Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 208-216 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. TEKNIK PERMAINAN DAN PENYAJIAN I BELIEVE OLEH DAVE KOZ PADA SAXOPHONE Nov Rivaldo Simanullang1*. Kartini R. M Manalu 2, & Nielson D. Sihombing3 *1-3 Universitas HKBP Nommensen. Medan *Koresponden e-mail: nov. simanullang@student. Submit Tgl: 17-April-2025 Diterima Tgl: 24-Mei-2025 Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: The purpose of this study is to discuss the playing and presentation techniques of Dave Koz's I Believe using the saxophone. The playing techniques used are breathing, altissimo and tonguing techniques. The presentment techniques used are expression and emotion techniques, dynamic control and harmony between instruments. The research method used is qualitative descriptive, with observation data collection techniques, recital implementation, and documentation. The recital implementation is carried out by covering four stages, namely . selection of works. assessment of the feasibility of works. finding players. the process of practice and guidance. Through the implementation of the recital, the research results obtained are the application of breathing techniques using diaphragm breathing, altissimo techniques and forguing techniques using the pronunciation patterns "ta" and "ya" Keywords: Playing Techniques. Presentment Techniques. I Believe Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas mengenai teknik permainan dan penyajian karya I Believe ciptaan Dave Koz menggunakan instrumen saxophone. Teknik permainan yang digunakan yaitu breathing, altissimo dan tonguing. Teknik penyajian yang digunakan yaitu teknik ekspresi dan emosi, pengontrolan dinamika serta harmonisasi antar Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, pelaksanaan recital, dan dokumentasi. Pelaksanaan recital dilakukan dengam meliputi empat tahap yaitu: . pemilihan karya. penilaian kelayakan . mencari pemain. proses latihan serta bimbingan. Melalui pelaksaan recital, hasil penelitian yang diperoleh adalah penerapan teknik breathing menggunakan diaphragm breathing, teknik altisimo dan teknik tonguing menggunakan pola pelafalan AutaAy dan AuyaAy. Kata kunci: Teknik Permainan. Teknik Penyajian. Karya I Believe Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Cara mengutip Simanullang. Manalu. , & Sihombing. Teknik Permainan dan Penyajian I Believe oleh Dave Koz pada Saxophone. Pahlawan Jurnal Pendidikan-SosialBudaya, 21. , 208Ae216. https://doi. org/10. 57216/pah. PENDAHULUAN Musik merupakan salah satu bagian dari seni yang keberadaannya digemari oleh berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan musik telah dianggap sebagai sebuah kebutuhan umum dalam kehidupan. Menurut Jamalus . , musik adalah sebuah hasil karya seni dalam bentuk lagu maupun komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan Sedangkan menurut Avandra. , dkk . , musik adalah sebuah karya seni yang terdiri dari kesatuan unsur harmoni, irama, melodi, struktur dan ekspresi. Melalui Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A Copyright A 2025: Nov Rivaldo Simanullang. Kartini R. M Manalu, & Nielson D. Sihombing pengertian tersebut, didefenisikan bahwa musik adalah sebuah bentuk hasil karya seni musik dalam bentuk lagu maupun komposisi musik yang mengungkapkan pikiran maupun perasaan penciptanya melalui perpaduan berbagai unsur musik sebagai satu kesatuan yang utuh. Musik dapat disajikan dengan menggunakan berbagai instrumen atau alat musik, salah satunya saxophone. Saxophone merupakan instrumen golongan kelas aerophone, yaitu instrumen yang dimana sumber bunyinya berasal dari udara yang ditiupkan ke dalam instrumen sehingga membuat sebuah getaran yang menghasilkan suatu bunyi (Sembiring, dkk. , 2. Instrumen saxophone diciptakan oleh Antoine Josep (Adolphe Sa. , seseorang yang berkebangsaan Belgia pada awal tahun 1840 (Silalahi, dkk. , 2. Pada tahun 1846. Adolphe Sax mematenkan saxophone sebagai instrumen atau alat musik Ia juga memperkenalkan 13 jenis saxophone lainnya yang dibedakan berdasarkan ukuran dan jumlah pitch-nya, yaitu Eb sopranino. F Sopranino. Bb soprano. C soprano. Eb alto. F alto. Bb tenor. C tenor. Eb baritone. Bb bass. C bass. Eb contrabass. E contrabass. Adolphe Sax