JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. Page: 64-81 Homepage : https://jurnal. com/index. php/jumali ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PT X MELALUI INDIKATOR INDI 4. Wawang Yusdiman* Manajemen. Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta 75@gmail. Alan Budi Kusuma Manajemen. Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta abk@bsi. * Wawang Yusdiman Received: 28 September 2025 Revised: 05 Oktober 2025 Published: 09 Oktober 2025 Abstract This study aims to analyze the performance measurement of digital transformation at PT X using the Indonesia Industry 4. 0 Readiness Index (INDI 4. Digital transformation has become a key imperative in the era of the Fourth Industrial Revolution, particularly for state-owned enterprises (SOE. operating in the public service sector. The research employs a descriptive quantitative approach with a case study design, referring to the five main pillars of INDI 4. 0: Management and Organization. People and Culture. Products and Services. Technology, and Company Operations. The assessment results, indicate that PT XAos digital readiness is categorized as Aumature,Ay with an overall INDI 4. 0 score of 3. The pillar of Management and Organization received the highest score . , while the Enterprise Operation pillar scored the lowest . , highlighting the need to enhance infrastructure and adopt advanced technologies. The findings imply that strengthening human capital competence, investing in IT infrastructure, and system integration are crucial for delivering efficient, digital-based public services. This research provides practical and academic contributions for designing public sector digital transformation strategies based on standardized and measurable performance indicators. Keywords: INDI 4. 0, digital transformation. Industry 4. 0, organizational performance. Finance 4. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran kinerja transformasi digital pada PT X dengan menggunakan indikator Indonesia Industry 4. 0 Readiness Index (INDI 4. Transformasi digital merupakan tuntutan utama dalam menghadapi era Revolusi Industri 4. 0, terutama bagi perusahaan yang bergerak di sektor pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus, mengacu pada lima pilar utama INDI 4. 0: Manajemen dan Organisasi. Orang dan Budaya. Produk dan Layanan. Teknologi, dan Operasi Perusahaan. Hasil asesmen yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kesiapan digital PT X berada pada kategori AumatangAy dengan skor keseluruhan sebesar 3,54. Pilar Manajemen dan Organisasi menunjukkan skor tertinggi . , sedangkan pilar Operasi Perusahaan memperoleh nilai terendah . , mengindikasikan perlunya peningkatan infrastruktur dan adopsi teknologi canggih. Implikasi dari hasil ini menunjukkan perlunya penguatan kompetensi sumber daya manusia, investasi teknologi informasi, dan integrasi sistem untuk mencapai layanan publik berbasis digital yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. praktis dan akademik dalam merancang strategi transformasi digital sektor publik berbasis pengukuran yang objektif dan terstandar. Kata kunci: : INDI 4. 0, transformasi digital. Revolusi Industri 4. 0, kinerja organisasi. Finance 4. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang pesat dalam dua dekade terakhir telah melahirkan suatu era baru yang dikenal sebagai Revolusi Industri 4. Revolusi ini ditandai dengan integrasi teknologi digital, fisik, dan biologis, serta mengedepankan kecerdasan buatan (AI), big data. Internet of Things (IoT), dan sistem siber-fisik dalam proses bisnis (Schwab, 2. Dalam konteks industri dan pelayanan publik. Revolusi Industri 4. 0 menuntut organisasi untuk bertransformasi secara menyeluruh guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan daya saing, seperti PT X. PT X, sebagai perusahaan yang berfokus pada perlindungan asuransi untuk korban, berada pada posisi strategis dalam menjawab tuntutan transformasi Namun demikian, keberhasilan transformasi tersebut memerlukan suatu alat ukur yang tepat untuk menilai sejauh mana organisasi ini telah mengadopsi prinsip-prinsip Industri 4. 