Lucky Amatur Rohmani. Army Al Islami Ali Putra: Analisis Campur Kode Analisis Campur Kode pada Percakapan Sehari-Hari Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Lucky Amatur Rohmani Pendidikan IPA. STKIP Modern Ngawi. Indonesia. Email: luckyrohmani@stkipmodernngawi. Army Al Islami Ali Putra Pendidikan IPA. STKIP Modern Ngawi. Indonesia. Email: armyalislami@gmail. Abstrak Saat ini, orang biasa berbicara menggunakan lebih dari satu bahasa terutama mahasiswa. Mereka sering mencampur kosakata bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari mereka. Fenomena ini menarik atensi peneliti untuk menyelidiki pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari di antara mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA di STKIP Modern Ngawi dan alasan penggunaan pencampuran kode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan 15 mahasiswa Pendidikan IPA sebagai subjek penelitian. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data bentuk penggunaan campur kode. Data tersebut kemudian dianalisis berdasarkan bentuk campur kode yang dikemukakan oleh Suwito . Sedangkan wawancara digunakan untuk mendapatkan data alasan penggunaan campur kode. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan model interaktif dari Miles. Huberman dan Saldana . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran kode pada tataran kata dominan terjadi yang mencapai 14 kata . ,7%). Alasan utama menggunakan campur kode adalah karena lingkungan mahasiswa. (Kata Kunci: code-mixing, sosiolinguistik, bahasa Inggris, mahasiswa IPA. Lebih Zainuddin menyatakan bahwa menjadi bilingual atau multilingual tidak dapat dibedakan dalam percakapan sehari-hari siswa. Situasi ini muncul fenomena bahasa yaitu code-mixing atau campur Pencampuran kode mengacu pada situasi di mana kosakata dan aturan tata bahasa dari dua bahasa yang berbeda tetapi masih dalam satu kalimat (Muysken. Wardhaugh Fuller . mengungkapkan bahwa code-mixing atau campur kode terjadi dalam bahasa lisan ketika seorang pembicara menggunakan dua bahasa dan beralih dari satu ke yang lain. Sementara itu, pencampuran kode terjadi ketika penutur menggunakan dua bahasa dan mereka mencampur kata atau frasa dalam satu ucapan. Selanjutnya. Muysken . membagi code-mixing menjadi tiga kategori: penyisipan, alternasi, dan leksikalisasi kongruen. Penyisipan adalah teknik pencampuran kode yang dirancang Istilah AupergantianAy menggambarkan PENDAHULUAN Hubungan antara bahasa dan masyarakat berada di Holmes . menyatakan bahwa sosiolinguistik meneliti berbagai informasi yang digunakan orang sosial yang beragam dan dapat mengajarkan kita tentang fungsi bahasa, hubungan sosial dalam suatu komunitas, dan bagaimana orang mengungkapkan dan membangun bagian dari identitas sosial mereka melalui bahasa mereka. Lebih lanjut. Sumarsih et al. menyatakan bahwa sosiolinguistik adalah studi tentang perkembangan dan tingkat penggunaan bahasa dalam suatu komunitas di mana ada percakapan mengenai bahasa integrasi bilingual dan Singkatnya, ini juga membahas fenomena dan contoh bahasa dan masyarakat. Menurut Bell . bilingualisme mengacu pada penggunaan satu bahasa atau lebih oleh individu atau masyarakat. Selain itu. Astuti . mengungkapkan bahwa agar bilingual terjadi, dua atau lebih bahasa harus diucapkan atau digunakan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 148 - 158 perubahan elemen struktural bahasa. Ketika frasa Leksikalisasi kongruen, di sisi lain, mengacu pada pembagian struktur tata bahasa antara dua bahasa yang dapat diisi dengan kosakata dari kedua bahasa. Di antara ketiga jenis tersebut, penyisipan adalah salah satu jenis pencampuran kode yang Suwito . mengungkapkan bahwa pencampuran kode, penyisipan, dapat disegmentasi berdasarkan komponen bahasanya, yaitu: . penyisipan kata. penyisipan frasa. reduplikasi kata. penyisipan ekspresi dan idiom. penyisipan klausa. Secara umum, penyisipan pencampuran terjadi untuk beberapa tujuan Menurut Nababan . , pembenaran untuk mengadopsi pencampuran