Journal of Pharmaceutical Care and Sciences e-ISSN : 2828-4828 DOI :10. 33859/jpcs VOL 4 . 2023 : 121-128 | DOI : 10. 33859/jpcs. FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK BODY WASH EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L. Vikri Haikal Rivani. Mia Audina. Nur Hidayah. Setia Budi. 1 Program Studi Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia. Jalan Pramuka No. 02 KM. Banjarmasin. Indonesia 2 Program Studi Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia. Jalan Pramuka No. 02 KM. 06, . Banjarmasin. Indonesia 3 Program Studi Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia. Jalan Pramuka No. 02 KM. 06, . Banjarmasin. Indonesia 4 Program Studi Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia. Jalan Pramuka No. 02 KM. 06, . Banjarmasin. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Submitted: 15-09-2023 Revised: 28-11-2023 Accepted: 30-11-2023 Latar belakang: Body wash dibuat dengan menambahkan bahan aktif antibakteri untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme. Senyawa metabolit antibakteri yang dimiliki ekstrak etanol 70% bunga telang yaitu saponin, tanin, terpenoid, alkaloid dan flavonoid. Tujuan: Mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi natrosol 0,5%, 1% dan 1,5% terhadap stabilitas formulasi sediaan body wash ekstrak bunga telang Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasy-experimental dengan rancangan penelitian one-grup pretest-posttest design. Hasil: Stabilitas organoleptis ketiga formula stabil konsisten dan memiliki warna biru keunguan, bau khas bunga telang. Ketiga formula stabil homogen. Stabilitas tinggi busa dan viskositas ketiga formula stabil dan memenuhi Stabilitas pH ketiga formula memenuhi rentang syarat. Simpulan: Variasi konsentrasi natrosol berpengaruh terhadap uji stabilitas evaluasi pH dan tidak berpengaruh terhadap uji stabilitas organoleptis, homogenitas, tinggi busa, viskositas dan tipe emulsi. Formulasi yang paling optimal adalah formulasi II . %) *Corresponding author Vikri Haikal Rivani Email: vikrihaikal54@gmail. DOI : 33859/jpcs. Kata Kunci: Body wash, ekstrak etanol bunga telang, natrosol, stabilitas. ABSTRACT Background: Body wash is made by adding antibacterial active ingredients to suppress the growth of microorganisms. Antibacterial metabolite compounds owned by 70% ethanol extract of butterfly pea flowers are saponins, tannins, terpenoids, alkaloids and flavonoids Objective: Knowing the effect of differences in natrosol concentrations of 0. 1% and 1. 5% on the stability of body wash formulations of butterfly pea flowers Methods: The research method used is quasy-experimental with a one-group pretest-posttest design Results: The organoleptical stability of the three stable formulas is consistent and has a purplish-blue color, the characteristic smell of falcon flowers. All three stable formulas are homogeneous. The high stability of foam and viscosity of the three formulas are stable and qualified. The pH stability of all three formulas meets the qualifying range. Conclusion: Variations in natrosol concentration affect the stability test of pH evaluation and have no effect on organoleptis stability tests, homogeneity, foam height, viscosity and emulsion type. The most optimal formulation is formulation II . %) Keywords: body wash, butterfly pea flowers, natrosol, stability https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang. PENDAHULUAN Salah satu organ terbesar dari manusia adalah kulit, berat rata-ratanya terhitung 10% dari massa tubuh dan menutupi hampir 2 m2 luas permukaan seluruh tubuh. Kulit sangat berkaitan erat dengan masalah jerawat dan bau badan, hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pada manusia berupa kurangnya percaya diri dan mengganggu aktivitas (Putri et al. , 2. Masalahmasalah tersebut bisa terjadi karena adanya mikroorganisme seperti bakteri Staphylococcus epidermis. Staphylococcus aureus. Pseudomonas aeruginosa, dan Streptococcus pyogenes yang dapat menyebabkan jerawat dan bau badan (Hasrianti et al. , 2. Untuk menekan laju penyebaran mikroorganisme di kulit umumnya diatasi dengan penggunaan sabun. Sabun dikenal menjadi 2 jenis yaitu sabun cair dan sabun