JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Tahun . Vol. No. Halaman . - . E-ISSN: PENERBIT IPI PRESS UPAYA MENINGKATKAN PEMBINAAN IMAN KAUM MUDA MELALUI KEGIATAN OMK Fransisca Widya Agustiningtyas. Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Emmeria Tarihoran. Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Corresponding Autor: Name : Fransisca Widya A. E-mail : fransiskawidyaag@gmail. Article History: Submit : April 2024 Revision : August 2024 Accepted : December 2024 Published : March 2025 semnas@stp-ipi. Copyright A 2025 STP- IPI Malang Penulis Koresponden: Nama : Fransisca Widya A. Surel : fransiskawidyaag@gmail. Histori Artikel: Submit : April 2024 Revisi : Agustus 2024 Diterima : Desember 2024 Terbit : Maret 2025 semnas@stp-ipi. Copyright A 2025 STP- IPI Malang Abstract This study aims to investigate the efforts made to improve the development and appreciation of the faith of young people through Catholic Youth Activities (OMK) at Stasi St. Paul the Apostle Cinta Manis. OMK is considered an important place in shaping the character and spiritual beliefs of young people. This research was conducted using the case study method as an approach to evaluate the successes and shortcomings of the implementation of the OMK program. The results identified effective strategies, including social media use, character building, and creativity This article gives recommendations to improve the effectiveness of OMK activities in fostering the faith of young people. This article can provide a clear picture of the efforts made to improve the development and appreciation of the faith of young people through the activities of young people at Stasi St. Paul the Apostle of Sweet Love. The case studies used in this study can provide a more detailed picture of the successes and shortcomings of the implementation of the OMK program. Keywords: Faith development. Catholic Youth. Station Saint Paul the Apostle of Sweet Love. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengembangan dan penghayatan iman kaum muda melalui kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) di Stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis. OMK dianggap sebagai wadah penting dalam membentuk karakter dan keyakinan spiritual kaum muda. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Studi kasus sebagai pendekatan untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dari implementasi program OMK. Hasil penelitian mengidentifikasi strategi efektif, termasuk penggunaan media sosial, pembinaan karakter, dan pengembangan kreativitas. Artikel ini memberikan rekomendasi diberikan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan OMK dalam membina iman kaum muda. Artikel ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengembangan dan penghayatan iman kaum muda melalui kegiatan OMK di Stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih detail tentang keberhasilan dan kekurangan dari implementasi program OMK. Kata Kunci: Kaum muda katolik. Penghayatan iman. OMK. Stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis. Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 26543214 PENDAHULUAN Para peneliti dan praktisi keagamaan (Santika et al. , 2. telah lama menyadari pentingnya pembinaan iman bagi kaum muda. Kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pengembangan dan penghayatan iman kaum muda (Budiono et al. , 2. Dalam konteks ini, berbagai studi kasus telah memberikan bukti yang meyakinkan tentang manfaat OMK dalam membentuk keyakinan, karakter, dan keterlibatan kaum muda dalam gereja. Penelitian oleh Alfonsus. Firmanto, & Aluwesia . menyoroti bagaimana OMK dapat membantu kaum muda untuk lebih memahami ajaran agama dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Studi oleh Dan & Se . menunjukkan bahwa OMK juga berdampak positif pada partisipasi kaum muda dalam kehidupan gereja, seperti menghadiri misa secara teratur, terlibat dalam pelayanan gerejawi, dan berperan aktif dalam komunitas keagamaan. Selain itu, penelitian oleh Koten . dan Kristinus . Antonius Denny Firmanto . menyoroti peran penting OMK dalam membantu kaum muda mengembangkan potensi