PENGARUH STRUKTUR MODAL. LIKUIDITAS DAN RISIKO OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Mely Susanti Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak Email: melysusanti1201@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Struktur Modal. Likuiditas dan Risiko Operasional terhadap Profitabilitas. Populasi sebanyak 44 perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia dengan sampel sebanyak 33 perusahaan dengan penentuan menggunakan metode purposive sampling. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi berganda, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil pengujian menunjukkan struktur modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas berpengaruh positif terhadap profitabilitas dan risiko operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Koefisien determinasi menunjukkan persentase dalam menjelaskan pengaruh struktur modal, likuiditas dan risiko operasional terhadap profitabilitas adalah sebesar 21,80 persen. KATA KUNCI: Struktur Modal. Likuiditas. Risiko Operasional dan Profitabilitas PENDAHULUAN Profitabilitas merupakan indikator atas kinerja dan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh kekayaan yang dimiliki untuk menghasilkan laba. Tingkat profitabilitas yang tinggi mencerminkan bahwa perusahaan mampu bekerja secara efektif dan efisien dalam kegiatan operasionalnya. Penilaian terhadap profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur melalui return on assets (ROA), yakni tingkat pengembalian investasi atas aset. Tinggi rendahnya ROA tentu tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhinya. Struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Sehubungan dengan penggunaan struktur modal perusahaan dalam memaksimalkan laba perusahaan, bisa dilakukan dengan perhitungan debt to equity Debt to equity ratio yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan modal sendiri untuk memenuhi kewajibannya. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang tersedia. Likuiditas menunjukkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam kegiatan operasional . Oleh Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 karena itu perlunya aspek likuiditas dan profitabilitas mendapatkan perhatian khusus, sebab di samping bagaimana perusahaan dapat bertahan dan berkembang, serta bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas, maka diusahakan kepentingan antara likuiditas di suatu pihak dan profitabilitas di lain pihak tidak saling bertentangan dan dapat mencapai keuntungan yang optimal tanpa mengorbankan likuiditas perusahaan. Penilaian terhadap likuiditas suatu perusahaan dapat diukur melalui Current ratio (CR). Risiko operasional merupakan risiko yang disebabkan oleh kurang berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem teknologi, atau akibat permasalahan eksternal. setiap keputusan pendanaan atau struktur modal yang diambil perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional pasti tidak terlepas dari keberadan risiko yang tidak mungkin dihindari namun dapat diminimalisasi. Risiko yang dimaksud di sini tentunya risiko operasional perusahaan, yang nantinya akan berpengaruh pula dengan baik buruknya profitabilitas perusahaan. Penilaian terhadap risiko operasional suatu perusahaan dapat diukur melalui operating ratio (OR). KAJIAN TEORITIS Profitabilitas adalah tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Menurut Kasmir . 1: . : Rasio Profitabilitas bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya. Tujuan akhir yang ingin dicapai perusahaan adalah memperoleh laba yang optimal. Dengan mendapatkan laba yang optimal perusahaan dapat melakukan ekspansi usaha untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi dimasa yang akan datang dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Tingkat profitabilitas perusahaan yang tinggi akan meningkatkan daya saing Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi akan melakukan ekspansi usaha sehingga membuka kesempatan investasi yang baru, hal ini akan meningkatkan jumlah maupun harga saham perusahaan, yang merupakan ukuran nilai perusahaan. Menurut Harmono . 1: . : Analisis profitabilitas menggambarkan kinerja fundamental perusahaan ditinjau dari tingkat efisiensi dan efektifitas operasi perusahaan dalam memperoleh laba. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan return on asset (ROA). Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Return on asset merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aset. Menurut Sudana . 1: . : return on assets (ROA) merupakan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Faktor-Faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi profitabilitas dalam penelitian ini, yaitu struktur modal, likuiditas dan risiko Struktur modal merupakan perimbangan antara total utang dengan total modal. Menurut Harmono . 1: . : Besarnya komposisi struktur modal mengindikasikan sejauh mana manajemen mampu mengelola struktur modal optimal dengan mempertimbangkan rata-rata biaya modal yang efisien. Menurut Kosasih dan Soewedo . 2: . : Struktur modal yang optimal merupakan struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan return/pengembalian hasil usaha, sehingga dapat memaksimumkan harga saham. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan dana yang sangat besar untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Kebutuhan dana akan semakin bertambah seiring dengan besarnya kegiatan ekspansi yang dilakukan perusahaan, kebutuhan dana bisa berasal dari sumber internal maupun eksternal perusahaan. Menurut Kosasih dan Soewedo . 