kode: pengaturan ramah atau informal, . kelebihan terminologi atau istilah yang sesuai, dan . Selain itu. Suandi . , secara khusus mengungkapkan unsur-unsur yang menyebabkan pencampuran kode dalam percakapan ke dalam berbagai kelompok, termasuk: penggunaan kode yang hemat, penggunaan istilah yang lebih umum, kepribadian pembicara dan pendengar, topik, fungsi, dan tujuan, variasi dan tingkat bicara-bahasa, keragaman dan kompleksitas bahasa yang digunakan, kehadiran orang lain, topik pembicaraan, niat untuk membuat humor, dan tujuan mendapatkan Saat ini, anak-anak muda biasa mencampur antara bahasa Indonesia dan Inggris dalam percakapan sehari-hari. Hal ini dikarenakan tuntutan zaman dimana setiap orang dituntut untuk dapat berbahasa Inggris agar dapat berhubungan dan siapapun di Selain itu, ada anggapan bahwa bahasa Inggris dianggap mewakili simbol berpendidikan tinggi, berpengetahuan luas, dan juga memiliki prestise lebih. Jadi, berbicara bahasa Inggris, meskipun dicampur, akan terlihat lebih keren. Hal ini didukung dari situasi lapangan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi mencampur kode-kode dalam Pencampuran kode yang terjadi dalam percakapan sehari-hari siswa disajikan sebagai berikut: Mahasiswa 1 : Seru, bisa flashback ke jaman Mahasiswa 2: Nah. recommended sih menurutku. Contoh di atas menunjukkan bahwa ada pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari siswa di mana Mahasiswa 1 memasukkan kata flashback dan Mahasiswa 2 memasukkan kata recommended. Selain itu, ada beberapa penelitian sebelumnya yang telah dilakukan sehubungan dengan penggunaan pencampuran kode di antara interaksi siswa di Indonesia. Tsamratul'aeni . menemukan bentuk-bentuk dan macam-macam pencampuran kode yang lazim di media sosial yang digunakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester enam Cokroaminoto Palopo University. Temuan menunjukkan bahwa ada empat jenis oktur pencampuran kode yaitu, kata, frasa, hybrid dan Selain mengungkapkan bahwa kata adalah bentuk pencampuran kode yang paling umum digunakan oleh mahasiswa. Ada kesamaan dan perbedaan antara penelitian sebelumnya dan penelitian Kesamaannya adalah dalam bentuk jenis penyelidikan pencampuran kode. Namun, penelitian sebelumnya menyelidiki pencampuran kode di media sosial mahsiswa, sedangkan penelitian menyelidiki pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari. Studi sebelumnya tidak menyelidiki alasan menggunakan pencampuran kode sementara penelitian ini mengeksplorasi alasan menggunakan pencampuran kode. Subjek penelitian sebelumnya adalah mahasiswa bahasa Inggris sedangkan penelitian ini adalah mahasiswa non-Inggris. Penelitian lain dilakukan oleh Sunari dan Simatupang pencampuran kode pada siswa SMA 99 Jakarta yang mengacaukan bahasa Inggris dalam pidato mereka. Temuan menunjukkan kata-kata bahasa Inggris yang sering digunakan dalam percakapan bahasa Indonesia yang dikategorikan sebagai yang paling sering, kadangkadang, dan jarang. Juga, pencampuran kode yang ada dalam percakapan siswa adalah dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Ada kesamaan dan perbedaan Lucky Amatur Rohmani. Army Al Islami Ali Putra: Analisis Campur Kode pada penelitian ini dan penelitian sebelumnya. Subjek penelitian sebelumnya adalah siswa SMA sedangkan penelitian ini adalah mahasiswa. Studi ini mengeksplorasi alasan menggunakan pencampuran kode sementara penelitian sebelumnya tidak mengeksplorasi alasan menggunakan pencampuran Selain itu pada studi sebelumnya terjadi di dua daerah yang berbeda. Penelitian pertama dilakukan di luar Jawa dan penelitian kedua di Jakarta. Untuk alasan itu, menarik untuk memastikan sejauh mana pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari siswa. Penelitian ini berfokus pada pembahasan campur kode dalam percakapan seharihari mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA di STKIP Modern Ngawi. Penelitian ini penting karena pencampuran kode adalah fenomena bahasa unik yang terjadi saat ini di kalangan generasi