0 dalam proses kerjanya. (OECD, 2. Di sinilah pentingnya penggunaan indikator Indonesia Industry 4. 0 Readiness Index (INDI . yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Indeks ini menjadi instrumen strategis untuk mengukur kesiapan dan kinerja transformasi digital perusahaan berdasarkan lima pilar utama: manajemen dan organisasi, manusia dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi (Kemenperin. id, 2. Persaingan bisnis di sektor industri jasa semakin ketat menjadikan seluruh perusahaan memaksa melakukan standar kinerja dalam berbagai unsur sumber dayanya agar memiliki kinerja perusahaan yang baik. Suatu perusahaan dapat dikatakan berkembang dan mampu bersaing bila perencanaan dan strategi yang dijalankan tercapai, perusahaan mampu menarik dan memuaskan konsumen. Era digital mengubah perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia dalam aktivitasnya. Untuk tetap terjalin hubungan karyawan dengan perusahaan tetap baik dan kinerja individu karyawan, unit kerja serta perusahaan dapat seiring meningkat sesuai perkembangan zaman. (Purnomo, 2. Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Robbins, 2. pengukuran kinerja adalah proses pengumpulan, analisis dan pelaporan informasi mengenai kinerja dari seorang individu, goup, organisasi, system atau komponen. Aktivitas ini perusahaan 65 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI menetapkan parameter hasil untuk dicapai oleh program, investasi dan akuisisi yang dilakukan (Purnomo, 2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data statistic kinerja industry asuransi sepanjang tahun 2024. Yaitu: Total asset industry asuransi komersil kecuali (BPJS. ASABRI dan Taspe. tercatat sebesar Rp. 651,78 T. asset tersebut terdiri dari asset asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi masing-masing sebesar Rp. 454,22 T. Rp 167. 05 T, dan Rp. 30,50 T. (Bisnis. Com, 2. Penggunaan INDI 4. dalam konteks PT X menjadi relevan karena perusahaan ini harus mampu menunjukkan performa dan kapabilitasnya tidak hanya dari sisi keuangan, namun juga dari sisi digitalisasi layanan, inovasi proses, dan pemberdayaan teknologi untuk meningkatkan kepuasan publik. Sebagai lembaga yang berorientasi pada pelayanan publik, pemanfaatan teknologi haruslah diarahkan untuk menciptakan nilai sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengukuran kinerja menggunakan INDI 4. 0 tidak hanya akan menggambarkan tingkat kematangan digital perusahaan, tetapi juga menjadi dasar bagi pengambilan keputusan manajerial untuk perbaikan berkelanjutan. (Deloitte, 2. Perusahaan menerapkan analisis Indonesia Industry 4. 0 Readiness Index (INDI 4. untuk menilai kesiapan perusahaan dalam transformasi digital. Dan diantara beberapa perusahaan tersebut, sekitar 29 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 2 perusahaan Swasta telah mendapatkan penghargaan atas implementasi transformasi digital. Selain itu, 8 perusahaan di sektor Industri Kimia. Farmasi dan Tekstil (IKFT) juga telah mendapatkan penghargaan INDI 4. 0 karena telah berhasil mengadopsi teknologi (SindoNews. id, 2. Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul AuAnalisis Pengukuran Kinerja Pada PT. X melalui Indikator INDI 0Ay. METODE PENELITIAN Desain penelitian berperan sebagai fondasi penting dalam pelaksanaan sebuah penelitian, karena melalui desain yang tepat, peneliti dapat memperoleh jawaban yang jelas dan dapat dipercaya atas pertanyaan yang diajukan. AuDesain penelitian dalam metode penelitian kuantitatif mencakup perencanaan sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi data rumeri. Ay (Wajdi et al. , 2. Pendekatan ini tidak hanya menjaga keakuratan hasil, tetapi juga mencerminkan upaya peneliti dalam memahami fenomena secara menyeluruh dan bertanggung jawab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat atau tidak antara fenomena yang diteliti. Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan nonstatistik. Dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan antara variabel independen dan Sebelum itu peneliti terlebih dahulu untuk menetapkan populasi dan sampel yang akan dijadikan objek penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Hasil Penelitian Gambar 1. Tahapan Kegiatan Asesmen Pembahasan hasil penelitian pada 5 pilar dan 17 sub INDI 4. 0 Secara umum, berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industry Dalam Bertransformasi Menuju Industry 0, kegiatan asesmen kesiapan Industry 4. 0 ini terdiri dari beberapa tahapan sebagaimana berikut: Berdasarkan Gambar IV. 2 proses kagiatan asesmen seperti berikut : Sosialisasi & Bimbingan Teknis, yang merupakan pemberian awareness dan pelatihan terkait INDI 4. 0 kepada Transformation Managers dan insan di Perusahaan Pembayar Jasa. Screening awal, yang merupakan validasi lebih lanjut terkait Perusahaan Pembayar Jasa, seperti informasi struktur organisasi, wilayah pemasaran dan jaringan operasional, lini bisnis dan produk, serta hal-hal lain yang berpengaruh langsung terhadap skema assessment. Self-assessment atau pengisian mandiri kuesioner INDI 4. 0 dari Perusahaan Pembayar Jasa untuk mengetahui nilai INDI 4. 0 dari persepsi internal Perusahaan dan diisikan melalui aplikasi online (SINDI atau platform lai. oleh setiap transformation managers. Review self-assessment untuk mendapatkan titik vital dari assessment melalui assessment dan sebagai pengetahuan awal assessor sebelum terjun melakukan verifikasi. Verifikasi untuk menilai perusahaan melalui pengumpulan bukti/ evidence dan pengisian kesesuaian standar penilaian yang telah ditetapkan. Dalam 67 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI melakukan verifikasi, terdapat 3 kegiatan yaitu: Site visit / Online Assessment. Hearing & FGD sebagai diskusi penentuan nilai dengan Perusahaan Pembayar Jasa, dan pemberian Rekomendasi Umum kepada Perusahaan Pembayar Jasa. Submit Nilai & Validasi oleh Kementerian Perindustrian, untuk mendapatkan nilai INDI 4. 0 milik Perusahaan Pembayar Jasa yang sah dan dapat menghasilkan sertifikat INDI 4. Gambar 2. Indonesia Industry 4. 0 Readiness Index (INDI 4. INDI 4. 0 terdiri dari 5 pilar dan 17 bidang yang merepresentatifkan berbagai divisi yang berada di perusahaan tersebut, baik yang merupakan primary activities maupun support activities. Kelima pilar tersebut mencakup: Manajemen dan Organisasi. Orang dan Budaya. Produk dan Layanan. Teknologi, serta Operasi Perusahaan. Masing-masing pilar dibagi ke dalam beberapa bidang spesifik yang mencerminkan fungsi-fungsi kunci dalam proses transformasi Struktur ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kesiapan digital suatu perusahaan, mulai dari strategi kepemimpinan hingga implementasi teknologi. Dengan demikian. INDI 4. 0 dapat digunakan sebagai alat evaluasi sekaligus perencanaan strategis yang komprehensif dalam menghadapi era Industri 4. Pendekatan ini juga membantu perusahaan mengidentifikasi area prioritas yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional secara berkelanjutan. Framework INDI 4. 0 apabila dijabarkan pilar dan bidang nya adalah sebagai berikut: Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Merupakan pengukuran terhadap kebijakan pimpinan dan struktur organisasi Perusahaan Industri dalam bertransformasi Manajemen & Org anisasi menuju Industri 4. Merupakan pengukuran terhadap individu dan budaya kerja di dalam Perusahaan Industri dalam bertransformasi menuju Orang & Budaya Industri 4. Merupakan pengukuran terhadap produk dan layanan yang dihasilkan oleh Perusahaan dalam bertransformasi Produk & Layanan Industri 4. Merupakan pengukuran terhadap teknologi yang digunakan oleh Perusahaan Industri dalam bertransformasi menuju Teknologi Industri 4. Merupakan pengukuran terhadap operasional Perusahaan dalam bertransformasi menuju Industri 4. Operasi Perusahaan Gambar 3. Framework INDI 4. Adapun hasil penilaian INDI 4. 