Original Artikel ACTIVITY TEST OF PURPLE EGGPLANT (Solanum Melongena L. ETHANOL EXTRACT ON WHITE MALE MICE Inja Khumairoh Fathonah1*. Edy Sapada2. Wita Asmalinda3. Nuke Febriana2 Program Studi Farmasi STIK Siti Khadijah Palembang Fakultas Kedokteran Universitas Indo Global Mandiri. Palembang Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang email penulis korespondensi: Injakf@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit kronis yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin . ormon yang mengatur glukosadara. maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuinya pengaruh ekstrak kulit terong ungu (Solanum melongena L. ) terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit (Mus musculu. putih jantan dan untuk mengetahui dosis ekstrak etanol kulit terong ungu yang mempunyai aktivitas dalam penurunan kadar gula darah pada mencit. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yang digunakan pada ekstraksi yaitu Hewan uji yang di induksi menggunakan aloksan dengan dosis 3,36 mg. Dengan kelompok perlakuan Kontrol negatif CMC Na 0,5%. Kontrol positif glibenklamid 0,013mg/20g. Dosis 0,2mg/20gBB. Dosis 0,4mg/20gBB. Dosis 0,6mg/20gBB. Dosis 0,8mg/20gBB. Hasil: Data penurunan kadar glukosa darah paling sedikit yaitu pada kelompok perlakuan negatif (CMC Na 0,5%) yaitu 3 % dengan rata-rata 257 mg/dL diantara kelompok perlakuan lainnya, sedangkan penurunan kadar glukosa paling banyak pada kelompok ekstrak etanol kulit terong dengan dosis 0,2mg/20gBB yaitu 51% dengan rata-rata125 mg/dL. Untuk kontrol positif suspensi glibenkilamid 58% rata-rata penurunan glukosa darah 105 mg/dL. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak kulit terong unggu berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa pada mencit model diabetes Kata Kunci: Antidiabetes. Etanol Kulit Terong Ungu ABSTRACT Background: Diabetes is a serious chronic disease that occurs either when the pancreas does not produce enough insulin . hormone that regulates blood glucos. or when the body cannot effectively use the insulin it produces. The purpose of this study was to determine the effect of purple eggplant (Solanum melongena L. ) peel extract on reducing blood sugar levels in male white mice (Mus musculu. The study also examined the effectiveness of purple eggplant peel ethanol extract in reducing blood sugar levels in mice. Methods: The extraction method used in this study was percolation. The test animals were induced with alloxan at a dose of 3. 36 mg. The treatment groups were: negative control with 0. 5% CMC Na, positive control with glibenclamide 0. 013 mg/20 g, dose 0. 2 mg/20 g body weight, dose 0. mg/20 g body weight, dose 0. 6 mg/20 g body weight, dose 0. 8 mg/20 g body weight. Results: The data on the smallest decrease in blood glucose levels was in the negative treatment group (CMC Na 0. 5%), namely 3% with an average of 257 mg/dL among the other treatment groups, while the greatest decrease in glucose levels was in the eggplant peel ethanol extract group with a dose of 0. 2 mg/20 g BW, namely 51% with an average of 125 mg/dL. For the positive control Gliben clamide suspension, 58% had an average decrease in blood glucose of 105 mg/dL. Conclusion: It was concluded that purple eggplant peel extract has an effect on reducing glucose levels in diabetic model mice. Keywords: Antidiabetic. Purple Eggplant Peel Ethanol PENDAHULUAN Diabetes merupakan penyakit kronis yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin . ormon yang mengatur glukosa dara. maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Peningkatan glukosa darah merupakan efek umum dari diabetes yang tidak terkontrol dari waktu ke waktu, yang menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf (WHO, 2. Tata laksana DM dapat dilakukan terapi farmakoterapi seperti insulin yang disuntikan atau obat antidiabetes oral. agen sulfonilurea, biguanidin . , thiazolidinedione (TDZ), inhibitora-glukosidase, dan