Penelitian ini mengajukan dua pertanyaan penelitian yang berfokus pada tingkat pencampuran kode mahasiswa dan alasan mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA menggunakan pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan bagi pembaca yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari. menggunakan model interaktif dari Miles. Huberman dan Saldana . , yaitu kondensasi data, tampilan data, dan kesimpulan. Dalam penelitian ini, rekaman data percakapan sehari-hari Peneliti menganalisis ucapan yang mengandung bahasa Inggris dari transkrip-transkrip tersebut. Ujaranujaran tersebut kemudian dikategorikan sesuai dengan teori Suwito . mengenai tingkat pencampuran kode. Setelah itu, data ditampilkan dalam bentuk tabel. Jumlah data yang termasuk dalam setiap kategori tingkat pencampuran kode kemudian dihitung oleh peneliti untuk menentukan pada tingkat pencampuran kode apa yang paling sering terjadi. Peneliti kemudian membuat Selain itu, dari transkripsi wawancara, peneliti mengidentifikasi alasan penggunaan pencampuran Kemudian, itu dikelompokkan ke dalam aspek yang sama dari alasan menggunakan pencampuran Setelah itu, data ditampilkan dalam tabel alasan penggunaan pencampuran kode. Peneliti kemudian menghitung dan menemukan alasan paling menonjol menggunakan pencampuran kode. Setelah itu, peneliti membuat kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini, hasil penelitian dibagi menjadi dua Pertama, peneliti mengungkapkan tingkat pencampuran kode mahasiswa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Yang kedua, peneliti membahas penyebab pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari mahasiswa. Tingkat Pencampuran Kode Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Tabel 1: Pencampuran Kode pada Ujaran Mahasiswa METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai desain penelitian. Penelitian ini dilakukan di STKIP Modern Ngawi pada Maret 2023. Penelitian ini melibatkan 15 mahasiswa yang terdiri dari 4 mahasiswa semester dua, 6 mahasiswa semester empat dan 5 mahasiswa semester enam. Mereka dipilih dengan menggunakan purposive sampling yang berdasarkan pada penelitian primer yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi. Peneliti menggunakan pencampuran kode ketika berinteraksi dengan temannya. Data tingkat pencampuran kode siswa dikumpulkan melalui rekaman ujaran mahasiswa dalam percakapan. Sedangkan data alasan mahasiswa menggunakan code-mixing dikumpulkan melalui wawancara dengan 8 mahasiswa . mahasiswa semester dua, 3 mahasiswa semester empat, dan 3 mahasiswa semester ena. Wawancara berlangsung selama 15 menit untuk setiap responden. Setelah itu, data dianalisis No. Ujaran AuIki jek browsing, cahAy. AuMesti typo e akuAy. AuIki post nang group yo mbak?Ay AuEwangi translate iki cahAy AuLhoo belum tak save file-nyaAy AuSidone order opo iki?Ay AuAku es Ay AuSik downloading Terjemah IAom still browsing. I do often typo. Does it post to the group, girl? Help me translate it guys, please. I havenAot save the file What are we going to I order cappuccino ice. It is still downloading Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 148 - 158 Ay AuSorry cah, laptopku error, loading terus. Ay AuAku durung interview siswa. Ay AuEalah, cahAoe offlineAy AuHee, cah. Bar ngampus walkingwalking yok!Ay AuLove you pul pokokeAy AuThank you, mas e. Ay AuStep-step e, bener ngene po gak?Ay AuKowe ngrekam yo, aku sing take a note. Ay AuAku bingung, like donAot know what to doAy Tabel 2 menunjukkan bahwa ada 17 ujaran dari percakapan sehari-hari siswa yang terdiri dari 21 Dari keseluruhan data yang diambil pada Program Studi Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi, terdapat 14 kode . ,7%) kata bahasa Inggris yang dikategorikan sebagai code-mixing pada tataran Yaitu browsing, typo, post, group, translate, save, order, cappuccino, downloading, sorry, error, loading, interview dan offline. Sorry guys, my laptop is error, it is still I have not interview He is offline Hi, guys. After