0 adalah sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Penilaian Per Pilar dan Bidang No Pilar dan Bidang Manajemen dan Organisasi - Strategi dan Kepemimpinan - Investasi Industry 4. - Kebijakan Inovasi Orang dan Budaya - Budaya - Keterbukaan terhadap Perubahan - Pengembangan Kompetensi Produk dan Layanan - Kustomisasi Produk - Layanan berbasis Data - Produk Cerdas Teknologi 69 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Skor 3,67 3,50 4,00 3,50 3,89 3,67 4,00 4,00 3,17 2,00 3,50 4,00 3,75 Level JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI - Keamanan Cyber - Konektifitas - Mesin Cerdas - Digitalisasi Operasi dan Perusahaan - Penyimpanan dan Sharing Data - Rantai Pasok dan Logistik Cerdas - Proses yang Otonom - Sistem Perawatan Cerdas 4,00 4,00 4,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 NILAI INDI 4. 3,54 Sumber : Diolah Oleh Penelitian . Gambar 4. Hasil Tampilan Aplikasi SINDI Perusahaan sudah memiliki dan menjalankan roadmap transformasi ke 0 secara kontinu dan berkesinambungan. Ada bukti komitmen manajemen dalam dokumen resmi perusahaan. Sudah ada analisis impak bisnis dari implementasi industri 4. 0 secara terukur dan dapat di monitor. PT X sudah mempunyai RJPP. RSTI, dan Human Capital Management. Keberadaan RJPP menjadi fondasi utama yang mengarahkan langkah-langkah strategis perusahaan dalam jangka panjang, termasuk aspek transformasi digital yang terintegrasi dengan visi dan misi perusahaan. Sementara itu. RSTI memastikan bahwa transformasi digital dilakukan tidak secara reaktif, tetapi berdasarkan perencanaan teknologi yang matang dan sesuai dengan kebutuhan bisnis masa Selain itu, pengelolaan SDM melalui pendekatan Human Capital Management menegaskan bahwa manusia tetap menjadi inti dari proses perubahan iniAidiperkuat dengan pelatihan, pengembangan kompetensi, serta sistem penilaian yang berbasis digital. Perusahaan juga telah melakukan analisis dampak bisnis . usiness impact analysi. terhadap penerapan teknologi digital. Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Analisis ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan nilai tambah, tidak hanya dari segi efisiensi, tetapi juga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Seluruh proses ini dilakukan dengan pendekatan yang data-driven, dapat dimonitor secara realtime, serta didokumentasikan untuk kebutuhan evaluasi dan peningkatan Dengan langkah-langkah tersebut, dapat disimpulkan bahwa PT X telah berada pada tingkat kesiapan yang tinggi dalam kerangka INDI 4. 0, khususnya dalam pilar Manajemen dan Organisasi. Upaya ini tidak hanya menunjukkan kesiapan teknis, tetapi juga kesiapan strategis dan kultural untuk bertransformasi di tengah era digital yang terus berkembang. Tabel 2. Hasil Verifikasi Self-Assessment Pilar 1. Manajemen dan Organisasi Bidang 1. Strategi dan Kepemimpinan Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Perusahaan sudah memiliki n PT X sudah mempunyai RJPP, dan menjalankan roadmap RJPTI, dan Human Capital transformasi ke industri 4. Management (HCM). Sudah ada legalisasi dalam bentuk tanda Ada tangan BoD dalam RJPP (HCM bukti komitmen manajemen belum dibuat dalam dokumen terpisa. RJPTI. Sudah ada n Implementasi strategi PT X analisis impak bisnis dari untuk kurun waktu 2020-2024 implementasi industri 4. secara terukur dan dapat di roadmap RJPP yang memuat 3 . tema milestone sebagai output RJPP. Tema tersebut adalah Transform . ransformasi sumber daya manusia dan operasional yang berbasis digital serta terintegras. untuk tahun 2020-2021. Outperform . eningkatan brand awareness dan inovasi pelayanan yang optima. untuk tahun 20222023. Persevere . esinambungan perlindungan 71 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI dasar kepada masyarakat dan terhadap negar. untuk tahun 2024 dan seterusnya n Dalam perusahaan. PT X menjabarkan memuat 4 tema milestone sebagai output RJPP. Tema Toward Excellent Human Capital . Driving Excellent Business Development . Service Operation Excellence . Strengthening Stakeholders Engagement n Projek transformasi di PT X sudah berjalan, salah satunya Bidang 1. Investasi Menuju Industry 4. Hasil self assessment (Nilai Hasil verifikasi Ditahun berjalan sudah ada investasi ke Indi 4. 