Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Improving Learning Outcomes in Islamic Religious Education through the Sing a Song Method at Sumberejo II Public Elementary School Purwosari Pasuruan. Farihah MarAoatul Khiyaroh Taufiq1. Wiwin Fachrudin Yusuf2 Universitas Yudharta Pasuruan. East Java. Indonesia Article History: Received: 9/5/2025 Revised: 20/5/2025 Accepted: 17/6/2025 Published: 13/7/2025 Keywords: Sing a Song Method. Learning Outcomes. Islamic Religious Education Kata Kunci: Metode Sing a Song. Hasil Belajar. Pembelajaran PAI Correspondence Address: fazmitasya05@gmail. Abstract: This study uses the Sing a Song learning method to enhance student learning outcomes in Islamic Religious Education (IRE) on the subject of Aqil Baligh. 18 fourth-graders served as the subjects of the study, which was carried out at SDN Sumberejo II. The approach, known as Classroom Action Research (CAR), was conducted in two cycles and was based on the Kemmis and McTaggart model. Participatory observation, interviews, documentation, and learning outcome assessments were among the methods used to gather data. While the percentage of completeness only reached 33. 3% . during the pre-action stage using traditional lecture methods, the results demonstrated a significant improvement in student learning outcomes. When the Sing a Song method was used in Cycle I, the percentage of completeness rose to 1% . , and when group song-making activities were developed in Cycle II, the percentage of completeness rose to 94. 4% . According to the study's findings, the Sing a Song approach works well for improving students' comprehension of the Aqil Baligh content while also fostering their creativity and teamwork. It is also effective when paired with group songwriting activities. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran Sing a Song untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi Aqil Baligh. 18 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian yang dilakukan di SDN Sumberejo II. Pendekatan yang dikenal sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus dan didasarkan pada model Kemmis dan McTaggart. Observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan penilaian hasil belajar merupakan beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Meskipun persentase ketuntasan hanya mencapai 33,3% . pada tahap pra-tindakan dengan menggunakan metode ceramah tradisional, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Ketika metode Sing a Song digunakan pada Siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 61,1% . , dan ketika kegiatan pembuatan lagu secara berkelompok dikembangkan pada Siklus II, persentase ketuntasan meningkat menjadi 94,4% . Berdasarkan temuan penelitian, pendekatan Sing a Song bekerja dengan baik untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Aqil Baligh sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kerja sama tim. Pendekatan ini juga efektif jika dipasangkan dengan kegiatan menulis lagu secara berkelompok. PENDAHULUAN Sebagai salah satu mata pelajaran yang strategis dalam membentuk dan mengembangkan moral dan karakter siswa. Pendidikan Agama Islam (PAI) Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 merupakan mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan nasional. Menurut (Khamim et al. , 2. Misi PAI lebih dari sekedar transmisi pengetahuan agama, tetapi juga berupaya membentuk kepribadian, perilaku, dan kapasitas siswa untuk memasukkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, ada banyak kendala dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar, terutama dalam hal teknik pengajaran yang kurang kreatif dan membosankan (Muhammad Nur Hadi et al. , 2. Hasil observasi awal di SDN SUMBEREJO II menunjukkan bahwa proses pembelajaran PAI masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah dan hafalan yang mana metode tersebut tidak bisa diaplikasiakan pada semua materi atau bab pada pembelajaran PAI dan hanya bisa digunakan pada materi dan bab tertentu. Metode ceramah cenderung menjadikan siswa pasif dan serta memiliki tingkat motivasi yang rendah dalam berpartisipasi pada proses belajar Hal ini tercermin dari rendahnya partisipasi aktif siswa dan hasil belajar yang belum optimal. Hasil evaluasi pembelajaran untuk mata pelajaran PAI pada semester sebelumnya menunjukkan bahwa hanya 65% siswa yang memenuhi KKM. Respons kreatif yang menarik perhatian siswa dan mendorong mereka untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran PAI diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Menurut (Permana & IstiaAodah, 2. Siswa di sekolah dasar jauh lebih mungkin untuk menunjukkan minat belajar ketika mereka berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang menarik dan aktif secara fisik. Menyanyikan Lagu adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan. Metode pembelajaran berbasis musik dan lagu telah terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat dan pemahaman konsep pada anak usia sekolah dasar. Penelitian (Sudirman et al. , 2. membuktikan bahwa, dibandingkan dengan pendekatan tradisional, pengajaran melalui musik dapat membantu siswa mengingat lebih banyak informasi. Sejalan dengan hal tersebut, (Anggraini & Syabrina, 2. dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa metode bernyanyi mampu membangun suasana belajar yang menggembirakan serta mengurangi rasa gelisah yang dialami peserta didik selama aktivitas pembelajaran berlangsung. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Penggunaan lagu dalam pembelajaran PAI memiliki relevansi historis yang kuat dengan tradisi pendidikan Islam. (Handaryanto & Huda. Rohmadi, 2. berpendapat bahwa sejak zaman Nabi Muhammad, nyanyian dan puisi telah berfungsi sebagai sarana untuk pengajaran dan penjangkauan Islam. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan Sing a Song memiliki asal-usul yang dalam dalam sejarah pendidikan Islam dan bukan hanya ciptaan kontemporer. Dalam konteks pembelajaran abad 21, kemampuan guru untuk mengadaptasi dan mengembangkan metode pengajaran yang tepat dan selaras dengan karakteristk siswa menjadi faktor yang krusial. Menurut (Muharramah, 2. , integrasi musik dan lagu dalam pembelajaran dapat mengakomodasi gaya belajar siswa yang beragam, terutama bagi siswa dengan kecerdasan musikal yang Temuan ini diperkuat oleh studi (Viandi et al. ,2. Mereka mengklaim bahwa menggunakan musik sebagai alat pengajaran membantu melibatkan berbagai kecerdasan siswa, yang mengarah pada pengalaman pendidikan yang lebih kaya dan lebih relevan secara keseluruhan. Implementasi metode Sing a Song dalam pembelajaran PAI tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga memiliki potensi untuk memperkuat pemahaman konsep keagamaan dan internalisasi nilai-nilai Islam. (Samosir et al. ,2. Menurut temuannya, memasukkan lagu-lagu Islami ke dalam pelajaran PAI dapat membantu siswa lebih memahami konsep-konsep agama dan menumbuhkan ketaatan pada prinsipprinsip Islam. Perkembangan pengembangan metode Sing a Song yang lebih inovatif. Menurut (Pandu et al. Belajar dengan musik, jika digabungkan dengan teknologi audiovisual, bisa lebih berhasil daripada teknik tradisional. Seiring dengan kemajuan teknologi, hal ini menunjukkan bahwa pendekatan Sing a Song dalam pembelajaran PAI memiliki potensi pengembangan yang sangat besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan pendekatan pembelajaran Sing a Song pada PAI dengan tujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa sekolah dasar dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 seperti yang telah dijelaskan di atas. Untuk mengatasi kesulitan dalam mengajarkan Aqil Baligh dan ide-ide fikih abstrak lainnya, penelitian ini menciptakan model Sing a Song. Pendekatan ini menggunakan konten yang dibuat oleh siswa pada siklus kedua dan mengadaptasi musik yang sudah terkenal. Dengan sedikit keberuntungan, temuan penelitian ini akan membantu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan metodologi pembelajaran PAI yang lebih menarik, menghibur, dan inovatif. METODE Mengikuti kerangka kerja yang dikemukakan oleh Kemmis dan McTaggart, penelitian ini menggunakan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kela. Empat langkah utama dari siklus berulang model ini adalah persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi (Ayu Pramesti & Suci Qamaria, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu siswa lebih memahami materi PAI Aqil Baligh untuk meningkatkan hasil belajar mereka. Taktik pembelajaran yang inovatif dan interaktif digunakan untuk mencapai tujuan ini untuk memfasilitasi pemahaman konseptual yang lebih dalam. Delapan belas siswa yang terlibat penuh selama proses pembelajaran menjadi subjek penelitian. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang materi Aqil Baligh dan mempelajari tindakan mereka selama proses pembelajaran adalah tujuan utama dari proyek ini. Untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan dalam penelitian ini akurat dan dapat dipercaya, dua alat utama digunakan. Keterlibatan, interaksi, dan tingkat reaksi siswa selama proses pembelajaran didokumentasikan dalam lembar observasi, yang berfungsi untuk mengumpulkan data tentang kegiatan pembelajaran mereka. Pada saat yang sama, ujian penilaian diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar mereka. Ujian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan konseptual pasca-pembelajaran serta kinerja akademik mereka. Berdasarkan jenis data, dua metode berbeda digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Untuk menilai pola keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan temuan observasi, data observasi diperiksa secara kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Menghitung Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 nilai rata-rata dan persentase pencapaian memungkinkan analisis kuantitatif terhadap hasil tes, yang pada gilirannya memungkinkan pengukuran tingkat pengetahuan siswa tentang informasi yang diajarkan. Setelah tujuan-tujuan ini tercapai, penelitian tindakan kelas akan berakhir: . Pertama, dalam hal tingkat keaktifan siswa, yang harus meningkat 10% dari tahap sebelumnya dan tetap aktif secara konsisten. Kedua, dalam hal kinerja akademik mereka, nilai rata-rata hasil belajar mereka harus memenuhi atau melampaui batas minimum KKM sebesar 70% dan Ketiga, sesuai dengan standar ketuntasan klasikal, yang harus dipenuhi oleh tidak kurang dari 85% dari jumlah siswa. Dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan dalam penelitian sebelumnya, data yang dikumpulkan dari lembar observasi mengenai aktivitas instruktur selama proses pembelajaran dievaluasi. Tujuan dari analisis sistematis \ adalah untuk menilai tingkat keterlibatan, keampuhan teknik instruksional, dan metode pengajaran itu sendiri (Yusuf, 2. Efektivitas taktik pembelajaran yang digunakan dan sejauh mana siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran merupakan hasil yang diharapkan dari investigasi ini. Menurut (Ramazani et al. , 2. , kriteria aktivitas siswa diklasifikasikan menurut sejauh mana mereka berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Siswa dikategorikan Sangat Baik jika tingkat aktivitas mereka berkisar antara 76% hingga 100%, yang menunjukkan bahwa mereka secara aktif dan optimal berpartisipasi dalam pembelajaran mereka. Jika persentase siswa yang berpartisipasi aktif antara 51% dan 75%, kita dapat mengatakan bahwa mereka berada dalam kelompok Baik, yang menunjukkan bahwa mereka cukup terlibat tetapi mungkin bisa lebih dari itu. Cukup juga menunjukkan minat siswa dalam belajar, tetapi tidak cukup pada tingkat yang ideal. tingkat aktivitas mulai dari 26% hingga 50% termasuk dalam kategori ini. Sementara itu, siswa yang kurang baik adalah mereka yang tingkat aktivitasnya di bawah 25%, yang menunjukkan bahwa mereka tidak secara aktif terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri. Efektivitas pengajaran dan sejauh mana siswa secara aktif berpartisipasi di kelas dievaluasi dengan menggunakan karakteristik ini. Pada saat yang sama, skor ditentukan dengan menggunakan rumus berikut: Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Dengan menggunakan metode kuantitatif dan rumus yang ditentukan, penelitian ini menghitung nilai rata-rata hasil belajar siswa. Sementara itu, berikut ini adalah metode untuk menentukan proporsi siswa yang berhasil belajar: Keberhasilan pembelajaran dan sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai pada tingkat personal atau klasikal dapat dinilai dengan menggunakan rumus yang disebutkan di atas. Empat langkah utama dari model yang diusulkan oleh (Kemmis et al. menjadi kerangka kerja untuk penelitian tindakan ini. Dalam paradigma ini, melakukan tindakan dan mengumpulkan data melalui observasi dilakukan pada saat yang bersamaan. Sejauh mana kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan telah terpenuhi diukur melalui evaluasi yang dilakukan setelah setiap siklus Ketika setiap kriteria keberhasilan telah terpenuhi, maka siklus Namun jika tujuan tersebut masih belum terpenuhi, penelitian akan dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan harapan dapat menemukan solusinya. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Dalam upaya untuk membuat pembelajaran lebih efektif, metode ini menjamin pengembangan yang konstan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Tindakan Kegiatan pembelajaran PAI di kelas IV dilaksanakan satu kali dalam satu pekan yaitu hari Selasa dan Sabtu. Pembahasan Bab Aqil Baligh dimulai pada pertemuan ke 18 pada hari selasa, 05 November 2024. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dengan penyajian materi berupa slide ppt pada layar proyektor. Pada pertemuan ke 19, tepatnya pada hari Sabtu 09 November 2024 pembelajaran dikelas tetap menggunakan metode yang sama untuk melanjutkan pembahasan yang belum selesai. Setelah pembahasan Bab Aqil Baligh selesai pembelajaran di akhiri dengan evaluasi berupa test. Hasil tes pra tindakan . re tes. menunjukkan bahwa dari 18 siswa, terdapat 6 siswa . yang mencapai ketuntasan belajar, sementara untuk 11 siswa lainnya . ,7%) dinyatakan belum mencapai ketuntasan belajar. Nilai rata-rata siswa pada tes pra tindakan . re tes. adalah 58,9 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran PAI di SDN SUMBEREJO II, yaitu 70. Berdasarkan hasil nilai akhir siswa, dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat penguasaan awal peserta didik terhadap dalam menguasai materi Aqil Baligh sangat rendah maka dan peneliti akan melanjutkan ke tindakan siklus I. Siklus I Kegiatan Siklus I dilaksanakan pada pertemuan ke 20 d tepatnya tanggal 12 November 2024. Rangkaian kegiatan pembelajaran dimulai dengan guru menyampaian tujuan pembelajaran dan menjelasankan bahwa pembelajaran kali ini akan menggunakan metode Sing a Song. Langkah selanjutnya adalah guru mengenalkan sebuah lagu yang mengandung materi PAI bertema Akil Baligh. Materi lagu tersebut disajikan secara visual melalui layar proyektor. Partisipasi aktif siswa kemudian didorong melalui kegiatan bernyanyi bersama, yang dilaksanakan baik secara individual maupun dalam kelompok. Guru lalu memberikan penjelasan mengenai makna lirik lagu tersebut dan mengaitkan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 kandungan makna dengan konsep-konsep PAI yang relevan dengan topik Siswa pun diberi kesempatan untuk tampil di depan kelas menyanyikan lagu sekaligus menuliskan poin-poin penting materi yang terkandung di dalamnya pada papan tulis. Untuk memperdalam pemahaman siswa, guru mengadakan sesi tanya jawab terkait materi yang telah dipelajari melalui lagu, sebelum akhirnya menyimpulkan seluruh materi pembelajaran. Sebagai penutup, guru memberikan refleksi dan evaluasi berupa tes akhir siklus I (Post Tes. untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual. Sebelas siswa . ,1%) mencapai ketuntasan belajar, sementara tujuh siswa . %), berdasarkan temuan penilaian Siklus I, tidak memperoleh ketuntasan belajar saat menyelesaikan tes akhir (Post-Tes. Di SDN SUMBEREJO II. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran PAI adalah 70, sementara siswa pada Siklus I rata-rata memperoleh nilai 69,4. Oleh karena itu, pada siklus II, peneliti akan melakukan observasi lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dengan materi Aqil Baligh. Siklus II Kegiatan Siklus II dilaksanakan pada pertemuan ke 21 tepatnya hari Sabtu 13 November 2024. Pada siklus II, kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan pola yang serupa dengan siklus I. Perbedaannya terletak pada pengembangan aktivitas setelah kegiatan bernyanyi bersama. Setelah siswa diajak bernyanyi secara individu dan berkelompok, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok Setiap kelompok ditugaskan untuk menyusun lagu dengan melodi bebas sesuai kreativitas mereka, namun dengan ketentuan bahwa lirik yang diciptakan harus berkaitan dengan materi Aqil Baligh. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperdalam pemahaman tentang konsep Aqil Baligh, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan kolaborasi dalam kelompok. Pembelajaran diakhiri dengan guru memberikan refleksi dan evaluasi berupa tes (Post Test siklus II) untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual. Dari 18 siswa yang berpartisipasi dalam evaluasi akhir (Post-Tes. sebagai bagian dari Siklus II, 17 . tau 94,4% dari tota. telah mempelajari semua materi. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 dan hanya 1 . tau 5,6% dari tota. yang belum. Hal ini dikarenakan, sebagai siswa pindahan tahun pertama, ia masih berjuang dengan masalah yang berkaitan dengan membaca dan menulis. Nilai rata-rata siklus kedua sebesar 75 lebih tinggi dari KKM 81,1 untuk mata pelajaran PAI di SDN SUMBEREJO II, yang merupakan syarat kelulusan minimum. Dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI pada materi Aqil Baligh, maka penelitian dianggap selesai dan tuntas berdasarkan hasil akhir persentase ketuntasan belajar Tabel 1. Data Perbandingan Pra Tindakan. Siklus I, dan Siklus II Nama Siswa Abyan Nur Fadilla Pra Siklus I Siklus II Keterangan Meningkat Aditya Saputra Belum Akhmad Farras Satya Meningkat