glucagon like peptide-1(GLP-. Terapi obat-obat tersebut dapat memliki efek samping yang serius, diantaranya hipoglikemia, toksisitas hati, peningkatan berat badan dan asidosis laktat (Depkes RI, 2. Penggunaan obat tradisional di Indonesia pada hakikatnya merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia. Keuntungan nyata dari penggunaan obat tradisional adalah efek samping yang relatifkecildibandingkan obat modern, juga dapat digunakan sebagai senyawa penuntun untuk penemuan obat-obat baru. Meskipun secara empiris obat tradisional mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, tetapi khasiat dan keamanannya belum terbukti klinis, selain itu belum banyak diketahui senyawa apa yang bertanggung jawab terhadap khasiat obat tradisional tersebut (Wijoyo,2. Pengobatan Diabetes melitus dapat dilakukan secara non farmakologi dan farmakologi. Pengobatan secara non farmakologi dapat dilakukan dengan cara olahraga secara teratur dan melakukan diet, sedangkan secara farmakologi pengobatan Diabetes melitus dapat dilakukan dengan penggunaan insulin maupun obat-obatan antidiabetes atau lebih dikenal sebagai obat sintetis (BPOMK, 2. Terong ungu merupakan salah satu bahan pangan yang mudah didapat karena harganya yang relatif murah dan juga mudah untuk dikembangbiakkan. Terong ungu mengandung banyak vitamin dan gizi diantaranya vitamin B-kompleks, tiamin, piridoxin, riboflavin, zat besi, posphorus, manganese, potassium,dan juga mineral, yang dapat dimanfaatkan sebagai anti kanker, dan sebagai alat kontrasepsi. Selain itu Terong ungu mengandung flavonoid yang dimaanfaatkan untuk penurunan kadar kolestrol dalam darah karena adanya antioksidan yang menghambat aktivitas oksidsi lemak (Faisal, 2. Antosianin dari kulit terung ungu termasuk dalam senyawa golongan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan sintetik maupun alami mampu mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi Diabetes Melitus (Widowati, 2. Penelitian Tandi . Ekstrak etanol kulit terung ungu (Solanum melongena L. ) dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus norvegicu. hiperkolesterolemia-diabetes dengan dosis yang paling efektif 50mg/kgbb. Peneliti Anggi . mengungkapkan bahwa ekstrak etanol kulit Buah Terong Belanda (Solanum Betaceumcav. ) efektif menurunkan kadar glukosa darah tikus Putih Jantan (Rattus norvegicu. model hiperkolestrolemia Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kulit terong ungu (Solanum Melongena L. ) terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus Musculu. METODE Design penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium in vivo. Tempat Pelaksaan di Laboratorium Farmasi STIK Siti Khadijah Palembang. Sampel berjumlah 24 ekor mencit (Mus musculu. putih jantan usia 2-3 bulan dengan berat badan 20-25 gram. Dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu kontol positif . , kontrol negatif (CMC Na 0,5%), dosis 10mg/kgbb, dosis 20mg/kgbb, dosis 30mg/kgbb, dosis 40mg/kgbb, dengan masing-masing kelompok berjumlah 4 ekor. Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen yaitu uji aktivitas antidiabetes ekstrak etanol kulit terong unggu, dan variabel independen adalah dosis ekstrak kulit terong unggu yaitu disis 10 mg/kg BB. 20 mg/kg BB, 30 mg/kg BB dan 40 mg/kg BB. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu timbangan, alat-alat gelas, rotary evaporator, waterbath, spatel, lumpang, perkolator, sonde, easy touch, strip glukosa. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian yaitu aquadest, glibenklamid, etanol 96%. CMC Na 0,5%, kulit terong ungu, mencit putih jantan. Pembuatan Ekstrak Sample kulit terong ungu seanyak 202 g yang telah dihaluskan disari menggunakan pelarut etanol 96% yang dilakukan dengan metode perkolasi dengan suhu kamar. Ekstraksi pertama kulit terong halus dibasahi menggunakan etanol 96% selama 3jam kemudian dipindahkan pada alat percolator dan direndam Selma 24jam dan lakukan penyarian dengan pergantian pelarut setiap Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporatordengan kecepatan 70 rpm dan suhu 60AC kemudian dikentalkan di atas waterbath. Pembuatan Suspensi CMC Na 0,5% Suspensi CMC Na dengan melarutkan 0,5 g CMC kedalam 30ml air panas dan diamkan selama 15 menit lalu diencerkan ke dalam labu ukur 100ml. Pemberian Aloksan Dosis aloksan 120mg/kgbb untuk tikus 200g = 24mg faktor konversi dari tikus ke mencit 0,14 di dapat 3,36 mg/BBmencit dengan volume intraperitonial 1 ml. Pemberian Glibenklamid Dosis untuk manusia 5mg konversi untuk mencit 0,0026 didapat 0,013 mg dengan volume oral 1 HASIL DAN PEMBAHASAN Kelompok Ha Cmc Na 0,5% 105,00 Glibenklamid 107,50 Dosis 0,2mg 105,75 Dosis 0,4mg 106,00 Dosis 0,6mg 104,00 Dosis 0,8mg 103,75 Tabel 1. Persentase pengukuran KGD H11 H14 Penurunan (%) 265,00 263,00 261,75 260,25 257,00 253,25 177,25 123,75 119,75 105,00 255,75 191,50 143,50 139,25 125,00 251,00 215,25 183,00 160,00 142,75 250,75 225,00 203,50 201,00 193,00 250,00 219,75 191,75 185,00 171,75 Keterangan: Ha: sebelum perlakuan H0: stelah induksi H4: pemeriksaan kadar glukosa hari ke4 H8: pemeriksaan kadar glukosa hari ke8 H11: pemeriksaan kadar glukosa hari ke11 H14: pemeriksaan kadar glukosa hari ke14 Dari table diatas dapat dilihat hasil pengukuran kadar gula darah tiap kelompok. Kelompok CMC dapat dilihat tidak banyak mengalami penurunan yang signifikan, sedangkan untuk kontrol positif dan ekstraketanol dosis 0,2mg mengalami penurunan yang signifikan. Tabel 2. Uji Fitokimia Ekstrak Kulit Terong Ungu Senyawa Pereaksi Hasil Alkoloid Dagendroff (Bi (NO. 2 HNO3 Positif Flavonoid NaOH 10% Positif Saponin H2O Positif Terpenoid/Steroid Kloroform asam asetat asam Negatif sulfat pekat Tannin Etanol FeCl 1% Positif Polifenol NaCL 10% lalu FeCL3 Positif Minyak atsiri Diuapkan Negatif Kuinon KOH 5% Negatif Komponen senyawa kimia yang telah dianalisis menggunakan pereaksi spesifik yang terdapat di dalam kulit terong ungu (Solanum Melongena L. )adalah senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Tabel 3. Hasil Penurunan Kadar Glukosa Darah Selama Pemberian 14 hari Kelompok H11 H14 Cmc Na 0,5% 105,00 265,00 263,00 261,75 260,25 257,00 3 Glibenklamid 107,500 253,25 177,25 123,75 119,75 105,00 58 Dosis 0,2mg 105,75 255,75 191,50 143,50 139,25 125,00 51 Dosis 0,4mg 106,00 251,00 215,25 183,00 160,00 142,75 43 Dosis 0,6mg 104,00 250,75 225,00 203,50 201,00 193,00 23 Dosis 0,8mg 103,75 250,00 219,75 191,75 185,00 171,75 31 Dari Tabel 3. diatas menujukan penurunan kadar glukosa darah paling sedikit yaitu 3% pada kelompok perlakuan negatif (CMC Na 0,5%) dengan rata-rata 257 mg/dLdiantara kelompok perlakuan lainnya, sedangkan penurunan kadar glukosa paling banyak pada kelompok ekstrak etanol kulit terong dengan dosis 0,2mg 51% dengan rata-rata 125 mg/dL. Untuk kontrol positif suspensi glibenkilamid 58% dengan rata-rata penurunan glukosa darah 105 mg/dL. Dalam Pembuatan ekstrak kulit terong ungu, simplisia diekstrak menggunakan metode perkolasi menggunakan pelarut etanol 96% karena senyawa aktif yang akan digunakan sebagai antidiabetes bersifat polar senyawa yang mempunyai kepolaran yang sama akan mudah tertarik (Endang, 2. Hasil analisis data yang dilakukan nilai signifikan homogenitas lebih dari 0,05 yang artinya dapat dilanjutkan ke uji ANOVA, pada hasil ini mendapat perbedaan antar kelompok, karna hasil ANOVA menyatakan Ha diterima, maka dilanjutkan uji LSD (Least Significanly Differenc. untuk melihat adanya perbedaan rata-rata kadar gula darah antar Hasil pengujian LSD (Least Significanly Differenc. menunjukakan perbedaan antara kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan perlakuan, sedangkan kelompok positif sama dengan kelompok perlakuan. Ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit terong ungu (Solanum Melongena L. ) mempunyai aktivitas dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit putih (Mus Musculu. Antosianin dari kulit terung ungu termasuk dalam senyawa golongan flavonoid inilah yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan sintetik maupun alami mampu mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi Diabetes Melitus (Widowati, 2. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian menujukkan bahwa ekstrak kulit terong unggu berefek signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah pada hewan coba model diabetes. penurunan paling kecil yaitu pada kelompok perlakuan kontrol negatif (CMC Na 0,5%) yaitu 257 mg/dL. Hal ini disebabkan karena CMC Na hanya sebagai plasebo dan rata-rata penurunan paling besar pada kelompok perlakuan ekstrak etanol kulit terong dengan dosis 0,2mg/Kgbb yaitu dengan rata-rata 125 mg/dL sedangkan kontrol positif suspensi glibenklamide 105 mg/dL. Yang menandakan adanya perbedaan diantara kelompok perlakuan. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Joni Tandi . ekstrak etanol kulit terong ungu (Solanum Melongena L. pada dosis 25 mg/Kgbb, 50 mg/Kgbb dan 100 mg/Kgbb dapat menurunkan kadar kolestrol dan glukosa darah. Pada hasil analisa data pengamatan dalam penelitian ini diketahui bahwa ekstrak ekstrak etanol kulit terong efektif pada dosis 50 mg/Kgbb. Penelitian ini juga memiliki persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Viani Anggi . menggunakan terung belanda (SolanumBetaceumcav. )pada dosis 100 mg/Kgbb, 200 mg/Kgbb dan 400 mg/Kgbb dapat menurunkan kadar glukosa dan kolestrol. Pada hasil analisa data pengamatan dalam penelitian ini diketahui bahwa dosis yang efektif yaitu 100 mg/Kgbb. Dan menurut penelitian Nugroho Eko Wirawan Budianto. Hairullah, . Perbedaan Efektivitas Acarbose dengan Ekstrak Etanol Kulit Terong Ungu (Solanum melongena L) terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Putih (Rattus norvegicu. yang Diinduksi Sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek acarbose dengan ekstrak kulit terong ungu dalam penurunan kadar gula darah pada tikus. Dengandosis 100 mg/kgbb menunjukkan efektivitas. Hal ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit terong ungu (Solanum Melongena L. ) memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus Musculu. karna kandungan senyawa alkaloid berefek meningkatnya sekresi insulin. Insulin yang terproduksi kembali akan menghambat Lipase Sensitive Hormon(LSH). Tanin diketahui dapat memacu metabolisme glukosa, tanin juga berfungsi sebagai pengkelat yang dapat mengerutkan membran epitel usus halus sehingga mengurangi penyerapan sari makanan dan akibatnya menghambat asupan glukosa dan lemak serta laju peningkatan glukosa tidak terlalu tinggi, sifat antioksidan flavonoid protektif terhadap kerusakan sel, dan kandungan polifenol dalam kulit terong ungu berperan untuk pencegahan dan pengendalian komplikasi yang timbul dari strees oksidatif yaitu menurunkan kadar glukosa dan kolestrol darah ( Asvita dan Berawi, 2. Besarnya penurunan kadar glukosa darah terjadi pada dosis 0,2 mg/Kgbb yang menujukan adanya aktivitas mulai dari dosis ini, sedangkan pada dosis 0,6 mg/Kgbb tidak menujukan banyak penurunan dari kelompok yang lain. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada proses penyerapan dan distribusi zat aktif dalam tubuh hewan uji. Seperti peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Joni Tandi dengan judul Uji Efek Ekstrak Etanol Kulit Terung Ungu (Solanum Melongena L. ) Terhadap Penurunan Kadar Kolestrol Total dan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan. Penelitian Budiona . menunjukkan uji efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Terong Belanda (Solanumbetaceumcav. ) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan memberikan efek farmakologi terhadap penurunan kadar glukosa darah. KESIMPULAN Ekstrak etanol kulit terong ungu (Solanum Melongena L. ) memiliki aktivitas dalam penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus Musculu. pada dosis 10 mg/kg BB. Disarankan untuk dilakukan penelitian klinis pada subjek manusia. DAFTAR PUSTAKA