Early Child Research and Practice - ECRP, 2026: 6. , 225-230 Jalan Meranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Strategi Guru Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Pada Anak Usia Dini Di TK Pembina 1 Kota Bengkulu Nawa Ulan 1. Ranny Fitria Imran 2. Rika Partika Sari 3 Affiliation: Universitas Dehasen Bengkulu Corresponding Author: rannyimran@gmail. rkpar85@gmail. Abstract Teacher strategies in developing character discipline in early childhood in kindergarten Pembina 1 Bengkulu city Thesis of Early Childhood Education Teacher Education Study Program. Unive Bengkulu, 2024: 63 Pages. This study aims to analyze teacher strategies in instilling disciplined character in early childhood in TK Pembina 1 Bengkulu City. This study uses a qualitative approach with observation, interview, and documentation methods to collect The subjects of the study were teachers at TK Pembina 1, who were selected as key informants. The results of the study showed that teachers implemented various learning strategies to instill discipline, including direct and indirect learning strategies? After the direct learning strategy, the results were that children in TK Pembina 1 could understand the rules and develop good disciplined behavior, and the indirect learning strategy resulted in children in TK Pembina 1 being able to exemplify positive behavior from Keywords: Teacher Strategy. Disciplining Disciplined Character. Early Childhood. Pendahuluan Anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga kehadirannya begitu dinantikan oleh setiap manusia, baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun Masa kanak-kanak merupakan masa emas atau biasa dikenal dengan golden age yang nantinya akan menjadi dasar bagi Namun, kemampuan anak untuk tumbuh dan berkembang tidak dapat hadir begitu saja, ada proses atau tahapan-tahapan yang harus dilaluinya, yang didalamnya diperlukan stimulus-stimulus dari lingkungannya untuk Guru harus terampil dalam memilih strategi atau pendekatan yang tepat untuk mendorong siswa meningkatkan sikap sosialnya semaksimal mungkin, dimulai dengan penyusunan RPP yang terencana dan terstruktur, memilih teknik dan metode yang tepat, serta berusaha mengelola keterampilan kelas agar lingkungan kelas tetap kondusif dan perhatian siswa tertuju pada guru dan proses pembelajaran (Prasrihamni et al. Proses pembentukan karakter disiplin pada anak dapat dilakukan melalui metode bermain dengan cara yang unik, menarik, dan berbeda (Annesa, 2. Misalnya melalui bermain leggo, anak-anak belajar untuk disiplin menggunakan media tersebut dengan benar. Cara yang benar adalah dengan menyusunnya ke atas menjadi sebuah bentuk yang sesuai dengan imajinasinya. Melempar dan membanting leggo merupakan sikap yang tidak disiplin. Setelah bermain, sikap disiplin dapat dibiasakan dengan meminta anak untuk merapikan kembali mainan leggo ke dalam tempatnya. Pendidikan disiplin pada anak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter dan perilaku yang baik sejak dini (Ahmad. Ayah ibu sangat penting untuk memberikan aturan yang konsisten dan jelas kepada anak, seperti waktu tidur, waktu makan dan aturan lainnya. Konsistensi membantu anak memahami batasan dan membangun kebiasaan yang baik. Anak perlu diajarkan untuk melakukan hal-hal secara mandiri sesuai dengan kemampuan mereka, seperti merapikan mainan, mengenakan pakaian sendiri dan membersihkan area bermain (Kisno & Fatmawati, 2. Ajarkan anak untuk berbicara dengan sopan dan ekspresif, serta mendengarkan dengan baik saat orang lain berbicara sehingga Early Child Research and Practice - ECRP, 2026: 6. , 225-230 Jalan Meranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 membantu anak memahami pentingnya komunikasi yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain (Al Umairi, 2. Disiplin merupakan modal utama kesuksesan seseorang. Sikap ini dapat berperilaku dan berfikir jauh tentang upayaupaya untuk meminimalisir risiko ke Motivasi dan keyakinan diri yang ditumbuhkan sejak dini diperlukan untuk dapat menerapkan sikap ini. Lebih lanjut, disiplin dilakukan bukan hanya karena memenuhi kewajiban menataati aturan tetapi juga karena pemahaman yang muncul dari dalam diri anak tentang manfaat jika Muqowim, . Nilai dapat disebut sebagai karakteristik yang muncul dan membentuk individu sehingga menjadikan pribadi yang lebih Nilai yang terdapat pada individu akan membentuk dan berubah menjadi pribadi yang diinginkan. Untuk itu, nilai menjadikan dalamberprilaku(Susanto & Kumala, 2. Alasan penulis melakukan penelitian di TK Pembina 1 Kota Bengkulu. Karena di TK Pembina memilki kedisiplinan yang baik agar menjadi contoh untuk para anak usia Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Bagaimana strategi guru dalam menanamkan karakter disiplin pada anak usia dini. MetodePenelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena analisis data dipaparkan secara verbal, untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh. Komponen dalam metode penelitian kualitatif meliputi antara lain. alasan menggunakan metode kualitatif, tempat atau lokasi penelitian, instrumen penelitian, informan dan sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data rencana pengujian keabsahan data (Sugiyono, 2. Sugiyono Aumetode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. diaman peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulas . , analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasiAy. Hasil Penelitian Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan dua jenis strategi pembelajaran untuk menanamkan disiplin pada anak usia dini, yakni strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung. Berdasarkan wawancara dengan dua guru, berikut adalah penjelasan dan temuan yang lebih rinci dari kedua strategi tersebut: Strategi Pembelajaran Langsung Strategi ini mengandalkan pendekatan yang lebih langsung dalam mengajarkan anakanak tentang disiplin dan peraturan melalui interaksi yang aktif dan penguatan positif. Kesepakatan Kelas Kedua guru. Ibu Efta dan Ibu Weldah, menerapkan aturan, mereka lebih memilih untuk membuat kesepakatan kelas bersama anak-anak daripada menetapkan peraturan yang bersifat top-down. Kesepakatan ini dibuat bersama-sama dengan anak-anak untuk mendorong rasa tanggung jawab mereka dalam mematuhi aturan yang telah disepakati. Menunjukkan Perilaku Positif sebagai Model Guru juga harus menjadi contoh perilaku positif, seperti datang tepat waktu, mengikuti kegiatan dengan aktif, dan berbicara dengan sopan. Anak-anak umumnya merespons perilaku ini dengan meniru dan mengikuti contoh yang diberikan oleh guru. Metode Penguatan Positif Kedua guru menggunakan metode penguatan positif untuk memperkuat perilaku baik, seperti memberi pujian atau Early Child Research and Practice - ECRP, 2026: 6. , 225-230 Jalan Meranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 reward ketika anak-anak bertindak sesuai Guru mengingatkan anak-anak tentang akibat dari tindakan mereka yang kurang baik, dengan harapan mereka belajar untuk tidak mengulangi kesalahan Penggunaan Pertanyaan Terbuka Guru menggunakan pertanyaan terbuka setiap hari untuk merangsang pemikiran kritis anak-anak dan membangun keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Pertanyaan ini membantu anak-anak menghubungkan pelajaran sebelumnya dengan yang baru, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbicara dan mengembangkan ide mereka. Umpan Balik Segera Memberikan umpan balik segera adalah kunci dalam membantu anak-anak memahami apakah perilaku mereka sesuai dengan harapan. Guru memberikan respons positif terhadap perilaku baik dan memberikan kesempatan untuk perbaikan jika diperlukan. Evaluasi Diri Refleksi Guru mendorong anak-anak untuk melakukan evaluasi diri setelah kegiatan, membantu mereka menyadari kekurangan dan kelebihan dari tindakan mereka, dan mendorong mereka untuk memperbaiki diri di masa depan. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung Strategi ini lebih berfokus pada menunjukkan perilaku disiplin sebagai model dan menciptakan lingkungan kelas yang mendukung perilaku disiplin tanpa terlalu banyak instruksi langsung. Menunjukkan Perilaku Positif Guru menjadi contoh yang baik dalam hal disiplin dan sopan santun, seperti mengucapkan salam saat masuk kelas dan mengikuti aturan dengan konsisten. Anakanak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dari guru. Lingkungan Kelas yang Mendukung Disiplin Guru menciptakan lingkungan kelas yang mendukung perilaku disiplin dengan mengajarkan hal-hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan merapikan peralatan setelah digunakan. Anak-anak merespons dengan baik dan mulai mengontrol diri mereka sendiri. Interaksi Sosial Antar Anak-anak Guru menggunakan interaksi sosial antar anak-anak untuk mengajarkan nilai-nilai disiplin, seperti melalui cerita-cerita tentang kedisiplinan. Anak-anak belajar untuk menghargai waktu dan tanggung jawab melalui cerita yang mengandung pesan moral. Penggunaan Cerita untuk Menyampaikan Nilai Disiplin Cerita adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai disiplin, seperti pentingnya datang tepat waktu ke sekolah. Cerita anak-anak memahami dan menikmati proses belajar tentang disiplin. Diskusi Kelompok dan Refleksi Diri Guru secara rutin mengadakan diskusi kelompok tentang aturan dan nilai-nilai yang ada di kelas. Anak-anak diajak untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam kegiatan sehari-hari, seperti kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Pengamatan Positif dan Penguatan Guru melakukan observasi positif untuk memberikan penguatan kepada anak-anak yang menunjukkan perilaku baik. Dengan observasi ini, guru dapat melihat Melalui penerapan strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung, kedua guru berhasil menanamkan karakter disiplin pada anak usia dini dengan cara yang sangat efektif. Strategi langsung mengandalkan instruksi yang jelas dan penguatan perilaku baik secara teratur, sementara strategi tidak langsung lebih berfokus pada pemberian contoh dan menciptakan lingkungan yang mendukung Early Child Research and Practice - ECRP, 2026: 6. , 225-230 Jalan Meranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Keduanya melengkapi dalam mengajarkan nilai disiplin kepada anak-anak. Pembahasan Setelah peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di TK Pembina 1 Kota Bengkulu, ditemukan bahwa guru menanamkan karakter disiplin pada anak usia dini. Strategi yang digunakan mencakup pembelajaran langsung, tidak langsung, interaktif, empirik, dan mandiri. Dalam strategi pembelajaran langsung, guru menyusun kesepakatan kelas bersama anakanak, menjadi teladan perilaku disiplin, memberikan penguatan positif, serta mengajukan pertanyaan terbuka untuk membangun pemahaman dan refleksi. Strategi ini mendorong keterlibatan anak secara aktif dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap aturan yang disepakati bersama. Sementara itu, strategi pembelajaran tidak langsung diterapkan melalui keteladanan guru, penciptaan lingkungan kelas yang mendukung disiplin, serta penggunaan cerita dan diskusi kelompok untuk memperkuat nilai-nilai disiplin. Strategi pembelajaran interaktif diterapkan melalui permainan peran dan diskusi kelompok yang memungkinkan anak belajar disiplin secara sosial dan kontekstual. Pembelajaran empirik melibatkan anak dalam pengalaman nyata seperti menjaga kebersihan kelas, sementara strategi mandiri mendorong anak untuk mengelola aktivitas dan tanggung jawab mereka sendiri. Semua strategi ini saling melengkapi dalam membentuk sikap disiplin anak secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kesimpulan Berdasaran pembahasan yang dilkukan di TK Pembina 1 Kota Bengkulu maka disimpulkan bahwa strategi guru dalam menanamkan karakter disiplin pada anak usia dini di TK Pembina 1 Kota Bengkulu yaitu: Pembelajaran langsung Guru menerapkan strategi ini dengan cara menyusun kesepakatan kelas bersama anak, yang memberikan rasa tanggung jawab pada mereka terhadap aturan yang Selain itu, modeling perilaku disiplin oleh guru juga terbukti efektif, dimana guru menjadi teladan langsung dalam menunjukan perilaku disiplin yang kemudian ditiru oleh anak-anak. Penguatan positif berupa pujian dan reward juga digunakan untuk memperkuat perilaku disiplin, disamping penggunaan pertanyaan reflektif yang mendorong anak berpikir tentang pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pembelajaran tidak langsung Anak-anak diberi kesempatan untuk pengalaman langsung. Guru tidak memberikan solusi langsung, melainkan memberi situasi atau masalah yang harus dihadapi oleh anak-anak, sehingga mereka belajar dan mencari solusi secara mandiri melalui kerja sama. Pembelajaran interaktif Starategi ini melibatkan anak-anak secara aktif dalam proses belajar, menggunakan diskusi kelompok, permainan peran, dan Anak-anak tidak hanya belajar tentang disiplin, tetapi juga melatih keterampilan sosial danh kerja sama teman-teman Pembelajaran ini mengajarkan bahwa disiplin tidak hanya melibatkan aturan pribadi, tetapi juga interaksi sosial yang Pembelajaran emfirik Guru di TK Pembina 1 Kota Bengkulu menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam pembelajaran. Anak-anak terlibat dalam aktivitas praktis, seperti merapikan kelas setela bermain, yang membantu mereka merasa langsung Pendekatan ini memungkinkan anak Early Child Research and Practice - ECRP, 2026: 6. , 225-230 Jalan Meranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 untuk menghubungkan teori dengan praktek, memperkuat pemahaman mereka tentang nilai kedisiplinan. Pembelajaran mandiri Guru memberikan kesempatan bagi anak untuk mengelola dan menyelesaikan tugas secara mandiri, seperti merapikan tempat mengembalikan mainan ketempatnya. Pembelajaran mandiri ini mengajarkan anak untuk mengatur waktu dan mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Secara keseluruhan komninasi dari strategi-strategi ini memberikan hasil yang penting dalam menanamkan karakter disiplin pada anak-anak, yang tidak hanya mengajarkan mereka untuk mengikuti aturan, tetapi juga untuk mengembangkan tanggung jawab pribadi, kemandirian dan kemampuan bersosialisasi. Daftar Pustaka