JurnalKajianKesehatanMasyarakat Vol . 3No. Edition:November2022AeApril2023 http://ejournal. id/index. php/JK2M Received:17 september 2022 Revised:15 oktober 2022 Accepted: 26 oktober 2022 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LONDUT KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA TAHUN 2021 Ade Aulia. Irnawati Marsaulina. Peny Ariani InstitutKesehatan Deli Husada Deli Tua e-mail : adeauliasiahaan33@gmail. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a public health problem in Indonesia, one of the endemic diseases with morbidity rates that tend to increase and even often causes Extraordinary Events (KLB) which are influenced by several factors, namely the host . , agent . and the environment. nvironmental geographical conditions and demographic condition. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Londut Health Center Work Area. Labuhan Batu Utara Regency This type of research is an observational study with a case control study design with the number of case groups as many as 45 people and the control group as many as 45 people. The analysis used in this research is univariate, then bivariate test using Chi Square test and multivariate test using multiple logistic regression test. The results showed that there was a significant effect between Knowledge (P value 0. OR: 3. 692 and 95% CI: 1. 534 Ae 8. Action (P value 011 . OR: 3. 321 and 95% CI: 1. 394 Ae 7. Temperature ( P value 0. OR: 054 and 95% CI: 1. 678 Ae 9. , lighting (P value 0. OR: 3. 294 and 95% CI: 1. 388 Ae 7. and respondent knowledge is the most dominant variable on the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). ) in the working area of the Londut Health Center. Labuhan Batu Utara Regency. It is recommended for the community to maintain a clean and healthy lifestyle and participate in efforts to eradicate dengue hemorrhagic fever (PSN-DHF) and health workers to increase regular counseling to the community about increasing public knowledge about dengue and the importance of adequate lighting in home. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Public Health Center. Londut. Aulia, marsaulina,ariani, analisis faktorA. PENDAHULUAN Pak Pak Barat. Serdang Bedagai, dan Kabupaten Samosir, kabupaten/kota yang terbebas dari kasus DBD adalah Kabaupaten Nias dan Nias Selatan (Dinkes Provinsi Sumatera Utara, 2. Munculnya DBD desbabkan oleh beberapa faktor yaitu Host (Manus. Agent (Nyamuk Dengu. dan Environtment yaitu geografis suatu wilayah. Dalam setiap kejadian DBD ternyata faktor tindakan manusia merupakan faktor yang paling utama dan berperan penting dalam mendukung faktor lingkungan pencegahan penyakit DBD. Dalam pengendalian penyakit DBD digunakan sebuah indicator yaitu Angka Bebas Jentik (ABJ) dimana secara nasional secara keseluruhan di Indonesia Untuk pengendalian penyebaran DBD di amengaktifkan kegiatan pemantauan Jentik Berkala (PBJ) untuk melakukan pengendalian penyebaran penyakit DBD. Wilayah Kecamatan Kualuh Hulu merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Labuhan Batu Utara sebagi wilayah Puskesmas Londut merupakan daerah endemis DBD dari 17 kecamatan dimana Tahun 2020 terdapat 55 kasus dengan dengan angka kematian sebesar 0,20 % (Puskesmas Londut, 2. WHO Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang sering terjadi pada wilayah daerah yang tropis dan merupakan salah satu penyakit yang kemtian akhibat perdarahan yang Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang disebut emerging diseases dimana penyakit ini merupakan penyakit yang selalu muncul di semua wilayah Negara tropis seperti Negara ASEAN. Indonesia merupakan daerah Demam Berdarah Dengue (DBD) dimana jumlah kasus yang sangat tinggi dengan angka kesakita 26,10 per 000 penduduk dengan angka kematian sebesar 0,70%. Di tahun 2020 terjadi penurunan kasus namun angka ini masih tinggi