diri, termasuk keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan kreativitas. Sari. Chatarina Prischa Laras. Supriyadi . mengungkapkan bahwa kegiatan OMK dapat menjadi wahana bagi kaum muda untuk mengeksplorasi dan mengaktualisasikan bakat serta minat pribadi mereka. Seluruh temuan ini mendukung gagasan bahwa OMK memiliki peran signifikan dalam membentuk identitas keagamaan dan perkembangan pribadi kaum muda Katolik. Namun, seiring dengan keberhasilan-keberhasilan tersebut, ditemukan pula tantangan dan potensi perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan OMK. Dalam konteks ini, penelitian oleh Sinaga & Firmanto . dan Tim Komisi Kateketik Regio Jawa . mengidentifikasi berbagai aspek yang dapat ditingkatkan dalam program OMK, termasuk penggunaan media sosial yang lebih efektif, pembinaan karakter yang lebih mendalam, dan pengembangan strategi inovatif untuk menarik minat kaum muda. Dengan mengintegrasikan temuan-temuan dari penelitian-penelitian ini, kami berharap artikel ini dapat memberikan pandangan komprehensif tentang bagaimana OMK dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pengembangan dan penghayatan iman kaum muda serta memberikan landasan untuk perbaikan lebih lanjut dalam program OMK di berbagai konteks gereja Katolik Artikel ini membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengembangan dan penghayatan iman kaum muda melalui kegiatan OMK, dengan menggunakan studi kasus. Sejauh pengamatan penulis, organisasi di paroki yang memiliki perangkat kepengurusan dan job description, program kerja dan visi misi yang jelas dan teratur adalah DPP (Dewan Pastoral Parok. Dalam lingkup yang lebih kecil, yaitu di stasi-stasi, kelompok-kelompok yang disebut AuorganisasiAy dalam arti sesungguhnya sudah terbentuk namun belum begitu tampak. Di stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis memiliki kepengurusan tertata dengan rinci dengan bidang masing-masing. Akan tetapi omk di stasi St. Paulus Rasul Cinta Manis banyak yang tidak mau terlibat dalam Tugas mengereja pada ibadat Sabda, dikarena mereka tidak mendapat bimbingan dan pendampingan sehingga membuat mereka takut untuk Dengan demikian Sehingga Penulis berpendapat. Pembinaan Iman Kaum Muda menjadi titik fokus yang amat harus dikembangkan di stasi ini. Orang Muda Katolik memiliki potensi untuk menjadi generasi penerus Gereja di masa yang akan datang, oleh karena itu, perlu adanya kegiatan yang mendukung pertumbuhan iman mereka. Kegiatan yang dapat dilakukan termasuk pembinaan, pelatihan, kaderisasi, perayaan devosi, retret, rekoleksi, misa khusus untuk pemuda, serta kegiatan sosial yang bertujuan untuk memperkuat dan mengembangkan iman mereka (Sari. Chatarina Prischa Laras. Supriyadi, 2. Iman adalah salah satu aspek fundamental dalam kehidupan spiritual seseorang, dan pengembangan iman pada kaum muda adalah perhatian yang krusial bagi komunitas agama. Kaum muda adalah generasi penerus yang akan membentuk masa depan gereja dan keyakinan keagamaan. Oleh karena itu, memahami bagaimana meningkatkan pengembangan dan penghayatan iman mereka adalah tugas yang sangat penting. Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Artikel ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menyelidiki upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pengembangan dan penghayatan iman kaum muda melalui kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) di Stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis. OMK adalah salah satu wadah yang digunakan oleh gereja Katolik untuk melibatkan kaum muda dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, dan Stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis telah lama menjalankan program OMK dengan tujuan utama untuk membentuk karakter yang kuat, mendalamkan pemahaman akan iman Katolik, dan melibatkan kaum muda dalam pelayanan gerejawi. Namun, sejauh mana kegiatan-kegiatan ini berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, serta bagaimana dampaknya terhadap pengembangan iman kaum muda, merupakan pertanyaan yang perlu dijawab. Dalam artikel ini, kami menguraikan konteks umum mengenai peran OMK dalam pengembangan