Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1228 - 1235 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Pengaruh Faktor Meteorologi Terhadap Konsentrasi NO2 di Udara Ambien (Studi Kasus Bundaran Hotel Indonesia DKI Jakart. Yega Serlina Program Studi Teknik Lingkungan. Fakultas Teknik. Universitas Universal Kompleks Maha Vihara Duta Maitreya. Bukit Beruntung. Sungai Panas. Batam 29433 *Koresponden email: yegaserlina@uvers. Diterima: 21 Juli 2020 Disetujui: 27 Juli 2020 Abstract A combustion process in power plants, industry and transportation can cause air pollution problems, one of which is the pollutant of Nitrogen Dioxide (NO. One of the stages of air quality management is In monitoring air quality, there are several factors that need to be considered because they can affect the measurement, there are meteorological factors. This study analyzes how temperature, humidity, rainfall and wind speed affect the measured NO2 concentration. NO2 and meteorological concentration data were taken at the same time at the location of the DKI-1 air quality monitoring station (Bundaran Hotel Indonesia. DKI Jakart. Analysis of the relationship between measured NO2 concentrations with temperature, humidity, rainfall and wind speed was performed using multiple linear regression analysis. The analysis showed that there was a strong relationship between NO2 concentration and four meteorological factors. The R2 value indicates the effect of the four meteorological factors on NO2 concentrations is 38. 3% and the remaining 61. 7% is influenced by other factors not included in the measurements in this study. Keywords: air pollution, nitrogen dioxyde, ambient air, meteorology, multiple linear regression Abstrak Proses pembakaran pada pembangkit listrik, industri dan transportasi dapat menimbulkan pencemaran udara, salah satunya menimbulkan polutan gas Nitrogen Dioksida (NO. Salah satu tahapan pengelolaan kualitas udara adalah dengan pemantauan. Pemantauan kualitas udara memiliki beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan karena dapat mempengaruhi pengukuran, salah satunya adalah faktor meteorologi. Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin terhadap konsentrasi NO2 yang terukur. Data konsentrasi NO2 dan meteorologi diambil pada saat bersamaan di lokasi stasiun pemantauan kualitas udara DKI-1 (Kawasan Bundaran Hotel Indonesia DKI Jakart. Analisis hubungan antara konsentrasi NO2 yang terukur dengan suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin dilakukan menggunakan analisis regresi linear Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara konsentrasi NO2 dan keempat faktor meteorologi. Nilai R2 menunjukkan pengaruh keempat faktor meteorologi terhadap konsentrasi NO2 adalah sebesar 38,3% dan sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam pengukuran pada penelitian ini. Kata Kunci: pencemaran udara, nitrogen dioksida, udara ambien, meteorologi, regresi linear berganda Pendahuluan Globalisasi mendorong peningkatan pada aktivitas ekonomi di setiap negara . yang dipelopori oleh berbagai perusahaan multinasional yang hadir dan berkembang dengan dibantu oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aktivitas ekonomi menjadi semakin melaju dengan digunakannya tenaga kerja mesin . Kemajuan dalam aktivitas ekonomi menyebabkan peningkatan dalam penggunaan energi seperti penggunaan bahan bakar dalam pembangkit listrik, industri, dan transportasi. Penggunaan bahan bakar ini dapat menimbulkan permasalahan bagi lingkungan yaitu pencemaran udara . Pencemaran udara menjadi permasalahan yang penting karena memiliki dampak buruk terhadap biosfer dan lingkungan. Tingkat polusi udara yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan akut . Pada Tahun 2015. World Health Assembly mengidentifikasi 40 jenis pencemar udara dan disebut sebagai AuworldAos largest single environmental health riskAy dan menyerukan agar dilakukan upaya