Jurnal Media Teknik & Sistem Industri Vol. http://jurnal. id/index. php/JMTSI e-issn: 2581-0561 p-issn: 2581-0529 DOI : 10. 35194/jmtsi. Identifikasi dan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. pada Proses Instalasi Hydraulic System Menggunakan Metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesmen. di PT. HPP Muhamad Bob Anthony Teknik Industri Universitas Serang Raya Jalan Raya Cilegon Km. 5 Banten 42162. Indonesia Email : tonipbmti@gmail. Identification and Analysis of Occupational Health and Safety (OHS) Risks in the Hydraulic System Installation Process Using HIRA (Hazard Identification and Risk Assessmen. Method at PT. HPP Dikirimkan: 08, 2020. Diterima: 09, 2020. Dipublikasikan: 09, 2020. AbstractAi This study aims to determine the risk value of potential occupational hazards and the level of potential risk of occupational hazards and to determine the potential occupational hazards that can cause occupational accidents at PT. HPP which is engaged in consulting services as well as implementation in the field of hydraulic of heavy equipment. This study uses an approach with the HIRA (Hazard Identification and Risk Assessmen. method to calculate the values of risk before there is control . asic ris. until after controlling for the risk . xisting ris. The results of research on the work process activities at the hydraulic system facilities in heavy equipment of PT. HPP found that 33 basic risks consisting of acceptable categories of 3 risks . 09%), priority 3 categories of 8 risks . 24%), substantial categories . of 8 risks . , 24%), priority 1 category was 5 risks . 15%) and very high category was 9 risks . 27%). After controlling for the existing risk, there is a reduction in risk, namely acceptable category as much as 3 risks . 09%), priority category as much as 8 risks . 24%), substantial category . as much as 8 risks . 24%), priority 1 category 5 risks . 15%) and very high category 9 risks . 27%). KeywordsAi basic risk, existing risk. HIRA. AbstrakAi Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan level risiko potensi bahaya kerja serta mengetahui potensi bahaya kerja dominan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di PT. HPP yang bergerak di bidang jasa konsultasi maupun pelaksanaan di bidang peralatan hydraulic alat berat . eavy equipmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesmen. untuk menghitung nilai-nilai risiko sebelum ada pengendalian . asic ris. sampai setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko . xisting ris. Hasil penelitian dari kegiatan proses kerja pada fasilitas system hydraulic di peralatan berat . eavy equipmen. PT. HPP ini didapatkan 33 basic risk yang terdiri dari kategori dapat diterima . sebanyak 3 risiko . ,09%), kategori priority 3 sebanyak 8 risiko . ,24%), kategori substantial . sebanyak 8 risiko . ,24%), kategori priority 1 sebanyak 5 risiko . ,15%) dan kategori very high sebanyak 9 risiko . ,27%). Setelah dilakukan pengendalian terhadap risiko . xisting ris. didapatkan penurunan resiko yaitu kategori yang dapat diterima . sebanyak 3 risiko . ,09%), kategori priority 3 sebanyak 8 risiko . ,24%), kategori substantial . sebanyak 8 risiko . ,24%), kategori priority 1 sebanyak 5 risiko . ,15%) dan kategori very high sebanyak 9 risiko . ,27%). Kata kunciAi HIRA, risiko dasar, risiko yang ada. PT. HPP adalah sebuah perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa konsultasi maupun pelaksanaan di bidang peralatan hydraulic system alat berat . eavy equipmen. PT. HPP mengalami banyak kecelakaan kerja pada kuartal pertama tahun berjalan dan ini menyebabkan kerugian secara langsung maupun tidak langsung bagi Secara langsung, perusahaan harus mengganti kerusakan yang ada dan juga memberikan biaya pengobatan serta