class finished, letAos go hang Love you full, indeed. Pencampuran Kode pada Tingkat Frasa Selain pencampuran kode pada tingkat kata, peneliti juga menemukan pencampuran kode pada tingkat Tabel berikut menunjukkan pencampuran kode pada tingkat frasa yang muncul dalam ucapan Tabel 3: Pencampuran Kode Mahasiswa pada Tingkat Frasa Thank you, boy. Is it the correct step? You do recording. I do take a note. I am confused, like donAot know what to do. Tabel 1 di atas menunjukkan 17 ujaran mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA yang berisi code-mixing. Data yang dianalisis melalui teori Suwito . tentang jenis-jenis kode pencampuran partikular, penyisipan. Data tersebut menggambarkan bahwa ada lima jenis penyisipan yang ditemukan pada ucapan mahasiswa, yaitu: penyisipan pada tingkat kata, penyisipan pada tingkat frasa dan penyisipan pada tingkat Penjelasan detail disajikan sebagai berikut: Pencampuran Kode pada Tingkat Kata Tabel berikut menampilkan data pencampuran kode siswa pada tingkat kata. Tabel 2: Pencampuran Kode Mahasiswa pada Tingkat Kata Ujaran AuIki jek browsing, cahAy. AuMesti typo e akuAy. AuIki post nang group yo mbak?Ay AuEwangi translate iki cahAy AuLhoo belum tak save file-nyaAy AuSidone order opo iki?Ay AuAku es cappuccino. Ay AuSik downloading iki. Ay AuSorry cah, laptopku error, loading terus. Ay AuAku durung interview Ay AuEalah, cahAoe offlineAy Ujaran AuLove you pul pokokeAy AuThank you, mas e. Ay AuKowe ngrekam yo, aku sing take a note. Ay Terjemahan Love you so much. Thank you, boy. You do recording. I do take a note. Terlepas dari kata-kata yang disisipkan dalam percakapan siswa, mereka juga menggunakan frasa dalam ucapan yang diucapkan. Menurut tabel di atas, ada 3 kode . ,3%) yang dikategorikan sebagai pencampuran kode pada tingkat frasa. Itu adalah mencintaimu, terima kasih, dan catatlah. Pencampuran Kode pada Tingkat Hybrid Dari ucapan mahasiswa, ditemukan pencampuran kode pada tingkat hybrid. Mahasiswa mencampur kata bahasa Inggris dengan akhiran bahasa Indonesia. Ini disajikan sebagai berikut: Tabel 4: Pencampuran Kode Mahasiswa pada Tingkat Hybrid Terjemah IAom still browsing. I do often typo. Does it post to the group, girl? Help me translate it guys, please. I havenAot save the file What are we going to I order cappuccino ice. It is still downloading Sorry guys, my laptop is error, it is still I have not interview He is offline No. Ujaran AuLhoo belum tak save file-nyaAy Terjemahan I havenAot save the file yet Berdasarkan tabel di atas, terdapat 1 kode . ,7%) yang termasuk dalam pencampuran kode pada tingkat hybrid. Kata tersebut adalah file-nya. Pada tabel di atas dikategorikan sebagai code-mixing hybrid karena terdiri dari dua bahasa yang digabungkan yaitu file dan -nya. File adalah kata Inggris dengan nya yang merupakan akhiran dalam bahasa Indonesia. Pencampuran Kode pada Tingkat Reduplikasi Lucky Amatur Rohmani. Army Al Islami Ali Putra: Analisis Campur Kode Pencampuran kode pada tingkat reduplikasi berarti bahwa kata-kata bahasa Inggris diulang. Kata-kata yang sama diucapkan dua kali. Tabel berikut adalah data pencampuran kode pada tingkat reduplikasi yang ditemukan dalam ucapan mahasiswa. Tabel 5: Pencampuran Kode Mahasiswa pada Tingkat Reduplikasi Ujaran AuHee, cah. Bar ngampus walking-walking yok!Ay AuStep-step e, bener ngene po gak?Ay Tabel 7. Alasan Mahasiswa Menggunakan Campur Kode Alasan Campur Kode Terjemahan Hi, guys. After class finished, letAos go hang Are these the correct Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat 2 kata . ,6%) yang tergolong dalam tingkat Kata-kata yang digunakan adalah walking-walking dan step-step. Kata-kata ini adalah pengulangan dari bahasa Inggris. Arti walkingwalking adalah Sedangkan kata stepstep berarti lebih dari satu langkah. Pencampuran Kode pada Tingkat Klausa Pencampuran kode pada tingkat klausa adalah salah satu dari enam jenis penyisipan yang diusulkan oleh Suwito . Tabel pencampuran kode pada tingkat klausa yang ditemukan pada