pemantauan dan evaluasi dampak polusi udara terhadap kesehatan . United State Environmental Protection Agency memperkenalkan Air Quality Index (AQI) untuk mengkategorikan polusi udara yang didasarkan pada Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1228 - 1235 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 lima polutan udara utama, yaitu groundlevel ozone, particulate matter, carbon monoxide (CO), sulfur dioxide (SO. , dan nitrogen dioxide (NO. NO2 merupakan salah satu jenis polutan yang dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. Gas NO2 termasuk prekursor utama dalam pembentukan Ozon (O. di atmosfer . NO2 merupakan salah satu dari kelompok gas yang sangat reaktif yang dikenal sebagai Oksida Nitrogen atau Nitrogen Oksida (NO. Sumber NO2 di udara ambien dapat berupa proses alami di atmosfer dan permukaan bumi seperti produksi oleh tanaman, tanah, dan air . Selain itu NO2 juga dapat berasal dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, lalu lintas atau knalpot kendaraan bermotor . , penyulingan bensin dan logam, pembangkit listrik tenaga batu bara . , industri manufaktur, dan penggunaan perumahan . NO2 berkontribusi dalam pembentukan kabut fotokimia yang memberikan dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan . Paparan NO2 dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan . Penelitian yang dilakukan oleh Ref. dan Ref. menunjukkan bahwa paparan NO2 pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) dan risiko kelahiran prematur, terutama pada paparan selama trimester ketiga sebelum persalinan. Selain itu, berdasarkan penelitian . terdapat hubungan antara paparan NO2 dan kanker payudara. NO2 dan NOx lainnya dapat berinteraksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lain di atmosfer untuk membentuk hujan asam yang dapat merusak ekosistem seperti danau dan hutan . Keberadaan polutan udara di lingkungan dapat dipengaruhi oleh kondisi meteorologis . , baik berperan sebagai penghambat atau pemicu pembentukan polutan . Faktor meteorologi yang dapat mempengaruhi pencemaran udara diantaranya yaitu temperatur . Suhu udara dapat mempengaruhi turbulensi atmosfer dan terjadinya reaksi kimia. Penelitian yang dilakukan oleh Ref. menunjukkan bahwa di sebagian besar kota di Tiongkok ditemukan korelasi positif antara temperatur dengan konsentrasi polutan di udara. Suhu udara dan keberadan NO2 di udara secara bersamaan juga mempengaruhi kesehatan . Hal tersebut menunjukkan bahwa diperlukan studi terkait faktor meteorologi dalam pencemaran udara guna mencegah dampak buruknya terhadap kesehatan. Korelasi yang signifikan juga ditemukan antara konsentrasi NO2 dengan kelembaban udara . Kelembaban udara relatif memiliki korelasi positif dengan konsentrasi polutan primer. Secara keseluruhan penelitian Ref. menunjukkan bahwa kondisi meteorologi menjelaskan lebih dari 70% variasi konsentrasi polutan di Tiongkok. Curah hujan juga mempengaruhi konsentrasi NO2 yang terukur di Seoul. Curah hujan memiliki korelasi negatif terhadap konsentrasi NO2. Hal ini disebabkan karena hujan memberikan efek AuwashingAy terhadap polutan NO2 di udara . Faktor meteorologi lain yang berpotensi mempengaruhi pencemaran udara oleh NO2 adalah angin. Pergerakan udara atau angin dapat mempengaruhi penyebaran dan pengangkutan polutan di atmosfer, baik skala lokal maupun regional. Polutan yang berasal dari sumber dapat terlarut di atmosfer dan berpindah akibat angin. Pemantauan di beberapa kota besar di Tiongkok menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 berkurang seiring dengan naiknya kecepatan angin. Penelitian tersebut menunjukkan koefisien korelasi antara kecepatan angin dan polutan NO2 sangat tinggi dibandingkan dengan polutan kriteria lainnya . Untuk mengetahui bagaimana pengaruh suhu, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin terhadap konsentrasi NO2 yang terukur akan dilakukan analisis menggunakan metode regresi