ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan http://jurnal. id/index. php/elastisitas HUBUNGAN NILAI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG Nurdin Hidayat, 2Sari Narulita STKIP PGRI Bandar Lampung nurdinstkippgribl@gmail. com, 2 litalampung@gmail. ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah . Kecilnya minat mahasiswa program studi ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung untuk berwirausaha. Masih sempitnya lapangan pekerjaan untuk menyerap lulusan perguruan tinggi di indonesia. Banyaknya Pengangguran Terdidik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung. Peenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiwa Proram Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung. Pengumpulan data menggunkan angket dan dokumentasi nilai mahasiswa. Pengujian Hipotesis menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung. Kata Kunci: Nilai Mat Kuliah. Minat Berwirausaha perguruan tinggi sekarang adalah menginginkan pekerjaan yang mapan terhormat dan tidak terlalu banyak resiko setelah menyelesaikan pendidikannya. PENDAHULUAN Pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Semakin meningkatnya jumlah pengangguran terdidik di Indonesia, salah satunya diduga disebabkan oleh enggannya Menjadi seringkali dipandang sebagai pilihan karir yang tidak terlalu disukai karena dihadapkan pada situasi yang tidak pasti, penuh rintangan, dan frustasi berkaitan dengan proses pendirian usaha baru. Kecenderungan yang terjadi pada mahasiswa-mahasiswa yang duduk di Sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah lebih sebagai pencari kerja daripada pencipta lapangan pekerjaan. Hal ini disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini, yang umumnya lebih terfokus pada ketepatan lulus dan kecepatan memperoleh pekerjaan, dan menciptakan pekerjaan. Mengingat betapa banyaknya jumlah pengangguran di Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung Indonesia saat ini, maka mahasiswa diharapkan tidak hanya mengandalkan bekerja di sektor pemerintahan atau bekerja untuk mengisi lowongan kerja, tetapi juga diharapkan mampu untuk memanfaatkan ilmu yang telah dimiliki dan dapat memanfaatkan peluang yang ada sebagai usaha untuk kerja mandiri. Akan tetapi penyebab dari kurangnya minat dalam wirausaha adalah pandangan negatif dari sebagian masyarakat, mereka tidak menginginkan menerjuni bidang wirausaha dan mereka berucap AuUntuk apa sekolah tinggi, jika hanya mau jadi enterpreneurAy. Pandangan seperti ini sudah terkesan jauh di lubuk hati sebagian Landasan filosofis seperti inilah yang menyebabkan banyak lulusan perguruan tinggi tidak temotivasi terjun di dunia wirausaha. Kecilnya minat berwirausaha di kalangan disayangkan, melihat kenyataan bahwa lapangan kerja memungkinkan untuk menyerap seluruh lulusan perguruan tinggi di Indonesia, harusnya para lulusan perguruan tinggi mulai memilih berwirausaha sebagai pilihan karirnya. Upaya untuk mendorong hal ini mulai terlihat dilakukan oleh kalangan institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Kurikulum yang telah memasukkan pelajaran atau mata kuliah kewirausahaan telah marak. Namun demikian, hasilnya masih belum terlihat. Dibuktikan dengan angka pengangguran terdidik yang masih tinggi. Kewirausahaan merupakan jiwa dari seseorang yang diekspresikan melalui sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan demikian tujuan pembelajaran menghasilkan pebisnis atau business entrepreneur profesi yang didasari oleh jiwa wirausaha atau entrepreneur. Bila semakin banyak wirausahawan di negeri ini, maka akan semakin maju negara ini, seperti yang dilakukan oleh Singapura. Malaysia. Cina. Korea. Amerika dan lain-lainnya, dengan diadakannya kuliah umum kewirausahaan diharapkan akan dapat menggugah minat mahasiswa untuk berwirausaha. Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para Peranan perguruan tinggi hanya sekedar menjadi fasilitator dalam memotivasi, mengarahkan dan penyedia sarana prasarana dalam mempersiapkan lulusan keberanian , kemampuan serta karakter pendukung dalam mendirikan bisnis baru. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Bandar Lampung sebagai salah satu wadah pendidikan yang berada di kota Bandar Lampung telah cukup lama membekali para mahasiswanya untuk menjadi Sejumlah aktivitas telah dilakukan pada mata kuliah ini, yaitu tentang teori-teori kewirausahaan, praktek mahasiswa terdorong untuk menjadi wirausaha sebelum atau sesudah mereka Tujuan dari penelitian ini, mengetahui Apakah ada Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung. KAJIAN TEORI Minat adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap Nurdin Hidayat. Sari Narulita ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut Walgito . Kemudian Menurut Witherington . 5 : . minat adalah kesadaran seseorang, suatu soal atau situasi tertentu yang mengadung sangkut paut dengan dirinya atau dipandang sebagai sesuatu yang sadar. Faktor-faktor yang mendasari minat menurut Crow&Crow yang diterjemahkan oleh Z. Kasijan . 4 : . yaitu faktor dorongan dari dalam dan faktor yang berhubungan dengan emosional. Faktor dari dalam dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan Timbulnya minat dari diri seseorang juga dapat didorong oleh mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari lingkungan masyarakat dimana seseorang berada sedangkan factor intensitas seseorang dalam menanam perhatian terhadap suatu kegiatan atau obyek tertentu. Menurut Mohammad As`ad Auminat merupakan sikap yang menyebabkan seseorang menemui suatu objek, situasi, dan ide tertentu yang kemudian timbul perasaan senang dan ada kecenderungan tersebutAy . Pendapat lain tentang pengertian minat yaitu yang diungkapkan oleh T. Albertus yang diterjemahkan Sardiman A. M, minat adalah AuKesadaran seseorang bahwa suatu obyek, seseorang, suatu soal maupun situasi yang mengandung sangkut paut dengan dirinyaAy . Menurut Hilgard yang dikutip oleh Slameto . minat adalah AuKecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatanAy. Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa Sedangkan menurut Holland yang Djaali . mengatakan bahwa AuMinat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatuAy. Oleh karena itu minat merupakan aspek psikis yang dimiliki seseorang yang menimbulkan rasa suka atau tertarik terhadap sesuatu dan mampu mempengaruhi tindakan orang tersebut. Miflen. FJ & Miflen FC, . mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi minat belajar, yaitu : Faktor dari Faktor dari luar, diantaranya adalah keluarga, sekolah dan masyarakat atau lingkungan. Menurut Crow and Crow yang dikutip (Dimyati Mahmud, 2001:. yang menyebutkan bahwa ada tiga seseorang yaitu : . Faktor dorongan yang berasal dari dalam. Kebutuhan ini berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan, . Faktor motif. Timbulnya minat dari seseorang dapat didorong dari motif faktor yaitu kebutuhan untuk lingkungan dimana mereka berada, dan . Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuatu kegiatan atau obyek tertentu. Faktor berwirausaha menurut Buchori Alma . 2:5-. , adalah lingkungan yang banyak dijumpai kegiatan berusaha, guru sekolah dan sekolah yang mengajarkan lingkungan famili, sahabat yang dapat pengalaman bisnis kecil-kecilan. Menurut Johanes yang dikutip oleh Bimo Walgito . , menyatakan bahwa Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung AuMinat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu minat faktor intrinsik dan Minat factor intrinsik adalah minat yang timbulnya dari dalam individu sendiri tanpa pengaruh dari luar. Minat ekstrinsik adalah minat yang timbul karena pengaruh dari luarAy. Berdasarkan pendapat ini maka minat factor intrinsik dapat timbul karena pengaruh sikap. Persepsi, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin dan termasuk juga harapan Sedangkan minat ekstrinsik dapat timbul karena pengaruh latar belakang status faktor ekonomi orang