Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri (PASTI) Vol. No. April 2026, 61-73 p-ISSN 2085-5869/ e-ISSN 2598-4853 Pengendalian Persediaan Bahan Kimia Dichloromethane dengan Metode Economic Order Quantity Probabilistik pada Perusahaan Jasa Laboratorium Pujiana Rahayu1. Didi Junaedi 2*. Iwan Roswandi3 1,2,. Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Mercu Buana Jl. Meruya Selatan. Kembangan. Jakarta Barat 11650 Email: 41619310010@student. id, didi. junaedi@mercubuana. roswandi@mercubuana. (Diterima: 11-05-2026. Direvisi: 16-04-2026. Disetujui: 30-04-2. Abstrak Pengujian Kadar Residu Pestisida dalam Air Sungai dengan metode Gas Chromatography ini memiliki prinsip kerja ekstraksi dengan menggunakan bahan kimia Dichloromethane pada pH tertentu. Penggunaan bahan kimia Dichloromethane ini berbanding lurus dengan permintaan pengujian sampel air sungai, sehingga bahan kimia ini harus diperhatikan Perusahaan Jasa Laboratorium terkadang mengalami kendala dalam mengendalikan persediaan bahan kimia Dichloromethane. Hal ini dikarenakan perusahaan dalam melakukan pemesanan tidak konstan dan perusahaan tidak memiliki acuan yang pasti dalam melakukan pemesanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan ukuran pemesanan yang optimal, titik pemesanan kembali, jumlah safety stock, dan biaya total persediaan dari Dichloromethane sebagai upaya mengoptimalkan efisiensi biaya total persediaan perusahaan. Metode Persediaan yang digunakan yaitu metode Economic Order Quantity Probabilistik menghasilkan nilai Q optimal sebanyak 23 botol. Dimana Safety Stock didapatkan sebesar 3 botol dan Reorder Point ada pada 7 botol. Kemudian dihitung Biaya Total Persediaan EOQ Probabilistik didapatkan sebesar Rp. 491,- dengan adanya penghematan sebesar Rp. 043,- atau dalam persen yaitu sekitar 29,94%. Kata kunci: Dichloromethane. Persediaan. EOQ Probabilistik. Safety Stock. Reorder Point. Biaya Total Persediaan Abstract Determination of Pesticide Residue Levels in River Water using Gas Chromatography method has the working principle of extraction using Dichloromethane at a certain pH. The application of Dichloromethane is proportional to the demand for testing river water samples, so the availability of this chemical must be considered. Laboratory Services Companies sometimes experience problems in controlling Dichloromethane supplies. This is because in order placement is not constant and the company does not have a definite reference to the order. The purpose of this study was to determine the optimal size of the order, point of reorder, amount of safety stock and total cost of Dichloromethane supplies. The inventory method used is the Probabilistic Economic Order Quantity method which produces an optimal Q value of 23 bottles. Where Safety Stock is obtained for 3 bottles and Reorder Points are for 7 bottles. Then calculate the Total Probabilistic EOQ Inventory Cost to get Rp. 491, - with a savings of Rp. Rp. 043,- or in percent around 29,94%. Keywords: Dichloromethane. Inventory. Probabilistic EOQ. Safety Stock. Reorder Point. Total Inventory Cost Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 PENDAHULUAN Perkembangan jumlah industri secara umum di Indonesia saat ini meningkat pesat setiap tahunnya. Setiap industri harus memenuhi beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satu peraturan yang memiliki peran penting yaitu peraturan terkait lingkungan hidup. Perusahaan jasa laboratorium yang bertepatan di Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 37 ini memiliki fokus utama dalam lingkup pengujian