RUNGKAT : Ruang Kata Jurnal Inovasi Pembelajaran. Bahasa, dan Sastra Vol. No. September 2024, pp. https://e-jurnal. id/index. php/rungkat || KARAKTER RELIGIUS DALAM NOVEL MENCINTAI-NYA SEBELUM MENCINTAIMU Lutfia Rahmawati 1,*. Nisaul Barokati Selirowangi 2, *1 SDN Kalisumber i Tambakrejo Bojonegoro. Indonesia. 2 Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan - Indonesia. 1 lutfimoed@gmail. 2 nisa@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 10-07-2024 Revised: 08-09-2024 Accepted: 18-09-2024 ABSTRAK Tujuan penelitian tesis ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang diajarkan dan medeskripsikan efedensi nilai-nilai karakter yang diajarkan oleh Harfin dalam novel Mencintai-Nya sebelum Mencintaimu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, frasa, klausa, dan kalimat pada setiap paragraf dalam novel Mencintai-Nya sebelum Mencintaimu karya Riska Wati Harfin. Metode kualitatif memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya. Dalam penelitian sastra, misalnya, akan dilibatkan pengarang, lingkungan sosial di mana pengarang berada, termasuk unsur-unsur kebudayaan pada umunya. Nilai-nilai karakter yang diajarkan adalah jujur, sabar, rajin berdoa, berusaha istiqomah dalam menjalankan perintah agama, giat bekerja dan berusaha, melakukan sunnah Rasulullah SAW berupa tuntunan menikah, menginginkan kebahagian hidup dengan berbakti kepada orang tua, ikhlas dalam bersedekah serta mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan. Kata Kunci: Karakter Religius. Nove. ABSTRACT The aim of this thesis research is to describe the character values that are taught and to describe the efficacy of the character values taught by Harfin in the novel Mencintai Her before Mencintaimu. This research uses qualitative methods. Qualitative method is a research procedure that produces descriptive data in the form of words, phrases, clauses and sentences in each paragraph in the novel Mencintai Nya before Mencintaimu by Riska Wati Harfin. Qualitative methods pay attention to natural data, data in relation to the context of its existence. In literary research, for example, the author, the social environment in which the author is located, including cultural elements in general will be involved. The character values taught are honesty, patience, praying diligently, trying to be steadfast in carrying out religious commands, working hard and making an effort, carrying out the Sunnah of the Prophet Muhammad in the form of marriage guidance, wanting a happy life by being devoted to parents, being sincere in giving alms and practicing the teachings of the Koran. in life. Keywords: Religious Characters. Novel This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Penelitian ini berfokus pada kajian terhadap karakter religius yang muncul dalam novel Mencintainya Sebelum Mencintaimu, sebuah karya sastra yang memperlihatkan perpaduan antara kisah cinta dan nilai-nilai keagamaan (Ani, 2. Tema religiusitas dalam karya sastra bukanlah hal baru, tetapi penerapannya dalam konteks modern, khususnya dalam novel ini, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana agama dan kepercayaan diinternalisasikan https://e-jurnal. id/index. php/rungkat rungkat@unisda. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. dalam kehidupan karakter-karakter utamanya (Lestari, 2. Novel ini menggambarkan pergulatan batin dan spiritual tokoh-tokohnya dalam menghadapi dilema cinta, kehidupan, dan iman (Lestari, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bagaimana karakter religius dibentuk dan dikembangkan di dalam narasi Mencintainya Sebelum Mencintaimu menawarkan ruang diskusi menarik mengenai hubungan antara cinta dan spiritualitas. Dalam dunia yang semakin modern dan pragmatis, novel ini menampilkan sebuah pandangan yang menunjukkan bahwa hubungan manusia tidak hanya bersifat fisik dan emosional, tetapi juga harus didasari oleh nilai-nilai religius. Tokoh utama dalam novel ini digambarkan sebagai seseorang yang menganggap penting agama dalam setiap keputusan