ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KREDIT MACET DALAM PEMBERIAN KREDIT PERUMAHAN PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Perser. Tbk KANTOR CABANG SAMARINDA 1 Fitri Nurjannah1. Elfreda Aplonia Lau 2. Rina Masithoh Haryadi3 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : fitrinj52@gmail. Keywords : ABSTRACT Character. Capacity. Capital. This study aims to analyze the factors that influence Non Collateral. Condition and Performing Loans at PT. Bank Rakyat Indonesia Non Performing Loans (Perser. Tbk Samarinda Branch Office 1 with the following problems: independent variables used in this study include Character. Capacity. Capital. Collateral and Condition, while the dependent variable used is Non Performing Loans. Where the hypothesis in this study explains that the Character. Capacity. Capital. Collateral and Condition variables have a significant effect on Non Performing Loans. The method used in this research is descriptive method. From 210 debtor populations that were realized in 20162017, there were 47 samples of debtors who experienced Non Performing Loans. Before conducting data analysis techniques, the validity and reliability tests of the questionnaire given to the respondents were first carried Before conducting data analysis techniques, first assumptions are tested. Hypothesis testing uses multiple linear regression test by performing the F test and t test. The results showed that: . Character variable had a significant effect partially on Non Performing Loans, . Capacity variable had a significant effect partially on Non Performing Loans, . Capital variable had a significant effect partially on Non Performing Loans, . Collateral variable had a partially significant effect on Non Performing Loans, . Condition variables do not have a significant effect partially on Non Performing Loans, . Character. Capacity. Capital. Collateral and Condition variables have a significant effect simultaneously on Non Performing Loans. PENDAHULUAN Perbankan sebagai suatu lembaga keuangan kepercayaan masyarakat yang memegang peranan penting dalam sistem perekonomian, sehingga dapat dikatakan bank merupakan urat nadi dari sistem keuangan yang beraktifitas menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, deposito yang kemudian dana yang terkumpul dari masyarakat tersebut disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Penyaluran kredit sebagai bentuk usaha bank mutlak dilakukan karena fungsi bank itu sendiri sebagai lembaga intermediari yang mempertemukan kepentingan antara pihak-pihak yang kelebihan dana . nit surplu. dengan pihak yang kekurangan dana . nit defisi. Pemberian kredit oleh pihak bank harus memperhatikan asas-asas pemberian kredit yang sehat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyaluran kredit mendorong pertumbuhan ekonomi suatu Dana berlebih . urplus fun. yang disalurkan secara efisien bagi unit yang mengalami defisit akan meningkatkan kegiatan produksi. Selanjutnya kegiatan tersebut akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kasmir . dalam perbankan terdapat banyak produk yang bisa diberikan kepada nasabah atau calon debitur salah satunya kredit konsumtif. Kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Sebagai contoh kredit untuk perumahan (KPR), kredit mobil pribadi (KKB), kredit perabotan rumah tangga dan kredit konsumtif lainnya. KPR (Kredit Pemilikan Ruma. merupakan salah satu produk perbankan yang disediakan bagi debitur untuk pembiayaan perumahan. Perumahan disini bukan dalam arti rumah tempat tinggal pada umumnya, tetapi meliputi ruang untuk membuka usaha seperti rumah toko . dan rumah kantor . , serta apartemen mewah dan rumah susun. Sistem pembiayaan KPR cukup dengan memiliki uang muka tertentu, dan rumah idaman pun menjadi milik kita. Kita bisa leluasa menempatinya karena meski masih mengangsur rumah itu sudah menjadi rumah kita sendiri. Dalam pembiayaannya sendiri, bank harus sangat teliti dalam memilih calon nasabah yang akan diberikan kredit untuk menghindari kredit macet Karena untuk jangka waktu kredit perumahan termasuk dalam kategori jangka Kemampuan bank dalam memberikan saluran kredit tentu memperhatikan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan, di antaranya faktor-faktor penyebab terjadinya kredit macet. Kredit macet terjadi jika pihak bank mengalami kesulitan untuk meminta angsuran dari pihak debitur karena suatu hal. Menurut Teguh Pudjo Muljono . mendefinisikan bahwa kredit adalah: AuKemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan pada suatu jangka waktu yang disepakatiAy. Menurut Kasmir . kredit macet didefinisikan sebagai berikut: AuKredit macet dapat diartikan sebagai pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal diluar kemampuan kendali debiturAy. Variable dan indikator variabel penelitian menurut Sari Mukhsinati . 