JURNAL REKAYASA MESIN (JRM) Hal: 638-644 Vol. No. Desember 2025 e-ISSN: 2988-7429. p-ISSN: 2337-828X https://ejournal. id/index. php/jurnal-rekayasa-mesin Identifikasi Masalah Air Intake dan Exhaust serta Uji Dynotest Mesin Caterpillar C15 pada PT Trakindo Utama Surabaya Dennova Afero Pranesti1. Dewi Puspitasari2*. Firman Yasa Utama3. Arya Mahendra Sakti4 1,2,3,4Teknik Mesin. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 60231 E-mail: dennova. 22065@mhs. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada sistem air intake dan exhaust serta mengevaluasi performa mesin diesel Caterpillar C15 melalui pengujian engine dynamometer di PT Trakindo Utama Surabaya. Metode yang digunakan meliputi observasi teknis, pengujian dynotest dengan variasi pembebanan, serta analisis parameter kinerja mesin yang mencakup daya, torsi, putaran mesin, tekanan oli, tekanan bahan bakar, dan tekanan boost. Peningkatan beban berbanding lurus dengan kenaikan daya, torsi, dan tekanan boost, namun putaran mesin menurun pada beban tinggi tanpa gangguan pada sistem pelumasan dan bahan bakar. Identifikasi masalah menunjukkan bahwa penurunan performa mesin terutama terkait dengan mekanisme katup dan ketidakstabilan proses pembakaran, yang ditandai oleh ketidaksesuaian valve lash sehingga mengganggu kerja katup serta munculnya asap putih berlebih pada sistem exhaust sebagai indikasi pembakaran yang tidak optimal. Penerapan prosedur troubleshooting bertahap sesuai spesifikasi pabrikan terbukti efektif dalam menentukan tindakan perbaikan yang tepat dan mengembalikan performa mesin ke kondisi optimal. Hasil penelitian ini memberikan dasar teknis yang kuat untuk penerapan strategi pemeliharaan preventif dan korektif pada mesin Caterpillar C15 di lingkungan industri alat berat. Kata kunci: Caterpillar C15. Engine Dynamometer Test. Air intake System. Exhaust System. Analisis Troubleshooting Abstract: This study aims to identify problems in the air intake and exhaust systems and to evaluate the performance of a Caterpillar C15 diesel engine through engine dynamometer testing at PT Trakindo Utama Surabaya. The method involved technical observation, dynamometer testing under various load conditions, and analysis of engine performance parameters, including power, torque, engine speed, oil pressure, fuel pressure, and boost pressure. The increase in load is directly proportional to the increase in power, torque, and boost pressure, but the engine speed decreases at high loads without any disturbance in the lubrication and fuel Problem identification shows that the decrease in engine performance is mainly related to the valve mechanism and instability of the combustion process, which is characterized by a mismatch in valve lash which interferes with valve operation and the appearance of excessive white smoke in the exhaust system as an indication of suboptimal combustion. The application of step-by-step troubleshooting procedures in accordance with manufacturer specifications proved effective in determining appropriate corrective actions and restoring engine performance to optimal conditions. This study provides a solid technical basis for implementing preventive and corrective maintenance strategies for Caterpillar C15 engines in heavy-duty industrial applications. Keywords: Caterpillar C15. Engine Dynamometer Test. Air intake System. Exhaust System. Troubleshooting Analysis A 2025. JRM (Jurnal Rekayasa Mesi. dipublikasikan oleh ejournal Teknik Mesin Fakultas Vokasi UNESA. seperti Caterpillar C15, yang dikenal karena performanya yang tinggi, efisiensi bahan bakar, serta kemampuannya bekerja dalam kondisi ekstrem (Fikri & Sarjono, 2. Performa mesin seperti C15 sangat mempengaruhi keberlangsungan operasi lapangan karena kerusakan atau penurunan efisiensi dapat menimbulkan potensi kerugian besar bagi perusahaan pengguna (Arifin & Rostiyanti, 2. Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap alat berat, diperlukan pula peran perusahaan nasional yang mampu mendistribusikan sekaligus memberikan PENDAHULUAN Industri alat berat mendukung sektor strategis nasional seperti pertambangan dan konstruksi, yang merupakan pilar pembangunan infrastruktur di Indonesia (Erna & Nadroh, 2. Dalam sektor ini, penggunaan alat berat yang efisien dan andal sangat dibutuhkan untuk mempercepat produktivitas dan menekan biaya operasional secara signifikan (Anggreini et al. , 2. Salah satu mesin yang sering digunakan di sektor ini adalah mesin diesel kelas berat Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. No. Desember 2025: 638-644 layanan pemeliharaan teknis yang profesional dan berstandar global. PT Trakindo Utama sebagai distributor resmi Caterpillar di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan layanan tersebut, mulai dari penyediaan unit, perawatan, hingga evaluasi performa teknis seperti dynotest untuk memastikan mesin bekerja optimal di lapangan (Korwa et al. , 2. Sistem air intake dan exhaust pada mesin diesel berfungsi untuk mengatur masuknya udara segar ke dalam ruang bakar serta membuang sisa hasil pembakaran dalam bentuk gas buang secara efisien, yang sangat memengaruhi proses pembakaran dan performa mesin secara keseluruhan (Saputra et al. Efisiensi sistem ini secara langsung berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, daya mesin, serta emisi yang dihasilkan, sehingga apabila terjadi gangguan maka potensi kerugian operasional sangat besar (Pebriansyah et al. , 2. Masalah umum yang sering muncul meliputi penyumbatan pada filter udara, kebocoran pada pipa intake dan exhaust, serta kinerja turbocharger yang menurun akibat kerusakan bilah turbin atau suplai oli tidak lancar (Pratama & Lopo, 2. Salah satu isu teknis yang paling merugikan adalah meningkatnya backpressure pada sistem exhaust, karena dapat menurunkan efisiensi pembuangan gas, menyebabkan penumpukan panas, dan mempercepat keausan komponen vital seperti katup buang dan piston (Tri, 2. Berdasarkan pengamatan langsung terhadap unit Caterpillar C15 yang digunakan dalam kegiatan operasional di lingkungan kerja berat, ditemukan beberapa gejala penurunan performa mesin seperti daya output yang menurun, asap hitam yang berlebihan, dan suara mesin yang abnormal (Ramadhana, 2. Indikasi tersebut menunjukkan adanya gangguan pada sistem pembakaran yang sangat mungkin bersumber dari permasalahan pada sistem air intake maupun exhaust, terutama jika ditinjau dari durasi kerja mesin yang tinggi dalam lingkungan dengan tingkat debu dan temperatur ekstrem (Thofani et al. , 2. Untuk mengidentifikasi akar penyebab secara akurat, dibutuhkan metode pengujian komprehensif seperti dynotest, yang mampu menilai kondisi performa mesin secara real-time melalui parameter tekanan boost, torsi, dan konsumsi bahan bakar (Meru & Saksono, 2. Hasil dynotest tidak hanya berfungsi sebagai alat validasi teknis, tetapi juga menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan perawatan mesin agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut atau kegagalan fungsi saat operasional berlangsung (Fadly, 2. Oleh karena itu, pendekatan sistematis melalui pemeriksaan sistem intake dan exhaust serta verifikasi dynotest merupakan kombinasi esensial dalam upaya perbaikan menyeluruh terhadap performa engine Caterpillar C15. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan terhadap strategi pemeliharaan preventif dan diagnosa teknis yang lebih akurat dalam menangani gangguan performa mesin diesel. Dennova Afero Pranesti, dkk. | Identifikasi Masalah Air Intake danA khususnya pada unit Caterpillar C15 yang banyak digunakan dalam operasional berat seperti di PT Trakindo Utama Surabaya (Korwa et al. , 2. Urgensi dari studi ini terletak pada pentingnya menjaga kontinuitas kinerja mesin melalui identifikasi akar permasalahan yang terletak pada sistem air intake dan exhaust yang seringkali menjadi sumber turunnya performa mesin. Dengan pendekatan berbasis data teknis dari hasil dynotest, proses diagnosis dapat dilakukan secara lebih presisi dan menyeluruh, yang berdampak langsung terhadap efisiensi perawatan, penghematan biaya, serta peningkatan reliabilitas unit mesin (Ramadhana, 2. Tujuan akhirnya adalah memberikan rekomendasi teknis yang berbasis bukti untuk peningkatan efektivitas kegiatan perawatan serta mendukung sistem manajemen alat berat yang proaktif di PT Trakindo Utama sebagai perusahaan penyedia jasa peralatan berat terkemuka di Indonesia. DASAR TEORI Engine C15 Caterpillar C15 adalah mesin diesel 4-langkah dengan konfigurasi 6 silinder segaris dan kapasitas 15,2 liter yang banyak digunakan dalam industri alat berat karena kemampuannya menangani beban tinggi dalam waktu lama. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 360 horsepower pada 1850 RPM dan torsi puncak 2500 Nm pada 1200Ae1600 RPM (Ramadhana. Sistem bahan bakar menggunakan teknologi ACERT (Advanced Combustion Emissions Reduction Technolog. yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan menurunkan emisi gas buang (Kadir et al. , 2. Gambar 1. Engine C15 PT. Trakindo Utama (Dokumentasi Pribad. Komponen utama dari engine ini meliputi blok silinder, piston, crankshaft, camshaft, turbocharger, dan aftercooler yang bekerja secara terpadu dalam proses pembakaran. Mesin ini juga dilengkapi sistem pengendali elektronik Electronic Control Module (ECM) yang mengatur injeksi bahan bakar, boost pressure, serta membaca sensor suhu dan tekanan secara real-time (Kuncoro et al. , 2. Berikut Spesifikasi engine C15 : Tabel 1. Spesifikasi Engine C15 Basic engine specifications Specifications for the C15 engine are: Inline 6, 4-stroke-cycle Configuration Direct injection. MEUI Fuel system (Mechanical Electronic Unit Injecto. Turbocharged-aftercooled Aspiration (TA) Displacement 15,2 liter . 6 inA) Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. No. 03 ,Desember 2025 :638-644 Basic engine specifications for the C15 engine are: Bore Stroke Speed Maximum power Maximum torque Specifications 4 in . 8 in . 1850 rpm 367 hp 1537 lb-ft @ 1850 rpm Sistem Air intake Sistem air intake pada mesin diesel menyalurkan udara segar dari lingkungan melalui air filter, pipa saluran, kompresor turbocharger, intercooler, hingga intake manifold untuk memastikan udara dengan tekanan dan temperatur yang sesuai masuk ke ruang bakar sehingga mendukung proses pembakaran yang Desain dan pengaturan komponen-komponen ini berpengaruh langsung terhadap densitas udara masuk, rasio udara-bahan bakar, serta stabilitas operasi mesin pada berbagai kondisi beban dan kecepatan (Guojin et al. , 2. Engine Dynamometer Test Engine dynamometer merupakan alat yang digunakan untuk menguji performa mesin secara terpisah dari kendaraan, kapal, generator, atau peralatan lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan kinerja mesin sebelum dipasang pada aplikasi akhirnya. Perangkat ini memungkinkan proses mensimulasikan beban kerja aktual, sehingga memudahkan identifikasi fungsi mesin secara akurat. Selain itu, engine dynamometer juga digunakan untuk memverifikasi kualitas proses perakitan, perbaikan, atau rekondisi mesin dalam kondisi lingkungan yang Keberadaan alat ini di fasilitas pengujian memberikan keyakinan bahwa mesin telah berfungsi optimal dan perbaikannya telah dilakukan dengan benar sejak awal (Koller & Tyth-Nagy, 2. METODE Pada penelitian ini penulis menggunakan metode observasi lapangan dan pengujian dynamometer pada Engine C15. Gambar 2. Sistem Air intake (Elcahyo, 2. Masalah pada sistem air intake seperti filter udara tersumbat, kebocoran pada pipa, fouling pada intercooler, atau gangguan pembacaan sensor tekanan/manifold dapat menurunkan suplai udara efektif sehingga memicu penurunan daya, peningkatan konsumsi bahan bakar, dan kenaikan emisi partikulat/asap hitam. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa peningkatan resistansi aliran pada filter dan intercooler secara signifikan memperburuk karakteristik performa mesin diesel turbocharged, yang tercermin pada penurunan torsi serta efisiensi termal (Dziubak et al. , 2. Sistem Exhaust Sistem exhaust pada mesin diesel berfungsi untuk menyalurkan gas buang dari ruang bakar menuju atmosfer melalui komponen seperti manifold, pipa exhaust, serta perangkat after-treatment seperti catalytic converter dan diesel particulate filter (DPF). Selain itu, sistem ini juga bertugas mereduksi kebisingan dan mengatur temperatur gas buang. Kelancaran aliran gas dalam sistem exhaust sangat penting untuk mendukung proses scavenging dan pengosongan silinder, sehingga udara segar dapat masuk secara optimal untuk siklus pembakaran Proses ini berperan langsung terhadap efisiensi termal, pembentukan emisi, dan stabilitas Di samping itu, karakteristik gelombang tekanan di dalam saluran exhaust turut memengaruhi pertukaran gas dan dapat dimanfaatkan dalam desain sistem exhaust guna meningkatkan performa serta menekan emisi mesin diesel (Kamimoto & Kobayashi. Dennova Afero Pranesti, dkk. | Identifikasi Masalah Air Intake danA Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan AgustusDesember 2025 di PT. Trakindo Utama Surabaya. Variabel Engine Dynamometer Test Pengujian performa engine pada dynamometer dilaksanakan dengan menerapkan tujuh variasi tingkat pembebanan, yaitu 25%, 50%, 75%, 95%, 98%, low idle, dan high idle, dimana setiap tahapan pengujian dilakukan secara bertahap dan terkontrol untuk memperoleh karakteristik kerja mesin melalui pencatatan parameter operasional yang meliputi timestamp . , engine speed (RPM), power (HP), torque (Lbs-f. , oil pressure (PSI), fuel pressure (PSI), serta boost pressure (PSI), sehingga seluruh data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengevaluasi stabilitas kerja mesin, kecenderungan kenaikan performa terhadap beban, serta mengidentifikasi kemampuan maksimum engine ketika berada pada kondisi pembebanan mendekati kapasitas puncak. Prosedur Engine Dynamometer Test Engine dipasang pada mobile stand, ketinggian disesuaikan agar crankshaft sejajar dengan drive shaft, kemudian adapter/joint flywheel terpasang dan dilakukan pengecekan TIR maksimal 0,01 Drive shaft dynamometer dipasang ke adapter joint dengan free play sekitar 2 cm, kemudian crankshaft diputar manual untuk memastikan rotasi bebas tanpa hambatan. Jalur pendingin dihubungkan ke heat exchanger . ermasuk aftercooler bila terpasan. , valve supply water dibuka, pompa air dijalankan untuk bleeding hingga tekanan 5Ae10 psi, lalu saluran Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. No. 03 ,Desember 2025 :638-644 udara terpasang dari turbo ke charge air cooler hingga intake manifold. Fuel supply dan return disambungkan, air/kotoran pada filter dibuang, valve dibuka, dan dilakukan priming fuel sebelum start. Sensor engine dipasang ke panel Dyno. ECM harness dan kabel starting terhubung, baterai dipasang, serta ET Tools disambungkan untuk pembacaan parameter. Oli engine diisi sesuai kapasitas, valve pendingin dan bahan bakar dipastikan terbuka, kondisi dynamometer diperiksa, dan area kerja diamankan dari benda asing. Pompa air dyno, exhaust fan, dan monitor kontrol diaktifkan, engine distart dan dilakukan warmup, kemudian pengujian dijalankan sesuai SEBF9011 sambil memantau parameter operasi. Pembebanan dimatikan, instalasi dilepas dengan urutan terbalik, dan area kerja dirapikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Engine Dynamometer Test Pada bagian ini disajikan hasil pengujian performa engine menggunakan dynamometer berdasarkan variasi pembebanan yang telah Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengamati kecenderungan perubahan parameter kerja mesin terhadap variasi beban, yang mencakup nilai daya keluaran (HP), torsi (Lbs-f. , putaran mesin (RPM), tekanan oli, tekanan bahan bakar, serta tekanan boost. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi respons dinamis mesin pada setiap kondisi operasi, mengidentifikasi titik performa optimum, serta meninjau stabilitas sistem ketika beban mendekati maksimum. Berikut ini adalah hasil pengetesan menggunakan engine dynamometer pada saat kondisi low idle, high idle dan dilanjut loadtest menaikkan pembebanan secara bertahap hingga 98%. Tabel 2. Hasil Engine Dynamometer Test Engine C15 Percent Power (%) Time- stamp Engine Speed (RPM) 25,38 52,74 75,52 Power (HP) Torque (LBSFT) 95,59 98,49 6,02 . igh Idl. 0,43 . ow Idl. -0,3 Hasil pengujian engine dynamometer pada mesin diesel Caterpillar C15 . onfigurasi 6 silinder segaris dan berkapasitas 15,2 lite. yang umum digunakan pada mesin diesel heavy-duty berturbocharger menunjukkan karakteristik performa yang konsisten dan representatif, ditunjukkan oleh hubungan linier antara peningkatan beban dengan kenaikan daya, torsi, dan tekanan boost, serta kestabilan parameter pendukung seperti tekanan oli dan tekanan bahan bakar selama pengujian, di mana peningkatan persentase beban secara langsung meningkatkan daya, torsi, dan tekanan boost, sementara putaran mesin cenderung menurun pada beban tinggi akibat peningkatan resistansi mekanis dan beban termal. kondisi low idle . ,43%) mesin hanya menghasilkan 2 HP dan torsi 12 lb-ft pada 700 RPM dengan tekanan boost negatif (-0,3 PSI) yang menandakan turbocharger belum aktif, sedangkan pada high idle . ,02%) daya meningkat menjadi 22 HP dengan torsi 51 lb-ft pada 2199 RPM dan tekanan boost 3,9 PSI, menunjukkan respons awal sistem induksi paksa. Dennova Afero Pranesti, dkk. | Identifikasi Masalah Air Intake danA Oil Press Fuel Press (PSI) (PSI) Boost Press (PSI) performa optimal mulai tercapai pada rentang beban menengah hingga tinggi, di mana pada 75,52% daya mesin menghasilkan 275 HP dan torsi 698 lb-ft, dan mencapai kondisi mendekati maksimum pada 98,49% daya dengan output tertinggi sebesar 357 HP dan torsi 1017 lb-ft pada 1847 RPM disertai tekanan boost maksimum 22,6 PSI, yang menegaskan bahwa puncak torsi terjadi pada putaran menengah sebagaimana karakteristik mesin diesel industri, sementara tekanan oli dan bahan bakar tetap berada dalam rentang operasional aman selama pengujian, sehingga secara keseluruhan hasil ini membuktikan kestabilan performa, efektivitas sistem turbocharging. Identifikasi Masalah Engine C15 Berdasarkan hasil pengujian performa dan evaluasi operasional pada mesin Caterpillar C15, dapat diidentifikasi sejumlah potensi permasalahan teknis yang berpotensi muncul selama pengoperasian mesin, khususnya pada sistem udara, sistem pembakaran, dan mekanisme katup, yang dapat memengaruhi kestabilan Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. No. 03 ,Desember 2025 :638-644 performa, efisiensi pembakaran, serta keandalan mesin secara keseluruhan. Oleh karena itu, identifikasi masalah ini difokuskan pada gejala-gejala operasional yang umum terjadi dan kemungkinan penyebab teknisnya sebagai dasar analisis dan tindakan perbaikan lebih lanjut. Di bawah ini adalah rincian masalah yang terjadi pada Engine C15 setelah dynamometer test : Langkah-Langkah Pengujian Pemecahan Masalah Nilai Lanjutkan ke Uji Langkah 2. penyetelan untuk informasi mengenai penyetelan valve lash pada mesin. Hasil: Rocker arms rusak. Perbaikan: Ganti komponen, jika Jika gejala tetap ada, lanjutkan ke Uji Langkah 3. Tabel 3. Identifikasi Masalah Pada Engine C15 Masalah Kemungkinan Penyebab Valve lash Sistem exhaust asap putih yang Penyetelan valve lash tidak sesuai spesifikasi pabrik Rocker arms aus Valve springs aus atau patah Pushrods bengkok Camshaft aus Keausan pada valve seat Kode kesalahan aktif Oli masuk ke dalam sistem Pengoperasian mode dingin . ika Lihat bagian "Pengoperasian Mode Dingin" pada Pengoperasian Sistem, "Informasi Umum". Alat bantu start . ika tersedi. Flash file tidak terbaru Sistem pendingin bermasalah Fuel supply tidak stabil Fuel injection tidak stabil Solusi Perbaikan Masalah Engine Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan yang telah dilakukan, diperlukan penerapan solusi perbaikan yang disusun secara sistematis dan berurutan untuk memastikan proses diagnosis dan penanganan gangguan pada mesin Caterpillar C15 dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Solusi perbaikan ini dirancang dalam bentuk prosedur troubleshooting bertahap yang mengacu pada pemeriksaan komponen dari tingkat sederhana hingga komponen utama mesin, sehingga setiap potensi penyebab gangguan dapat diidentifikasi secara akurat, ditentukan tindakan korektif yang sesuai, serta dikembalikan ke