SOSIALISASI DAN EDUKASI PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN PADA SEKOLAH MA UMMUSSABRI KENDARI SEBAGAI DETEKSI DINI ANEMIA Asni Ramayana Tina1,Titi Purnama1. Wa Ode Gustiani Purnamasari1. Erick Erianto Arif1. Sugireng1 Program Studi Sarjana TerapanTeknologi Laboratorium Medis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Mandala Waluya ABSTRAK Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di Indonesia, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Pola makan yang kurang seimbang, kebiasaan melewatkan waktu makan, serta minimnya pengetahuan tentang gizi seringkali menyebabkan remaja berisiko mengalami anemia. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunnya prestasi akademik guru ataupun siswa di sekolah. MA Ummusabri Kendari sebagai salah satu institusi pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kadar Hb. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kejadian anemia pada guru ataupun siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kadar Hb melalui pola makan sehat dan gaya hidup yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tahapan observasi, sosialisasi dan pemeriksaan langsung kadar Hb pada guru dan juga siswa yang berada di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan Sebagian besar responden memiliki kadar Hb normal yaitu berjumlah 21 orang . %). Kata kunci: Kadar Hb. Guru. Siswa. MA Ummusabri ABSTRACK Anemia remains a significant public health problem in Indonesia, particularly among adolescents and young adults. Unbalanced dietary patterns, the habit of skipping meals, and limited knowledge about nutrition often place adolescents at risk of developing anemia. This condition can lead to decreased learning concentration, fatigue, and reduced academic performance among both teachers and students in schools. MA Ummusabri Kendari, as an educational institution, plays an important role in supporting the health of its students. Based on this situation, promotive and preventive efforts are needed through community service activities in the form of hemoglobin (H. level examinations. This activity aims to detect anemia early among teachers and students while also providing education on the importance of maintaining adequate Hb levels through a healthy diet and lifestyle. The community service program consists of several stages, including observation, socialization, and direct Hb examinations for teachers and students within the school environment. The results of this activity showed that the majority of respondents had normal Hb levels, totaling 21 individuals . %). Keywords: Hemoglobin Levels. Teachers. Students. MA Ummusabri PENDAHULUAN Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Menurut data WHO secara global, kasus anemia mempengaruhi 1,62 miliar orang atau sesuai dengan 24,8% dari populasi (Ernawati et al. , 2. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. terdapat 21,7% penduduk dengan kadar hemoglobin yang kurang dari batas normal dengan proporsi 20,6% di perkotaan dan 22,8% di pedesaan serta 18,4% laki laki dan 23,9% perempuan. Anemia masih cukup tinggi dengan hasil yang menunjukkan 21,70% pada semua kelompok umur (Safitri et al. Anemia bukan merupakan diagnosis, tapi merupakan kumpulan gejala dari suatu penyakit. Anemia kerap kali dianggap sebagai penyakit biasa. Ketika mengalami gejala kurang darah seperti lelah, lesu, pucat, dan berkeringat dingin, banyak orang mengabaikannya. Padahal jika tidak segera ditangani dan diatasi, kondisi ini bisa menimbulkan dampak yang lebih serius terhadap kesehatan (Rahman et al. , 2. Pemeriksaan hematologi sangat penting dalam menentukan diagnosa suatu Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit sebagai skrining awal terjadinya anemia. Waktu dan kapasitas kerja nelayan yang dilakukan di malam hari beresiko untuk terjadi anemia, karena kurangnya jam tidur, pola makan yang tidak teratur, dan kebutuhan nutrisi yang cukup (Ernawati et al. , 2. Kekurangan nutrisi dapat berupa rendahnya asupan zat besi yang dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi. Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (H. dalam darah dibawah normal yang diakibatkan oleh defisiensi salah satu atau beberapa zat gizi yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan Hemoglobin dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi adalah asupan protein yang rendah (Hidayat et al. , 2. Kadar hemoglobin yang mengalami penurunan dalam sel darah merah menjadi penyebab utama anemia . urang dara. Menurunnya hemoglobin menunjukkan rendahnya tingkat oksigen yang ada dalam darah sering menyebabkan sesak nafas. Kekurangan oksigen dalam darah akan memperberat daya kerja jantung. Dapat menimbulkan gejala seperti jantung berdebar dan nyeri dada (Gardner et al. , 2. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. Anemia disebabkan karena kurangnya menkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan dikuti gejala yang ditandai oleh penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit dan hematokrit (Hidayat et al. , 2. METODE Kegiatan hemoglobin secara langsung menggunakan alat POCT dan hasilnya dapat dengan cepat didapatkan HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1 dan 2. Pemeriksaan Kadar Hb pada Madrasah Aliyah Ummusabri Kendari Karakteristik responden berdasarkan umur Rentang Umur Jumlah Persentase (%) Total Responden dalam pengabdian ini menunjukkan umur dengan jumlah terbanyak berada pada rentang umur 26-35 tahun yaitu 12 orang . %). Sedangkan jumlah umur terkecil berada pada rentang umur 46-55 tahun yaitu 1 orang . %) Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Responden dalam pengabdian ini menunjukkan jumlah responden laki laki yaitu 6 orang . %). Sedangkan perempuan berjumlah 19 orang . %) Hasil Pemeriksaan Kadar Hb Kadar HB Jumlah Persentase (%) Rendah Normal Tinggi Total Hasil pemeriksaan kadar Hb menunjukkan Sebagian besar responden memiliki kadar Hb pada rentang normal yaitu berjumlah 21 orang . %). Kadar Hb pada kategori rendah dan tinggi memiliki nilai yang sama yaitu 2 orang . %). Pemeriksaan kadar hemoglobin (H. merupakan salah satu langkah penting dalam upaya deteksi dini anemia pada umur dewasa ataupun remaja, khususnya di lingkungan sekolah seperti MA Ummusabri Kendari. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran guru ataupun siswa terhadap pentingnya kesehatan darah. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia, terutama akibat pola makan yang tidak seimbang, kurangnya asupan zat besi, serta faktor gaya hidup. Melalui pemeriksaan Hb secara langsung, siswa dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan maupun penanganan yang tepat. Hasil dari kegiatan pemeriksaan Hb ini tidak hanya memberikan gambaran status kesehatan guru ataupun siswa, tetapi juga menjadi dasar dalam memberikan edukasi terkait pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan suplemen zat besi jika Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peran aktif pihak sekolah dalam memantau kesehatan siswa secara berkala. Dengan adanya kolaborasi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan siswa, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan, serta mampu menurunkan prevalensi anemia di kalangan remaja di MA Ummusabri Kendari KESIMPULAN Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini adalah telah dilakukan pemeriksaan kadar hb darah pada guru dan siswi pada sekolah Madrasah Aliyah Ummusabri Provinsi Sulawesi Tenggara. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada Yayasan Mandala Waluya Kendari dan Prodi STR TLM yang telah memberikan pendanaan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Serta kepada Kepala Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ummusabri Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah menjadi Lokasi pengabdian. DAFTAR PUSTAKA