kualitas lingkungan, higiene industri, pupuk dan pestisida. Perusahan jasa laboratorium ini dapat melakukan pengujian lingkungan untuk beberapa matriks seperti air, udara, tanah maupun sludge. Salah satu parameter pengujian untuk matriks air yaitu Pengujian Kadar Residu Pestisida dalam Air Sungai dengan metode Gas Chromatography. Pengujian Kadar Residu Pestisida dalam Air Sungai dengan metode Gas Chromatography ini memiliki prinsip kerja ekstraksi dengan menggunakan bahan kimia Dichloromethane pada pH tertentu. Penggunaan bahan kimia Dichloromethane ini berbanding lurus dengan permintaan pengujian sampel air sungai, sehingga bahan kimia ini harus diperhatikan ketersediaannya. Berikut ini Tabel 1. Menunjukkan data persediaan bahan kimia Dichloromethane pada periode April 2022 Ae Maret 2023. Tabel 1. Data Persediaan Bahan Kimia Dichloromethane Periode April 2022 Mei 2022 Juni 2022 Juli 2022 Agustus 2022 September 2022 Oktober 2022 November 2022 Desember 2022 Januari 2023 Februari 2023 Maret 2023 Jumlah Jumlah Pemesanan Kelebihan (Boto. (Boto. Jumlah Jumlah Kekurangan (Boto. Jumlah Pemakain (Boto. Keterangan Lebih Lebih Lebih Kurang Lebih Kurang Lebih Kurang Kurang Lebih Lebih Lebih Tabel 1. menjelaskan banyaknya pemakaian bahan kimia Dichloromethane, dimana setiap periodenya berbeda-beda, ada periode yang kekurangan bahan kimia Dichloromethane dimana akan memperlambat pekerjaan, dan juga ada periode yang memiliki kelebihan bahan kimia dimana bisa mengakibatkan penumpukan. Hal ini dapat mengakibatkan adanya kendala dalam mengendalikan persediaan bahan kimia Dichloromethane yang akan digunakan untuk proses ekstraksi. Perusahaan telah memiliki admin bahan yang bertugas sebagai personil dalam menentukan jumlah pemesanan, namun dalam setiap pemesanan personil masih melakukan pemesanan dengan perkiraan analis pada jumlah sampel yang harus dianalisis tanpa memiliki acuan yang jelas. Apabila persediaan dianggap dapat memenuhi pemakaian maka tidak akan dilakukan pemesanan. Sedangkan, apabila persediaan dianggap kurang, maka dengan segera dilakukan pemesanan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa pemesanan masih fluktuatif atau beragam. Harga bahan kimia Dichloromethane ini cukup mahal, dimana dalam satu tahun terakhir permintaan bahan kimia Dichloromethane sebanyak 132 botol memerlukan biaya sebesar Rp. 000,-. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Dari permasalahan tersebut, maka akan dilakukan penelitian pengendalian persediaan terhadap bahan kimia Dichloromethane dengan cara memperbaiki metode pengendalian bahan kimia menggunakan metode Economic Order Quantity dengan model Probabilitsik, yaitu dengan mempertimbangkan hal yang mungkin saja dapat terjadi apabila terus dilakukan persediaan tidak konstan. Hal ini dilakukan guna mendapatkan cara untuk mengurangi risiko dan menghindari adanya biaya berlebih. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan objek penelitian bahan kimia Dichloromethane. Jenis penelitian iin yaitu menggunakan metode kuantitatif. Jenis data dan informasi yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dengan staff purchasing dan observasi. Data sekunder diperoleh dari situs, buku, artikel jurnal, dan sebagainya. Pada penelitian ini menggunakan metode EOQ Probabilistik dimana memiliki demand tidak tetap . tetapi memiliki lead time yang tetap. Metode EOQ Probabilistik digunakan karena dalam pemesanan masih dilakukan secara tidak konsisten, dimana pemesanan setiap periodenya berubah atau berbeda-beda. Metode pada EOQ Probabilistik meliputi perhitungan safety stock, titik