menyatakan bahwa, semakin kecil ukuran saxophone, maka range nada yang dihasilkan akan semakin tinggi, sebaliknya semakin besar ukuran saxophone, maka range nada yang dihasilkan akan semakin rendah (Munthoriq dalam Silalahi, dkk. , 2. Terdapat beberapa teknik yang harus dikuasai dalam memainkan instrumen saxophone, diantaranya teknik fingering, breathing, embouchure, altissimo dan tonguing. Teknik tersebut merupakan teknik-teknik dasar yang dapat digunakan oleh seorang saxophonist dalam memainkan berbagai karya, salah satunya karya I Believe. I Believe merupakan salah satu karya dalam album popular Dave Koz yang berhasil mendapatkan dua nominasi penghargaan yaitu Grammy Awards dan NAACP Image Awards Grammy Awards. Karya ini memiliki makna baik mengenai harapan, keyakinan dan kekuatan Melalui alunan iramanya, karya ini secara emosional mengungkapkan bahwa cinta dapat mengatasi berbagai rintangan dan kesulitan. Berdasarkan hal tersebut. I Believe dikatakan sebagai sebuah karya yang dapat memberikan makna optimisme dan rasa kepercayaan dalam sebuah hubungan. Pada permainan dan penyajian karya I Believe ciptaan Dave Koz, seorang saxophonist harus menguasai teknik permainan dan penyajian dengan tepat, tujuannya untuk . memaksimalkan ekspresi permainan dan penyajian musikal . menghasilkan suara yang bersih, bulat dan konsisten/stabil . idak goya. membangun hubungan emosional dengan audiens . agar lebih mudah melakukan improvisasi (Benade. Pada karya I Believe. Dave Koz menggunakan empat teknik permainan, yaitu teknik fingering, breathing, altissimo dan tonguing. Sementara itu disisi lain. Dave Koz menggunakan tiga teknik penyajian, diantaranya teknik penyajian ekspresi emosi, pengontrolan dinamika dan harmonisasi antar instrumen. Pada teknik fingering. Dave Koz menggunakan teknik combine fingering dan alternate fingering, yaitu teknik kombinasi dan variasi posisi penjarian dalam mencapai nada-nada sulit, yang bertujuan untuk memperhalus posisi penjarian ketika memainkan Pada teknik breathing. Dave Koz menggunakan teknik breathing control dan circular breathing. Breathing control yaitu teknik pengontrolan pernafasan agar suara yang dihasilkan terdengar konsisten dan penuh, terutama ketika memaikan frase panjang (Sitohang, 2. Circular breathing, yaitu teknik pernafasan melingkar yang digunakan dalam memainkan frase panjang tanpa jeda, dimana nada dan dinamika yang dihasilkan tetap stabil. Pada teknik altissimo. Dave Koz menggunakan kombinasi teknik Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 embouchure yang kuat dan fingering, dimana nada-nada tinggi dalam permainan saxophone dapat terdengar jelas dan tidak fals. Adapun salah satu contoh penerapan teknik altissimo pada karya I Believe terdapat pada bar 94-99. Gambar 1. Teknik Altissimo pada karya I Believe Sementara itu, pada teknik tonguing Dave Koz menggunakan teknik penjagaan artikulasi pola AutaAy dan penggunaan single tonguing pola AuyaAy. Pola AutaAy digunakan untuk menjaga transisi antar nada agar tetap lembut, sementara pola AuyaAy digunakan untuk memberikan aksen, sehingga nada yang dihasilkan terdengar dengan jelas dalam aliran musik yang halus dan lembut. Teknik penyajian merupakan metode penyajian sebuah karya agar pesan dan emosi yang terdapat dalam karya dapat tersampaikan kepada pendengar (Sagala, dkk. , 2. Pada teknik ekspresi dan emosi. Dave Koz menggunakan teknik interpretasi makna karya secara emosional, sehingga melodi dan alunan karya dapat tersampaikan kepada pendengar dan memberikan kesan/makna bagi pendengarnya. Pada teknik pengontrolan dinamika. Dave Koz menggunakan teknik peralihan suara dari lembut menuju kuat . dan kuat menuju lembut . , sehingga menciptakan dinamika yang beragam dan menarik bagi pendengar. Sementara itu pada teknik harmonisasi instrumen. Dave Koz melakukan penjagaan pola harmonisasi antara instrumen saxophone dengan instrumen lainnya, sehingga memberikan keharmonisan dan keselarasan alunan musik dalam permainan karya ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian terhadap teknik permainan dan penyajian karya I Believe ciptaan Dave Koz. Adapun teknik permainan yang digunakan penulis adalah teknik fingering, digfragma breathing, altissimo dan tonguing. Sedangkan teknik penyajian yang digunakan penulis adalah teknik pengungkapan ekspresi dan emosi, pengontrolan dinamika dan harmonisasi antar Sehingga peneliti merumuskan sebuah judul penelitian, yaitu AuTeknik Permainan dan Penyajian I Believe oleh Dave Koz pada SaxophoneAy. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, pelaksanaan recital dan dokumentasi. Recital atau penyajian/pertunjukan seni adalah sebuah penampilan karya seni yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang dihadapan khalayak ramai (Djohan, 2. Recital dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kemampuan teknis dan ekspresi artistik seseorang dalam seni. Dalam menyajikan sebuah karya diperlukan intrepretasi penyajian, yaitu metode yang digunakan dalam menafsirkan maupun menyampaikan karya dengan ekspresi, gaya dan emosi yang sesuai (Salsabila, 2. Pada penelitian ini penulis melakukan interpretasi karya musik, yaitu menafsirkan karya musik menggunakan teknik, gaya, ekspresi dan emosi yang tepat untuk Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A Copyright A 2025: Nov Rivaldo Simanullang. Kartini R. M Manalu, & Nielson D. Sihombing menyampaikan makna atau pesan yang terkandung dalam sebuah karya musik. Penulis melakukan interpretasi karya musik berdasarkan teknik permainan dan teknik penyajian karya I Believe ciptaan Dave Koz menggunakan saxophone dengan nada D# Mayor. Adapun intrepretasi yang digunakan yaitu berdasarkan enam teknik, diantaranya: . teknik breathing . ernafasan diafragm. teknik altissimo. teknik tonguing. teknik ekspresi dan emosi. teknik pengontrolan dinamika. teknik harmonisasi antar instrument. Pelaksanaan recital dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: . pemilihan karya. penilaian kelayakan karya. mencari pemain. proses latihan dan bimbingan. Pada proses pemilihan karya, penulis memilih beberapa karya yang akan disajikan kemudian karya tersebut dinilai kelayakannya oleh ahli. Karya yang dinyatakan layak tersebut yang akan disajikan dalam kegiatan recital. Setelah karya ditetapkan, penulis mencari pemain, membuat jadwal latihan dan mengikuti kegiatan bimbingan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penyajian karya adalah proses menampilkan dan atau memperdengarkan sebuah karya kepada khalayak ramai, dengan tujuan agar penonton dapat memahami, merasakan dan mengapresiasi karya yang disajikan (Pala, 2. Pada penelitian ini, penulis melakukan penyajian karya musik yang meliputi empat tahap diantaranya: . penilaian kelayakan karya. mencari pemain. proses latihan dan Pada proses pemilihan karya, pemilih memilih beberapa karya yang akan disajikan, kemudian karya tersebut dinilai kelayakan oleh para ahli. Adapun karya yang telah dinilai dan dinyatakan layak untuk disajikan, yaitu Castel of Dream dan I Believe ciptaan Dave Koz. Still I Love You ciptaan Candy Dulfer. The Dream ciptaan David Sanborn dan Gogoni Damang dohot Dainang ciptaan Gok Parasian Malau. Selanjutnya, penulis mencari pemain dan melakukan proses latihan serta mengikuti kegiatan bimbingan sesuai dengan konsep recital. Tujuan bimbingan tersebut diantaranya untuk: memastikan penulis selaku penyaji benar-benar mengingat secara mendetail bagian karya yang akan disajikan. meningkatkan kepercayaan diri dan mental penyaji. menyelaraskan permainan antara penyaji . nstrumen utam. dengan pengiring recital . nstrumen lainny. sehingga menghasilkan pertunjukan yang maksimal. Penyajian sebuah karya harus memperhatikan berbagai aspek, diantaranya penataan panggung dan alur pelaksanaan. Penataan panggung adalah kegiatan merancang dan mengatur berbagai elemen yang digunakan di panggung. Penataan panggung merupakan bagian terpenting dalam menampilkan sebuah karya, karena bertujuan untuk mendukung tema dari karya yang disajikan serta memberikan pengalaman terhadap penonton, baik secara visual maupun emosional. Penataan panggung meliputi: . penataan posisi . dekorasi dan elemen teknis lainnya. Instrumen piano dan gitar berada di posisi sebelah kanan penyaji, sedangkan instrumen bass dan drum berada di posisi sebelah kiri penyaji. Posisi lighting disesuaikan dengan konsep karya yang disajikan agar panggung memiliki pencahayaan yang baik, agar dapat menambah keindahan aksi saat menyajikan karya. Sementara itu, dekorasi dan elemen teknis berupa LCD (Liquid Cristal