48 nO Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN ATAS GEDUNG RUSUNAWA UNIVERSITAS LANCANG KUNING Ridwan Syahputra. Gusneli Yanti. Shanti Wahyuni Megasari Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Lancang Kuning Jl. Yos Sudarso km. 8 Rumbai. Pekanbaru. Telp. Email: muhammadridwansyahputra11@gmail. com, gusneli@unilak. id, shanti@unilak. ABSTRAK Penelitian terdahulu mahasiswa arsitektur Yerni . untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa perlu adanya dilakukan perencanaan rusunawa baru dan sebagai penunjang keberhasilan visi Universitas Lancang Kuning 2030, namun perencanaannya hanya sebatas perencanaan ruang, tampak dan konsep-konsep arsitektur, oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan Detail Engineering Design (DED). Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Stuktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning. Perencanaan struktur terdiri dari elemen struktur balok, pelat dan kolom dimodelkan dengan program SAP2000 v14. 2 secara tiga dimensi . D) agar sesuai dengan kondisi aslinya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perencanaan elemen struktur balok dengan dimensi 30/40 pada balok induk, dengan penulangan pada kondisi tumpuan dan lapangan dengan tulangan D22 pada balok induk. Pada elemen pelat direncanakan tebal pelat 120 mm pada lantai dan 100 mm dengan penulangan pelat dua arah dengan penulangan P10 setiap lantainya. Pada elemen kolom direncanakan dimensi 50/50 pada kolom lantai dasar, dimensi 45/45 pada kolom lantai 1, 2 dan 3 dengan penulangan D22 untuk lantai dasar, 1 dan 2 dan D19 untuk lantai 3. Kata Kunci: Beton bertulang. Perencanaan struktur atas. SAP2000. ABSTRACT The previous research of architectural students Yerni . to meet the needs of college students need to be done new apartment rental plan and as a support the success of the vision of the University of Lancang Kuning 2030, but the plan is limited to space planning, looks and architectural concepts, therefore need to do Detail Engineering Design (DED). This study aims to plan the Building Structure of Rusunawa Building University of Lancang Kuning. Structural planning consists of structural elements of beams, plates and columns modeled with SAP2000 v14. 2 program in three dimensions . D) to match the original conditions. Based on the result of the research, it is found that the structural planning of the beam structure with the 30/40 dimension on the beam, with the reinforcement at the supporting condition and the field with the D22 reinforcement on the master beam. In the plate elements are planned thickness of 120 mm plates on the floor and 100 mm with a two-way reinforcement plate with P10 repetition of each floor. On the column elements are planned dimensions 50/50 on the ground floor column, the 45/45 dimension on the floor columns 1, 2 and 3 with the D22 repatriation for the ground floor, 1 and 2 and D19 for the 3rd floor. Keywords: Reinforced concrete. Top structure planning. SAP2000. PENDAHULUAN Universitas Lancang Kuning berdiri pada tanggal 9 Juni 1982 melalui SK Yayasan Raja Ali Haji No. 001/KEP Ae Yasrah/82. Universitas Lancang Kuning saat ini memiliki 9 Fakultas dan 18 program studi, yang memiliki visi menuju tahun 2030, yaitu menjadi Universitas unggul di tingkat nasional dengan berlandaskan budaya melayu. Dengan berlandaskan visi yang unggul tersebut dibutuhkan kelengkapan akan fasilitas di lingkungan kampus Universitas Lancang Kuning. Dari tahun ke tahun jumlah para calon mahasiswa yang terdaftar di Universitas Lancang Kuning terus meningkat yang mana pada tahun 2015 lalu mencapai 2893 orang dan terus meningkat pada tahun 2016 mencapai 3079 orang (Sistem Informasi Akademik Universitas Lancang Kuning-SIAK. Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 nO 49 Dengan peningkatan akreditasi beberapa program studi yang berada di Universitas Lancang Kuning, maka setiap tahun penerimaan mahasiswa akan meningkat. Dengan penambahan jumlah mahasiswa yang terdaftar maka dibutuhkan sebuah wadah yang mampu menampung para mahasiswa dari luar daerah yang belum mempunyai tempat Adanya rusunawa yang dibangun di setiap Universitas selain sebagai fasilitas tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lingkungan Universitas, bagi mahasiswa tahun pertama, juga bisa menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa tinggal di hunian vertikal. Rusunawa yang ada di lingkungan Universitas Lancang Kuning hanya diperuntukan untuk para mahasiswi dengan jumlah kamar 80 unit. Hal ini menyebabkan para mahasiswa yang mendaftar dari luar daerah memilih rumah sewa diluar lingkungan Universitas Lancang Kuning sebagai tempat tinggal yang ada lumayan jauh dan biaya yang lumayan mahal untuk ukuran mahasiswa yang belum memiliki penghasilan sendiri. Yerni . , telah melakukan penelitian tentang Pengembangan Rusunawa Di Universitas Lancang Kuning, untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa perlu adanya dilakukan perencanaan rusunawa baru dan sebagai penunjang keberhasilan visi Universitas Lancang Kuning 2030, namun perencanaannya hanya sebatas perencanaan ruang, tampak dan konsep-konsep arsitektur. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan Detail Engineering Desain (DED) rusunawa di lingkungan Universitas Lancang Kuning agar memudahkan realisasi dalam perencanaan tersebut. Data dan Ketentuan Perencanaan Data penelitian ini adalah berupa data sekunder dari penelitian sebelumnya (Yerni, 2. data yang didapat adalah sebagai berikut : Gambar denah ruangan lantai dasar, 1, 2, 3 dan 4 dapat dilihat pada lampiran 1. Gambar tampak depan, samping dan belakang dapat dilihat pada lampiran 1. Perencanaan ini menggunakan acuan standar sebagai berikut : Standard dan Tata Cara Perhitungan Struktur untuk Bangunan Gedung. SKSNI T-15-1991-03 Tata Cara Penghitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2. Baja Tulangan Beton (SNI-07-2052-2. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah & Gedung (SKBI-1. Analisis Data Data Perencanaan Adapun gambar perencanaan pada penelitian ini terdiri dari gambar denah per lantai dan didukung dengan gambar tampak. Spesifikasi material pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Baja Tulangan diameter 13-36 mm menggunakan BJTS 40 Baja Tulangan diameter 8-12 mm menggunakan BJTP 30 Mutu Beton menggunakan K-250 Untuk beton modulus elastisitasnya adalah 4700Oo dan untuk baja tulangan modulus elastisitasnya adalah 200. 000 MPa. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi perencanaan masih berada dilokasi yang sama yaitu berada di area kampus Universitas Lancang Kuning, di JL. Yos Sudarso km 8. Pekanbaru. Gambar 1. Denah Lokasi Penelitian . umber : Google Earth, 2. Pelaksanaan penyusunan penelitian ini berlangsung selama 4 . bulan yakni dimulai pada bulan Maret 2017 hingga bulan Juni 2017 . Preliminary design Perencanaan dimensi balok, meliputi : Syarat dimensi balok menurut SNI-032847-2002 . untuk BJTS 40 adalah : Untuk "kondisi dua tumpuan" tebal minimum balok . =L/16 Untuk "kondisi satu ujung menerus" h=L/18,5 Untuk "kondisi kedua ujung menerus" h=L/21 Untuk Kondisi kantileverAy h=L/8 Untuk lebar balok syaratnya bw=h/2 s/d 2/3h Perencanaan tebal pelat, meliputi : Berdasarkan SK-SNI-03-2847-2002 Pasal . , rasio kekakuan lentur balok terhadap pelat lantai ditentukan dengan langkah berikut : E . = cb b A 1,0 . E cp . I p Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning 50 nO Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 Berdasarkan SK-SNI-03-2847-2002 Pasal 6 butir 3 sub butir3 syarat tebal pelat penahan lentur untuk : 0,2 O O 2,0 ,8 A . 