tua, minat orang tua, informasi, lingkungan dan Sudjana . menyebutkan bahwa AuKewirausahaan adalah sikap dan perilaku wirausahaAy. Wirausaha ialah orang yang inovatif, antisipatif, inisiatif, pengambil risiko dan berorientasi laba. Suryana entrepreneurship, yang dapat diartikan sebagai Aothe backbone of economyAo, yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai Aotailbone of economyAo, yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa. Secara etimologi, kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha . tartup phas. atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru . dan sesuatu yang berbeda . Dari beberapa pernyataan dia atas dapat diambil kesimpulan bahwa Minat Berwirausaha terbentuk melalui beberapa tahap yaitu perhatian, ketertarikan dan Minat Berwirausaha ditimbulkan oleh kebutuhan biologis dan kebutuhan METODE Metode yang digunakan dalam penelitian Deskriptif Kuantitatif. Pengumpulan data menggungkan Angket dan Dokumentasi nilai mahasiswa dalam mata kuliah kewirausahaan. Sebelum instrumen berupa angket yang akan digunakan terlebih dahulu diu uji Validitas dan Reliabilitasnya agar mendapatkan akurasi yang tepat. Berdasarkan Uji Validitas, dinyatakan bahwa instumen Minat Berwirausaha yang berjumlah 20 Pernyataan dinyatakan Valid semua yang berada di rentang Cukup. Tinggi dan Sangat Tinggi. Kemudian hasil uji Reliabilitas didapat =0,914 dan EiA = 311,329 berpedoman dengan kriteria reliabilitas maka indeks = 0,914 termasuk dalam reliabilitas sangat Dengan demikian alat ukur ini mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi yang dapat dipergunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Data nilai kewirausahaan mahasiswa diambil dari data dosen kewirausahaan. Data nilai kewirausahaan dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini Tabel 1. Distribusi Frekuensi Nilai Kewirausahaan Interval Fre Fre (%) Fre. Kom. 60 Ae 66 66 Ae 72 72 Ae 78 78 Ae 84 84 Ae 90 Total 13,33 16,67 33,33 20,00 16,67 Fre. Kom (%) 13,33 30,00 63,33 83,33 100,00 Hasil distribusi frekuensi data variabel Nilai Kewirausahaan yang disajikan pada tabel 1 digambarkan dengan histogram sebagai berikut: Nurdin Hidayat. Sari Narulita ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. pie-chart Kategori data Nilai Kewirausahaan Data minat berwirausaha diambil dari angket minat berwirausaha. Data minat berwirausaha dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini. Gambar 1. Histogram distribusi Frekuensi Data Nilai Kewirausahaan Data tersebut kemudian dikategorikan Nilai Kewirausahaan yang disajikan dalam tabel berikut: Tabel 2. Frekuensi Kategori Nilai Kewirausahaan Kategori Interval Frek. Rendah Sedang Tinggi Total 60 Ae 70 70 Ae 80 80 Ae 90 Frek. (%) 30,00 50,00 20,00 100,00 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Minat Berwirausaha Interval Fre Fre (%) Fre. Kom. 35 Ae 44 44 Ae 53 53 Ae 62 62 - 71 71 Ae 80 Total 13,33 13,33 30,00 30,00 13,33 Fre. Kom (%) 13,33 26,67 56,67 86,67 100,00 Hasil distribusi frekuensi data variabel Minat Berwirausaha yang disajikan pada tabel 3 digambarkan dengan histogram sebagai berikut: Dari tabel di atas frekuensi Nilai Kewirausahaan pada kategori tinggi sebanyak 6 orang . ,00%) frekuensi skor Nilai Kewirausahaan kategori sedang sebanyak 15 orang . ,00%) kemudian 9 Nilai Kewirausahaan dalam kategori rendah . ,00 %). Data tersebut menunjukkan bahwa kecenderungan data berpusat pada kategori sedang. Gambar 2 merupakan pie-chart frekuensi kategori data Nilai Kewirausahaan yang Gambar 3. Histogram distribusi Frekuensi Data Minat Berwirausaha Data tersebut kemudian dikategorikan dalam kecenderungan Minta Berwirusaha yang disajikan dalam tabel berikut Gambar 2. Tabel 4. Frekuensi Kategori Minat Berwirausaha Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung Frek. (%) 16,67 50,00 33,33 100,00 Data yang telah dikumpul melui instrumen yang digunakan, kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Product dan