Jurnal Humaniora Vol. No. 684 - 696 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Gaya Bahasa Retoris Rosianna Silalahi Dalam Acara Talkshow Mencari Tahu Kompas tv Raisa Wardani1 . Intan Munawarah1. Wina Almunadia1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,Fakultas Ilmu Pendidikan Keguruan,Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 233772. Indonesia raisawrdn01@gmail. https://doi. org/10. 30601/humaniora. Published by Universitas Abulyatama Abstract Artikel Info Submitted: 21-10-2024 Revised: 22-10-2024 Accepted: 31-10-2024 Online first : 31-10-2024 This research aims to describe the form of Rosianna Silalahi's rhetorical language style in the talk show l. "Finding Out" on the KOMPASTV channel. The data sources in this research are primary data and secondary data. The data source in this research is the talk show hosted by Rosianna Silalahi "Finding Out" on the Kompas TV channel. Researchers chose 2 shows . from the program with the theme episode I "Gibran: I'm Not the Mayor of Karbitan. But Bocil Dynasty (Jokowi's Discourse for Three Periods in 2. ", and episode II "Sri Mulyani bluntly clarifies the storm at the Ministry of Finance". Data collection techniques were carried out using listening, note-taking and transcript techniques. Rhetorical language style in 2 talk shows hosted by Rosianna Silalahi "Finding Out" on the Kompas TV channel. In the episode I Gibran: I Am Not the Mayor of Karbitan. But Bocil Dynasty (Jokowi's Discourse for Three Periods in 2. ", we found 7 alliterative language styles, 2 euphemisms, 1 chiasmus, 9 assonations, 9 asidentons 2 data, 5 data polysidentons, 1 data paradox and 19 data corrections. Furthermore, in the episode II broadcast "Sri Mulyani's outspoken clarification of the storm at the Ministry of Finance", we found 8 data of alliterative rhetorical language style, 2 data of kiamus, 2 data of asindenton, 1 data of polysidenton, 2 data of paradox and 6 data of correction. If it is described, it can be concluded that the results of the language style are 2 utterances of euphemism, 3 utterances of chiamus, 3 utterances of paradox, 4 utterances of asyndeton, 6 utterances of polysyndeton, 9 utterances of assonation, 15 utterances of alliteration and 25 utterances of correction. Keywords: Rosianna Silalahi's Rhetorical Language Style. Talk Show. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa retoris Rosianna Silalahi dalam acara Talkshow AuMencari TahuAy saluran KOMPASTV. Sumber data dalam penelitian ini adalah acara talkshow yang dipandu oleh Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy pada saluran Kompas TV. Peneliti memilih 2 tayangan . dari acara dengan tema episode I AuGibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinasti (Wacana Jokowi Tiga Periode Di 2. Ay, dan episode II AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak, catat dan transkrip. Pada tayangan episode I Gibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinasti (Wacana Jokowi Tiga Periode Di 2. Ay, ditemukan gaya bahasa aliterasi sebanyak 7 data. Eufimisme sebanyak 2 data. Kiasmus sebanyak 1 data, asonasi sebanyak 9 data, asidenton sebanyak 2 data, polisidenton sebanyak 5 data, paradoks sebanyak 1 data dan koreksio sebanyak 19 data. Selanjutnya pada tayangan episode II AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy, ditemukan gaya bahasa retoris aliterasi sebanyak 8 data, kiamus sebanyak 2 data, asindenton sebanyak 2 data, polisidenton sebanyak 1 data, paradoks sebanyak 2 data dan koreksio sebanyak 6 data. Jika diuraikan dapat disimpulkan hasil gaya bahasa eufimisme 2 tuturan, kiamus 3 tuturan, paradoks 3 tuturan, asindeton 4 tuturan, polisindeton 6 tuturan, asonasi 9 tuturan, aliterasi sebanyak 15 tuturan dan koreksio sebanyak 25 tuturan. Kata Kunci: gaya bahasa retoris Rosianna Silalahi, acara talkshow. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia PENDAHULUAN Penelitian ini merupakan penelitian tentang gaya bahasa. Gaya bahasa menjadi penting karena peran sentral yang dimainkannya dalam komunikasi manusia dan dampaknya yang luas dalam berbagai konteks. Gaya bahasa tidak hanya memengaruhi cara pesan disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut diterima dan diartikan oleh audiens. Dalam dunia yang semakin terhubung, dan tergantung pada berbagai saluran komunikasi, seperti tulisan, pidato, media sosial, dan visual, gaya bahasa memiliki potensi untuk membentuk pandangan, mempengaruhi opini, dan bahkan memicu tindakan. Penelitian tentang gaya bahasa memungkinkan untuk lebih memahami bagaimana pemilihan kata, struktur kalimat, perangkat retoris, dan unsur linguistik lainnya dapat digunakan untuk mencapai tujuan komunikatif tertentu. Sehingga, dapat mengembangkan wawasan yang lebih dalam mengenai cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi, serta bagaimana informasi diproses dan dipahami oleh audiens (Tarigan, 2. Peneliti menetapkan pemilihan talkshow televisi sebagai objek penelitian, karena daya jangkau yang luas dan dampak yang signifikan dari media ini dalam membentuk opini dan budaya populer. Talkshow televisi merupakan platform yang memungkinkan diskusi tentang berbagai topik, mulai dari politik dan sosial hingga hiburan dan gaya hidup. Dalam konteks ini, para pembicara . ost dan tam. sering menggunakan gaya bahasa retoris untuk mengkomunikasikan ide, mempengaruhiaudiens, dan membangun naratif (Keraf, 2. Pemilihan acara talkshow yang pandu oleh Rosianna Silalahi "Mencari Tahu" sebagai objek penelitian yang didorong oleh beberapa alasan. Pertama. Rosianna Silalahi adalah seorang host yang dikenal memiliki gaya bahasa retoris yang kuat dan kemampuan berbicara yang mengesankan. Melalui peran sebagai host dalam talkshow, dia memiliki platform untuk berbicara tentang berbagai topik, termasuk isu-isu sosial, budaya, politik, dan lainnya. Hal ini memberikan peluang untuk menganalisis bagaimana dia menggunakan gaya bahasa retoris untuk memengaruhi audiens, membangun argumen, dan membentuk pandangan. Selain itu. Rosianna Silalahi juga sering mengundang tamu-tamu yang memiliki pemikiran, dan pandangan yang beragam. Hal ini dapat memberikan kesempatan untuk menganalisis bagaimana Rosianna Silalahi mengelola diskusi dengan tamu-tamu yang memiliki sudut pandang yang berbeda, serta bagaimana dia menggunakan gaya bahasa retoris untuk menjaga kelancaran percakapan dan mendorong pemikiran kritis (Mariyawati, 2. A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia Pemilihan Rosianna Silalahi sebagai objek penelitian juga didasarkan pada popularitas dan dampaknya dalam kalangan masyarakat. Talkshow tersebut mungkin memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk opini dan pandangan audiens, terutama di kalangan masyarakat yang aktif mengikuti konten media sosial dan talkshow televisi. Dengan menganalisis penggunaan gaya bahasa retoris oleh Rosianna Silalahi dalam berbagai episode talkshownya, penelitian dapat mengungkap teknik-teknik retoris yang digunakan untuk memengaruhi opini dan sikap audiens, serta bagaimana hal ini berkontribusi terhadap pemahaman masyarakat terhadap isu-isu yang dibahas. Acara talkshow Rosianna Silalahi "Mencari Tahu" Kompas TV menjadi pilihan yang menarik untuk dianalisis dari perspektif gaya bahasa retoris yang digunakan oleh Rosianna Silalahi sebagai host. Melalui peran sebagai host. Rosianna memiliki peluang yang unik untuk memanfaatkan beragam gaya bahasa