perawatan. Sementara secara tidak langsung, perusahaan mengalami ketidakproduktifan yang diakibatkan karena pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tidak dapat berkontribusi pada perusahaan. Lebih jauh lagi, kecelakaan kerja mengakibatkan kegiatan operasional berhenti karena alat, mesin dan pekerja yang mengalami gangguan . PENDAHULUAN Manusia sebagai tenaga kerja selalu berhubungan dengan mesin, peralatan dan tempat kerja yang kemungkinan akan menimbulkan risiko kerja. Setiap tempat kerja selalu Besarnya risiko yang terjadi tergantung dari jenis industri, teknologi serta upaya pengendalian risiko yang dilakukan. Potensi bahaya banyak terdapat di tempat kerja dan mengakibatkan kerugian baik dari perusahaan, pekerja maupun terhadap masyarakat sekitar. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. merupakan sarana utama untuk pencegahan kecelakaan kerja, cacat dan kematian sehingga akibat kecelakaan kerja yang bersumber dari potensi bahaya yang ada dapat Keselamatan dan kesehatan kerja (K. adalah suatu kondisi kerja yang terbebas dari risiko kecelakaan yang dapat mengakibatkan cidera, penyakit, kerusakan serta gangguan Kondisi kerja tersebut merupakan hak dari setiap pekerja yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan. Salah satu tujuan K3 adalah untuk mencapai zero accident . Pada umumnya kecelakaan kerja dapat di sebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan Faktor manusia yaitu kekurang hatihatian serta tindakan dari manusia yang tidak di sengaja melanggar peraturan keselamatan kerja sedangkan faktor lingkungan adalah tindakan yang tidak aman dari lingkungan kerja antara lain meliputi mesin-mesin dan peralatan kerja . Sasaran utama program K3 adalah mengelola risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan melalui proses identifikasi bahaya, penilaian risiko dan Identifikasi bahaya dapat mengurangi peluang terjadinya kecelakaan karena identifikasi bahaya berkaitan dengan faktor penyebab kecelakaan . Dengan melakukan identifikasi bahaya maka sumber-sumber bahaya kecelakaan dapat ditekan . Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) merupakan salah satu metode identifikasi kecelakaan kerja dengan penilaian risiko sebagai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) merupakan salah satu metode untuk memudahkan identifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko serta memberikan upaya pengendalian sesuai dengan tingkat risiko untuk menurunkan potensi bahaya . TABEL I KECELAKAAN KERJA DI PT. HPP Kasus Kematian Cacat Kasus Hilang Kerja Kasus Perawatan Medis Kotak P3K Api Atau Ledakan Polusi Lingkungan Hampir Terjadi Kecelakaan Kasus Hari Kerja Terbatas Jumlah Januari Bulan Februari Maret Dengan masih banyaknya kasus-kasus kecelakaan kerja yang terjadi, maka sangatlah diperlukan suatu penelitian yang dapat mengidentifikasi dan menganalisa bahaya Dengan mengidentifikasi dan menganalisa potensi bahaya tersebut, pihak perusahaan dapat melakukan usaha mitigasi terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi dan pemerintah sebagai regulator dapat melakukan pengawasan dan penekanan terhadap penerapan peraturan kesehatan dan keselamatan pekerja. Hasil kajian riset ini dapat menjadi benchmarking studi keselamatan dan kesehatan kerja (K. di Indonesia dan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak manajemen internal PT. HPP dan pemerintah sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para pekerja dalam Anthony melakukan kegiatan pekerjaan dalam ruang lingkupnya masing-masing. dari suatu II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PT. HPP yang bergerak dibidang jasa konsultasi maupun pelaksanaan di bidang peralatan hydraulic system alat berat . eavy equipmen. Objek yang diteliti adalah bahaya dan risiko yang terdapat dalam proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. PT. HPP dan data yang diambil adalah data laporan perusahaan pada fasilitas hydraulic system tersebut. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode Hazard Identifications and Risk Assessment (HIRA) yang terdiri dari mengidentifikasi bahaya dan penilaian tingkat risiko dengan menghitung nilai risk level. Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari data primer maupun sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara serta melakukan diskusi dengan karyawan di PT. HPP pada fasilitas hydraulic system untuk mendapatkan hasil mengenai kemungkinan dan dampak risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K. Data sekunder di diperoleh dari dokumendokumen serta catatan-catatan perusahaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti dan keselamatan dan kesehatan kerja (K. serta dari sumber atau data lain sebagai pelengkap penelitian ini. Pengolahan menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan matriks risiko yang telah ditetapkan. Proses identifikasi menggunakan HIRA adalah identifikasi bahaya, analisa risiko dan menetapkan tindakan pengendalian. lebih dari $1juta, yang sangat Disaster Bersifat $500. Very Serious Terjadi yang tidak $50. Serious Terjadi yang serius, cidera dan an penyakit buruk pada $5. Important Membutuh Risk = C . x E . x P . Keterangan : Risk adalah risiko C . adalah akibat yang mungkin ditimbulkan dari suatu peristiwa E . adalah frekuensi pemaparan terhadap bahaya atau sumber resiko P . adalah kemungkinan terjadinya TABEL II CONSEQUENCE Faktor Tingkatan Deskripsi Rating Consequence . kibat yang Catastrophe Kerusakan fatal/parah tetapi tidak $5005. Noticeable TABEL IV PROBABILITY Terjadi cidera/peny akit ringan, kurang dari $500, ringan atau proses kerja tetapi tidak Faktor Tingkatan Deskripsi Rating Probability . emampua n terjadinya Almost Certain Kejadian yang paling sering Likely Kemungkinan kecelakaan 50% Unusual but Tidak biasa, dapat terjadi Remotely Suatu kejadian yang sangat kecil Concievable Tidak pernah terjadi kecelakaan dalam tahun-tahun pemaparan tapi mungkin terjadi Pratically Sangat mungkin tidak terjadi TABEL i EXPOSURE Faktor Tingkatan Deskripsi Rating Exposure . rekuensi Continously Sering terjadi dalam satu hari Terjadi kirakira satu kali dalam sehari Occationally Terjadi satu kali seminggu sampai satu kali sebulan Infrequent Terjadi satu kali sebulan sampai satu kali setahun Diketahui Tidak Frequently Rare Very Rare Selanjutnya untuk melihat tingkat risiko . isk leve. setelah melakukan perhitungan risk dapat menggunakan pada tabel dibawah ini : TABEL V LEVEL RISIKO Tingkat Comment Action >350 Very High Penghentian aktivitas, risiko dikurangi hingga batas yang bisa Priority 1 Perlu penanganan secepatnya Substansial . Mengharuskan secara teknis Priority 3 Perlu diawasi dan diperhatikan secara berkesinambungan <20 Acceptable Insensitas menimbulkan risiko dikurangi seminimal mungkin ada perbaikan Anthony Setelah melakukan penghitungan tingkat risiko dengan menghitung nilai risiko, tahapan selanjutnya melakukan analisis tingkat risiko dengan melakukan pengelompokan dan membuat mitigasi atau pengendalian tambahan . dditional contro. untuk mencegah atau meminimalisasi kecelakaan kerja pada instalasi hydraulic system. Pembongkaran konektor bekas hazard fisik : terkena mata hazard fisik : terpapar bising hazard fisik : terpapar hazard fisik : terkena percikan api hazard fisik : mata terkena Risk reduction = . asic level x existing level x 100%) : basic level . hazard fisik : tangan terpalu hazard fisik : kaki terpahat i. HASIL PENELITIAN Penilaian risiko dibuat dengan mengalikan faktor dampak . , paparan . dan kemungkinan . risiko semua proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. PT. HPP. Nilai basic risk menggambarkan risiko dasar yang ada di tempat kerja sedangkan nilai existing risk menggambarkan tingkat risiko yang ada dengan pertimbangan tindakan pengendalian telah Di bawah ini merupakan data-data potensi bahaya . proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. PT. HPP yang didapat dari hasil penelitian dan wawancara dengan pekerja TABEL VI IDENTIFIKASI BAHAYA Urutan Aktivitas Pekerja mengukur panjang hose hydraulic yang akan digunakan Memotong hose hydraulic sesuai panjang / ukuran yang akan Penyerutan ujung hose hydraulic sillet cutter Penghalusan ujung konektor Hazard hazard mekanik : tergores hazard mekanik: terkena mata hazard fisik : terpapar bising hazard fisik : terpapar getaran hazard mekanik : terkena percikan api hazard fisik : mata terkena serpihan hose hazard fisik : terpapar asap pemotongan hose hazard fisik : tangan terkena sillet cutter hazard mekanik : sillet cutter patah mengenai kaki hazard mekanik : terkena mata gerinda hazard fisik : terpapar bising hazard fisik : terpapar hazard fisik : mata terkena serpihan besi Penekanan . klem dan konektor pada hose Pemasangan spring atau pelindung hose Menaiki tangga Mengendurkan dan memasang hose hydraulic dari heavy . Melepas hose hydraulic dari heavy equipment . Melepas hose hydraulic dari heavy equipment . ump truc. Melepas dan hose hydraulic pada heavy . hazard fisik : tangan tertusuk kawat hazard mekanik : selang mesin press pecah hazard fisik : tangan terjepit hazard mekanik : terjatuh dari hazard mekanik : oli mengenai wajah hazard fisik : kaki tertimpa hazard fisik : hose menimpa pekerja lain hazard mekanik : tertimpa bak dump truck hazard fisik : kepala terbentur body loader hazard fisik : tangan terkena mesin panas Mengangkat hose hydraulic baru ke atas menggunakan hazard ergonomi : manual Pelepasan dan pemasangan hose hydraulic pada heavy equipment . Mengangkat hose hydraulic baru ke atas crane. hazard fisik : pekerja terjatuh hazard mekanik : terjatuh dari tangga hazard ergonomi : manual hazard mekanik : hose menimpa pekerja TABEL VII ANALISA RISIKO BASIC RISK Risiko Basic Risk level 1 Tergores 2 Terkena Terpapar Terpapar Terkena Terpapar an hose Mata 3 Tangan Sillet 4 Terkena Mata 5 Terkena Terpapar Terpapar Terkena Mata Tangan Kaki 6 Tangan Selang very high very high very high very high very high very high very high very high 7 Tangan 8 Pekerja 9 Oli Kaki 10 Hose 11 Manual Pekerja 12 Tertimpa bak dump 13 Terbentur Tangan 14 Pekerja 15 Manual Hose very high Berdasarkan tabel di atas, didapatkan bahwa risiko proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. PT. HPP masih cukup tinggi. Oleh karena itu. PT. HPP harus melakukan mitigasi risiko agar proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. dalam kondisi aman dan dapat diterima . Berikut ini mitigasi atau pengendalian tambahan . dditional contro. yang diberikan agar proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. dalam kondisi aman dan dapat diterima . tergores meteran . JSA . ob safety analysi. LMRA . ast minute risk assesmen. dan tool box meeting sebelum pekerjaan dimulai. PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. terkena mata gerinda . pemasangan pelindung . gerinda selama pekerjaan dilakukan. Anthony . JSA . ob safety analysi. LMRA . ast minute risk assesmen. dan tool box meeting sebelum pekerjaan dimulai. PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. terpapar bising . Pemeriksaan kebisingan secara berkala dan melakukan proteksi area dari kebisingan. Penggunaan ear plug atau earmuff selama pekerjaan berlangsung untuk mengurangi terpapar getaran . melakukan pembatasan dalam jam kerja atau dilakukan secara bergantian. PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. terkena