batang . Sabun cair lebih banyak diproduksi dibandingkan dengan sabun batang menurut data dari PT. Era Ventura Indonesia perkembangan industri sabun cair lebih tinggi 8,4% dibanding sabun batang yang mengalami kenaikan sebesar 0,3% (Putra et al. , 2. Sabun yang dibuat dengan menambahkan bahan aktif antibakteri, dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang lebih baik. Bahan aktif antibakteri yang umum digunakan adalah triclosan, namun penggunaan berlebih dapat mengakibatkan resistensi dan kerusakan lingkungan (Fadillah et al. , 2. Sehingga penggunaan bahan dasar triclosan dapat diganti dengan bahan alami yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, misalnya bunga telang. Bunga telang merupakan salah satu bahan alami yang memiliki aktivitas sebagai Senyawa metabolit yang sebagai antibakteri diantaranya alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid. Antibakteri dapatkan diperoleh secara alami salah satunya dari bunga telang menurut penelitian Pertiwi . hasil skrining fitokimia bunga telang mengandung senyawa metabolit berupa saponin, tannin, terpenoid, alkaloid dan flavonoid. Bunga telang dapat diformulasikan menjadi sediaan liquid body wash yang memiliki aktivitas antibakteri (Pertiwi et , 2. Ekstrak etanol bunga telang yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik pada konsentrasi 20% (Pertiwi et al. , 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi . 2 ) Bunga telang telah diformulasikan dalam bentuk sediaan liquid body wash. Pada penelitian tersebut tidak dilakukan uji stabilitas, sehingga tidak diketahui produk yang dihasilkan stabil atau tidak. Selanjutnya pada penelitian yang dilakukan oleh Sisilia . pembuatan liquid body wash ekstrak daun kopi robusta (Coffea robust. dengan basis natrosol 0,5% sampai 1,5% memiliki stabilitas yang baik pada konsentrasi Menurut Sheskey . natrosol atau biasa disebut dengan hydroxyethyl cellulose dalam formulasi kosmetik dapat digunakan 0,01%-10% dan memiliki pH rentang pH yang relatif luas dari 2-12. Sehingga pada penelitian selanjutnya akan dilakukan uji stabilitas dengan formulasi bunga telang dalam bentuk sediaan body wash dengan variasi natrosol 0,5-1,5%. Untuk memperoleh nilai kestabilan suatu sediaan farmasetika dalam waktu yang singkat maka dapat dilakukan dengan uji stabilitas dipercepat salah satunya adalah cycling test. Uji cycling test bertujuan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dalam waktu sesingkat mungkin dengan cara menyimpan sediaan pada kondisi yang dirancang untuk mempercepat terjadinya perubahan yang biasa terjadi pada kondisi normal dan kemampuan produk tersebut untuk mempertahankan sifat dan karakteristik khasiat agar sama dengan yang dimilikinya pada saat di buat hingga batasan yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan. Maka dari itu pada penelitian ini akan memvariasikan natrosol dan stabilitas fisiknya. METODE https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang. Jenis Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah quasy-experimental tanpa kelompok kontrol dan sampel tidak dipilih secara random, sehingga menghasilkan kesimpulan sebab akibat dengan jelas dengan mengurangi masuknya penjelasan alternatif untuk melihat adanya pengaruh dari pemberian perlakuan yang telah diberikan (Rukminingsih et al. , 2. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design dimana sebuah kelompok diukur dan diobservasi sebelum dan setelah perlakuan . diberikan (William dan Hita, 2. Sampel Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi natrosol. Tabel 1 Formulasi Sediaan Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang Bahan Formulasi . Ekstrak bunga Natrosol TEA SLS Propilen glikol Phenoxyethanol Larutan dapar asetat 5,5 ad Sumber : modifikasi (Eugresya et al. , 2. i Fungsi Zat aktif Basis gel Pengemulsi Surfaktan Humektan Pengawet Pelarut Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah timbangan analitik (Sonic Electronic Balanc. , gelas beker (Pyre. , sudip, batang pengaduk, pH meter (Hann. , cawan penguap, perkamen, viscometer . tromer NDJ-5S), tabung reaksi (Pyre. , rak tabung reaksi, preparate kaca Bahan yang digunakan adalah ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L. ) (Materia Medika Malan. , natrosol p. TEA p. SLS (Sodium lauryl sulfat. g, propilen glikol p. g, phenoxyethanol g, larutan dapar 5,5 p. Prosedur Kerja Cara pembuatan body wash ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L. ) (Eugresya et al. , 2. Timbang semua bahan sesuai formulasi Masukkan natrosol ke dalam gelas beker kemudian tambahkan larutan dapar 5,5 (>60AC) sambil diaduk ad homogenkan, sisihkan basis gel Phenoxyethanol dimasukkan ke dalam basis gel Ekstrak bunga telang , propilen glikol, dan SLS ditambahkan ke dalam larutan basis gel Masukkan TEA ke dalam campuran basis gel aduk ad homogen Sediaan yang sudah jadi masukkan ke dalam wadah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Evaluasi Sediaan Peel-Off Mask https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang. Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Organoleptis Formula Siklus Ke- Pengamatan Bentuk Warna Bau Agak Kental Biru Keunguan Khas Bunga Telang Kental Biru Khas Bunga Telang Keunguan Sangat Kental Biru Khas Bunga Telang Keunguan i Tabel 2. Hasil Pengujian Homogenitas Siklus Ke0 Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Formula Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen i Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Tabel 3. Hasil Pengamatan Tinggi Busa Siklus KeFormula 1 78,33 A 12,58 97,66 A 1,52 94,66 A 5,68 93,33 A 1,52 95,00 A 5,00 95,00 A 2,00 93,33 A 2,88 https://ejurnal. id/index. php/jpcs Hasil . Formula II 84,00 A 7,00 97,00 A 1,00 97,66 A 1,52 98,00 A 1,00 97,66 A 1,52 99,00 A 1,00 99,33 A 1,15 Formula i 92,33 A 2,08 100,33 A 9,60 100,00 A 5,00 102,66 A 3,78 113,00 A 1,73 101,33 A 1,52 102,00 A 2,64 Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang. Tabel 4. Hasil Uji Viskositas Siklus Ke0 Formula 1 2733,33 A 427,707 2606,33 A 316,007 3033,33 A 82,267 2786,67 A 474,271 3197,33 A 123,699 3242,67 A 96,028 3033,33 A 260,256 Hasil . Formula II 3626,33 A 129,616 3153,33 A 220,303 3413,33 A 261,024 3513,33 A 113,725 3508,33 A 114,492 3530,67 A 27,227 3428,67 A 112,926 Formula i 3912,67 A 23,671 3626,33 A 166,133 3839,67 A 19,502 3779,67 A 173,782 3831,33 A 193,560 3743,67 A 149,841 3877,00 A 87,401 Tabel 5. Hasil Uji pH Siklus Ke0 Formula 1 5,65 A 0,010 5,64 A 0,011 5,66 A 0,005 5,69 A 0,005 5,65 A 0,015 5,62 A 0,015 5,57 A 0,020 Hasil Formula II 5,59 A 0,005 5,63 A 0,011 5,63 A 0,005 5,65 A 0,005 5,65 A 0,020 5,64 A 0,015 5,58 A 0,017 Formula i 5,58 A 0,025 5,65 A 0,020 5,65 A 0,010 5,65 A 0,010 5,68 A 0,011 5,66 A 0,010 5,57 A 0,005 Tabel 6. Hasil Uji Tipe Emulsi Siklus Ke0 Formula 1 Hasil Formula II Formula i Pembahasan Dari 3 formulasi masing-masing 100 ml dengan variasi natrosol yaitu 0,5%, 1%, dan 1,5% dimana tiap-tiap formula menggunakan 20 ml ekstrak etanol 70% bunga telang. Sediaan body wash ektrak etanol 70% bunga telang yang didapatkan selanjutnya dilakukan uji fisik dan uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama 12 hari sebanyak 6 siklus dengan melakukan evalusi fisik sebelum dan sesudah uji stabilitas, dimana meliputi: Uji Organoleptis Hasil pengamatan uji organoleptis pada formula I. II, dan i menunjukkan bahwa pada sebelum atau siklus ke-0 hingga siklus ke-6 pengujian stabilitas didapatkan hasil pada formula I berbentuk agak kental, formula II berbentuk kental, dan formula i berbentuk https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang. sangat kental. Sedangkan hasil pengamatan warna pada setiap formula memiliki warna yang sama yaitu biru keunguan. Serta hasil pengamatan bau pada ketiga formula memiliki bau yang sama yaitu bau khas bunga telang. Uji Homogenitas Hasil homogenitas pada pengamatan formula I. II, dan i menunjukkan sebelum dilakukan uji stabilitas atau pada siklus ke-0 menunjukkan ketiga formula memiliki hasil yang sama yaitu homogen atau tidak terdapat gumpalan partikel. Hasil uji stabilitas pada siklus ke-1 sampai siklus ke-6 didapatkan hasil yang serupa yaitu homogen atau tidak terdapat gumpalan partikel. Uji Tinggi Busa Hasil pengamatan uji tinggi busa pada tabel 4. 