pemesanan kembali . eorder poin. Q optimal, dan BTP (Biaya Total Persediaa. Persediaan Persediaan adalah kumpulan dari bahan atau barang yang biasanya disimpan dan akan digunakan oleh perusahaan dalam memenuhi tujuan perusahaan itu sendiri sebagai contoh digunakan dalam proses produksi, sebagai suku cadang dari peralatan atau mesin maupun dijual kembali (Eddy, 2. Setiap perusahaan baik perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa dalam menjalankan proses produksi pasti membutuhkan persediaan. Apabila tidak adanya persediaan, maka perusahaan akan memiliki risiko dimana perusahaan suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan dalam meminta barang atau jasa yang dihasilkan. Dengan kata lain, persediaan ini adalah suatu aktiva yang harus tersedia pada suatu perusahaan yang disiapkan guna menjamin kelancaran dalam proses produksi maupun jasa. Pada persediaan, ada beberapa biaya yang mempengaruhi. Biaya-biaya yang timbul dari persediaan yaitu (Heizer & Render, 2. Biaya Penyimpanan (Holding cos. Biaya penyimpanan merupakan biaya yang terkait dengan penyimpanan dalam kurun waktu tertentu. Biaya penyimpanan juga menyangkut mengenai barang using di gudang. Biaya Pemesanan (Ordering Cos. Biaya ini timbul selama proses pemesanan, misalnya biaya administrasi pemesanan, formulir dan seterusnya yang mencakup mengenai proses pemesanan. Biaya Ketika Terjadi Kekurangan. Biaya ini muncul ketika lebih banyak dari ketersediaan produk yang disimpan. Biaya ini lebih sulit untuk diukur dari pada biaya pesan dan biaya penyimpanan. Pada beberapa kasus biaya kekurangan mungkin sama dengan kerugian yang dimunculkan ketika pelanggan dapat membeli produk pada perusahaan pesaing. Economic Order Quantity (EOQ) EOQ adalah kuantitas atau jumlah material yang dipesan dan diharapkan dapat meminimalisir biaya total yang diperlukan dalam memesan dan menyimpan persediaan. Menurut Heizer dan Render . model Economic Order Quantity adalah salah satu model yang paling umum yang digunakan dalam teknik pengendalian persediaan. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Keputusan jumlah pemesanan dalam satu kali pesan biasanya dinyatakan dalam bentuk Economic Order Quantity. Persamaan ini menunjukkan hubungan antara biaya dalam melakukan pemesanan, biaya untuk persediaan, dan jumlah pesanan. Model ini menggunkan beberapa asumsi sederhana diantaranya adalah: Tingkat permintaan konstan sehingga Ketika produk diambil dari Gudang juga akan menunjukkan tingkat yang sama Biaya-biaya tetap . idak berubah pada periode tertent. Kapasitas produksi dan persediaan adalah tak terbatas Tidak terjadi adanya kekurangan Gambar 1. Model Persediaan EOQ Gambar 1. merupakan grafik yang menunjukkan bagaimana total biaya untuk model EOQ dibentuk. Tujuan dari semua model persediaan adalah untuk mengurangi biaya Biaya pemesanan . et-up cos. dan biaya penyimpanan merupakan dua biaya yang Pengeluaran lain, seperti biaya persediaan, tetap konstan. Akibatnya, total biaya dapat dikurangi dengan meminimalkan jumlah biaya set-up dan penyimpanan. Dalam menentukan jumlah ekonomis, banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya yaitu biaya material, waktu perencanaan, perilaku permintaan dan lead time. Dengan adanya faktor tersebut, maka EOQ dapat diklasifikasikan menjadi 2 golongan utama yaitu EOQ Model Deterministik dan EOQ model Probabilistik. EOQ Deterministik EOQ Deterministik adalah model dari EOQ yang mana setiap permintaan dan periode kedatangan pesanan sudah diketahui dengan pasti. Variabel-variabel dari sistem persediaan dianggap selalu