Aurelia Susanti Meningkat Daffa Aditya Pratama Meningkat Dekenzie Arzenio M Meningkat Dhiti Dwi I Meningkat Dwi Arinda Putri A Meningkat Elvina Najwah Meningkat Juwita Mahadevi F Meningkat Khalif Ibnu Rasendrya Meningkat Liannaka Syaqila R Meningkat Luthfia Zafirah Meningkat Nadhira Keyla Wijaya Meningkat Nadia Aisyah Putri Meningkat Najwa Kheynesfia R Meningkat Syafa Afifah A Meningkat Wina Methayani H Meningkat Tindakan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Jumlah Rata- rata Tabel 2. Data Presentase Ketuntasan Belajar Siswa Penelitian ini berhasil mencapai target dengan nilai rata-rata 81,1 pada siklus kedua, menunjukkan efektivitas intervensi dan perbaikan yang diterapkan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kemajuan nilai tes dari siklus ke siklus membuktikan bahwa penyesuaian metode pengajaran berdasarkan umpan balik dan evaluasi berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Dalam konteks Penelitian Tindakan Kelas (PTK), (Djamarah, 2. menjelaskan bahwa keberhasilan diukur melalui pencapaian target yang telah Siklus penelitian dianggap berhasil ketika hasilnya mencapai atau melampaui target, sedangkan hasil di bawah target mengindikasikan perlunya revisi strategi sebelum melanjutkan ke siklus berikutnya. Wawancara, observasi, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data untuk penelitian ini. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas teknik pembelajaran yang diterapkan dari perspektif siswa dan instruktur (Yusuf & Ag. Dokumentasi terdiri dari hasil tes dan rekaman kegiatan pembelajaran, sementara observasi dilakukan terhadap interaksi dan tingkat keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Sebagai contoh dari efek menguntungkan dari metode ini, seorang siswa mengatakan, "Bernyanyi membuat saya lebih mudah memahami dan menghafal pelajaran. Hasil ini konsisten dengan teori konstruktivisme, yang menyatakan bahwa pengetahuan siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran yang menggabungkan pengalaman nyata dan interaksi sosial (Piaget, 1. Temuan penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 yang menunjukkan keampuhan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam meningkatkan prestasi siswa. Efektivitas metode bernyanyi dalam peningkatan hasil belajar siswa didukung oleh berbagai penelitian (Astatik et al. , 2024. Khusna et al. , 2023. Nuraini et al. , 2. yang mengonfirmasi bahwa metode ini dapat meningkatkan hasil belajar dan pemahaman siswa. Hal ini sejalan dengan pengalaman guru kelas II yang menekankan bahwa pendekatan pembelajaran interaktif seperti bernyanyi sangat membantu pemahaman siswa. Keberhasilan metode ini dibuktikan dengan pencapaian nilai yang melampaui target pada siklus kedua. Penyesuaian strategi dan perbaikan pembelajaran yang signifikan. Salah satu siswa menyatakan, "Bernyanyi membuat saya lebih mudah memahami dan menghafal pelajaran" yang menunjukkan dampak positif dari metode yang digunakan. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme oleh Jean Piaget yang menyatakan bahwa pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung dan interaksi sosial dapat meningkatkan pemahaman siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat literatur sebelumnya yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. KESIMPULAN Pada topik PAI kelas IV, menggunakan pendekatan pembelajaran Sing a Song untuk mengulas materi Aqil Baligh telah meningkatkan kinerja siswa, sesuai dengan penelitian dan diskusi yang telah dilakukan sebelumnya. Peningkatan dramatis dalam proporsi ketuntasan dari tahap pra-tindakan ke siklus II adalah Dengan gaya ceramah tradisional, hanya enam dari delapan belas siswa yang mampu mencapai tingkat kelulusan 33,3% pada tahap pra-tindakan. Sebelas dari delapan belas siswa, atau 61,1% dari kelas, mampu menyelesaikan siklus pertama setelah menggunakan teknik Sing a Song. Pada siklus II, dengan penambahan latihan bernyanyi dan tugas membuat lagu secara berkelompok, terjadi peningkatan yang signifikan. 17 dari 18 siswa mencapai tingkat ketuntasan Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 94,4%. Pengetahuan konsep, kreativitas, dan daya ingat siswa meningkat dengan modifikasi yang diterapkan pada siklus II, yang memungkinkan mereka untuk bekerja dalam kelompok untuk membuat lagu dengan lirik yang berhubungan dengan materi Aqil Baligh. Penelitian menunjukkan bahwa siswa belajar materi Aqil Baligh dengan lebih efektif dalam lingkungan belajar yang menarik dan menyenangkan yang menggabungkan musik dan kegiatan kelompok. REFERENSI