Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 EFISIENSI BIAYA DAN PENJADWALAN PROYEK REHABILITASI PUSKESMAS RAWAT INAP PESANGGRAHAN, KUTOREJO. MOJOKERTO Nurdiana. Universitas Islam Majapahir fitri0278@gmail. Abstract Control is one of the functions of project management which aims to ensure that work can achieve its goals without many The relationship between direct costs and indirect costs to time has a tendency to be the opposite. If the project implementation time is accelerated it will result in an increase in direct costs but in the indirect costs there will be a decrease. The results of the analysis using the cost control method and the integrated schedule . arned value concep. for the implementation of the Pesanggrahan Inpatient Puskesmas Rehabilitation Project in Kutorejo Subdistrict. Mojokerto Regency on the project implementation performance in terms of cost shows that the implementation of the project has benefited, this is indicated by the CV indicator . ost variant ) has a positive value of Rp. 60,475,147 or the performance index value (CPI) = 1. 07> 1. While the aspect of the project implementation schedule is experiencing delays as indicated by the SV indicator . chedule varianc. is negative Rp. 102,477,511 Or SPI schedule performance index = 0. 90 <1. Project performance when reporting is running well, profits will be obtained because the funds spent are still under the planned budget. A positive ETC value of Rp. 9,773,374 While from the aspect of schedule, the implementation experienced a slight delay from the specified schedule, it can be seen from the August EAS of 90 days, so that the September EAS was above 90 days. Keywords: control, cost, profit Abstrak Pengendalian merupakan salah satu fungsi dari manajemen proyek yang bertujuan agar pekerjaan-pekerjaan dapat berjalan mencapai sasaran tanpa banyak penyimpangan. Hubungan biaya langsung dan biaya tak langsung terhadap waktu memiliki kecenderungan bertolak belakang. Jika waktu pelaksanaan proyek dipercepat akan mengakibatkan peningkatan biaya langsung tetapi pada biaya tak langsung terjadi penurunan. Hasil analisis dengan menggunakan metode pengendalian biaya dan jadwal terpadu . arned value concep. pelaksanaan proyek Rehabilitasi Puskesmas Rawat Inap Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto pada kinerja pelaksanaan proyek dari aspek biaya menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek ini memperoleh keuntungan, hal ini ditunjukkan dari indikator CV . ost varia. bernilai positif Rp. 147 atau nilai indeks kinerja (CPI) = 1,07 > 1. Sedangkan dari aspek jadwal pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan yang ditunjukkan oleh indicator SV . chedule varian. bernilai negative Rp. 511 Atau indeks kinerja jadwal SPI = 0,90 < 1. Kinerja proyek pada saat pelaporan berjalan dengan baik, keuntungan akan di dapat karena dana yang dikeluarkan masih dibawah perencanaan anggaran yang dibuat. Nilai ETC positif sebesar Rp. 374 Sedangkan dari aspek jadwal, pelaksanaan mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan, bisa dilihat dari EAS bulan Agustus 90 hari, sehingga EAS bulan September diatas 90 hari. Kata Kunci: pengendalian, biaya, laba Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 PENDAHULUAN Laba salah satu variabel prioritas yang akan ditargetkan oleh pelaku usaha. Didalam perkembangannya metode untuk meningkatkan capaian hasil usaha terkhusus pada variabel laba semakin beragam, beberapa diantaranya memfokuskan pada efisiensi biaya (TC) dan maksimum pendapatan (TR). Yang lebih khusus lagi, fokus efisiensi biaya lebih kepada pengendalian biaya usaha serta pengendalian waktu pengerjaan produk. Dunia konstruksi erat dengan kehidupan manusia karena setiap usaha penyediaan bangunan, tempat tinggal, tempat pendidikan, sarana publik seperti pasar, rumah sakit, jalan raya atau yang lainnya pelaksananya adalah dari dunia Istilah pekerjaan pada dunia konstruksi, sering disebut sebagai proyek. Untuk lebih mengoptimalkan capaian dari pengerjaan suatu proyek, perlu adanya pengendalian