Ekono Insentif | ISSN . : 1907-0640 | ISSN . : 2654-7163 DOI: https://doi. org/10. 36787/jei. | Vol. 16 | No. 2 | Halaman 92-108 Oktober 2022 USULAN ANALISIS KELAYAKAN USAHA MELALUI ASPEK KEUANGAN TERHADAP JASA ANGKUTAN LIMBAH B3 RUMAH SAKIT OLEH PERUSAHAAN DAERAH KEBERSIHAN KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SWOT Noneng Nurhayani1 Universitas Islam Nusantara nonengnurhayani@gmail. Bayu Prasetyo2 PD Kebersihan cauatah@gmail. Mahyuddin3 Universitas Islam Nusantara mahyudin@yahoo. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi layanan angkutan limbah B3 dari rumah sakit dan dampaknya terhadap pendapatan PD. Kebersihan Kota Bandung melalui analisis keuangan dan metode SWOT. Teknik utama yang digunakan adalah NPV dan PBP dengan tiga skenario yang berbeda . ptimis, moderat, dan pesimi. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan angkutan limbah B3 dari rumah sakit melalui analisis keuangan dan metode SWOT layak dilakukan. Analisis dimulai dengan menganalisis kondisi eksternal dan internal perusahaan dan kemudian disajikan dalam SWOT yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. NPV dan PBP digunakan untuk mengevaluasi profitabilitas dan waktu pengembalian investasi. Investasi ini direncanakan untuk periode lima tahun ke depan dan penetapan harga di bawah harga kompetitor merupakan strategi yang bagus untuk menarik pasar sebagai pendatang baru di jasa angkutan limbah B3 medis. Jika PD. Kebersihan ingin memaksimalkan NPV, maka kisaran harga bisa disamakan dengan pasar yang sudah Kata kunci : jasa angkutan, limbah B3. Analisa Kelayakan Usaha, aspek keuangan, metode SWOT Abstract The objective of this research is to evaluate the potential of hazardous waste transportation services from hospitals and its impact on the revenue of PD. Kebersihan Kota Bandung through financial analysis and SWOT method. The main techniques used are NPV and PBP with three different scenarios . ptimistic, moderate, and The analysis shows that hazardous waste transportation services from hospitals through financial analysis and SWOT method are feasible. The analysis starts with analyzing the external and internal conditions of the company and then Ekono Insentif - 92 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin presented in SWOT which includes strengths, weaknesses, opportunities, and threats. NPV and PBP are used to evaluate profitability and investment return time. This investment is planned for the next five years and setting the price below the competitor's price is a good strategy to attract the market as a newcomer in the medical hazardous waste transportation service. If PD. Kebersihan wants to maximize NPV, the price range can be aligned with the existing market. Keywords: transportation services. B3 waste. Business Feasibility Analysis, financial aspects. SWOT method PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam kegiatan sehari-harinya rumah sakit menghasilkan limbah yang tidak sedikit, baik itu limbah yang berupa padatan, cair, ataupun gas. Limbah yang hasilkan tersebut dapat bersifat racun dan ada juga yang bersifat radioaktif yang apabila dibuang kelingkungan dapat membahayakan baik itu terhadap lingkungan maupun mahluk hidup disekitarnya. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tumpukan limbah medis di rumah sakit seluruh Indonesia diperkirakan dapat mencapai 000 ton per tahun. Hal ini dikarenakan pengolahan limbah medis yang belum Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 18 tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Medis Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berbasis Wilayah, mempunyai potensi untuk menyebarkan, menularkan penyakit dan gangguan kesehatan serta dapat menyebabkan polusi terhadap lingkungan hidup oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengolahan secara terpadu. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan didorong dan dibantu untuk menyediakan pengelolaan limbah medis secara mandiri dan layak. Aneka jenis limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat berbahaya serta terhadap lingkungan dan kesehatan manusia apabila limbah rumah sakit tersebut tidak ditangani secara baik dan Sampah rumah yang bersifat bahan beracun dan berbahaya (B. , sekarang ini sangat mendominasi timbulan limbah rumah sakit secara keseluruhan. PD Kebersihan sebagai perusahaan daerah yang terus berupaya melakukan inovasi dalam pengembangan bisnisnya, memandang timbulan limbah medis dan pengelolaannya ini sebagai peluang Saat ini rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya ada yang belum bisa mengelola dan mengangkut limbah B3 menuju tempat pengolahan. Dilihat dari aspek sosial. PD. Kebersihan dapat hadir sebagai solusi pengangkutan bagi fasilitas kesehatan yang memiliki minim pengangkutan sampah beracun dan berbahaya tersebut. Sehingga semua sarana kesehatan yang menghasilkan sampah B3 