3 formula I dengan konsentrasi natrsosol 0,5%, pada formula II dengan konsentrasi natrosol 1%, dan formula i dengan konsentrasi natrosol 1,5%. Sebelum penyimpanan uji cycling test atau siklus ke-0 tinggi busa tertinggi sebesar 92,33mm pada formula i, dan yang terendah 78,33 mm pada formula I. Hasil sesudah penyimpanan dan dilakukan uji cycling test . ji stabilita. menunjukkan tinggi busa terendah pada siklus 3 sebesar 93,33 mm pada formula I dan hasil uji tinggi busa tertinggi pada siklus 4 sebesar 113mm pada formula i. Berdasarkan SNI, syarat tinggi busa dari sabun cair yaitu 13-220 mm (Dimpudus et al. , 2. Uji Viskositas Pengujian viskositas ini bertujuan untuk mengetahui kekentalan sediaan body wash. Hasil pengujian viskositas gel yang baik yaitu 2. 000-4000 cPs (Hafid et al. , 2. Hasil pengamatan uji viskositas pada tabel 4. 4 formula I dengan konsentrasi natrsosol 0,5%, pada formula II dengan konsentrasi natrosol 1%, dan formula i dengan konsentrasi natrosol 1,5%. Sebelum penyimpanan uji cycling test atau siklus ke-0 viskositas tertinggi sebesar 3912,67 cPs pada formula i, dan yang terendah 2733,33 cPs pada formula I. Hasil sesudah penyimpanan dan dilakukan uji cycling test . ji stabilita. menunjukkan viskositas terendah pada siklus 1 sebesar 2606,33 cPs pada formula I dan hasil uji viskositas tertinggi pada siklus 6 sebesar 3877 cPs pada formula i. Uji pH Uji pH merupakan salah satu syarat mutu sabun cair. Hal tersebut karena sabun cair kontak langsung dengan kulit dan dapat menimbulkan masalah apabila pH-nya tidak sesuai dengan pH kulit (Dimpudus et al. , 2. Kulit memiliki kapasitas ketahanan dan dapat dengan cepat beradaptasi terhadap produk yang memiliki pH 4,5-6,5 (Rinaldi et al. , 2. Hasil pengamatan uji pH pada tabel 4. 5 formula I dengan konsentrasi natrsosol 0,5%, pada formula II dengan konsentrasi natrosol 1%, dan formula i dengan konsentrasi natrosol 1,5%. Sebelum penyimpanan uji cycling test atau siklus ke-0 pH tertinggi sebesar 5,65 pada formula I, dan yang terendah 5,58 pada formula i. Hasil sesudah penyimpanan dan dilakukan uji cycling test . ji stabilita. menunjukkan pH terendah pada siklus 6 sebesar 5,57 pada formula I dan hasil uji pH tertinggi pada siklus 3 sebesar 5,69 pada formula I. Uji Tipe Emulsi Uji tipe emulsi dilakukan untuk mengidentifikasi apakah body wash tersebut termasuk dalam tipe w/o . ater in oi. atau o/w . il in wate. menggunakan metode penyaringan. Sediaan body wash yang baik ialah tipe emulsi minyak dalam air atau w/o dikarenakan mudah untuk dicuci (Ardianti P dan Rahmasari, 2. Hasil pengamatan tipe emulsi pada formulsi I. II, dan i serta siklus replikasi dari 0 hingga 6. Tipe emulsi ditandai dengan singkatan "o/w" yang mengacu pada "oil-in-water", yang mengindikasikan bahwa fase minyak terdispersi dalam fase air dalam emulsi. Setiap siklus replikasi dalam tabel menunjukkan bahwa semua jenis tipe emulsi memiliki sifat yang sama, yaitu "o/w", yang berarti fase minyak selalu terdispersi dalam fase air. Dalam penelitian ini, bahwa tidak ada adanya perubahan yang diamati dalam https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Body Wash Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang. jenis emulsi atau sifat-sifatnya dari satu siklus replikasi ke siklus replikasi lainnya. Semua siklus replikasi menunjukkan konsistensi dalam jenis emulsi yang sama, yakni "oil-in-water" . Hal ini mengindikasikan bahwa dalam rentang siklus replikasi yang diamati, tidak terjadi perubahan pada sifat tipe emulsi tersebut. Hal ini menunjukkan kestabilan dan konsistensi dari karakteristik o/w dalam emulsi yang diteliti. KESIMPULAN Berdasarkan hasil evaluasi fisikokimia variasi konsentrasi natrosol pada 0,5%, 1%, 1,5% mempengaruhi hasil uji viskositas dan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis data pengujian stabilitas sediaan body wash ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L. Variasi konsentrasi natrosol berpengaruh terhadap uji stabilitas evaluasi pH dan tidak berpengaruh terhadap uji organoleptis, uji homogenitas, uji tinggi busa, uji viskositas, uji tipe Formula II merupakan formula yang optimal dengan variasi konsentrasi natrosol 1% UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Siti Malahayati dan Melviani yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyelesaian artikel ilmiah ini. DAFTAR PUSTAKA