Pratiwi Suprianto. Lisda Maria HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU IBU DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE Pratiwi SupriantoA. Lisda MariaA Rumah Sakit Sriwijaya Palembang, 2Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : Pratiwisuprianto1b@gmail. com1, lisdamaria83@gmail. Abstrak Menopause merupakan tahapan yang tak terhindarkan dalam kehidupan reproduksi setiap Tahapan ini terkadang membuat wanita menjadi tidak siap dan memiliki perilaku negative karena pengetahuan dan sikap yang belum menerima. Survey di kelurahan 23 ilir Palembang menunjukkan sebagian besar perilaku menghadapi menopause masih kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Ibu dalam Menghadapi Menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. Design penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah semua wanita yang mengalami premenopause, jumlah keseluruhan 887 wanita premenopause di Puskesmas 23 Ilir dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment yang dilanjutkan regresi linear sederhana. Hasil yang didapatkan ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 . value < 0,. Model persamaan regresi pada pengetahuan yaitu Y= 34,628 0,314 Pengetahuan. Model persamaan regresi pada sikap yaitu Y= 4,135 0,911 sikap. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan memiliki pengaruh 9,8% terhadap variable perilaku dan sikap memiliki pengaruh 55,0% terhadap variable perilaku. Saran penelitian ini untuk mengembangkan model pendidikan kesehatan bagi wanita premenopause dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap sehingga dapat menangani masalah menopause. Kata kunci : Pengetahuan. Sikap. Perilaku, menopause Abstract Menopause is an unavoidable stage in the reproductive life of every woman. This stage sometimes makes women unprepared and have negative behavior because of knowledge and attitudes that have not been accepted. The survey in 23 Ilir Palembang village showed that most of the behavior in dealing with menopause was still not good. Objective to determine the relationship between knowledge and attitudes towards maternal behavior in dealing with menopause at 23 Ilir Health Center Palembang in 2022. Methods: The research design used was observational analytic with a cross-sectional approach. The population taken in this study were all premenopausal women, a total of 887 premenopausal women at the 23 Ilir Health Center with a total sample of 81 people. Data analysis used product moment correlation test followed by simple linear regression. Results it was found that there was a relationship between knowledge and attitudes with maternal behavior in dealing with menopause at the 23 Ilir Health Center Palembang in 2022 . value <0. The regression equation model on knowledge is Y= 34. 314 Knowledge. The regression equation model on attitude is Y= 4. 911 attitude. Conclusion: Based on the results of the study, it was found that knowledge had an effect of 9. 8% on behavioral variables and attitudes had an influence of 0% on behavioral variables. Suggestion this reasearch is recommended to develop a health education model for premenopausal women in increasing knowledge and attitudes so that they can deal with menopausal problems. Keywords: Knowledge. Attitude. Behavior, menopause Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria PENDAHULUAN Menopause adalah proses alami yang dialami setiap wanita sebagai akibat dari penurunan bertahap folikel ovarium primordial terkait usia. Ini adalah penghentian permanen menstruasi dan didefinisikan sebagai amenore 12 bulan setelah menstruasi terakhir tanpa penyebab patologis lainnya. Transisi menopause atau perimenopause dimulai rata-rata empat tahun sebelum periode menstruasi terakhir dan ditandai dengan siklus menstruasi Pramenopause digunakan untuk merujuk pada satu atau dua tahun segera sebelum menopause atau untuk merujuk pada seluruh periode reproduksi sebelum menopause. Umur mulainya menopause alami juga bervariasi di seluruh dunia. Di benua amerika, usia rata-rata saat menopause adalah 51 tahun. Di seluruh Eropa awal menopause alami lebih tinggi dengan ratarata 50,7 tahun. Pada wilayah Uni Emirat Arab dimulai yaitu 48,7 tahun. Data Asia menunjukkan bahwa usia rata-rata 48,4 . Faktor-faktor mempengaruhi usia menopause diantarnya adalah usia terjadinya menarche, gangguan kontrasepsi