1: . didefinisikan sebagai berikut: . Character debitur dapat dikur dengan indikator ketepatan dalam membayar angsuran, ketepatan penggunaan kredit serta memiliki tanggung jawab dalam membayar angsurannya . Capacity debitur dapat diukur dengan pemahaman dalam menguasai bisnis/usaha yang dijalani dan adanya peningkatan pendapatan dalam menjalani bisnis/usaha yang dijalani . Capital debitur dapat diukur dengan adanya tabungan/simpanan yang dimiliki oleh nasabah serta tidak adanya pinjaman/kredit yang sedang berjalan ditempat lain . Collateral debitur dapat diukur dengan suatu jaminan yang bisa memperkuat tingkat keyakinan bank bahwa debitur dengan bisnisnya atau dengan penghasilannya baik tetap maupun tidak tetap akan mampu melunasi kredit serta jaminan yang diagunkan status hukum kepemilikannya sesuai dengan identitas debitur saat ini atau tidak dalam sengketa . Condition yang diukur disini adalah kegiatan usaha debitur harus mampu mengikuti fluktuasi ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga debitur masih mempunyai prospek kedepan selama kredit masih berjalan, dan terlebih penting bahwa debitur tidak mengalami musibah seperti bencana alam atau kematian sehingga debitur sulit untuk pembayaran angsuran . Kredit macet dapat diukur dengan adanya tunggakan lebih dari 90 hari atau 3 bulan dan debitur yang telah masuk kredit macet sebelumnya telah mendapatkan surat peringatan 1-3 untuk memudahkan penyelesaian kredit kepada Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara. METODE Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Penelitian Lapangan Wawancara, yaitu pengumpulan data yang diperlukan dengan cara menanyakan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian diperdalam dengan menggali keterangan lebih lanjut. Kuesioner, yaitu metode pengumpulan data dengan cara menggunakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang disampaikan pada responden. Kepustakaan Studi pustaka, yaitu pengumpulan data melalui studi dokumentasi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yaitu debitur yang telah realisasi dalam pengajuan kredit perumahan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 dari tahun 2016-2017 yaitu sebanyak 210 nasabah. Berdasarkan kriteria sample yang telah ditentukan dan data realisasi pada tahun 2016-2017 jumlah debitur pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk kantor Cabang Samarinda 1 yang mengalami kredit macet perumahan sebanyak 47 debitur. Berikut sample yang digunakan pada debitur kredit macet pada perumahan pada tahun 2016-2017. Rincian Data Yang Diperlukan Rincian data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah : Gambaran umum PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk. Struktur organisasi. Bidang usaha Deskripsi responden. Deskripsi variabel Data internal berupa daftar debitur yang telah realisasi pada pemberian kredit perumahan dari tahun 2016-2017 dan daftar debitur yang mengalami kredit macet melalui website http://brisim. Alat Analisis Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier beganda. Sebelum melakukan pengolahan data penelitian, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu terhadap variabel Character (X. Capacity (X. Capital (X. Collateral (X. dan Conditon (X. terhadap Kredit Macet (Y). Kemudian dilanjutkan dengan uji linieritas dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas data, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Dasar pengambilan keputusan uji validatas: Jika r hitung positif > r tabel maka variable valid Jika r hitung positif < r tabel maka variable tidak valid Variable Item R Hitung Character Capacity Capital Collateral Condition Kredit Macet (Sumber: Data Output SPSS, 2. R Tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas diatas setiap pernyataan dinyatakan valid, dimana nilai R hitung lebih besar dari pada R tabel. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items (Sumber :Data Output SPSS, 2. Berdasarkan hasil uji reliabilitas diatas, nilai CronbachAos Alpha adalah 0. 