JePKM Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2722-807X (Prin. ISSN: 2987-1441 (Onlin. Vol. No. 1: Juni 2026, h. 45 - 54 Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga Strengthening Early Childhood Religious Moderation Values Through Family Medicinal Plants-Based Environmental Education Muslimah . Ahmadi . Selvi Wulandari . AAProgram Studi Manajemen Pendidikan Islam. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang, email: musliimah245@gmail. AAFakultas Tarbiyah. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang, email: ahmadi@insanprimamu. AAProgram Studi Manajemen Pendidikan Islam. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang, email: selviwulandari2020@gmail. ABSTRAK Penguatan nilai moderasi beragama pada anak usia dini penting untuk membentuk karakter toleran, inklusif, dan harmonis dalam masyarakat yang plural. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan penerapan nilai moderasi beragama melalui edukasi lingkungan berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Margokoyo. Kecamatan Belitang Jaya. Kabupaten OKU Timur dengan mitra sasaran anak-anak PAUD setempat. Metode pengabdian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui tahapan persiapan, pelatihan dan pendampingan penanaman, evaluasi, serta penguatan akhir . inishing progra. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi pada setiap tahapan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan TOGA tidak hanya menumbuhkan pengetahuan tentang tanaman obat, tetapi juga berhasil menginternalisasi nilai moderasi beragama, seperti kerja sama, toleransi, saling menghormati, dan kepedulian terhadap Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dan kemampuan berinteraksi positif tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya. Edukasi berbasis TOGA terbukti menjadi media pembelajaran yang contextual, menyenangkan, dan efektif dalam menanamkan nilai moderasi beragama sejak usia dini, sekaligus membekali anak untuk hidup harmonis di masyarakat yang Kata Kunci: Moderasi Beragama. Edukasi Lingkungan. Tanaman Obat Keluarga ABSTRACT Strengthening religious moderation values in early childhood is essential for developing tolerant, inclusive, and harmonious character in a plural society. This community service study aims to describe the implementation of religious moderation values through environmental education based on Family Medicinal Plants (TOGA) in Margokoyo Village. Belitang Jaya District. OKU Timur Regency, targeting local early childhood children as partners. A qualitative descriptive method was employed through the stages of preparation, training and guidance in planting, evaluation, and final reinforcement. Data were JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga collected through observation and documentation at each stage of the program. The results indicate that TOGA activities not only enhance knowledge about medicinal plants but also internalize religious moderation values, including cooperation, tolerance, mutual respect, and environmental care. Children demonstrated high enthusiasm and positive interactions without distinguishing religious or cultural Environmental education based on TOGA proves to be a contextual, enjoyable, and effective learning medium for instilling religious moderation values from an early age, while also equipping children to live harmoniously in a diverse society. Keywords: Religious Moderation. Environmental Education. Family Medicinal Plants (TOGA) PENDAHULUAN Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang menekankan prinsip keseimbangan, keadilan, dan tidak berlebihan dalam memahami serta mengamalkan ajaran Konsep moderasi beragama hadir sebagai upaya untuk menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat yang plural dan multikultural. Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap ajaran agama, melainkan menempatkan ajaran tersebut secara proporsional agar tidak menimbulkan sikap ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Nilai-nilai utama yang terkandung dalam moderasi beragama meliputi toleransi, sikap saling menghormati, keterbukaan, musyawarah, serta penghargaan terhadap perbedaan keyakinan dan budaya (Umar, 2. Dalam konteks pendidikan, moderasi beragama memiliki peran penting sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Penanaman nilai moderasi beragama perlu dilakukan sejak usia dini melalui integrasi Pendidikan Agama Islam secara terstruktur guna membentengi anak dari paham radikal (Sari, 2. Pada fase ini, anak memiliki kemampuan meniru dan menyerap nilai dari lingkungan sekitar dengan sangat kuat. Oleh karena itu, pendidikan moderasi beragama pada anak