retoris guna mencapai tujuan komunikatifnya. Sebagai seorang pembicara yang terampil, dia bisa menggunakan perangkat-perangkat retoris seperti metafora, repetisi, dan kontras untuk memengaruhi audiens dan memperkuat pesan-pesan yang disampaikan. Dalam acara ini, penggunaan gaya bahasa retoris seperti ini bisa menjadi cara efektif untuk menjaga perhatian audiens dan membuat pesan-pesan yang disampaikan lebih meyakinkan (Nurgiyantoro, 2. Dari uraian pembahasan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuGaya Bahasa Retoris Rosianna Silalahi Dalam Acara Talkshow AuMencari TahuAy KOMPASTVAy. KAJIAN PUSTAKA Gaya Bahasa Gaya bahasa menurut para ahli, pengertian gaya bahasa menurut Aminuddin . mengemukakan bahwa style atau gaya bahasa merupakan cara yang digunakan oleh pengarang dalam memeparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapai. Definisi gaya bahasa menurut Harimurti . alam Pradopo, 2015:. adalah pemanfaatan atas kekayaan bahasa seseorang dalam bertutur atau menulis, lebih khusus adalah pemakaian ragam bahasa tertentu untuk memperoleh efek tertentu. Efek yang dimaksud dalam hal ini adalah efek estetis yang menghasilkan nilai seni. A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia Gaya Bahasa Retoris Gaya Bahasa retoris merupakan gaya Bahasa yang semata-mata merupakan penyimpangan dari kontruksi biasa untuk mencapai efek tertentu (Keraf, 2016:. Gaya bahasa retoris hanya memperlihatkan bahasa biasa yang masih bersifat polos, bahasa yang mengandung unsur-unsur kelangsungan makna, dengan konstruksi-konstruksi yang umum dalam bahasa Indonesia. Gaya Bahasa memiliki berbagai fungsi antara lain: menjelaskan, memperkuat, menghidupkan objek mati, menimbulkan gelak tawa, atau untuk hiasan. Kajian Stilistika Kajian stilistika pada hakikatnya adalah aktivitas mengekplorasi bahasa terutama mengeksplorasi kreativitas penggunaan bahasa. Simpson menurut Nurgiyantoro . alam Murdiana, 2020:. dengan kata lain, kajian stilistika dimaksudkan untuk menjelaskan fungsi keindahan penggunaan bentuk kebahasaan tertentu mulai dari aspek bunyi, leksikal, struktur, bahasa, figurative, sarana retorika, sampai grafologi. Hal ini dapat dipandang sebagai bagian terpenting dalam analisis bahasa sebuah teks dengan pendekatan stilistika. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode peneltian kualitatif. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan bukan angka-angka, hal itu disebabkan oleh adanya metode kualitatif (Moleong, 2011:. Dengan metode deskriptif kualitatif, data yang ada dianalisis sesuai dengan apa adanya, kemudian dideskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah acara talkshow yang dipandu oleh Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy pada saluran Kompas TV. Peneliti memilih 2 tayangan . dari acara dengan tema AuGibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinasti (Wacana Jokowi Tiga Periode Di 2. Ay, dan AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy. Teknik pengumpulan data dilakukan pada penelitian ini dengan menggunakan teknik simak, catat dan transkrip. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis tuturan Rosianna Silalahi dalam Talkshow AuMencari TahuAy. Analisis dilakukan dengan memaparkan hasil data yang diperoleh dari interview Rosi dengan narasumber. Data yang diambil diperoleh dari 2-episode Talkshow A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia Rosi dengan tema AuGibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinasti (Wacana Jokowi Tiga Periode Di 2. Ay, dan AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy. Narasumber pada 2-episode itu adalah Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI. Episode I yang diambil Gibran: Saya