percakapan sehari-hari mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Tabel 6: Pencampuran Kode Mahasiswa pada tingkat Klausa Ujaran Terjemahan AuAku bingung, like donAot know what to doAy I am confused, like donAot know what to do. Sesuai dengan tabel di atas, terdapat 1 ujaran . ,7%) mahasiswa yang dikategorikan sebagai campur kode pada tataran klausa. Klausanya adalah " like donAot know what to do ". Alasan Siswa Menggunakan Campur Kode Mengenai alasan mahasiswa menggunakan campur kode, wawancara dengan 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA yang terlibat dalam percakapan, kemudian dianalisis, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 7. Singkatan dari M1 . M2 . M3 . M4 . M5 . M6 . M7 . dan M8 . digunakan dalam tabel berikut. Ujar Men Terli Tren Mud Men Ingg Help Spon Meng Mak Lin Men Kem Bah Spo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 148 - 158 Peng Ingg Spon Kata -kata Ingg Situa Ingg Peng Men Oo Oo Oo Oo Ingg Tren Peng Men Ingg Kata -kata Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa ada beberapa alasan mengapa siswa menggunakan pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari Pasalnya, terlihat lebih keren, mengikuti perkembangan zaman . , menyampaikan makna, lingkungan, menunjukkan ketrampilan bahasa asing, tanpa disadari, dan kata-kata yang tidak asing. 5 mahasiswa (M3. M5. M6. M7, dan M. menyatakan bahwa lingkungan mempengaruhi siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Mereka mengklaim bahwa situasi kampus seperti setelah kelas bahasa Inggris berkontribusi pada penggunaan pencampuran kode dalam percakapan sehari-hari. Selain itu. M8 Oo Oo Lucky Amatur Rohmani. Army Al Islami Ali Putra: Analisis Campur Kode mengungkapkan bahwa dunia maya seperti media sosial juga terpengaruh pada penggunaan campur Selanjutnya, dua mahasiswa (M3 dan M. menyatakan bahwa mereka menggunakan bahasa Inggris secara spontan. Mereka tidak memiliki alasan khusus. Kemudian, tiga mahasiswa (M1. M2. mengungkapkan bahwa menggunakan bahasa Inggris sangat membantu dalam menyampaikan Selain itu, tiga mahasiswa (M1. M2, dan M. menyampaikan bahwa alasan penggunaan campur kode adalah untuk menunjukkan Mereka mengukur pada tingkat kemahiran bahasa asing siswa terutama dalam keterampilan berbicara. Selain itu, dua mahasiswa (M1 dan M. menjelaskan bahwa mencampur bahasa Inggris dalam percakapan mereka membuat mereka terlihat lebih keren. menambahkan bahwa ini adalah tren seperti itu. Translate adalah kata bahasa Inggris berikutnya yang ditemukan dalam percakapan siswa. Siswa cenderung menggunakan terjemahan daripada "terjemah" karena ini adalah kata yang diucapkan secara umum. Kata-kata bahasa Inggris berikut adalah save dan file. Kata-kata ini termasuk katakata yang umum diucapkan. Ini karena save dan file adalah bahasa instruksional untuk komputer atau segala sesuatu yang berhubungan dengan Dalam hal ini, mahasiswa tersebut sepertinya telah selesai menulis sesuatu, sementara dia tidak menyimpan dokumen tersebut, dan sesuatu terjadi dengan laptop nya. Kata selanjutnya adalah Order digunakan untuk menanyakan apa yang harus dipesan karena pembicara akan pergi ke Sedangkan cappuccino adalah sejenis minuman yang ingin dipesan siswa. Kata downloading yang diucapkan mahasiswa memiliki makna pengunduhan yang mana proses pengunduhan masih sedang berjalan. Mahasiswa mengucapkan kata ini untuk menunjukkan bahwa proses pengunduhan masih berjalan. Kata ini cenderung menjadi kata yang akrab antara pembicara dan lawan bicara. Sehingga ada kecenderungan antara pembicara dan lawan bicara lebih mudah dalam menangkap makna. Menariknya, peneliti menemukan mahasiswa yang menggunakan tiga kata bahasa Inggris dalam satu kalimat, seperti sorry, error, dan loading. Tiga kata ini diungkapkan oleh pembicara untuk meminta maaf dan menjelaskan bahwa ada yang salah dengan Karena ada yang salah dengan laptop tersebut, hal itu berimbas pada aktivitasnya dimana ia harus menunggu laptop siap digunakan. Dua kata bahasa Inggris