usia dini harus diupayakan secara kontekstual agar mampu menstimulasi aspek perkembangan moral keagamaan mereka secara berkelanjutan (Hulu & Sahyan, 2. Secara teoretis, pentingnya penanaman nilai moderasi beragama pada anak usia dini didukung oleh teori perkembangan kognitif Jean Piaget yang menyatakan bahwa anak usia dini berada pada tahap praoperasional, di mana proses berpikir anak masih bersifat konkret dan simbolik. Anak lebih mudah memahami nilai dan konsep abstrak apabila disajikan melalui aktivitas nyata dan visual. Selain itu, teori perkembangan sosial Lev Vygotsky menegaskan bahwa interaksi sosial dan lingkungan memiliki peran sentral dalam perkembangan anak. Nilai-nilai sosial, termasuk nilai moderasi beragama, akan lebih efektif ditanamkan melalui kegiatan bersama yang melibatkan komunikasi, kerja sama, dan interaksi Teori pendidikan karakter juga menjadi landasan penting dalam penguatan moderasi beragama pada anak usia dini. Pendidikan karakter menekankan proses internalisasi nilai melalui pembiasaan sikap positif yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip penanaman karakter moral dasar yang menekankan keteladanan sejak fase awal pertumbuhan anak (Ahmadi, 2. Dalam perspektif ini, moderasi beragama tidak diajarkan sebagai materi hafalan, melainkan sebagai nilai yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti sikap sabar, empati, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Penguatan karakter ini memerlukan transformasi model pembelajaran yang adaptif agar penanaman nilai moderasi dapat dihayati secara optimal dalam tindakan nyata anak (Ahmadi, 2025. Dengan demikian, anak tidak hanya memahami JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga konsep moderasi beragama secara kognitif, tetapi juga menghayatinya dalam bentuk sikap dan tindakan Sejalan dengan pendekatan tersebut, edukasi lingkungan berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan media pembelajaran yang relevan dan kontekstual untuk menguatkan nilai moderasi beragama pada anak usia dini. TOGA merupakan bagian dari kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki nilai ekologis, kesehatan, serta edukatif (MasAoula et al. , 2. Pendampingan pemanfaatan TOGA terbukti efektif sebagai sarana pemberdayaan kesehatan masyarakat berbasis lingkungan (Yasin, 2. Melalui kegiatan mengenal berbagai jenis tanaman obat, proses penanaman, perawatan, hingga pemanfaatannya, anak-anak diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan (Emeris & Sitepu. Edukasi lingkungan berbasis TOGA juga memberikan pengalaman belajar yang bersifat holistik, karena melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Selain meningkatkan pemahaman praktis, aktivitas menanam TOGA berkontribusi langsung pada pembentukan karakter cinta lingkungan sejak usia dini (Asari et al. , 2. Proses pembelajaran ini secara tidak langsung menginternalisasikan nilai moderasi beragama, khususnya nilai keseimbangan, kesabaran, dan rasa syukur atas nikmat alam yang diberikan oleh Tuhan. Selain itu, kegiatan edukasi lingkungan berbasis TOGA mendorong terciptanya interaksi sosial yang positif antar anak. Dalam proses pembelajaran, anak-anak diajak untuk bekerja sama, berbagi tugas, dan saling membantu tanpa membedakan latar belakang agama, budaya, maupun kemampuan Interaksi ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan sikap toleransi dan inklusivitas, yang merupakan inti dari moderasi beragama. Anak belajar bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan harus disikapi dengan sikap saling menghormati serta bekerja sama demi tujuan bersama. Dengan mengintegrasikan nilai moderasi beragama dalam edukasi lingkungan berbasis TOGA, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual bagi anak usia dini. Nilai-nilai keagamaan tidak diajarkan secara abstrak atau normatif semata, melainkan diwujudkan dalam aktivitas nyata yang dekat dengan dunia anak. Hal ini menjadikan anak lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai moderasi beragama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat melalui program KKN ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui program edukasi lingkungan berbasis TOGA secara inovatif, integratif, dan berkelanjutan. METODE Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif (Sugiyono, 2. Metode ini dipilih untuk menggambarkan secara sistematis pelaksanaan program di lapangan serta nilai-nilai moderasi beragama yang muncul selama program Pendekatan ini mengombinasikan beberapa jenis metode pengabdian, yaitu Pendidikan Masyarakat untuk mengenalkan pentingnya kebersamaan, dan Pelatihan disertai Pendampingan untuk menghasilkan keterampilan motorik anak dalam