oral, gravida. Indeks Masa Tubuh (IMT), merokok, minum alkohol, aktivitas fisik dan factor genetik. Sindrom premenopause dialami oleh banyak wanita hampir di seluruh dunia, sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia. Dari beberapa data tampak bahwa salah satu faktor dari perbedaan jumlah tersebut adalah karena pola makan. Wanita Eropa dan Amerika mempunyai estrogen yang lebih banyak dari pada Asia. Penurunan mengganggu aktivitas kehidupan para Jumlah wanita yang berusia 45-55 tahun di Indonesia mencapai 14,3 juta Pada tahun 2017 jumlah penduduk di Indonesia mencapai 261,89 juta orang yang terdiri dari 130,31 juta perempuan dengan jumlah perempuan yang berusia 45-55 tahun dan jumlah wanita dengan umur menopause diperkirakan 15,8 juta Pada tahun 2020 di Indonesia 30,3 juta wanita menopause. Menurut Kemenkes RI, tahun 2017 jumlah perempuan menopause di Sumatera Selatan sebesar 69,43% dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 69,65%. Tahun 2017 di Sumatera Selatan jumlah wanita menopause sebesar 196. 835 orang namun hanya 39,53% yang telah mendapat pelayanan kesehatan (Kemenkes RI. Menopause dan perubahan terkait seperti hormonal, biologis, perubahan fisik memiliki dampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup serta kesejahteraan wanita premenopause . Perempuan yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup Gejala yang paling umum dirasakan yaitu kehilangan memori, kelelahan berulang, kulit kering, alat reproduksi mengalami penurunan fungsi. Gejala keparahannya bervariasi pada setiap wanita karena banyak faktor yang Perubahan hormonal saat menopause berhubungan dengan berbagai gejala psikologis dan fisik seperti gejala vasomotor, infeksi saluran kemih, gangguan tidur, perubahan suasana hati, depresi, atrofi vagina, dan peningkatan risiko kesehatan untuk beberapa gangguan kronis termasuk penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan kehilangan fungsi Gejala menopause, terutama berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pada wanita. Sebagian besar wanita merasa, menopause merupakan fase yang harus Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria dilalui setiap wanita. Adanya stigma ini membuat wanita premoenopause merasa tidak perlu mencari tahu masalah menopause dan harus menerimanya dengan pasrah . Sikap yang salah ini membuat wanita perimenopause malu untuk mengungkapkan masalahnya dan mencari tahu untuk mengatasi gejala Hal ini akan berdampak pada perilaku yang kurang baik dalam mengatasi gejala menopause hingga terjadinya depresi pada wanita menopause. Faktor-faktor keluhan-keluhan menopause terutama kesiapan diri untuk menerima menopause sebagai tahapan Bahkan untuk sebagian wanita menopause merupakan karunia karena tidak ada lagi hambatan untuk beribadah. Faktor lain adalah keturunan, pola hidup, dan pemakaian obat-obatan. Bila ibu dari menopausenya dengan baik, biasanya anaknya pun demikian. Wanita memiliki pengetahuan yang tinggi akan menopause lebih baik. Pengetahuan membantu untuk mengurangi gejala negatif yang terjadi pada wanita Secara pemahaman yang tepat pada perempuan tentang perubahan fisik, mental, sosial, dan psikologis yang terjadi selama menopause membantu mereka mengelola gejala serta mempertimbangkan tindakan pencegahan yang tersedia. Menurut menyatakan bahwa dengan memahami sifat dan gejala menopause membantu wanita untuk menyesuaikan diri dan memperbaiki kualitas hidup selama Tingkat pengetahuan tentang menopause umumnya masih rendah hal ini berdampak pada sikap Akibatnya skor gejala somatik menopause secara signifikan tinggi pada wanita perimenopause. Hal yang sama juga, pada tingginya gejala psikologis pada wanita perimenopause. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan yang baik untuk menciptakan sikap penerimaan pada masa Wanita memahami detail tentang perubahan fisik yang terjadi dalam tubuhnya. Mereka juga perlu meningkatkan pengetahuan dan persepsi gejala menopause, kesehatan secara keseluruhan, dan kesejahteraan karena fokus kesehatan masyarakat pada masalah kesehatan yang muncul pada perimenopause tidak terlalu menjadi perhatian sehingga gejala menopause ini berakhir dengan masalah depresi dan masalah penyakit tidak menular yang Menurut penelitian Rahayu et al . menyatakan bahwa, pengetahuan dan sikap serta perilaku yang positif terhadap menopause akan berdampak pada