linear Regresi linear menggambarkan variabel prediktor sebagai fungsi linear dari variabel respon . Data konsentrasi NO2 yang terukur merupakan variabel respon atau dependen sedangkan data meteorologi merupakan variabel prediktor atau independen. Regresi linear berganda digunakan karena terdapat lebih dari dua variabel prediktor. Data dan Metode Wilayah Studi Pemantauan kualitas udara . onsentrasi polutan NO. dan kondisi meteorologi dilakukan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia DKI Jakarta yang merupakan lokasi peletakan stasiun pemantauan kualitas udara DKI-1 yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Lokasi pemantauan dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1228 - 1235 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 AAe Stasiun Pemantauan DKI-1 Gambar 1. Satellite Map View Bundaran Hotel Indonesia Sumber: . Gambar 2. Stasiun Pemantauan DKI-1 Sumber: . Data Konsentrasi NO2 di Udara Ambien Data konsentrasi NO2 dan kondisi meteorologi diperoleh dari stasiun pemantauan yang terukur setiap 30 menit selama 24 jam setiap harinya. Konsentrasi NO2 terukur dalam satuan Ag/m3. Data meteorologi yang dipantau antara lain, yaitu suhu. T (CC). kelembaban relatif. RH (%), curah hujan, rainfall . dan kecepatan angin, wind speed . Pemantauan dilakukan selama 7 hari mulai dari tanggal 1 April hingga 7 April 2018. Metode Analisis Analisis pengaruh faktor meteorologi terhadap konsentrasi NO2 yang terukur akan dikaji menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda merupakan model regresi linear dengan satu variabel terikat atau dependen dan dua atau lebih variabel bebas atau independen . Variabel dependen atau Y pada penelitian ini adalah Konsentrasi NO2 dan variabel independen terdiri dari suhu (X. , kelembaban relatif (X. , curah hujan (X. , dan kecepatan angin (X. Model untuk regresi linear ganda yaitu . Yi = 0 1 X1i 2 X2i . k Xki Ai dengan 0, 1 , 2 , . , k adalah nilai-nilai parameter yang akan diestimasi. Keluaran dari persamaan garis regresi linear ganda: i = b0 b1 X1i b2 X2i . bk Xki . i = 1, 2, . , n Bentuk dan besaran peran faktor meteorologi dalam pengukuran konsentrasi NO2 akan dilihat dari nilai koefisien korelasi. Koefisien korelasi atau r, dapat dinyatakan sebagai berikut . Jika nilai R mendekati 1, berarti hubungan antara konsentrasi NO2 dengan kondisi meteorologi sangat kuat dan positif. Jika harga R mendekati -1, berarti hubungan antara konsentrasi NO2 dengan kondisi meteorologi sangat kuat dan negatif. Jika harga R mendekati 0. 5 atau -0. 5, berarti hubungan antara konsentrasi NO2 dengan kondisi meteorologi dianggap cukup kuat. Jika harga R lebih kecil dari 0. 5 atau lebih besar dari -0. 5, berarti hubungan antara konsentrasi NO2 dengan kondisi meteorologi dianggap lemah. Analisis data dilakukan menggunakan fitur Data Analysis pada Microsof Excel. Keluaran dari analisis data ini adalah tabel Summary Output. ANOVA. Residual Output, dan Probability Output. Tabel Summary Output berisi nilai multiple R. R Square. Adjusted R Square. Standard Error dan Observations . umlah observas. Tabel ANOVA berisi hasil analisis variance dan uji F. Kemudian pada tabel Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1228 - 1235 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Coefficient Beta terdapat perhitungan regresi yang terdiri dari intercept dan koefisien regresi untuk masing-masing variabel. Pembahasan hasil regresi dimulai dari uji F untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersamaan memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Pengaruh yang signifikan artinya adalah hubungan yang dijelaskan pada hasil analisis data dapat berlaku untuk populasi. Tahaptahap pada uji F antara lain: Perumusan hipotesis, yang terdiri dari H0 dan Ha. Pada penelitian ini, hipotesis yang dirumuskan H0 : tidak ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Ha : ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap Konsentrasi NO2. Penentuan tingkat signifikansi, yaitu = 5%. Penentuan nilai F hitung dan F tabel. Nilai F hitung diperoleh dari hasil analisis data dan nilai F tabel dari tabel distribusi F dengan terlebih dahulu menentukan tingkat keyakinan dan derajat kebebasan atau degree of freedom, df1 dan df2. Tingkat keyakinan dipilih 95% sehingga = 5% atau 0,05. diperoleh dari jumlah variabel independen dikurangi 1 dan df2 diperoleh dari jumlah observasi dikurang dengan jumlah variabel independen dan dikurang 1. F tabel juga dapat ditemukan pada Ms. Excel dengan formula =finv(. Membandingkan nilai F hitung dan F tabel, dengan kriteria pengujian sebagai berikut: H0 diterima jika F hitung < F tabel. H0 ditolak jika F hitung > F tabel. Penarikan kesimpulan Uji F. Setelah mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen secara bersamaan terhadap variabel dependen, dilakukan Uji t untuk melihat pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel Langka-langkah pada Uji t yaitu: Penentuan hipotesis, yaitu: H0 : secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Ha : secara parsial ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Penentuan tingkat signifikansi, yaitu = 5%. Penentuan t hitung dan t tabel. Nilai t hitung diperoleh dari hasil analisis data dan nilai t tabel dari tabel distribusi t dengan = 5% yang apabila menggunakan uji dua sisi maka = 2,5% atau 0,025. Derajat kebebasan, df diperoleh dari jumlah observasi dikurang dengan jumlah variabel independen dan dikurang 1. t tabel juga dapat ditemukan pada Ms. Excel dengan formula =tinv(. Membandingkan nilai t hitung dan nilai t tabel dengan kriteria pengujian sebagai berikut: H0 diterima jika -t hitung < t tabel < t tabel. H0 ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel. Penarikan kesimpulan uji t, pada masing-masing variabel independen. Setelah uji t dilanjutkan dengan melihat nilai R dan R2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dan Pembahasan Data konsentrasi NO2 dan data meteorologi kemudian di plot ke grafik seperti pada Gambar 3. Jumlah data sebanyak 323 data pengukuran masing-masing untuk data konsentrasi dan data meteorologi selama 7 hari pemantauan. Data yang diambil dimulai pada pukul 00. 30 di hari pertama hingga pukul 00 pada hari ke 7. Gambar 3 menunjukkan perbandingan terbalik pada data suhu (T) dan kelembaban udara (RH). Jika suhu udara tinggi, maka kelembaban udara rendah dan sebaliknya. Selain itu pada pada data T dan RH terlihat pola berulang yang menunjukkan perbedaan suhu dan kelembaban udara pada siang dan malam hari yang terjadi berulang. Pada siang hari suhu udara cenderung meningkat sedangkan kelembaban udara menurun dan sebaliknya pada malam hari suhu udara menurun, sedangkan kelembaban udara meningkat. Kecepatan angin selama 7 hari pemantauan cenderung stabil dan nilainya tidak melebihi 1 m/s yang artinya kecepatan angin di kawasan ini cenderung tenang. Curah hujan selama 7 hari pemantauan relatif kecil kecuali pada hari ke 4 terdapat curah hujan tertinggi yaitu 21. 90 mm pada dini hari pukul 00 WIB. Konsentrasi NO2 yang terukur bervariasi dan terlihat pola berulang berdasarkan kondisi siang dan malam hari. Jika dilihat pola peningkatan dan penurunan konsentrasi NO2 pada Gambar 3 cenderung Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 hal 1228 - 1235 menyerupai pola peningkatan dan penurunan suhu dan berbanding terbalik dengan kelembaban udara. Namun hubungan ini perlu dibuktikan lebih lanjut dengan pengujian data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Data ke[NO. g/m. T (AC) RH (%) Rainfall . Windspeed . Gambar 3. Konsentrasi Gas NO2 di Stasiun Pemantauan DKI-1 pada 1April 2019 hingga 31 Mei 2018 Sumber: . Data konsentrasi NO2 merupakan variabel dependen yang diduga dipengaruhi oleh variabel independen yang terdiri dari suhu, kelembaban relatif, curah hujan, dan kecepatan angin. Data masingmasing variabel diuji