tersebut dapat terlayani dengan jasa angkutan yang diberikan oleh PD Kebersihan. Mengingat ancaman yang dapat timbul apabila limbah B3 dibiarkan begitu saja tanpa diolah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, maka kehadiran PD Kebersihan dalam hal ini akan sangat dibutuhkan. Melihat kondisi tersebut. PD. Kebersihan sebagai salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daera. Ekono Insentif - 93 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Penghasilan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Bandung memiliki kesempatan untuk melakukan ekspansi layanan ke layanan transportasi limbah Ekspansi perusahaan umumnya merupakan aktifitas peningkatan ekonomi dengan cara membuka peluang pasar baru, penambahan sarana, membuka cabang baru, mengambil alih perusahaan lain dan kegiatan lainnya. Namun membutuhkan dana yang cukup besar. Maka analisis kelayakan usaha jasa angkutan limbah B3 rumah sakit terhadap peningkatan pendapatan Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung perlu KAJIAN LITERATUR Pengertian Limbah Medis Limbah medis dikategorikan ke dalam limbah B3 berdasarkan SK Kemenkes Nomor 1204 Tahun 2004 antara lain limbah infeksius, patologi, benda tajam, farmasi, sitotoksis, kimia, radioaktif, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi. Limbah medis kesehatan sebesar 10-25% dan sisanya sebesar 75 Ae 90% merupakan limbah Limbah B3 atau limbah Bahan Berbahaya dan Beracun adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakan lingkungan hidup, dan/atau dapat kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain (Peraturan Pemerintah no 85 Tahun 1. Transportasi Limbah Pengangkutan sampah atau limbah B3 adalah suatu kegiatan pengangkutan, pemindahan dan pengiriman limbah dari pelaku pengelola limbah ke pelaku pengelola limbah lainnya. Pelaku yang dimaksud adalah Penghasil. Pengumpul. Pemanfaat. Pengolah atau Penimbun Pengangkutan limbah tersebut bisa dilakukan apabila penghasil sudah melakukan kontrak kerjasama dengan pengelola limbah B3 dengan menentukan tujuan akhir pengelolaan limbah tersebut. Pengangkut limbah tersebut oleh badan usaha yang sudah memiliki izin khusus untuk melakukan kegiatan pemindahan limbah B3 dari suatu lokasi pengelolaan ke lokasi pengelolaan Izin pengelolaan limbah B3 tentang pengangkutan limbah B3 didapat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Gambar 1. Alur Peran Pengangkut Limbah B3 Sumber : PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan limbah B3. Berdasarkan PP No. 101 tahun 2014 pengangkutan limbah B3 wajib dilakukan dengan alat tertutup untuk limbah B3 kategori 1, sedangkan pengangkutan limbah B3 dapat dilakukan Ekono Insentif - 94 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin dengan alat angkut yang terbuka untuk limbah B3 kategori 2. Oleh sebab itu alat angkut yang digunakan harus sesuai dengan jenis limbah B3 yang akan diangkut, serta alat angkut tersebut harus dilengkapi dengan symbol limbah B3 yang diletakan pada badan kendaraan sesuai dengan jenisnya sebagai rambu bahaya atas limbah B3 tersebut. Selain kelengkapan tersebut diatas, pengangkutan limbah B3 juga harus dilengkapi dengan dokumen saat manifest, manifest dikeluarkan oleh pihak pengangkut . limbah B3 yang didapat dari KLH saat terbitnya rekomendasi pengangkutan limbah B3. Manifest berupa lembaran 7 atau 11 rangkap yang mencakup informasi penghasil, pengangkut, dan penerima limbah . emanfaat/pengolah/penimbu. Gambaran Potensi Limbah B3 Medis Di Bandung Raya Bandung Raya merupakan kawasan padat penduduk yang memiliki banyak fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik sebagai sarana masyarakatnya baik milik pemerintah maupun swasta. Wilayah yang termasuk Bandung Raya antara lain yaitu Kota Bandung. Kabupaten Bandung. Kabupaten Bandung Barat. Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Banyaknya fasilitas kesehatan yang tersedia, berpotensi menimbulkan limbah medis yang tidak sedikit. Limbah medis yang dihasilkan setiap hari harus segera diangkut untuk menghindari pencemaran pada lingkungan sekitar. Gambaran potensi limbah medis di setiap daerah akan di ukur berdasarkan penelitian terdahulu oleh Mohammad Chaerul timbulan berdasarkan kelas rumah sakit. Gambar 2. Limbah Medis Berdasarkan Kelas Rumah Sakit Sumber : Mohammad Chaerul . Analisis SWOT Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk (Rangkuti, 2013: . Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengt. dan peluang (Opportunitie. , namun secara kelemahan (Weaknes. dan ancaman (Threat. Proses keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Gambar 3. SWOT Sumber: Rangkuti . Ekono Insentif - 95 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Kuadran 1: pada kuadran ini perusahaan memiliki kesempatan dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif . rowth oriented strateg. Kuadran 2: pada kuadran ini perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi Program yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi penganekaragaman . roduk/pasa. Kuadran 3: pada kuadran ini Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/ kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran 3 ini mirip dengan Question Mark pada BCG Matriks. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4: pada kuadran ini merupakan menguntungkan, dimana perusahaan kekurangan internal. Tabel 1 Bagan SWOT Study kelayakan merupakan suatu aktivitas untuk melakukan penyelidikan tentang layak atau tidak layaknya suatu Ada beberapa faktor yang dapat dikerjakan dalam analisis kelayakan suatu kegiatan baru, diantaranya yaitu Asas Merupakan suatu kekuatan hukum untuk dilaksanakannya suatu kegiatan baru antara lain berupa izin usaha atau pendirian perusahaan dari notaris. Perniagaan dan Tradisi Faktor ini sangat erat kaitannya dengan penghasilan suatu daerah dan lingkungan perusahaan. Pasar dan Penjualan Faktor ini dapat digunakan untuk menganalisis peluang produk di yang ada hubungannya dengan : kekuatan pasar, banyaknya pembeli, kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya. Manajemen. Manajemen penting dalam suatu perusahaan diantaranya untuk mengelola manusia, modal, bahan, mesin, metode, dan Modal. Hal utama yang harus dimiliki adalah Aspek ini sangat penting, karena dapat menentukan berjalan atau tidaknya suatu usaha. Teknik Pengambilan Sampel Sumber : (Rangkuti 2. Study Kelayakan Salah satu cara Teknik sampling yaitu dengan Probability Sampling atau Random Sampling, dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain yaitu : Simple random sampling, pengambilan sample dengan cara ini semua anggota populasi mempuyai kesempatan untuk dipilih jadi sample dengan cara dikocok. Proportionate stratified random sampling, teknik ini digunakan bila Ekono Insentif - 96 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional Disproportionate stratified random sampling, teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasi berstrata tetapi kurang Area Sampling, teknik pengambilan sample berdasar wilayah cluster sampling, yaitu pengambilan sample berdasar gugus atau clusters Untuk menentukan jumlah sampel dapat digunakan rumus Taro Yamane : n = N/N. 2 1 Sumber : Sugiono : 2012 Keterangan : n = sampel N = Populasi d = Nilai presisi . %) atau tingkat kesalahan 0. METODE PENELITIAN Analisis perusahaan untuk memahami berbagai pengaruh eksternal pada bisnis. Serta analisis kondisi internal perusahaan. Setelah menganalisis kondisi eksternal dan internal pada bisnis tersebut, perusahaan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan pada bisnis ini yang akan tersaji dalam SWOT. Penelitian ini juga dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Analisis Kelayakan Usaha atau disebut juga feasibility Study melalui aspek keuangan yang menjadi aspek yang sangat vital dalam menentukan layak tidaknya suatu usaha. Penggunaan teknik penganggaran modal adalah untuk memutuskan apakah suatu proyek tertentu layak secara ekonomi dan PD Kebersihan terlibat dalam perencanaan layanan limbah untuk memperluas bidang pelayanan mereka ke layanan limbah medis. Metode Net Present Value (NPV) digunakan untuk mengukur profitabilitas bisnis, dan Payback Period (PBP) digunakan untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan PD Kebersihan untuk mendapatkan kembali investasi mereka dalam bisnis. Net Present Value, dan Payback Period berguna untuk mengevaluasi potensi proyek investasi. Jenis Data Yang Diperlukan Data Primer Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui survey dan wawancara langsung ke fasilitas kesehatan Tarif jasa layanan pengelolaan limbah B3 saat ini. Timbulan limbah B3 yang dihasilkan oleh rumah sakit dan puskesmas di Bandung Raya. Prosedur pelayanan yang didapatkan dari pihak pengelola limbah B3. Tarif PD. Kebersihan menjalankan layanan pengangkutan limbah B3. Dan juga wawancara dengan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Informasi tentang kompetitor / pihak pengelola limbah B3 medis di Kota Bandung. Tarif yang diberikan pengelola limbah B3 terhadap fasilitas kesehatan. Jenis Pelayanan yang ditawarkan oleh pihak pengelola limbah B3. Serta wawancara dengan Kepala Satuan Penelitian Pengembangan PD. Kebersihan Kota Bandung untuk memperoleh : Standar harga satuan. Hasil uji petik estimasi jarak dan penggunaan bbm. Ekono Insentif - 97 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Estimasi biaya perawatan kendaraan dan bangunan. SWOT internal mengenai Kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Peluang (Opportunitie. Ancaman (Threat. terkait kondisi internal perusahaan yang nantinya dijadikan poin untuk menentukan posisi kuadran perusahaan. Teknik atau pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Pengambilan sampel dengan cara klaster (Cluster Random Samplin. terhadap kelompok, bukan