0 yang perusahaan, besarnya diatas 5 milyar rupiah Bidang 1. Jumlah Investasi yang telah di keluarkan telah mencapai di atas 5 M untuk mendukung transformasi pada tahun 2021 Ae 2023 rata-rata yaitu di atas 40 Milyar Rupiah Kebijakan inovasi Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Sudah transformasi/departemen khusus untuk melakukan transformasi ke industri 4. Dimana departemen/tim ini sudah optimal dibuktikan dengan tercapainya KPI yang telah Sudah ada inovasi dari internal perusahaan dalam bidang IT dan juga disemua bidang/departemen . HRD, Marketing. Finance. Logistik/Inventory. Produksi. Quality Kontrol, dl. PT X sudah memiliki tim transformasi yang dikepalai oleh Kepala Urusan Strategi Transformasi dan Korporasi yang secara struktur organisasi berada di level BoD3 dan di bawah Kepala Divisi Kelembagaan dan Strategi Korporasi. Tugas pokok Kepala Urusan Strategi Transformasi dan Korporasi adalah sebagai berikut: Pengelolaan Aspek Teknik Pekerjaan: n Menyusun Rencana Strategis Jangka Panjang Perusahaan n Menyusun RKAP Urusan Strategi Transformasi dan Korporasi n Mengelola penelitian serta pengembangan bisnis perusahaan n Mengelola program peningkatan kinerja perusahaan dan anak n Mengelola Indikator Kinerja Korporat. Unit Kerja Kantor Pusat. Kantor Cabang, dan Kantor Perwakilan n Mengelola kegiatan penyusunan membangun bank data n Mengelola pengembangan Mobile Platform n Mengelola membangun start up sebagai pengembangan bisnis di luar produk non core n Mengelola rencana transformasi pengembangan inovasi dalam menghadapi tantangan masa n Melakukan 73 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI n Mengelola dan mengembangkan Proses Manajemen Risiko n Mengelola dan mengembangkan BCM (Business Continuity Managemen. Pengelolaan Aspek Kinerja. SDM, dan Fasilitas Kerja n Mengelola dan mengembangkan pegawai bawahannya n Memberi arahan, monitoring, dan umpan balik terhadap pekerjaan bawahan n Memberikan saran-saran penyempurnaan sistem dan prosedur di dalam unit kerjanya kepada atasan langsung n Mengelola dan mengamankan alat dan sarana fisik di dalam unit kerja yang dipimpinnya n Melakukan evaluasi berkala dan terhadap seluruh unit kerja yang dipimpin nya n Melakukan Kerjasama dengan unit-unit kerja yang lain dalam Pilar 2 Orang dan Budaya Bidang 2. Budaya Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi SDM perusahaan secara budaya untuk berdisiplin waktu, memiliki kemauan untuk belajar, memiliki etos kerja yang sangat tinggi, dan sudah memiliki keterbukaan Secara garis besar, pembangunan orang dan budaya di PT X saat ini cukup bagus, hal ini dapat tercermin dalam hasil pengukuran budaya AKHLAK yang dimana PT X rata-rata sebesar 66,2% dengan keterangan cukup sehat, nilai tersebut berada diatas rata-rata Total Health Index Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. kritis dan BUMN yaitu sebesar 63,0%, selain terbuka, serta berdaya saing itu terdapat pula nilai employee internasional internasional. satisfaction index sebesar 4,00. Namun, belum ada bukti yang menunjukkan insan PT X memiliki digital mindset maupun budaya terkait digitalisasi. Bidang 2. Keterbukaan Terhadap Perubahan Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Karyawan menjadi driver perubahan teknologi dan proses bisnis perusahaan. Adopsi teknologi dan sistem baru dilakukan secara suka rela dan dilakukan perbaikan yang secara terus menerus. Bidang 2. Karyawan PT X secara umum sudah perubahan dilakukan atas dasar sukarela dan bertanggung jawab pemanfaatan teknologi untuk proses-proses kerja, hal ini dapat dilihat pada hasil survey AKHLAK mengenai Adaptif yang mendapatkan health 71,3% Kolaboratif sebesar 51,9% serta penggunaan e-learning sebagai media untuk belajar dan sharing. Pengembangan Kompetensi Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Sudah training/workshop/ pendidikan/sertifikasi terkait Industri 4. 