978 lebih besar dari 60, oleh karena itu instrument yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel atau handal dan dapat dipercaya. Berdasarkan hail uji linieritas dari hasil perhitungan berdasarkan rumus Uji Ramsey Test menunjukkan bahwa nilai Fhitung . > Ftabel . maka dapat disimpulkan bahwa model regresi adalah linier. Berdasarkan hasil uji normalitas data nilai probabilitas . ) yang diperoleh pada uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0. Karena nilai probabilitas uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 5% . maka disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji multikolinieritas nilai toleransi dari keseluruhan variabel bebas lebih besar daripada 0,1 dan nilai VIF kelima variabel independen lebih kecil dari 10. Hasil ini menunjukkan tidak ada korelasi yang cukup kuat antara sesama variabel independen sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinieritas diantara sesama variabel independen. Berdasarkan hasil heteroskedastisitas nilai signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari 0,05. Maka kesimpulannya tidak terjadi heteroskedastisitas pada kelima variabel. Berdasarkan hasil uji autokorelasi diperoleh nilai statistik Durbin-Watson (D-W) = 2,200 nilai ini akan dibandingkan dengan nila table signifikansi 5% . , dengan n = 47 , k = 5 , dL = 1,3073 , dU = 1,7736, karena DW terletak antara dU dan . -dU) = 1,3073 < 2,200 < 2,2264 , maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi positif maupun negatif. Berdasarkan hasil uji t, dapat diambil kesimpulan antara lain sebagai berikut: Nilai t hitung untuk variabel character diperoleh thitung = -4,866 dengan nilai probability 0,000 dan berdasarkan perhitungan dari kritik t tabel . dengan jumlah n = 47 diperoleh nilai ttabel = 2,019 hasil ini menunjukkan bahwa dapat disimpulkan nilai t hitungttabel dan nilai probability kurang dari 0,05 yang berarti nilai t yang diperoleh adalah signifikan, hal ini berarti hipotesis 2 diterima yang artinya variabel capacity berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kredit macet perumahan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Nilai t hitung untuk variabel capital diperoleh thitung = -3,998 dengan nilai probability 0,000dan berdasarkan perhitungan dari kritik t tabel . dengan jumlah n = 47 diperoleh nilai ttabel = 2,019 hasil ini menunjukkan bahwa dapat disimpulkan nilai t hitung Ftabel 2,44, maka Hipotesis 6 diterima yang artinya Variabel Character. Capital. Capacity. Collateral dan Condition berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kredit macet perumahan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Besarnya nilai konstanta sebesar 25,164 artinya jika nilai character, capacity, capital, collateral dan condition sama dengan nol, maka nilai kredit macet sebesar 25,164. Selain itu, dapat disusun suatu persamaan regresi sebagai berikut: Y = 25,164Ae 0,576 X1 0,251 X2 - 0,646 X3 - 0,349 X4 0,028 X5 Penjelasan atas persamaan diatas adalah sebagai berikut: b1 = menunjukan nilai variabel Character (X. sebesar -0,576 menunjukan variabel character bernilai negative yang berarti semakin bagus character debitur, maka kredit macet akan berkurang. Begitu pula sebaliknya apabila character debitur kurang baik, maka kredit macet akan bertambah dengan asumsi variabel lainnya konstan. b2 = menunjukan nilai variabel Capacity (X. sebesar 0,251 menunjukan variable capacity bernilai positif yang berarti apabila capacity . debitur dalam memenuhi kewajibannya kurang berjalan lancar maka akan menambah resiko kredit macet yang Begitu pula sebaliknya apabila capacity . debitur dalam memenuhi kewajibannya berjalan lancar maka akan mengurangi resiko kredit macet yang terjadi dengan asumsi variabel lainnya konstan. b3 = menunjukan nilai variabel Capital (X. sebesar -0,646 menunjukan variable capital bernilai negatif yang berarti apabila capital / kondisi keuangan nasabah relatif baik maka akan mengurangi resiko kredit macet. Begitu pula sebaliknya apabila capital / kondisi keuangan nasabah kurang baik maka akan menambah resiko kredit macet, dengan asumsi variabel yang lain konstan. b4 = menunjukan nilai variabel Collateral (X. sebesar -0,349 menujukan variable collateral bernilai negatif yang berarti apabila dalam pengajuan kredit nasabah memberikan collateral . maka akan mengurangi resiko kredit macet yang