sama atau konstan. Dalam menentukan besarnya nilai kuantitas / jumlah pesanan yang ekonomis. EOQ Probabilistik Pada EOQ Probabilistik berbeda dengan EOQ Deterministik. Dimana dalam beberapa situasi lingkungan, dianggap tidak selalu mengalami deteministik sepenuhnya. Suatu model dikatakan probabilistic bila salah satu dari AudemandAy atau AuleadtimeAy atau bahkan keduanya tidak dapat diketahui secara pasti, dimana perilakuknya harus di uraikan dengan distribusi probabilitas (Siswanto, 2. Dalam menentukan kuantitas pesanan yang dapat dikatakan optimal dengan metode EOQ Probabilitik, harus dilakukan dengan beberapa tahap yaitu dengan menghitung setiap parameter yang berpengaruh seperti probabilitas permintaan, biaya simpan, biaya pesan, reorder point, dan safety stock. Safety Stock Safety stock merupakan persediaan pengaman yang digunakan untuk mengantisipasi kekurangan persediaan pada saat lead time pemesanan (Eunike et al. , 2. Pada model persediaan dengan permintaan probabilistik dengan Lead Time tetap, safety stock mempertimbangkan service level dan diasumsikan pola permintaannya yaitu pola distribusi Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Pada model ini, pola permintaan yang mengikuti distribusi normal menyebabkan kemungkinan persediaan habis sedangkan pesanan belum datang. Reorder Point Menurut Jay Heizer dan Bary Render . bahwa analisis reorder point digunakan untuk menganalisis titik pemesanan ulang menurut dan jika titik pemesanan ulang dengan safety stock ditambahkan. Dengan mempertimbangkan permintaan yang bersifat probabilistik dan diasumsikan berdistribusi normal, maka reorder points merupakan ratarata permintaan selama lead time ditambah dengan safety stock. Biaya Total Persediaan Biaya Total persediaan atau Total Inventor Cost ini adalah biaya yang harus dikleuarkan saat akan dilakukan pemesanan dan penyimpanan pada bahan. Biaya Total Persediaan ini dapat dicari dengan penjumlahan biaya pemesanan dan biaya simpan. Biaya Total Persediaan ini dapat dicari dengan menjumlahkan biaya penyimpanan dan biaya Pada tahap ini dilakukan proses pengolahan dan analisis terhadap data-data yang telah dikumpulkan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada Perusahaan jasa laboratorium tersebut. Data yang diolah dan dianalisis menggunakan beberapa langkah yaitu sebagai berikut: EOQ Sementara Langkah pertama yaitu mencari nilai Q untuk EOQ sementara dengan menganggap bahwa tidak adanya kehabisan pada bahan kimia Dichloromethane. Q sementara dihitung pada persamaan (Siswanto, 2. 2yaycI ya . ycE=Oo Probabilitas Kehabisan Persediaan Mencari nilai Reorder Point yang ekonomis atau probabilitas stock out dengan mensubtitusi nilai EOQ sementara untuk mendapatkan nilai reorder point yang ekonomis (ERP) dengan menggunakan rumus (Siswanto, 2. EaycuycE ycE . aycE) = ya ycu yaAyaycE Safety Stock Dilakukan analisis Safety Stock, dengan mencari standar deviasi dari 12 periode, dan kemudian dihitung sesuai dengan ditentukan dengan persamaan (Eunike et al. , 2. ycI = yco y yuaya y OoyaycN Nilai penyimpangan adalah standar deviasi yang dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: ycIycycaycuyccycayc yccyceycycnycaycycn = Oo Oc. OexI)2 nOe1 Sedangkan k adalah konstanta faktor pengaman yang diperoleh berdasarkan service level yang diharapkan pada hasil perhitungan P(KP). Nilai faktor pengaman k diperoleh dari nilai Z pada tabel distribusi normal. Reorder Point Dengan mempertimbangkan permintaan yang bersifat probabilistik dan diasumsikan berdistribusi normal, maka reorder points merupakan rata-rata permintaan