terhadap subjek secara individual (Azwar, 2010:. Kemudian berdasarkan random terhadap sejumlah fasilitas kesehatan, maka diperoleh sampel penelitian yang sesuai jumlah sampel minimal yang telah ditetapkan Jumlah sampel sesuai perhitungan adalah 92 fasilitas kesehatan Kota Bandung yang terdiri dari 30 rumah sakit dan 62 puskesmas yang kemudian diambil nilai rata-rata nya karena timbulan sampah yang dihasilkan fluktuatif / tidak tetap setiap Data Sekunder Data sekunder diperoleh melalui beberapa dokumen terkait seperti dokumen peraturan dan kebijakan Limbah jurnal/penelitian sebagai referensi. Selain itu dilakukan juga pengumpulan data dari Dinas Kesehatan terkait timbulan sampah medis puskesmas dan dari PD. Kebersihan sendiri kurang lebih terdiri PD. Kebersihan tahun 2018 Ae 2020 yang telah di audit. Standar Harga Satuan Pemerintah Kota Bandung, jumlah kebutuhan peralatan operasional dan tipe spesifik kendaraan pengangkut limbah, dan dokumentasi hasil survey di beberapa rumah sakit. Teknik Pengumpulan Data Teknik mengumpulkan data diantaranya melalui Survey lapangan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap suatu Wawancara dengan narasumber baik melalui tatap muka langsung dan juga komunikasi lewat telepon Observasi pengangkutan limbah B3 medis kesehatan sebelum diangkut oleh penyedia jasa angkutan. Dokumentasi terkait perizinan, dasar hukum dan juga pengelolaan limbah pendukung lainnya yang membantu perhitungan analisis kelayakan usaha seperti laporan keuangan, laporan tahunan, standar daftar harga satuan. Penelitian ini lebih menitik-beratkan kepada Aspek keuangan perusahaan karena disini ada proses penganggaran modal yang merupakan hal utama yang sangat vital dalam menentukan layak atau tidaknya sebuah perencanaan bisnis untuk 5 tahun ke depan. Unsur Penganggaran modal terdiri dari Modal Awal . nitial Investmen. Biaya Langsung (Cost of Servic. , dan Biaya Operasional (Operating Expens. untuk mendapatkan Arus Kas. Indikator dari aspek keuangan yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah Net Present Value (NPV) dan juga Payback Period (PBP). NPV (Net Present Valu. NPV (Net Present Valu. adalah investasi yang digunakan dalam mengukur apakah suatu proyek feasible atau tidak. Ekono Insentif - 98 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin Perhitungan Net Present Value merupakan net benefit yang telah discount Rate. Secara singkat, formula untuk Net Present Value adalah sebagai berikut: Sumber: https://akumaubelajar. com/ilmusosial/rumus-npv/ (Bandung, 18 Februari 2021. Keterangan : NPV = Net Present Value (Rupia. Ct = Arus Kas Per Tahun pada C0 = Nilai Investasi Awal pada tahun ke 0 . r = Suku bunga / Discount Rate (%)* *discount rate diasumsikan sebesar 1% per bulan / 12% per tahun dengan menggunakan fixed interest. PBP (Payback Perio. Payback Period adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan. Payback Period dalam bahasa Indonesia dapat Periode Pengembalian Modal. Para Investor Pengusaha menggunakan Payback Period atau Periode Pengembalian Modal ini sebagai penentu dalam mengambil keputusan Investasi yaitu keputusan yang menentukan apakah akan menginvestasikan modalnya ke suatu proyek atau tidak. Suatu proyek yang periode pengembaliannya sangat lama tentunya kurang menarik bagi sebagian besar investor. Pengertian Payback Period menurut Dian Wijayanto . adalah periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi . nitial Berdasarkan definisi dari Abdul Choliq dkk . Payback Period adalah jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan. Sedangkan menurut Bambang Riyanto . Payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto . et cash flow. Payback Period atau Periode Pengembalian Modal dapat dihitung dengan cara membagikan nilai investasi . ost of investmen. dengan aliran kas bersih yang masuk per tahun . nnual net cash flo. Payback Period = Nilai Investasi Awal / Kas Masuk Bersih Sumber : https://w. id/2019/ 09/payback-period-adalah. (Bandung 18 Februari. Catatan : Rumus ini mengasumsikan bahwa besarnya kas masuk bersih adalah sama pada setiap periode atau sama pada setiap tahunnya. Proyeksi Pendapatan Dalam analisis kelayakan usaha jasa angkutan limbah B3 rumah sakit terhadap pendapatan PD. Kebersihan Kota Bandung ini perhitungan keuangan dibuat dalam 3 skema berdasarkan NPV dan PBP masing-masing dengan skema Sedangkan besaran tarif yang akan dibebankan kepada fasilitas layanan kesehatan merupakan hasil dari rata-rata kesediaan pihak rumah sakit dan puskesmas dalam menggunakan jasa layanan jasa angkutan limbah B3 medis. Skema Optimis Menggunakan perkiraan apabila 100% fasilitas kesehatan terlayani oleh PD. Kebersihan berdasarkan Ekono Insentif - 99 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT perhitungan penganggaran modal. Skema Moderat Menggunakan Persentase sebesar 90% dari jumlah fasilitas kesehatan di Kota Bandung terlayani. Skema