kesiapan wanita dalam menghadapi Proses adopsi perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Sebelum orang mengadopsi perilaku baru di dalam dirinya, mereka harus memiliki sikap penerimaan yang baik dahulu. Hal ini juga berlaku pada masalah menopause. Pengetahuan dan sikap dengan perilaku merupakan faktor yang beriringan. Survey awal yang dilakukan oleh peneliti di kelurahan 23 ilir palembang dengan cara wawancara dengan 10 wanita premenopause didapatkan hasil bahwa 2 orang . %) perempuan premenopause mengetahui tanda dan gejala menopause seperti, haid tidak teratur, adanya rasa panas pada daerah wajah dan emosi tidak Sedangkan 8 orang . %) mengetahui tanda dan gejalanya, mereka hanya mengetahui bahwa ketika sudah Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria tidak menstruasi berarti mereka telah menopause sehingga mereka bersikap biasa saja dalam menghadapi menopause karena mereka kurang paham apa saja yang akan terjadi setelah menopause. Hasil survey yang berhubungan dengan pengetahuan dan sikap dengan menopause didapatkan hasil 2 orang . %) mencari informasi dan bertanya kepada keluarga, tetangga, membaca buku, dan tenaga kesehatan sehubungan dengan menopause dan 8 orang . %) lainnya tidak terlalu memperdulikan, mereka beranggapan jika sudah tua pasti akan mengalami menopause atau tidak mens Berdasarkan penjelasan dan datadata pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi ketika menopause masih Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Ibu dalam Menghadapi Menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitaif. Desain penelitian yang akan digunakan analitik dengan pendekatan crossectional . otong lintan. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2022 di Puskesmas 23 Ilir yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Target/Subjek Penelitian Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah semua wanita yang keseluruhan 97 wanita premenopause di Puskesmas 23 Ilir dengan besar sampel 81 Subjek penelitian ini adalah Wanita premenopause 40-51 tahun di Puskesmas 23 Ilir. Kriteria inklusi penelitian ini Wanita premenopause 40-51 tahun di Puskesmas 23 Ilir, bersedia menjadi responden penelitian dengan mengisi informed consent dan Tidak buta huruf. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah Mengalami penyakit tertentu, seperti pengakatan rahim, kanker, gagal ginjal kronik(GGK), gangguan jiwa, dan stroke. Prosedur Penelitian ini melakukan prosedur untuk jenis observasional analitik. Peneliti membuat proposal penelitian dan studi Seletah rekomendasi etik peneliti mealkukan pemilihan subjek di Puskes dengan kriteria Pelaksanaan penelitian ini dengan mendatangi subjek penelitian sesuai data RM di Puskesmas, kemudian peneliti memberikan penjelasan penelitian sampai persetujuan. Ibu kemudian mengisi data kuesioner data primer saat wawancara. Data. Intrumen. Teknik Pengumpulan Data Lembar kuesioner dalam penelitian adalah lembar kuesioner tertutup dengan untuk data pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang menopause. Ibu mengisi lembar kuisoner yang berupa pertanyaan yang jawabanya. Penelitian ini Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui data primer berupa kuisioner dan data sekunder berupa catatan rekam medis. Prosedur penelitian yang akan dilakukan Teknik Analisis Data Analisis univariat menggunakan sebaran mean (Standar devias. Pada analisis bivariate menggunakan korelasi product moment analisis ini nilai alpha yang ditetapkan adalah 0,05. Bila data berdistribusi normal, analisis dilanjutkan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria dengan regresi linear sederhana dengan menggunakan rumus Y = aX1 bX2 e . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Rata-rata pengetahuan ibu dalam Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 Mean (SD) Median Min Maks 55,99 . Berdasarkan tabel 1 didapatkan rata-rata pengetahuan responden adalah 55,99 . dengan skor minimum 21 dan skor maksimum 100. Menurut teori, pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapi. Suatu hal yang menjadi pengetahuannya adalah selalu terdiri atas unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin Pengetahuan dalam menghadapi menopause pada penelitian ini adalah tingkat pemahaman perubahan dalam tubuh sebagai transisi dari keadaan berpotensi reproduktif ke keadaan nonreproduksi, dan skala