terakhir yang diucapkan oleh siswa adalah interview dan offline. Kata interview sering digunakan dalam dalam berbagai konteks, termasuk pekerjaan, studi, jurnalisme, dan Dalam interview dimaknai sebagai sebuah percakapan di mana pertanyaan diajukan dan tanggapan Meskipun "wawancara" terjemahan bahasa Indonesia dari kata interview, kata interview lebih umum digunakan. Dalam konteks ini, mahasiswa akan melakukan interview untuk tujuan penelitian. Sedangkan offline memiliki makna di luar jaringan . Dalam konteks ini offline adalah istilah yang digunakan oleh mahasiswa untuk Pembahasan Tingkat Pencampuran Kode Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Menurut enam tabel di atas . abel 1, 2, 3, 4, 5, dan . , siswa di Program Studi Pendidikan IPA sering menggunakan pencampuran kode pada tingkat kata, di mana mereka menggunakan hingga 15 kata dalam 12 tuturan. Kata pertama adalah browsing. Browsing adalah kegiatan mencari informasi di internet. Siswa mengekspresikan aktivitasnya berselancar di Kesalahan ketik adalah kata berikutnya atau yang biasa dikenal dengan typo. Kata ini biasa diucapkan ketika mahasiswa melakukan kesalahan dalam menulis teks. Kemudian, kata post biasanya diucapkan ketika mahasiswa ingin mengirimkan sesuatu di platform tertentu, seperti media sosial, yaitu WhatsApp. Sedangkan group berarti sejumlah orang atau benda yang ditempatkan bersama dan berinteraksi satu sama lain. Dalam hal ini, siswa akan memposting sesuatu di grup media sosial Seharusnya itu grup WhatsApp. Selain itu, post dan grup adalah kata-kata bahasa Inggris yang sering diucapkan oleh siswa dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka akrab dengan kata-kata ini. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 148 - 158 menyampaikan ketika mahasiswa lain tidak terhubung ke internet ketika dia dihubungi. Berdasarkan data hasil penelitian di atas, pencampuran kode pada tingkat kata menempati 66,7%. Mahasiswa bebas mencampur bahasa sesuai dengan preferensi mereka. Pendengar atau lawan bicara akan secara otomatis memahami makna kata yang mereka gunakan. Dan pencampuran bahasa ini menjadi sebuah gaya bicara. Selain itu, terkadang menerjemahkan kata dari satu bahasa ke bahasa Untuk menggunakan kata yang paling umum dipahami oleh lawan bicara. Kemudian, posisi kedua ditempati oleh pencampuran kode pada tingkat frasa. Dari keseluruhan data, ditemukan 3 pencampuran kode pada tingkat frasa dengan persentase sebesar 14,3%. frasa-frasa tersebut adalah love you, thank you, dan take a note. Love you adalah frasa yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan Namun, dalam konteks ini, mahasiswa menggunakan love you untuk mengekspresikan rasa terimakasih yang besar karena telah dibantu oleh Jadi, kata love you tidak hanya mengungkapkan perasaan cinta. Thank you adalah Mahasiswa mengucapkan thank you untuk mengucapkan terima kasih kepada temannya. Frasa terakhir adalah take a note. Take a note berarti menulis poin penting atau informasi dari sesuatu yang sedang diamati. Mahasiswa tampaknya berencana melakukan penelitian dan mereka membagi pekerjaan seseorang selama proses pengumpulan data. Dari percakapan, ungkapanungkapan itu secara teratur diucapkan dalam percakapan sehari-hari atau interaksi sehari-hari karena cenderung mudah bagi siswa untuk menghafal frasa-frasa tersebut. Oleh karena itu, mereka biasa mencampur frasa tersebut dalam percakapan sehari-hari. Posisi ketiga adalah pencampuran kata pada tingkat reduplikasi kata atau pengulangan kata sejumlah 2 kata dengan persentase 9,6%. Kata-kata tersebut adalah walking-walking dan step-step. Walking-walking memiliki makna berjalan-jalan atau Pembicara menggunakan reduplikasi kata ini untuk mengajak lawan bicara untuk jalanjalan atau nongkrong setelah mereka selesai Step-step merujuk pada langkah-langkah atau cara-cara bagaimana sesuatu dilakukan. Ini digunakan untuk menanyakan apakah langkahlangkahnya benar atau salah. Kemudian yang paling sedikit adalah campur kode pada tataran hybrid . kata dengan persentase 4,7%) dan klausa . klausa dengan persentase 4,7%). Peneliti hanya menemukan 1 ujaran yang tergolong pada campur kode tingkat hybrid dengan persentase sebesar 4,7% dan klausa dalam satu ucapan. Hal ini karena mahasiswa mencampur bahasa di beberapa bagian ucapan mereka. Mereka tidak berbicara bahasa Inggris dalam satu kalimat penuh. Mereka sering mencampurkan bahasa Inggris dengan bahasa lain tetapi dominannya dalam tataran kata dan frase. Hal ini menunjukkan bahwa siswa menyadari fungsi bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan untuk bahasa pengantar di kelas bahasa asing, tetapi juga digunakan dalam kehidupan seharihari sebagai bahasa Internasional untuk bergaul dengan orang-orang dalam komunitas tertentu dan selanjutnya dengan orang-orang di seluruh dunia. Temuan tersebut dikuatkan oleh penelitian Sari. Arifin, dan Harida . , yang menunjukkan bahwa penyisipan merupakan campur kode yang paling dominan terjadi dalam diskusi, dan data menunjukkan bahwa penyisipan dalam bentuk kata dan bentuk frase paling sering terjadi. Penelitian serupa yang dilakukan oleh Ulfiana . menemukan bahwa campur kode dalam bentuk kata lebih dominan digunakan daripada pengulangan kata dan frasa. Selain itu. TsamratuAoaeni . menggunakan penyisipan kata sebagai salah satu bentuk campur kode. Selanjutnya penelitian Nabila dan Idayani . mengungkapkan bahwa skor terbesar . ,4%) dicapai melalui penggunaan campur kode dalam bentuk kata. Oleh karena itu, penyisipan campur kode pada tataran kata dominan Campur kode yang digunakan oleh mahasiswa dipengaruhi oleh penguasaan kosa kata mereka yang masih terbatas. Hal ini bisa dilihat dari kata-kata yang muncul merupakan kata-kata yang banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Seperti kata download, browsing, dan lainnya yang mana kata Lucky Amatur Rohmani. Army Al Islami Ali Putra: Analisis Campur Kode tersebut mayoritas diucapkan dalam bahasa Inggris bukan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu, kemampuan bahasa asing mahasiswa tidak sama. Sehingga ketika mereka ingin berbicara dengan full English harus menyesuaikan dengan lawan bicara apakah memiliki kemampuan bahasa yang sama sehingga tidak terjadi perbedaan Lebih jauh lagi, ada hal menarik yang ditemukan oleh peneliti yaitu 5 dari 6 kategori campur kode yang dikemukakan oleh Suwito . terjadi pada percakapan sehari-hari mahasiswa IPA STKIP Modern Ngawi. Dilihat dari sudut pandang sosiolinguistik, bahasa seseorang dipengaruhi oleh oleh status sosial, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Hal ini sejalan dengan fenomena campur kode yang terjadi pada mahasiswa. Mereka menggunakan campur kode dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang mana mereka sedang menempuh pendidikan pada perguruan tinggi dengan literasi bahasa yang Sehingga penggunaan campur kode sangat mungkin terjadi. Hal menarik lainnya adalah mahasiswa pencampuran kode. Campur kode yang terdapat pada ujaran mahasiswa tidak memperhatikan pola susuan kalimat yang benar. Namun demikian, jika dihubungkan dengan penggunaan bahasa lisan bukanlah suatu masalah yang besar. Karen inti dari penggunaan bahasa lisan adalah antara pembicara dan lawan bicara saling mamahami maksud ucapan satu dan lainnya. penutur mencampur dan mengganti kode secara eksternal untuk menyampaikan ujaran mereka. Selain itu, pembicara merasa lebih nyaman dalam mengungkapkan pikirannya. Apalagi situasi mendesak mereka untuk menggunakan campur kode karena ada orang-orang terpelajar. Ini secara otomatis meningkatkan gengsi berbicara. Hal ini juga terkait dengan teori Suandi . bahwa salah satu alasan penggunaan campur kode adalah untuk mencapai prestise. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sunari dan Simatupang . menemukan bahwa penggunaan kode campur bahasa Inggris dalam percakapan informal bahasa Indonesia banyak dilakukan di kalangan siswa. Penelitian ini didukung oleh penelitian lain yang dilakukan oleh penelitian Abdulloh Usman . Mereka mengungkapkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari dan situasi kelas, siswa dapat diterima untuk mencampur tiga bahasa. Oleh karena itu, lingkungan cenderung menjadi faktor paling signifikan yang mendorong terjadinya campur kode. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan teori Nababan . bahwa campur kode dilakukan untuk hiburan atau situasi santai, kurangnya terminologi atau istilah yang tepat, atau untuk menunjukkan kemahiran linguistik. Suandi . lebih lanjut menunjukkan bahwa salah satu motif penggunaan campur kode adalah gengsi. PENUTUP Simpulan Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat 17 kalimat mahasiswa dengan 21 jenis kode yang tercakup dalam penggunaan campur kode dalam percakapan sehari-hari mahasiswa program studi Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi dalam tataran kata, frasa, hybrid, reduplikasi, dan klausa. Distribusi kemunculannya berjumlah 14 kata . ,7%), 3 frase . ,3%), 1 hibrid . ,7%), 2 reduplikasi . ,6%), dan 1 klausa . ,7%). Tingkatan campur kode yang dominan adalah pada tingkat Ditambah lagi alasan yang paling dominan dari mahasiswa menggunakan campur kode adalah Alasan Siswa Menggunakan Campur Kode Sesuai dengan wawancara data, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan campur kode pada tingkat kata. Dari 8 siswa, semuanya menyatakan menggunakan campur kode pada tataran Selain itu, terdapat 4 siswa yang menyampaikan pengalaman menggunakan campur kode pada tataran kata, frasa, dan klausa. Sedangkan alasan utama untuk menggunakan campur kode adalah lingkungan siswa. Dari 8 siswa, 4 siswa mengungkapkan bahwa lingkungan mempengaruhi penggunaan campur kode. Hasil ini konsisten dengan investigasi Silaban dan Marpaung . , yang menunjukkan bahwa Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 148 - 158 Nababan. Sosiolinguistik: Suatu PT Gramedia Pustaka Utama. Novianti. , & Said. The use of codeswitching and code-mixing in english teaching-learning process. Deiksis, 13. , 82. https://doi. org/10. 30998/deiksis. Rinawati. Kay. , & Agustina. A code mixing analysis on EFL studentsAo casual conversation at school PKBM Dharma Sedana Santhi1 Sanur Seaview Hotel2. Lingua Scientia, 27. , 1Ae12. https://ejournal. id/index. php/JJBI/ article/view/23970 Samola. Mamentu. , & Kemur. An analysis of English-Indonesian code-mixing Marion Jola. Proceedings of the Unima International Conference on Social Sciences and Humanities (UNICSSH 2. , 1. , 1461Ae https://doi. org/10. 2991/978-2-49406935-0_176 Sari. Arifin. , & Harida. Codeswitching and code-mixing used by guest star in hotman paris show. Journal of English Language Learning, 5. , 105Ae112. https://doi. org/10. 31949/jell. Siddiq. Kustati. , & Yustina. TeachersAo code mixing and code switching: insights on language barriers in EFL Al-Ta Lim Journal, 27. , 80Ae91. https://doi. org/10. 15548/jt. Silaban. , & Marpaung. An analysis of code-mixing and code-switching used by indonesia lawyers club on tv one. Journal of English Teaching as a Foreign Language, 6. , 1Ae17. Simatupang. , & Sunari. Code mixing analysis in high school studentsAo Lingua, 17. , 131Ae140. https://doi. org/10. 34005/lingua. Suandi. Sosiolinguistik. Graha Ilmu. Suwito. Sosiolinguistik: Pengantar utama. Universitas Sebelas Maret. TsamratulAoaeni. Identifying code-mixing in the social media conversation . nstagram and Journal of English Education, 4. , 70Ae76. Ulfiana. Indonesian-English code mixing Saran Penelitian ini juga menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa di wilayah yang berbeda atau lebih luas yang tidak dibahas dalam penelitian ini terutama dalam kajian Misalnya: penggunaan campur kode dari status sosial, jenis kelamin, dll. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mengeksplorasi jenis campur kode lain yang digunakan juga campur kode yang terjadi dalam situasi yang berbeda. Mungkin dalam situasi kelas atau komunikasi non-verbal seperti dalam lagu, film atau media sosial sebagai keterangan. DAFTAR PUSTAKA