mendapatkan Hasil rxy = 0,901. Dari tabel di atas frekuensi Minat Berwirausaha pada kategori tinggi sebanyak 10 orang . ,33%) frekuensi skor Minat Berwirausaha kategori sedang sebanyak 15 orang . ,00%) kemudian 5 Minat Berwirausaha dalam kategori rendah . ,67 %). Data tersebut menunjukkan bahwa kecenderungan data berpusat pada kategori sedang. Untuk hipotesis ada Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar dilihat atau diuji dari perhitungan , jika sama dengan nol . = 0, maka tidak ada hubungan, tetapi jika lebih besar dari nol . atau > 0, maka ada hubungan. Gambar 4 merupakan pie-chart frekuensi kategori data Minat Berwirausaha yang Karena dari perhitungan atau = 0,901, lebih besar dari nol . , sehingga: untuk hipotesisnya, ada Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung. Kategori Interval Frek. Rendah Sedang Tinggi Total 35 Ae 50 50 - 65 65 - 80 Gambar 4. pie-chart Kategori data Minat Berwirusaha Data Nilai Kewirausahaan dan Minat Berwirausaha sebelum dilakukan Uji Hipotesis sebelumnya dilakukan Uji Normalitas Data Terlebih dahulu. Berdasarkan uji Normalitas Data didapat hasil Data Nilai Kewirausahaan dan Minat Berwirausaha Berdistribusi Normal. Selaannjutnya untuk menguji Hipotesis Menggunakan Rumus Product Moment. Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian serta pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara nilai mata kuliah kewirausahaan dengan minat berwirausaha. Dari hasil analisis diperoleh rhit = 0,901 Hal ini menunjukan bahwa ada Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan hasil koefisien korelasi =0,91 karena hasilnya positif, karena dari perhitungan > 0 atau 0,901 > 0, maka untuk hipotesisnya ada hubungan yang positif antara nilai mata kuliah kewirausahaan dengan minat berwirausaha. Hubungan antara nilai mata kuliah Nurdin Hidayat. Sari Narulita ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Vol. 1 No. terdapat hubungan positif yang signifikan, terbukti dengan tingginya nilai hasil analisis data yang diperoleh dan besarnya sumbangan yang diberikan terhadap minat Dapat dikatakan bahwa nilai mata kuliah kewirausahaan sangat berperan terhadap minat berwirausaha Jadi semakin tinggi nilai mata kuliah kewirausahaan mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula minat Dan untuk mengetahui tingkat hubungan kedua variabel tersebut digunakan tabel berikut: Tabel 5 Kriteria Pengujian Hipotesis Kriteria Pengujian Hipotesis 0,80 Ae 1,000 0,60 Ae 0,799 0,40 Ae 0,599 0,20 Ae 0,399 0,00 Ae 0,199 Sumber : Pendidika. Tingkat Hubungan Sugiyono Sangat Kuat Kuat Sedang Rendah Sangat Rendah (Metode Penelitian Berdasarkan tabel di atas maka hasil = 0,901` dikatakan sangat Artinya hubungan antara Nilai Kewirausahaan Minat Berwirausaha Sangat Kuat. SIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan untuk menguji hubungan antara nilai mata kuliah kewirausahaan dengan minat berwirausaha di peroleh hasil Ada Hubungan Nilai Mata Kuliah Kewirausahaan Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Bandar Lampung. Sudjana. Manajemen Program Pendidikan untuk Pendidikan Non Formal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung : Falah Production. Dimyati. Mahmud. Psikologi Suatu Pengantar. Yogyakarta : BPFE Djaali. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Miflen,Fj dan Miflen,Fc. Simply Ae Psychology. Jakarta : Raja Grafindo Pustaka. Moh. AsAoad. SU. Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty. Sardiman AM. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Slameto. Belajar dan FaktorFaktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta Sugiyono. Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suryana, . Kewirausahaan. Pedoman Praktis. Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Winkel. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia. Walgito. Bimo. Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Ofset Witherington,H. Psikologi Pendidikan. Jakarta:Aksara Baru DAFTAR PUSTAKA