spesifikasi operasional pabrikan guna menjamin kestabilan performa, keandalan operasi, dan pencegahan kerusakan lanjutan. Berikut merupakan solusi masalah langkah demi langkah yang dilakukan untuk perbaikan : Periksa engine valve Jika perlu, sesuaikan valve lash pada mesin. Lihat prosedur operasi sistem, pengujian, dan Nilai Hasil Valve lash Hasil: Valve lash dapat disetel ke Kembalikan unit ke tempat servis. Dennova Afero Pranesti, dkk. | Identifikasi Masalah Air Intake danA Jika masalah telah kembalikan unit ke tempat servis. Hasil: Rocker arms tidak rusak. Lanjutkan ke Uji Langkah 3. Hasil: Valve springs tidak rusak atau retak. Lanjutkan ke Uji Langkah 4. Periksa apakah ada valve springs yang retak atau valve springs yang rusak. Valve Hasil: Valve springs rusak atau Perbaikan: Ganti komponen, jika Jika gejala tetap ada, lanjutkan ke Uji Langkah 4. Jika masalah telah kembalikan unit ke tempat servis. Hasil: Pushrods tidak aus atau Lanjutkan ke Uji Langkah 5. Periksa keausan dan kelurusan pushrods. Gulingkan pushrods pada permukaan yang rata untuk kelurusan batang Pushrods Hasil: Pushrods sudah aus atau Perbaikan: Ganti komponen, jika Jika gejala tetap ada, lanjutkan ke Uji Langkah 5. Jika masalah telah kembalikan unit ke tempat servis. Lepaskan camshaft untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil: Valve lash tidak dapat disetel ke Rocker Arms Periksa rocker arms apakah terdapat tombol yang hilang. Tabel 4. Solusi Troubleshooting Engine C15 Langkah-Langkah Pengujian Pemecahan Masalah Periksa rocker arms apakah terdapat lubang atau kerak pada Hasil Ukur camshaft untuk menentukan apakah camshaft masih sesuai dengan Camshaft Hasil: Pengukuran camshaft sesuai dalam spesifikasi. Lanjutkan ke Uji Langkah 6. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. No. 03 ,Desember 2025 :638-644 Langkah-Langkah Pengujian Pemecahan Masalah Nilai Hasil Hasil: Pengukuran camshaft tidak sesuai dalam Perbaikan: Lakukan perbaikan yang Jika gejala tetap ada, lanjutkan ke Uji Langkah 6. Jika anda mengganti camshaft, ganti valve lifters. Lihat panduan kembali dan penyelamatan untuk pengukuran yang Jika masalah telah kembalikan unit ke tempat servis. Lepaskan cylinder Lihat panduan penggunaan kembali dan penyelamatan untuk mengetahui spesifikasi penggunaan Periksa piston dan valve dari Periksa valve seat dari Hasil: Ada komponen mesin yang aus atau Perbaikan: Ganti komponen, jika Engine Lihat panduan kembali dan untuk mengetahui komponen mesin yang ada. SIMPULAN Berdasarkan dynamometer dan analisis sistem air intake serta exhaust pada mesin diesel Caterpillar C15, dapat disimpulkan bahwa performa mesin menunjukkan karakteristik kerja yang stabil dan sesuai dengan spesifikasi mesin diesel heavy-duty berturbocharger. Peningkatan pembebanan menghasilkan kenaikan daya, torsi, dan tekanan boost secara konsisten, sementara penurunan putaran mesin pada beban tinggi mencerminkan respons alami terhadap peningkatan beban mekanis dan termal. Parameter pendukung seperti tekanan oli dan tekanan bahan bakar tetap berada dalam batas aman selama pengujian, yang mengindikasikan bahwa sistem pelumasan dan suplai bahan bakar berfungsi dengan baik serta mendukung kestabilan operasi mesin pada berbagai kondisi kerja. Hasil identifikasi masalah menunjukkan bahwa potensi gangguan performa mesin C15 terutama berkaitan dengan mekanisme katup dan kualitas proses pembakaran, yang tercermin dari ketidaksesuaian valve lash dan munculnya asap buang putih berlebihan pada sistem exhaust. Penerapan solusi perbaikan memungkinkan proses diagnosis dilakukan secara Dennova Afero Pranesti, dkk. | Identifikasi Masalah Air Intake danA sistematis, akurat, dan sesuai standar pabrikan, mulai dari pemeriksaan komponen mekanis hingga evaluasi komponen utama mesin. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengembalikan performa mesin ke kondisi optimal, mencegah kerusakan lanjutan, serta memberikan dasar yang kuat bagi penerapan strategi pemeliharaan preventif dan korektif pada mesin Caterpillar C15 di lingkungan industri alat berat. REFERENSI