percikan api . PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. memasang fire blanket. menggunakan pakaian coverall . engan dan celana panjan. terpapar asap pemotongan hose . pekerjaan dilakukan di area terbuka atau membuat kubikal yang dilengkapi blower. menggunakan half masker respirator selama pekerjaan. mata terkena serpihan hose . pemasangan pelindung . gerinda selama pekerjaan dilakukan. PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. mengatur posisi agar berlawanan dengan arah angin. tangan terkena sillet cutter . pemasangan pelindung . selama pekerjaan dilakukan. PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang sillet cutter mengenai kaki . mengatur jarak aman dan posisi saat . PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. tangan terpalu . gunakan palu nonspark. mengatur jarak aman dan posisi saat kaki terpahat . pemasangan pelindung . selama pekerjaan dilakukan. mengatur jarak aman pekerjaan dan memakai PPE . ersonal protection equipmen. sesuai PPE matrix. tangan tertusuk kawat . mengatur jarak aman pekerjaan dan memakai PPE . ersonal protection equipmen. sesuai PPE matrix. selang mesin press pecah . melapisi selang mesin press dengan spring . elindung hos. melakukan pengecekan peralatan sebelum tangan terjepit . PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. pekerja terjatuh dari tangga . menggunakan three point contact selama pekerjaan dan safety body harness jika . melakukan pelatihan bekerja di atas ketinggian sebelum pekerjaan dimulai. oli mengenai wajah . melakukan pengecekan sebelum pekerjaan dimulai dan memastikan bahwa area kerja . PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. kaki tertimpa kunci . memastikan area aman sebelum bekerja dan mengatur jarak aman saat bekerja. PPE . ersonal protection equipmen. harus digunakan selama pekerjaan dilakukan sesuai PPE matrix. hose menimpa pekerja lain . melakukan LMRA . ast minute risk assesmen. sebelum pekerjaan dimulai . memastikan area kerja aman dan melakukan koordinasi antara pekerja. pengaturan pekerja dilapangan saat ada pekerjaan yang bersamaan . imultaneous manual lifting . pengangkatan disesuaikan dengan JSA . beban dan jumlah pekerja saat melakukan manual lifting harus sesuai dengan peraturan perundangan. tertimpa bak dump truck . memastikan area kerja aman dan melakukan koordinasi antara pekerja . membuat double penopang besi. melakukan isolasi area kerja. terbentur body loader . memberikan warna yang mudah lihat selama pekerjaan dan memberikan tanda peringatan di depan peralatan tersebut. tangan terkena mesin panas loader . melakukan isolasi area dan memberikan tanda petunjuk . mengatur jarak aman saat pekerjaan pekerja terjatuh . melakukan pelatihan bekerja di atas ketinggian sebelum pekerjaan dimulai. membuat emergency response plan dan drill . atihan tanggap darura. menggunakan full body harness untuk mencegah terjadinya pekerja terjatuh. hose menimpa pekerja . melakukan LMRA . ast minute risk assesmen. sebelum pekerjaan dimulai . memastikan area aman sebelum bekerja dan melakukan isolasi terhadap area kerja. PPE . ersonal protection equipmen. sesuai dengan PPE matrix. TABEL Vi ANALISA RISIKO EXISTING RISK Risiko Existing Tergores Terkena mata gerinda Terpapar Terpapar Terkena percikan api Terpapar Mata terkena serpihan besi Tangan terkena sillet Sillet cutter Terkena mata gerinda Mata terkena serpihan besi Terkena mata gerinda Terpapar Acceptable Priority 3 Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Risk level Acceptable Acceptable Acceptable Priority 3 Acceptable Priority 3 Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable Acceptable TABEL IX RISK REDUCTION Terpapar Terkena percikan api Mata terkena serpihan besi Tangan Kaki Tangan Selang mesin press Tangan