Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Film Buya Hamka Vol. Author Name: . Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat Corresponding Author: muhammadalibagas@gmail. ARTICLE HISTORY Received: 25 Apr 2025 Revised: 27 May 2025 Accepted: 30 Jun 2025 HOW TO CITE THIS ARTICLE (APA) Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah. Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Islam Dalam Film Buya Hamka Vol. Mudabbir : Jurnal Manajemen Dakwah, 6 . , 1Ae20. https://doi. org/10. 20414/mudabbir. The readers can link to article via https://fdikjournal-uinma. id/index. php/mudabbir/article/view/13981 SCROOL DOWN TO READ THIS LICENCES Abstract: This study aims to analyze more deeply related to the implementation of Islamic preaching values depicted in the film Buya Hamka Vol. I using Roland Barthes' semiotic theory analysis. The findings of the research results related to the focus studied can be used as one of the references and guidelines in implementing preaching values in real life, especially in the Era-Society 4. The research method used is. qualitative with the content analysis method or Content Analysis method, and using Roland Barthes' semiotic theory to analyze the data found. The results of the study found that the implementation of Islamic preaching values in the film Buya Hamka Vol I is related to five categories, namely. first, related to knowledge and devotion to Allah SWT. second, the category of third, the category of optimism based on Allah SWT . fourth, the category of sincerity. fifth, the category of maintaining silaturrahim and related to attitudes and actions in maintaining and caring for the family. Fifth category implementation values this Islamic preaching depicted in image scan in accordance with results research found, and fifth category This remind We And give We deep understanding that the film Buya Hamka Vol I no only is a film that is being shown only For spectacle solely or only For entertainment just . However, in this film contained diverse implementation values Islamic preaching that can We find , and made into lessons for later We can operate activity life with good way And appropriate so that bring in kindness And blessings , good personally or in a way group . Keywords: Semiotics. Implementation. Islamic Da'wah Values Pendahuluan Seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, aktivitas dakwah mengalami perubahan desain implementasi yang beragam. Khusunya terkait dengan penggunaan media dakwah yang digunakan para pendakwah untuk menyampaikan JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah pesan-pesan keislaman. 1 Ada yang berdakwah dengan memanfaatkan media sosial, youtube. Instagram, hingga tiktok dan media dakwah yang lainnya, dan ada juga yang memanfaatkan media perfilm-an. Hal ini merupakan sebuah upaya yang dilakukan para pendakwah ataupun stakeholder terkait dalam rangka melakukan penyesuaian aktivitas dakwah dengan perkembangan zaman agar dakwah tidaklah menjadi aktivitas yang pasif melainkan dapat berkembang secara kreatif dan inovatif dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Film bukan hanya sebuah karya seni yang berfungsi untuk menghibur. Namun jauh lebih luas dari itu, film juga berfungsi untuk menyampaikan informasi, berfungsi untuk mendidik, dan dapat berfungsi untuk menyampaikan pesan dakwah. Menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui film dapat dikatakan sebagai media yang efektif berlandaskan pada pemahaman bahwa film mengandung keragaman unsur yang ada di dalamnya. Keragaman unsur yang dimaksud yakni. pilot, dialog, konflik, penokohan dan sebagainya yang tercermin melalui adegan-adegan cerita yang dikembangkan, baik itu yang bersifat verbal maupun non-verbal. 2 Film adalah salah satu media dakwah yang sering digunakan di era perkembangan teknologi informasi saat ini. Karna film dianggap menjadi media yang dapat menyampaikan pesan dakwah secara lebih luas. Menurut beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa film memang menjadi media yang efektif dan inovatif. Hal ini dikarenakan bahwa di dalam film ditemukan adegan-adegan ataupun dialog-dialog yang mengarah pada pesan-pesan dakwah yang dapat diterima dan serap oleh para penonton. Seperti halnya ditunjukkan pada penelitian3 yang menunjukkan bahwa terdapat pesan dakwah tentang akidah . entang membaca basmallah dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah SWT), tentang syariah . ukuman terhadap seseorang yang berzina dan ketaatan seorang istri pada suam. , dan Akhlak . entang bekerja keras dan tanggung jawa. Atau seperti halnya yang ditunjukkan pada penelitian4 yang menunjukkan bahwa terdapat pesan dakwah yang mengarah tentang bagaimana adab sebelum tidur yang harus dikerjakan bagi setiap muslim, terkait dengan menebar senyum sesama saudara, kebersihan Umi Musyarrofah. AuReligious Moderation in the Discourse of Nahdlatul Ulama Ao s Dakwah in the Era of Industry 0,Ay Millah: Journal Religious Studies . https://doi. org/10. 