iman kaum muda, latar belakang Stasi Santo Paulus Rasul Cinta Manis, dan metode yang digunakan dalam studi kasus ini. Selain itu, kami mengeksplorasi temuan-temuan dari penelitian ini, yang diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi gereja Katolik dan komunitas sejenis lainnya yang peduli akan perkembangan spiritual kaum muda. Dengan demikian, artikel ini memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks pembinaan spiritual kaum muda dalam agama Katolik dan mungkin dapat memberikan panduan bagi upaya serupa di tempat lainnya. Organisasi OMK bersama semua individu yang terlibat di dalamnya diharapkan untuk terus memajukan organisasi tersebut dengan pendekatan yang inovatif, kreatif, dan menarik tanpa meninggalkan esensi rohani dan imannya (Budiono et al. , 2. Hal ini bertujuan agar setiap acara dan kegiatan yang diselenggarakan tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana bagi para pemuda untuk tumbuh dan berkembang dalam kepribadian yang matang secara rohani, bijaksana, serta peka terhadap kebutuhan dan perkembangan gereja. Mereka juga diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan dan menjadi teladan bagi pemuda lainnya, sehingga mendorong minat untuk bergabung dalam organisasi OMK yang ada di paroki mereka. Orang Muda Katolik (OMK) adalah komunitas wadah kreativitas, pengembangan, pengaderan generasi muda di lingkungan stasi atau paroki gereja Katolik. OMK berada di bawah naungan Komisi Kepemudaan yang merupakan perangkat Gereja dengan tugas khusus memberi perhatian pada pembinaan dan pendampingan kaum muda. Pada hakikatnya OMK adalah murid Yesus Kristus. Murid yang dianugerahi pelbagai kemampuan dan talenta oleh Yesus Sang Guru untuk mengembangkan dirinya dan sesama sembari melakukan yang dikerjakan gurunya. Yesus Kristus datang mewartakan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, melalui sabda dan karya-Nya di dunia. Ia berkeliling sambal berbuat baik, menyembuhkan orang sakit dan menghibur yang berduka. Ia memberi makan bagi yang lapar, menegur yang salah, mengajari berdoa, mengampuni yang bersalah bahkan rela mati demi cinta-Nya kepada Bapa dan Atas cara demikian Yesus melakukan pastoral kerygma di tengah dunia dan masyarakat. Unsurunsur kerygma yang sedemikian seyogianya menjadi pangkal alasan beriman OMK. OMK Stasi cinta manis dipanggil dan diutus Yesus Kristus untuk ambil bagian dalam pastoral pewartaan sebagaimana dibuat oleh Yesus. OMK sudah diberikan pelbagai talenta dan kemampuan yang karenanya menjadikan dia semakin berkualitas. Dengan mengoptimalkan segala kemampuan yang dimilikinya OMK memberikan kesaksian iman dan atau pewartaan iman. OMK sebagai murid melaksankan tugas pemuridan harus berpusat pada Kristus sebagai sumber, pokok dan puncak pewartan iman. Atas cara demikian OMK akan terhindar dari jebakan dan kecondongan untuk mewartakan diri sendiri. METODE Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipatif untuk memahami dinamika kegiatan OMK dan interaksi antara orang muda katolik dengan petugas pastoral dan pemimpin Gereja. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan dengan anggota OMK, pemimpin Gereja, dan tokoh-tokoh masyarakat terkait untuk mengumpulkan pandangan mereka tentang dampak kegiatan tersebut terhadap iman pemuda. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan tematik. Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 yang memungkinkan identifikasi pola-pola yang muncul dalam pengalaman dan persepsi pemuda terkait iman mereka. Selain itu, data survei juga digunakan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dari anggota OMK sebagai dasar dalam merencanakan program kegiatan OMK. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang upaya meningkatkan iman pemuda melalui kegiatan OMK dan relevansinya dalam konteks masyarakat yang lebih luas. PROSES KEGIATAN Dari hasil analisa situasi, kami memperoleh gambaran atau situasi konkret di lapangan yang dapat dijadikan pedoman untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Hasil ini diperoleh antara lain dari angket yang telah disebarkan maupun dengan perkenalan pribadi yang dilakukan oleh petugas pastoral . ara mengamati secara langsung, mengadakan wawancara baik bersama OMK maupun kepada Tabel 1. Sekolah/pendidikan Kode Keterangan Mahasiswa SMA SMP Putus sekolah Total Jumlah Prosen Jumlah Prosen Jumlah Prosen Tabel 2. Sekolah/pendidikan Kode Keterangan Pelajar SMP. SMA/K Swasta/Wiraswasta Buruh Lainnya Total Tabel 3. Kecakapan/potensi Kecakapan/potensi Bermazmur, dirigen, bernyanyi Lektor Misdinar Musik Pembina BIAK Lain-lain Total Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Tabel 4. Kesediaan untuk tugas Gereja Kecakapan/potensi Pemazmur Pengurus OMK Pembina BIAK Misdinar Lektor Lain-lain Total Jumlah Prosen Tabel 5. Mengikuti perayaan Ekaristi kudus/Ibadat Sabda Kode Keterangan Selalu mengikuti ibadat sabda hari Minggu Mengikuti ibadat sabda hari minggu 3x dalam sebulan Mengikuti ibadat sabda hari minggu 2x dalam sebulan Mengikuti ibadat sabda hari minggu 3x dalam sebulan Tidak mengikuti ibadat sabda sama sekali Total Jumlah Prosen Jumlah Prosen Jumlah Prosen Tabel 6. Ibadat OMK Kode Keterangan Selalu ikut doa lingkungan Ikut doa lingkungan secara teratur dan aktif di dalamnya Bisa datang dan ikut doa lingkungan Kadang-kadang ikut doa lingkungan Tidak pernah ikut doa lingkungan Total Tabel 7. Doa keluarga Kode Keterangan Teratur berdoa hariaj dan juga mengadakan renungan secara teratur Mengadakan doa harian secara teratur ditambah dengan 1 devosi Berdoa pagi, malam, sebelum/sesudah makan sebagai kewajiban Jarang berdoa Tidak pernah berdoa Total Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Tabel 8. Pendalaman Iman Kode Keterangan Selalu mengikuti pendalaman iman Sering mengikuti pendalaman iman Jarang mengikuti pendalaman iman Mengikuti pendalaman iman 1x Tidak pernah mengikuti pendalaman iman Total Jumlah Prosen Jumlah Prosen Tabel 9. Pelajaran Agama Kode Keterangan Menerima pelajaran agama secara teratur di sekolah maupun di paroki menurut Menerima pelajaran agama secara teratur di sekolah dan kadang-kadang mengikuti pelajaran agama di paroki Menerima PAK/PI di sekolah karena Tidak menerima PAK secara teratur baik di sekolah maupun di paroki Sama sekali tidak pernah menerima PAK Total PEMBAHASAN Latihan yang dimaksud dalam PKM ini adalah usaha yang dijalankan secara sistematika, praktis sehingga mudah dijalankan oleh remaja untuk menciptakan situasi belajar dalam hidup rohani dengan baik. Tujuan latihan dari pekerja pastoral adalah meningkatkan kehidupan mereka agar mampu memperbaiki dan membiasakan diri untuk mengadakan latihan. Persiapan Kegiatan Persiapan acara latihan sangat diperlukan, agar tidak menimbulkan kesulitan. Persiapan yang diperlukan adalah sarana, prasarana, dan tenaga yang sesuai dengan program yang telah disusun. Maka dari itu diambil beberapa latihan sebagai berikut: Melatih lektor, mazmur, dirigen, dan koor Tempat : Gereja St. Paulus Rasul Cinta Manis. Sarana : Kitab Suci. Teks Lagu. Buku Mazmur Pelatihan ini dilakukan di Gereja St. Paulus Rasul Cinta Manis. Jika melatih lektor dilaksanakan bersama Omk di Pastoran stasi. Pada saat bersamaan. Petugas pastoral melaksanakan pelatihan mazmur dan Pada saat pelaksanaan latihan. Orang Muda Katolik Stasi Cinta Manis sangat antusias mengikuti kegiatan ini, peserta yang hadir dalam pelitihan ini dihadiri sekitar 10-15 orang Muda Katolik. Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Gambar 1. Pelatihan lektor, mazmur Gambar 2. Pelatihan dirigen, kor Latihan menjadi pembina Sekami Tempat : Gereja St. Paulus Rasul Cinta Manis Sarana : Buku Bina Iman Anak B. Buku Lagu. Pena. Pensil. Buku Tulis. Pelatihan menjadi pembina sekami ini dilaksanakan setiap hari minggu, tujuan petugas pastoral melaksanakan ini agar Omk dapat belajar lagu, gerak dan mencontoh yang diajarkan oleh petugas Dalam pelaksanaan menjadi pembina Sekami ini dihadiri oleh 5-8 Orang Muda Katolik Stasi Cinta Manis. Gambar 3. Pemberian contoh menjadi Pembina Sekami Pelatihan memimpin doa spontan Tempat : Pastoran Stasi St. Paulus Rasul Cinta Manis Sarana : Kitab Suci. Madah Bakti Pelatihan memimpin doa spontan dilaksanakan dengan tujuan agar orang muda katolik khususnya cinta manis dapat memimpin doa spontan ketika disuru oleh