Pekerja dari tangga Oli Kaki Hose pekerja lain Manual Pekerja terjatuh dari Tertimpa bak dump Terbentur body loader Tangan mesin panas Pekerja Manual Hose Risiko Risk level Risk reduction Tergores meteran Acceptable 83,33 % Terkena mata gerinda Priority 3 83,33 % Terpapar bising Acceptable 97,78 % Terpapar getaran Acceptable 97,78 % Terkena percikan api Acceptable 83,33 % Anthony Acceptable 96,67 % Acceptable Acceptable 83,33 % Acceptable Terpapar asap pemotongan hose Mata terkena serpihan besi Tangan terkena sillet Sillet cutter patah mengenai kaki Terkena mata gerinda Priority 3 83,33 % Acceptable Mata terkena serpihan besi Terkena mata gerinda Priority 3 83,33 % Terpapar bising Acceptable 97,78 % Terpapar getaran Acceptable 97,78 % Terkena percikan api Acceptable 83,33 % Mata terkena serpihan besi Tangan terpalu Acceptable Acceptable Kaki terpahat Acceptable 98,33 % Tangan tertusuk Selang mesin press Tangan terjepit Acceptable 83,33 % Acceptable 98,89 % Acceptable Pekerja terjatuh dari Oli mengenai wajah Acceptable 96,67 % Acceptable 93,33 % Kaki tertimpa kunci Acceptable 83,33 % 10 Hose menimpa pekerja lain 11 Manual lifting Acceptable 96,67 % Acceptable Pekerja terjatuh dari 12 Tertimpa bak dump 13 Terbentur body Tangan terkena mesin panas 14 Pekerja terjatuh Acceptable 96,67 % Acceptable 83,33 % Acceptable Acceptable Acceptable 99,33 % 15 Manual lifting Acceptable Hose menimpa Acceptable perhitungan dari risiko dasar yang ada . asic ris. sebagai berikut: Acceptable = Priority 3 Subtantial Priority 1 Very high Gambar 1. Hasil penilaian basic risk Hasil penilaian basic rick menunjukkan bahwa risiko yang berada pada kategori dapat diterima . sebanyak 3 risiko . ,09%), kategori priority 3 sebanyak 8 risiko . ,24%), kategori substantial . sebanyak 8 risiko . ,24%), kategori priority 1 sebanyak 5 risiko . ,15%)dan kategori very high sebanyak 9 risiko . ,27%). Gambar 2. Hasil penilaian existing risk Dengan beberapa tindakan pengendalian yang dilakukan, maka dapat dihitung existing risk. Hasil dari perhitungan adalah sebagai berikut: IV. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 33 macam risiko sebagai hasil kategori priority 1 sebanyak 5 risiko . ,15%) dan kategori very high sebanyak 9 risiko . ,27%). Risiko terbesar . ery hig. sebelum dilakukan pengendalian risiko . asic ris. adalah pada proses memotong hose hydraulic sesuai panjang/ukuran yang akan pembongkaran konektor bekas, penekanan . klem dan konektor pada hose hydraulic serta melepas dan memasang hose hydraulic pada heavy equipment . , . Dari hasil perhitungan setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi risiko . xisting ris. , didapatkan bahwa risiko yang berada pada kategori yang dapat di terima . sebanyak 30 risiko . ,91%) dan priority 3 sebanyak 3 risiko . ,09%) sedangkan kategori priority 1, substansial dan kategori very high risk hilang setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi resiko. Hasil perhitungan jika dilakukan pengendalian atau mitigasi risiko . xisting ris. menunjukkan bahwa semua risiko yang ada di proses kerja pada fasilitas hydraulic system di peralatan berat . eavy equipmen. PT. HPP dinyatakan terkendali dan tindakan untuk melakukan pengendalian atau mitigasi resiko jauh lebih kecil dibandingkan dengan sebelumnya. Acceptable = Priority 3 Berdasarkan Gambar 2 hasil dari penilaian existing risk, risiko yang berada pada kategori dapat di terima . sebanyak 30 risiko . ,91%) dan priority 3 sebanyak 3 risiko . ,09%) sedangkan kategori priority 1, substansial dan kategori very high risk telah hilang setelah dilakukan pengendalian atau mitigasi resiko. Perbandingan dari basic risk dan existing risk dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 3. Perbandingan basic risk dan existing risk REFERENSI