2: . : Struktur modal merupakan sumber modal perusahaan yang dapat diperoleh dari utang, saham preferen, dan ekuitas biasa, sehingga dengan dana ini perusahaan dapat meningkatkan laba perusahaan. Kebutuhan dana perusahaan pada umumnya merupakan gabungan antara dana jangka pendek dan jangka panjang. Pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek menggunakan sumber pendanaan jangka pendek atau utang lancar, sedangkan kebutuhan dana jangka panjang seperti pemenuhan dana untuk peningkatan kapasitas produksi atau investasi pada umumnya menggunakan pendanaan jangka panjang. Dalam penelitian ini, struktur modal diukur dengan debt to equity ratio (DER). Debt to equity ratio merupakan perbandingan antara total utang dengan total ekuitas. Menurut Hery . 7: . : Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya proporsi utang terhadap modal. Besar kecilnya debt to equity ratio akan memengaruhi tingkat pencapaian laba perusahaan, sehingga semakin tinggi debt to equity ratio menunjukkan semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar, hal ini sangat memungkinkan menurunkan kinerja perusahaan. Hal ini didukung oleh Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 penelitian Gultom . menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Menurut Fahmi . 5: . : Rasio likuiditas merupakan kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu. Tidak sedikit perusahaan yang kerap kali mengalami kesulitan finansial sehingga tidak mampu mendanai kegiatan operasionalnya maupun dalam melakukan pembayaran utang. Perusahaan yang tidak memiliki cukup dana dalam melunasi kewajibannya hampir dapat dipastikan bahwa perusahaan tersebut tidak sanggup membayar lagi. Menurut Fahmi . 5: . : Semakin tinggi jumlah aset lancar maka semakin besar keyakinan bahwa kewajiban lancar tersebut akan dibayar. Kemampuan membayar baru terdapat pada perusahaan apabila kekuatan membayarnya sedemikian besarnya sehingga dapat memenuhi semua kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi, dengan demikian maka kemampuan membayar itu dapat diketahui setelah membandingkan kekuatan membayarnya di satu pihak dengan kewajiban-kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi di lain pihak. Dalam penelitian ini, likuiditas diukur dengan current ratio (CR). Current ratio merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Menurut Fahmi . : Current ratio merupakan ukuran umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan utang ketika jatuh tempo. Current ratio yang besar menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak sumbersumber aset yang dapat dikonversikan menjadi kas yang berasal dari laba perusahaan, sehingga peningkatan current ratio akan memengaruhi peningkatan profitabilitas Hal ini didukung penelitian Chukwunweike . menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian Saleem dan Rehman . menunjukkan likuiditas berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Menurut Rustam . 8: . : Risiko operasional merupakan risiko yang disebabkan oleh kurang berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem teknologi, atau akibat permasalahan eksternal. Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan. Menurut Rustam . : Sumber-sumber risiko yang menimbulkan kerugian dapat menyebabkan kejadian- Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 kejadian yang berdampak negatif pada operasional perusahaan. Dalam penelitian ini, risiko operasional diukur dengan operating ratio (OR). Operating ratio merupakan perbandingan antara beban operasi dengan penjualan bersih. Menurut John, et al . 0: . : Operating ratio merupakan rasio efisiensi yang digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dalam penggunaan asetnya. Dalam pengelolaan aktivitas operasional perusahaan yang efisien dengan memperkecil biaya operasional perusahaan akan sangat mempengaruhi besarnya tingkat keuntungan perusahaan yang tercermin dalam return on asset (ROA) sebagai indikator yang mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan keseluruhan aset yang dimiliki. Semakin tinggi beban operasional yang hampir menyamai atau melampaui penjualan bersih maka akan menurunkan laba perusahaan sehingga memengaruhi penurunan ROA. Hal ini didukung oleh penelitian Adnan . menunjukkan bahwa risiko operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. GAMBAR 1 MODEL PENELITIAN Struktur Modal (X. Likuiditas (X. Profitabilitas (Y) Risiko Operasional (X. Sumber: Tinjauan Literatur, 2019 HIPOTESIS Berdasarkan kajian teoritis di atas, maka penulis merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1 : Struktur modal berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. H2 : Likuiditas berpengaruh positif terhadap profitabilitas. H3 : Risiko operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 44 perusahaan dalam sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia dari periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Dari populasi yang ada diseleksi dengan metode purposive sampling dengan kriteria yang ditetapkan penulis dalam penarikan sampel adalah perusahaan yang telah melakukan initial public offering (IPO) sebelum tahun 2013. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan sampel sebanyak 33 perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah metode studi Data penelitian yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari hasil publikasi dari w. id yaitu dalam bentuk laporan keuangan periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 pada sektor industri barang konsumsi. PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Berikut Tabel 1 yang menunjukkan hasil analisis statistik deskriptif dari 33 perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia dari periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2017: TABEL 1 PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF DER OPRATIO ROA Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean ,3. 70,8315 1,497095 ,5139 8,6378 2,554998 ,0003 ,6754 ,234321 (,2. ,6572 ,095396 Std. Deviation 6,1335247 1,6079364 ,1495724 ,1214942 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Analisis Regresi Linear Berganda Hasil Pengujian pengaruh struktur modal, likuiditas dan risiko operasional terhadap profitabilitas dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini: TABEL 2 PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA HASIL ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA Coefficientsa Unstandardize Standardized Collinearity d Coefficients Coefficients Statistics Std. Model Error Beta Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. ,039 ,011 3,442 ,001 DER (,. ,001 (,. ,121 ,966 1,036 ,019 ,003 ,445 5,892 ,000 ,953 1,049 OPRATIO (,. ,033 (,. ,006 ,932 1,073 Dependent Variable: ROA Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Y = 0,039 Ae 0,001X1 0,019X2 Ae 0,092X3 e Koefisien Korelasi Berganda dan Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. TABEL 3 PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA KOEFISIEN KORELASI DAN KOEFISIEN DETERMINASI Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,484 ,234 ,218 ,0589886 Predictors: (Constan. OPRATIO. DER. CR Dependent Variable: ROA Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,484. Nilai korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang dan searah antara antara debt to equity ratio, current ratio dan operating ratio terhadap return on assets. Nilai dari koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,218 atau 21,80 persen. Nilai tersebut berarti kemampuan debt to equity ratio, current ratio dan operating ratio dalam memberikan penjelasan mengenai Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 return on assets sebesar 21,80 persen, sedangkan sisanya sebesar 78,20 persen ditentukan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. Uji Hipotesis Uji Kelayakan Model (Uji F) TABEL 4 PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square Regression ,150 ,050 14,354 Residual ,491 141 ,003 Total ,640 144 Dependent Variable: ROA Predictors: (Constan. OPRATIO. DER. CR Sig. ,000b Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Berdasarkan Tabel 4 yang menunjukkan hasil pengujian hipotesis uji F,dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari sama dengan 0,05. Maka berdasarkan hasil pengujian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini layak untuk diujikan. Uji t Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi struktur modal yang diukur dengan debt to equity ratio memiliki nilai signifikansi sebesar 0,121 yang lebih besar dari sama dengan 0,05. Hal ini menunjukkan struktur modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Dengan demikian hipotesis pertama pada penelitian ini Hal ini dikarenakan tidak semua perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi akan memiliki utang yang tinggi pula. Begitu juga sebaliknya, tidak semua perusahaan yang memiliki profitabilitas rendah akan memiliki utang yang rendah, artinya perusahaan dapat menghasilkan laba jika menjual barang atau jasa kepada konsumen potensial dimana konsumen dalam membeli barang atau jasa tidak pernah melihat berapa banyak utang perusahaan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Variabel likuiditas yang diukur dengan current ratio memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari sama dengan 0,05 dengan koefisien regresi arah positif sebesar 0,019 poin. Hal ini menunjukkan likuiditas berpengaruh positif terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 sampai dengan Dengan demikian, hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Hal ini disebabkan karena Current ratio yang besar menunjukkan bahwa sumber-sumber dikonversikan menjadi kas yang berasal dari laba perusahaan, sehingga peningkatan current ratio akan memengaruhi peningkatan profitabilitas Variabel risiko operasional yang diukur dengan operating ratio memiliki nilai signifikansi sebesar 0,006 yang lebih kecil dari sama dengan 0,05 dengan koefisien regresi arah negatif sebesar . Hal ini menunjukkan risiko operasional memiliki pengaruh negatif terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. Dengan demikian, hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima. Hal ini disebabkan karena Dalam pengelolaan aktivitas operasional perusahaan yang efisien dengan memperkecil biaya operasional perusahaan akan sangat mempengaruhi besarnya tingkat keuntungan perusahaan yang tercermin dalam return on asset (ROA) sebagai indikator yang mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan keseluruhan aset yang dimiliki. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan struktur modal tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas berpengaruh positif terhadap profitabilitas dan risiko operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Besarnya struktur modal yang dimiliki perusahaan tidak memberikan dampak terhadap kelangsungan hidup perusahaan terutama dalam meningkatkan laba yang diperoleh perusahaan, sedangkan likuiditas berpengaruh positif terhadap Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 profitabilitas. Likuiditas yang besar menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak sumber-sumber aset yang dapat dikonversikan menjadi kas yang berasal dari laba perusahaan, sehingga peningkatan likuiditas akan memengaruhi peningkatan profitabilitas perusahaan. Risiko operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Semakin tinggi beban operasional yang hampir menyamai atau melampaui penjualan bersih maka akan menurunkan laba perusahaan sehingga memengaruhi penurunan Penelitian ini memberikan saran untuk menambah variabel independen DAFTAR PUSTAKA