36 A 5A (A m - 0,. hf Ou 120 mm Ou 2,0 ln . ,8 A . 36 A 9A hf Ou 90 mm Keterangan : = Rasio kekakuan m = Rasio kekauan rata-rata Ecb = Modulus elastisitas balok Ecp = Modulus elastisitas pelat = Momen inersia balok = Momen inersia pelat = Tebal pelat = Bentangan bersih = Kuat leleh baja tulangan = Faktor reduksi beton Kombinasi digunakan mengacu pada SNI 032847-2002 pasal 11. 2 sebagai berikut : Kombinasi 1 = 1,4 D . Kombinasi 2 = 1,2 D 1,6 L Keterangan : D = Dead load L = Live load Permodelan Stuktur Pemodelan struktur untuk dilakukan dengan Program SAP2000 v14. 2 adapun langkah-langkah permodelan struktur pada SAP2000 v14. 2 adalah input data teknis gedung, input data mutu material, dan input elemen struktur. Input data teknis Gedung yang meliputi: Jumlah lantai (Number of Storie. Ketinggian antar lantai yang sama (Typical Story Heigh. Ketinggian lantai bawah (Bottom Story Heigh. Penentuan satuan (Unit. yang akan Perencanaan dimensi kolom direncanakan kolom dengan b = h dimana akan digunakan dimensi yang sama untuk setiap lantai, hal ini dikarenakan belum adanya perhitungan pembebanan maka Preliminary design kolom menggunakan metode trial and eror pada program SAP200 v14. Pembebanan Dikarenakan lokasi penelitian terletak dalam zona gempa 2 yakni daerah dengan kegempaan yang sangat rendah dan secara historis lokasi perencanaan jarang terjadi gempa maka dari itu dikarenakan alasan efesien maka pada penelitian ini tidak meninjau beban gempa hanya meliputi beban hidup dan beban mati Beban mati terdiri dari beban mati sendiri elemen struktur (Self Weigh. dan Beban mati elemen tambahan (Superimposed Dead Loa. Pada Beban mati sendiri elemen struktur (Self Weigh. yang terdiri dari kolom, balok dan plat sudah dihitung secara otomatis dalam SAP2000 dengan memberikan faktor pengali berat sendiri (Self Weight Multiplie. sama dengan 1 kemudian pada Beban mati elemen tambahan dapat dilihat pada tabel 2. Beban hidup adalah beban yang bekerja pada lantai bangunan tergantung dari fungsi ruang yang digunakan seperti yang terdapat pada tabel 2. kemudian dikalikan dengan faktor reduksi sesuai ketentuan pada tabel 2. Gambar 2. Input data jumlah lantai, ketinggian, satuan . umber : SAP2000 v14. Input data mutu material meliputi data bahan material beton dan tulangan tersebut diinput ke SAP2000 v14. 2 adapun data yang diinput meliputi mutu bahan, modulus elastisitas berat jenis material dan sifat sifat material lainnya. Input element strukur yang meliputi : Balok Input dimensi pada preliminary design pada elemen balok dengan material beton Kolom Input dimensi preliminary design pada elemen kolom dengan material beton Pelat Pelat lantai dimodelkan sebagai Plate , pelat diasumsikan hanya menerima gaya vertikal saja, akibat beban mati dan hidup. Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 nO 51 Analisis Gaya Dalam Analisis struktur dilakukan dengan program SAP2000 v14. 2 untuk mengetahui berbagai gaya dalam yang terjadi seperti gaya normal (P. , geser (V. , dan momen (M. Perencanaan Elemen Strukur dan Kontrol Perencanaan balok yang meliputi perhitungan penulangan balok dihitung menggunakan program SAP2000 v14. 22 kemudian dikontrol secara manual berdasarkan SNI-03-2847-2002, adapun langkah kontrolnya adalah sebagai berikut : Kontrol luas penulangan . As A . As . 0,85 . fc' . Mn = As . - a ) Mn = 0,8. Mn > Mu Tulangan Geser S = EE 1 . A . d 2 EE Keterangan : D = Diameter tulangan digunakan d = Tinggi efektif bw = Lebar balok S = Spasi atau jarak tulangan As = Luas tulangan fy = Kuat leleh baja tulangan fcAo = Kuat tekan silinder beton Mu = Momen ultimit Mn = Momen nominal = Faktor reduksi a = Tinggi tegangan beton kontrol rasio penulangan : Amin< A Asmin Asdipakai = A . A . Kontrol kekuatan AB A . Ast Berdasarkan SNI beton 03-2847-2002 pasal 1 rasio tulangan memanjang untuk kolom tidak boleh kurang dari 1 % dan tidak boleh lebih dari 8 %. Kontrol kekuatan penampang . eA u As '. f c ' . Pn A A A 0,50 A 1,18 Ad A d 'A APn > Pu Keterangan : Ag = Rasio penulangan kolom Ast = Luas penulangan kolom Ag = Luas penampang kolom e = Eksentrisitas Pn = Gaya aksial nominal Pu = Gaya aksial ultimit Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning 52 nO Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 b = Lebar kolom h = Tinggi kolom fy = Kuat leleh baja tulangan fcAo = Kuat tekan silinder beton Mu = Momen ultimit A = Faktor reduksi d = Tinggi efektif HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data perencanaan berupa gambar dan data spesifikasi material yang akan digunakan dalam Adapun gambar perencanaan arsitektur Yerni . pada perencanaan ini terdiri dari gambar denah lantai dasar, 1, 2, 3 dan 4 seperti yang terdapat pada lampiran 1. Material yang digunakan dalam perencanaan ini merupakan beton bertulang dengan spesifikasi sebagai berikut : Beton K Ae 250 Weight Unit per Volume : 24 kN Kuat silinder . : 21,7 MPa = 21. 700 kN/m2 Modulus elastisitas (E. : 4700Oo21,7 = 21. 132 kN/m2 Baja tulangan Weight Unit per Volume : 78,5 kN Kuat leleh . BJTP 30 : 295 MPa = 295. 000 kN/m2 Kuat leleh . BJTS 40 : 390 MPa = 390. 000 kN/m2 Modulus Elastisitas : 200. 000 MPa = 200. 000 kN/m2 Perencanaan dimensi pelat mengacu SK-SNI03-2847-2002 pasal 11. 6 syarat tebal pelat penahan lentur, berdasarkan persamaan 3. 2 dan 3. maka untuk pelat lantai digunakan tebal 120 mm dan pelat atap digunakan tebal 100 mm. Perencanaan dimensi kolom digunakan dengan cara trial dan error pada program SAP2000 untuk memperoleh dimensi yang paling ekonomis dan aman, adapun dimensi yang didapat adalah: Kolom lantai dasar : 50 x 50 cm Kolom lantai 1, 2 dan 3 : 45 x 45 cm Pembebanan Pembebanan meliputi beban hidup dan beban mati, beban mati terdiri dari 2 jenis yatu beban mati sendiri elemen struktur dan beban mati akibat gaya Beban mati sendiri elemen struktur . elf weigh. yang terdiri dari kolom, balok dan pelat sudah dihitung otomatis dalam SAP2000 dengan memberikan faktor pengali berat sendiri . elf weight multiplie. sama dengan 1, sedangkan beban mati yang dihitung secara manual adalah beban mati akibat gaya luar, letak dan posisi beban dapat dilihat pada lampiran 2. Pembebanan lantai dasar terdiri dari beban hidup pelat lantai dan beban mati pelat lantai dikarenakan Lx < 0,4 Ly maka pembebanan pada lantai diinput di program SAP2000 menjadi area load dengan definisi distribusi beban two way dengan rincian sebagai berikut : Beban mati pelat lantai Spesi keramik setebal 3 cm = 0,03 x 21 = 0,63 kN/m2 Keramik setebal 0,5 cm = 0,5 x 0,24 = 0,12 kN/m2 = 0,75 kN/m2 Preliminary Design Preliminary design merupakan asumsi awal dimensi elemen struktur yang terdiri dari balok, pelat dan kolom. Perencanaan dimensi balok mengacu pada SNI-03-2847-2002 pasal . Diketahui L . entang terpanjan. : 6000 mm. Maka tebal balok . h Ou x ( 0,4 h Ou 375 mm x ( 0,4 h Ou 358,93 mm digunakan h = 400 mm Lebar balok . bw = 2/3 h bw = 266,67 mm digunakan bw = 300 mm Sehingga dimensi balok digunakan ukuran 30/40 cm Beban mati pada balok Dinding pasangan A bata h = 4 m = 4,00 x 2,50 = 10 kN/m Beban hidup pelat lantai Lantai parkir, cafetaria, lobby = 0,90 x 4,00 = 3,6 kN/m2 Lantai minimarket dan gudang = 0,80 x 4,00 = 3,2 kN/m2 = 6,8 kN/m2 Pembebanan lantai 1, 2 dan 3 terdiri dari beban mati pelat lantai, beban mati pada balok dan beban hidup pelat lantai dikarenakan Lx < 0,4 Ly maka pembebanan pada lantai diinput di program SAP2000 menjadi area load dengan definisi beban two way dengan rincian sebagai berikut : Beban mati pelat lantai Spesi keramik