proyek. Secara teoritis, pengendalian proyek adalah suatu usaha sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar, menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dengan standar, dan mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya yang digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran (Soeharto, 1. Pada proyek konstruksi, jenis biaya dibedakan menjadi dua yaitu biaya langsung (Direct Cos. dan biaya tidak langsung (Indirect Cos. (Soeharto, 1. Biaya langsung adalah semua biaya yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan. Biayabiaya yang dikelompokkan dalam biaya langsung adalah biaya bahan/material, biaya pekerja/upah dan biaya peralatan . Biaya tak langsung adalah semua biaya proyek yang tidak secara langsung berhubungan dengan konstruksi di lapangan tetapi biaya ini harus ada dan tidak dapat dilepaskan dari proyek tersebut. Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya tak langsung adalah biaya overhead, biaya tak terduga . , keuntungan, pajak dan lainnya. Hubungan biaya langsung dan biaya tak langsung terhadap waktu memiliki kecendrungan bertolak belakang. Jika waktu pelaksanaan proyek dipercepat akan mengakibatkan peningkatan biaya langsung tetapi pada biaya tidak langsung terjadi penurunan. Berdasarkan gambaran diatas pengendalian waktu dan biaya perlu dilakukan secara terpadu atau terintegrasi. Metode pengendalian biaya dan waktu terpadu ini dikenal dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Valu. Pentingnya pengendalian biaya dan jadwal pengerjaan proyek akan sangat menentukan hasil akhir suatu proyek, laba ataukah rugi. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: AuEfisiensi biaya dan pengendalian jadwal pada proyek Rehabilitasi Puskesmas Rawat Inap Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo Kabupaten MojokertoAy METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis dilakukan dengan mengolah data berdasarkan persamaan yang terdapat pada earned value concept. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Rencana Anggaran Belanja (RAB), laporan keuangan proyek serta schedule pengerjaan proyek. Sumber data berasal dari dokumen pengerjaan proyek oleh CV. Pilar Mas Mukti Mojokerto. Analisis data dilakukan dengan tahapan penghitungan : Anggaran Biaya Menurut Jadwal (Planned Valu. Perhitungan Anggaran Menurut Jadwal/ PV/ (BCWS) didapat dengan merencanakan seluruh aktifitas proyek berdasarkan metode konstruksi yang terpilih disajikan pada tabel 3. PV . lanned valu. = EuRAB x Eubobot per minggu Biaya aktual (Actual Cos. Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Pengeluaran biaya aktual pekerjaan (Actual Cos. sampai saat pelaporan didapat dari laporan keuangan proyek. Data terkait Actual Cost sesuai dengan penggunaan dana proyek selama tahapan yang telah direncanakan oleh perusahaan. Nilai Hasil (Earned Valu. Nilai hasil (Earned Valu. adalah hasil yang didapat berdasarakan pekerjaan yang telah terselesaikan dianggarkan dari pekerjaan yang telah diselesaikan. Nilai hasil dihitung berdasarkan prosentase bobot yang didapat dikalikan dengan total anggaran . ilai kontra. Nilai hasil yang didapat sampai saat pelaporan yang disajikan pada Tabel 3. EV = Eu RAB O Eu Bobot per minggu komulatif IndikatorAeIndikator Konsep Nilai Hasil Melalui ketiga indikator PV. AC dan EV kini dapat dihitung berbagai faktor yang menunjukkan kemajuan dan kinerja pelaksanaan proyek, seperti : Varians Biaya (CV) dan Varians Jadwal (SV). Memantau perubahan varians terhadap angka standar. Indeks produktifitas dan kinerja. Prakiraan biaya penyelesaian proyek. CV (Cost Varia. Varians Biaya adalah membandingkan nilai hasil dari anggaran yang telah dialokasikan dengan biaya aktual yang terjadi untuk suatu pekerjaan, dalam persamaan matematika dinyatakan CV = BCWP Ae ACWP Angka negatif varians biaya menunjukkan bahwa biaya aktual lebih tinggi daripada anggaran . ost overru. , angka nol menunjukkan pekerjaan terlaksana sesuai dengan biaya yang dianggarkan dan angka positif menunjukkan biaya yang terjadi dibawah anggaran . ost