0 di semua SDM departemen perusahaan Pilar 3 Produk dan Layanan Bidang 3. Kustomisasi Produk Insan PT X sudah melakukan training-training terkait dengan Industry 4. 0, seperti Data Science. Digital Business Transformation, serta pembentukan Data-driven Team. Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi 75 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI Sebanyak 26-50% produk atau services yang diberikan produk/layanan Bidang 3. Kustomisasi produk dari PT X masih tidak lebih dari 50% dikarenakan kustomisasi produk. Layanan Berbasis Data Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Perusahaan mengumpulkan & mengolah otomatis, dan digunakan untuk mengoptimasi proses bisnis yang ada. Memiliki sistem AI yang mampu memberikan masukan dan perusahaan terkait dengan Bidang 3. PT X sudah mengumpulkan data pelanggan dari channel dan/atau sumber lain melalui konektivitas dengan ekosistem nya, seperti Samsat dan ASDP. Perusahaan sudah melakukan pengolahan data meningkatkan pelayanan, namun belum dilakukan untuk model bisnis baru Produk Cerdas Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Produk atau services yang dihasilkan atau ditawarkan realtime/semi realtime sesuai dengan kebutuhan customer melalui platform internet dan dilengkapi dengan sistem machine learning untuk produk/services Pilar 4 Teknologi Bidang 4. Keamanan Cyber Produk yang dihasilkan PT X sudah terintegrasi dengan Internet. GPS. QR Code, dan Digital Signature, sudah dapat dipantau melalui platform internet namun tidak real Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Perusahaan Dari hasil Verifikasi didapatkan asesmen IT maturity level hasil bahwa PT X sudah melakukan dengan minimal nilai 4 dan asesmen IT maturity level dengan memiliki sistem nilai 3 dengan menggunakan COBIT 2019 dan berada pada posisi departemen/bagian IT dan established. PT X memiliki sistem perusahaan, cyber dan departemen/bagian IT dan bagian terus OT perusahaan. sudah Sudah memiliki ISO 27001 dengan mendapat ISO 27001 ruang lingkup IT perusahaan Bidang 4. Konektiviktas Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Sudah ada konektivitas di PT X sudah ada konektivitas internal perusahaan dan internal perusahaan menggunakan perusahaan jaringan internet/intranet. Sudah menggunakan internat yang ada komunikasi antar mesin/sistem terintegrasi dan digunakan dalam perusahaan. Sudah ada secara efektif dan efisien. konektivitas host to host . erver to Integrasi dan serve. antar perusahaan seperti horizontal perusahaan sudah dengan Dukcapil. Korlantas. Rumah dilakukan secara otomatis Sakit. BPJS. Dishub. Samsat, dll dan real-time. Bidang 4. Mesin Cerdas Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Adanya 1-5 Dari hasil verifikasi yang dilakukan, mesin/sistem/ teknologi pihak PT X sudah memiliki sistem pintar yang sudah dilengkapi cerdas dalam bentuk aplikasi kecerdasan buatan Komunikasi Efektif Tepat Optimal Praktis (Ketopra. , yaitu berupa interface koneksi dengan chatbot dari platform Whatsapp Sehingga mesin atau sistem parameter maupun urutan Mesin pintar juga bisa manusia dan mesin, atau 77 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI mesin/sistem Bidang 4. Digitalisasi Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Implementasi digital sudah 75% dalam Baik dalam proses, produk maupun Adanya implementasi digital twin, digital factory, digital produk merupakan salah contoh implementasi dari digitalisasi perusahaan. Berdasarkan hasil verifikasi. PT X baru memiliki 75% digitalisasi karena mengacu pada regulasi yang dijalankan secara manual. Pilar 5 Operasi Bidang 5. Penyimpanan dan Sharing Data Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Data operasional perusahaan sudah di simpan dan di proses dalam cloud, dan secara secara Data terkoneksi kedalam sistem IT dan OT jaringan internet sehingga dapat diakses oleh stake holder yang di beri Bidang 5. Belum semua data operasional perusahaan di simpan dalam cloud, sebagian masih disimpan dalam server internal perusahaan, sudah dilakukan