melebihi target Indikator Nasional Kesehatan . Pembagian kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara untuk kasus DBD kabupaten/kota yang salah satunya terjadinya kasus DBD adalah Kota Medan. Deli Serdang. Binjai. Langkat. Asahan. Tebing Tinggi. Pematang Siantar Dan Kabupaten Karo, kedua kabupaten/kota dimana kasus DBD terjadi pada waktu atau musim tertentu yaitu Kota Sibolga. Tanjung Balai. Simalungun. Tapanuli Utara. Toba Samosir. Dairi. Tapanuli Tengah. Mandailing Natal. Padang Sidempuan. Tapanuli Selatan. Labuhan Batu Utara. Aulia, marsaulina,ariani, analisis faktorA. Dalam faktor lingkungan merupakan indicator yang paling aktiv dalam mendukung DBD. Keberadaan Vektor keseluruhan ditentukan oleh rumah yang memiliki hunian yang sangat padat, tempat sampah yang memiliki sanitasi yang buruk. Rumah yang tidak memiliki langit langit serta banyaknya barang yang menjadi tempat persediaan untuk perindukan nyamuk Aedes Aegepty. Hasil survey awal ternyata memadai dan sangat mendukung untuk meningkatkan perkembangan vektor DBD dimana banyak sampah yang menumpuk dengan barang barang bekas dan menjadi tempat penampungan air. Dari dua puluh rumah yang disurvey ternyata ada empat rumah yang masih jauh sanitasi dan kondisi fisik rumah yang menjadi pemicu munculnya vektor DBD di desa ini termasuk perilaku menggangtung pakaian dalam kamar dan menumpuk barang barang bekas dalam rumah dan kondisi bak air dalam rumah yang tidak bersih hal ini perkembangan jentik nyamukk dan salah satu pencetus tempat terjadinya perkembangbiakan nyamuk Aedes Berdasarkan hal di atas maka akan dilakukan penelitian dengan Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Londut Kabupaten Labuhan Batu Utara tahun 2021. METODE Jenis mengukur seberapa besar frekuensi pengaruhnya faktor resiko Perilaku penderita dan Kondisi rumah terhadap DBD kelompok kasus sebanyak 45 orang dan kelompok montrol sebanyak 45 Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu univariat selanjtnya uji bivariate dengan menggunakan uji Chi Square dan uji multivariate dengan menggunakan uji regresi logistic berganda. HASIL Puskesmas Londut terletak di kecamatan Kualuh hulu, berlokasi di desa Londut kabupaten labuhan batu Utara, dengan luas wilayah kerja Puskesmas Londut 33. 430 ha/persegi dan Jumlah penduduk 18. 217 jiwa. Yang mencakup di 3 desa, yaitu, desa Pulo Dogom. Londut, dan Kuala Sarana diwilayah puskesmas Londut sebagian Transportasi darat, mayoritas masyarakat yang tinggal di wilayah puskesmas Londut. Umumnya para petani, yaitu petani sawit dan karet. Puskesmas Londut memiliki pustu dan Puskesdes yang menyebar di 3 desa dan dusun, yaitu 6 Pustu dan Puskesdes diwilayah puskesmas Londut. Hal ini bertujuan Aulia, marsaulina,ariani, analisis faktorA. kesehatan kepada masyarakat, agar lebih mudah berobat secara rutin sehingga masyarakat dapat mudah Syarat Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat Memenuhi Syarat Pencahayaan Analisis Univariat untuk melihat frekuensi pengetahuan, sikap, tindakan. Suhu, kelembapan dan pencahayaan pada kelompok kasus dan kontrol. Untuk lebih rinci dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 1. Analisis Univariat Pengetahuan Kurang Baik Baik Sikap Kurang Baik Untuk mengetahui pengaruh variabel pengetahuan, sikap, tindakan, suhu, terhadap variable dependen penularan Tb Paru pada Keluarga dilakukan Penelitian menggunakan uji Chi square pada taraf nyata < 0. 