SV (Scheduled Varian. Varians Jadwal adalah membandingkan nilai hasil dari anggaran yang telah dialokasikan dengan rencana anggaran. Varians ini dapat dirubah bentuknya menjadi nilai uang dari pekerjaan, sehingga semua varians dapat dinotasikan dalam bentuk yang sama. Persamaannya SV = BCWP Ae BCWS Angka negatif pada varians jadwal berarti terlambat, angka nol berarti sesuai dengan jadwal dan nilai positif berarti lebih cepat daripada rencana. Berikut disajikan persamaan CV (Cost Varia. CV . ost varian. = EV Ae AC Keterangan: CV (Cost Varia. = biaya varians EV (Earned Valu. = nilai hasil AC (Actual Cos. = biaya aktual Berikut disajikan persamaan SV (Scheduled Varian. SV (Schedule varian. = EV Ae PV Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Keterangan: SV (Schedule Varia. = varians jadwal EV (Earned Valu. = nilai hasil PV (Planned Valu. = anggaran menurut jadwal Kinerja Proyek Saat Pelaporan. Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan sebagai indeks kinerja, indeks kinerja ini terdiri dari indeks kinerja biaya (Cost Performance Index=CPI) dan indeks kinerja jadwal (Schedule Performance Index=SPI). Indeks kinerja biaya (CPI)= EV/AC atau CPI= BCWP/ACWP Indeks kinerja jadwal (SPI)= EV/PPV atau SPI= BCWP/BCWS Dengan kriteria indeks kinerja . erformance inde. - Indeks kinerja < 1, berarti pengeluaran lebih besar daripada anggaran atau waktu pelaksanaan lebih lama jadi jadwal yang direncanakan. Bila anggaran dan jadwal sudah dibuat secara relistis, maka berarti ada yang tidak benar dalam pelaksanaan kegiatan. - Indeks kinerja > 1, maka kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran lebih kecil dari anggaran atau jadwal lebih cepat dari rencana. - Indeks kinerja makin besar perbedaannya dari angka 1, maka makin besar penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran. Bahkan bila didapat angka yang terlalu tinggi berarti prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik, perlu pengkajian lebih dalam apakah mungkin perencanaannya atau anggaran yang justru tidak relistis. Berikut disajikan persamaan CPI (Cost Performance Inde. CPI (Cost Performance Inde. = EV / AC Keterangan: CPI (Cost Performance Inde. = Indeks kinerja biaya EV (Erned Valu. = nilai hasil AC (Actual Cos. = biaya aktual Berikut disajikan persamaan SPI (Schedule Performance Inde. SPI (Schedule Performance Inde. = EV / PV Keterangan: SPI (Schedule Performance Inde. = Indeks kinerja jadwal EV . arned valu. = nilai hasil PV . lanned valu. = anggaran menurut biaya Proyeksi pengeluaran biaya dan jangka waktu penyelesaian proyek. Membuat prakiraan biaya atau jadwal penyelesaian proyek yang didasarkan atas hasil analisa indikator yang diperoleh, akan memberikan petunjuk besarnya prakiraan biaya pada akhir proyek (Estimate At Completion. EAC). Angka prakiraan ini tidak dapat memberikan jawaban yang tepat karena didasarkan atas berbagai asumsi, meskipun demikian prakiraan biaya akhir sangat bermanfaat dalam memberikan peringatan dini mengenal hal-hal yang akan terjadi bila kecenderungan yang ada pada saat ini tidak mengalami perubahan. Bila kinerja biaya pada pekerjaan tersisa dianggap tetap seperti pada saat pelaporan maka prakiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (Estimate To Completion. ETC) adalah sama besar dengan anggaran pekerjaan tersisa dibagi dengan indeks kinerja biaya, atau dalam persamaan : Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 ETC = (BCWS Ai BCWP) / CPI Dengan demikian prakiraan biaya pada akhir proyek adalah sama dengan jumlah biaya aktual ditambah prakiraan biaya untuk pekerjaan tersisa EAC = ACWP ETC Sedangkan perkiraan waktu penyelesaian seluruh pekerjaan: Sisa waktu : ETS = . isa wakt. / SPI EAS = waktu selesai ETS Keterangan: ETS (Estimate Temporary Cos. = perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa EAS (Estimate All Schedul. = perkiraan total waktu proyek Berikut disajikan persamaan ETC (Estimate Temporary Cos. ETC (Estimate Temporary Cos. = (BAC-BCWP) / CPI Keterangan: ETC (Estimate Temporary Cos. = perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa BAC. udget at completio. = Anggaran proyek keseluruhan BCWP . udgeted cost of work performe. = Nilai hasil yang telah selesai CPI (Cost Performance Inde. = Indeks kinerja biaya Berikut disajikan persamaan EAC (Estimate All Cos. EAC (Estimate All Cos. = ACWP ETC Keterangan: EAC (Estimate All Cos. = perkiraan total biaya akhir proyek ACWP (Actual Cost Of Work Performe. = jumlah biaya aktual yang telah dilaksanakan ETC (Estimate Temporary Cos. = perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa dengan memperhitungkan dana yang telah digunakan dalam pengerjaan proyek. ETS (Estimate Temporary Schedul. ETS (Estimate Temporary Schedul. = . isa wakt. / SPI Keterangan: ETS (Estimate Temporary Schedul. = perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa SPI (Schedule Performance Inde. = Perbandingan antara penyelesaian pekerjaan di lapangan dengan rencana kerja. EAS (Estimate All Schedul. EAS . stimate all schedul. = waktu selesai ETS Keterangan: EAS . stimate all schedul. = perkiraan total waktu proyek ETS (Estimate Temporary Schedul. = perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksana Jasa Kontruksi CV. Pilar Mas Mukti (CV. PMM) merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dibidang konstruksi bangunan, dengan Bapak Danang Wijanarko ST sebagai Direktur. Perusahaan konstruksi ini beralamat di Jl. Garuda No. 29 Brongkol. Desa Banjaragung. Kecamatan Puri. Kabupaten Mojokerto. Pada awal mula perusahaan ini didirikan pekerjaan yang diperoleh masih sebatas pengadaan barang di lingkungan Kabupaten Mojokerto, setelah kurang lebih 3 tahun dari awal didirikan, barulah CV. PMM mulai mengikuti lelang atau tender pekerjaan jasa konstruksi dengan lebih fokus pada pekerjaan konstruksi di lingkungan pemerintah khususnya pekerjaan yang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Salah satu pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. PMM adalah Pembangunan Rehabilitasi Puskesmas Rawat Inap Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin meningkatnya kemajuan teknologi. CV. PPM semakin berkembang dalam pelayanannya. Dengan pengalaman kerja dan kesatuan tim sumber daya manusia yang cukup handal, dibawah pimpinan Bapak Danang Wijanarko. perusahaan konstruksi ini dapat menyelesaikan proyek dengan memberikan kepuasan kepada pelanggan melalui ketepatan dalam segi kualitas, waktu penyelesaian pekerjaan, maupun Analisis Biaya Proyek Berikut disajikan analisisi Rencana Anggaran Biaya proyek Pembangunan Rehabilitasi Puskesmas Rawat Inap Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto dengan Earned value method Anggaran Biaya Menurut Jadwal (Planned Valu. PV . lanned valu. = EuRAB x Eubobot per minggu Bulan EuRAB Mei Juni Juli Agust 1,031,999,100 1,031,999,100 1,031,999,100 1,031,999,100 Data persamaan PV (Planned Valu. Nilai PV Nilai PV Komulatif Eubobot per bulan 199,485,426 426,112,428 322,396,519 84,004,727 Biaya aktual (Actual Cos. 199,485,426 625,597,854 947,994,373 1,031,999,100 Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Pengeluaran biaya aktual pekerjaan (Actual Cos. sampai saat pelaporan didapat dari laporan keuangan proyek perusahaan Tabel 3. Biaya Aktual (Actual Cos. Bulan Ke Bulan Actual Cost Per Bulan Komulatif Mei Juni Juli Agustus 223,531,005 359,032,487 449,435,608 419,610,834 223,531,005 582,563,492 808,468,095 869,046,442 Nilai Hasil (Earne Valu. Nilai hasil (Earned Valu. adalah hasil yang didapat berdasarakan pekerjaan yang telah Nilai hasil dihitung berdasarkan prosentase bobot yang didapat dikalikan dengan total anggaran . ilai kontra. EV = Eu RAB O Eu Bobot per minggu Persamaan Bulan Mei Juni Juli Agust Tabel 3. Biaya Nilai Hasil (Earned Valu. Eu RAB Eu Bobot per minggu 1,031,999,100 1,031,999,100 1,031,999,100 1,031,999,100 Earned Value 241,797,389 613,523,465 884,113,629 929,521,589 IndikatorAeIndikator Konsep Nilai Hasil Melalui ketiga indikator PV. AC dan EV kini dapat dihitung berbagai faktor yang menunjukkan kemajuan dan kinerja pelaksanaan proyek, seperti : Varians Biaya (CV) dan Varians Jadwal (SV). Memantau perubahan varians terhadap angka standar. Indeks produktifitas dan kinerja. Prakiraan biaya penyelesaian proyek. CV (Cost Varia. Varians Biaya adalah membandingkan nilai hasil dari anggaran yang telah dialokasikan dengan biaya aktual yang terjadi untuk suatu pekerjaan, dalam persamaan matematika dinyatakan sebagai CV = BCWP Ae ACWP Angka negatif varians biaya menunjukkan bahwa biaya aktual lebih tinggi daripada anggaran . ost overru. , angka nol menunjukkan pekerjaan terlaksana sesuai dengan biaya yang dianggarkan dan angka positif menunjukkan biaya yang terjadi dibawah anggaran . ost underru. SV (Scheduled Varian. Varians Jadwal adalah membandingkan nilai hasil dari anggaran yang telah dialokasikan dengan rencana anggaran. Varians ini dapat dirubah bentuknya menjadi nilai uang dari pekerjaan, sehingga semua varians dapat dinotasikan dalam bentuk yang sama. Persamaannya adalah : SV = BCWP Ae BCWS Angka negatif pada varians jadwal berarti terlambat, angka nol berarti sesuai dengan jadwal dan nilai positif berarti lebih cepat daripada rencana. Berikut disajikan persamaan CV (Cost Varia. CV . ost varian. = EV Ae AC Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 CV (Cost Varia. Bulan Mei Juni Juli Agust 241,797,389 613,523,465 884,113,629 929,521,589 223,531,005 582,563,492 808,468,095 869,046,442 18,266,384 30,959,973 75,645,534 60,475,147 Berikut disajikan persamaan SV (Scheduled Varian. SV (Schedule varian. = EV Ae PV SV (Schedule varian. Bulan Mei Juni Juli Agust 241,797,389 613,523,465 884,113,629 929,521,589 199,485,426 625,597,854 947,994,373 1,031,999,100 42,311,963 -12,074,389 -63,880,744 -102,477,511 Kinerja Proyek Saat Pelaporan. Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan sebagai indeks kinerja, yang terdiri dari indeks kinerja biaya (Cost Performance Index=CPI) dan indeks kinerja jadwal (Schedule Performance Index=SPI). Indeks kinerja biaya (CPI)= EV/AC atau CPI= BCWP/ACWP Indeks kinerja jadwal (SPI)= EV/PPV atau SPI= BCWP/BCWS Dengan kriteria indeks kinerja . erformance inde. - Indeks kinerja < 1, berarti pengeluaran lebih besar daripada anggaran atau waktu pelaksanaan lebih lama dari jadwal yang direncanakan. Bila anggaran dan jadwal sudah dibuat secara relistis, maka berarti ada yang tidak benar dalam pelaksanaan kegiatan. - Indeks kinerja > 1, maka kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran lebih kecil dari anggaran atau jadwal lebih cepat dari rencana. - Indeks kinerja makin besar perbedaannya dari angka 1, maka makin besar penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran. Bahkan bila didapat angka yang terlalu tinggi berarti prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik, perlu pengkajian lebih dalam apakah mungkin perencanaannya atau anggaran yang justru tidak relistis. Berikut disajikan persamaan CPI (Cost Performance Inde. CPI (Cost Performance Inde. = EV / AC Bulan Mei Juni Juli Agust 241,797,389 613,523,465 884,113,629 929,521,589 Tabel 3. CPI (Cost Performance Inde. 223,531,005 582,563,492 808,468,095 869,046,442 Berikut disajikan persamaan SPI (Schedule Performance Inde. CPI Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 SPI (Schedule Performance Inde. = EV / PV SPI (Schedule Performance Inde. Bulan Mei Juni Juli Agust 241,797,389 613,523,465 884,113,629 929,521,589 199,485,426 625,597,854 947,994,373 1,031,999,100 SPI Status proyek saat pelaporan pada bulan Agustus menunjukkan kinerja proyek positif, hal ini ditunjukan pada data : A CV (Cost Varian. yang bernilai positif sebesar Rp. selisih nilai hasil (EV) dengan biaya actual yang dikeluarkan (AC). A Kinerja proyek dari aspek biaya ini bisa juga dilihat dari nilai indeks kinerja biaya (CPI) = 1,07 > 1 Sedangkan dari Aspek jadwal pelaksanaan pada pelaporan bulan Agustus mengalami keterlambatan hal ini ditunjukan oleh : A SV (Scheduled Varia. yang bernilai negatif (Rp. -102,477,. A selisih nilai hasil (EV) dengan anggaran yang dijadwalkan (PV). A Kinerja proyek bisa juga dilihat dari Indeks Kinerja Jadwal (SPI) yang nilainya sebesar 0,90 < 