hidup, termasuk dalam urusan percintaan. Hal ini mendorong pertanyaan tentang bagaimana agama mempengaruhi pandangan dan tindakan manusia dalam konteks hubungan interpersonal. Latar belakang novel ini juga berangkat dari fenomena sosial di mana nilai-nilai keagamaan masih menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari sebagian besar masyarakat. Meskipun terdapat modernisasi yang mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku individu, nilai-nilai religius tetap hadir sebagai panduan moral dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjalin hubungan dengan sesama. Novel ini menggambarkan pergulatan antara mengikuti tuntutan dunia modern dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama, terutama dalam membangun hubungan cinta yang ideal. Dalam penelitian ini, dapat dipahami bagaimana karakter religius dikonstruksikan melalui dialog, narasi internal, dan interaksi antar tokoh. Misalnya, salah satu tema utama dalam novel ini adalah bagaimana tokoh utama berusaha menjaga kesucian cinta dalam bingkai ajaran Proses pencarian cinta yang dilakukan oleh tokoh utama tidak hanya didasarkan pada aspek emosional dan fisik semata, tetapi juga mempertimbangkan perintah dan larangan dalam agama yang dianutnya (Ulfah, 2. Ini menambah kompleksitas dalam hubungan percintaan dan mengundang pembaca untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mereka sendiri (Sukowati, 2. Penelitian ini juga relevan karena memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana sastra dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan-pesan religius (Mubarok, 2. Sastra sering kali digunakan untuk mencerminkan kondisi sosial dan budaya masyarakat, termasuk di dalamnya nilai-nilai keagamaan. Novel Mencintainya Sebelum Mencintaimu menjadi contoh bagaimana agama dan spiritualitas dapat menjadi tema sentral dalam karya fiksi yang ditulis dalam konteks masyarakat modern. Dengan menganalisis karakter religius dalam novel ini, penelitian ini juga ingin menggali bagaimana sastra dapat memperkuat atau bahkan menantang nilai-nilai keagamaan yang ada di masyarakat. Selain itu, pemilihan tema ini didorong oleh adanya pergeseran nilai-nilai religius dalam masyarakat modern. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai agama sering kali dikompromikan atau dipinggirkan dalam kehidupan sehari-hari (Saputra, 2. Novel ini memberikan perspektif yang berbeda dengan menekankan pentingnya nilai religius sebagai landasan utama dalam membangun hubungan cinta. Melalui karakter-karakter dalam novel, pembaca diajak untuk melihat bahwa cinta sejati tidak hanya berdasarkan pada hasrat atau keinginan pribadi, tetapi juga harus didasarkan pada prinsip-prinsip keagamaan yang kuat. Berdasarkan fenomena ini, penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan utama, seperti bagaimana karakter religius dibentuk dalam novel ini, bagaimana tokohtokohnya menghadapi konflik antara cinta dan ajaran agama, serta bagaimana novel ini mencerminkan realitas kehidupan religius dalam masyarakat modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran agama dalam membentuk karakter manusia, khususnya dalam konteks percintaan dan hubungan sosial. Secara keseluruhan, latar belakang penelitian ini tidak hanya berfokus pada analisis teks sastra, tetapi juga pada konteks sosial dan budaya yang memengaruhi pembentukan karakter religius dalam novel Mencintainya Sebelum Mencintaimu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam studi sastra dan agama, serta memperkaya pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai religius diintegrasikan dalam karya-karya sastra kontemporer. (Karakter Religius dalam Novel Mencintai-Nya Sebelum Mencintaim. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. Metode Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter religius dalam novel Mencintainya Sebelum Mencintaimu. Metode ini dipilih karena penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali makna yang lebih mendalam tentang bagaimana nilai-nilai religius ditampilkan melalui karakter dan alur cerita dalam novel tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pengarang menggambarkan karakter tokoh yang religius, bagaimana aspek-aspek religiusitas tercermin dalam dialog, narasi, serta perilaku tokoh, dan bagaimana nilai-nilai tersebut berperan dalam perkembangan plot cerita. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi dokumen. Sumber data utama adalah novel Mencintainya Sebelum Mencintaimu, yang akan dianalisis secara Peneliti akan mengumpulkan kutipan-kutipan yang relevan dari novel, yang menggambarkan karakter religius tokoh utama maupun tokoh-tokoh lainnya. Selain itu, penelitian juga mencakup kajian terhadap dialog, monolog, dan deskripsi situasi yang mencerminkan nilai-nilai religius. Data yang terkumpul akan diklasifikasikan berdasarkan elemen-elemen religius yang muncul, seperti tindakan, pemikiran, atau dialog yang terkait dengan ajaran agama. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Analisis ini dilakukan dengan menelaah isi novel secara sistematis untuk menemukan pola-pola religiusitas yang mendasari perilaku dan motivasi tokoh-tokoh dalam cerita. Tahap pertama adalah pembacaan intensif terhadap novel untuk memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang jalan cerita dan karakter tokoh. Selanjutnya, peneliti akan mengidentifikasi bagian-bagian teks yang memuat nilai-nilai religius, seperti prinsip moral yang dianut tokoh, sikap mereka terhadap cinta dalam kerangka agama, serta bagaimana mereka mengatasi konflik batin antara hasrat duniawi dan kewajiban religius. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini adalah pendekatan sosiologis sastra, yang menitikberatkan pada hubungan antara karya sastra dan realitas sosial atau budaya yang ada di sekitarnya. Novel ini dianalisis dengan melihat bagaimana nilai-nilai religius yang berkembang dalam masyarakat tercermin dalam narasi dan karakter yang ada. Pendekatan ini juga digunakan untuk memahami bagaimana novel ini mencerminkan pandangan masyarakat tentang religiusitas dalam konteks hubungan cinta dan kehidupan sehari-hari. Hasil dan Pembahasan Nilai-nilai karakter yang baik yang terdapat pada novel Mencintai-Nya sebelum Mencintaimu karya Riska Wati Harfin ada sepuluh. Kesepuluh nilai karakter tersebut, yaitu: jujur, kesabaran, rajin berdoa, istiqomah, giat belajar/ ikhtiar, melakukan pernikahan, khusnudhon, berbakti kepada orang tua, gemar bersedekah, dan menyesal setelah berbuat dosa atau maksiat. Kesepuluh karakter itu akan diuraikan di bawah ini. Jujur Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta, ilmu, rahasia, atau lainnya yang wajib dipelihara dan disampaikan kepada yang berhak menerimanya. Sebagai realisasi karakter adalah hartawan hendaknya memberikan hak kepada orang lain yang dipercayakan kepadanya, penuh tanggung jawab. ilmuwan hendaknya memberikan ilmunya kepada yang memerlukan. orang yang diberi rahasia hendaknya menyimpan, memelihara rahasia itu sesuai dengan kehendak yang mempercayakan kepadanya. pemerintah hendaknya berlaku dan bertindak sesuai dengan tugas kewajibannya. mukmin hendaknya berlaku amanah, jujur dengan segala anugrah Allah SWT kepada dirinya, menjaga anggota lahir batin dari segala maksiat dan wajib mengerjakan perintahperintah Allah (Abdullah, 2008:. Senada dengan pendapat di atas. Harfin juga mengajak pembaca agar selalu berlaku jujur kepada diri sendiri dan orang lain. Hal ini dapat ditemukan dalam novelnya. Sebagaimana kutipan berikut: Jangan heran, di saat hati terluka karena ulah seorang manusia, akan ada rasa sakit yang (Karakter Religius dalam Novel Mencintai-Nya Sebelum Mencintaim. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. bersemayam, baik itu dari fisik maupun rohani. Jangan menyalahkan siapapun, terlebih kepada Allah! Karena, engkau telah memilih menempatkan cinta yang jauh lebir besar kepada manusia dibanding kepada Sang Maha Pencipta (Harfin, 2018: . Boleh jadi tak semua orang punya pandangan yang sama. tetapi setiap orang tentu mengharap mendapatkan jodoh yang baik. Salah seorang dosen saya, pernah berkata bahwa para narapidana saja yang dipenjara jika ditanya sosok istri seperti apa yang mereka inginkan, jawabannya tak lain adalah menginginkan perempuan yang salihah, baik perilakunya, dan bisa mengabdikan diri dengan tulus kepada suami dan mengurus anak-anaknya. masyaAllah. Pengharapan adalah yang serba baik, tak ada yang mau Itu kata para narapidana, lho (Harfin, 2018: . Sejatinya manusia adalah suci ketika terlahir ke dunia. Ibarat kain putih, ia bersih tanpa noda. Dengan siapa ia tumbuh, lingkungan dan pergaulan seperti apa yang mengelilinginya maka warna itulah yang akan memberi pengaruh pada kehidupannya. Jodoh adalah impian tertinggi yang ingin diraih dalam keadaan baik dan dengan cara yang baik pula. Tetapi, tak semua orang berhasil mendapatkannya dengan cara yang baik. Dunia terlalu banyak dipenuhi kepalsuan. Tak heran jika banyak bujuk rayu yang datang untuk menciptakan kepalsuan. Meski menuliskan beratus kreteria pasangan idaman, jika tanpa dilandasi usaha tetap saja tak akan mampu diperoleh. Kesabaran Sabar . adalah tahan menderita untuk menghadapai yang tidak disenangi dengan penuh ridha dan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Sabar adalah kemampuan menahan diri, di kala ada godaan untuk tidak pasrah. Sikap sabar merupakan sikap yang penting dalam kehidupan, karena dalam kehidupan ini banyak ditemui godaan, cobaan, seperti ketika menghadapi datangnya jodoh, kemaksiatan, kejahatan dan sebagainya (Urokhim, 2. Sedangkan orang yang belum mendapatkan jodoh pikirannya kacau dan Orang yang sabar dalam berbagai hal akan tetap tenang dengan selalu mengingat Allah SWT dan berserah diri kepada-Nya. Orang yang sabar akan tahan menderita kalau terkena goncangan dan olok-olok orang lain. Kesabaran merupakan sifat yang terpuji bagi umat manusia. Kesabaran membuat manusia rela menanti apa yang digariskan oleh Allah SWT. Ia menerima apa yang telah diberikan oleh-Nya setelah berusaha optimal. Allah menguji hamba-Nya dengan kesabaran untuk memperoleh seuatu yang mulia. Novelis mengajak kepada pemuda untuk sabar dulu tidak berpacaran. Karena berpacaran banyak masalah yang Lebih baik sabar mencari pengalaman, pengetahuan, dan pekerjaan terlebih dahulu sebelum menentukan untuk berumah tangga. Perjodohan bukan dilihat dari usia tetapi lebih mengedepankan keberterimaan antara kedua belah pihak yang penting ada visi dan misi yang sama yang didasari cinta kasih dan untuk memperoleh ridha Allah kesibukannya di kampus diam-diam ada yang mendatanginya Orang tersebut berpura-pura ingin belajar ilmu agama kepadanya. Berkat kesabaran yang dilakukan oleh pelaku dalam novel sehingga ia diberikan jodoh oleh Allah SWT walaupun berbeda usia. Sebagaimana kutipan di bawah ini. Ia menjalin sebuah hubungan dengan salah seorang pemuda yang usianya terpaut lebih muda darinya. Tetapi, ia tak pernah menjadikan itu sebagai kendala ataupun masalah yang menjadi alasan baginya untuk tidak mencintainya. Susah dan senang mereka lalui dengan kesabaran. Hidup di sebuah rumah kontrakan membuat wanita belajar lebih mandiri dan pandai-pandai mengatur keuangan. Terkadang jika dalam masa kesulitan, sang pacarlah yang selalu ringan tangan membantunya (Harfin, 2018: 67Ai. Setelah berumah tangga tentu banyak godaan baik dari faktor internal dan eksternal. Untuk menghadapi tantangan kedua faktor tersebut, diperlukan kedewasaan berpikir dan (Karakter Religius dalam Novel Mencintai-Nya Sebelum Mencintaim. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. Faktor internal dalam rumah tangga biasanya disebabkan oleh hal-hal sepele. Seperti kesalahpahaman, masalah anak, dan kebutuhan ekonomi. Sedangkan faktor eksternal biasanya disebabkan oleh adanya pihak ketiga yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu, agar rumah tangga tetap harmonis perlu dikembangkan rasa kasih sayang dengan komunikasi yang harmonis, berprasangka baik kepada pasangan, dan mempunyai penghasilan yang halal dan mapan. Adapun tahapan sabar digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu: Sabar dalam menunaikan ibadah. Sesungguhnya ibadah berfungsi meningkatkan kualitas nilai kemanusiaan manusia, artinya dengan ibadah diharapkan manusia dapat mengembangkan fungsi sebagai hamba dan kholifah Allah, sehingga manusia akan mampu mencapai kebahagiaan hakiki, ketinggian harkat dan martabat sebagai Dalam menunaikan ibadah, setan selalu mengoda dan nafsu selalu menganggu agar perintah ibadah ditinggalkan atau dilalikan. Tetapi orang yang sabar dapat menangkis dan mengatasinya hingga tetap mengerjakan perintah Allah dengan . Sabar dalam meninggalkan maksiat. Maksiat artinnya pembangkangan. Yang termasuk perbuatan pembangkangan adalah segala perbuatan jahat menurut hawa nafsu angkara murka dan segala perbuatan yang menjerumuskan ke jurang kehinaan serta merugikan orang lain. Dorongan hawa nafsu apabila tidak dituruti sering kali membawa jiwa tertekan. Namun bagi orang yang arif tidak akan menuruti hawa nafsunya karena akan berakibat buruk bagi dirinya dan orang lain. Sikap sabar muncul dari keyakinan yang mendalam dan bertujuan untuk mencari ridha Allah. Untuk memperoleh derajat inilah dituntut untuk selalu berdoa. Sabar dalam musibah. Musibah yang menimpa diterima dengan sabar dan tawakal kepada Allah SWT disertai dengan usaha untuk melepaskan diri dari musibah itu. Hidup ini adalah perjuangan. Perjuangan tidak lepas dari ujian. Ujian itu bisa berupa takut, belum datang jodoh, ketakutan, kelaparan dan kekurangan. Istiqomah Istiqomah artinya konsisten terhadap suatu perbuatan dari waktu ke waktu bagaimanapun keadaan yang mereka alami. Baik ketika senang maupun susah. Sikap istiqomah ini menunjukkan kualitas keimanan sesorang. Apa yang dilakukan selalu bersandarkan kepada Allah SWT. Dalam novel Mencinta-Nya sebelum Mencintaimu. Pelaku istiqomah dalam berusaha untuk mendapatkan jodoh yang terbaik baginya dengan melalukan doa, menghadiri majelis taklim, dan berbakti kepada orang tua, dan bergaul dengan teman yang baik. Dapat dibaca pada kutipan berikut: Setelah kejadian itu, si perempuan berusaha untuk bangkit dan mengejar cinta Allah yang sempat ia abaikan. Tak ada yang terlambat selagi napas masih ada dan tetap istiqomah, serta berusaha mengejar cinta Allah. Senantiasa belajar pada nilai-nilai Dan, tentunya berjihad di jalan Allah (Harfin, 2018:. Melati dan Melan setelah melakukan hal yang dilarang oleh agama, mereka hijrah dan bertaubat kepada Allah SWT secara istiqomah. Berkat keistiqomahanya Allah SWT memberikan jodoh yang baik, taat beribadah, kasih sayang dan bertanggung jawab. Mereka mengganti perbuatan yang dilarang oleh agama dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan jalan rajin menghadiri majelis taklim, ikut kajian di kampus, dan membaca Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Giat Bekerja Sebagai manusia mempunyai berbagai kebutuhan rohani dan jasmani. Kebutuhan jasmani dapat dipenuhi dengan kerja keras sesuai dengan keahlian masing-masing. Manusia diperintahkan bekerja untuk mencari ridha Allah dengan cara yang halal. Jika kita pemuda dan cukup umur maka segeralah mengakhiri masa lajang dengan pernikahan yang sah. Pernikahan yang sah untuk menyalurkan biologis dan untuk memenuhi (Karakter Religius dalam Novel Mencintai-Nya Sebelum Mencintaim. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. kebutuhan rohani. Dengan demikian hidup kita akan bahagian dunia dan akhirat. Novelis mengajak pembaca giat bekerja sebagaimana kutipan di bawah ini. Jika rencana untuk menikah telah siap di depan mata, lalu di luar perkiraan semua tak berjalan sesuai rencana. Maka belajarlah mengambil sisi baiknya. Bisa saja Allah tak menghendaki kita menikah dengan orang yang kita sukai. Mungkin, ada sesuatu yang jika kita bersatu dengannya akan mendatangkan sebuah bencana atau peristiwa yang bisa membawa musibah (Harfin, 2018: . Hidup tidak selalu mulus sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran. Orang bilang hidup bagaikan roda berputar, kadang di bawah dan suatu saat di atas. Kadang-kadang untuk memperoleh jodoh sebagian di antara kita diawali dengan