bukan wali kota karbitan, tapi bocil dinasti, dan episode II yaitu AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy. Dari hasil analisis, gaya bahasa retoris yang ditemukan TalkShow AuMencari TahuAy pada 2- episode tersebut antara lain aliterasi, asonasi, asindeton, polisindeton, paradoks. Berikut akan diuraian gaya bahasa yang digunakan Rosianna Silalahi pada acara Talkshow AuMencari TahuAy di KompasTV. Episode I (Gibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinast. Rosianna Silalahi menggunakan gaya bahasa retoris dalam mengungkapkan gagasan atau pikirannya untuk memperoleh jawaban dari narasumbernya yaitu Gibran Rakabuming Raka. Berikut analisis data darigaya bahasa retoris pada episode tersebut. Gaya Bahasa Aliterasi Aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama. Biasanya dipergunakan dalam puisi, kadang-kadang dalam prosa untuk penekanan. Data berikut menunjukkan adanya penggunaan gaya bahasa apofasis oleh Rosi Silalahi sebagai pembawa acara Rosianna Silalahi di Kompas TV, pada segmen wawancara episode Gibran Rakabuming. 05:56 Ausedih gitu, waktu itu sesedih apa sebenarnya masGibranAy Pada kalimat . , terdapat perulangan konsonan /s/ pada kata AusedihAy. AusesedihAy, dan AusebenarnyaAy, kata tersebut tentunya memberikan penekanan terhadap perasaan yang dirasakan oleh Gibran. Gaya Bahasa Eufimisme Eufimisme adalah gaya bahasa yang berusaha untuk tidak menyinggung perasaan yang lain. Gaya bahasa eufimisme mengandung ungkapan kasar namun disampaikan dengan ungkapan yang halus. Dapat dikatakan bahwa gaya bahasa eufimisme adalah gaya bahasa yang memperhalus pernyataan agar terlihat sopan. Gaya bahasa eufimisme mengandung ungkapan kasar namun disampaikan dengan ungkapan yang halus. Bentuk gaya bahasa eufimisme ditunjukkan oleh satuan kata berupa frasa, klausa, dan kalimat. Berikut bentuk gaya bahasa eufimisme pada tuturan transkripsi tayangan Talk show Rosi pada episode Gibran terdapat 2 tuturan. Berikut hasil analisis data: A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia . 14:13 Audari 19 simulasi nama, nomor 6 itu nama Anda, jadi Karena konteks waktunya pengumuman pembatalan U-20, ini juga sepertinya ganjaran baik untuk seorang Gibran RakabumingAy Pada kalimat . pada frasa Auganjaran baikAy pada frasa ini dapat dimaknai sebagai ungkapan yangmenyatakan AudampakA. Gaya Bahasa Kiasmus Kiasmus adalah gaya bahasa yang bersifat seimbang namun diperselisihkan satu sama Kiasmus berisikan pengulangan juga intervensi hubungan antara dua kata dalam satu Wujud dari gaya bahasa kiasmus berupa pengulangan kata dan dipertentangkan satu dengan yang lain. Gaya bahasa kiasmus dalam tuturan transkripsi tayangan Talkshow Rosianna Silalahi dalam episode Gibran Rakabuming sebagai berikut. 15:52 Aukita semua punya perasaan yang sama bahwa Indonesia ini akan menjadi forumforum internasional, tapikan kita tidak mungkin menafikan bahwa Tim Israel itu akan ada di situ gituAy Berdasarkan kalimat di atas, terdapat pertentangan pada frasa Autapikan kita tidak mungkin menafikanAy. Pada frasa ini dapat dimaknai sebagai intervensi terhadap kalimat sebelumnya yang menyatakan bahwa tidak mungkin Tim Israel tidak bergabung dalam kompetisi U20 di Indonesia. Berdasarkan data di atas, terdapat gaya bahasa kiasmus yang digunakan oleh Rosianna Silalahi dalam menyampaikan gagasan dan idenya. Gaya Bahasa Asonasi Asonasi adalah pengulangan bunyi vokal yang sama pada deretan kata pada suatu Terdapat 9 tuturan yang termasuk gaya bahasa asonasi pada video tayangan Talkshow Rosianna Silalahi dalam episode Gibran Rakabuming. Berikut analisis data yang . 