dengan metode regresi linear berganda dan diperoleh hasil seperti Tabel 1. Tabel 1. Summary Output Analisis Regresi Konsentrasi NO2 dan Wind speed Regression Statistics Multiple R R Square Adjusted R Square Standard Error Observations 0,619 0,383 0,376 4,380 ANOVA Regression Residual Total Intercept T (AC) RH (%) Rainfall . Wind speed . Coefficients -8,430 0,763 -0,049 0,150 -4,961 3792,001 6101,015 9893,016 19,186 49,412 Standard Error t Stat 11,178 -0,754 0,240 3,187 0,060 -0,811 0,157 0,952 0,487 -10,192 Sumber: Data penelitian, 2018 P-value 0,451 0,002 0,418 0,342 2,706E-21 Significance F 2,592E-32 Berdasarkan Tabel 1 dilakukan beberapa uji terhadap kelompok data konsentrasi NO2 (Y) yang merupakan variabel dependen dengan kelompok data meteorologi (X1. X2. X3. yang merupakan variabel independen. Uji koefisien regresi secara bersama-sama dilakukan dengan Uji F (ANOVA) untuk melihat apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Hipotesis yang dirumuskan pada Uji F yaitu. H0 : tidak ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1228 - 1235 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Ha : ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Selanjutnya ditentukan tingkat signifikansi menggunakan = 5%. Nilai F hitung yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 1 yaitu 49,412 dan F tabel dengan: = 5%, df1 = . umlah variabel-. = 4, dan df2 = . umlah sampel-jumlah jumlah variabel independen -. = 317 diperoleh F tabel dengan nilai 2,4. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan F hitung dan F tabel. H0 diterima jika F hitung lebih kecil dari F tabel dan sebaliknya. H0 ditolak jika F hitung lebih besar dari F tabel. Perbandingan nilai uji F diperoleh F hitung > F tabel sehingga H0 ditolak, artinya ada pengaruh signifikan antara T. RH. Rainfall dan Wind speed terhadap konsentrasi NO2. Setelah uji F, dilakukan uji koefisien regresi secara parsial dengan Uji t untuk melihat apakah pada model regresi ditemukan pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel Hipotesis yang digunakan pada Uji t yaitu. H0 : secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Ha : secara parsial ada pengaruh signifikan antara T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah = 5%. Pengujian t dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel. Nilai t hitung dari Tabel 1 yaitu 3,187 untuk variabel T. -0,811 untuk variabel RH. 0,952 untuk variabel rainfall dan -10,192 untuk variabel wind speed. Nilai t tabel dengan = 5% . engan uji dua sisi maka masing-masing sisi menjadi 0,. , df . umlah sampel-jumlah jumlah variabel independen -. = 317 adalah 2,252. Kriteria pengujian yang dilakukan yaitu H0 diterima jika Aet tabel < t hitung < t tabel sedangkan H0 ditolak jika Aet hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel. Variabel T dengan nilai t hitung 3,187 > 2,252 maka H0 ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara T terhadap konsentrasi NO2. pvalue variabel T yaitu 0,002 < 0,05 juga menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan variabel T terhadap konsentrasi NO2 yang terukur. Variabel RH dengan nilai t hitung -0,811 < 2,252 maka H0 tidak ditolak, artinya secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara RH terhadap konsentrasi NO2. p-value variabel RH adalah 0,418 > 0,05 menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara RH terhadap konsentrasi NO2. Rainfall dengan nilai t hitung 0,952 < 2,252 maka H0 tidak ditolak, artinya secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara rainfall terhadap konsentrasi NO2. p-value variabel rainfall adalah 0,342 > 0,05 menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara rainfall terhadap konsentrasi NO2. Variabel wind speed dengan nilai t hitung -10,192 < -2,252 maka H0 ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara wind speed terhadap konsentrasi NO2. p-value variabel wind speed adalah 2,706 x 10-21 < 0,05 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap konsentrasi NO2. Koefisien intercept pada persamaan regresi yang diperoleh dari analisis data pada Tabel 1 yaitu 8,43 yang artinya jika variabel-variabel indepen bernilai 0 maka nilai Y atau konsentrasi NO2 bernilai 8,43. Koefisien regresi untuk variabel T yaitu 0,763 yang artinya jika variabel independen selain T nilainya tetap dan T naik 1CC maka konsentrasi NO2 naik sebesar 0,763 Ag/m3. Hal ini menunjukkan jika suhu udara naik maka konsentrasi NO2 yang terukur juga akan naik. Sama dengan penelitian . yang menunjukkan korelasi positif antara T dan konsentrasi NO2. Koefisien regresi variabel RH yaitu sebesar 0,049 yang artinya jika variabel independen selain RH nilainya tetap dan RH naik 1% maka konsentrasi NO2 turun sebesar 0,049 Ag/m3. Hal ini menunjukkan korelasi negatif antara RH dan konsentrasi NO2 yang terukur. Berbeda dengan penelitian . yang menunjukkan korelasi positif antara RH dan konsentrasi polutan primer termasuk NO2. Hal ini diperkirakan di lokasi penelitian terjadi reaksi gas NO2 dengan uap air sehingga memungkinkan pengurangan konsentrasi NO2 yang terukur. Koefisien regresi untuk rainfall yaitu 0,15 yang artinya jika variabel independen selain rainfall nilainya tetap dan rainfall naik 1 mm maka konsentrasi NO2 naik sebesar 0,15 Ag/m3. Hal ini sesuai dengan Ref. yang menunjukkan korelasi negatif antara rainfall dan konsentrasi NO2 terukur. Hal tersebut terjadi akibat efek AuwashingAy oleh air hujan terhadap NO2 di udara. Koefisien regresi untuk wind speed yaitu bernilai -4,961 yang artinya jika variabel independen selain wind speed nilainya tetap dan wind speed naik 1 m/s maka konsentrasi NO2 berkurang sebesar 4,961 Ag/m3. Hal ini menunjukkan korelasi negatif antara wind speed dan konsentrasi Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1228 - 1235 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 NO2 terukur. Hal yang sama dilaporkan oleh Ref. yang menyimpulkan pengurangan NO2 dapat terjadi akibat perpindahan polutan yang disebabkan oleh angin. Hubungan antara seluruh variabel independen terhadap variabel dependen diketahui dari analisis korelasi ganda dengan melihat nilai R. Nilai R ganda atau R multiple dari Tabel 1 adalah 0,619 yang menunjukkan hubungan yang kuat antara T. RH, rainfall, dan wind speed terhadap konsentrasi NO2. Persentase sumbangan pengaruh variabel independen secara bersamaan terhadap variabel dependen diketahui dari analisis determinasi yang dilihat dari nilai R2. Tabel 1 menunjukkan nilah R2 sebesar 0,383 yang artinya persentase sumbangan pengaruh variabel T. RH, rainfall dan wind speed terhadap konsentrasi NO2 adalah sebesar 38,3% dan sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam pengukuran pada penelitian ini. Kesimpulan Faktor meteorologi yang meliputi suhu, kelembaban udara relatif, curah hujan dan kecepatan angin mempengaruhi konsentrasi NO2 yang terukur. Nilai R multiple dari analisis regresi linear berganda adalah 0,619 yang menunjukkan hubungan yang kuat antara konsentrasi NO2 dan keempat faktor meteorologi. Nilai R2 sebesar 0,383 menunjukkan persentase sumbangan pengaruh variabel T. RH, rainfall, dan wind speed terhadap konsentrasi NO2 adalah sebesar 38,3% dan sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam pengukuran pada penelitian ini. Secara parsial ada pengaruh signifikan antara T terhadap konsentrasi NO2 dan keduanya memiliki korelasi positif. Tidak ada pengaruh signifikan antara RH terhadap konsentrasi NO2 dan korelasinya negatif. Tidak ada pengaruh signifikan antara rainfall terhadap konsentrasi NO2 dan korelasinya negatif. Ada pengaruh signifikan antara wind speed terhadap konsentrasi NO2 dan korelasi negatif. Ucapan Terima Kasih Author mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Universitas Universal yang telah mendukung penelitian ini. Singkatan NO2 Nitrogen Dioksida Temperature Relative Humidity Referensi