berpacaran dan sudah sekian tahun, tapi toh ada yang tidak jadi kepelaminan karena suatu hal. Maka yang harus dilakukan adalah dengan berdoa, berusaha meneriman apa adanya dan berprasangkan baik kepada Allah SWT. Mungkin dibalik itu semua Allah akan memberikan ganti yang lebih baik. Kepada yang hatinya sedang gundah karena menanti jodoh yang tak kunjung datang, tak perlu kau habiskan waktu dengan hal yang sia-sia. Berusahalah dengan cara yang diridhoi-Nya. Jika Allah telah menghendaki pertemuan dengannya, tak ada yang mampu menghalangi kehendak itu. Ini hanya persoalan waktu. Semua akan mememui titik dari ujung penantian panjang itu. Kita hanya bisa berharap, berusaha, dan berdoa. Penentu atas hasilnya hanya Allah yang berhak atas segalanya (Harfin, 2018: . Jodoh harus dijemput dengan usaha keras dengan jalan berusaha mencari ridho-Nya. Menuntut ilmu, mencari pengalaman, dan bekerja sebagai rasana untuk mencapainya. Tentu siapapun tidak menginginkan pasangannya seorang pengangguran dalam rumah Rumah tangga membutuhkan ekonomi dan kesiapan mental. Rumah tangga tidak cukup dengan modal cantik dan tampan belaka. Ketika menginjak usia 18 tahun, ia memilih hijrah ke sebuah kota untuk melanjutkan studi ke salah satu universitas yang ada di sana. Hidup di rumah kontrakan membuatnya harus lebih pandai lagi dalam memutar otak agar bisa memenuhi kebutuhan selama menempuh pendidikan. Ia tahu betul bahwa tak setiap bulannya sang ayah bisa mengirim uang, hingga membuatnya mencari pekerjaan agar bisa memperoleh uang tambahan, kuliah sambil bekerja paruh waktu adalah aktivitas yang ia lakoni selama berada di kota tersebut (Harfin, 2018: . Usia 18 tahun adalah usia yang produktif. Sebelum ia menikah membekali diri dengan kuliah. Merasa sudah mampu, ia menikah sambil kuliah. Hidup di rumah Berlatih diri untuk mandiri bersama pasangannya. Menikah sambil kuliah memang berat keadaannya. Tetapi kalau mampu maka menjadi suatu anugrah yang tidak ternilai dalam hidup ini. Menikah tidak harus mengeluarkan dan diramaikan di luar kemampuan, tetapi menikah itu yang penting memenuhi syarat dan rukun nikah. Entah bagaimana caranya kami bisa berkomunikasi setelah dalam kurun waktu bertahun-tahun tak pernah bertemu. Bahkan ketika SMA kami tak pernah terlihat dekat apalagi akrab. Mungkin karena, ada berbagai hal yang melatarbelakangi Aku memang hanya seorang siswa yang tidak begitu pandai, boleh dikata hanya golongan rata-rata saja. Namun, aku selalu berusaha memperlihatkan prestasi yang bisa membuat orang lain bangga termasuk kepada kedua orangtua, guru, dan teman-teman yang lain (Harfin, 2018: . Usia pernikahan yang edial untuk laki-laki 25 tahun dan untuk perempuan 20 tahun. Usia tersebut secara biologis dan psikologis dianggap sudah matang. Laki-laki dianggap sudah dewasa sehingga mampu menjadi pemimpin di rumah tangganya. Dan, perempuan (Karakter Religius dalam Novel Mencintai-Nya Sebelum Mencintaim. Rungkat: Ruang Kata Vol. No. September 2024, pp. di usia 20 tahun sudah bisa mandiri. Pada umumnya usia tersebut sudah lulus sarjana atau sudah mempunyai pekerjaan tetap walaupun penghasilannya belum begitu besar. Simpulan Faktor ketidakadilan gender yang ditemukan dalam penelitian ini yakni faktor budaya, faktor legal, dan faktor ekonomi. Faktor budaya yakni pentingnya perempuan menghindari zina dan menjaga kesucian sebelum menikah. Perempuan memiliki peran utama sebagai pendukung keluarga dan menjalankan tugas domestik, khususnya di dapur. Pada faktor ini ditemukan empat data. Faktor legal dengan adanya ketidaksetaraan dalam akses perempuan terhadap sistem peradilan, termasuk kesulitan untuk mengakses proses pengadilan atau sistem hukum. Pada faktor ini ditemukan dua data. Faktor ekonomi yang mana perempuan sering menghadapi hambatan dalam mengambil keputusan ekonomi, terutama dalam hal kepemilikan dan kontrol atas aset dan harta, termasuk tanah dan properti. Serta faktor ekonomi dapat menjadi penghalang bagi banyak orang dalam mengejar pendidikan tinggi. Pada faktor ini ditemukan tiga data. Daftar Pustaka