selama lead time ditambah dengan safety stock dan dapat dihitung dengan persamaan berikut ini : ycIycCycE = (D x L) SS Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 EOQ Probabilistik (Q Optima. Setelah semua parameter didapat dilanjutkan dengan menentukan nilai Q probabilistic yang akan menghasilkan nilai TC minimal dengan persamaan berikut (Siswanto, 2 ya( ycI yaAya ycu Oc. aycnOeycIycE)ycE. ) Ea yc ycuycyycycnycoycayco = Oo Biaya Total Persediaan Biaya Total Persediaan ini dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut (Heizer & Render, 2. ya ycEO ycNya = ycEO ycI 2 ya HASIL DAN PEMBAHASAN Pemakaian Dichloromethane Berikut Tabel 2. Menunjukkan data jumlah Dichloromethane pada periode April 2022 Ae Maret 2023. Tabel 2. Jumlah Pemakaian Bahan Kimia Dichloromethane Jumlah Pemakaian (Boto. Periode April 2022 Mei 2022 Juni 2022 Juli 2022 Agustus 2022 September 2022 Oktober 2022 November 2022 Desember 2022 Januari 2023 Februari 2023 Maret 2023 Jumlah Biaya Persediaan Data biaya yang diperlukan dalam melakukan pengolahan data yaitu meliputi biaya pembelian bahan kimia Dichloromethane, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan per Berikut ini merupakan besaran biaya Ae biaya yang dimaksud adalah sebagai berikut: Biaya pembelian bahan kimia Dichloromethane Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian purchasing, didapatkan bahwa biaya pembelian bahan kimia Dichloromethane adalah Rp. 000,- setiap botol dengan ukuran 4 Liter. Biaya Ae biaya yang diperlukan Biaya persediaan yang dibutuhkan yaitu seperti biaya pemesanan dan biaya Berikut ini penjelasan masing-masing biaya: Biaya Pemesanan Biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan dengan mendatangkan bahan kimia Dichloromethane dari supplier sampai diterima di gudang penyimpanan bahan kimia. Biaya yang dibutuhkan yaitu Biaya Transportasi sebesar Rp 200. 000,b. Biaya Penyimpanan Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Biaya yang harus dikeluarkan untuk penyimpanan persediaan bahan kimia Dichloromethane digudang antara lain: Tabel 3. Biaya Penyimpanan Biaya yang Total Biaya Jumlah Biaya Penyimpanan per botol Operational Gudang Rp2,000,000. Rp2,639 Petugas Gudang Rp56,333,916. Rp74,319 Total Biaya Penyimpanan Rp76,958 Biaya Kehabisan Persediaan Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan data bahwa biaya pembelian bahan kimia yaitu sebesar Rp. 000 per botol dari pemasok sebagai supplier utama yang berlokasi di Tangerang. Sedangkan jika membeli dari supplier yang lebih dekat atau urgent yang berlokasi di Jakarta, harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 000,-. Maka dapat diselisihkan bahwa apabila membeli dari supplier dekat lebih mahal Rp. 000,Tabel 4. Biaya Kehabisan Keterangan Supplier Utama (Tangeran. Supplier Cadangan (Jakart. Rp910,000. Rp1,100,000. Harga Dichloromethane/botol Selsih Harga/botol Rp190,000. Lead Time Data lead time untuk pemesanan bahan kimia Dichloromethane setiap periodenya memiliki lama hari yang sama setiap periodenya, sehingga dapat disimpulkan bahwa lead time pada pemesanan bahan kimia Dichloromethane adalah tetap yaitu 7 hari. Menghitung Nilai Q Sementara Perhitungan Q sementara dimaksudkan untuk memperoleh nilai Q dengan anggapan bahwa tidak ada terjadinya kehabisan bahan pada setiap periode waktu. Perhitungan ini sangat dipengaruhi oleh biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan sebelumnya, didapatkan hasil: 2 x 132 x 200. Q =Oo Q =Oo 68,09 Q = 26,19 OO 26 botol / pesanan Menentukan Nilai Safety Stock Safety Stock perlu diadakan karena EOQ Probabilistik memperhitungkan perilaku permintaan dan tenggang waktu tunggu . ead tim. yang tidak pasti atau tidak bisa di tentukan sebelumnya secara pasti. Dalam menentukan nilai safety stock harus memiliki faktor keamanan. Faktor keamanan dicari dengan menetapkan Peluang Kehabisan Persediaan atau P(KP) sebagai berikut: 958 ycu 26 132 ycu 190. ycE . aycE) = 0,0798 ycE . aycE) = Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Nilai probabilitas stockout didapatkan sebesar 0,0798, maka nilai service level adalah 1 Ae 0,0798 = 0,9202. Nilai service level yang didapatkan pada tabel distribusi normal terletak antara 0,9192 dan 0,9207 dengan nilai Z masing-masing yaitu 1,40 dan 1,41. Untuk menentukan nilai Z pada 0,9202, maka dapat dihitung sebagai berikut: 0,9202 Oe 0,9192 0,9207 Oe 0,9192 ycu Oe 1,40 1,41 Oe 1,40 0,0010 0,0015 ycu Oe 1,40 0,0001 = 0,0015 ( ycu Oe 1,40 ) ycu Oe 1,40 = 0,0067 ycu = 1,4067 Maka, nilai untuk faktor keamanan yaitu sebesar 1,4067. Berikut Tabel 5. merupakan perhitungan standar deviasi pemakaian bahan kimia Dichloromethane: Tabel 5. Perhitungan Standar Deviasi Periode Jumlah Pemakaian (Boto. (X-Xba. (X-Xba. 2 Apr-22 Mei 2022 Juni 2022 Juli 2022 Agustus 2022 Sep-22 Oktober 2022 Nov-22 Desember 2022 Januari 2023 Februari 2023 Maret 2023 Jumlah Jumlah nAe1 Rata-Rata ycIycycaycuyccycaycyc yccyceycycnycaycycn = Oo = 4,02 = 7 hari = 0,23 bulan Berdasarkan data berikut, maka diperoleh hasil sebagai berikut: ycIycI = 1,4067 y 4,02 y Oo0,23 ycIycI = 2,71 OO 3 botol Menentukan Nilai Reorder Point Berdasarkan pemakaian Dichloromethane pada periode April 2022 Ae Maret 2023, didapatkan jumlah pemakaian sebesar 132 botol. Jumlah hari kerja pada periode tersebut adalah 247 hari. Sehingga untuk rata-rata permintaan perhari adalah 132:247 = 0,53 botol/hari. Lead time yang diperlukan selama pemesanan yaitu 7 hari. dihitung nilai Titik Pemesanan Kembali, diperoleh hasil sebagai berikut: Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 ycIycCycE = . ,53 x . 3 ycIycCycE = 6,74 OO 7 botol Menghitung EOQ Probabilistik Pemakaian Bahan Baku Selama Lead Time Lead Time yang diketahui yaitu dalam satuan Hari. Lead Time dalam pemesanan bahan kimia Dichloromethane adalah 7 hari, maka permintaan setiap periode akan dihitung permintaan perharinya dengan membagi jumlah pemakaian setiap periode dengan hari pada periode tersebut. Kemudian Pemakaian selama Lead Time dapat dicari dengan melakukan perkalian antara pemakaian per hari dengan Lead Time. Tabel 6. Pemakaian Dichloromethane Selama Lead Time Periode Jumlah Pemakaian (Boto. Hari Kerja Pemakain Per Hari (Boto. Lead Time (Har. Pemakaian Dichloromethane selama Lead Time (Boto. Apr-22 Mei 2022 Juni 2022 Juli 2022 Agustus 2022 Sep-22 Oktober 2022 Nov-22 Desember 2022 Januari 2023 Februari 2023 Maret 2023 Jumlah Rata- Rata Pembulatan Dari Tabel 6. didapatkan hasil rata-rata pemakaian bahan kimia Dichloromethane pada dengan lead time selama 7 hari yaitu sebanyak 4 botol. Probabilitas Pemakaian Selama Lead Time Probabilitas pada pemakaian bahan kimia Dichloromethane selama Lead Time dengan mengetahui rata Ae rata pemakaian selama lead time dengan mencari frekuensi setiap tingkat atau jumlah pemakaian dalam 12 periode, dimana Probabilitas didapatkan dengan membagi banyaknya frekuensi dengan jumlah periode. Frekuensi diperoleh dengan cara mencari banyak kelas, range, dan interval kelas untuk menentukan banyaknya frekuensi. Berdasarkan hal tersebut berikut perhitungan frekuensi yang Banyak kelas (K) = 1 3,3 log n Banyak kelas (K) = 1 3,3 log 12 = 4,56 OO 5 Range (R) = nilai tertinggi Ae nilai terendah = 5,73 Ae 1,67 = 4,06 Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Interval Kelas ycI = ya 4,06 Interval Kelas = 5 = 0,81 Setelah mendapatkan interval kelas selanjutnya frekuensi dicari sesuai dengan panjang interval, yaitu: Tabel 7. Probabilitas pada Pemakaian Dichloromethane Selama Lead Time Pemakaian Dichloromethane selama Lead Time (Boto. Frekuensi Probabilitas 1,67 - 2,48 2,49 - 3,30 3,31 - 4,12 4,13 - 4,95 4,96 - 5,77 Total (Sumber: Pengolahan Dat. Probabilitas pemakaian bahan kimia Dichloromethane dapat diketahui dengan melihat pada range pemakaian, dimana rata-rata pemakaian Dicloromethane selama lead time adalah 4 botol, dimana niali 4 botol masuk pada Tabel 7. berada pada interval 3,31 Ae 4,12 yaitu dengan nilai Probabilitas sebesar 0,0833. Maka nilai 0,0833 dapat dijadikan acuan sebagai nilai probabilitas pada pemakaian selama lead time. Perhitungan EOQ Probabilistik . Optima. Setelah mengetahui nilai pada masing Ae masing komponen. EOQ Probabilistik dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut: 2 ycu 132( 200000 190000 ycu Oc. Oe . 0,0. yc ycuycyycycnycoycayco = Oo yc ycuycyycycnycoycayco = 22,87 OO 23 botol Dari perhitungan q optimal didapatkan nilai q optimal sebesar 23 botol. Jadi apabila dicari frekuensi berapa kali bsnyaknya pemesanan harus dilakukan, maka dapat dihitung dengan membagi jumlah permintaan pertahun dengan q optimal, yaitu 132 : 23 = 5,73 atau dibulatkan menjadi 6 kali pemesanan. Hal tersebut, mempermudah admin bahan dalam menentukan jumlah pemesanannya untuk menghindari hal - hal yang dapat merugikan. Admin bahan pada perusahaan harus selalu memantau persediaan bahan kimia Dichloromethane untuk mengetahui stock, sehingga bisa dengan mudah mengetahui bahwa stock yang tersisa adalah tanda bahwa pemesanan harus segera dilakukan kembali. Menghitung Biaya Total Persediaan Biaya Total Persediaan EOQ Probabilistik Berdasarkan data yang telah diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data, maka selanjutnya menghitung Biaya Total Persediaan (BTP) untuk mengetahui perbedaan BTP dari EOQ Probabilistik dengan Kebijakan Perusahaan saat ini. Mengacu pada data yang telah diperoleh berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya nilai BTP dengan EOQ Probabilistik dapat dihitung sebagai berikut: ) Rp 200. 000 ( ) Rp 76. TC = ( Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 TC =Rp. Oe Biaya Total Persediaan Kebijakan Perusahaan Saat Ini Nilai biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, maka nilai BTP pada kebijakan perusahaan saat ini dapat dihitung sebagai berikut: TC = Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan TC = Rp. 000,- Rp. 534,TC = Rp. 534,3. Perbandingan Biaya Total Persediaan Berikut ini perbandingan Biaya Total Persediaan tersebut dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Perbandingan Biaya Total Persediaan Keterangan BTP EOQ Probabilistik Kebijakan Perusahaan Rp. Rp. Penghematan (R. Rp. Penghematan (%) 29,94 Dengan penghematan sebesar 29,94% dampak bagi perusahaan adalah transformasi dari manajemen persediaan yang bersifat reaktif . anya berdasarkan perkiraa. menjadi lebih proaktif, yang penting untuk mendukung skalabilitas bisnis laboratorium di masa Hubungan Q. SS, dan ROP Pada hasil perhitungan, didapatkan nilai Q optimal sebanyak 19 botol. Dimana safety stock didapatkan sebesar 6 botol dan reorder point ada pada 10 botol. Dari data tersebut dapat dijelaskan dengan hubungan antara ketiga parameter dalam bentuk grafik. Berikut Gambar 2. merupakan grafik hubungan antara Q optimal, safety stock dan Reorder Gambar 2. Grafik Hubungan Q. SS, dan ROP Pengendalian persediaan dengan metode EOQ Probabilistik ini dapat mengukur kapan waktu harus dilakukan pemesanan maupun ukuran pemesanan setiap kali pesan. Maka hal yang harus diperhatikan adalah supplier utama yang terdapat di Tangerang, diharapkan perusahaan dapat dengan mudah bernegosiasi ataupun membuat perjanjian dengan pihak supplier agar tidak adanya keterlambatan kedatangan bahan kimia, guna meminimalisir resiko. Perusahaan dalam mengimplementasikan metode EOQ Probabilistik terhadap pemesanan bahan kimia Dichloromethane ini dapat memberikan dampak yang baik dalam keberlangsungan pemakaian bahan kimia Dichloromethane dalam menghindari adanya kekurangan pada saat akan dipakai. Selain itu juga persediaan dari bahan kimia Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 61-73 Dichloromethane dapat terpantau dan terkordinir dengan baik. Namun, kendala yang harus di hadapi oleh perusahaan adalah gudang yang kurang memadai, karena apabila dilakukan pengendalian dengan metode EOQ Probabilistik ini harus menyiapkan ruang yang lebih dikarenakan sebelumnya pemesanan dilakukan setiap bulan, namun dengan metode EOQ Probabilistik pemesanan dilakukan selama 6 kali, sehingga lahan penyimpanan pun akan terpakai untuk stock selama kurang dari 2 bulan. Apabila EOQ Probabilistik ini diimplementasikan untuk seluruh bahan kimia yang ada pada perusahaan, maka kendala seperti lahan gudang harus diatasi dengan memperbesar cakupan gudang. Selain itu, pengurus atau admin bahan pada perusahaan harus memadai agar persediaan dapat terkordinasikan dengan baik apabila dilakukan implementasi metode EOQ Probabilistik. Perusahaan hanya memiliki satu admin bahan dalam mengurus seluruh bahan kimia yang digunakan di perusahaan, selain memantau admin bahan juga memiliki tugas dalam melakukan rekapan pembelian dan sertifikat bahan kimia. Sehingga, perusahaan harus dapat menambah admin bahan agar metode EOQ Probabilistik dapat berjalan dengan baik. PENUTUP Simpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap Pengendalian Persediaan Bahan Kimia Dichloromethane dengan Metode Economic Order Quantity Probabilistik pada Perusahaan Jasa Laboratorium, didapatkan hasil Ukuran pemesanan yang optimal setiap kali akan dilakukan pemesanan pada periode April 2022-Maret 2023 yaitu sebanyak 23 botol. Dimana, frekuensi banyaknya pemesanan yaitu sebanyak 6 kali pemesanan dalam kurun waktu 12 periode tersebut. Safety stock atau SS yang harus dijaga untuk meminimalisir kekurangan maupun mengantisipasi adanya demand yang lebih besar yaitu sebanyak 3 botol. Reorder point atau titik pemesanan kembali untuk persediaan Dichloromethane yaitu ada pada jumlah 7 botol. Sehingga, apabila persediaan mendekati 7 botol harus dilakukan pemesanan kembali. Biaya total persediaan pada periode April 2022 Ae Maret 2023 didapatkan nilai BTP dengan model EOQ probabilistik sebesar Rp. 491,-. Sedangkan untuk biaya total persediaan dengan kebijakan perusahaan saat ini adalah sebesar Rp. 534,-. Sehingga, terdapat penghematan untuk biaya persediaan sebesar Rp. 043,- dengan persentase 29,94%. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penelitian ini memberikan saran kepada perusahaan untuk dapat membuat blanket pembelian setiap tahunnya, agar konsisten dalam jumlah pemesanan berdasarkan perhitungan EOQ Probabilistik. Admin bahan yang ada pada perusahaan diharapkan dapat lebih aktif dalam mengendalikan persediaan bahan kimia Dichloromethane untuk terus menjaga stok sesuai safety stock yang didapatkan. DAFTAR PUSTAKA