20885/millah. Wahyuningsih. Film Dan Dakwah: Memahami Representasi Pesan-Pesan Dakwah Dalam FIlm Melalui Analisis Semiotik (Media Sahabat Cendikia, 2. Dettia Herlinda and Penmardianto. AuAuAnalisis Wacana Pesan Dakwah Dalam Filem I- Tanggang: Mother Of All Lies",Ay Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Dan Komunikasi 3, no. : 13Ae34. Nur Aini. AuPesan Dakwah Dalam Film Animasi Nussa Dan Rara Episode 1-5 (Analisis Semiotika Roland Barthe. ,Ay MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. : 1Ae10, https://doi. org/10. 54259/mukasi. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah lingkungan, dan tentang menghormati panggilan sholat . yang ditandai sebagai datangnya waktu sholat. Salah satu film yang juga dianggap mengandung nilai-nilai dakwah yakni. AuBuya HamkaAy yang dirilis pada 19 April 2023. Film ini dirilis sebagai film biografi yang menceritakan kisah nyata perjalanan sosok inspiratif dari Indonesia bernama Buya Hamka. Buya Hamka yang bernama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah adalah seorang jurnalis, penulis, guru dan politikus. Beliau juga dikenal sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama dan sebagai tokoh Muhammadiyah yang dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional. Film AuBuya HamkaAy ini dibagi menjadi tiga jilid dengan total durasi tujuh jam, dan berfokus pada cerita tentang kehidupan Buya Hamka dari waktu kecil hingga dewasa. Secara tujuan, film ini ditayangkan dengan tujuan untuk mengenalkan dan menanamkan kepada penonton tentang kehidupan, perjuangan, pemikiran dan kontribusi Buya Hamka sebagai seorang ulama, penulis dan pemikir islam terkemuka. Sehingga Film ini dapat menjadi sarana untuk memotivasi, menginspirasi, atau menyampaikan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan yang diperankan oleh Buya Hamka. Selain itu Film ini juga bertujuan untuk melestarikan sejarah dan warisan budaya, menyampaikan pesan toleransi antaragama, atau membangkitkan rasa kebanggaan akan tokoh-tokoh nasional yang telah berperan penting dalam perkembangan masyarakat dan pemikiran di Indonesia. Dengan demikian penanyangan film ini dapat menjadi media inspirasi dan motivasi penonton dalam menjalani kehidupan dengan segala perjuangan yang dihadapi. Gambaran terkait dengan film Buya Hamka Vol I dan bebebrapa penelitian dengan pesan dakwah ataupun tentang nilai-nilai dakwah. Peneliti memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian kembali terkait dengan Implementasi nilainilai dakwah Islam dalam film Buya Hamka Vol I dikarenakan bahwa fokus penelitian ini akan mengkaji secara spesifik terkait dengan implementasi nilai-nilai dakwah Islam dengan menggunakan analisis teori semiotika Roland Barthes. Teori semiotika Roland Barthes digunakan sebagai metode analisis tentang implementasi nilai-nilai dakwah Islam dalam film Buya Hamka Vol I dikarenakan semiotika Roland Barthes merupakan salah satu teori yang berpandangan bahwa bahasa adalah suatu sistem tanda, bukan hanya untuk diucapkan atau hanya sekedara teks yang tertulis. Destiara Anggita Putri. AuMenilik Sinopsis Film Buya Hamka Beserta Fakta Menariknya,Ay Katadata. Co. Id, 2023. Roland. Barthes. Elemen-Elemen Semiologi (Yogyakarta: Basabasi, 2. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda . dengan suatu ide atau petanda . Atau dalam makna lain, dapat dikatakan sebagai Aubunyi yang bermaknaAy atau Aucoretan yang bermakna. 7 Lebih lanjut dikatakan bahwa analisis semiotika Roland Barthes memiliki tiga bentuk analisis, yakni. analisis denotasi. Konotasi dan analisis mitos. Denotasi dikatakan sebagai fakta yang dapat kita lihat secara objektif, sedangkan konotasi merupakan turunan penafsiran terkait fakta yang dilihat dari denotasi. Sedangkan mitos adalah penafsiran baru yang telah didasarkan pada pemahaman dan wawasan peneliti. 8 Oleh karenanya, melalui analisis semiotika Roland Barthes ini akan dapat menemukan hasil penelitian yang akurat terkait dengan implementasi nilai-nilai dakwah Islam dalam film Buya Hamka Vol I. Kajian Teori Pengertian Semiotika Semiotika atau ilmu ketandaan . uga disebut studi semiotik dan dalam tradisi Saussurean disebut semiolog. adalah studi tentang makna keputusan. Ini termasuk studi tentang tanda-tanda dan proses tanda . , indikasi, penunjukan, kemiripan, analogi, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. Semiotika berkaitan erat dengan bidang linguistik, yang untuk sebagian, mempelajari struktur dan makna bahasa yang lebih spesifik. Kata semiotika berasal dari kata Yunani AuSemeionAy artinya Sign . Semiotika merupakan cabang ilmu yang mengkaji tanda dan proses yang berhubungan dengan tanda