ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH E-COMMERCE SHOPEE TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIAH (STIT) SYEKH MUHAMMAD NAFIS TABALONG Siti Nurhidayah* . Taufik Rahman dayahsinuhi@gmail. opeixman@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung- Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK E-commerce merupakan aktifitas penjualan dan pembelian melalui jaringan internet dimana pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, melainkan berkomunikasi melalui media internet. Perilaku konsumtif sebagai tindakan individu yang mengonsumsi, menggunakan, memakai sesuatu bukan karena membutuhkan, tetapi karena keinginan dan hanya untuk memenuhi hasrat semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh Pengaruh E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong, berapa besar pengaruh Pengaruh E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Dengan jumlah sampel adalah 90 orang yang memenuhi kriteria yang ditentukan peneliti dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket atau kuesioner melalui google form. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi teknik analisis data uji model pengukuran/Outer Model yang terdiri dari Uji Validitas (Convergent Validity. Discriminant Validit. Uji Reliability. Uji model Struktural/Inner Model (R-Square. Estimate For Path Coeficient. Model Fit. Q- Squar. dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh E-Commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong, besar pengaruh dilihat dari nilai R-Square diketahui E-Commerce Shopee mempengaruhi Perilaku Konsumtif sebesar 0. 594 atau 59,4 % sisanya 40,6 % merupakan faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian Kata Kunci : E-Commerce. Perilaku Konsumtif, dan SmartPLS THE EFFECT OF SHOPEE E-COMMERCE ON CONSUMPTIVE BEHAVIOR AMONG STUDENTS OF SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIAH (STIT) SYEKH MUHAMMAD NAFIS TABALONG ABSTRACT E-commerce refers to the activity of buying and selling goods and services over the internet, where buyers and sellers communicate through digital media without meeting in person. Consumptive behavior is an individual's action of consuming, using, or acquiring something not out of necessity, but driven by desires and for the sake of fulfilling wants. This study aims to examine the effect of Shopee E-commerce on consumptive behavior among students of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong, and to determine the extent of this effect. The research employs a descriptive quantitative approach. The sampling technique used is purposive sampling, with 90 students who meet the research criteria. Primary and secondary data were JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB collected through questionnaires distributed via Google Forms. Data analysis techniques include measurement model testing (Outer Mode. involving Validity Testing (Convergent Validity. Discriminant Validit. Reliability Testing. Structural Model Testing (R-Square. Path Coefficient Estimation. Model Fit. QSquar. , and Hypothesis Testing. The findings reveal that Shopee E-commerce significantly influences consumptive behavior, with an R-Square value indicating that 59. 4% of the variation in consumptive behavior is influenced by Shopee E-commerce, while the remaining 40. 6% is influenced by other factors not covered in this study. Keywords: E-Commerce. Consumptive Behavior. SmartPLS PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang cukup besar dan berlangsung demikian cepat. Perubahan gaya hidup manusia menjadi serba modern dan Kemajuan teknologi ini ditandai dengan munculnya berbagai media komunikasi yang canggih dan sangat berpengaruh dalam hubungan sosial masyarakat, salah satunya yaitu internet. Internet menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia saat ini. Keberadaan internet sebagai media informasi dan komunikasi membuat proses berkomunikasi menjadi lebih Kemajuan teknologi membuat orang-orang cenderung lebih banyak memanfaatkan teknologi baru, yaitu media online, dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya. Kemudahan-kemudahan yang diberikan internet kepada para penggunanya menjadikan seseorang seperti kecanduan akan adanya internet. Salah satu kemudahan yang dapat dirasakan dengan adanya internet adalah dapat memudahkan orang-orang untuk berbelanja secara online, karena dengan cara baru inilah mereka tidak perlu merasa kesulitan lagi untuk memperoleh barang yang Dengan sambungan internet, setiap daerah di Indonesia sudah dapat melakukan transaksi secara online. Dengan adanya fenomena yang terjadi saat ini banyak bermunculan berbagai penyedia layanan yang dapat membantu dalam memenuhi apa yang diinginkan orang-orang tersebut, salah satunya bisnis online atau yang popular disebut e-commerce. Menurut (Sopanah, et al. , 2. mengatakan e-commerce merupakan aktifitas penjualan dan pembelian melalui jaringan internet JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 dimana pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, melainkan berkomunikasi melalui media Didukung oleh teori (Kotler & Amstrong. Principles Of Marketing Global, 2. yang menyatakan bahwa e-commerce adalah saluran online yang dapat dijangkau seseorang melalui komputer yang mana digunakan oleh para pemilik bisnis untuk berbagai aktivitas bisnisnya. Salah satu e-commerce yang dikenal adalah shopee. Shopee adalah platform belanja online di Asia Tenggara dan Taiwan. Diluncurkan tahun 2015 di Singapura. Shopee merupakan sebuah platform yang disesuaikan untuk tiap wilayah dan menyediakan pengalaman berbelanja online yang mudah, aman, dan cepat bagi penggunanya melalui dukungan pembayaran dan logistik yang kuat. Sepanjang tahun 2023, aplikasi ecommerce yang paling banyak digunakan adalah Dimana shopee tetap mempertahankan dominasi di pasar e-commerce Indonesia. Hal ini ditandai dengan pengunjung shopee lebih banyak dibandingkan pemain e-commerce lainnya yaitu dengan 161 juta pengunjung, dibandingkan dengan Tokopedia 106 juta pengunjung dan Lazada 70 juta pengunjung (Indonesia, 2. Kehadiran E-commerce ini memberikan penawaran-penawaran yang menarik bagi konsumen yaitu dengan banyaknya promo-promo, metode pembayaran yang mudah bagi konsumen, gratis ongkir, harga barang yang lebih murah dan lain sebagainya. Tentu akan mendorong pembelian produk yang akan menjadikan seseorang lebih menghabiskan uangnya hanya demi barang yang sebenarnya tidaklah terlalu dibutuhkan. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Kotler& Keller . Mendefinisikan perilaku konsumtif sebagai tindakan individu yang mengonsumsi, menggunakan, memakai sesuatu bukan karena membutuhkan, tetapi karena keinginan dan hanya untuk memenuhi hasrat Dorongan mengindikasikan adanya kecenderungan perilaku Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas, membeli sesuatu yang berlebihan atau secara tidak terencana. Prilaku konsumtif biasanya melekat pada seseorang apabila orang tersebut membeli sesuatu diluar kebutuhan yang rasional, sebab pembelian tidak lagi didasarkan pada faktor kebutuhan, tetapi sudah pada taraf keinginan yang berlebihan Fenomena yang terjadi pada saat ini, perilaku konsumtif kerap terjadi di Universitasuniversitas, dimana dengan perilku tersebut dapat berpengaruh terhadap individu agar mendapatkan pengakuan sosial yang berarti di kalangan Pada akhirnya perilaku konsumtif ini menjelma menjadi tren yang memaksa siapa saja untuk masuk ke dalam arusnya. Hal ini pula yang membuat para pelajar termasuk mahasiswa dan mahasisswi untuk membeli produk atau jasa secara Karena mereka merasa bahwa berbelanja online merupakan alternatif yang dapat memudahkan mereka mendapatkan produk atau jasa yang mereka butuhkan. Cara berbelanja yang praktis, efisien, instan dan juga simple membuat para mahasiswa dan mahasiswi tertarik. Hasil Penelitian yang dilakukan oleh (Fauziah. Nurochani. Nopianti, menunjukkan bahwa Fitur E-commerce Shopee terhadap perilaku konsumtif Hal ini ditunjukan oleh hasil uji t yang memperlihatkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel . ,295 > 1,. dan nilai signifikasi sebesar 0,000 berarti lebih kecil dari standar 0,05. (Rahima & Cahyadi, 2. menunjukkan pengaruh penggunaan Fitur Shopee Paylater unuversitas mataram sesuai dengan hasil uji hipotesa diperoleh angka 0,152 yang berarti h0 diterima, yaitu tidak terdapat hubungan antara JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 pengaruh penggunaan Fitur Shopee Paylater Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Mataram. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong merupakan kampus yang berada pada Kompleks Islamic Center Tabalong,Desa Maburai. Kecamatan Murung Pudak,Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan dua program studi yaitu Studi Pendidikan Agama Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam. Dimana pada tahun 2022 terdapat 30 mahasiswa/mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam, dan 36 mahasiswa/mahasiswi program studi Manajemen Pendidikan Islam. Pada tahun 2023 terdapat 34 mahasiswa/mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam, dan 43 mahasiswa/mahasiswi program studi Manajemen Pendidikan Islam. Pada tahun 2024 terdapat 40 mahasiswa/mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam, dan 36 mahasiswa/mahasiswi program studi Manajemen Pendidikan Islam. Jadi, jumlah mahasiswa/mahasiswi yang ada pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong pada tahun ajaran 2022 sampai dengan 2024 yaitu terdapat 219 mahasiswa/mahasiswi, dimana terdapat 104 mahasiswa/mahasiswi pada prodi Pendidikan Agama Islam dan terdapat 115 mahasiwa pada prodi Manajemen Pendidikan Islam. Berdasarkan dari wawancara awal yang telah dilakukan peneliti dengan beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong sebagai langkah awal dalam melakukan penelitian, mereka mengatakan cenderung lebih memilih untuk menggunakan e-commerce Shopee dibanding platform lain dalam melakukan belanja online. Hal ini karena mereka merasa e-commerce Shopee merupakan platform belanja online yang paling mudah untuk diakses. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh ECommerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Rumusan Masalah Apakah ada Pengaruh E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong ? Seberapa besar Pengaruh E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong ? Tujuan Untuk Mengetahui dan Menganalis Pengaruh E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Untuk mengetahui dan Menganalis Seberapa besar Pengaruh E-commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Manfaat Manfaat Teoritis Secara Teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemikiran dan juga tambahan ilmu pengetahuan tentang pengaruh e-commerce shopee terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Manfaat Praktis Bagi Peneliti Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang penerapan pelaksanaan teori yang selama ini penulis peroleh di bangku kuliah serta pelaksanaannya secara langsung Bagi Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memiliki dampak positif serta memberikan pemahaman lebih mengenai pengaruh e-commerce shopee terhadap perilaku konsumtif serta lebih bijak dalam menggunakan e-commerce shopee sebagai media perbelanjaan dan dapat mengindarkan diri dari perilaku JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Bagi Perguruan Tinggi dan Lingkungan Akademis Untuk institusi diharapkan penelitian ini dapat menjadi tambahan modal bagi para peneliti lainnya khususnya para mahasiswa konsentrasi pemasaran dan peneliti ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya dibidang manajemen Administrasi Bisnis. TINJAUAN PUSTAKA Pemasaran Menurut (Riyoko, 2. pemasaran didefinisikan sebagai proses distribusi barang atau jasa yang diproduksi perusahaan atau korporat kepada konsumen. (Yulianti. Lamsah, & Periyadi, 2. mengemukakan pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinnginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Menurut (Yulianti. Lamsah, & Periyadi, 2. terdapat enam konsep yang merupakan dasar dalam pelaksanaan kegiatan pemasaran yaitu : Konsep Produksi Konsep produksi mengatakan bahwa konsumen konsumen akan menyukai suatu produk yang tersedia dimana saja dan harganya tergolong Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya agar mencapai efesiensi produk yang tinggi dan distribusi yang luas. Konsep Produk Konsep Produk berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, perfomansi serta ciri-ciri terbaik. Tugas manajemen dalam hal ini adalah membuat produk berkualiatas, karena konsumen diamggap menyukai produk dengan kualitas tinggi dan dengan ciri-ciri terbaik. Konsep Penjualan Konsep konsumen dengan dibiarkan begitu saja, organisasi melaksanakan berbagai upaya penjualan dan promosi agresif. Konsep Pemasaran ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci dalam mencapai tujuann organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan serta keinginan pasar sasaran dalam memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif dan lebih efisien dibandingkan para pesaing. Konsep Pemasaran Sosial Konsep pemasaran sosial mengatakan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diharapakan dengan cara yang efektif dan efisien. Konsep Pemasaran Global Pada konsep ini, manajer berupaya memahami faktor-faktor mempengaruhi pemasaran dengan manajemen strategi yang mantap. Tujuannya adalah untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan Menurut (Fakhrudin. Valeria Roellyanti, & Awan, 2. mengatakan bauran-bauran pemasaran terdiri dari : Produk (Produc. , merupakan bagian intergral dari bauran pemasaran, sehingga produk sangat berperan penting dalam bauran pemasaran. Sebelum pemasaran yang lain maka harus ditentukan terlebih dahulu produk apa yang akan dibuat dan dipasarkan. Jadi produk itu merupakan sesuatu yang dibuat dan dijual oleh suatu . Harga (Pric. , yaitu sejumlah nilai yang yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua . Tempat (Plac. , lokasi yang disediakan perusahaan untuk membuat suatu barang yang akan dijual. Promosi (Promotio. , merupakan arus informasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan menciftakan pertukaran dalam E-Commerce JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 (Adoe. Yusfiana. Daina. Lubis, & Harahap, e-commerce merupakan proses penjualan dan pembelian barang secara elektronik oleh konsumen dengan perantara komputer atau jaringan internet. Menurut (Sopanah, et al. , 2. mengatakan e-commerce merupakan aktifitas penjualan dan pembelian melalui jaringan internet dimana pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, melainkan berkomunikasi melalui media internet. Didukung oleh teori (Kotler & Amstrong. Principles Of Marketing Global, 2. yang menyatakan bahwa e-commerce adalah saluran online yang dapat dijangkau seseorang melalui komputer yang mana digunakan oleh para pemilik bisnis untuk berbagai Sedangkan (Fatmawatie, 2. e-commerce adalah proses transaksi tanpa bertemunya pembeli dan penjual dalam batas wilayah melainkan dilakukan secara Menurut (Rerung, 2. E-Commerce dapat didefinisikan sebagai arena terjadinya transaksi atau pertukaran informasi antara penjual dan pembeli di dunia maya. Shopee adalah platform atau pelantara yang disediakan bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi dari berbagai segmen dari Asia Tenggara untuk mencapai dunia yang lebih baik melalui kekuatan transformatif teknologi, tujuan Shopee adalah menyediakan dan memberikan pengalaman berbelanja dan menjual online menggunakan berbagai pilihan produk, mudah digunakan oleh berbagai komunitas sosial (Ginee, 2. Menurut (Harmayanti. Marpaung. Mulyani, & Hutahean, 2. E-Commerce dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : Business to Consumer (B2C), yaitu penjualan suatu produk, layanan, dan eceran kepada pembeli secara individu. Business to Business (B2B), yaitu penjualan suatu produk dan layanan yang dilakukan antar . Customer to Costumer (C2C), yaitu penjualan yang dilakukan secara langsung antara konsumen dengan konsumen. Indikator E-Commerce Shopee menurut (Sopanah, et al. , 2. Kualitas Sistem ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Terkait dengan internet, pengukuran sistem ecommerce sesuai dengan manfaat, tersedia, dan waktu untuk melakukan respon. Keakuratan Informasi Ketika melihat pada e-commerce shopee, konten . eakuratan informas. tersebut mudah dimengerti, aman pada saat calon pembeli memulai melakukan transaksi melalui internet. Mutu Layanan Dukungan total untuk melakukan layanan dan dapat dilakukan kapan saja terlepas dari penyedia internet . Pemanfaatan Diukur mulai kunjungan ke situs web yang tersedia untuk informasi dan pelaksanaan transaksi yang aman. Kepuasan Pengguna Terkait pengukuran terhadap komentar konsumen pada model e-commerce shopee dan dapat menjakau pada semua pelanggan saat membeli, membayar, bahkan saat menerima . Manfaat Sangat diperlukan dan menjadi penting bagi penjual untuk menilai baik atau buruk dari pelayanan yang telah diberikan dan apakah mempunyai dampak positif atau negatif dari ecommerce shopee yang telah dimanfaatkan. Perilaku Konsumen Perilaku Konsumen merupakan tindakan individu ataupun kelompok dalam pembelian, konsumsi, dan pembuangan produk atau layanan yang bertujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan (Samsiah , et al. , 2. (Firmansyah, 2. menyatakan perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan adanya suatu proses pembelian, pada saat itu konsumen melakukan aktivitas seperti melakukan pencarian, penelitian, dan pengevaluasian produk dan jasa. Perilaku Konsumen merupakan suatu yang mendasari konsumen untuk embuat keputusan dalam pembelian. Menurut (Samsiah , et al. , 2. faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu terdiri dari : Faktor Budaya JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Budaya memilki pengaruh yang paling luas terhadap perilaku konsumen, produsen harus memahami peran yang dimainkan oleh budaya, sub budaya, dan kelas sosial. Budaya : Merupakan faktor penentu dari keinginan dan perilaku seseorang. Nilainilai, persepsi, dan tindakan dalam budaya dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga atau institusi lainnya. Setiap perilaku konsumen dikendalikan oleh nilai dan norma budaya yang berbeda-beda. Sub Budaya : Merujuk pada kelompok orang dengan sistem nilai bersama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. Produsen, terutama dalam pemasaran, harus merancang produk dan program yang sesuai dengan sub budaya Kelas Sosial : Bagian masyarakat dengan sifat yang relatif permanen, dimana anggotanya memilki nilai, kepentingan, dan tindakan yang serupa. Faktor Sosial Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen antara lain yaitu: Kelompok Acuan : Kelompok yang memilki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap perilaku seseorang. Pandangan dari kelompok acuan ini dapat menjadi referensi penting dalam memilih produk atau merek. Keluarga : Merupakan elemen penting dalam aktivitas pembelian konsumen. Anggota keluarga memilki pengaruh signifikan atas perilaku pembelian, karena seringkali mereka memilki nilai-nilai, pandangan, dan preferensi yang sama. Peran dan Status : Mencerminkan penghargaan yang diberikan masyarakat. Status seseorang dalam masyarakat