Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Pengembangan Buku Ajar Berbasis Pengintegrasian Peerassessment Pada Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik Siti Rabiatul Adawiyah1. Nofisulastri2 . Program studi pendidikan Olahraga dan Kesehatan. FIKKM. Undikma Mataram siti_ra@yahoo. Program studi pendidikan biologi. FSTT. Undikma Mataram nofisulastri@ikipmataram. Abstract This research aimed to develop studentsAo book what integrate peer assessment into cooperative learning model, that it is valid and suitable to increase the studentAos social skills. The kind of this research was development research that develop studentsAo book based on the characteristic of cooperative learning and was integrated an assessment technique that called peer assessment, studentsAo book development is done by using Dick and Carey model . StudentsAo book validation is done by 3 validators with the results of validation was good category . The research data were analyzed descriptively, where the results showed that the studentAos social skills tended to increase at every Based on the results of research, it could be concluded that the studentsAo book developed were valid and suitable to be used in learning process to increase the studentAos social skills. Keywords: Social Skill. Peer Assessment. Cooperative Learning Model. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar berbasis pengintegrasian peer assessment pada model pembelajaran kooperatif yang valid dan layak untuk dapat meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian yang mengembangkan buku ajar sesuai dengan karakteristik model pembelajaran kooperatif dan di dalamnya diintegrasikan suatu teknik penilaian yang disebut peer assessment, dimana pengembangan buku ajar mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran Dick and Carey . Validasi buku ajar dilakukan oleh tiga orang pakar dengan hasil validasi termasuk dalam kategori baik . kor rata-rata yaitu 3,. Data hasil implementasi buku ajar dianalisis secara deskriptif, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial peserta didik cenderung meningkat pada setiap pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buku ajar yang telah dikembangkan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Kata kunci: Keterampilan Sosial. Peer Assessment. Model Pembelajaran Kooperatif PENDAHULUAN Perubahan membawa kepada upaya-upaya perbaikan kualitas pendidikan, salah satunya adalah dengan melakukan perubahan kurikulum. Kurikulum yang saat ini diterapkan di Indonesia yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 menghendaki penerapan penilaian berbasiss Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan kelas . lassroom based assessmen. Penilaian berbasis kelas merupakan penilaian yang lebih menekankan pada penilaian formatif. Salah satu cara untuk melaksanakan prinsip asesmen formatif adalah teknik peer assessment. Peer assessment has been defined as an arrangement in which individuals consider the amount, level, value, worth, quality, or success of the products or outcomes of learning of Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 peers of similar status (White, 2. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa peer assessment merupakan sebuah cara untuk menilai kinerja peserta didik dengan melibatkan seorang peserta didik untuk menilai kinerja atau kesuksesan peserta didik lainnya yang memiliki tingkatan kelas yang sama. Hal yang sama diungkapkan oleh Noonan & Duncan . yaitu bahwa peer assessment merupakan suatu strategi yang melibatkan peserta didik untuk menilai kinerja teman lainnya yang secara khusus digunakan ketika peserta didik bekerja bersama dalam proyek kolaboratif atau aktivitas belajar kolaboratif. Peer assessment dapat diintegrasikan dalam model pembelajaran yang diterapkan pada proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk diintegrasikan dengan peer assessment adalah model pembelajaran kooperatif. Implementasi model ini seringkali menimbulkan permasalahan yaitu jika guru memberikan penilaian terhadap tugas kelompok hanya berdasarkan produk bukan berdasarkan proses sehingga nilai yang sama diberikan untuk seluruh anggota kelompok. Menurut Arends . , ketika peserta didik dilibatkan dalam kerja kelompok, termasuk dalam model pembelajaran kooperatif, sebagian peserta didik seringkali mendominasi tugas, sedangkan yang lain tidak mau bahkan tidak mampu berpartisipasi. Kesenjangan partisipasi ini akan menimbulkan rasa tidak adil jika penilaian hanya dilakukan berdasarkan produk. Dalam hal ini, integrasi peer assessment akan memberikan penilaian yang adil karena tidak hanya terfokus pada produk tetapi juga proses. Pengintegrasian peer assessment dalam model menimbulkan motivasi bagi peserta didik yang tidak mau atau bahkan tidak mampu menunjukkan kinerja terbaiknya pada saat kerja Seperti yang dikemukakan oleh Noonan & Duncan . , bahwa peer assessment dapat memfasilitasi umpan balik individual sehingga peserta didik belajar dari umpan balik yang diberikan. Berdasarkan pengintegrasian peer assessment dalam model pembelajaran kooperatif memberikan manfaat, namun diperlukan adanya upaya untuk melatihkan peserta didik dalam melakukan peer assessment, sehingga penilaian yang dilakukan oleh peer merupakan penilaian yang valid dan Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan buku ajar berbasis pengintegrasian peer assessment pada mdel pembelajaran kooperatif. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan karena mengembangkan buku ajar biologi kelas X pokok bahasan Ekosistem berbasis pengintegrasian peer assessment pada model pembelajaran kooperatif. Buku ajar yang dikembangkan difokuskan untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Kegiatan penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu tahap pengembangan perangkat pembelajaran dan tahap pelaksanaan. Tahap pengembangan perangkat merupakan tahap pengembangan buku ajar berbasis pengintegrasian peer Buku ajar dikembangkan sesuai dengan model Dick dan Carey . Sementara itu, pada tahap pelaksanaan dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif yang mengintegrasikan peer assessment menggunakan buku ajar yang telah Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pertama yaitu . identifikasi tujuan pembelajaran, . mengembangkan instrumen pembelajaran, . mengembangkan dan memilih bahan ajar, . validasi buku ajar oleh pakar, . revisi dan evaluasi desain buku ajar. Kegiatan penelitian tahap kedua merupakan tahap penerapan, dimana buku ajar yang telah dikembangkan diujicobakan di kelas X MA An-Najah Pondok Pesantren Al-Halimy Sesela Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar memperoleh buku ajar berkualitas baik yang layak Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index digunakan baik oleh guru atau peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan keterampilan sosial peserta Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa . lembar validasi buku ajar, . lembar keterbacaan buku ajar, . lembar peer Lembar validasi digunakan untuk mengetahui kevalidan buku ajar yang dikembangkan berdasarkan tiga komponen yaitu komponen kelayakan isi, komponen kebahasaan, dan komponen penyajian. Lembar keterbacaan buku ajar disusun untuk mengetahui kemudahan peserta didik dalam memahami isi buku ajar yang telah Sementara itu, lembar peer keterampilan sosial peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Buku ajar yang dikembangkan memiliki ciri sebagai berikut: . disusun dalam bentuk BAB yang terdiri dari 5 BAB sesuai dengan jumlah materi yang terdapat dalam KD, di mana di setiap BAB terdapat uraian tentang materi, ringkasan, latihan soal, dan daftar pustaka, . karakteristik pengintegrasian peer kooperatif dicerminkan pada kegiatan dalam AuLab BioAy, . karakteristik peer assessment diintegrasikan dengan menjelaskan tata cara melakukan peer assessment yang terdapat pada box AuMelatih Objektivitas dengan Peer AssessmentAy, . adanya kolom yang memuat sejumlah kegiatan mandiri yang dapat dilakukan oleh peserta didik untuk menggali informasi yang terkait dengan materi (Lab Bi. , . adanya kolom yang memuat biografi tokoh yang memiliki peranan pada kajian ekosistem (Bio Toko. , . adanya kolom yang memuat sejumlah informasi yang dapat menambah pengetahuan peserta didik tentang materi yang dipelajari (Tahukah Anda?), dan . adanya kolom yang memuat sejumlah pertanyaan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi (Mari Cari Tahu!). Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Buku ajar divalidasi oleh tiga orang pakar yang mencakup 3 komponen yaitu Rekapitulasi hpasil validasi buku ajar tersaji pada Tabel 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa semua komponen dalam buku ajar termasuk ke dalam kategori baik dengan skor rata-rata seluruh aspek sebesar 3,4. Validnya buku ajar dengan kategori baik disebabkan karena penyusunan buku ajar mengacu pada kriteria buku ajar yang baik dari BSNP . Tingkat merupakan persentase yang menunjukkan kemudahan peserta didik dalam memahami isi buku ajar yang telah dikembangkan. Tingkat keterbacaan ini diukur dengan menggunakan instrumen lembar keterbacaan buku ajar atau disebut juga cloze readability test. Hasil analisis keterbacaan buku ajar tersaji pada Tabel 2. Pada Tabel 2 terlihat bahwa tingkat keterbacaan buku ajar peserta didik tergolong dalam kategori tinggi. Tingginya tingkat keterbacaan buku ajar disebabkan karena dalam komponen kebahasaan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan BSNP . Keterampilan sosial peserta didik dinilai menggunakan lembar peer assessment. Lembar peer assessment tersebut diisi oleh peer . eserta didi. , guru, dan asesor. Hasil penilaian ini kemudian dianalisis untuk menentukan nilai keterampilan sosial peserta didik. Namun, sebelum menentukan nilai keterampilan sosial peserta didik, terlebih dahulu dilakukan analisis Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index untuk mengetahui kualitas penilaian peserta didik sehingga dapat dijadikan acuan apakah penilaian yang dilakukan oleh peserta didik dapat digunakan untuk menentukan skor keterampilan sosial peserta didik untuk setiap Kualitas penilaian peserta didik dapat diketahui dengan membandingkan skor yang diberikan oleh guru atau asesor dengan penilaian peer . eserta didi. yaitu dengan menghitung koefisien korelasinya dengan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Koefisien kesesuaian penilaian antara guru dan asesor dengan peer . eserta didi. Berdasarkan koefisien korelasi yang diperoleh dari perhitungan uji peringkat Spearman terdapat beberapa peserta didik yang memiliki koefisien korelasi kurang dari 0,9. Oleh karena itu, penilaian peer untuk peserta didik ini tidak digunakan dan yang digunakan hanya penilaian yang diberikan oleh guru atau asesor. Berdasarkan perhitungan skor individual untuk keterampilan sosial dan skor rata-rata keterampilan sosial peserta didik selama 4 kali pertemuan, terjadi peningkatan untuk setiap kali pertemuan yang dapat dilihat pada Gambar 1. Hasil ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial peserta didik pada setiap kali pertemuan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena umpan balik yang diberikan oleh peer terhadap setiap peserta didik dapat memotivasi setiap peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik pada saat diskusi kelompok. Noonan & Duncan . , menegaskan bahwa peer assessment dapat memfasilitasi umpan balik individual sehingga peserta didik belajar dari umpan balik yang diberikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat dikembangkan valid dan layak untuk digunakan meningkatkan keterampilan sosial peserta SARAN