10:41 Aukalau Sekarang kemudian PDIP diganjar dengan turunnya elektablitas kalau kita lihat dari hasil survey LSI dan itu memang responded ditanya 2 hari setelah pembatalanAy Pada kalimat . menunjukkan penggunaan gaya bahasa asonasi. Pada kalimat . , terdapat perulangan vokal /u/ pada kata AukalauAy. AusekarangAy, dan AumemangAy, kata tersebut A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia tentunya memberikan penekanan terhadap situasi yang nantinya akan terjadi terhadap elektabilitas Gibran. Gaya Bahasa Asindeton Asindeton ialah penggabungan beberapa kata, frasa, atau klausa yang sederajat tetapi tidak menggunakan kata sambung. Berikut adalah tuturan dalam TalkShow yang di pandu oleh Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy yang mengandung asindeton dalam episode Gibran Rakabuming: 09:46 Ausecara internal, mas Gibran itu sudah berkomunikasi dulu untuk mengatakan saya mohon izin, saya akan bersikap berbedaAy Pada kalimat . , menunjukkan penggunaan gaya bahasa asindeton. Gaya bahasa asindeton dapat dilihat pada kalimat . yaitu klausa Ausecara internal. Mas Gibran itu sudah berkomunikasi dulu untuk mengatakan saya mohon izin, saya akan bersikap berbedaAy. Klausa tersebut digunakan Rosianna Silalahi untuk menggambarkan Gibran memang memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh politik. Gaya Bahasa Polisindeton Gaya bahasa polisindeton merupakan kebalikan dari polisindeton, dimana kata, frasa atau klausa yang sederajat dihubungkan menggunakan kata penghubung. Berikut adalah tuturan dalam TalkShow Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy yang mengandung polisindeton pada episode Gibran Rakabuming: 45 Auwaktu pembatalan U20, kita punya kesamaan teks, sedih, terus Mas Gibran juga bilang saya juga sedih dengan emotikonAy Pada kalimat . , dapat dilihat pada kata sambung AuterusAy dan AujugaAy. Klausa tersebut digunakan Rosianna Silalahi untuk memberikan pertanyaan yang setara terkait pembatalan U20 dengan emoji Gibran di media sosial. Gaya Bahasa Paradoks Gaya bahasa paradoks ialah gaya bahasa yang bertentangan dengan fakta yang ada. Berikut adalah tuturan dalam Talkshow Rosianna Silalahi yang mengandung paradoks pada episode Gibran Rakabuming: A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia 55:27 AuWali Kota Karbitan, tapi kemudian isinya pencapaian-pencapaian wali Kota Solo Gibran di buku itu, jadi ini judulnya paradoksAy Pada kalimat di atas terdapat frasa Autapi kemudian isi nyaAy. Kata tersebut merupakan pertentangan dari frasa sebelumnya yang ditunjukkan pada kata AukarbitanAy. Hasil di atas menunjukkan hanya 1 kali penuturan dengan gaya bahasa paradoks pada episode Gibran Rakabuming. Gaya Bahasa Koreksio Koreksio merupakan suatu gaya yang berwujud, mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Gaya bahasa yang berwujud mula-mula ingin menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memeriksa dan memperbaiki mana-mana yang salah. Berikut merupakan gaya bahasa koreksio dalam tuturan TalkShow Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy pada episode Gibran Rakabuming: 06:57 Aukarena selalu mas Gibran katakan akan ada event pengganti , karena U20 itukan kalau gak salah akan final dan penutupan di Solo ya, jadi puncaknya betulAy Pada kalimat . terdapat frasa Auitukan kalau gak salahAy yang merupakan koreksi dari frasa sebelumnya terkait event pengganti U20 yang akan diselenggarakan di Solo. Episode II (Blak-Blakan Sri Mulyani Klarifikasi Badai Di Kemenke. Rosianna Silalahi menggunakan gaya bahasa retoris dalam mengungkapkan gagasan atau pikirannya untuk memperoleh jawaban dari narasumber yaitu Sri Muliyani. Berikut analisis data dari gaya bahasa retoris pada episode tersebut. Gaya Bahasa Aliterasi Aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama. Biasanya dipergunakan