terjadi. Begitu pula sebaliknya apabila dalam pengajuan kredit nasabah tidak memberikan collateral . maka akan menambah kredit macet yang terjadi dengan asumsi variabel yang lain konstan. b5 = menunjukan nilai variabel Condition (X. sebesar 0,028 menunjukan variabel condition bernilai positif yang artinya apabila condition . nasabah yaitu kondisi yang tidak menguntungkan bagi nasabah berkurang maka akan menambah adanya resiko kredit macet. Begitu pula sebaliknya apabila condition . nasabah yaitu kondisi yang tidak menguntungkan bagi nasabah bertambah maka akan mengurangi adanya resiko kredit macet dengan asumsi variabel yang lain konstan. Pembahasan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat dilakukan pembahasan sebagai berikut: : Variabel Character dinyatakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 yang berarti hipotesis 1 diterima dengan hasil uji t menunjukkan nilai sig. < yaitu 0,000<0,05. Hal ini berhubungan dengan perilaku dari debitur yang kurang baik, misalnya: tidak jujur, ingkar janji, pola hidup yang berlebihan, dan pinjaman yang tidak digunakan dengan semestinya . isalnya kredit tidak digunakan untuk usaha namun digunakan untuk keperluan pribad. sehingga menimbulkan pembayaran kredit yang tidak lancar. Hasil tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian Ernawati . yang menunjukkan bahwa variabel character memiliki pengaruh terhadap adanya kredit macet. H2 : Variabel Capacity dinyatakan berpengaruh positif dansignifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 yang berarti hipotesis 2 diterima dengan hasil uji t pada table 5. 11 menunjukkan nilai sig. yaitu 0,007< 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debitur yang mengalami kredit macet disebabkan oleh kurang mampunya debitur dalam mengelola usahanya, sehingga pendapatan yang diterima relatif menurun dan mengakibatkan pembayaran kredit kurang lancar. Hal ini dapat terjadi karena minimnya informasi yang diterima bank terkait kondisi pekerjaan yang menjadi sumber pengahasilan nasabah. Disisi lain adanya faktor eksternal yang menjadi penyebab terjadinya kredit macet pada nasabah, yaitu tingginya biaya kebutuhan nasabah yang berdampak pada pilihan mengutamakan kebutuhan dasar dibanding pembayaran ansguran KPR yang menjadi kewajibannya terhadap bank. Hasil tersebut memiliki kesamaan dengan Ernawati . yang menunjukkan bahwa variabel capacitymemiliki pengaruh terhadap adanya kredit macet. : Variabel capital dinyatakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 yang berarti hipotesis 3 diterima dengan hasil uji t pada table 5. 11 menunjukkan nilai sig. yaitu 0,000 < 0,05. Capital disini dapat diketahui dari kondisi kekayaan atau keuangan debitur. Penyebab debitur yang mengalami kredit macet antara lain diantaranya debitur tidak memiliki cukup tabungan atau simpanan sebagai biaya hidupnya, debitur memiliki kredit di tempat lain, seperti kredit kendaraan melalui leasing, koperasi dan lain-lain dimana hasil penelitian ini memiliki kesamaan dengan Ernawati . bahwa variabel capital berpengaruh signifikan terhadap kredit : Variabel Collateral dinyatakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 yang berarti hipotesis 4 diterima dengan hasil uji t pada table 5. 11 menunjukkan nilai < yaitu 0,002 < 0,05. Debitur yang mempunyai kredit pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 memiliki jaminan sebagai agunan atau jaminan sebagai alat pengaman dari ketidakpastian pada waktu yang akan datang pada saat kredit harus dilunasi. Pada penelitian ini jaminan yang diberikan oleh debitur kepada bank berupa sertifikat hak milik atau hak guna Akan tetapi bank sebagai penilai jaminan hanya berpatokan pada agunannya saja dan mengabaikan analisa faktor-faktor lain dalam pemberian kredit perumahan yaitu letak agunan dilokasi yang strategis. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Ernawati . yang menunjukkan bahwa variabel collateral berpengaruh signifikan terhadap adanya kredit macet. : Variabel condition dinyatakan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 yang berarti hipotesis 5 ditolak dengan hasil uji t pada table 5. 11 menunjukkan nilai > yaitu 0,726 > 0,05. Condition disini merupakan kondisi yang timbul akibat dari suatu kondisi yang tidak menguntungkan yang membuat hilangnya kemampuan debitur untuk membayar kewajibannya, seperti tingkat bunga, musibah, dan bencana Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa condition tidak memberi pengaruh signifikan pada kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1, mendukung hasil penelitian Ismiyati . yang menunjukkan bahwa variabel condition tidak berpengaruh terhadap adanya kredit macet. : Melalui analisis regresi linear berganda secara simultan sesuai uji F terdapat pengaruh signifikan pada variabel character, capacity, capital, collateral dan condition terhadap kredit macet dalam pemberian kredit perumahan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000, maka hipotesis 6 diterima. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Ernawati . yang menunjukan bahwa variabel character, capacity, capital, collateral dan condition berpengaruh terhadap kredit macet. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, setelah melalui tahap pengumpulan data, pengolahan data, analisis data mengenai Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet Pemberian Kredit Perumahan Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 maka dihasilkan simpulan sebagai berikut: Variabel character berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Dengan demikian hipotesis 1 pada penelitian ini diterima yang berarti semakin bagus character debitur, maka kredit macet akan berkurang. Begitu pula sebaliknya apabila character debitur kurang baik, maka kredit macet akan bertambah dengan asumsi variabel lainnya konstan. Variabel capacity berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Dengan demikian hipotesis 2 pada penelitian ini diterima yang berarti apabila capacity . debitur dalam memenuhi kewajibannya kurang berjalan lancar maka akan menambah resiko kredit macet yang terjadi. Begitu pula sebaliknya apabila capacity . debitur dalam memenuhi kewajibannya berjalan lancar maka akan mengurangi resiko kredit macet yang terjadi dengan asumsi variabel lainnya konstan. Variabel capital berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Dengan demikian hipotesis 3 pada penelitian ini diterima yang berarti apabila capital / kondisi keuangan nasabah relatif baik maka akan mengurangi resiko kredit macet. Begitu pula sebaliknya apabila capital / kondisi keuangan nasabah kurang baik maka akan menambah resiko kredit macet, dengan asumsi variabel yang lain konstan. Variabel collateral berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Dengan demikian hipotesis 4 pada penelitian ini diterima yang berarti apabila dalam pengajuan kredit nasabah memberikan collateral . maka akan mengurangi resiko kredit macet yang terjadi. Begitu pula sebaliknya apabila dalam pengajuan kredit nasabah tidak memberikan collateral . maka akan menambah kredit macet yang terjadi dengan asumsi variabel yang lain konstan. Variable condition berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Dengan demikian hipotesis 5 pada penelitian ini ditolak yang artinya apabila condition . nasabah yaitu kondisi yang tidak menguntungkan bagi nasabah berkurang maka akan menambah adanya resiko kredit macet. Begitu pula sebaliknya apabila condition . nasabah yaitu kondisi yang tidak menguntungkan bagi nasabah bertambah maka akan mengurangi adanya resiko kredit macet dengan asumsi variabel yang lain konstan. Variable character, capital, capacity, collateral dan condition berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Dengan demikian hipotesis 6 pada penelitian ini diterima yang berarti ada pengaruh positif dan signifikan antara variable character, capital, capacity, collateral dan condition terhadap kredit macet dalam pemberian kredit perumahan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1. Saran Berdasarkan simpulan di atas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kredit macet, sebaiknya dapat menyempurnakan dan mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain selain character, capacity, capital, collateral dan condition. Contohnya analisa 5P yaitu person, purpose, prospect, payment, protection. Bagi Perusahaan PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Kantor Cabang Samarinda 1 dalam menentukan kebijakan-kebijakan pemberian kredit kepada nasabah harus benar-benar melakukan pengecekan serta pengawasan secara rutin terhadap calon debitur, seperti menganalisa faktor 5C khususnya character, capacity, capital dan collateral dari debitur agar dapat diantisipasi tidak menjadi kredit macet yang merupakan wajah buruk dari cermin kehidupan perbankan. REFERENCES