Pesimis Menggunakan fasilitas kesehatan di Kota Bandung yang terlayani oleh PD. Kebersihan. HASIL DAN PEMBAHASAN SWOT PD. Kebersihan Strength Memiliki Sumber Daya Manusia yang melimpah dan berpengalaman di bidang pengelolaan sampah Kota Bandung, sekitar kurang lebih 1600 karyawan di bagian operasional dan Pengalaman sampah perkotaan selama 35 tahun Akses ke sesama instansi Pemerintah yang cenderung lebih mudah untuk administrasi lainnya. Lokasi Kantor pusat PD. Kebersihan yang berada di pusat kota Bandung, yaitu Jl. Surapati 126, dan juga lokasi kantor wilayah operasional untuk support system yang tersebar di 4 Bandung Barat : Jl. Cicukang Holis No. Bandung Selatan : Jl. Sekelimus Barat No. Bandung Utara : Jl. Terminal Sadang Serang No. Bandung Timur : Jl. Pasir Impun No. Weakness Sumber dana yang bersumber hanya dari APBD Kota Bandung, sehingga banyak keterbatasan anggaran untuk ekspansi bisnisnya. Pengalaman dalam mengelola limbah pelatihan khusus yang nantinya akan secara langsung jadi beban anggaran Opportunities Kota Bandung saat ini hanya memiliki 1 penyedia resmi jasa pengangkutan limbah B3 medis, yaitu PT. Maxbiz Environ sehingga masih terbuka peluang untuk ikut menjual jasa angkutan ini, sedangkan penyedia lainnya berlokasi di luar Kota Bandung. Jumlah Fasilitas Kesehatan yang cukup banyak dinilai memiliki potensi timbulan limbah B3 medis yang cukup Kapasitas penampungan dari 2 pengelola limbah kompetitor sudah mulai overload. Threats Perusahaan dengan pangsa pasar terbesar di jawa barat yang kegiatan operasionalnya dibekukan oleh KLHK sejak 15 Agustus 2017 yaitu PT. Jasa Medivest sudah mulai kembali Kebijakan Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung cenderung tidak bisa di prediksi, sehingga butuh penyesuaian apabila ada regulasi ataupun aturan-aturan yang baru terkait pelaksanaan jasa angkutan limbah B3 ini. Gambar 1. Diagram SWOT Ekono Insentif - 100 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin Dari data hasil wawancara di atas, maka didapatkan hasil penilaian sesuai dengan jumlah poin untuk : Strength . ekuatan mendapatkan indikator penilaian 4. Weakness . elemahan mendapatkan indikator penilaian 2. Opportunities . erbagai peluan. mendapatkan indikator penilaian 3. Threats . erbagai mendapatkan indikator penilaian 2. Timbulan Sampah Kota Bandung Tabel 2. Data Timbulan Sampah Kota Bandung Timbulan Tahun Sampah . on/har. Sumber : Annual Report 2020 Tabel 3. Komposisi Sampah per Hari Kota Bandung 2020 Komposisi Sampah Makanan dan Daun Kayu Kertas dan Karton Tekstil dan Produk Tekstil (Kai. Karet dan Kulit Botol (Plasti. Gelas (Plasti. Bungkus (Plasti. Wadah (Plasti. Kantong (Plasti. Logam Kaca B3 Pampers B3 atau Limbah Lain-Lain Total Sumber:website PD. Kebersihan . Penerimaan dan Pengeluaran PD Kebersihan Kota Bandung Sebagai satu-satunya BUMD di Indonesia yang bergerak di bidang PD. Kebersihan kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daera. ke kas Pemerintah Kota, namun dalam prosesnya, baru di tahun 2020 PD. Kebersihan baru bisa menghasilkan keuntungan / laba dari hasil penerimaan jasa layanan termasuk didalamnya yaitu retribusi rumah tinggal, komersial. PSI (Pedagang Sektor Informa. Bisnis Pelayanan Khusus, sewa lahan dan yang Hal ini mendorong penulis untuk melakukan analisis kelayakan usaha baru yang diharapkan bisa meningkatkan PD. Kebersihan rangka pemenuhan kewajiban sebagai BUMD yaitu menghasilkan PAD untuk kas Kota Bandung dan juga diharapkan dapat mengurangi beban subsidi yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bandung dalam hal penanganan sampah kota. Berikut PD. Kebersihan Tahun anggaran 2018-2020: Ekono Insentif - 101 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Tabel 3. Penerimaan dan Pengeluaran PD Kebersihan Cash Flow . alam juta rupia. Penerimaan Operasional Penerimaan Lain Lain Penerimaan Subsidi Pengeluaran Operasional dan Non Op Laba/(Rug. Sumber PD. Kebersihan 41,054 1,715 139,153 176,518 5,404 47,390 21,099 108,825 182,557 . 44,180 6,139 108,825 193,604 Laporan Keuangan Dasar Hukum dan Kebijakan Terkait Pengelolaan Limbah B3 Medis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20202024. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. SK. 725/AJ 302/DRJD/2004 Penyelenggaraan Pengangkutan B3 di Jalan. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Data Hasil Survey dan Wawancara Hasil survey dan wawancara ini diperoleh dari penentuan jumlah minimal sampel menggunakan rumus Slovin dari total fasilitas kesehatan yang ada di Kota bandung yaitu 32 Rumah Sakit dan 73 Puskesmas. Rumah Sakit n = N/N. 2 1 n = 32/32. ,0. 1 n = 29. 62 dibulatkan menjadi 30 Rumah Sakit UPT Puskesmas n = 73/73. n = 61. 73 dibulatkan menjadi 62 Puskesmas rata-rata dihasilkan fasilitas kesehatan kategori Rumah Sakit per bulan . bulan = 30 har. Jumlah sampel 30 RS 128,621 kg/hari x 30 hari . lm 1 bula. = 123. 858,63 kg/bulan Rata-rata timbulan limbah B3 medis Rumah Sakit berdasarkan sampel : 858,63 / 30 = 4. 128,621 kg/bulan per rumah sakit Hasil dari survey dan wawancara untuk kategori UPT Puskesmas yaitu: Jumlah sampel 62 Puskesmas = 811,547 kg/bulan Rata-rata timbulan limbah B3 medis UPT Puskesmas berdasarkan sampel : 811,547 / 62 = 13,304 kg/bulan per UPT Dasar perhitungan tarif diambil dari ratarata harga per bulan yang diinginkan berdasarkan hasil wawancara pihak rumah sakit dan puskesmas, yaitu: A Jumlah Tarif yang di inginkan dari 30 Rumah Sakit = Rp. Tarif rata-rata yang di dapat : 450. / 30 = Rp. 000/bulan untuk rumah A 19. 000 = 51. Tarif rata-rata yang di dapat : 51. Rp. 000/bulan Puskesmas Modal Awal (Initial Investmen. Tabel 4. Initial Investment Jenis T ruk Hino Dutro 130 HDL Ruang Pendingin Keterangan 5 ton Volume ruangan 24,5 M3. Ukuran : 000 x 3. 500 mm. Kapasitas Harga Satuan Masa Pakai Requirement Q uantity Total 350,900,000 5 T ahun 350,900,000 93,177,750. 5 T ahun 186,355,500 25,000,000. 25,000,000 18,635,550 400 kg Perizinan Biaya Instalasi Ruang Pendingin 10% dari harga satuan ruang Mitshubishi L300 Box 2 ton 215,000,000. 430,000,000 T anah 70 m2 10,000,000. 700,000,000 Bangunan 70 m2 2,500,000. 175,000,000 1,885,891,050 Total 5 T ahun Biaya Langsung (Cost of Servic. Ekono Insentif - 102 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin Tabel 5. Cost of Service C ost of Se rvice Pelatihan BBM Hino 167 km ke PPLi Rp 45,000,000 28,557,000 Rp 28,557,000 Rp 28,557,000 Rp 28,557,000 Rp 28,557,000 BBM L300 Penjemputan 44,887,500 Rp 44,887,500 Rp 44,887,500 Rp 44,887,500 Rp 44,887,500 T arif T ol (Gol. II) Bandung- Bogor 34,560,000 Rp 34,560,000 Rp 34,560,000 Rp 34,560,000 Rp 34,560,000 T ambal ban 1,800,000 Rp 1,800,000 Rp 1,800,000 Rp 1,800,000 Rp 1,800,000 1 Hino & 2 L300 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Service Kendaraan Biaya Maintenanc e ruangan Biaya Pengolahan Total Listrik 24,000,000 Rp 24,000,000 Rp 24,000,000 Rp 24,000,000 Rp 24,000,000 Deposit 30,000,000 Rp 30,000,000 Rp 30,000,000 Rp 30,000,000 Rp 30,000,000 Administrasi 3,000,000 Rp 3,000,000 Rp 3,000,000 Rp 3,000,000 Rp 3,000,000 Pengolahan Rp 10,540,498,320 Rp 10,540,498,320 Rp 10,540,498,320 Rp 10,540,498,320 Rp 10,540,498,320 Rp 10,772,302,820 Rp 10,727,302,820 Rp 10,727,302,820 Rp 10,727,302,820 Rp 10,727,302,820 Rincian perhitungan biaya langsung ini terdiri dari : A Biaya Pelatihan penanganan Limbah B3 Medis di tahun pertama. A Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite Rp. 500,-/liter, jarak berdasarkan estimasi dari google maps dimulai dari ruang penyimpanan PD. Kebersihan jl. surapati No. menuju tempat pengolahan limbah PPLi Bogor. Perhitungan keberangkatan sebanyak 15x per bulan . hari sekal. A Biaya penjemputan ke 105 fasilitas kesehatan . RS 73 Puskesma. dengan asumsi jarak 5 km dari titik penjemputan ke ruang penyimpanan. Perhitungan penjemputan sebanyak 15x per bulan . hari sekal. A Tarif tol berdasarkan golongan kendaraan berat kategori II PP sebesar Rp. 000,-. Perhitungan sebanyak 15x per bulan . hari sekal. A Biaya tambal ban sebesar Rp. 000,untuk 3 kendaraan. A Service kendaraan untuk 1 unit Hino sebesar Rp. 000,-/Tahun dan untuk 2 unit mitsubishi L300 sebesar Rp. 000,-/Tahun, biaya ini merupakan jasa dan penggantian sparepart tak terduga, sedangkan penggantian oli kendaraan baru gratis selama 5 tahun. A Maintenance ruang pendingin meliputi pendingin dan juga biaya listrik ratarata per tahun. A Biaya pengelolaan yang harus dibayarkan kepada PT. PPLi, terdiri dari deposit & administrasi yang pengolahan untuk 133. 087,1 kg limbah B3 medis kota Bandung per bulannya sebesar Rp. 600,-/kg. Semua indikator yang dipakai merupakan hasil uji petik dari Bidang Penelitian dan Pengembangan PD. Kebersihan pada tahun 2018 (BBM. Jarak. Tarif tol dan biaya tambal ba. Dari perhitungan di atas maka Biaya Langsung (Cost of Servic. pengangkutan limbah B3 medis sebesar Rp. 820,- (Sepuluh Miliar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Tiga Ratus Dua Ribu Delapan Ratus Dua Puluh Rupia. Biaya Operasional Expens. (Operating Tabel 6. Operating Expense O perating Expense Direct labor Gaji Pokok 538,887,744 538,887,744 538,887,744 538,887,744 538,887,744 Bonus T ahunan 18,000,000 18,000,000 18,000,000 18,000,000 18,000,000 BPJS 14,400,000 14,400,000 14,400,000 14,400,000 14,400,000 T HR 44,907,312 44,907,312 44,907,312 44,907,312 44,907,312 Respiratory Mask 44,800,000 44,800,000 44,800,000 44,800,000 44,800,000 Safety Gloves 7,884,800 7,884,800 7,884,800 7,884,800 7,884,800 First Aid Kit 392,000 392,000 392,000 392,000 392,000 Boot terra safety 7,048,000 7,048,000 7,048,000 7,048,000 7,048,000 Wearpack cover all 13,230,000 13,230,000 13,230,000 13,230,000 13,230,000 Google Glasses Safety 980,000 980,000 980,000 980,000 980,000 7,084,000 7,084,000 7,084,000 7,084,000 7,084,000 1,471,800,000 Helmet berlogo B3 1,471,800,000 