penilaian yang mengukur pengetahuan tentang potensi melahirkan anak, gejala menopause, perubahan siklus dan aliran menstruasi, menopause, kadar hormon ovarium, efek pengobatan estrogen dan lain-lain. Wanita dengan pengetahuan yang kurang tentang menopause perlu didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan manajemen kesehatan reproduksi dan perawatan yang lebih baik. Pengetahuan mengelola menopause. Oleh sebab itu program pendidikan yang disesuaikan untuk menopause untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang menopause pada wanita perimenopause . Sejalan dengan penelitian Eldin . di Mesir. Hasil penelitian pengetahuan yang baik dari wanita yang Tingkat pengetahuan yang rendah di antara wanita yang diteliti dalam penelitian ini dan penelitian regional serupa lainnya mungkin disebabkan oleh masalah pascamenopause yang diabaikan oleh komunitas medis dan media massa di wilayah kami. Temuan ini membutuhkan edukasi pengetahuan tentang menopause dan untuk melakukan lebih banyak upaya untuk menciptakan sikap kesadaran tentang masalah ini. Didukung oleh penelitian Nua & Adesta, . , penelitian ini dilakukan di Puskesmas Beru Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik berjumlah 40 responden . %). Pada penelitian Ayenew et al . , menyatakan pengetahuan wanita tentang menopause masih rendah. Tempat kekayaan, informasi yang diterima tentang gejala menopause, riwayat penggunaan menopause berhubungan bermakna dengan pengetahuan tentang gejala menopause. Oleh karena itu, untuk meningkatkan menopause, program pendidikan kesehatan perlu diintegrasikan dengan kesehatan menopause dalam sistem pelayanan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria Menurut pendapat peneliti. Tingkat pengetahuan pada responden rata-ratanya masih rendah. Hasil ini membutuhkan edukasi pengetahuan tentang menopause di kurikulum pendidikan, maupun di fasilitas kesehatan, dan untuk melakukan lebih banyak upaya untuk meningkatkan pengetahuan sehingga kesadaran tentang masalah ini menjadi lebih baik dalam mengatasi menopause Tabel 2 Rata-rata sikap ibu dalam Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. Mean (SD) Median Min Maks 52,79 . Berdasarkan tabel 2 didapatkan rata-rata sikap responden adalah 52,79 . dengan skor minimum 27 dan skor Sejalan dengan teori, dikatakan sebagai respon yang hanya timbul bila individu dihadapkan pada suatu Sikap seseorang terhadap sesuatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak . maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak . pada objek tertentu. Sikap merupakan persiapan untuk bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. Sikap menopause berarti pendapat evaluatif, komunikasi, dan perubahan mental tentang menopause, dan mencakup perasaan dan pikiran yang diungkapkan tentang hal-hal tertentu dan sikap mental sebagai kesiapan untuk menanggapi situasi atau objek tertentu. Faktor-faktor yang menurut Rachmawati, . antara lain emosional. Lembaga pendidikan dan lembaga agama. Adanya pendidikan kesehatan dapat meningkatkan sikap Menurut penelitian Nua & Adesta premenopause yang memiliki sikap negatif berpengaruh dengan pengetahuan yang dimiliki dimana terdapat beberapa ibu premenopause memiliki sikap negatif perubahanperubahan yang terjadi dalam diri mereka. Ibu-ibu premenopause banyak kesehatan yang diberikan di posyandu maupun di puskesmas serta tidak memiliki motivasi dari dalam diri untuk mencari informasi tentang menopause. Berbeda dengan penelitian Eldin . di Mesir yang menyatakan mayoritas wanita yang diteliti memiliki sikap positif terhadap menopause. Persentase wanita yang berpendidikan lebih tinggi dalam penelitian ini mempengaruhi cara berpikir mereka dan sikap tentang menopause karena itu hanya tahap dan bukan akhir dari hidup mereka. Menurut pendapat peneliti, pada masa premenopause sebaiknya ibu merubah kebiasaan yang kurang baik untuk kesehatan, ibu harus rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan bernutrisi, menyesuaikan pola makan, menjaga keharmonisan rumah tangga serta diharapkan ibu premenopause lebih banyak mencari informasi melalui media massa, media elektronik, dan tenaga Semakin banyak informasi yang didapat maka semakin banyak pengetahuan yang akan membentuk sikap menghadapi menopause Tabel 3 Rata-rata perilaku ibu dalam Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. Mean (SD) Median Min Maks 52,22 . Berdasarkan tabel 3 didapatkan rata-rata perilaku responden adalah 52,22 . dengan skor minimum 10 dan skor Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria Menurut teori, perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati dari luar. Menurut Skinner, perilaku adalah respon atau reaksi seseorang terhadap suatu rangsangan dari luar . Pada penelitian ini perilaku yang diharapkan adalah Manajemen perempuan itu sendiri untuk meringankan gejala menopause dan mencegah penyakit menopause secara fisik, psikologis, emosional, sosial dan spiritual untuk perubahan pola gaya hidup pada perempuan premenopause. Menurut Green, menunjukkan bahwa beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku diantarnaya adalah faktor predisposisi, faktor pendukung dan faktor pendorong. Pada penelitian ini yang dibahas merupakan faktor predisposisi termasuk usia, jenis kelamin, penghasilan, kepercayaan, keyakinan nilai Ae nilai, dan Sejalan Novianty . , menunjukkan responden yang memiliki perilaku negatif yaitu sebanyak 71 responden . ,9%) . responden yang memiliki perilaku positif sebanyak 30 responden . ,1%). Wanita memiliki antisispasi yang berbeda-beda terhadap datangnya menopause. Wanita yang memiliki pengetahuan tentang menopause, maka pada saat datangnya menopause hal ini menyebabkan wanita akan berperilaku positif. Menurut pendapat peneliti, ratarata perilaku responden masih kurang. Hal ini karena responden belum memahami tentang menopause maka peneriman datangnya menopause kurang disambut Tabel 4. Hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 P Value 0,004 0,313 Berdasarkan tabel 4. 4 didapatkan p value 0,004 yang berarti bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. Nilai r = 0,313 hal ini menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah. Analisis sederhana untuk menilai pengaruh pengetahuan dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause pada tabel berikut. Tabel 5 Analisis regresi sederhana perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 Constant Square value 0,313 0,098 0,004 0,314 34,628 Pada tabel 5 didapatkan nilai R=0,313 yang menunjukkan koefisien Nilai R Square menunjukkan 0,098 yang berarti bahwa pengetahuan hanya memiliki pengaruh 9,8% terhadap variable perilaku sedangkan dan 91,2% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variable pengetahuan. Hasil uji statistic menunjukkan p value =0,004 yang berarti bahwa model regresi linear. Pada model ini didapatkan model persamaan regresi Y= 34,628 0,314 Pengetahuan. Sebelum seseorang mengadopsi perilaku . erperilaku bar. , ia harus tahu terlebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau keluarganya. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Apabila penerimaan perilaku baru atau Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria adopsi perilaku melalui proses seperti ini di dasari oleh pengetahuan, dan kesadaran dari sikap yang positif, maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng . ong Sebaliknya pabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung Sejalan dengan penelitian Hartini . , menyatakan bawha ada hubungan pengetahuan dengan perilaku menghadapi Wanita yang memiliki pengetahuan yang lebih baik akan memungkinkan mereka memanajemen perilakunya dalam mengahapi menopause sehingga keluhan masa menopause akan lebih ringan dibandingkan wanita yang memiliki pengetahuan yang kurang. Didukung oleh penelitian Novianty . , yang menyatakan bahwa ada hubungan menghadapi menopause. Sebagian besar berperilaku negatif dikarenakan tingkat pengetahuan kurang dan minimnya informasi tentang menopause, juga dari faktor subjek peneliti dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, karena banyak ibu yang berpendidikan rendah serta tidak bekerja. dan juga karena faktor usia yang membuat mereka tidak melakukan kegiatan positif seperti olah raga, dikarenakan ibu lebih suka diam Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Kwak et al. , ( 2. yang dilakukan pada perempuan premenopause di Korea. Wanita menopause menunjukkan gejala fisik yang jauh lebih tinggi daripada Tidak hubungan signifikan Antara pengetahuan dengan perilaku manajemen menopause Ada korelasi yang signifikan antara sikap menopause dengan perilaku manajemen Menurut Pengetahuan tentang konsep menopause akan membantu wanita untuk memahami dan mengatasi bahwa menopause adalah proses perkembangan yang normal. Semakin rendah tingkat pengetahuan seseorang maka semakin tinggi perilaku negatif seseorang, dikarenakan kurangnya Tetapi pengetahuan tinggi berperilaku positif dikarenakan kurangnya informasi tentang Tabel 6 Hubungan sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 P Value 0,000 0,745 Berdasarkan tabel 4. 