05 dapat dilihat dalam table dibawah ini. Baik Tabel 2. Analisis Bivariat Variabel Kasus Kontrol Tindakan Kurang Baik Baik Suhu Tidak Memenuhi Syarat Memenuhi Syarat Kelembapan Tidak Memenuhi Variable Pengetahuan 0,006 3,692 Sikap 0,291 Tindakan 0,011 3,321 Suhu 0,003 4. Kelembapan 0,830 Pencahayaan 0,011 3,294 Hasil uji bivariat terdapat pengaruh pengetahuan, tindakan suhu dan pencahayaan terhadap kejadian DBD di Puskesmas Londut Tahun 2021. Aulia, marsaulina,ariani, analisis faktorA. PEMBAHASAN Hasil uji bivariat pengaruh sikap ( P value 0,. dan kelembapan (P value 0,. maka tidak terdapat pengaruhnya terhadap kejadian DBD di Puskesmas Londut. Perilaku merupakan suatu tindakan yang dilakukan seseorang terhadap stimulus yang diberikan oleh sebuah lingkungan dimana salah staunya adalah upaya dalam pencegahan terjadinya Demam berdarah Dengue (DBD). Hasil menunjukan pengetahuan responden pengetahuan yang baik masih lebih pengetahuan yang rendah. Dalam teori perilaku orang yang mempunyai menimbulkan DBD . pada kelompok pengetahuan yang kurang baik lebih pengetahuan terhadap kejadian DBD di puskesmas Londut. Faktor sikap dalam penelitian ini tidka menunjukan ada pengaruh terhadap kejadian DBD dimana sebenarnya sikap adalh faktor yang sangat perilaku seseorang dimana sikap yang positif akan membentuk perilaku yang Hasil wawancara ditemukan bahwa banyak kelompok kasus mempunyai sikap yang kurang baik ternyata membersihkan lingkungan rumahnya. Dimana sikap yang belum mneyadari bahwa selama kejadian ini belum terjadi pada pihak keluarganya maka kepedulian masyarakat tidak ada. Hal ini merupakan sikap yang tidak baik Analisis Multivariat merupakan Adapun tersebut dengan menggunakan regresi logistic dengan hasil sebagai berikut: Table 3. Analisis Multivariat Variable 95% CI Pengetahu 0,01 3,31 1,266 17,776 Pencahaya 0,02 2,74 1,117 Ae 6,766 Penetahuan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Londut Kabupaten Labuhan Batu Utara Tahun 2021 dengan nilai OR sebesar 3,138 dan 95% CI: . ,266 Ae 7,. menunjukkan bahwa responden yang Demam Berdarah Dengue (DBD) 3,138 kali perkiraan dibandingkan dengan respoden yang tidak ada kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Londut Kabupaten Labuhan Batu Utara. Aulia, marsaulina,ariani, analisis faktorA. dalam hal upaya untuk DBD. Hasil penelitian ini menunjukan kejadian DBD dimana masyarakay yang mulai sadar akan lingkungannya makan akan menanggapi dengan tindakan yang nyata dalam menjaga DBD masyarakat tersebut. Hasil pengamatan dilakukan ternyata sudah banyak masyarakat yang menggunakan kelambu dan menabur bubuk Abate kedalam bak mandi dan menguras bak mandi minimal 2 kali seminggu. Hal ini selaras dengan pendapat Notoatmodjo . dimana tindakan yang nyara terjadinya penyakit DBD. Hasil penelitian di Puskesmas Londut menunjukan bahwa suhu udara yang memberikan pengaruh DBD apabila suhu udara naik maka peluang munculnya kejadian DBD menurun dan sebaliknya apabila suhu menurun maka akan meningkat kejadian DBD di suatu wilayah. Nyamuk akan hidup suhu rendah . AC) metabolismenya akan menurun pada suhu kritis 4,5AC. penelitian ini sesuai dengan penelitain yang dilakukan di kecamatan Medan barat pada tahun 2018 bahwa ada pengaruh suhu terhadap kejadian DBD (Saragih. Faktor adalah faktor yang menimbulkan aegepty dimana tingginya kejadian DBD pada Kabupaten Labuhan batu utara menunjukan bahwa kelembaban penyebab demam berdarah dengue dan dengan kelembaban tersebut angka demam berdarah menunjukkan Dimana ini berhubungan dengan perilaku responden yang masih malas membuka jendela dipagi hari untuk masuknya sinar matahari kedalam rumah dan kondisi rumah yang berdekatan membuat intesitas cahaya yang masuk sangat minimal. Hal ini juga sejalan dengan faktor pencahayaan dimana yang akan Dengan pencahayaan < 60 lux maka akan meningkatkan resiko kejadian DBD. Namun hasil penelitian ini belum sejalan dengan penelitian Sungono Jakarta Utara hubungan bermakna antara lama penyinaran matahari dengan insidens DBD. KESIMPULAN Terdapat pengetahuan,tindakan, pencahayaan dan pengetahuan adalah faktor yang dominan berpengaruh terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Londut Kabupaten Labuhan Batu Utara tahun 2021. Aulia, marsaulina,ariani, analisis faktorA. DAFTAR PUSTAKA