setebal 3 cm = 0,03 x 21 = 0,63 kN/m2 Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 Keramik setebal 0,5 cm Instalasi plumbing Planfond dan penggantung = 0,5 x 0,24 = 0,12 kN/m2 = 0,25 kN/m2 = 0,17 kN/m2 nO 53 = 1,17 kN/m2 Beban mati pada balok Dinding pasangan A bata h = 4 m = 4,00 x 2,50 = 10 kN/m Beban hidup pelat lantai Lantai kamar dan dapur sekunder tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap struktur primer. Plat lantai dianggap sebagai elemen shell yang bersifat menerima beban tegak lurus bidang . dan dapat mendistribusikan beban lateral . akibat gempa. Efek P-delta diabaikan. Pondasi dianggap jepit, karena desain pondasi menggunakan tiang pancang . ondasi dala. , sehingga kedudukan pondasi diasumsikan tidak mengalami rotasi dan translasi. = 0,75 x 2,00 = 1,50 kN/m2 Lantai gang, koridor dan balkon = 0,75 x 3,00 = 2,25 kN/m2 Pembebanan lantai dag terdiri dari beban mati pelat lantai, beban mati pada balok dan beban hidup pelat lantai dikarenakan Lx < 0,4 Ly maka pembebanan pada lantai diinput di program SAP2000 menjadi area load dengan definisi beban two way dengan rincian sebagai berikut : Beban mati pelat lantai Waterprofing = 2,00 x 0,14 = 0,28 kN/m2 Instalasi plumbing = 0,17 kN/m2 Plafond dan penggantung = 0,25 kN/m2 = 0,7 kN/m2 Beban mati pada balok Dinding pasangan A bata h = 1,2 m = 1,2 x 2,5 = 3,00 kN/m Beban hidup pelat lantai Lantai atap dag Gambar 3. Permodelan Struktur . umber : SAP2000 v14. Input beban mati dan beban hidup pelat lantai pada perhitungan pembebanan pada program SAP2000 dengan cara assign Ae area load Ae uniform to frame. Input beban dapat dilihat pada gambar 4 = 1,00 kN/m2 Kombinasi pembebanan yang digunakan mengacu pada SNI-03-2847-2002 pasal 11. 2 sebagai Kombinasi 1 : 1,4D Kombinasi 2 : 1,2D 1,6L Permodelan Struktur Permodelan struktur terbagi menjadi dua yakni struktur primer yang terdiri dari balok, kolom dan pelat kemudian struktur sekunder yang terdiri dari tangga, permodelan struktur dilakukan dengan program Software Analysis Program SAP2000 2 dengan ketentuan sebagai berikut : Permodelan struktur dilakukan secara Frame and Sheel Element, yang berarti elemen balok dan kolom . serta plat lantai . dimodelkan secara utuh untuk mendapatkan analisis struktur yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi aslinya. Permodelan struktur primer dan sekunder dimodelkan secara terpisah karena struktur Gambar 4. Input beban pelat lantai dasar . umber : SAP2000 v14. Input beban mati balok pada perhitungan pembebanan pada program SAP2000 dengan cara assign Ae frame load Ae distributed. Input beban mati pada balok dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Beban mati balok . umber : SAP2000 v14. Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning 54 nO Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 . umber : SAP2000 v14. Berdasarkan data yang telah diinput pada permodelan struktur . pada program SAP2000 kemudian di run analyze gaya dalam dengan cara analyze Ae run analyze sehingga didapat diagram momen (M. , diagram gaya geser (V. dan diagram gaya aksial (P. Diagram gaya momen, aksial, dan geser dapat dilihat pada gambar 6, 7, dan Gambar 8. Diagram gaya geser . umber : SAP2000 v14. Gambar 6. Diagram gaya momen . umber : SAP2000 v14. Hasil perhitungan gaya dalam pada program juga dapat di export dalam bentuk tabel excel dengan cara display Ae show table. Dari tabel gaya dalam di ambil data gaya dalam yang maksimum dan minimum mewakili setiap lantainya untuk perencanaan elemen struktur pada balok, pelat dan Hasil rekapitulasi tabel gaya dalam dapat dilihat pada tabel 1, 2, dan 3. Gambar 7. Diagram gaya aksial Tabel 1. Rekapitulasi gaya dalam elemen balok Elemen Struktur Tingkat Tumpuan Lapangan Tumpuan Lantai 1 Lapangan Tumpuan Lantai 2 Lapangan