pemrosesan data namun belum optimal, juga sudah terkoneksi kedalam sistem IT Rantai Pasok dan Logistik Cerdas Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. Rantai pasok dan sistem terintegrasi dengan data Ada teknologi/sistem digunakan untuk mendukung rantai pasok cerdas Bidang 5. Berdasarkan evidence, sudah ada 5 sistem yang sudah terintegrasi dengan rantai pasok perusahaan. Yaitu QR Code. Digital Signature. ERP, e-Proc. RFID Proses Yang Otonom Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Sudah ada sistem/teknologi operasional perusahaan baik di lapangan/field/shop floor maupun di office. Tingkat perusahaan sampai 100%. Dan sistem yang ada Bidang 5. Tingkat otomasi cenderung rendah karena analisa dan keputusannya sebagian besar masih dalam kendali Perawatan Cerdas Hasil Self Assessment (Nilai Hasil Verifikasi Perusahaan sudah Berdasarkan pemaparan. PT X sudah menerapkan sistem perawatan berada pada sistem perawatan prediktif untuk prediktif dengan evidence Annual mesin/teknologi/aplikasi yang Technical Support dengan PT Griya Adanya perawatan Mitra Persada dan upgrading dari mesin /teknologi/aplikasi Sumber : Data Diolah Peneliti . Berdasarkan hasil asesmen mandiri yang dilakukan melalui aplikasi SINDI (Sistem Informasi INDI 4. PT X memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,54 pada seluruh pilar dan bidang penilaian. Skor ini menunjukkan tingkat kesiapan digital perusahaan yang sudah berada pada level "berkembang matang", yang artinya PT X telah berhasil membangun sistem dan struktur yang mendukung 79 | Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI DAN ILMU EKONOMI transformasi digital secara menyeluruh, meskipun belum sepenuhnya optimal. Jika merujuk pada standar yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN, capaian tersebut sudah melampaui nilai ambang target nasional, dan mencerminkan kematangan digital organisasi yang progresif. Namun demikian, hasil ini tidak menjadi titik akhir dari upaya transformasi yang dilakukan perusahaan. Justru sebaliknya, nilai ini menjadi refleksi sekaligus pijakan strategis bagi manajemen untuk merumuskan perbaikan-perbaikan berkelanjutan, baik pada aspek kebijakan, teknologi, maupun penguatan budaya Perlu disadari bahwa keberhasilan transformasi digital bukan sematamata pada pencapaian skor, tetapi pada bagaimana perusahaan secara konsisten meningkatkan daya adaptasi, inovasi, dan efisiensi di tengah ekosistem industri yang terus berubah. Oleh karena itu. PT X telah menyusun roadmap pengembangan transformasi digital berbasis INDI 4. 0 untuk beberapa tahun ke depan. Roadmap ini tidak hanya berisi target kuantitatif berupa peningkatan skor, tetapi juga menguraikan langkah-langkah strategis yang bersifat praktis dan terukur, seperti penguatan sistem digitalisasi layanan, pelatihan berkelanjutan untuk SDM, pengembangan infrastruktur teknologi, serta penguatan tata kelola digital yang responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Implementasi roadmap secara bertahap dan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai asesmen INDI 4. 0 pada periode penilaian Lebih jauh dari itu, roadmap ini juga menjadi simbol komitmen PT X dalam mewujudkan transformasi yang bukan hanya berbasis alat ukur, tetapi berbasis pada kesadaran organisasi untuk terus belajar, berkembang, dan berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan relevan di era digital. KESIMPULAN Hasil asesmen INDI 4. 0 yang telah disampaikan menunjukkan hasil yang Jika mengacu pada nilai rata-rata dari masing-masing pilar dan bidang, maka skor 3,57 atau 3,58 pada aplikasi SINDI, masih di atas target yang dicatat oleh PT X. Namun, masih banyak hal yang dapat dikembangkan kembali melalui perbaikan-perbaikan yang diimplementasikan melalui roadmap INDI 4. 0 untuk beberapa tahun ke depan. Roadmap diharapkan dapat meningkatkan nilai pengukuran INDI 4. 0 selanjutnya di tahun mendatang. Analisis Pengukuran Kinerja PT X Melalui Indikator Indi 4. Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. DAFTAR PUSTAKA