seperti system tanda dan proses yang berlaku bagi penggunaan tanda. Zoest . memberikan lima ciri dari tanda. tanda harus dapat diamati agar dapat berfungsi sebagai tanda. tanda harus bisa ditangkap merupakan syarat mutlak. merujuk pada sesuatu yang lain. tanda memiliki sifat representatif dan sifat ini mempunyai hubungan langsung dengan sifat interpretatif. sesuatu hanya dapat merupakan tanda atas dasar satu dan lain. Kurniawan dalam Diana Pada semiotika simbol dipahami sebagai suatu lambang yang ditentukan oleh objek dinamisnya dalam artian ia harus benar-benar Dalam hal ini, interpretas dalam upaya pemaknaan terhadap lambang-lambang simbolik melibatkan unsur dari proses belajar dan tumbuh atau Barthes. Arif Ranu Wicaksono, et,al AuAnalisis Semiotika Roland Barthes Pada Iklan Televisi Pertamina Edisi Ramadan 1442 H,Ay Asintya: Jurnal Penelitian Seni Budaya 13, no. Al Fiatur Rohmaniah. AuKajian Semiotika Roland BarthesAy 2, no. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah berkembangnya pengalaman serta kesepakatan-kesepakatan dalam masyarakat. Dimensi simbol juga dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, baik yang konkret maupun yang abstrak sebagai tanda dari adanya suatu nilai yang ditujukan dalam upacara adat tradisional, dan berbagai simbol yang diekspresikan. Ketika suatu kelompok terbentuk maka simbol dan aturan muncul serta dilakukan melalui interaksi, dimana dari interaksi ini simbolsimbol tersebut digunakan dan dimaknai oleh anggota-anggota kelompoknya. Simbol memerlukan proses pemaknaan lebih intensif setelah dihubungkan dengan objeknya. Karena itu, simbol-simbol untuk tanggap terhadap Simbol-simbol mempertajam tingkah laku dan prestasi kebudayaan. Maka dalam hal ini segala bentuk bahasa yang dipergunakan dalam membangun karya sastra dengan kandungan makna di dalamnya akan menjadi sebuah tanda. Dengan demikian, bahasa karya sastra dapat dikatakan sebagai ikon, indek, maupun simbol yang disajikan dan dihadirkan dengan makna. Dan ilmu yang mendasari proses penelusuran dan upaya pemahaman bahasa sebagai tanda atas makna tertentu yang dimiliki karya sastra disebut dengan semiotika. Semiotika Roland Barthes Salah seorang tokoh yang cukup dikenal dengan teori semiotika adalah Roland Barthes. Menurutnya semiotika adalah ilmu yang digunakan untuk memaknai suatu tanda. Teorinya menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mempelajari tentang semiotika. Ia mengembangkan teori semiotika milik Ferdinand De Saussure yang mendasarkan kajian semiologi melalui ilmu linguistik. Roland Barthes mengembangkan semiologi juga dapat dikaji melalui mitos,budaya serta menambahkan makna konotasi disamping makna denotasi. Roland Barthes lahir pada tanggal 12 november 1915 di Cherbourgh. Prancis. Ia hidup dalam keluarga yang menganut agama protestan. Beliau adalah putra dari pasangan Louis Barthes dan Henriette Barthes. Roland Barthes menempuh pendidikan di French literature and classics universitas paris. Beliau meninggal pada tanggal 25 maret 1980 karena kecelakaan lalu lintas di paris. Roland Barthes mengacu pada Ferdinan De Saussure dengan menyelidiki hubungan penanda dan petanda pada sebuah tanda. Saussure meletakkan tanda dalam konteks bahasa komunikasi manusia tersusun dalam dua bagian yaitu Diana Anugrah. AuAnalisis Semiotika Terhadap Prosesi Pernikahan Adat Jawa Temu Manten Di Samarinda,Ay Jurnal Ilmu Komunikasi 4, no. : 320. I Gusti Ketut Alit Suputra Debyani Embon. AuSistem Simbol Dalam Upacara Adat Toraja Rambu Solo: Kajian Semotik,Ay Jurnal Bahasa Dan Sastra 4, no. : 3. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah signifer . dan signified . Signifer yaitu apa yang dikatakan, ditulis. Sedangkan Signified adalah pikiran atau konsep . ambaran menta. Gagasan Roland Barthes dikenal dengan two order of signification yang mencakup makna denotasi yaitu tingkat penandaan yang menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda yang menghasilkan makna ekspilit, langsung, pasti atau makna sebenarnya sesuai dengan kamus. Sedangkan makna konotasi yaitu menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta dari nilai-nilai yang lahir dari pengalaman kultural dan 13 Sebagai contoh, barthes mencontohkan dengan seikat mawar. Seikat mawar dapat ditafsirkan untuk menandai gairah, maka seikat kembang itu menjadi penanda dan gairah adalah petanda. Hubungan keduanya menghasilkan istilah ketiga yaitu seikat kembang sebagai sebuah tanda. Akan tetapi Barthes tidak sebatas itu memahami proses penandaan, beliau juga melihat aspek lain dari penandaan, yaitu AumitosAy yang menandai suatu Mitos merupakan tanda . dalam tingkatan konotatif. Mitos dapat diartikan sebagai asal mula peristiwa metafisik yang berhubungan langsung dengan kehidupan manusia. Sebagai contoh, dalam sebuah kebudayaan, mitos memiliki fungsi dalam teori yang berhubungan dengan berbagai masalah yang dihadapi manusia sehingga melalui keberadaan budaya kita dapat mengetahui asal-muasalnya. Perspektif Barthes tentang mitos ini menjadi salah satu ciri khas semiologinya yang membuka ranah baru semiologi, yakni penggalian lebih jauh dari penandaan untuk mencapai mitos yang bekerja dalam realitas keseharian Dalam bentuk praksisnya, beliau mencoba membongkar mitos-mitos modern masyarakat melalui berbagai kajian kebudayaan. 