umat. Selain itu mereka dapat mengerti bagaimana membunyikan kalimat dalam doa spontan sehingga ketika disuru mereka tidak memiliki rasa Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Kegitan pelatihan ini dilaksanakan dirumah umat secara bergantian dihadapan umat dan omk lain agar mereka memiliki keberaniann. Peserta yang hadir untuk mengikuti pelatihan ini 4-6 orang omk beserta umat omk lain yang hadir. Gambar 4. Pelatihan doa spontan Gambar 5. Memberi contoh beribadat di lingkungan Pelatihan Misdinar Tempat: Gereja St. Paulus Rasul Cinta Manis Sarana: Buku Panduan Misdinar Pelatihan menjadi petugas Misdinar dilaksanakan dengan tujuan agar orang muda katolik dapat berpartisipasi untuk menjadi petugas misdinar stasi ketika ada Pastor tourney ke stasi, mengigat selama ini ketika misa, tidak ada omk yang berani untuk menjadi petugas misdinar, karena ketidaktahuannya, oleh karena itu petugas pastoral melaksanakan program ini. Pelatihan menjadi petugas misdinar dilaksanakan di Gereja stasi pada sore hari. Omk yang hadir mengikuti pelatihan ini dihadiri 4-6 Omk. Gambar 6. Pelatihan misdinar di Gereja Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 Pelatihan Pendalaman Kitab Suci Tempat: Gereja St. Paulus Rasul Cinta Manis Sarana: OMK Pelatihan Pendalaman Kitab suci dilaksanakan pada hari jumat yaitu pada bulan April dengan tujuan supaya mereka semakin giat untuk dapat meembaca dan merenungkan kitab suci. Gambar 7. Pendalaman iman di Gereja KESIMPULAN Dengan berbagai pelatihan yang diusahakan penulis berharap dapat meningkatkan perkembangan dan penghayatan iman OMK di Stasi Cinta Manis, pelatihan tersebut yaitu pelatihan menjadi pembina sekami, menjadi misdinar, memimpin doa spontan, menjadi petugas lektor, mazmur, dirigen dan juga koor. Dalam pelaksanaannya, masih banyak sekali kendala yang dihadapi dalam kegiatan pembinaan OMK. Situasi dan kondisi menjadi salah satu faktor, kerena didesa Cinta Manis penyaluran listrik masih belum masuk, sehingga ketika hari telah gelap warga harus menggunakan panel surya agar dapat menyalakan lampu, tidak hanya itu sinyal masih belum lancar. Kendala lain ialah banyak OMK yang bekerja tidak dapat menyempatkan waktu untuk ikut andil dalam kegiatan OMK. Dari berbagai kegiatan pembinaan yang telah diusahakan dalam peningkatkan pengembangan dan penghayatan iman kaum muda melalui kegiatan OMK dipastikan telah mendapatkan hasilnya. Namun pada realitasnya semangat dari OMK ini masih berangsung-angsur meningkat, ini membutuhkan waktu dan bantuan dari pihak yang dapat mendorong seperti halnya pengurus stasi/Paroki ataupun pengurus inti OMK sendiri. Adanya kegiatan yang diadakan guna memberikan dorongan bagi OMK untuk dapat menunjukkan jati dirinya sebagai OMK sejati. OMK memiliki peran penting dalam masa depan Gereja yaitu menjadi penerus Gereja. Kesadaran setiap individu dalam keaktifannya dalam kegiatan menggereja terutama kegiatan OMK sangat perlu ditekankan sejak awal. OMK perlu didorong lagi dalam pembentukan iman yang diaktualisasikan lewat kegiatan OMK. Dorongan inibisa berasal dari ketua lingkungan, ketuastasi, orang tua atau bahkan kesadaran diri sendiri. Dilihat pula dari angket dan juga analisis penulis. OMK memerlukan bimbingan dan pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan dari berbagai pihak baik dari pengurus stasi, katekis, petugas pastoral maupun umat Hal ini dapat meningkatkan kesadaran OMK dalam proses penghayatan imannya. Karena antusias dari OMK cinta manis untuk terlibat dalam kehidupan mengereja sangat tinggi dan luar biasa. Peran Pengurus Stasi dan katekis yang ada sangat membantu, oleh karena itu penulis menyarankan agar Stasi Cinta Manis mendapatkan Katekis atau petugas pastoral yang profesional. Dengan maksdud agar OMK Cinta manis mendapat bimbingan yang berkelanjutan dan pada akhirnya dapat meningkatkan imannya melalui terlibat dalam berbagai tugas hidup mengereja, baik sebagai Petugas Lektor,mazmur,drigen, pembina sekami, doa spontan, petugas pendalaman iman dan kegiatan lainnya. Fransiska Widya Agustiningtyas | Upaya Meningkatkan Pembinaan Iman Tahun . Vol. No. Halaman . E-ISSN: 2654-3214 UCAPAN TERIMA KASIH