dalam puisi, kadang-kadang dalam prosa untuk penekanan. Berikut gaya bahasa aliterasi dalam tuturan transkripsi tayangan Talkshow Rosianna Silalahi dalam episode Sri Mulyani: 05:48 Ausaya beberapa kali lihat Buk Ani agak beda sih antara super excoted, kelelahan yang luar biasa, tapi saya tahu ada ibu menahan kesedihan jugaAy Pada kalimat . , terdapat perulangan konsonan /s/ pada kata AusayaAy. AueihAy, dan AukesedihanAy, kata tersebut tentunya memberikan penekanan terhadap perasaan yang sedang dirasakan oleh Menteri Keuangan dalam menghadapi citra buruk kinerja Dirjen Pajak. A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia Gaya Bahasa Kiasmus Kiasmus adalah gaya bahasa yang bersifat seimbang namun diperselisihkan satu sama Kiasmus berisikan pengulangan juga intervensi hubungan antara dua kata dalam satu Wujud dari gaya bahasa kiasmus berupa pengulangan kata dan dipertentangkan satu dengan yang lain. Gaya bahasa kiasmus dalam tuturan transkripsi tayangan Talkshow Rosianna Silalahi dalam episode Sri Mulyani sebagai berikut: 05:32 Ausaya tahu kesibukan ibu padat sekali tetap menyempatkan waktu di RosiAy Pada kalimat . terdapat kondisi yang bertentangan pada frasa Autetap menyempatkanAy, dapat dimaknai sebagai kondisi yang diambil oleh Sri Mulyani untuk dapat hadir, meski memiliki banyak kesibukan. Gaya Bahasa Asindeton Asindeton ialah penggabungan beberapa kata, frasa, atau klausa yang sederajat tetapi tidak menggunakan kata sambung. Berikut adalah tuturan dalam TalkShow yang di pandu oleh Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy yang mengandung asindeton dalam episode Sri Mulyani: 28:14 Aumereka yang melakukan, sudah hartanya tidak dapat dipertanggungjawabkan, dipamerkan, itu adalah pengkhianatAy Pada kalimat . , menunjukkan penggunaan gaya bahasa asindeton. Gaya bahasa asindeton dapat dilihat pada kalimat . yaitu klausa Aumereka yang melakukan, sudah hartanya tidak dapat dipertanggungjawabkan, dipamerkan, itu adalah pengkhianatAy. Klausa digunakan Rosianna Silalahi untuk menggambarkan Sri Mulyani memang memiliki pandangan tersebut. Gaya Bahasa Polisindeton Gaya bahasa polisindeton merupakan kebalikan dari polisindeton, dimana kata, frasa atau klausa yang sederajat dihubungkan menggunakan kata penghubung. Berikut adalah tuturan dalam TalkShow Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy yang mengandung polisindeton pada episode Sri Mulyani: 52 Autolong hati-hati menggunakan media sosial, pernyataan ini sempat disalahartikan Buk Ani, seolah nggak papa korupsi, makanya jangan pamer hasil korupsiAy Dalam tuturan kalimat di atas terdapat kata sambung yaitu AymakanyaAy yang dapat diasumsikan sebagai akibat dari kewajaran korupsi. Hasil di atas menunjukkan terdapat 1 kali penuturan dengan gaya bahasa polisindeton pada episode Sri Mulyani. A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia Gaya Bahasa Paradoks Gaya bahasa paradoks ialah gaya bahasa yang bertentangan dengan fakta yang ada. Berikut adalah tuturan dalam Talkshow Rosianna Silalahi yang mengandung paradoks pada episode Sri Mulyani: 52:12 Aumengapa tetap ibu narasikan ucapan terimakasih, apa yang harus disyukuri di tengah peristiwa mencederaiAy Pada kalimat . di atas terdapat penggunaan frasa Auucapan terimakasihAy yang berlawanan dengan frasa Auperistiwa mencederaiAy. Kalimat ini menunjukkan adanya pertentangan perilaku berterimakasih Sri Mulyani terhadap peristiwa kasus yang menerpa Kemenkeu disebabkan aksi pamer harta korupsi Pejabat Ditjen Pajak. Gaya Bahasa Koreksio Koreksio merupakan suatu gaya yang berwujud, mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Gaya bahasa yang berwujud mula-mula ingin menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memeriksa dan memperbaiki mana-mana yang salah. Berikut merupakan gaya bahasa koreksio dalam tuturan TalkShow Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy pada episode Sri Mulyani: 31:00 Autidak ada komitmen yang kuat, tidak ada action untuk memisahkan, eh saya nggak mau lho merusak instanti, merusak dengan pengkhianat seperti iniAy Pada data kalimat . terdapat kata Aueh sayaAy yang merupakan koreksi dari kalimat sebelumnya terkait komitmen pejabat di lingkungan Kemenkeu untuk mentaati aturan. Pembahasan Pada pembahasan dalam penelitian ini memainkan peran sentral dalam membuka ruang interpretasi terhadap temuan-temuan yang ditemukan selama penelitian. Analisis ini tidak hanya mencerminkan pemahaman mendalam terhadap data, tetapi juga membangun jembatan antara temuan dan kontribusi terhadap literatur ilmiah. Data-data yang diperoleh dan dibahas merupakan hasil dari wawancara presenter pada Talkshow Rosianna Silalahi di Kompas TV. Pembagian gaya bahasa dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi oleh Keraf . menjadi 12 jenis yaitu aliterasi, asonasi, anastrof, apofasis, apostrof, asindeton, polisindeton, kiasmus, elipssis, eufemisme, paradoks, dan koreksio. Dari 12 jenis tersebut, jenis yang paling banyak digunakan diantaranya adalah koreksi, asonasi, dan polisideton. Setelah dilakukan analisis, diperoleh gaya bahasa koreksio cukup dominan digunakan dalam bertutur oleh presenter Rosianna Silalahi di Program Rosi. Hasil penelitian ini terfokus pada A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia aspek sesuai dengan rumusan masalah yang diangkat yaitu gaya bahasa retoris yang digunakan presenter Rosianna Silalahi pada Talkshow AuMencari TahuAy di KompasTV dengan tema AuGibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinasti (Wacana Jokowi Tiga Periode Di 2. Ay, dan AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan: gaya bahasa retoris yang digunakan Rosianna Silalahi terdapat 8 jenis yaitu aliterasi, aonasi, asindeton, polisindeton, kiasmus, eufemisme, paradoks, dan koreksio. Gaya bahasa retoris dalam 2 tayangan talkshow yang dipandu oleh Rosianna Silalahi AuMencari TahuAy pada saluran KompasTV. Pada tayangan episode I Gibran: Saya Bukan Wali Kota Karbitan. Tapi Bocil Dinasti (Wacana Jokowi Tiga Periode Di 2. Ay, ditemukan gaya bahasa aliterasi sebanyak 7 data, eufimisme sebanyak 2 data, kiasmus sebanyak 1 data, asonasi sebanyak 9 data, asidenton sebanyak 2 data, polisidenton sebanyak 5 data, paradoks sebanyak 1 data dan koreksio sebanyak 19 data. Selanjutnya pada tayangan episode II AuBlak-blakan Sri Mulyani klarifikasi badai di KemenkeuAy, ditemukan gaya bahasa retoris aliterasi sebanyak 8 data, kiamus sebanyak 2 data, asindenton sebanyak 2 data, polisidenton sebanyak 1 data, paradoks sebanyak 2 data dan koreksio sebanyak 6 data. Jika diuraikan dapat disimpulkan hasil gaya bahasa eufimisme 2 tuturan, kiamus 3 tuturan, paradoks 3 tuturan, asindeton 4 tuturan, polisindeton 6 tuturan, asonasi 9 tuturan, aliterasi sebanyak 15 tuturan dan koreksio sebanyak 25 tuturan. Gaya bahasa retoris yang paling sering digunakan yaitu koreksio, dan yang sering juga digunakan yaitu aliterasi dan asonasi, sedangkan yang paling sedikit digunakan yaitu eufemisme. SARAN Penelitian ini yang dilakukan ini masih jauh dari sempurna. Dari penelitian yang telah penulis lakukan, sebenarnya masih banyak hal yang dapat dikaji lebih dalam. Penelitian ini masih menggunakan teori retorika dalam Bahasa Indonesia oleh karena itu diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggabungkan dengan diksi yang diguanakn sehingga data yang didapat lebih dalam dan bervariasi. A Raisa Wardani. Intan Munawarah. Wina Almunadia DAFTAR PUSTAKA