pembelian yang mereka lakukan. Faktor Pribadi Faktor-faktor pribadi yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen antara lain yaitu: Usia dan Tahap Siklus Hidup : Usia mempengaruhi perilaku dan preferensi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Seiring bertambahnya usia, preferensi konsumen juga dapat berubah. Pekerjaan : Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian produk atau Produsen cenderung mengidentifikasi kelompok pekerja dengan minat yang lebih tinggi yerhadap produk atau merek Situasi Ekonomi : Keadaan ekonomi seseorang turut mempengaruhi perilaku pembelian terhadap produk atau jasa. Gaya Hidup : Pola kehidupan seseorang tercermin melalui kegiatan, minat, dan opini, juga mencerminkan identitas kelas Kepribadian : Setiap individu memilki kepribadian yang unik, yang berpengaruh terhadap perilaku pembelian mereka. Faktor Psikologis Beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen antara lain yaitu Motivasi : Dorongan untuk mencari kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dan Motivasi memainkan peran penting dalam keputusan pembelian. Persepsi : Merupakan cara seseorang perilaku mereka dalam merespon produk atau merek. Pembelajaran : Proses dimana individu belajar tentang produk atau merek melalui pengalaman atau informasi dari sumber Keyakinan dan Perilaku : Keyakinan individu dan sikap terhadap produk natau pembelian berikutnya. Tipe-tipe perilaku konsumen menurut (Simarmata, et al. , 2. Perilaku Membeli Yang Kompleks Yaitu dimana konsumen akan membeli produk mahal, penuh pertimbangan, dan jarang dibeli oleh orang pada umumnya. Kegiatan ini sudah melalui keputudsan yang matang yang dilakuakn oleh konsumen dengan pertimbangan merek yang sensitif. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Perilaku Membeli Mengurangi Disonasi atau Pada tipe ini dimana konsumen akan melakukan pembelian dengan terlebih dahulu membandingkan merek produk. Kegiatan ini dilakukan karena konsumen tidak ingin adanya penyesalan dalam melakukan . Perilaku Membeli Karena Kebiasaan atau Perilaku Konsumtif Yaitu pembelian karena kebiasaan, kesadaran konsumen rendah tentang manfaat produk yang dibeli, atau membeli produk tanpa pertimbangan yang rasional karena keinginan nafsu semata. Perilaku Mencari Keragaman Produk Pada tipe ini konsumen membeli produk yang bewrbeda karena didasari oleh keinginan konsumen terhadap suatu produk baru. Terjadi pertimbangan merek penting. Dalam perilaku ini bertujuan untuk mencari variasi penggunaan produk. Perilaku Konsumtif Menurut (Etta, 2. perilaku konsumtif sama halnya dengan sikap boros yang diartikan sebagai Auvolume konsumsi yang melebihi sebenarnyaAy. Menurut (Sumartono, 2. mengatakan perilaku konsumtif dapat diartikan sebagai suatu tindakan menggunakan suatu produk secara tidak tuntas. Artinya belum habis suatu produk dipakai, seseorang menggunakan produk jenis dan merek yang lain, atau membeli produk karena adanya hadiah yang ditawarkan atau membeli barang atau produk karena banyak orang lain yang menggunakan produk tersebut. Menurut (Yuniarti, 2. perilaku konsumtif adalah adalah suatu perilaku membeli yang tidak didasarkan pada pertimbangan yang rasional, terapi karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang sudak tidak rasional lagi. (Kotler & Keller, 2. mendefinisikan perilaku konsumtif sebagai menggunakan, memakai sesuatu bukan karena ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB membutuhkan, tetapi karena keinginan dan hanya untuk memenuhi hasrat semata. Menurut (Engel. Blackwell, & Miniard, 2. munculnya perilaku konsumtif disebabkan oleh dua hal, yaitu sebagai berikut: Faktor Internal Faktor internal yang berpengaruh pada perilaku konsumtif diantaranya adalah: Motivasi, merupakan dorongan yang dirasakan pemenuhan kebutuhan. Harga diri, seorang yang memiliki harga diri rendah cenderung lebih mudah dipengaruhi daripada yang harga dirinya tinggi. Observasi, merupakan suatu proses belajar yang dilakukan konsumen ketika mengamati tindakan dan perilaku orang lain. Proses belajar, merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan dan pengalaman ini akan mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku. Kepribadian, merupakan karakteristik yang karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing Ae masing individu. Konsep diri, merupakan gambaran individu tentang diri sendiri. Konsep diri dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku membeli . Faktor Eksternal Faktor eksternal yang berpengaruh pada perilaku konsumtif diantaranya adalah: Budaya, mengacu pada seperangkat nilai, gagasan dan simbol bermakna lainnya yang membantu individu berkomunikasi, membuat tafsiran dan melakukan evaluasi sebagai anggota masyarakat. Kelas sosial, merupakan pembagian di dalam masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang terbagi menjadi nilai, minat dan perilaku yang sama. Kelompok-kelompok sosial dan referensi, merupakan kesatuan sosial yang menjadi tempat individu berinteraksi satu sama lain, karena adanya hubungan di antara mereka, kelompok sosial. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Keluarga, keputusan konsumsi kerap kali dipengaruhi oleh keluarga karena keluarga memainkan peran terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku manusia dalam pemberian barang dan jasa. Menurut (Sumartono, 2. mengatakan indikator perilaku konsumtif meliputi : Implusive Buying (Pembelian impulsiv. Yaitu seseorang berperilaku konsumtif sematamata hanya karena didasari oleh keinginan atau hasrat sesaat tanpa pertimbangan, perencanaan, dan keputusan dilalukan ditempat pembelian. Non Rational Buying (Pembelian tidak Yaitu pembelian didasari oleh sifat emosional, merupakan suatu dorongan untuk mengikuti orang lain atau berbeda dengan orang lain tanpa adanya pertimbangan dalam mengambil keputusan dan adanya suatu perasaan bangga. Watesful Buying (Pemborosa. Yaitu keinginan dari pada sebuah kebutuhan dan menyebabkan seseorang mengeluarkan uang untuk bermacam-macam keperluan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokoknya sendiri, dan dilakukan untuk kesenangan semata. Kerangka Konseptual Menurut (Sugiyono, 2. , kerangka konseptual adalah suatu hubungan yang akan menghubungkan antara variabel-variabel secara teoritis, yaitu antara variabel indevenden dengan variabel devenden yang akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilaksanakan, tentang teori-teori berhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang ingin diteliti. Adapun kerangka konseptual dari penelitian ini adalah : Gambar 1 Kerangka Konseptual Kualitas Sistem Keakuratan Informasi Pembelian Implusif Mutu Layanan E-Commerce Shopee (X) Perilaku Konsumtif (Y) Pembelian Tidak Rasional ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Pemanfaatan Kepuasan Pengguna Pemborosan Manfaat Sumber : Data Diolah, 2024 Hipotesis Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka dapat dikemukakan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Ha : Diduga Ada Pengaruh Pengaruh E-Commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. H0 : Diduga Tidak Ada Pengaruh Pengaruh ECommerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti data yang diperoleh (Sugiyono, 2. mendefinisikan metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic . ata kongkri. , data penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat uji perhitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Metode ini bertujuan untuk mengukur data variabel x (E-Commerce Shope. dan variabel Y (Perilaku Konsumti. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner kepada pengguna Shopee pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong, dan data yang dianalisis bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah dibuat. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong Kompleks Islamic JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Center Tabalong. Desa Maburai. Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan. Populasi dan Sampel Populasi (Sugiyono, 2. mengatakan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Dalam penelitian ini mengambil populasi pengguna E-Commerce Shopee pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong yang pernah melakukan pembelian. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi dengan memiliki karakteristik serta sifat yang refresentatif sehinnga dapat mewakili semua populasi yang nantinya akan diteliti (Sugioni. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbanagn tertentu (Sugioni, 2. Pada penelitian ini menggunakan purposive sampling karena untuk menjadi responden, sampel diberikan berupa pertimbangan dengan adanya kriteria khusus agar mendapatkan hasil yang Syarat dari sebagian responden harus terpenuhi agar dapat mengumpulkan data yang akurat dari tempat penelitian. Kriteria dalam pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah responden yang memiliki aplikasi Shopee dan merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Dikarenakan jumlah populasi pada penelitian ini tidak diketahui secara pasti , maka untuk menentukan besarnya sampel yaitu dengan menggunakan rumus (Ferdinand, 2. Ukuran sampel adalah 5-10 kali jumlah indikator dari keseluruhan variabel. Dalam penelitian ini, jumlah indikator penelitiannya sebanyak 9 item, sehingga dapat dihitung : n = ukuran sampel x jumlah indikator ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB = ( 5-. = 10 x 9 = 90 Dari perhitungan jumlah sampel menggunkan rumus tersebut, maka jumlah sampel dalam penelitian in adalah 90 responden. Variabel Penelitian Menurut (Sugiyono, 2. variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah : Variabel Bebas (Variabel Independe. Variabel bebas merupakan variabel yang perubahannya atau timbulnya variabel Dalam penelitian ini yang termasuk variabel indevenden adalah E-Commerce Shopee (X). Variabel Terikat (Variabel Depende. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku konsumtif yang diberi simbol (Y). Sumber Data Data Primer Data primer merupakan sumber data yang didapatkan secara langsung oleh objek yang diteliti, data primer adalah data utama yang digunakan peneliti untuk memperoleh jawaban atas madalah penelitian yang sedang diuji dimana informasi yang diperoleh langsung pada lokasi penelitian. Dalam penelitian ini data primer diperoleh secara langsung dengan memberikan kuisioner kepada responden. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan secara tidak langsung yang dapat memberikan data kepada pengumpul data, contohnya diperoleh dari buku-buku, artikel-artikel di internet, jurnal dan hasil penelitian sebelumnya yang dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam penelitian yang dilakukan pada saat ini. Teknik Pengumpulan Data JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Teknik penelitian ini yaitu menggunakan sebaran angket atau kuesioner. Menurut (Sugiyono, 2. kuesioner merupakan teknik pengumpulan data seperti memberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis yang berhubungan dengan teknik penelitian yang akan dijawab oleh responden. Peneliti menyebarakan kuesioner kepada konsumen yang pernah berbelanja di aplikasi shopee. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala Likert merupakan skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan pesepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam pengukurannya, maka setiap responden diminta pendapatnya mengenai suatu pertanyaan dengan skala penilaian sebagai Tabel 1 Pemberian Skor Untuk Kuesioner Notasi Pertanyaan Bobot Sangat Setuju STS Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Sumber : Data Diolah,2024 Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data uji model pengukuran/Outer Model yang terdiri dari Uji Validitas (Convergent Validity. Discriminant Validit. Uji Reliability. Uji model Struktural/Inner Model (R-Square. Estimate For Path Coeficient. Model Fit. QSquar. dan Uji Hipotesis menggunakan SmartPLS. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia 18 - 20 Tahun 21 - 25 Tahun Total Jumlah Responden 90 orang Persentase (%) Sumber : Data Diolah, 2024 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan karakteristik usia responden pada tabel 2 tersebut, menunjukkan bahwa yang berusia 18 Ae 20 tahun ada 28 Orang . ,1%) dan Usia 21 Ae 25 Tahun ada 62 Orang . ,9%). Hal tersebut dapat disimpulkan sebagian besar responden . ahasiswa/mahasisw. berusia 21 25 tahun . 9%) sedangkan yang paling sedikit berusia 18 - 20 Tahun sebanyak 28 Orang . ,1%). Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Perempuan Laki-Laki Total Jumlah Responden 90 orang Persentase Sumber : Data Diolah, 2024 Berdasarkan karakteristik usia responden pada tabel 3 tersebut, menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 64 orang dengan persentase sebesar 71,1% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 26 orang dengan presentase sebesar 28,9%. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 64 orang atau 71,7%. Berdasarkan Program Studi Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Program Studi Program Studi Pendidikan Agama Islam Manajemen Pendidikan Islam Total Jumlah Responden 2 Kali Lebih Dari 2 Kali Sering (Teratu. Total 90 orang Sumber : Data Diolah, 2024 Berdasarkan Responden Berdasarkan Frekuensi Pembelian pada tabel 5 tersebut, menunjukkan bahwa responden frekuensi pembelian lebih dari 2 kali ada 53 orang dengan persentase sebesar 58,9% dan frekuensi pembelian sering . ada 37 orang dengan persentase sebesar 41,1%. Analisis Data Uji Model Pengukuran atau Outer Model Evaluasi Model Pengukuran digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara konstrak dengan indikatornya, dibagi menjadi dua . yaitu convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity dapat dievaluasi melalui tiga . tahap, yaitu: indikator validitas, reliabilitas konstrak, dan nilai Average Variance Extracted (AVE). Sedangkan discriminant validity dapat dilalui dua . tahap, yaitu melihat nilai Cross Loading dan selanjutnya membandingkan korelasi antara konstrak dengan akar AVE. Berikut adalah gambar outer model pada software smartpls 3: Gambar 2 Outer Model Konstruksi Diagram Jalur Hasil Pemodelan PLS (Outer Loading. Persentase 90 orang Sumber : Data Diolah, 2024 Berdasarkan Responden Berdasarkan Program Studi pada tabel 4 tersebut, menunjukkan bahwa responden program studi Pendidikan Agama Islam ada 27 orang dengan persentase sebesar 30% dan Manajemen Pendidikan Islam ada 63 orang dengan persentase sebesar 70%. Frekuensi Pembelian Tabel 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Intensitas pembelian melalui E-Commerce Shopee Frekuensi Jumlah Responden JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Persentase Sumber: Data Diolah, 2024 Uji Validitas . Comvergent Validity Penilaian convergent validity score/component score yang diestimasi dengan Soflware PLS. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berkorelasi lebih dari 0. 70 dengan konstruk yang diukur. Namun untuk pengembangan skala pengukuran nilai 5 sampai 0. 6 dianggap cukup Dalam penelitian ini akan digunakan batas loading factor sebesar Tabel 6 Outer Loadings (Measurement Mode. Item E-Commerce Shopee (X) Perilaku Konsumtif (Y) . untuk analisis lebih lanjut sebagai uji . Discriminant Validity Pada bagian ini akan diuraikan hasil uji discriminant validity. Uji discriminant validity menggunakan nilai AVE, suatu discriminant validity apabila nilai AVE > 0,5. Berikut ini adalah nilai AVE masing-masing indikator: Tabel 7 Average Variance Extracted (AVE) . Variabel E-Commerce Shopee (X) Perilaku Konsumtif (Y) Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Berdasarkan sajian data dalam tabel diatas, diketahui bahwa masingmasing indikator variabel penelitian ini memiliki nilai outer loading> 0,7, sehingga semua indikator dinyatakan layak atau valid untuk digunakan penelitian ini dan dapat digunakan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Average Variance Extracted (AVE) 0,697 0,787 Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Berdasarkan sajian dalam tabel diatas dapat diketahui bahwa masingmasing indikator pada variabel penelitian ini memiliki nilai AVE lebih dari E-Commerce Shopee dan Perilaku Konsumtif > 0,5 sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap variabel telah memiliki discriminant validity. Uji Reliabilitas . Composite Reability Composite reability merupakan bagian yang digunakan untuk menguji nilai reabilitas indikator-indikator pada suatu variabel. Suatu variabel dapat reability apabila nilai composite reability > 0,6. Berikut ini adalah nilai composite reability dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini: Tabel 8 Composite Reability Variabel Composite Reliability E-Commerce Shopee (X) Perilaku Konsumtif (Y) ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3, 2024 Berdasarkan sajian dalam tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai composite reability semua variabel penelitian ini > 0,6. Hasil ini menunjukan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi composite reability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi . Crombach Alpha Uji reabilitas dengan composite reliability diatas dapat diperkuat dengan menggunakan nilai cronbach Suatu variabel dapat dinyatakan realibel atau memenuhi cronbach alpha> 0,7. Berikut ini adalah nilai croncbach alpha dari masing-masing Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada penjelasan tabel berikut ini: Tabel 9 Cronbach Alpha Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. (H. : Diduga Tidak Ada Pengaruh Pengaruh E-Commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Uji hipotesis Bootstrapping menggunakan T Statistics (T Tabel df:88 Responden: 1. dan P Values . untuk mengetahui hipotesis diterima atau ditolak. Untuk lebih jelasnya mengenai uji hipotesis pada penelitian ini dapat kita lihat pada tabel 4. 35 berikut ini: Tabel 10 Uji Hipotesis melalui Bootstrapping Pengaruh T Statistics (|O/STDEV|) E-Commerce Shopee (X) -> Perilaku Konsumtif (Y) 22,061 Keterangan Values 0,000 Diterima Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3. E-Commerce Shopee (X) Dari Perilaku Konsumtif (Y) bootstrapping Smartpls 4 tersebut maka Sumber: diolah dengan SmartPLS dapat dijelaskan: Versi 3, 2024 . Ada Pengaruh Pengaruh E-Commerce Berdasarkan sajian dalam tabel Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada diatas dapat diketahui bahwa nilai Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah CronbachAos Alpha dari masing-masing (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. variabel penelitian > 0,7. dapat Dengan Hasil pengujian hipotesis pertama demikian hasil ini dapat menunjukan menunjukkan bahwa pengaruh langsung masing-masing variabel E-Commerce Shopee (X) terhadap penelitian telah memenuhi persyaratan Perilaku Konsumtif (Y) menunjukkan nilai P nilai cronbachAos alpha, sehingga dapat Values sebesar 0,000 < 0,05 dan dengan nilai t disimpulkan keseluruhan variabel sebesar 22,061. Nilai tersebut lebih besar dari t memiliki tingkat reliabilitas yang tabel . Hasil ini berarti bahwa Etinggi. Commerce Shopee berpengaruh terhadap perilaku Konsumtif. Hal ini berarti Hipotesis (H. diterima Uji Hipotesis Uji Model Struktural atau Inner Model Berdasarkan pada rumusan masalah dan Pengujian kecocokan model . odel fi. tujuan penelitian yang telah dijelaskan, digunakan untuk mengetahui apakah suatu hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: model memiliki kecocokan dengan data, berikut (H. : Diduga Ada Pengaruh Pengaruh EGambar Inner Model setelah dilakukan Uji Commerce Shopee Terhadap Perilaku Bootstrapping dengan SmartPLS 3: Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Cronbach's Alpha JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Gambar 3 Inner Model Konstruksi Diagram Jalur Hasil Pemodelan PLS (TStatisti. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel berikut ini: Tabel 12 Q-Square Predictive Relevance E-Commerce Shopee (X) Perilaku Konsumtif (Y) Sumber : Data Diolah, 2024 Estimate For Path Coeficient Berdasarkan gambar 3 diketahui pada variabel E-Commerce memiliki pengaruh terhadap variabel Perilaku Konsumtif 771 atau 77. Model Fit Tabel 11 Model Fit NFI Saturated Model Estimated Model Sumber: diolah dengan SmartPLS Nilai NFI mulai 0 Ae 1 diturunkan dari perbandingan antara model yang dihipotesiskan dengan suatu model independen tertentu. Model mempunyai kecocokan tinggi jika nilai mendekati 1. Berdasarkan tabel diatas nilai NFI berada 471 yang berarti memiliki kecocokan model yang dapat dinyatakan (Ghozali, 2. Q-Square Q2 digunakan untuk mengukur predictive relevance, yakni seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Dalam buku PLS Ghozali . 0, hal . menunjukkan bahwa nilai Q2 yang lebih besar dari nol maka memiliki predictive relevance terhadap model konstruk endogen tertentu. Dan jika Q2 lebih kecil dari nol menunjukan bahwa model kurang memiliki predictive relevance. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 SSO SSE QA (=1SSE/SSO) Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3. Pada tabel Q-Square Predictive Relevance diketahui bahwa untuk ECommerce Shopee (X) menunjukkan nilai 0,652 > 0, kemudian untuk Perilaku Konsumtif (Y) menunjukkan nilai 0,727 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut Predictive Relevance terhadap model konstruk endogen tertentu. R-Square Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan program smartpls 3, diperoleh nilai RSquare sebagai berikut: Tabel 13 Nilai R-Square Variabel Perilaku Konsumtif (Y) R Square Sumber: diolah dengan SmartPLS Versi 3. Berdasarkan sajian data pada tabel 13 di atas, dapat diketahui bahwa nilai RSquare untuk variabel Perilaku Konsumtif adalah 0,594. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa persentase besarnya perilaku konsumtif dapat digambarkan oleh E-Commerce Shopee sebesar 59,4%. Hal ini mengindikasikan bahwa dari perhitungan statistik, maka model sudah baik, karena variasi variabel yang terlibat dalam model telah mampu menjelaskan variable E-Commerce Shopee mempengaruhi Perilaku Konsumtif sebesar 4% sisanya 40,6% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi Perilaku Konsumtif, termasuk didalamnya adalah Pembahasan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Dari hasil uji hipotesis bootstrapping Smartpls 3 diketahui adanya pengaruh ECommerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong kemudian dari hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa pengaruh E-Commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong menunjukkan nilai P Values sebesar 0,000 < 0,05 dan dengan nilai t sebesar 22,061. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel . Hasil ini berarti bahwa ECommerce Shopee berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hal ini berarti Hipotesis (H. Selanjutnya diketahui bahwa nilai R-Square untuk variabel perilaku konsumtif adalah 0,594. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa persentase besarnya perilaku konsumtif dapat digambarkan oleh E-Commerce Shopee sebesar 59,4%. Hal ini mengindikasikan bahwa dari perhitungan statistik, maka model sudah baik, karena variasi variabel yang terlibat dalam model telah mampu menjelaskan variable E-Commerce Shopee mempengaruhi Perilaku Konsumtif sebesar 4% sisanya 40,6% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi Perilaku Konsumtif, termasuk didalamnya adalah error. Pendapat saya dengan adanya pengaruh ECommerce Shopee tersebut agar menjadikan ECommerce Shopee dapat lebih baik lagi dalam meningkatkan perkembangan sebagai media perbelanjaan online, dan juga lebih meningkatkan kemudahan-kemudahan yang diberikan dalam melakukan transaksi pembelian sehingga dapat dimengerti oleh orang banyak. Berdasarkan data yang disajikan dalam penjelasan frekuensi jawaban responden diketahui bahwa dari 15 indikator E-Commerce Shopee terdapat indikator yang mempunyai nilai terendah yakni mengenai pernyataan Pembelian produk/barang pada E-Commerce Shopee tergolong memiliki cara yang mudah dengan mean 93 atau dalam kategori Sedang. Hal ini menunjukkan bahwa E-Commerce Shopee masih memiliki cara pembelian yang masih tidak dapat JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 dimengerti oleh penggunanya dan juga daftar produk yang dijual terkadang terdapat beberapa produk yang tidak mempunyai pilihan variasi sehingga harus dikonfirmasi melalui spesifikasi produk yang di butuhkan melalui fitur Chat. Sedangkan nilai tertinggi terdapat pada pernyataan E-Commerce Shopee memiliki dampak yang baik dalam melakukan transaksi pembelian dengan mean 3,01 dalam kategori Sedang, hal ini berarti E-Commerce Shopee sudah memiliki dampak yang baik dalam transaksi pembelian yang dirasakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad nafis Tabalong. Distribusi frekuensi jawaban pada variabel perilaku konsumtif (Y) nilai terendah yakni mengenai pernyataan membeli produk/barang tanpa mempertimbangkan manfaat barang tersebut dengan reratanya 2,76 dalam kategori sedang. Hal ini menyatakan bahwa mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad nafis Tabalong masih memikirkan manfaat barang yang akan mereka beli. Sedangkan nilai tertinggi terdapat pada pernyataan membeli produk/barang agar terlihat berbeda dari orang lain dengan mean 2,99 dengan kategori Hal berati mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad nafis Tabalong masih banyak yang membeli produk agar dapat berbeda dari orang lain dan terlihat lebih baik. Selanjutnya hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian terdahulu oleh Garnita Ulfah Fauziah. Nila Nurochani. Nila Nopianti . , dengan judul AuPengaruh Fasilitas (Fitu. ECommerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswa STEI ARRisalah Ciami. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan populasi mahasiswa STEI Ar-Risalah tahun ajaran 20182021 yang memiliki aplikasi shopee, dimana purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Penelitian menunjukkan bahwa Fitur E-Commerce Shopee berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t yang memperlihatkan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel . ,295 > ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB 1,. dan nilai signifikasi sebesar 0,000 berarti lebih kecil dari standar 0,05 Kemudian penelitian oleh (Alfarizi. Cahyo, & Sanjaya, 2. AuPengaruh E-Commerce Shopee Dan Kemudahan Bertransaksi Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Raden Intan LampungAy. Penelitian kuantitatif,berdasarkan hasil penelitian nilai R2 terletak pada 0 < R2 > 1, suatu nilai R2 mendekati 1 yang artinya modelnya semakin baik. Sedangkan nilai R2 yang mendekati nol yang bernilai nol berarti tidak ada hubungan antar variabel tak bebas dengan variabel yang menjelaskan. Dari tabel dengan letak R2 < 1 dengan nilai 0 < 0,270 < 1, hal ini berarti bahwa varians dari e-commerce shopee dan kemudahan bertransaksi mampu menjelaskan varians dari perilaku konsumtif sebrsar 100%. Berdasarkan hasil regresi terlihat bahwa variabel ecommerce shopee memiliki nilai thitung sebesar 2,146 dengan sig 0,000. Hal ini berarti bahwa thitung . > ttabel . ,67. maka H0 ditolak sehingga variabel pengaruh e-commerce shopee secara statistic a = 5% memiliki pengaruh signifikansi terhadap perilaku konsumtif. Hal ini dibuktikan dengan nilai . 0,000 < 0,. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dari pengujian hipotesis tentang pengaruh E-Commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong didapatkan kesimpulan yang sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian yaitu sebagai Adanya pengaruh E-Commerce Shopee Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Besar pengaruh diketahui dari struktur model penelitian in dapat diterima berdasarkan nilai R-Square diketahui E-Commerce Shopee mempengaruhi Perilaku Konsumtif sebesar 594 atau 59. 4% sisanya 40,6% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi perilaku konsumtif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digali adalah sebagai berikut: Bagi Perusahaan Shopee sudah memilki citra yang cukup baik dimata pelanggannya dimana pada indikator terdapat nilai tertinggi yaitu pada pernyataan E-commerce Shopee mempunyai dampak yang baik dalam melakukan transaksi pembelian online, dimana hal tersebut agar dapat dipertahankan agar lebih banyak lagi pelanggan yang puas menggunakan Shopee. Dan nilai terendah Pembelian Produki/barang pada E-Commerce Shopee tergolong memiliki cara yang mudah, hal ini Shopee meningkatkan fitur transaksi dengan cara yang lebih mudah bagi pelanggannya agar meningkatkan jumlah pembelian pada ECommerce Shopee. Bagi Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong yang menggunakan aplikasi ECommerce, agar dapat meminimalisir berperilaku konsumtif Ketika berbelanja melalui E-Commerce Shopee dengan mengontrol diri dalam melakukan pembelian, dan tetap mengutamakan kebutuhan daripada Bagi Program Studi Administrasi Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong, agar memberikan pengetahuan mengenai kebutuhan dan perkembangan teknologi serta pengetahuan saat ini. Bagi peneliti lain, agar dapat mengembangkan penelitian ini dengan melakukan penelitian lebih luas terhadap subjek yang diteliti tidak hanya kepada mahasiswa tetapi terhadap perilaku konsumtif pada masyarakat luas. Penelitian mengenai Pengaruh E-Commerce terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong ini tidak terlepas ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dari ketidaksempurnaan, peneliti berharap penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk rujukan dalam penelitian selanjutnya untuk disempurnakan dengan penambahan variabel serta teori lain, seperti E-Commerce Tokopedia ataupun Lazada. DAFTAR PUSTAKA Adoe. Yusfiana. Daina. Lubis. , & Harahap. Buku Ajar ECommerce. Palu: CV. Feniks Muda Sejahtera. Engel. Blackwell. , & Miniard. Perilaku Konsumen. Jakarta: Binarupa Aksara. Etta. Perilaku Konsumen Pendekatan Praktis. Yogyakarta: CV Andi Offset. Fakhrudin. Valeria Roellyanti. , & Awan. Bauran Pemasaran. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA. Fatmawatie. E-COMMERCE DAN PERILAKU KONSUMTIF. Jl. Nakulo No. 19A Pugeran Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta: IAIN Kediri Press. Ferdinand. Metode Penelitian Manajemen : Pedoman Penelitian Untuk Penulisan Skripsi Tesis dan Disertai Ilmu Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Firmansyah. Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasara. Sleman: Deepublish. Ghozali. Structural Equation Modeling,Metode Alternatif Partial Least Square (PLS). Edisi 4. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro. Ghozali. , & Latan. Partial Least Squares Konsep. Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 3. Universitas Diponogoro Semarang. Harmayanti. Marpaung. Mulyani. , & Hutahean. E-Commerce Suatu Pengantar Bisnis Digital. Jawa Timur: Yayasan Kita Menulis. Indonesia. (Sutradar. Dominasi Pasar E-Commerce Shopee dari Para Pemain Lain [Gambar Hidu. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Kotler. , & Amstrong. Principles Of Marketing Global. USE: Education,6,4748. Kotler. , & Keller. Marketing Management . Pearson. Kotler. , & Keller. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 2. Lina, & Rosyid. Konsumtif Berdasar Locus Of Control Pada Remaja Putri. Jakarta: Grafindo. Rerung. E-Commerce Menciftakan Daya Saing Melalui Teknologi Informasi. Yogyakarta: CV Budi Utama. Riyoko. Dasar-Dasar Pemasaran. Yogyakarta: CV MAKRUMI. Samsiah . Latif. Dwi Aprilia. Auliansyah. Raditya. Zukar. , et . Perilaku Konsumen. Sumedang,Jawa Barat: CV Mega Press Nusantara. Simarmata. Revida . Kato. Sari. Simatupang. Sudarso. , et al. Manajemen Perilaku Konsumen dan Loyalitas. Medan: Yayasan Kita Menulis. Sopanah. Zulkifli. Bahri. Hermawati. Candra. Wiwin, et al. Bunga Rampai Ekonomi dan Bisnis : Isu Kontemporer Ekonomi dan Bisnis. Surabaya: Scopindo Media Pustaka. Sudarsono. Manajemen Pemasaran. Jember: CV. PUSTAKA ABADI. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sumartono. Terperangkap Dalam Iklan. Kota Makasar: ALFABETA. Yulianti. Lamsah, & Periyadi. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: Deepublish. Yuniarti. Perilaku Konsumen. Bandung: Pustaka Setia