebutuhan yang ada Keterampilan (Skil. Keterampilan yang dimaksud yaitu kemampuan mengerjakan tugas fisik atau mental tertentu. Kompetensi mental atau keterampilan kognitif termasuk berfikir analitis dan konseptual. Sikap (Attitud. Sikap yang dimaksud dalam pekerjaan yaitu evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan Pengertian produktivitas kerja Menurut (Hasibuan, 2. produktivitas merupakan perbandingan antara suatu keluaran dan masukan serta mengutarakan cara pemanfaatan baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang dan jasa. Menurut (Simamora, 2. produkivitas kerja adalah kemampuan memperoleh manfaat sebesar Ae besarnya dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan menghasilkan output dan input yang optimal. Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil . umlah barang dan jasa yang diproduks. dengan sumber . umlah tenaga kerja, modal, tanah, dan seterusny. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut. Konsep produktivitas berkaitan erat dengan seberapa jauh proses menhasilkan keluaran dengan mengkonsumsi masukan tertentu. Produktivitas merupakan rasio antara masukan dan keluaran dengan fokus perhatian pada keluaran yang dihasilkan suatu proses, biasanya suatu kombinasi dapat digunakan untuk menghasilkan suatu tingkat keluaran tertentu. Menurut (Sutrisno, 2. produktivitas kerja merupakan sikap mental. Sikap mental yang selalu mencari perbaikan terhadap apa yang telah ada. Suatu keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan pekerjaan lebih baik hari ini dari pada hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Sedangkan menurut (Hartatik, 2. , setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa memberi-kan produktivitas kerja yang sangat maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangat penting sebagai pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Sebab, semakin tinggi produktivitas keja karyawan dalam Berdasarkan uraian tersebut dapat dipahami produktivitas dapat dimaknai sebagai nilai output dalam interaksi dengan kesatuan nilai-nilai input. Produktivitas kerja karyawan biasanya dinyatakan sebagai imbangan hasil rata-rata yang dicapai oleh tenaga kerja, selama jam kerja yang tersedia dalam proses produksi. Faktor produktivitas kerja Menurut (Mandik, 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas karyawan sebagai . Pendidikan, merupakan totalitas interaksi manusia untuk pengembangan manusia seutuhnya, dan pendidikan merupakan proses terus-menerus berkembang adapun indikator dari pendidikan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Jenjang Pendidikan. Pendidikan. Kompetensi. Kesuaian . Penempatan, adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima . ulus seleks. pada jabatan/pekerjaan yang memebutuhkan dan mendelegasikan wewenang kepada orang tersebut. Adapun indikator dari penempatan kerja yakni Pengetahuan Kerja. Keterampilan Kerja. Pengalaman Kerja. Kepuasan Kerja, didefinisikan sebagai suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik Ae karakteristiknya. Adapun indikator dari kepuasan kerja yaitu Pekerjaan itu sendiri. Gaji. Promosi. Pengawasan. Indikator produktivitas kerja Menurut (Simamora, 2. indikator dalam produktivitas kerja meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu: Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar ada atau ditetapkan oleh perusahaan. kualitas kerja adalah merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar yang ditetapkan oleh Ketepatan waktu merupkan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Kuantitas Keterampilan Pengetahuan Sikap Kompotensi (X) Marthis & Jackson . Produktivitas kerja (Y) Simamora Kualitas kerja Ketepatan Sumber: diolah peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif yaitu menggunakan uji statistik. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai atau peroleh dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi . Penelitian kuantitatif digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel kompotensi (X), variabel produktivitas kerja karyawan (Y). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Air Minum Tabalong Bersinar , dan untuk mengetahui seberapa besar Menurut (Sugiyono, 2. penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan positivistik . ata konkri. , data penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistic sebagai alat uji penghitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Sampel adalah Sebagian dari subjek dalam populasi yang diteliti, yang secara representif dapat mewakili sampelnya. Menurut (Sugiyono, 2. sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini peneliti Teknik pengambilan sampel nonprobability sampling. Dalam menentukan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakamn sampel jenuh . Menurut (Sugiyono, 2. sampling jenuh adalah Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dengan kata lain sampling jenuh bisa disebut dengan sensus, seluruh anggota pupulasi dijadikan sebagai sampel. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 orang karyawan PT Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA). Vaariabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). variabel bebas . ndependent variabe. atau variabel X adalah variabel yang dipandang sebagai penyebab munculnya variabel terikat yang diduga sebagai akibatnya. Sedangkan variabel terikat . ependent variabe. atau variabel Y adalah variabel . yang di pradugakan, yang bervariasi mengikuti perubahan dari variabelvariabel bebas. Poulasi Populasi menurut (Sugiyono, 2. adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam hal ini yang menjadi populasi penelitiannya adalah 60 karyawan pada PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA). Definisi Operasioanal Operasinonal variabel adalah pemberian definisi pada suatu variabel dan membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Variabel dalam penelitian terdiri atas variabel bebas . ariabel independen. dan variabel terikat . ariabel depende. , sebagaimana Sampel JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB terurai dalam latar belakang penelitian dan tujuan Variabel Bebas (Variabel Independen. Variabel Independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab berubahnya atau timbulnya variabel terikat, (Sugiyono, 2. Variabel bebas adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel lain. Sebelum menguji hipotesis penelitian, perlu dilakukan identifikasi variabelvariabel yang akan dilibatkan dalam penelitian Dalam penelitian ini kompetensi (X) sebagai variabel bebas. Variabel Terikat (Variabel Dependen. Variabel terikat atau variabel resultan adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas, (Sugiyono. Tujuan dari variabel ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap variabel bebas. Dalam penelitian ini Definisi Operasional Variabel variabel Kompetensi dan Produktivitas Kerja yakni sebagai variabel terikat. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian yaitu : Kuesioner/angket Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data seperti memberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis yang berhubungan dengan teknik penelitian yang akan dijawab oleh Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala Likert merupakan skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan pesepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam pengukurannya, maka setiap responden diminta pendapatnya mengenai suatu pertanyaan dengan skala penilaian sebagai berikut : Tabel 1 Pemberian Skor Untuk Kuesioner JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Notasi Pernyataan Bobot STS Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Sumber: (Sugiyono, 2. Dokumentasi Metode pengumpulan data kuantitatif dengan melihat atau menganalisis dokumendokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain tentang subjek. Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk Observasi Observasi adalah cara pengambilan data dengan pengamatan tanpa ada alat standar lain untuk keperluan tersebut, yaitu mengadakan pengamatan langsung mengenai beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada laboratorium pengujian PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA). Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan yaitu pendekatan Partial Least Square (PLS) dalam menjawab rumusan masalah ataupun dalam menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Partial Least Square (PLS) adalah bagian dari pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) yang mengalami pergeseran dari yang berbasis kovarian lalu menjadi berbasis varian. Structural Equation Modeling (SEM) adalah suatu metode yang digunakan untuk menutupi kelemahan yang terdapat pada metode regresi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Model Pengukuran atau Outer Model Evaluasi Model Pengukuran digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara konstrak dengan indikatornya, dibagi menjadi dua . yaitu convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity dapat dievaluasi melalui tiga ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB . tahap, yaitu: indikator validitas, reliabilitas konstrak, dan nilai Average Variance Extracted (AVE). Sedangkan discriminant validity dapat dilalui dua . tahap, yaitu melihat nilai Cross Loading dan selanjutnya membandingkan korelasi antara konstrak dengan akar AVE. Gambar 2 Outer Model Konstruksi Diagram Jalur Hasil Pemodelan PLS (Outer Loading. Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Berdasarkan sajian data dalam tabel diatas, diketahui bahwa masing-masing indikator variabel penelitian ini memiliki nilai outer loading> 0,7, sehingga semua indikator dinyatakan layak atau valid untuk digunakan penelitian ini dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut sebagai uji . Discriminant Validity Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Terdapat lima kriteria di dalam penggunaan 1388nalis 1388nalisa data dengan SmartPLS untuk menilai outer model yaitu convergent validity, discriminant validity, composite reliability. Average Variance Extracted dan CronbachAos Alpha. Uji Validitas . Convergent Validity Penilaian convergent validity berdasar korelasi antara item score/component score yang diestimasi dengan Soflware PLS. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0. dengan konstruk yang diukur. Namun untuk penelitian tahap awal dari pengembangan skala pengukuran nilai loading 0. 5 sampai 0. 6 dianggap cukup memadai. Dalam penelitian ini akan digunakan batas loading factor sebesar 0. Tabel 2 Outer Loadings (Measurement Mode. Item KOMPETENSI (X) PRODUKTIVITAS KERJA (Y) Tabel 3 Cross Loading Item KOMPETENSI (X) PRODUKTIVITAS KERJA (Y) Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Pada bagian ini akan diuraikan hasil uji discriminant validity. Uji discriminant validity menggunakan nilai cross loading, suatu indikator dinyatakan memenuhi discriminant validity apabila nilai cross loading indikator pada variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan pada variabel lainnya. Berikut ini adalah nilai cross loading masing-masing indikator: Berdasarkan sajian dalam tabel diatas dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada variabel penelitian ini memiliki nilai cross loading terbesar pada variabel yang dibentuknya dibandingkan dengan nilai cross loading pada variabel lain. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat dinyatakan bahwa indikator1388 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing. Uji Reliabilty . Composite Reability Composite reability merupakan bagian yang digunakan untuk menguji nilai reabilitas indikator-indikator pada suatu variabel. Suatu variabel dapat dinyatakan memenuhi composite reability apabila nilai composite reability > 0,6. Berikut ini adalah nilai composite reability dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini: Tabel 4 Composite Reability Variabel Composite Reliability Kompetensi (X) Produktivitas Kerja (Y) Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Berdasarkan sajian dalam tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai composite reability semua variabel penelitian ini > 0,6. Hasil ini menunjukan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi composite reability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Cronbach Alpha Uji reabilitas dengan composite reliability diatas dapat diperkuat dengan menggunakan nilai cronbach alpha. Suatu variabel dapat dinyatakan realibel atau memenuhi cronbach alpha> 0,7. Berikut ini adalah nilai croncbach alpha dari masing-masing variabel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada penjelasan tabel berikut ini: Tabel 5 Cronbach Alpha Variabel Cronbach's Alpha Kompetensi (X) Produktivitas Kerja (Y) Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Berdasarkan sajian dalam tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai CronbachAos Alpha dari masing-masing variabel penelitian > 0,7. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Dengan demikian hasil ini dapat menunjukan bahwa masing-masing variabel penelitian telah memenuhi persyaratan nilai cronbachAos alpha, sehingga dapat disimpulkan keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Uji Model Struktural atau Inner Model Setelah melakukan evaluasi model dan diperoleh bahwa setiap konstruk telah memenuhi syarat Convergent Validity. Discriminant Validity, dan Composite Reliability, maka yang berikutnya adalah evaluasi model struktural yang meliputi pengujian kecocokan model . odel fi. ,Path Coeffisient, dan RA. Pengujian kecocokan model . odel fi. digunakan untuk mengetahui apakah suatu model memiliki kecocokan dengan data, berikut Gambar Inner Model setelah dilakukan Uji Bootstrapping dengan SmartPLS 3: Gambar 3 Inner Model Konstruksi Diagram Jalur Hasil Pemodelan PLS (TStatisti. Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 R-Square Inner model . nner relation, structural model, dan substantive theor. menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasarkan pada teori substantif. Model structural di evaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen. Nilai RA dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel endogen tertentu dan variabel eksogen apakah mempunyai pengaruh substantive (Ghozali. Hasil RA sebesar 0. 67, 0. 33, dan 0. mengindikasi bahwa model AubaikAy,AumoderatAy, dan AulemahAy. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan program smartpls 3, diperoleh nilai R-Square sebagai ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tabel 6 Nilai R-Square Variabel R Square Produktivitas Kerja (Y) 0. Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Dalam buku PLS (Ghozali, 2. menunjukkan bahwa nilai Q2 yang lebih besar dari nol maka memiliki predictive relevance terhadap model konstruk endogen tertentu. Dan jika Q2 lebih kecil dari nol menunjukan bahwa model kurang memiliki predictive relevance. Berdasarkan sajian data pada tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa nilai R-Square untuk variabel Produktivitas Kerja adalah 0,923. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa persentase besarnya Produktivitas Kerja dapat digambarkan oleh Kompetensi sebesar 92,3%. Tabel 8 Q-Square Predictive Relevance Hal ini mengindikasikan bahwa dari perhitungan statistik, maka model sudah baik, karena variasi variabel yang terlibat dalam model telah mampu menjelaskan variable Kompetensi mempengaruhi Produktivitas Kerja sebesar 92. sisanya 7,7% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi Produktivitas Kerja, termasuk didalamnya adalah error. Pada tabel Q-Square Predictive Relevance diketahui bahwa untuk Kompetensi (X) menunjukkan nilai 0,826 > 0, kemudian untuk Produktivitas Kerja (Y) menunjukkan nilai 0,771 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut Predictive Relevance terhadap model konstruk endogen tertentu. Estimate For Path Coeficient Berdasarkan gambar sebelumnya diketahui pada variabel Kompetensi memiliki pengaruh terhadap variabel Produktivitas Kerja sebesar Model Fit Tabel 7 Model Fit NFI Saturated Model Estimated Model Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Nilai NFI mulai 0 Ae 1 diturunkan dari perbandingan antara model yang dihipotesiskan dengan suatu model independen tertentu. Model mempunyai kecocokan tinggi jika nilai mendekati Berdasarkan tabel diatas nilai NFI berada pada 691 yang berarti memiliki kecocokan model yang dapat dinyatakan baik(Ghozali, 2. Q-Square Q2 digunakan untuk mengukur predictive relevance, yakni seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan oleh model dan juga estimasi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 SSO SSE QA (=1-SSE/SSO) Kompetensi (X) Produktivitas Kerja (Y) Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Uji Hipotesis Berdasarkan pada rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dijelaskan, hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: (H. : Ada Pengaruh Pengaruh Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. (H. : Tidak Ada Pengaruh Pengaruh Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. Uji hipotesis Bootstrapping menggunakan T Statistics (T Tabel df:58 Responden: 2. dan P Values . untuk mengetahui hipotesis diterima atau ditolak. Untuk lebih jelasnya mengenai uji hipotesis pada penelitian ini dapat kita lihat pada tabel 9 berikut ini: Tabel 9 Uji Hipotesis melalui Bootstrapping Pengaruh T Statistics (|O/STDEV|) Kompetensi (X) -> Produktivitas Kerja (Y) 59,153 Valu 0,00 Ketera Diteri Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Dari hasil uji hipotesis bootstrapping Smartpls 4 tersebut maka dapat dijelaskan: Produktivitas Kerja, termasuk didalamnya adalah . Ada Pengaruh Pengaruh Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. Berdasarkan data yang disajikan dalam penjelasan frekuensi jawaban responden diketahui bahwa dari 6 indikator Kompetensi terdapat 2 indikator yang mempunyai nilai terendah yakni mengenai pernyataan tentang Karyawan dan Karyawati PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) mampu mengerjakan tugas tepat waktu yakni dengan nilai mean 2,78 atau dalam kategori Sedang, kemudian pada pernyataan mengenai Karyawan dan Karyawati PT. Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA) mempunyai kemampuan dan tingkat pendidikan yang baik untuk kemajuan perusahaan dengan mean sebesar 2. 78 atau dalam kategori Sedang. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh langsung Kompetensi (X) Produktivitas Kerja (Y) menunjukkan nilai P Values sebesar 0,000 < 0,05 dan dengan nilai t sebesar 59,153. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel . Hasil ini berarti bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja. Hal ini berarti Hipotesis (H. Pembahasan Dari hasil uji hipotesis bootstrapping Smartpls 3 diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. kemudian dari hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa pengaruh Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. menunjukkan nilai P Values sebesar 0,000 < 0,05 dan dengan nilai t sebesar 59,153. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel . Hasil ini berarti bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja. Hal ini berarti Hipotesis (H. Selanjutnya diketahui bahwa nilai R-Square untuk variabel Produktivitas Kerja adalah 0,923. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa persentase besarnya Produktivitas Kerja dapat digambarkan oleh Kompetensi sebesar 92,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa dari perhitungan statistik, maka model sudah baik, karena variasi variabel yang terlibat dalam model telah mampu menjelaskan variable Kompetensi mempengaruhi Produktivitas Kerja sebesar 92,3% sisanya 7,7% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Berdasarkan hasil observasi penulis wawancara dengan pihak PT Air Minum Tabalong Bersinar bahwa produktivitas yang ada di Perusahaan masih terdapat beberapa masalah dari tahun 2022 ke 2023 terjadi permasalahan dalam faktor karyawan, yang menjadi penyebab pelayanan kurang maksimal, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di PT Air Minum Tabalong Bersinar. Dari penjelasan tersebut maka berdasarkan teori (Jackson, 2. mengatakan bahwa dalam demikian, kompetensi menunjukkan keterampilan profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai suatu yang terpenting, sebagai keunggulan bidang tertentu, dengan indikator adalah : Pengetahuan (Knowladg. Pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan yaitu kesadaran dalam bidang mengetahui cara melakukan identifikasi belajar dan bagaimana melakukan pembelajaran yang baik sesuai dengan kebutuhan yang ada Keterampilan (Skil. Keterampilan yang dimaksud yaitu kemampuan mengerjakan tugas fisik atau mental tertentu. Kompetensi mental atau ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB keterampilan kognitif termasuk berfikir analitis dan konseptual. Sikap (Attitud. Sikap yang dimaksud dalam pekerjaan yaitu evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan Selanjutnya hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian terdahulu oleh (Ndruru, 2. , dengan judul AuPengaruh Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Camat SiduaAoori Kabupaten Nias Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompotensi (X) berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor camat siduaAoori kabupaten nias Selatan dengan nilai t hitung 6,494>t tabel sebesar 1. dengan df: n-k-1 . -1-. =30. penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompotensi (X) berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai pada kantor Camat SiduaAoori Kabupaten Nias Selatan. Kemudian penelitian oleh (Septiana, 2. dengan judul AuPengaruh Kompetensi Kerja. Motivasi Kerja. Dan Kompensasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja KaryawanAy. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kompetensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan diperoleh nilai t 243 > t tabel 1. 997 dengan tingkat 028 < 0. 05, kemudian motivasi kerja berpengaruh positif dan secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dengan nilai t hitung 426 > t tabel 1. 997 lalu kompensasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan terdapat nilai t hitung 387 > t tabel 1. 997 dengan tingkat signifikan 020 < 0. Nilai koefisien determinasi sebesar 26,9% artinya variabel kompetensi kerja, motivasi, dan kompensasi kerja dapat mempengaruhi variabel produktivitas kerja sebesar 26. sementara sisanya 73,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada di penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari pengujian hipotesis tentang pengaruh Kompetensi Terhadap Produktivitas Kerja JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Karyawan PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. didapatkan kesimpulan yang sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian yaitu sebagai berikut: Ada pengaruh kompetensi (X) terhadap produiktivitas kerja karyawan (Y) pada PT Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA). Besar pengaruh diketahui dari struktur model penelitian in dapat diterima berdasarkan nilai R-Square Kompetensi mempengaruhi Produktivitas Kerja sebesar 923 atau 92,3% sisanya 7,7% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi Produktivitas Kerja pada PT. Air Minum Tabalong Bersinar (Perserod. termasuk didalamnya adalah error. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digali adalah sebagai berikut: Kompetensi berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan PT Air Minum Tabalong Bersinar (PERSERODA), agar sumber daya manusia PT Air Minum Tabalong Bersinar semakin berkompeten dalam mengerjakan tugas pekerjaannya maka perlu diberikan pelatihan sesuai bidangnya untuk meningkatkan pengetahuan , keterampilan dan perilaku Dan juga disarankan bagi perusahaan untuk memperhatikan produktivitas kerja karyawan misalnya melakukan perhatian khususnya terhadap pengembangan diri seorang karyawan yang bekerja memiliki dorongan untuk memberikan hasil kerja yang maksimal. Dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih banyak sumber maupun referensi yang terkait dengan kompetensi dan produktivitas karyawan agar penelitinya dapat lebih baik dan lebih lengkap serta mempersiapkan diri dalam proses pengambilan dan pengumpulan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian dengan baik ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA