Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 EFISIENSI PEMASARAN EMPING JAGUNG PULUT DALAM RANGKA PENGEMBANGAN USAHA DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG ( Studi kasus di UKM Sakura Kota Kupan. (Marketing Efficiency Of Pulut Corn Shell In The Framework Of Business Development In Oesapa Village Coconut Lima District. Kupang City. Case study at Sakura UKM Kupang Cit. Oleh: Bonifasius F. Tipas. Maria Bano. Sondang S. Pudjiastuti Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian Univeritas Nusa Cendana Alamat E-Mail Korespendasi: falkotipas21@gmail. Diterima: 23 Januri 2023 Disetujui: 02 Februari 2023 ABSTRACT This study aims to determine the number of marketing channels for the corn chips agroindustry business, the marketing margin of the corn chips agro-industry business, and the marketing efficiency of the corn chips agro-industry business in Sakura SMEs. Kupang City. Data collection was obtained by means of direct interviews and questionnaires with respondents and observations made by researchers were activities in the corn chips marketing channel. The data analysis used in this research is descriptive The results of this study indicate that the marketing channel of corn chips uses two marketing channels, namely marketing channel I, producers selling products directly to consumers, and marketing channel II, producers selling products to retailers, then retailers selling products to consumers. The marketing margin for channel level I is Rp. 0, - while in channel level II, the marketing margin generated by retailers is Rp. 5,000. The marketing efficiency in channel I is 2. 5 percent and in channel II the marketing efficiency is 2. 30 percent. Keywords: Retailer. Purposive sampling, marketing efficiency ABSTRAK Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui banyaknya saluran pemasaran Usaha Agroindustri Emping Jagung. Besarnya margin pemasaran Usaha Agroindustri Empig Jagung, dan besarnya efisieni pemasaran Usaha Agroindustri Emping Jagung di UKM Sakura Kota kupang. Pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara dan kuesioner langsung dengan responden. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti adalah aktivitas pada saluran pemasaran emping jagung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan saluran pemasaran emping jagung menggunakan dua saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran I produsen menjual produk langsung kepada konsumen dan saluran pemasaran II produsen menjual produk kepada pengecer kemudian pengecer menjual produk kepada konsumen. Margin pemasaran untuk saluran tingkat I yaitu sebesar Rp. 0,-sedangkan pada saluran tingkat II, margin pemasaran yang dihasilkan pedgang pengecer sebesar Rp. Efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 2,5 persen dan pada saluran II efisiensi pemasaran sebesar 2,30 persen. Kata Kunci: Pengecer, purposive sampling, efisiensi pemasaran PENDAHULUAN Tipas, et al. Efisiensi Pemasaran Emping JagungAA. Latar Belakang Page 45 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Pembangunan pertanian pada dasarnya mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi pertanian, memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan taraf hidup petani, meningkatkan devisa negara serta menunjang kegiatan industri. Kegiatan industri di Indonesia telah berkembang di berbagai usaha baik industri skala rumah tangga, industri kecil, dan industri skala besar (Saefuddin & Hanafiah, 1. Sektor sesuai dengan industri tersebut adalah agroindustri, karena didukung oleh sumber daya alam pertanian yang mampu menghasilkan berbagai produk olahan. Menurut (Arikunto, 2. sebagai motor penggerak pembangunan pertanian agroindustri mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembangunan pembangunan, pertumbuhan ekonomi maupun stabilitas nasional. Agroindustri terutama usaha skala kecil dan skala rumah tangga menjadi penting dalam perekonomian Indonesia menuju perubahan dari sektor pertanian menuju basis ekonomi non Perubahan tersebut berlangsung sejalan masyarakat pada barang dan jasa, kesempatan kerja, dan penghasilan yang lebih baik serta meningkatnya Pemasaran adalah semua kegiatan manusia yang dilakukan dalam hubungannya dengan pasar. Pemasaran berarti bekerja dengan pasar guna mewujudkan pertukaran potensial untuk kepentingan memuaskan kebutuhan dan keinginan masyarakat (Kotler, 1. Bentuk industri yang sesuai untuk di kembangkan di pedesaan, menurut (SUHARDJO, 1. adalah industri pengolahan hasil pertanian. Industri tersebut menggunakan bahan baku utama yang berasal dari pedesaan, menggunakan tenaga kerja yang berasal dari pedesaan, dan lokasi indutri berada di pedesaan yang bertujuan untuk mendekati bahan baku, sehingga dapat mengurangi biaya produksi. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Salah satu jenis olahan jagung yang potensial untuk pengembangan industri pangan di pedesaan adalah emping jagung. Emping jagung atau marning gepeng adalah biji jagung rebus yang dipres tipis . dan dikeringkan, bentuknya seperti emping dari biji belinjo. negara barat emping jagung ini disebut corn Emping jagung mempunyai rasa netral, untuk menambah variasi rasa dapat diberi tambahan rasa lain yaitu rasa manis atau diberi bumbu tabur yang banyak dijual di pasaran, seperti rasa keju, kaldu ayam, daging panggang, balado, dan lain-lain. (Ashari, et all. , 2. Agroindustri emping jagung merupakan salah satu dari 343 industri makanan yang ada di Kota Kupang. Agroindustri emping jagung tersebut berlokasi di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang dan pemilik industri emping jagung adalah mama Flora. UKM Sakura telah berdiri sejak tahun 11 Juli 2009 dan mulai beroperasi untuk produksi emping jagung sesuai dengan sertifikat MUI 161200281081 tahun 2015 . Dan untuk bagian Kelurahan Oesapa,Oebobo,dan Naikoten. Tabel 1 Produksi emping jagung pulut Produksi (K. Tahun Sumber : UKM Sakura Salah satu industri pengolahan hasil pertanian yang sekarang ini sedang dikembangkan adalah industri pengolahan jagung. Komodiatas jagung di Nusa Tenggara Timur adalah salah satu peluang investasi di sektor pertanian, khususnya tanaman pangan hortikultural yang sangat berprospek untuk dikembangkan karena permintaan pasar terhadap komoditas tersebut semakin meningkat dan diharapkan NTT melalui program pengembangan komoditas unggul daerah (Program TJPS) menjadi salah satu dari 12 daerah produsen pangan Indonesia (Regional NTT, 2. Pada Tabel diatas diketahui tahun 2020 produksi emping jagung pulut sebesar 54 Kg sedangkan pada tahun 2021 jumlah produksi sebesar 96 Kg Adanya industri pengolahan jagung akan membuat hasil pertanian menjadi satu produk yang mempunyai nilai tambah dan bernilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan atau meraih keuntungan. Keuntungan agroindustri olahan jagung merupakan selisih antara besarnya jumlah nilai penerimaan dengan besarnya jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Besarnya keuntungan yang diterima dapat digunakan menjadi tolak ukur dalam melihat perkembangan agroindustri olahan jagung tersebut dalam jangka panjang. Selanjutnya industri olahan jagung skala kecil dapat ikut memperluas lapangan kerja. Dengan sasaran akhir dapat memberikan dampak dan kontribusi dari agoindustri olahan jagung secara langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian nasional. Tipas, et al. Efisiensi Pemasaran Emping JagungAA. Page 46 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 UKM adalah jenis bisnis yang dijalankan dengan skala kecil dan menengah dan bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan mana pun. Selain itu,Salah satu bentuk aktualisasi tersebut adalah dengan digalakannya wacana dan kebijakan pengembangan usaha kecil dan menengah ( UKM ). UKM menjadi perwujudan kongkrit dari kegiatan ekonomi rakyat yang bertumpu pada kekuatan sendiri, terdisentralisasi, beragam dan merupakan kelompok usaha yang mampu menjadi penyangga saat perekonomian dilanda krisis. Selain sebagai sumber mata pencaharian orang banyak, tetapi juga menyediakan secara langsung lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk. Selain itu,efisiensi pemasaran dapat dianalisis melalui efisiensi operasional serta efisiensi adapun indikator ukuran dalam menentukan efisiensi secara operasional yang biasa digunakan dalam beberapa penelitian terdahulu yaitu besarnya marjin pemasaran, bagian yang diterima perusahaan, serta biaya dan manfaat dari efisiensi pemasaran atau sering disebut sebagai rasio keuntungan terhadap Sedangkan indikator analisis efisiensi harga menggunakan tingkat keterpaduan pasar atau Integrasi pasar sering dikaitkan dengan transmisi harga. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 terdiri dari biaya dan keuntungan setiap lembaga pemasaran, maka tingginya marjin pemasaran dapat disebabkan oleh biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh setiap lembaga dan tingginya bagian keuntungan yang diambil oleh lembaga Sistem pemasaran yang baik harus dapat memberikan kepuasan kepada produsen, lembaga pemasaran, dan konsumen melalui mekanisme harga yang efisien. Sebagai suatu kegiatan ekonomi, pemasaran menghendaki adanya efisiensi ekonomi. Metode Analisis Data Untuk menjawab permasalahan pertama yaitu mengetahui saluran pemasaran emping jagung dilakukan analisis secara deskriptif. Untuk menjawab permasalahan kedua menggunkan perhitungan sebagai berikut: AnalisisMarjinPemasaran. Untukmenga rumusdari (Alhusniduki, 2. MP=Pr AePf Keterangan: MP= Marjin Pemasaran (Rp/K. Pr= Harga Konsumen (Rp/K. METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran UKM Sakura merupakan salah satu pelaku agroindustri yang menyediakan dan menjual berbagai olahan cemilan yang menarik. Dari sekian banyak macam cemilan tersebut terdapat juga emping jagung yang banyak diminati oleh konsumen. Yang mana olahan cemilan ini juga dapat memberikan keuntungan pada pelaku agroindustri dengan sistem pemasaran serta harga yang terjangkau untuk para konsumen. Sistem pemasaran yang panjang menandakan pemasaran yang tidak efisien akan tetapi bukan merupakan indikasi yang mutlak bahwa sistem tersebut tidak efisien. Walaupun sistem pemasaran panjang tetapi saluran pemasaran di dalamnya mengambil keuntungan yang pantas sesuai dengan fungsi pemasarannya maka pemasaran tersebut dapat dikatakan Mekanisme harga yang baik dalam sistem pemasaran efisien ditunjukan oleh adanya margin pemasaran yang relatif rendah serta keeratan hubungan antara perubahan harga di tingkat produsen dengan perubahan harga ditingkat konsumen. Karena margin pemasaran HASIL DAN PEMBAHASAN Saluran Pemasaran Saluran pemasaran adalah suatu jalan yang diikuti dalam mengalihkan pemilikan secara langsung atau tidak langsung atas suatu produk dan produk akan berpindah tempat dari produsen kepada konsumen akhir atau pemakai industri ((Still, 1. Saluran pemasaran diartikan sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas bisnis atau usaha dalam mendistribusikan dan menyampaikan produk ataupun jasa mulai dari produsen (Industri Tipas, et al. Efisiensi Pemasaran Emping JagungAA. Page 47 Pf = Harga Produsen (Rp/K. Efisiensi pemasaran menggunakan rumus dari Alhusniduki . Ep = x 100% Keterangan : Ep = Efisiensi Pemasaran TB = Total biaya pemasaran (R. NP = Nilai Produk (R. Dengan kaidah keputusan: 0-33% 34-67% 68-100% = Efisien = Kurang efisien =Tidak efisien Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Pengola. hingga konsumen akhir (Kohls & Uhl, 2. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pedangang dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. (Kresnamurti R. , dan Putri, 2. Pemasaran agribisnis merupakan analisis semua kegiatan atau aktivitas usaha yang dilakukan setelah produk hasil pertanian dipanen oleh petani sebagai produsen hingga ke konsumen akhir (Purcell, 1. Hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat dua saluran pemasaran yaitu : Pola I, produsen langsung menjual emping jagung kepada konsumen. Pola II Produsen menjual ke pedagang pengecer dan langsung menjual kepada konsumen. Saluran Pemasaran I mulai dari produsen menjual produknya kepada Konsumen dengan harga beli untuk kemasan berukuran 1 Kg sebesar Rp. 000 dengan Volume Penjualan 3 kg dalam satu bulan. Saluran Pemasaran II mulai dari prdusen menjual produknya kepada pedagang pengecer dengan kemasan berukuran 1 Kg sebesar Rp. 000 danpengecer langsung menjual ke p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 konsumen untuk kemasan berukuran 1 Kg sebesar Rp. 000 dengan Volume Penjualan 5 kg dalam satu bulan. Marjin Pemasaran Margin pemasaran . arketing margi. didefinisikan sebagai perbedaan harga yang terjadi ditingkat petani dan harga yang terjadi tingkat pengecer(Saleh, 2. Marjin pemasaran merupakan selisih antara harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima produsen. Marjin ini akan diterima oleh lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran tersebut. Semakin panjang saluran pemasaran maka semakin besar pula marjin pemasarannya, karena lembaga pemasaran yang terlibat semakin banyak. Semakin besar marjin pemasaran akan menyebabkan bagian harga dibandingkan dengang harga yang dibayarkan konsumen semakin kecil, yang berarti saluran (Gitosudarmo, 2. Untuk lebih jelasnya mengenai marjin pemasaran pada tiap-tiap saluran dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Marjin Pemasaran Emping Jagung Pada Ukm Sakura Kota Kupang. Saluran Pemasaran Lembaga Pemasaran Produsen Konsumen Ahkir Produsen Pedagang Pengecer Konsumen Akhir Sumber,Data primer diolah, 2021 Harga (Rp/K. Margin pemasaran Tabel 2 menunjukkan bahwa margin pemasaran untuk saluran tingkat I sebesar Rp. Sedangkan untuk saluran tingkat II, margin pemasaran yang dihasilkan pedagang pengecer sebesar Rp. 5000,-. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga yang diterima oleh konsumen ditingkat produsen dan pedagang Dapat disimpulkan bahwa pemasaran pada saluran tingkat II lebih besar dibandingkan paada saluran pemasaran tingkat I. Fungsi Pemasaran Fungsi-fungsi dilakukan pada saluran pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran emping jagung di UKM Sakura yaitu fungsi pertukaran meliputi penjualan, pembelian fungsi fisik yaitu pengangkutan, penyimpanan, fungsi fasilitas standarisasi dan grading. Fungsi Penjualan Tipas, et al. Efisiensi Pemasaran Emping JagungAA. Page 48 Fungsi penjualan yang dilakukan adalah dari produsen ke konsumen dan pedagang pengecer. Mekanisme penjualannya adalah produsen emping jagung menjual ke pedagang pengecer dengan harga jual sebesar 60. 000/Kg. Kemudian padagang pengecer akan menjual kepada konsumen akhir dengan harga jual Rp. 000,-. Fungsi Pembelian Fungsi pembelian dilakukan oleh pedagang pengecer dan konsumen. Prosespembeliannya yaitu Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 pedagang pengecer dan konsumen langsung mendatangi lokasi produsen yang berada di UKM Sakura yang beralamat di Jalan Suratim No 3 Km 10. Kelurahan Oesapa. Kecamatan kelapa lima. Kota Kupang. Pembeliannya biasa disesuaikan dengan pesanan dari konsumen yang mulai dari ukuran kemasan 100 gram sampai dengan 1 kg. Ada juga yang memesan melebihi dari 1 kg tergantung dari permintaan konsumen. Fungsi Pengangkutan Fungsi pengangkutan mempunyai peran penting karena lokasi yang tidak terlalu jauh 5-15 menit dari kota. Oleh karena itu, sarana transportasi sangat dibutuhkan guna menunjang kelangsungan fungsi pengangkutan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, kondisi jalan dari lokasi produsen sangat baik sehingga jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan oleh pedaggang pengecer untuk mengambil produk emping jagung sangat mudah dan Alat transportasi yang digunakan adalah sepeda motor. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 mengembalikan produk tersebut dan akan digantikan dengan produk baru. Fungsi Pembiayaan Dari menanggungbiaya dariproduksi sampai dengan Dalam proses pengemasan produsen mengeluarkan biaya untuk membeli kantong plastik/kresek sebesar Rp. 000 per pack yang didalamnya berisi 50 kantong/kresek dengan harga per kantong/kresek sebesar Rp. 500, yang digunakan nantinya dalam mengemas produk emping jagung untuk diantarkan ke konsumen. Selain itu, biaya transportasi yang dikeluarkan untuk mengangkut produk emping jagung yaitu bervariatif tergantung keperluan bahan bakar sepeda motor. Dari Hasil penelitian, produsen telah memberikan produk emping jagung yang telah dikemas dengan baik sehingga pedagang pengecer tidak perlu khawatir dengan adanya produk yang cacat atau rusak karena telah di periksa terlebih dahulu dan memiliki izin Sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangg. Jika pun ditemukan produk yang cacat mak pedagang pengecer akan langsung Fungsi Periklanan/Promosi periklanan adalah suatu komponen promosi penting yang digunakan oleh perusahaan untuk melancarkan komunikasi persuasif terhadap pembeli dan masyarakat yang ditargetkan, dengan tujuan untuk memengaruhi tindakan dengan menciptakan kesadaran dan perilaku yang diinginkan(Radjapati et al. , 2. Fungsi Periklanan atau promosi sangat penting. Secara awam memiliki arti untuk mempengaruhi konsumen agar tertarik membeli atau menggunakan produk suatu perusahaan yang ditawarkan. Dari hasil penelitian,produsen melakukan promosi dengan cara penyampaian yaitu dari orang yang dikenal ke orang-orang, dan juga produsen mengunggah produknya ke story Whats Up online milik pribadinya. Fungsi Penanggungan Resiko Resiko yang biasanya terjadi adalah disimpan,sehingga banyak serangga serta jamur pada produk tersebut. Dari hasil penelitian, produsen akan menanggung resiko saat produknya rusak di tempat pedagang pengecer dan akan di gantikan dengan produk baru dengan kualitas yang baik. Efisiensi Pemasaran. Efisiensi pemasaran merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam suatu kegiatan pemasaran. Pemasaran yang efisien akan tercipta apabila pihak produsen dan memperoleh kepuasan dengan adanya aktifitas pemasaran yang ada. Sistem pemasaran yang tidak efisien mengakibatkan kecilnya bagian yang diterima produsen dan konsumen membayar tinggi. (Arbi et al. , 2. Tipas, et al. Efisiensi Pemasaran Emping JagungAA. Page 49 Fungsi Penyimpanan Emping jagung merupakan salah satu produk pertanian yang mudah rusak saat serangga,untuk penyimpanan yang baik. Dari hasil penelitian. Setelah jagung diolah menjadi produk emping jagung dan agar tidak cepat rusak maka produsen mengemas produk dengan rapi agar tidak terserang serangga ataupun rusak pada kemasan emping jagung yang berukuan sesuai dengan pesanan konsumen tersebut. Untuk pedagang pengecer sendiri tidak memliki fungsi penyimpanan yang terlalu lama dikarenakan emping jagung yang berada di pedagang pengecer dalam dua hari sudah habis terjual. Sehingga fungsi penyimpanannya tidak terlalu Fungsi Standarisasi dan Grading Fungsi standarisasi dan grading. standarisasi adalah suatu ukuran atau penentuan mutu suatu barang dengan parameter tertentu. Grading adalah tindakan mengklasifikasikan hasil pertanian menurut standarisasi yang Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Hal yang paling penting dalam melakukan pemasaran adaah memilih saluran pemasaran terbaik dalam proses pengarahan Saluran Pemasaran I Tabel 3 saluran efisiensi pemasaran I Saluran Pemasaran I Produsen: - Biaya Produksi - Biaya Pemasaran - Harga Jual - Keuntungan Konsumen - Harga yang diterima Efisiensi Pemasaran Sumber : Pada Lampiran 3 Tabel 3 menunjukkan bahwa efisiensi pemasaran pada saluran 1 sebesar 2,5 persen. Berdasarkan hal tersebut maka saluran tersebut Saluran pemasaran II Tabel 4 saluran efisiensi pemasaran II Saluran Pemasaran II Produsen: - Biaya produksi - Biaya Pemasaran - Harga Jual - Keuntungan - Harga Jual Keuntungan Konsumen - Harga yang diterima Efisiensi Pemasaran Sumber : Pada Lampiran 3 Tabel 4 menunjukkan bahwa efisiensi pemasaran pada saluran 2 sebesar 2,30 persen. Berdasarkan hal tersebut maka saluran tersebut sudah efisien, karena nilai efisiensi pemasarannya kurang dari 34 persen . -33%). Dari Hasil penilitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 2,5 persen dan pada saluran pemasaran II efisiensi pemasarannya sebesar 30 persen. Berdasarkan hal tersebut maka kedua saluran tersebut sudah efisien, karena nilai efisiensi pemasarannya kurang dari 34 persen . -33%). Dan saluran paling efisien adalah saluran I karena nilai efisiensi pemasarannya paling kecil yaitu 2,5 persen. Tipas, et al. Efisiensi Pemasaran Emping JagungAA. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 produk atau jasa dari pihak produsen ke pihak Berdasarkan hail penilitian pada UKM Sakura Kota Kupang dapat dilihat pada Tabel 3. Harga Biaya ,Keuntungan (Rp/k. 2,5% sudah efisien, karena nilai efisiensi pemasarannya kurang dari 34 persen . -33%). Harga Biaya ,Keuntungan (Rp/k. 2,30% PENUTUP Kesimpulan Bedasarkan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Saluran pemasaran emping jagung di gunakan di tempat penelitian adalah: Saluran I : Produsen Ae Konsumen Saluran II : Produsen Ae Pedagang Pengecer Ae Konsumen Margin pemasaran untuk saluran tingkat I yaitu sebesar Rp. 0,-sedangkan pada saluran tingkat II, margin pemasaran yang dihasilkan pedgang pengecer sebesar Rp. 000/kg. Efisiensi pada saluran I sebesar 2,5 persen dan pada Page 50 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 saluran II efisiensi pemasaran sebesar 2,30 Saran Untuk meningkatkan volume penjualan promosi agar pembeli berminat membeli produk emping jagung tersebut. Selain itu juga produsen dapat menggunakan saluran II yang menunjukkan hasil yang tidak Bagi pemerintah sebaiknya memberikan pelatihan serta kemudahan dalam menentukan harga pasar bagi produksi emping jagung di kota kupang. DAFTAR PUSTAKA