aktivitas penanaman. Subjek kegiatan ini adalah anak usia dini di Desa Margokoyo yang terlibat secara langsung sebagai peserta aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi guna memperoleh gambaran objektif mengenai keterlibatan JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yang tersusun secara sistematis sebagai berikut: Tahap Persiapan: Meliputi perencanaan kegiatan edukasi lingkungan berbasis TOGA, penentuan jenis tanaman obat yang akan digunakan, serta penyediaan alat dan bahan yang dibutuhkan. Pada tahap ini juga dilakukan pengondisian lingkungan belajar agar tercipta suasana yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak usia dini. Tahap persiapan bertujuan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tujuan penguatan nilai moderasi beragama. Selain itu, akuntabilitas program juga diperkuat melalui proses monitoring, evaluasi, serta dukungan supervisi langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di posko KKN (Gambar . Gambar 4. Proses monitoring lapangan, pembimbingan berkala, dan penyerahan dukungan program oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di posko KKN Desa Margo Koyo. Tahap Pelatihan dan Pendampingan Penanaman TOGA: Tahap ini merupakan inti dari pelaksanaan kegiatan, di mana anak-anak diberikan pelatihan sederhana dan pendampingan dalam proses menanam serta merawat tanaman TOGA. Anak-anak dilibatkan dalam kerja kelompok dan pembagian tugas secara adil dan merata. Melalui kegiatan ini, anak belajar tentang pentingnya kerja sama, saling membantu, dan menghargai teman tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun ras. Tahap Evaluasi: Tahap evaluasi dilakukan dengan cara mengamati keterlibatan dan perilaku anak selama kegiatan berlangsung. Evaluasi difokuskan pada munculnya sikap kerja sama tim, kepedulian, dan interaksi sosial yang positif. Hasil evaluasi digunakan untuk melihat sejauh mana edukasi lingkungan berbasis TOGA mampu menumbuhkan pemahaman anak tentang pentingnya kebersamaan dan sikap inklusif sebagai bagian dari nilai moderasi beragama. Tahap Finishing Program: Tahap finishing program merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian kegiatan. Pada tahap ini dilakukan penguatan nilai-nilai yang telah dipelajari melalui refleksi sederhana bersama anak serta penegasan bahwa keberhasilan kegiatan merupakan hasil kerja sama Tahap ini bertujuan untuk meninggalkan kesan positif dan memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama pada anak usia dini. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Margokoyo merupakan salah satu desa yang memiliki keberagaman agama di tengah kehidupan masyarakatnya. Perbedaan latar belakang keagamaan tersebut telah menjadi bagian dari JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga kehidupan sosial sehari-hari, sehingga masyarakat Desa Margokoyo terbiasa hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Dalam praktiknya, nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, saling menghargai, dan kerja sama antarumat beragama telah diterapkan dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan. Kesadaran sosial dan pembinaan karakter di Desa Margokoyo ini juga didukung oleh program-program pendampingan keagamaan partisipatif yang berkesinambungan bagi anak-anak usia dini di tingkat desa (Ahmadi et al. , 2025. Bukti empiris tingginya sikap toleransi dan harmoni antarumat beragama yang dibangun oleh tim pengabdi bersama warga tercermin dalam aktivitas sosial budaya keagamaan di desa setempat, salah satunya melalui kebersamaan dalam menghormati hari besar keagamaan di lingkungan sekitar (Gambar . Gambar 1. Mahasiswa KKN bersama warga Desa Margo Koyo dalam momen silaturahmi perayaan Hari Natal sebagai wujud nyata inklusivitas dan toleransi beragama. Selain kebersamaan lintas agama, internalisasi nilai-nilai keagamaan berbasis kearifan lokal Islam yang adaptif dan inklusif juga dikembangkan secara aktif bersama generasi muda desa melalui kegiatan seni musik hadroh di posko KKN (Gambar . Gambar 2. Kegiatan Latihan Hadroh Bersama Generasi Muda Desa Sebagai Media Internalisasi Nilai Islam Yang Inklusif Dan Harmonis Di Posko KKN. JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga Sejalan dengan tema KKN yang mengangkat moderasi beragama, penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak usia dini. Anak-anak sebagai generasi penerus perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya hidup rukun dalam perbedaan agar tercipta keharmonisan sosial di masa depan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan nilai moderasi beragama pada anak usia dini dengan pendekatan edukasi lingkungan. Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dipilih sebagai media pembelajaran karena bersifat sederhana, kontekstual, dan mudah diterima oleh anak-anak. Melalui kegiatan ini, anakanak diajak untuk bekerja sama, saling membantu, dan berinteraksi tanpa membeda-bedakan latar belakang agama. Proses menanam dan merawat tanaman secara bersama-sama menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, dan tanggung jawab. Penerapan nilai moderasi beragama pada anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sikap sosial yang positif sejak awal perkembangan anak. Pada usia dini, anak mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, termasuk belajar mengenali perbedaan yang ada di Apabila nilai moderasi beragama ditanamkan sejak dini, anak akan terbiasa bersikap terbuka, toleran, dan menghargai perbedaan, sehingga mampu membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman-temannya. Hal ini sejalan dengan temuan Sari . yang menjelaskan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama melalui stimulasi terstruktur pada anak usia dini sangat efektif untuk membangun fondasi karakter terbuka dan inklusif sejak awal fase tumbuh kembangnya. Melalui penerapan moderasi beragama, anak diajarkan untuk memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari segi suku, ras, maupun agama, dan perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk saling menjauh atau merendahkan satu sama lain. Hal ini menjadi upaya preventif dalam mengurangi perilaku bullying di lingkungan pendidikan anak usia dini. Dengan menanamkan sikap saling menghargai dan empati, anak diharapkan mampu menghindari perilaku mengejek, mengucilkan, atau mendiskriminasi teman yang dianggap berbeda. Pengabdian melalui edukasi lingkungan berbasis TOGA ini dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2026, bertempat di area balai desa Margokoyo, tepatnya di belakang bangunan sekolah PAUD. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan ketersediaan lahan yang cukup, aman bagi anak usia dini, serta dekat dengan lingkungan belajar mereka. Lingkungan yang terbuka dan familiar bagi anak memberikan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, sehingga anak dapat mengikuti kegiatan dengan lebih leluasa dan antusias. Adapun pelaksanaan program diawali dengan tahap persiapan, yang meliputi pengondisian lokasi kegiatan, penyiapan alat dan bahan, serta pengenalan awal tentang kegiatan yang akan dilakukan. Anak-anak diperkenalkan secara sederhana mengenai apa itu tanaman obat keluarga dan mengapa tanaman tersebut penting bagi kehidupan sehari-hari. Pada tahap ini, anak-anak dari TK SS Bakti Mulya diberikan pengarahan awal secara persuasif di dalam ruang kelas agar memahami pentingnya bekerja bersama dalam menjaga kelestarian alam (Gambar . JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga Gambar 3. Mahasiswa KKN memberikan materi pengondisian dan edukasi karakter peduli lingkungan kepada anak-anak di TK SS Bakti Mulya. Tahap selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan penanaman TOGA, yang menjadi inti dari pelaksanaan program. Anak-anak diajak untuk bekerja sama dalam menanam berbagai macam tanaman obat, seperti jahe, kunyit, kencur, dan tanaman obat lainnya. Selain praktik menanam, anak juga diperkenalkan secara sederhana mengenai khasiat dari masing-masing tanaman obat, misalnya manfaatnya untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Proses ini dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami agar sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini. Sebagaimana ditekankan oleh Hulu & Sahyan . bahwa penanaman pilar moderasi beragama pada anak usia dini akan bekerja optimal apabila diwujudkan lewat aktivitas motorik konkret dan bersentuhan langsung dengan lingkungan, bukan sekadar hafalan teori. Dalam kegiatan edukasi lingkungan berbasis TOGA, anak-anak diajak langsung ke area kebun demplot yang telah disiapkan. Pada aktivitas ini, anak-anak diarahkan untuk mengamati secara langsung wujud tanaman obat serta menyimak penjelasan mahasiswa KKN mengenai proses penanaman dan pemeliharaan tanaman (Gambar . Aktivitas luar ruangan ini seirama dengan penelitian Asari et al. yang mengemukakan bahwa program edukasi tanaman obat mampu memicu kerja kelompok yang inklusif sekaligus memupuk rasa cinta lingkungan pada generasi muda. Selama proses berlangsung, terlihat bahwa anak-anak mampu berinteraksi secara positif tanpa membeda-bedakan latar belakang agama maupun perbedaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi lingkungan berbasis TOGA dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai moderasi beragama, khususnya nilai kerja sama, toleransi, dan sikap inklusif. JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga Gambar 4. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan praktik edukasi lingkungan melalui kegiatan menanam tanaman TOGA bersama anak-anak. Tahap evaluasi dilakukan dengan mengamati sikap dan perilaku anak selama mengikuti Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak-anak sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan anak dalam bertanya, kesediaan untuk bekerja sama, serta kegembiraan mereka saat berhasil menanam tanaman obat bersama teman-temannya. Anak-anak tampak mampu bekerja dalam tim dengan baik dan menunjukkan sikap saling menghargai tanpa membeda-bedakan agama, yang menjadi indikator penting dari penguatan nilai moderasi beragama. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan berbasis TOGA tidak hanya memberikan pengetahuan tentang tanaman obat, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan sikap sosial anak. Nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati muncul secara alami melalui aktivitas bersama yang dianalisis secara kritis sejalan dengan penelitian pengabdian relevan terdahulu (Emeris & Sitepu, 2. Lebih lanjut, program ini selaras dengan ulasan Yasin . bahwa pendampingan pemanfaatan pekarangan untuk TOGA terbukti memberikan ruang interaksi sosial sehat yang berdampak panjang bagi kebersamaan warga. Anak belajar bahwa JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga keberhasilan kegiatan menanam TOGA merupakan hasil dari kerja sama tim, bukan hasil kerja individu Tahap terakhir adalah finishing program, yang dilakukan dengan memberikan penguatan terhadap nilai-nilai yang telah dipelajari. Anak-anak diajak untuk melihat kembali hasil tanaman yang telah ditanam dan diberikan pemahaman sederhana bahwa kegiatan tersebut dapat berhasil karena adanya kerja sama dan kebersamaan. Tahap ini bertujuan untuk memperkuat kesan positif terhadap kegiatan serta menanamkan pemahaman bahwa bekerja bersama tanpa membedakan suku, agama, dan ras merupakan sikap yang baik dan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. SIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa upaya penguatan nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui edukasi lingkungan berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Margokoyo, dengan melibatkan anak-anak, pendidik, serta dukungan dari masyarakat setempat. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, partisipatif, dan kontekstual, sehingga selaras dengan kondisi sosial dan lingkungan desa. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengenalan berbagai jenis tanaman TOGA yang ada di lingkungan sekitar desa, proses penanaman, hingga cara merawat tanaman tersebut. Aktivitas yang dilakukan secara berkelompok mendorong anak-anak untuk bekerja sama, saling membantu, dan berinteraksi secara positif. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan sosial anak, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong yang menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Margokoyo. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara harmonis dapat ditanamkan sejak usia Anak-anak belajar menerima perbedaan, bersikap sabar, dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan sekitar. Kegiatan edukasi lingkungan berbasis TOGA menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut karena anak-anak belajar melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan mudah dipahami. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anakanak sebagai peserta kegiatan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Margokoyo. Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya edukasi karakter dan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Dengan demikian, program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi lingkungan berbasis TOGA ini dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun generasi yang berkarakter moderat, peduli lingkungan, serta mampu hidup rukun dalam UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ahmadi selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan masukan berharga sepanjang program KKN ini berlangsung. Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Kepala Desa beserta jajaran perangkat Pemerintah Desa Margokoyo, pendidik PAUD dan TK SS Bakti Mulya, serta JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1 : Juni 2026 Muslimah. Ahmadi. Selvi Wulandari. Penguatan Nilai Moderasi Beragama Anak Usia Dini Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Tanaman Obat Keluarga seluruh masyarakat setempat yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh kelancaran program pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA