Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 5-11 ISSN: 2807-6273 PENGARUH PENERAPAN PENGGUNAAN MODEL-MODEL DESAIN PEMBELAJARAN DALAM KEEFEKTIFAN DAN KEEFISIENAN PROSES PEMBELAJARAAN DI MTSN PEANORNOR FANNY AVILA 1Fakultas Agama Islam,Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email: fannyavila@gmail. Abstrak Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui apa saja model-model desain pembelajaran yang telah digunakan oleh para pendidik di MTsN Peanornor, untuk mengetahui apakah model-model desain pembelajaran yang telah diterapkan ataupun digunakan oleh pendidik tersebut efektif dan efisien, untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penerapan model-model desain pembelajaran tersebut. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan wawasan terhadap kita bahwa kita ataupun pendidik dan pembaca penelitian ini dapat memilih dan lebih mengembangkan penggunaan model- model desain pembelajaran agar lebih efektif dan efisien dan juga dengan membaca penelitian atau miniriset ini kita dapat mengetahui pengaruh dari penerapan model-model desain pembelajaran itu seperti apa terhadap keberlangsungan proses pembelajaran. Pada penelitian ini saya menggunakan pendekatan Yaitu pendekatan yang berusaha menangkap kenyataan sosial secara keseluruhan, utuh, dan tuntas sebagai suatu kesatuan kenyataan. Menurut pendekatan ini, objek penelitian dilihat sebagai kenyataan hidup yang dinamis. Sehingga dengan penelitian ini data yang diperoleh tidak berupa angka-angka, tetapi lebih banyak deskripsi, ungkapan, atau maknamakna tertentu yang ingin disampaikan. Kata Kunci: model pembelajaran, efektivitas pembelajaran. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UURI No. 20/2003: Sisdiknas Bab 1 Pasal 1, ayat . Menurut UU Sisdiknas tersebut pembelajaran tidak hanya interaksi antara siswa dan guru tetapi juga melibatkan sumber belajar, jadi siswa tidak hanya memperoleh informasi materi pelajaran dari guru tetapi siswa juga dapat memperoleh dari sumber belajar lain. Dan peran guru disini sebagai fasilitator, mediator yang membuat situasi kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada siswa. Proses pembelajaran itu tidak hanya sekedar transfer ilmu dari pendidik kepada iswa saja akan tetapi bagaimana pendidikan itu mampu memfasilitasi siswa untuk memiliki imu Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 5-11 ISSN: 2807-6273 pengetahuan, sikap, kepribadian dan kemandirian. Melakukan proses pendidikan memerlukan banyak pekerjaan dan keterlibatan dari komponen pembelajaran salah satunya adalah guru. Seorang guru dituntut untuk merancang proses pembelajaran dengan menghadirkan suasana belajar yang tepat agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan secara efektif, efisien dan menyenangkan, sehingga dapat tercapainya tujuan dari suatu pendidikan yang telah ditetapkan dalam sekolah tersebut. Guru sebagai pelaksana pendidikan harus mampu menyiapkan pembelajaran yang tepay melalui model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa dengan mempertimbangkan lingkungan siswa sehingga mencapai kompetensi minimal yang telah ditentukan dan menhadirkan pembaharuan dalam proses pembelajaran untuk peningkatan mutu pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa dalam proses Melihat dari banyaknya model-model desain pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran, dengan memilih atau menggabungkan dari beberapa model pembelajaran tersebut maka dapat lebih membuat kondisi pembelajaran yang kondusif dan lebih terarah lagi sehinga terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien. METODE PENELITIAN Pengertian Desain Pembalajaran Desain pembelajaran adalah rancangan atau perencanaan yang disusun sebelum melakukan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk mencapai tujuan Desain pembelajaran merupakan proses untuk menentukan kondidi belajar. Proses desain pembelajaran menghasilkan suatu rencana untuk mengarahkan pengembangan pembelajaran. Beberapa tokoh yang mendefenisikan desain pembelajaran, antara lain: Syaiful Sagala . Desain Pembelajaran adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. Reigeluth mendefenisikan desain pembelajaran adalah kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar seseorang (Reigeluth. Rothwell dan Kazanas merumuskan desain pembelajaran terkait dengan peningkatan mutu kinerja seseorang dan pengaruhnya bagi organisasi (Rothwell. Kazanas, 1. Gagne dkk menyatakan bahwa desain pembelajaran adalah sebuah usaha dalam membantu proses belajar seseorang, dimana proses belajar itu sendiri mempunyai tahapan segera dan jangka panjang (Gagne, 1. Dick dan Carey mendefenisikan desain pembelajaran adalah mencakup seluruh proses yang dilaksanakan pada pendekatan sistem yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi (Dick dan Carey, 1. Seels dan Richey mendefenisikan desain pembelajaran adalah prosedur yang terorganisasi yang meliputi langkah-langkah penganalisisan, perancangan, pengembangan, pengaplikasian dan penilaian pengembangan (Seels dan Richey. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 5-11 ISSN: 2807-6273 Dari beberapa defenisi diatas, dapat dilihat bahwa terdapat aspek kesamaan antara Kesamaan tersebut dapat dijabarkan, bahwa desain pembelajaran merupakan prosedur kerja yang digunakan dalam proses pembelajaran agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara baik dan menghasilkan output yang baik. Prosedur kerja tersebut memiliki tahapan-tahapan, antara lain adalah analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Defenisi Model Desain Pembelajaran Istilah model dapat diartikan sebagai tampilan grafik, prosedur kerja yang teratur dan sistematik, serta mengandung pemikiran bersifat uraian atau penjelasan berikut Uraian atau penjelasan menunjukkan bahwa suatu model desain pembelajaran menyajikan bagaimana suatu pembelajaran dibangun atas dasar teoriteori seperti belajar, pembelajaran, psikologi, komunikasi, sistem dan sebagainya. Tentu saja semua mengacu pada bagaimana penyelenggaraan proses pembelajaran dengan baik, sehingga tercipta aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien dan Model-Model Desain Pembelajaran Model Dick & Carey Model desain pembelajaran yang dikemukakan oleh Dick dan Carey, dikembangkan didasarkan pada penggunaan pendekatan sistem terhadap komponen-komponen dasar dari desain pembelajaran yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Komponen-komponen sekaligus merupakan langkah-langkah utama dari model desain pembelajaran yang dikemukakan oleh Dick dan Carey, terdiri atas : Mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran, . Melaksanakan analisis intruksional, . Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa, . Merumuskan tujuan khusus, . Mengembangkan instrumen penilaian, . Mengembangkan strategi pembelajaran, . Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, . Mendesain dan mengembangkan evaluasi formatif, . Melakukan revisi terhadap program pembelajaran, . Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif. Model ASSURE Sharon E. Smaldino. James D. Russel. Robert Heinich dan Michael Molenda mengemukakan sebuah model desain sistem pembelajaran dengan aktifitas belajar yang menggunakan teknologi, yang diberi nama ASSURE. Model ASSURE lebih difokuskan pada perencanaan pembelajaran untuk digunakan dalam situasi pembelajaran di dalam kelas secara aktual. Model desain pembelajaran ini terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan desain sistem pembelajaran yang lain, seperti model Dick dan Carey. Langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam model desain sistem ASSURE meliputi beberapa aktivitas, yaitu: Melakukan analisis karakteristik siswa, . Menetapkan tujuan pembelajaran, . Memilih media, metode pembelajaran dan bahan ajar, . Memanfaatkan bahan ajar. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 5-11 ISSN: 2807-6273 Melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, . Mengevaluasi dan merevisi program pembelajaran. Model Kemp Model pengembangan pembelajaran menurut Kemp . , terdiri dari dalapan langkah, yaitu: Menentukan tujuan instruksional umum, yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam mengajarkan masing-masing bahasan. Membuat analisis tentang karakteristik siswa. Menentukan tujuan instruksional spesifik, operasional dan terukur. Dengan demikian siswa akan tahu apa yang harus dikerjakan dan apa ukurannya dia telah berhasil. Menentukan materi atau bahan pelajaran yang sesuai dengan tujuan . Menetapkan pengajaran awal. Ini diperlukan untuk mengetahui sejauhmana siswa telah memenuhi pesyaratan belajar yang dituntut untuk mengikuti program yang bersangkutan. Menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional khusus tersebut, yaitu efisiensi, keefektifan, ekonomi dan kepraktisan memulai suatu analisis alternatif. Mengkoordinasikan sarana penunjang yang diperlukan meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu dan tenaga. Mengadakan evaluasi. Menurut Gustafson dan Branch, model desain sistem pembelajaran yang dikemukakan oleh Kemp merupakan sebuah model yang berfokus pada perencanaan kurikulum. Model Smith dan Ragan Patrica L. Smith dan Tillman J. Ragan mengemukakan sebuah model sesain sistem pembelajaran yang populer dikalangan mahasiswa yang memiliki kecenderungan terhadap implementasi teori belajar kognitif. Hampir semua langkah dan prosedur dalam model ini difokuskan pada rancangan tentang strategi pembelajaran. Model desain sistem pembelajaran yang dikemukakan oleh Smith dan Ragan terdiri atas beberapa langkah dan prosedur pokok sebagai berikut: Analisis lingkungan belajar, . Analisis karakteristik siswa, . Analisis tugas belajar, . Menulis butir tes, . Menentukan strategi pembelajaran, . Memproduksi program pembelajaran, . Melaksanakan evalusi formatif, . Merevisi program pembelajaran. Model 4-D Model ini dikembangkan oleh Thiagarajan. Semmel dan Semmel . Model 4-D terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu Define. Design. Develop dan Desseminate atau adaptasi menjadi model 4-P, yaitu pendefinisian, perangcangan, pengembangan dan penyebaran. Tahap Pendefinisian (Defin. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 5-11 ISSN: 2807-6273 Tahap Perancangan (Desig. Tahap Pengembangan (Develo. Tahap Pendiseminasian (Desseminat. Model ADDIE Pertengahan tahun 1990-an, pakar teknologi pendidikan kembali berupaya menyamakan persepsi mereka terhadap desain pembelajaran. Kesepakatan itu adalah ADDIE, desain pembelajaran yang berlandaskan pendekatan sistem. Model ini sesuai dengan namanya, terdiri dari lima fase atau tahap utama, yaitu : Analysis (A) Tahap analisis merupakan suatu proses mendefenisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta didik, yaitu melakukan needs assessment . nalisis kebutuha. , mengidentifikasikan masalah . dan melakukan analisis tugas. Desain (D) Pertama merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun tes, menentukan strategi pembelajaran yang tepat . Development (D) Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Implementasion (I) Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Evaluation (E) Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibagun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. HASIL Dari hasil penelitian yang saya lakukan yang mana penggunaan dari model-model desain pembelajaran sangatlah penting diketahui dan dipahami oleh pendidik-pendidik yang akan melangsungkan proses belajar mengajar. Dengan diterapkannya penggunaan modelmodel desain pembelajaran tersebut akan lebih membuat proses pemmbelajaran tersebut lebih efektif dan efisien sehingga dapat terwujudnya suatu tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dalam sekolah tersebut. Di MTSN Peanornor Taput, penggunaan model-model desain pembelajaran sangatlah mempengaruhi proses belajar karena menurut salah satu dari gurunya yang bernama Dewi Pratiwi Panggabean, yang mana dalam proses pembelajaran sehari-hari Ibu guru tersebut lebih sering menggunakan model ASSURE. ADDIE dan KEMP. Model-model desain pembelajaran tersebut dianggap sangatlah efisien dan efektif digunakan, karena memudahkan pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar pendidik lebih dulu membekali dirinya agar dapat lebih mengimplementasikan model-model desain pembelajaran tersebut. Yang mana telah dinyatakan oleh Marisson. Ross, dan Kemp dan dikutip oleh Benny A. Pribadi menyatakan bahwa desain sistem pembelajaran akan membantu desainer . sebagai perancang program atau kegiatan pembelajaran dalam memahami kerangka teori dengan lebih baik dan menerapkan teori tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Jurnal Homepage: https://aksaqilajurnal. com/index. php/aksaqila Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi [TJPT] Vol 1 Nomor 1 Juli 2021, hal: 5-11 ISSN: 2807-6273 PEMBAHASAN Penggunaan model-model desain pembelajaran tersebut sangatlah berpengaruh sekali dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan. Dengan adanya model-model desain pembelajaran tersebut, proses belajar menjadi terarah, menarik, adanya umpan balik antara pendidik dan peserta didik dan lebih membantu pendidik dalam menyiapkan diri sebelum melakukan proses belajar mengajar. Efektif berarti melakukan sesuatu dengan benar dan efisien berarti melaksanakan sesuatu yang benar. Dengan menggunakan model-model desain pembelajaran dalam proses pembelajaran tercapailah suatu proses pembelajaran yang efektitif dan efisien. Yang juga dengan menggunakan model-model desain pembelajaran tersebut pendidik dapat lebih memahami kebutuhan-kebutuhan peserta didiknya, dapat mengetahui kelemahan maupun kelebihan peserta didiknya dalam proses pembelajaran. Sehingga, dengan begitu pendidik dapat mengkondisikan situasi yang pas dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Model-model desain pembelajaran yang terdiri dari beberapa jenis sangatlah penting untuk diketahui oleh pendidik dan itu memang harus diketahui oleh pendidik yang mana hal tersebut bertujuan agar pendidik dapat lebih mudah dan kreatif dalam mendesain Dalam desain pembelajaran berisikan semua rencana guru dalam mengajar, mulai dari pembukaan sampai dengan penutup, sehingga guru lebih efektif dalam mengajar, baik efektif dalam materi maupun efektif dalam penggunaan waktu. Sehingga, kesimpulan yang dapat saya ambil setelah melakukan penelitian atau mini riset ini adalah bahwa pengaruh dari penerapan penggunaan model-model desain pembelajaran dalam keefektifan dan keefisienan proses pembelajaraan di MTSN Peanornor sangatlah besar. Karena dengan menggunakan model-model desain pembelajaran tersebut proses pembelajaran akan berjalan dengan baik, terarah dan efektif. Dan dalam penggunaan dan penerapan dari modelmodel desain pembelajaran memanglah harus diterapkan oleh pendidik agar dapat tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri dengan hasil yang memuaskan dan dapat dipertanggung jawabkan. Penggunaan model-model desain pembelajaran ini juga sangatlah meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses belajar mengajar. KESIMPULAN Desain sistem pembelajaran akan membantu desainer . sebagai perancang program atau kegiatan pembelajaran dalam memahami kerangka teori dengan lebih baik dan menerapkan teori tersebut untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Dengan menggunakan model-model desain pembelajaran, pendidik di MTSN Peanornor Taput menjadi lebih paham dan lebih terencana sebelum melakukan proses ataupun aktivitas belajar mengajar. Dan juga bahwa suatu model desain pembelajaran menyajikan bagaimana suatu pembelajaran dibangun atas dasar teori-teori seperti belajar, pembelajaran, psikologi, komunikasi, sistem dan sebagainya. Tentu saja semua mengacu pada bagaimana penyelenggaraan proses pembelajaran dengan baik, sehingga tercipta aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik. REFERENSI