1. Proyeksi pengeluaran biaya dan jangka waktu penyelesaian proyek. Membuat prakiraan biaya atau jadwal penyelesaian proyek yang didasarkan atas hasil analisa indikator yang diperoleh, akan memberikan petunjuk besarnya prakiraan biaya pada akhir proyek (Estimate At Completion. EAC). Angka prakiraan ini tidak dapat memberikan jawaban yang tepat karena didasarkan atas berbagai asumsi, meskipun demikian prakiraan biaya akhir sangat bermanfaat dalam memberikan peringatan dini mengenal hal-hal yang akan terjadi bila kecenderungan yang ada pada saat ini tidak mengalami perubahan. Bila kinerja biaya pada pekerjaan tersisa dianggap tetap seperti pada saat pelaporan maka prakiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (Estimate To Completion. ETC) adalah sama besar dengan anggaran pekerjaan tersisa dibagi dengan indeks kinerja biaya, atau dalam persamaan : ETC = (BCWS Ai BCWP) / CPI Dengan demikian prakiraan biaya pada akhir proyek adalah sama dengan jumlah biaya aktual ditambah prakiraan biaya untuk pekerjaan tersisa, atau EAC = ACWP ETC Sedangkan perkiraan waktu penyelesaian seluruh pekerjaan: Sisa waktu : ETS = . isa wakt. / SPI EAS = waktu selesai ETS Keterangan: ETS (Estimate Temporary Schedul. = perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa EAS (Estimate All Schedul. = perkiraan total waktu proyek Berikut disajikan persamaan ETC (Estimate Temporary Cos. ETC (Estimate Temporary Cos. = (BAC-BCWP) / CPI Keterangan: Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 ETC (Estimate Temporary Cos. = perkiraan biaya untuk pekerjaan tersisa BAC. udget at completio. = Anggaran proyek keseluruhan BCWP . udgeted cost of work performe. = Nilai hasil yang telah selesai CPI (Cost Performance Inde. = Indeks kinerja biaya Tabel 3. ETC (Estimate Temporary Cos. Bulan BCWP = EV CPI ETC = BAC = Eu RAB (BAC-BCWP) / CPI Mei Juni Juli Agust 1,031,999,100 1,031,999,100 1,031,999,100 1,031,999,100 241,797,389 613,523,465 884,113,629 929,521,589 731,668,250. 398,548,223. 135,674,744. 95,773,374. EAC (Estimate All Cos. EAC = ACWP ETC Tabel 3. ETC (Estimate Temporary Cos. Bulan ACWP = AC Mei Juni Juli Agust 223,531,005 582,563,492 808,468,095 869,046,442 ETC EAC = ACWP ETC 731,668,250. 398,548,223. 135,674,744. 95,773,374. 955,199,255. 981,111,715. 944,142,839. 964,819,816. Penghitungan ETS (Estimate Temporary Schedul. ETS = . isa wakt. / SPI ETS (Estimate Temporary Schedul. = perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa SPI (Schedule Performance Inde. = Indeks jadwal kinerja Bulan Sisa waktu Mei Juni Juli Agust SPI ETS Penghitungan EAS (Estimate All Schedul. EAS = waktu selesai ETS EAS (Estimate All Schedul. = perkiraan total waktu proyek ETS (Estimate Temporary Schedul. = perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa Prive. Volume 2. Nomor 2. September 2019 http://ejurnal. id/index. php/prive ISSN Online : 2615-7306 ISSN Cetak : 2615-7314 Bulan Waktu selesai Mei Juni Juli Agust ETS EAS SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Hasil analisis dengan menggunakan metode pengendalian biaya dan jadwal terpadu . arned value concep. pelaksanaan proyek Rehabilitasi Puskesmas Rawat Inap Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto pada kinerja pelaksanaan proyek dari aspek biaya menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek ini menunjukkan memperoleh keuntungan, hal ini ditunjukkan dari indikator CV . ost varia. bernilai positif Rp. 147 atau nilai indeks kinerja (CPI) = 1,07 > Sedangkan dari aspek jadwal pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan yang ditunjukkan oleh indicator SV . chedule varian. bernilai negative Rp. 511 Atau indeks kinerja jadwal SPI = 0,90 < 1 Kinerja proyek pada saat pelaporan berjalan dengan baik, keuntungan akan di dapat karena anggaran yang dikeluarkan masih dibawah perencanaan anggaran yang dibuat. Nilai ETC positif sebesar Rp. Sedangkan dari aspek jadwal, pelaksanaan mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan, bisa dilihat dari EAS bulan Agustus 90 hari, sehingga EAS bulan September diatas 90 Saran