6 didapatkan p value 0,000 yang berarti bahwa ada hubungan sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. Nilai r = 0,745 hal ini menunjukkan kekuatan hubungan yang kuat. Analisis dilanjutkan dengan regresi linear sederhana untuk menilai pengaruh sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause pada tabel berikut. Tabel 7 Analisis regresi sederhana pengaruh sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 Constant Square value 0,745 0,555 0,000 0,911 4,135 Pada tabel 7 didapatkan nilai R=0,7,45 yang menunjukkan koefisien Nilai R Square menunjukkan 0,555 yang berarti bahwa sikap memiliki pengaruh 55,0% terhadap variable perilaku sedangkan dan 45,0% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variable Hasil uji statistic menunjukkan p value =0,000 yang berarti bahwa model regresi linear. Pada model ini didapatkan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria model persamaan regresi Y= 4,135 0,911 sikap. Pada penelitian ini didapatkan p value 0,000 yang berarti bahwa ada hubungan sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022. Nilai r = 0,745 hal ini menunjukkan kekuatan hubungan yang kuat. Adanya kekuatan hubungan tidak menjamin seberapa bersar perilaku oleh sebab itu dilanjutkan dengan analisis regresi linear didapatkan nilai R=0,7,45 yang menunjukkan koefisien Nilai R Square menunjukkan 0,555 yang berarti bahwa sikap memiliki pengaruh 55,0% terhadap variable perilaku sedangkan dan 45,0% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variable Hasil uji statistic menunjukkan p value =0,000 yang berarti bahwa model regresi linear. Pada model ini didapatkan model persamaan regresi Y= 4,135 0,911 sikap. Telah diuraikan diatas bahwa sikap adalah penilaian . isa berupa pendapa. seseorang terhadap stimulus atau objek . alam hal ini adalah masalah kesehatan, termasuk penyaki. Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek, proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau objek kesehatan Sikap akan menentukan perubahan perilaku seseorang. Sejalan dengan penelitian Rahayu et . , menyatakan bahwa ada mempersiapkan menopause dengan p 039 dan kekuatan korelasi sebesar -0,293. Wanita yang memiliki sikap netral atau positif terhadap menopause akan lebih siap mengalami menopause dan siap menerima perubahan-perubahan yang Sikap negatif terhadap menopause berhubungan dengan munculnya gejalagejala saat menopause. Penelitian yang dilakukan Kwak et , ( 2. yang menunjukkan Ada korelasi yang signifikan antara sikap menopause dengan perilaku manajemen Wanita dengan sikap positif terhadap menopause lebih mungkin untuk mengelola menopause dengan lebih baik. Wanita dengan sikap positif mampu mengelola menopause melalui olahraga teratur, menunjukkan hasil yang sebanding Wanita pascamenopause memiliki sikap yang lebih negatif terhadap menopause dan tingkat perilaku promosi kesehatan yang Hot flush adalah salah satu gejala yang paling sering dilaporkan selama menopause dan disebut sebagai gejala vasomotor bersama dengan keringat KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022 . value= 0,. Model persamaan regresi didapatkan Y= 34,628 0,314 Pengetahuan Ada hubungan sikap dengan perilaku ibu dalam menghadapi menopause di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun Model persamaan regresi didapatkan Y= 4,135 0,911 sikap SARAN Disarankan untuk mengembangkan penelitian system pendidikan kesehatan bagi wanita menopause agar wanita menopause dapat mengatasi masalah pengetahuan dan sikap dalam mengaasi Diperlukan kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Juli 2022 Pratiwi Suprianto. Lisda Maria manjemen perilaku dalam menghadapi tingkat gejala menopause. Bagi tempat penyuluhan untuk kelas ibu tentang bagaimana gejala menopause dan cara Mengintegrasikan menopause dengan layanan kesehatan ibu lainnya, dan pemberdayaan perempuan di masyarakat dalam pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dengan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA