PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Volume 10. Issue 8. Pages 1827-1836 Agustus 2025 e-ISSN: 2654-4385 https://journal. id/index. php/pengabdianmu/article/view/10356 DOI: https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. p-ISSN: 2502-6828 Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Intervensi Edukatif dan Pemeriksaan Kesehatan pada Mahasiswa Kedokteran UMPR Enhancing Reproductive Health Literacy through Educational Interventions and Medical Checkups among Medical Students of UMPR Nurul Qamariah 1* Abstrak Faradila 2 Kurangnya pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi dapat berdampak pada risiko kesehatan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya bekerja sama dengan Puskesmas Kereng Bangkirai, bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan melibatkan 33 mahasiswa semester 2 sebagai peserta dan mencakup pretest, seminar interaktif, posttest, serta pemeriksaan tanda vital, indeks massa tubuh, kadar gula darah, dan skrining HBsAg. Hasil menunjukkan bahwa sebagian peserta mengalami overweight . ,3%), prehipertensi . ,2%), dan kadar gula darah sewaktu tinggi . ,2%), sementara seluruhnya negatif terhadap hepatitis B. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 89,9% menjadi 91,5%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman konsep menstruasi dan mimpi basah. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode edukasi berbasis kampus dan pentingnya promosi gaya hidup sehat sejak usia dini. Kegiatan ini juga menegaskan peran mahasiswa kedokteran sebagai agen perubahan dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi di masyarakat. Alvia Novita 2 Mirza Adhyatma 2 Norman Jesse Tansuria 2 Arif Handoko 2 Ricka Brilianty Zaluchu 2 Putu Aditya Adi Purbawa 2 Yhohan Ziantprayogi Thaihutu Putu Andina Prameswari 2 Rika Arfiana Safitri 1 Aulia Rahmawati 1 Abstract 1Department of DII Pharmacy. Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Palangka Raya. Central Kalimantan. Indonesia 2Department Medicine. Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Palangka Raya. Central Kalimantan. Indonesia email: nurulqamariah@umpr. Kata Kunci Intervensi Edukatif Literasi Kesehatan Reproduksi Pemeriksaan Kesehatan Adolescents' limited understanding of reproductive health can lead to long-term health risks. This community service activity, organized by the Faculty of Medicine at Universitas Muhammadiyah Palangkaraya in collaboration with the Kereng Bangkirai Health Center, aimed to improve reproductive health literacy among adolescents through education and health screening. The program involved 33 second-semester medical students and included a pretest, interactive seminar, posttest, and health examinations covering vital signs, body mass index, blood glucose, and HBsAg screening. Findings revealed that 27. 3% of participants were overweight, 18. 2% were prehypertensive, and 15. 2% had elevated random blood glucose, while all tested negative for hepatitis B. The average knowledge score increased from 89. 9% to 91. 5%, with the most significant gains in understanding menstruation and nocturnal emission. These results highlight the effectiveness of campus-based educational interventions and the need to promote healthy lifestyles early on. The activity also emphasizes the role of medical students as change agents in disseminating reproductive health knowledge in the community. Keywords: Educational Intervention Health Screening Reproductive Health Literacy Received: June 2025 Accepted: July 2025 Published: August 2025 A 2025 Nurul Qamariah. Faradila. Alvia Novita. Mirza Adhyatma. Norman Jesse Tansuria. Arif Handoko. Ricka Brilianty Zaluchu. Putu Aditya Adi Purbawa. Yhohan Ziantprayogi Thaihutu. Putu Andina Prameswari. Rika Arfiana Safitri. Aulia Rahmawati. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DOI: https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. How to cite: Qamariah. Faradila. Novita A. Adhyatma. Tansuria. Handoko. Zaluchu. Purbawa. Thaihutu. Prameswari. Safitri. Rahmawati. Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Intervensi Edukatif dan Pemeriksaan Kesehatan pada Mahasiswa Kedokteran UMPR. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10. , 1827-1836. https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 10 No 8. Agustus 2025. Pages 1827-1836 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 PENDAHULUAN Pada 26 Juni 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (FK UMPR) bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kereng Bangkirai menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, yang difokuskan pada isu kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Seminar dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat FK UMPR, dengan melibatkan mahasiswa dan tenaga kesehatan sebagai peserta sekaligus pelaksana. Selain penyuluhan yang dilengkapi sesi pretest dan posttest, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan tanda vital, indeks massa tubuh, gula darah, dan skrining hepatitis, yang kemudian ditutup dengan konsultasi langsung bersama dokter. Kolaborasi ini mencerminkan kepedulian institusi pendidikan terhadap upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat berbasis kampus. Mahasiswa sebagai bagian dari usia produktif memiliki peran penting dalam memahami dan menyebarkan informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Masih rendahnya pemahaman remaja terhadap aspek-aspek penting kesehatan reproduksi menjadi tantangan dalam menciptakan generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi remaja kepada mahasiswa semester 2 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi mahasiswa mengenai topik-topik kesehatan reproduksi, seperti pemahaman tentang pubertas, organ reproduksi, menstruasi, kehamilan, serta risiko medis dari praktik yang tidak aman seperti aborsi. Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menempati posisi strategis dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya, karena menargetkan mahasiswa kedokteran yang kelak akan menjadi tenaga kesehatan. Sebagian besar kegiatan edukasi reproduksi menyasar siswa SMP/SMA, sementara penelitian ini menyasar kelompok usia lanjut remaja yang secara teoritis sudah memiliki dasar keilmuan namun masih menunjukkan ketidaktahuan dalam aspek-aspek tertentu, seperti pada pertanyaan mengenai tanda seks primer dan fisiologi menstruasi. Kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest, penyuluhan menggunakan media daring, dan pemberian posttest untuk mengukur efektivitas edukasi. Sebanyak 33 mahasiswa terlibat sebagai Hasil pretest menunjukkan bahwa terdapat 4 indikator dengan kategori AurendahAy, seperti indikator mimpi basah sebagai tanda seks primer . ,5%) dan proses menstruasi . ,5%). Setelah kegiatan edukasi, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada hampir semua indikator. Indikator pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO meningkat dari 81,8% menjadi 93,9%. Tingkat pengetahuan secara keseluruhan meningkat, dengan 93,94% responden berada pada kategori "baik". Kebaruan dari kegiatan pengabdian ini terletak pada pendekatannya yang berbasis evaluatif . retestAeintervensiAeposttes. serta menyasar mahasiswa kedokteran sebagai agen perubahan dalam penyebaran informasi kesehatan di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mengintegrasikan teori dari WHO . 0, 2021, 2. dan Kemenkes RI . 0Ae2. , serta dilengkapi literatur empiris seperti Belayneh et al. dan Putri et al. , menjadikannya berbasis bukti . vidence-base. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan mahasiswa tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi pendidik sebaya . eer educato. dalam isu kesehatan reproduksi. METODE Alat dan Bahan Kegiatan ini menggunakan berbagai peralatan yang mendukung pelaksanaan edukasi serta pemeriksaan Kesehatan: Laptop Proyektor LCD Pita lila Mikrotoise (GEA) Qamariah. Faradila. Novita A. Adhyatma. Tansuria. Handoko. , et al. Enhancing Reproductive Health Literacy throughA Torniquet (One Healt. Centrifuge (B-On. Bantal Sampling (Vista Me. Tensimeter digital merk Omron HEM-7121 . kurasi A3 mmH. untuk pengukuran tekanan darah. Termometer digital . kurasi A0. 1AC) untuk pengukuran suhu tubuh. Timbangan digital . apasitas 150 kg, akurasi 0. 1 k. dan stadiometer untuk pengukuran IMT. Glucometer (IVDx - DxBG. untuk pemeriksaan gula darah sewaktu. Rapid test HBsAg (EGENS) . ensitivitas Ou98%, spesifisitas Ou97%) untuk skrining hepatitis B. Bahan yang digunakan antara lain: Kuesioner pretest dan posttest . ormat digital Google For. Formulir persetujuan partisipasi . nformed consen. Sarung tangan medis . atex ukuran M) Hand Sanitizer . % etano. Tisu medis Spuit (Terum. Vaccum tube gel & Clot activator (Monote. Alcohol Swab (Oneme. Kapas kering (Oneme. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara langsung di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada tanggal 26 Juni 2025, bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kereng Bangkirai. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan berikut: Persiapan Tahap awal mencakup koordinasi antara tim pengabdi dan mitra pelaksana, penyusunan materi penyuluhan berbasis teori dari WHO dan Kemenkes RI, pembuatan kuesioner pretest dan posttest, serta pengadaan alat dan bahan. Peserta kegiatan didata dan diberikan informasi teknis melalui grup komunikasi daring. Pelaksanaan Pretest Seluruh peserta mengisi kuesioner pretest secara daring melalui Google Formulir, yang terdiri dari 15 butir soal pilihan benar-salah. Soal dirancang untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi remaja. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Penyuluhan diberikan dalam format seminar interaktif menggunakan media proyektor. Materi yang disampaikan mencakup pengertian kesehatan reproduksi, pubertas, menstruasi, kehamilan, infeksi saluran reproduksi, penggunaan pembalut, serta isu terkait aborsi tidak aman. Penyampaian materi dilakukan oleh dosen Fakultas Kedokteran UMPR didampingi tenaga medis dari Puskesmas. Pelaksanaan Posttest Peserta mengisi kembali kuesioner posttest yang serupa dengan pretest. Hasil dari kedua tes dibandingkan untuk mengukur efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Data hasil dikompilasi dan dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan Kesehatan Setelah sesi penyuluhan, peserta menjalani pemeriksaan Kesehatan dasar yang meliputi: Pengukuran tekanan darah dan suhu tubuh Pengukuran tinggi badan, berat badan, serta perhitungan indeks massa tubuh Tes gula darah sewaktu menggunakan glucometer A Skrining hepatitis B dengan rapid test HbsAg PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 10 No 8. Agustus 2025. Pages 1827-1836 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 Pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan dari puskesmas dengan tetap memperhatikan SOP medis dan protokol Konsultasi Medis Peserta diberikan kesempatan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait kondisi kesehatan pribadi ataupun pertanyaan lanjutan terkait materi yang telah disampaikan. Sesi konsultasi dilaksanakan secara privat di ruangan yang telah disediakan. Dokumentasi dan Penutupan Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama dan penyampaian ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang Hasil evaluasi kegiatan menjadi dasar untuk perbaikan program serupa di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Profil Kesehatan Peserta Sebanyak 33 responden mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran antropometri, tanda vital, serta pemeriksaan laboratorium sederhana. Tabel I berikut menyajikan ringkasan data hasil pemeriksaan yang diperoleh. Tabel I. Parameter Satuan Ringkasan data deskriptif hasil pemeriksaan kesehatan peserta. Rata-rata Minimum Maksimum Usia Tinggi Badan Berat Badan Lingkar Perut Suhu Nadi x/menit Pernafasan x/menit GDS mg/dL Indeks Massa Tubuh (IMT) Indeks Massa Tubuh dihitung dari berat badan dan tinggi badan peserta. Kategori IMT mengacu pada standar WHO. Distribusi peserta berdasarkan kategori IMT ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 1. Distribusi kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) peserta. Hasil distribusi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki IMT dalam kategori normal. Namun, tidak sedikit yang berada pada kategori overweight dan obesitas. Menurut WHO . , status IMT yang tidak normal pada usia produktif dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan hipertensi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Putri et al. yang melaporkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 33% di kalangan mahasiswa kesehatan di Jawa Barat. Fenomena ini dapat disebabkan oleh perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan sedentari yang meningkat di kalangan usia muda. Qamariah. Faradila. Novita A. Adhyatma. Tansuria. Handoko. , et al. Enhancing Reproductive Health Literacy throughA Tekanan Darah Kategori tekanan darah ditentukan dari hasil pengukuran sistolik dan diastolik. Gambar 2 memperlihatkan klasifikasi tekanan darah peserta menjadi kategori normal, prehipertensi, dan hipertensi. Gambar 2. Distribusi tekanan darah berdasarkan kategori klinis. Sebagian besar peserta berada pada kategori tekanan darah normal. Namun, ditemukan proporsi yang signifikan pada kategori prehipertensi dan hipertensi. Berdasarkan pedoman JNC 8 dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia . , prehipertensi pada usia muda perlu mendapat perhatian karena berpotensi berkembang menjadi hipertensi di usia dewasa. Studi sebelumnya oleh Nugroho dan Santosa . menemukan prevalensi prehipertensi sebesar 25% di kalangan remaja SMK di Yogyakarta. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya edukasi dini dan modifikasi gaya hidup untuk mencegah hipertensi jangka panjang. Kadar Gula Darah Sewaktu Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan metabolik. Distribusi peserta dengan kadar GDS normal dan tinggi ditampilkan pada Gambar 3. Gambar 3. Distribusi kadar gula darah sewaktu (GDS) peserta. Sebagian besar peserta memiliki kadar GDS dalam batas normal (<140 mg/dL), namun terdapat 15% responden dengan nilai GDS melebihi batas normal. Berdasarkan konsensus PERKENI . , kadar GDS Ou 140 mg/dL mengindikasikan kemungkinan gangguan toleransi glukosa atau diabetes melitus tipe 2. Studi oleh Wahyuni et al. menyatakan bahwa peningkatan kadar gula darah pada remaja dan dewasa muda sering kali dikaitkan dengan asupan karbohidrat sederhana yang tinggi dan kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, hasil ini mengindikasikan perlunya promosi gaya hidup sehat sejak dini. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 10 No 8. Agustus 2025. Pages 1827-1836 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 Status HBsAg HBsAg merupakan penanda awal adanya infeksi hepatitis B. Seluruh peserta dalam kegiatan ini menunjukkan hasil negatif, yang divisualisasikan pada Gambar 4. Gambar 4. Distribusi hasil pemeriksaan HBsAg. Hasil negatif pada seluruh peserta menunjukkan tidak ditemukannya kasus infeksi hepatitis B aktif pada saat pemeriksaan. Hal ini dapat mencerminkan keberhasilan program imunisasi hepatitis B yang telah dilaksanakan secara nasional sejak Menurut Kementerian Kesehatan RI . , cakupan imunisasi hepatitis B pada bayi telah mencapai lebih dari 90%. Hasil ini juga konsisten dengan studi oleh Rahmawati et al. yang melaporkan rendahnya prevalensi HBsAg positif di kalangan mahasiswa di wilayah perkotaan. Evaluasi Pretest dan Postest Tabel II. Perbandingan Pretest dan Posttest Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Indikator Pretest Benar (%) Posttest Benar (%) Selisih (%) Pengertian Kesehatan Reproduksi (WHO) Sebab Pubertas Usia Pubertas Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja Perbedaan Organ Reproduksi Pria dan Wanita Prinsip Kebersihan Reproduksi Tanda Seks Primer pada Remaja (Mimpi Basa. Makna Menstruasi sebagai Tanda Aktifnya Sistem Reproduksi Proses Terjadinya Menstruasi Proses Terjadinya Kehamilan Risiko Medis dari Aborsi Tidak Aman Manfaat Konsumsi Tablet Zat Besi bagi Remaja Putri Cara Penggunaan Pembalut saat Menstruasi Risiko Infeksi Saluran Reproduksi Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Rata-rata Sumber: Data primer hasil pretest dan posttest mahasiswa Fakultas Kedokteran UMPR, 2025. Hasil evaluasi pretest dan posttest pada kegiatan edukasi kesehatan reproduksi remaja menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan peserta. Rata-rata skor jawaban benar peserta meningkat dari 90,1% pada pretest menjadi 96,4% pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 6,3%. Hal ini menegaskan bahwa metode edukatif yang diterapkan, berupa seminar interaktif dan pendekatan partisipatif, mampu berkontribusi secara nyata dalam peningkatan literasi kesehatan mahasiswa, khususnya dalam isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Secara umum, capaian pretest yang sudah relatif tinggi mengindikasikan bahwa peserta telah memiliki dasar pemahaman yang cukup baik mengenai topik-topik kesehatan reproduksi. Hal ini wajar, mengingat mayoritas peserta merupakan Qamariah. Faradila. Novita A. Adhyatma. Tansuria. Handoko. , et al. Enhancing Reproductive Health Literacy throughA mahasiswa Fakultas Kedokteran yang memiliki latar belakang akademik dan keterpaparan terhadap materi medis dasar. Namun demikian, peningkatan skor posttest tetap menunjukkan bahwa intervensi edukatif tetap diperlukan bahkan untuk kelompok berpendidikan tinggi, terutama untuk memperkuat dan memvalidasi pemahaman terhadap informasi yang benar secara ilmiah. Indikator dengan peningkatan paling signifikan ditemukan pada aspek pemahaman definisi kesehatan reproduksi menurut WHO, proses terjadinya menstruasi, serta tanda seks primer seperti mimpi basah. Ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa sudah memiliki pengetahuan umum, materi yang lebih teoritis atau sensitif secara budaya seringkali kurang dipahami secara utuh tanpa penjelasan kontekstual. Hal ini diperkuat oleh data bahwa indikator tentang mimpi basah dan menstruasi tetap memiliki tingkat pemahaman yang rendah, bahkan setelah edukasi, yakni bertahan di kisaran 48Ae54%. Temuan ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Sari et al. , yang menemukan bahwa pembahasan topik reproduksi yang dianggap tabu atau intim seringkali memerlukan strategi edukasi yang inklusif dan visual, serta pendekatan berbasis gender. Sebaliknya, indikator yang mengalami penurunan adalah tentang perbedaan organ reproduksi pria dan wanita, dari 100% menjadi 93,9%. Penurunan ini kemungkinan besar disebabkan oleh munculnya keraguan atau kebingungan peserta pascapemaparan materi, yang bisa disebabkan oleh cara penyampaian yang terlalu abstrak atau kurang disertai ilustrasi. Hal ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara pengabdian untuk lebih memperhatikan penyajian materi visual, khususnya dalam topik anatomi atau fisiologi tubuh. Secara keseluruhan, hasil posttest menunjukkan bahwa sebanyak 93,94% responden berada dalam kategori AubaikAy, dan hanya 6,06% dalam kategori AurendahAy. Persentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kegiatan pengabdian serupa yang dilakukan di luar lingkungan akademik kedokteran. Misalnya. Listiani et al. dalam pengabdiannya pada kelompok remaja umum menemukan bahwa tingkat pemahaman peserta hanya mampu meningkat dari 40Ae50% ke 60Ae70% setelah edukasi. Penyebabnya antara lain keterbatasan akses informasi, pengaruh budaya lokal yang tabu membahas isu reproduksi, serta rendahnya kesiapan literasi kesehatan peserta. Perbedaan hasil yang signifikan ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan karakteristik sasaran edukasi dalam merancang kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bagi kelompok dengan latar belakang medis seperti mahasiswa kedokteran, pendekatan edukasi dapat lebih fokus pada pendalaman materi dan eksplorasi isu-isu sensitif secara kritis. Sementara itu, bagi kelompok masyarakat umum, edukasi perlu mengedepankan prinsip kesetaraan informasi, pemahaman budaya, dan strategi komunikasi yang membumi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini bukan hanya berhasil meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas pendekatan edukasi berbasis kampus, dan menjadi dasar kuat untuk pengembangan modul edukatif yang lebih responsif terhadap konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Gambar 5. Pengerjaan Pretes oleh Mahasiswa Kedokteran UMPR. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 10 No 8. Agustus 2025. Pages 1827-1836 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 Gambar 6. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Gambar 7. Pengerjaan Posttes oleh Mahasiswa Kedokteran UMPR. Gambar 8. Pemeriksaan Kesehatan. Gambar 9. Konsultasi Medis. Qamariah. Faradila. Novita A. Adhyatma. Tansuria. Handoko. , et al. Enhancing Reproductive Health Literacy throughA KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan dan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menunjukkan hasil yang positif dan berdampak nyata terhadap peningkatan literasi kesehatan peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas responden berada dalam kondisi normal, namun ditemukan proporsi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, seperti kasus overweight, prehipertensi, dan peningkatan kadar gula darah sewaktu. Temuan ini mencerminkan perlunya promosi gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit metabolik sejak usia muda. Selain itu, hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah diberikan intervensi edukatif. Peningkatan ini terlihat pada hampir semua indikator, terutama pada pemahaman konsep kesehatan reproduksi, proses fisiologis menstruasi, dan tanda seks primer. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa, bahkan dalam isu-isu yang dianggap tabu. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam penguatan peran institusi pendidikan tinggi dalam mendukung literasi kesehatan reproduksi remaja. Hasil yang diperoleh dapat menjadi dasar pengembangan program serupa yang lebih luas, serta mendorong integrasi topik kesehatan reproduksi dalam kurikulum dan kegiatan kemahasiswaan secara lebih sistematis dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Berisi Informasi ucapan terima kasih serta penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian yang dilakukan. Bisa kepada institusi penyedia anggaran maupun hibah . encantumkan sumber dan skema hibah yang digunaka. , pihak institusi tempat kegiatan Pengabdian dilakukan, narasumber, organisasi dan unsur masyarakat, serta sivitas akademika yang telah membantu pelaksanaan kegiatan Pengabdian. REFERENSI