1,471,800,000 1,471,800,000 1,471,800,000 Wheeled Bin Plastic bag 51,404,238 51,404,238 51,404,238 51,404,238 51,404,238 Safety box sharp stuff 6,781,500,000 6,781,500,000 6,781,500,000 6,781,500,000 6,781,500,000 Nutritions Egg & Milk 20,889,120 20,889,120 20,889,120 20,889,120 20,889,120 9,023,207,214 9,023,207,214 9,023,207,214 9,023,207,214 9,023,207,214 Total Rincian perhitungan biaya operasional ini antara lain: A Gaji Pokok sesuai dengan UMR Kota Bandung 2021 Rp. 276,- untuk 12 orang karyawan . Supir dan 3 Kru Angkutan Kendaraanny. Ekono Insentif - 103 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Bonus Rp. 000,- per orang. A BPJS Kesehatan untuk kelas 2 Rp. 000,- per orang. A Tunjangan Hari Raya sebesar 1x gaji Pokok. A Alat Tunjang Lapangan, kantong plastik, tempat sampah, safety box, dan nutrisi penunjang makanan dihitung berdasarkan standar harga satuan Pemerintah Kota Bandung. Hasil perhitungan biaya operasional ini di Rp. 214,- (Sembilan Miliar Dua Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Ribu Dua Ratus Empat Belas Rupia. Catatan : Biaya Langsung (Cost of Servic. Biaya Operasional (Operating Expens. selama 5 tahun merupakan asumsi perhitungan biaya NPV = 4,183,470,094 4,183,470,094 4,183,470,094 4,183,470,094 4,183,470,094 NPV = Rata-rata Faskes sampah terlayani 15,000 4,128. 17,000 Total Puskesmas Timbulan Sampah . g/bula. 132,115. 133,087. Puskesmas 10,772,302,820 9,023,207,214 19,795,510,034 Arus Kas (C. 4,183,470,094 Net Present Value (NPV) Perhitungan NPV menggunakan suku bunga . iscount rat. fixed interest sebesar 12% per tahun. 1,885,891,050 Rata-rata jumlah Faskes sampah terlayani 15,000 4,128. 17,000 Total Timbulan Penerimaan / Sampah . g/bula. 118,904. 28 1,783,564,272 14,859,238 119,778. 4 1,798,423,510 Arus Kas Tabel 10. Arus Kas Penerimaan Jasa Layanan Tahun 2021 21,581,082,115 Pengeluaran Cost of service 10,772,302,820 Operating Expense 9,023,207,214 CoS OpEx 19,795,510,034 Arus Kas (C. 1,785,572,081 Net Present Value (NPV) NPV = 1,785,572,081 . NPV = Pengeluaran Cost of service Operating Expense CoS OpEx . 13,194,582,388. Jenis Faskes tarif/kg 1,981,738,080 16,510,264 1,998,248,344 Tabel 8. Arus Kas Penerimaan Tahun 2021 Jasa Layanan 23,978,980,128 . Skema Moderat Tabel 9. Skema Moderat Penerimaan / Arus Kas . Payback Period (PBP) PBP = Nilai Investasi Awal / Arus Kas Bersih PBP = 1. 050 / 4. PBP = 0,45 Proyeksi Pendapatan Skema Optimis Tabel 7. Skema Optimis Jenis Faskes tarif/kg . 1,785,572,081 1,785,572,081 1,785,572,081 1,785,572,081 1,885,891,050 4,550,696,695. Payback Period (PBP) PBP = Nilai Investasi Awal / Arus Kas Bersih PBP = 1. 050 / 1. PBP = 1,06 Skema Pesimis Tabel 11. Skema Moderat Rata-rata Faskes sampah terlayani 15,000 4,128. 17,000 Total Jenis Faskes tarif/kg Puskesmas Ekono Insentif - 104 Timbulan Penerimaan / Sampah . g/bula. 112,298. 49 1,684,477,368 14,033,724 113,124. 0 1,698,511,092 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin Arus Kas Tabel 12. Arus Kas Penerimaan Jasa Layanan Tahun 2021 20,382,133,109 Pengeluaran Cost of service 10,772,302,820 Operating Expense 9,023,207,214 CoS OpEx 19,795,510,034 Arus Kas (C. 586,623,075 Net Present Value (NPV) NPV = 586,623,075 . NPV = 586,623,075 586,623,075 586,623,075 586,623,075 1,885,891,050 2,114,644,899. Payback Period (PBP) PBP = Nilai Investasi Awal / Arus Kas Bersih PBP = 1. 050 / 586. PBP = 3,21 Analisis Net Present Value & Payback Period Berikut hasil perhitungan Net Present Value dan Payback Period dari ke tiga skema proyeksi pendapatan jasa angkutan limbah B3 medis di Kota Bandung. Tabel 13. NPV & PBP 3 Skema Skema NPV Optimis Moderat Pesimis 13,194,582,388. 4,550,696,695. 2,114,644,899. PBP Tahun Bulan 5 atau 5 6 atau 1 1 atau 3 Net Present Value (NPV) mengukur berapa banyak keuntungan atau kerugian dari jasa angkutan limbah B3 medis ini. Kriterianya adalah ketika NPV lebih besar dari Rp. 0, maka jasa pengangkutan ini bisa diterima mendapatkan pengembalian lebih besar dari biaya modalnya. Tetapi jika NPV kurang dari Rp. 0, maka rencana jasa angkutan limbah B3 medis ini harus di tolak. Hasil perhitungan NPV pada ketiga skema adalah : Skema Rp. 388,07 Skema Moderat Rp. 695,88 dan Skema Pesimis Rp. 899,79 Hasil ke tiga nilai tersebut lebih tinggi dari Rp. 0, dengan demikian jasa angkutan limbah B3 medis dapat Hasil positif dari perhitungan NPV menandakan jasa pengangkutan bisa dilaksanakan karena layak dan Nilai NPV positif akan meningkatkan nilai perusahaan. Payback Period digunakan untuk perusahaan pulih dari investasi awal, periode pengembalian juga dapat digunakan sebagai tolak ukur resiko, semakin lama perusahaan harus menunggu pemulihan dana yang di investasikan, maka semakin besar pula kerugian. Begitu juga sebaliknya semakin cepat pemulihan dana yang di investasikan maka semakin sedikit resiko untuk mengalami kerugian. Dari hasil analisis, periode pengembalian investasi pada 3 skema yaitu : Skema Optimis = 0. 45 atau 5 Skema Moderat = 1. 06 atau 1 tahun 1 bulan, dan Skema Pesimis = 3. 21 atau 3 tahun 3 bulan. SWOT Dalam bagan SWOT (Gambar . terdapat 4 strategi utama yaitu : Strategi SO (Strength dan Opportunitie. menunjukkan kekuatan dan peluang terdapat pada kuadran I. Strategi WO (Weakness dan Opportunitie. kelamahan dan kesempatan berada II. Strategi WT (Weakness dan Ekono Insentif - 105 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Threat. ada pada kuadran i. Strategi ST (Strength dan Threat. IV. Hasil penentuan peringkat dan perhitungan diatas, menunjukkan bahwa peringkat ke-1 terdapat pada kuadran I, peringkat ke-2 terdapat pada kuadran IV, peringkat ke-3 terdapat pada kuadran II dan peringkat ke-4 terdapat pada kuadran i. PENUTUP Simpulan Pengelolaan dan pembuangan limbah B3 fasilitas kesehatan di Kota bandung saat ini masih bergantung kepada layanan jasa pihak ke-3, hal ini dikarenakan masih ada rumah sakit yang pemrosesan limbah B3 secara mandiri, maka kondisi ini menjadi peluang untuk PD. Kebersihan sebagai operator pengangkutan sampah yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung ekspansi usahanya melalu jasa angkutan limbah B3 di rumah sakit, tarif yang dinilai terlalu tinggi yang ditetapkan oleh pihak kompetitor menjadi salah satu kesehatan mencari alternatif lain dalam penanganan limbah B3 nya, bahkan tidak sedikit dari faskes di Kota Bandung masih membuang limbah B3 nya di domestik/rumah tangga dengan adanya timbulan limbah B3 yang terbuang ke TPA sarimukti. Sebagai satu-satunya Perusahaan Daerah menangani pengelolaan limbah perkotaan di Indonesia. PD. Kebersihan memiliki kekuatan baik dari legalitas, sumber modal yang di dapat dari APBD. SDM pengelolaan limbah, struktur organisasi yang jelas tiap bidang nya, maka tidak sulit bagi PD. Kebersihan untuk melebarkan usaha jasa pengangkutan limbah B3 medis kedepannya dalam usaha peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Bandung dan juga meningkatkan Meskipun merupakan pendatang baru dalam hal pengangkutan limbah B3 namun penulis optimis bahwa PD. Kebersihan mampu bersaing dengan kompetitor lain dengan beberapa keunggulan PD. Kebersihan berdasarkan dari SWOT. Akses kerjasama dengan instansi pemerintah lainnya dalam hal perizinan akan lebih Modal awal yang dipakai untuk jasa angkutan limbah B3 medis ini bersumber dari APBD . yang artinya PD. Kebersihan tidak harus akhirnya bisa meminimalisir potensi kerugian. Lokasi Kantor Pusat berada di Jl. Surapati 126 yang termasuk dalam wilayah pusat Kota Bandung sehingga akses ke terjangkau demi menjaga efisiensi pengeluaran biaya beberapa kompetitor berasal dari luar Kota Bandung. Status PD. Kebersihan yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah Ekono Insentif - 106 Noneng Nurhayani. Bayu Prasetyo. Mahyuddin melayani sebagian besar domestik rumah sakit di Kota Bandung. Memiliki pengalaman selama 35 tahun dalam mengelola sampah di Kota Bandung. Melalui proyeksi pendapatan dengan skema Optimis. Moderat dan Pesimis, perhitungan NPV ketiganya lebih besar dari Rp. PBP kurang dari 5 tahun, dari hasil analisis ini, maka jasa angkutan limbah B3 medis layak secara aspek keuangan. Saran Evaluasi penentuan Harga Penetapan harga di bawah harga kompetitor merupakan strategi yang bagus untuk menarik pasar sebagai pendatang baru di jasa angkutan limbah B3 medis, jika PD. Kebersihan memaksimalkan NPV, maka kisaran harga bisa disamakan dengan pasar yang sudah ada. Mempertahankan pertumbuhan Proyeksi pendapatan yang sudah di hitung melalui 3 skema berbeda merupakan dasar dari penentuan kelayakan usaha ini, dimana 100% adalah seluruh fasilitas kesehatan dengan jumlah 32 Rumah Sakit dan 73 Puskesmas di Kota Bandung dilayani oleh PD. Kebersihan, skema pesimis merupakan syarat minimal kelayakan usaha yaitu dengan 85% fasilitas kesehatan terlayani . RS dan 62 Puskesma. mengoptimalkan pelayanan dan penjualan hanya kepada seluruh Rumah Sakit di Kota Bandung saja, perhitungan persentase mengakibatkan jasa angkutan limbah B3 medis ini tidak layak karena hasil dari NPV negatif dan waktu pengembalian modal yang lebih dari 5 tahun. Untuk pelayanan terhadap puskesmas, bisa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengeluarkan PD. Kebersihan, sehingga seluruh puskesmas yang berada di Kota Bandung bisa terlayani oleh PD. Kebersihan. Pertumbuhan penjualan dapat layanan yang prima, tepat waktu, profesional dalam bekerja sesuai SOP dan menjaga kepuasan mengurangi potensi beralihnya pelanggan ke kompetitor. Referensi Hasil dari Analisa Kelayakan Usaha Jasa Angkutan Limbah B3 Rumah Sakit oleh PD. Kebersihan Kota Bandung melalui Aspek Keuangan dan Metode SWOT membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai aspek kelayakan usaha lainnya seperti aspek ekonomi, aspek sosial dan budaya, aspek pemasaran dan berdasarkan dari metode SWOT yang telah di bahas. Daftar Pustaka