15 Analisis semiotika bisa diterapkan untuk hampir semua teks media tv, radio, surat kabar, majalah, film, dan Metode Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi atau metode Content Analysis. Metode ini digunakan karna tidak hanya mampu mengidentifikasi pesan-pesan manifest, namun metode ini juga akan mampu mengidntifikasi pesan laten atau latent massages. Artinya bahwa metode lebih mampu melihat kecendrungan isi pesan yang ada berdasarkan konteks, proses, dan emergensi Al Fiatur Rohmaniah. AuKajian Semiotika Roland Barthes,Ay 129. John Flaske. Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: Rajawali Press, 2. , 141. Kurniawan. Semiologi Roland Barthes (Magelang: Tera, 2. , 22. John Flaske. Pengantar Ilmu Komunikasi, 141. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah dari dokumen-dokumen yang diteliti. 16 Sedangkan untuk instrument utama dalam penelitian ini adalah peneliti, artinya bahwa peneliti akan secara langsung melakukan observasi dengan cara menonton, menyimak, dan memahami setiap adegan yang ada pada film Buya Hamka Vol I untuk menemukan data-data yang terkait dengan nilai-nilai dakwah Islam dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes17 yang memiliki kerangka kerja analisis sebagai berikut. Mengidentifikasi penanda dan petanda dalam film Buya Hamka Vol I . , identifikasi penanda dan petanda . , mengidentifikasi mitos, menjelaskan implementasi nilai-nilai dakwah Islam dalam film Buya Hamka Vol I, kesimpulan. Hasil dan Penelitian Implementasi Nilai-Nilai Dakwah dalam Konteks Ketahuidan dan Ketaqwaan Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Islam dalam Film Buya Hamka Vol I dianalisi menggunak teori Semiotika Roland Barthes. Teori semiotika versi Roland Barthes memiliki tiga model analisis sebagai berikut. analisis makna denotasi, konotasi, dan 19 Analisis ini digunakan untuk menunjukkan makna yang ada pada suatu objek, sehingga makna yang ditemukan dapat menjadi suatu pengetahuan dan Pada konteks Film Buya Hamka Vol. I, implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang ditemukan terdiri dari beragam bentuk implementasi nili-nilai dakwah Islam yang dimasukkan dalam empat kategori, yakni. Ketahuidan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, toleransi, optimisme yang disandarkan kepada Allah Swt, keikhlasan, memelihara silaturrahim dan berhubungan dengan sikap dan tindakan dalam menjaga dan memelihara keluarga. Implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang terkait dengan ketauhidan dan ketaqwaan kepada Allah Swt tergambarkan dalam adegan scan gambar 1 dan 2. Ketahuidan20 dan ketaqwaan21 pada konteks ini merupakan sikap yang berhubungan dengan akidah atau dalam bahasa yang lebih sederhana dikatakan sebagai sikap keimanan dan sepenuhnya menyandarkan diri kepada Allah Swt Bungin Burhan. Analisis Data Penelitian Kualitatif (Jakarta: Rajagrafndo Persada, 2. Barthes. Elemen-Elemen Semiologi. Muhammad Yasim Harahap & Muhammad Alfikr. AuAnalisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Blackberry,Ay EScience Humanity Journal 4, no. Nurrahmat Abdullah. Nur Setiawati, and Abdul Wahab. AuAnalisis Pesan Dakwah Pada Buya Hamka (Menggunakan Semiotika Komunikas. ,Ay Retorika 7482 . : 14Ae35. al Shamsul Bin Mohd Nor. AuThe Concept of Al-Tawhid Al-Shuhudi in Tafsir Al-Jilani,Ay Islamiyyat 42, no. : 124, https://doi. org/10. 17576/islamiyyat-2020-4202-09. Ivan Fahmi Fadillah. AuANALISIS KONSEP TAQWA DALAM AL-QURAN: Studi Terhadap Ayat-Ayat Yang Menyebutkan Taqwa,Ay AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis . https://doi. org/10. 37481/jmh. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah dalam setiap aktivitas kehidupan yang dijalankan. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allh Swt adalah salah satu bekal kita dalam melaksanakan kehidupan. Dikarenakan bahwa bersama keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt merupakan energi spiritual yang dapat membawa kita pada suatu kebaikan. Sebagaimana hal ini juga dikatakan dalam QS. Al-Maidah. Ayat 35. a eOEaN EaaEac aE eI a eA aE a eOIA AeOaOac aN Eac aOeIa aIIaO acCaOA a AOA e aAcEEa aO eaa eeO aEa eO aN eE aO a eOEaa aO a aN eaO AA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah . alan untuk mendekatkan dir. kepada-Nya, dan berjihadlah . di jalan-Nya agar kamu beruntungAy. (QS. Al-Maidah. Ayat . Oleh karennya, pada konteks implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang berhubungan dengan ketauhidan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, dapat kita katakan bahwa setiap manusia dalam menjalankan aktivitas kehidupann haruslah senantiasa memiliki keyakinan yang teguh dan harus senantiasa menyandarkan diri kepada Allah Swt agar tidak mudah terjebak pada perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan merusak akidah dan mengurangi ketaqwaan kepada Allah Swt. Sebagaimana yang tergambarkan dalam data-data berikut: Scane Gambar 1 Scane Gambar 2 Teks Dialog Siti Raham : Majalah bisa menjadi ladang Engku. Engku bisa menegakan akidah Bagi umat serta pemuka agama lainnya. Buya Hamka : Tapi bagaimana dengan kalian? Siti Raham : Allah menunjukan jalannya pada engku. Engku tidak usah khawatir Makna Denotasi Adegan diatas berdurasi 18:27 s. d 18:45 yang dimana visual atau gambar tersebut berisi tentang Siti Raham yang memberi nasehat kepada Buya Hamka. Pada adegan tersebut Buya Hamka dan Siti Raham sedang mengobrol membahas mengenai tawaran dari Majalah Pedoman Masyarakat kepada Buya Hamka JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah untuk menjadi Pimpinan Redaksi. Hamka yang kebingungan untuk mengambil keputusan akhirnya Raham angkat bicara untuk percaya kepada Allah, karena Allah maha memberi petunjuk. Raham yakin ini juga salah satu jalan untuk Hamka dalam berdakwah. Makna Konotasi Pada adegan ini menunjukan bahwa percaya kepada Allah Swt, karena Allah Swt Maha Memberi Petunjuk. Allah memiliki seribu cara untuk hambanya yang mau Apalagi dengan niat yang baik, yang terpenting senantiasa tetap berusaha dan berdoa. Tidak hanya itu. Raham juga memberikan solusi agar anak-anak dan ia nanti akan pindah ke Padang Panjang sementara Hamka di Medan bekerja di Majalah Pedoman Masyarakat, sehingga jarak mereka berdua tidak terlalu jauh. Makna Mitos Terjadi percakapan antara Buya Hamka dan Siti Raham mengenai kegelisahan buya hamka dalam mengambil keputusan untuk menerima tawaran dari majalah pedoman masyarakat menjadi pimpinan redaksi. Siti Raham selaku istri setuju agar suaminya menerima tawaran tersebut. Siti Raham percaya bahwa semua itu merupakan petunjuk dari Allah swt. Sesuatu yang diniatkan dengan baik akan berbuah baik. Siti Raham percaya bahwa ini petunjuk dari Allah swt, agar Hamka tetap bisa berdakwah lebih luas lagi dan bisa menjadi ladang amal. Sikap Raham menunjukan adanya Iman Kepada Allah Swt. Implementasi Nilai-Nilai Dakwah dalam Konteks Toleransi dan Optimisme Implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang selanjutnya berhubungan dengan nilai-nilai toleransi antar sesama. Hal ini terkandung dalam adegan scan gambar 3 Nilai-nilai toleransi yang ini mengarah pada aspek bagaimana bagaimana seseorang itu harus menghormati dan menghargai setiap manusia meski memiliki perbedaan keyakinan,22 dan tidak boleh setiap manusia yang hidup di dunia ini melakukan penindasan kepada manusia yang lainnya. Karna penindasaan merupakan tindakan yang merusak hak-hak kemanusian yang dimiliki oleh orang lain. Nilai-nilai toleransi adalah sikap yang tidak boleh lepas dan harus senantiasa dimiliki oleh masing-masing kita. Dikarenakan bahwa nilai-nilai toleransi akan dapat memperet tali persaudaraan antar manusia yang memiliki keragaman suku, budaya, bangsa, dan Siska Nawang Ayunda Maqfiro. Irmasanti Fajrin, and Anira Sukmah. AuImplementasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Perspektif Al-Quran Era Society 5. 0,Ay Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pk. 4, no. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/kreativitas/article/view/3511/pdf. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah agama serta bahasa yang berbeda-beda. 23 Sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Al-Hujurat ayat 13. a A aIac aEa eCI aE eI aI eI aEa acO a eIO aO aa eEI aE eIA A aEOeI aaOeA AcEEa aeCO aE eI acaIA a eO acaI a eE a aI aE eI a eI aA a caAeOaOac aN EIA a aAcEEA a a eOU acOCaa aiO aE aEaA Artinya. AuWahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan perempuan. Kemudian. Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha TelitiAy. (QS. Al-Hujurat, ayat . Selain itu, implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang ditunjukkan dalam film Buya Hamka Vol I berhubungan dengan wilayah tentang sikap dan pemikiran yang optimis sebagaimana hal ini juga tergambarkan dalam adegan scan gambar 5 dan 6. Implementasi nilai-nilai dakwah Islam pada konteks ini mengarah pada suatu pemahaman bahwa setiap manusia harus memiliki sikap optimis yang disandarkan kepada Allah Swt. Sikap ini akan dapat membantu kita dalam setiap usaha yang kita lakukan untuk sebuah tujuan ataupun cita-cita besar yang kita harapkan. Dikarenakan bahwa sikap ini dapat mencegah kita dari salah satu sikap yang tercela yakni. berputus asa. 24 Sebagaimana hal ini dapat dilihat dalam uraian data sebagai berikut: Scane Gambar 3 Scane Gambar 4 Teks Dialog Puput Dwi Lestari. AuWacana Toleransi Beragama Dalam Chanel Youtube Cahaya Untuk Indonesia Episode Sabrang: Kenapa Kamu Harus Merendahkan Orang Lain Untuk Mengangkat Dirimu?,Ay in Proceeding of International Conference Cultures & Languages (Surakarta: Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2. , 56. Rizqi Mualimatul Fiqiyah. AuKontribusi Al- Qur Ao An Dalam Membangun Optimisme Ditengah Masa Pandemi Covid-19,Ay Borneo Undergraduate Academic Forum5th (BUAF Ae https://confference. id/index. php/buaf5th/article/view/80https://confference. id/index. buaf5th/article/download/80/35. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah Nakashima : Nama saya Nakashima, tadi di lapangan banyak orang yang melihat bapak Hamka tidak menundukan badan Buya Hamka: Tidak akan pernah. Saya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan agama saya Nakashima: Bapak Hamka itu tadi namanya seikeirei, itu bukan sembahyang. Tapi suatu bentuk kehormatan kepada Tenji Heika, kaisar kami. Buya Hamka : Apapun itu tuan Nakashima yang pasti saya hanya memberikan kehormatan kepada orang yang patut saya hormati. Makna Denotasi Durasi pada adegan diatas yaitu 01:08:25 s. d 01:08:36, yang dimana visual atau gambarnya berisikan tentang nakashima yang menyuruh Buya Hamka untuk tunduk pada seikeirei. Buya Hamka yang tengah mendatangi undangan Gubernur Nakashima. Sebelum memasuki kediaman Nakashima, terlihat diluar Hamka tidak melakukan seikeirei atau membungkukan badan dan orang-orang disekitar melihatnya dan terheran-heran. Terlihat Hamka tidak bisa menerima aturan tersebut karena sama saja dengan syirik. Nakashima pun bertanya mengapa demikian. Hamka menanggapi pertanyaan tersebut dengan tegas, bahwa ia tidak akan pernah melakukan hal tersebut yaitu sesuatu yang bertentangan dengan agamanya. Makna Konotasi Pada adegan ini menunjukkan keteguhan hati, dan keteguhan akidah kepada Allah Swt. Selain itu melalui adegan ini menunjukkan bahwa manusia dalam hidupnya harus senantiasa saling menghormati dan menghargai, dan tidak boleh adanya penindasan antara satu dengan yang lain meskipun mereka memiliki perbedaan akidah. Makna Mitos Adagen ini mengarahkan kita pada suatu pemahaman bahwa setiap muslim harus memiliki hati yang teguh dan memiliki akidah yang kuat sehingga tidak mudah takluk oleh budaya ataupun perlakuan yang dapat merusak akidah, ataupun sikap dan perilaku kita sebagai seorang muslim. Scane Gambar 5 Scane Gambar 6 JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Teks Dialog Buya Hamka : Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Terima kasih atas pengabdian kalian semua. Allah SWT, meliputi setiap perjuangan kita. Merdeka Makna Denotasi Adegan ini berdurasi 01:27:35 s. d 01:28:45, yang dimana visualnya menunjukkan majalah pedoman masyarakat yang di tutup penjajah Jepang. Pada gambar diatas terlihat menunjukkan bahwa Hamka dan para pekerja di majalah Pedoman Masyarakat melihat kantor majalah yang sedang ditutup oleh Jepang. Hamka tidak bisa mengelak keputusan dari pemerintah Jepang pada masa itu. Ia hanya bisa optimis dan percaya bahwa suatu saat nanti Indonesia akan Hamka pun berterima kasih kepada karyawan yang telah bekerja keras pada masa itu. Makna Konotasi Adegan ini menunjukkan bahwa setiap manusia dalam hidupnya harus memiliki sikap dan pemikiran yang optimis, tidak mudah berputus asa, tawaqqal kepada Allah Swt dan setiap manusia ataupun bangsa harus memiliki kemerdekaan. Makna Mitos Adegan ini memiliki makna sikap dan pemikiran yang optimis yang harus disandarkan kepada Allah Swt, tidak berputus asa, dan setiap manusia ataupun bangsa harus memiliki kemerdekaan. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah Scane Gambar 7 Scane Gambar 8 Teks Dialog Scane Siti Raham : Bukannya tidak ada gunanya, jika kita menuntut orang lain untuk berubah Engku? Buya Hamka : Lalu apa yang harus saya lakukan Ummi? Siti Raham : Jadikanlah diri engku contoh bagi mereka sebagaimana aku mencontoh diri engku berjuang setiap harinya menegakkan jiwa tauhid yang Makna Denotasi Adegan diatas berdurasi 07:15 s. d 07:35 yang dimana visualnya berisikan tentang selaku istri. Siti Raham menasehati Buya Hamka ketika Buya Hamka terpuruk. Pada adegan ini. Siti Raham menasehati Buya Hamka. Suasana dalam scene tersebut terjadi di kamar pada malam hari remang-remang dari cahaya sentir. Pada saat itu Hamka sedang mengetik laporan Kongres Muhammadiyah dengan mesin ketik. Raham menghampiri Hamka menyodorkan minuman untuk suaminya yang sedang bekerja. Hamka berhenti sejenak kemudian mengobrol bersama Raham mengenai ada orang yang menolak ilmu. Kemudian Hamka meminta pendapat Raham harus bagaimana, dan akhirnya Raham memberi pendapatnya sendiri Makna Konotasi Dari adegan yang tertera, menggambarkan bahwa seorang istri harus menjadi istiri yang baik untuk suami-suaminya, dan siap menemani suaminya dengan baik selama itu dibutuhkan oleh suami. Dan pada konteks ini, dapat dimaknai sebagai sorang suami dan istri harus memiliki sikap keterbukaan dalam menjalin rumah tangga, serta harus senantiasa saling menerima dan saling menasehati dengan sikap yang baik ketika ada suatu persoalan yang sedang terjadi diantara keduanya. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Makna Mitos Adegan ini memiliki makna menjalin rumah tangga dengan saling menghargai, menerima, dan saling menasehati dengan sikap yang baik antara satu dengan yang lainnya. Nilai-Nilai Dakwah dalam Konteks Keikhlasan Pada temuan yang lebih lanjut terkait dengan implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang ditemukan dalam film Buya Hamka Vol I, ditemukan juga implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang memiliki hubungan dengan wilayah keikhlasan, sebagaimana hal ini tergambarkan dalam adegan scan gambar 9 dan 10. Keikhlasan pada konteks ini mengarah pada pemahaman bahwa setiap manusia dalam menjalankan kewajibanya ataupun tugas serta tanggungjawabnya haruslah dibekali dengan sikap yang ikhlas. 25 Sikap ini tidak kalah pentingnya untuk kita lirik pada konteks film ini. Dikarenakan bahwa dengan hati yang ikhlas kita tidak akan menjadi manusia yang mudah kecewa ketika harapan dan cita-cita yang kita harapan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Karna pada dasarnya keikhlasan adalah sikap yang cendrung selalu membawa kita pada suatu perbuatan yang mengarah pada peribadahan kepada Allah Swt dan kearah membersihkan hati dari kecendrungan untuk melakukan perbuatan yang tidak menuju kepada Allah Swt. Sebagaimana juga diterangkan dalam banyak ayat Al-Quran, salah satunya pada QS. Al-Baqarah. Ayat AcEE O a e a aaE aO aI eea aaEA a e Aa E ac a eaE aOA cU a AaE a a aEa eO a aaE Ee aCa aE aON aaO aE e UN E ac a eaE o aO a e O a eI a eE aN eaO a eOAUi acON aaO e UaeO E ac a eaE o aO a e O a eI a ac eO a eOAUi acON aaOA n A a eEa aI eO aIA Artinya. AuDiwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahuiAy. (QS. Al-Baqarah. Ayat . Implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang juga tidak kalah pentingnya yang ditemukan dala film Buya Hamka Vol I ini, yakni. terkait dengan bagaimana kita memelihara silaturrahim dan menjaga serta memelihara keluarga berdasarkan sikap dan nilai-nilai yang humanis. Sebagaimana hal ini tergambarkan dalam adegan scan Taufiqurrohman. AuIKHLAS DALAM PERSPEKTIF ALQURAN (Analisis Terhadap Konstruk Ikhlas Melalui Metode Tafsir Temati. ,Ay EduProf 1, no. : 44. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah gambar 7 dan 8, adegan scan gambar 11 dan 12, dan adegan scan gambar 13 dan Terkait dengan implementasi nilai-nilai dakwah islam tentang memelihara silaturrahim dapat kita maknai bahwa adegan dalam film ini memberikan kita peningat dan gambaran serta pemahaman bahwa silaturrahim adalah wilayah implementasi nilai-nilai dakwah Islam tidak boleh kita tinggalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dikarenakan bahwa dengan memelihara silaturahmi antar saudara, teman, kerabat, ataupun kepada orang tua merupakan media untuk mempererat tali persaudaraan antar manusia sehingga dapat mendatangkan keberkahan dan kemanfaatan ditengah-tengah kehidupan kita dan begitu juga dengan sikap menjaga dan memelihara keluarga kita masing-masing. 26 Sebagaimana uraian data yang ditemukan sebagai berikut: Scane Gambar 9 Scane Gambar 10 Teks Dialog Amir : Malik, ini aku bawa titipan Buya Hamka : Apa ini? Amir : Ambilah Buya Hamka : Astaghfirullah, tidak perlu mir. Saya tidak bisa menerima ini Amir : Orang-orang itu ikhlas Buya Hamka : Mir, diberi kepercayaan untuk menyampaikan dakwah saja sudah menjadi rezeki besar dari Allah. Dakwah saya, bukanlah jual beli. Tolong sampaikanlah kepada orang-orang itu. Tapi mohon maaf saya tidak bisa menerima ini Amir : Pikirkan juga keluargamu. Istri dan juga anak anakmu, mereka punya Abdul Qodir Zaelani. Issusanto Issusanto, and Abdul Hanif. AuKonsep Keluarga Saknah Dalam Alquran,Ay ElIzdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law 2, no. , https://doi. org/10. 24042/elizdiwaj. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Makna Denotasi Durasi pada adegan ini adalah 01:29:20 s. d 01:31:36 yang visualnya berisikan tentang Buya Hamka menolak pemberian masyarakat karena dakwahnya. Adegan ini memperlihatkan Hamka setelah berceramah di masjid kemudian Amir menghampiri Hamka. Amir menemui Hamka untuk menyampaikan pesan dari masyarakat. Sebelumnya Hamka tidak pernah mematok harga ketika beliau menyampaikan ceramah, sehingga inisiatif dari masyarakat yang ingin memberikan sedikit imbalan kepada Hamka sebagai tanda terimakasih. Pada akhirnya. Hamka menerima imbalan tersebut namun dengan barter, ia menukar beberapa buku tulisannya yang ia bawa untuk ditukar dengan uang tersebut. Hal itu Hamka lakukan dikarenakan bahwa ia merasa lebih lega dan samasama bermanfaat. Makna Konotasi Adegan ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan sesuatu haruslah dilakukan dengan keikhlasan. Makna Mitos Adegan ini memiliki makna bahwa setiap muslim harus senantiasa ikhlas dalam melaksanakan segala bentuk perbuatan dan perintah Allah Swt. Scane Gambar 11 Scane Gambar 12 Teks Dialog Buya Hamka : Ada hal yang perlu saya pelajari dari ayah Ayah Hamka : Belajar apa? Tidak perlu belajar aku rasa, ilmu kamu sudah cukup Buya Hamka : Bukannya ayah selalu mengatakan. Kalau kita suatu saat merasa Itulah alamat akan berhenti. Jadi begini ayah. Saya ingin belajar ilmu fiqih dan mantiq secara lebih dalam ke ayah. Makna Denotasi Adegan ini berdurasi 49:30 s. d 51:35 yang dimana visualnya berisikan tentang hamka yang menemui ayahnya untuk belajar ilmu fiqih dan mantiq. Pada adegan JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Moh Ali Bagas. Muhammad Hilmi. MarAoatul Afifah tersebut buya Hamka sedang menemui sang ayah di kediamannya yang cukup Terlihat Haji Rasul terkejut dengan kedatangan Hamka secara tiba-tiba. Hamka bersalaman hangat dengan ayahnya dan menjelaskan ada maksud dan tujuan Hamka bersilaturahmi ke kediaman sang ayah untuk belajar ilmu fiqih dan mantiq langsung dari ayahnya. Haji rasul sedikit terkejut, dari sorot matanya ia bangga dengan Hamka yang sekarang. Makna Konotasi Adegan ini menunjukkan makna bahwa bersilaturahmi antar saudara, teman, kerabat, ataupun kepada orang tua adalah perbuatan yang harus dilakukan untuk mempererat hubungan antar manusia. Makna Mitos Adegan ini memiliki makna perlunya silaturahmi dan memelihara silaturahmi antar saudara, teman, kerabat, ataupun kepada orang tua, agar hubungan antar manusia dapat terjalin dengan erat dan terpelihara dengan baik, sehingga mendatangkan keberkahan dan kemanfaatan. Scane Gambar 13 Scane Gambar 14 Teks Dialog Buya Hamka : Ada hal yang perlu saya pelajari dari ayah Ayah Hamka : Belajar apa? Tidak perlu belajar aku rasa, ilmu kamu sudah cukup Buya Hamka : Bukannya ayah selalu mengatakan. Kalau kita suatu saat merasa Itulah alamat akan berhenti. Jadi begini ayah. Saya ingin belajar ilmu fiqih dan mantiq secara lebih dalam ke ayah. Makna Denotasi Adegan diatas berdurasi 53:23 s. d 53:37 yang dimana visualnya berisikan tentang Buya Hamka yang membuka jendela kamar anak anaknya untuk membangunkan shalat subuh. Adegan tersebut terjadi pada pagi buta di waktu subuh. Hamka membuka jendela dan membangunkan semua anak-anaknya yaitu Azizah. Zaki. JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Volume 6. Nomor 1. Juni 2025 Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Rusdi untuk melaksanakan shalat. Anak-anak reflek merasakan kedinginan karena udara dingin di pagi hari yang berasal dari jendela. Hamka menyuruh anak-anaknya untuk mencuci muka dan menasehati bahwa jendela yang terbuka pagi hari berarti terbuka juga pintu rezeki pada pagi hari itu. Makna Konotasi Adegan ini menunjukkan makna bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk mengajarkan kepada anak-anaknya terkait dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Keislaman dengan cara yang baik dan penuh dengan sikap kasih dan sayang. Makna Mitos Adagan ini bermakna bahwa setiap orang tua harus mengajarkan kepada anakanaknya terkait dengan ajaran Islam dan nilai-nilai keislaman dengan cara yang baik dan penuh dengan sikap kasih dan sayang. Kesimpulan Iimplementasi nilai-nilai dakwah Islam yang ditemukan dalam film Buya Hamka Vol I pada dasarnya terdiri dari beragam bentuk implementasi nili-nilai dakwah Islam yang dimasukkan dalam empat kategori, yakni. pertama, terkait dengan ketahuidan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. kedua, kategori toleransi. ketiga, kategori optimisme yang disandarkan kepada Allah Swt. keempat, kategori keikhlasan. kelima kategori memelihara silaturrahim dan berhubungan dengan sikap dan tindakan dalam menjaga dan memelihara keluarga. Kelima kategori implementasi nilai-nilai dakwah Islam ini tergambarkan dalam scan gambar sesuai dengan hasil penelitian yang ditemukan, dan kelima kategori ini mengingatkan kita dan memberikan kita pemahaman yang mendalam bahwa film Buya Hamka Vol I tidak hanya merupakan film yang ditayangkan hanya untuk tontonan semata atau hanya untuk hiburan Akan tetapi di dalam film ini terkandung beragam implementasi nilai-nilai dakwah Islam yang dapat kita temukan, dan dijadikan pelajaran agar nantinya kita dapat menjalankan aktivitas kehidupan dengan cara yang baik dan tepat sehingga mendatangkan kebaikan dan keberkahan, baik secara personal ataupun secara Daftar Pustaka