Tumpuan Lantai 3 Lapangan Tumpuan Lantai 4 . Lapangan Lantai Dasar Balok 30/40 Lokasi GAYA GESER Kombinasi Batang COMB2 -97,09 COMB2 69,21 COMB2 -66,38 COMB2 53,38 COMB2 -66,38 COMB2 53,01 COMB2 -66,38 COMB2 52,84 COMB2 -30,93 COMB2 21,24 umber : SAP2000 v14. MOMEN Kombinasi KNm COMB2 -108,359 COMB2 53,304 COMB2 -70,143 COMB2 34,590 COMB2 -70,098 COMB2 34,64 COMB2 -70,03 COMB2 34,70 COMB2 -33,63 COMB2 18,08 Batang Tabel 2. Rekapitulasi gaya dalam elemen kolom Gaya Aksial Gaya Geser Momen Elemen Struktur Tingkat Kombinasi Batang Kombinasi Batang Kombinasi KNm Kolom 50/50 Lantai dasar COMB2 -1105,36 415 COMB2 -9,62 COMB2 25,96 Lantai 1 COMB2 -790,61 COMB2 -12,94 COMB2 -25,74 Kolom 45/45 Lantai 2 COMB2 -767,283 493 COMB2 -13,92 COMB2 -27,31 Lantai 3 COMB2 -458,51 COMB2 -13,92 COMB2 28,38 umber : SAP2000 v14. Ridwan. Perencanaan Struktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning Batang Jurnal Teknik. Volume 1. Nomor 2. Oktober 2017, pp 48-57 nO 55 Tabel 3. Rekapitulasi gaya dalam elemen pelat Momen Elemen Struktur Tingkat Lantai 1 Pelat lantai h=120 Lantai 2 Lantai 3 Pelat Atap h=100mm Lantai 4 (Da. Lokasi Kombinasi Nilai KN-m/m Area COMB2 -0,27 COMB2 0,50 COMB1 -0,16 COMB2 0,10 COMB1 -0,22 COMB1 0,45 COMB1 -0,11 COMB2 0,16 umber : SAP2000 v14. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis, pada perencanaan pembebanan ditinjau terhadap beban hidup dan beban mati menurut pedoman perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung . URG Pada perhitungan beban mati akibat haya luar dihitung dari komponen gedung yang membebani elemen struktur seperti dinding, plafon, keramik, plumbing, sementara tinjauan beban hidup dihitung berdasarkan fungsi lantai bangunannya, dikarenakan pada perencanaan arsitektur sebelumnya pada lantai dasar mempunyai fungsi ruangan yang berbeda, pada lantai 1, 2, dan 3 mempunyai fungsi ruangan yang sama sehingga pembebanan pelat lantainya disesuaikan terhadap fungsi lantainya. Perhitungan gaya dalam dihitung menggunakan program Structure Analisis Program (SAP2000 . dengan memodelkan struktur dalam frame dan shell secara tiga dimensi . D) dengan pereletakan jepit pada pondasinya, kemudian hasil run analisis SAP2000 di export kedalam data file microsoft excel, dikarenakan elemen struktur mempunyai beban yang berbeda-beda sehingga pada data gaya dalam momen, geser dan aksial diambil data yang mewakili setiap lantainya untuk perencanaan elemen Berdasarkan gambar perencanaan denah arsitektur sebelumnya (Yerni, 2. jarak antar kolom direncanakan 6 . nam mete. Perhitungan perencanaan elemen struktur berdasarkan SNI 032847-2002 dihitung secara manual menggunakan program microsoft excel. Pada perencanaan elemen struktur balok perhitungan dimensi balok berdasarkan preliminary design balok kemudian didapatkan kebutuhan luas tulangan hasil run analisis SAP2000 kemudian dikontrol secara manual terhadap luas tulangan minimum (Asmi. dan kontrol kekuatan kapasitas momen berdasarkan persamaan 3. 21 momen rencana (MR) harus lebih besar dari pada momen ultimit (M. Perencanaan penulangan balok direncanakan berdasarkan daerah tumpuan dan lapangan, berdasarkan hasil perhitungan diperoleh 30/40 menggunakan tulangan longitudinal (Defor. D22 dengan tulangan sengkang (Polo. P8. Pada perencanaan elemen struktur pelat penulangan pelat menggunakan sistem penulangan dua arah (Two way ) didasarkan pada perbandingan panjang kedua sisi pelat bersebelahan untuk penulangan pelat ditinjau berdasarkan gaya dalam setiap lantainya ditinjau pada kondisi lentur negatif (Tumpua. dan kondisi lentur positif (Lapanga. Perhitungan penulangan pelat dihitung secara manual dengan tinjauan per satu meter lebar pelat, luas tulangan yang diperoleh dikontrol rasio penulangannya (A) berdasarkan persamaan 3. yaitu Amin< A