Displa. , yaitu videotron yang digunakan untuk menyajikan Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 informasi berupa tema, judul karya yang disajikan dan elemen sesuai yang mendukung karya yang disajikan. Gambar 2. Tata Letak Panggung Penyajian karya recital dilaksanakan di GBI El-Perajim Medan, dengan tema yang dipilih penulis adalah AuKeep the FaithAy. Pelaksanaan recital dihadiri oleh ketua Program Studi. Dosen Pembimbing. Dosen Penguji, keluarga dan para undangan. Pada penyajian karya, penulis memainkan 5 karya, yaitu Castel of Dream . dan I Believe . ciptaan Dave Koz. Still I Love You . ciptaan Candy Dulfer. The Dream . ciptaan David Sanborn dan Gogoni Damang dohot Dainang . ciptaan Gok Parasian Malau. Castle of Dream merupakan sebuah karya ciptaan Dave Koz pada tahun 1990. Penulis memainkan karya ini menggunakan teknik breathing dan teknik altissimo dengan nada dasar A mayor, tempo cepat . dan birama 4/4. Karya ini disajikan dengan format band, dimana penyajian aksi panggung disesuaikan dengan beat karya tersebut. Still I Love You merupakan salah satu ciptaan Candy Dulfer pada tahun 1990, yang terdapat pada album AuSexualityAy. Penulis memainkan karya ini menggunakan teknik altissimo dengan nada dasar D# mayor, tempo sedang . dan birama 4/4. Karya ini disajikan menggunakan format full band dengan aksi panggung disesuaikan dengan beat The Dream merupakan sebuah karya ciptaan David Sanborn yang dirilis pada tahun Penulis memainkan karya ini menggunakan teknik altissimo dan teknik diaphragm breathing dengan nada dasar A#, tempo sedang . dan birama 4/4. Karya ini disajikan dengan format band, dimana aksi panggung disesuaikan dengan beat pada Gogoni Damang dohot Dainang merupakan sebuah lagu ciptaan Gok M Malau yang dirilis pada tahun 2021. Penulis memainkan lagu ini menggunakan teknik tonguing dengan nada dasar F mayor, tempo sedang . Karya ini disajikan dengan format band, dimana aksi panggung disesuaikan dengan beat dan diiringi dengan pemberian cenderamata sebagai ucapan terimakasih kepada orangtua. Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A Copyright A 2025: Nov Rivaldo Simanullang. Kartini R. M Manalu, & Nielson D. Sihombing Pembahasan Teknik Permainan I Believe ciptaan Dave Koz Teknik Breathing Teknik breathing pada karya I Believe digunakan untuk mengontrol nada, sehingga suara yang dihasilkan dapat mencapai kualitas yang optimal. Pada penyajiannya, penulis menggunakan teknik diaphragm breathing, yaitu teknik pernafasan diafragma yang bertujuan untuk menghasilkan nada yang lebih stabil dan kuat, serta dapat membantu dalam mengontrol pernafasan pada frase panjang dan mengontrol dinamika suara dalam menyampaikan makna dari karya tersebut. Teknik breathing dilakukan penulis dengan posisi tubuh berdiri dan rileks serta menjaga mouthpiece agar tidak berubah posisi. Selain itu, pada penyajiannya penulis juga menggunakan teknik frasering, yaitu teknik pemenggalan pernafasan yang bertujuan untuk membantu menyampaikan emosi dari karya agar mudah dimengerti oleh pendengar. Pada saat memainkan saxophone, penulis juga memperhatikan teknik circular breathing, yaitu teknik yang digunakan untuk tetap menghasilkan suara tanpa jeda. Teknik ini dilakukan dengan cara menghirup udara melalui hidung sembari mengeluarkannya dari mulut. Teknik ini dilakukan menggunakan diaphragm breathing, dimana ketika udara mulai habis, penyaji mengisi pipi dengan udara, sehingga dimana saat udara dalam mulut habis penyaji tetap dapat menghasilkan suara menggunakan udara yang tersimpan di pipi. Kunci penggunaan teknik ini adalah mengusahakan menghirup udara dengan cepat dan mulus, dimana saat pipi mulai mengempis, penyaji menarik nafas melalui hidung lalu meniupkan udara dari pipi, sehingga aliran suara tetap berlanjut tanpa Gambar 3. Penerapan Diaphragm Breathing Gambar 4. Penerapan Teknik Circular Breathing Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Teknik Altissimo Teknik altissimo merupakan teknik yang digunakan untuk mencapai nada-nada Pada penyajiannya, penulis menggunakan teknik ini untuk mengekspresikan emosi secara mendalam, sehingga dapat menghasilkan kesan dramatis dan meningkatkan intensites musikalitas penulis dalam melakukan penyajian. Adapun salah satu penerapan teknik altissimo pada karya I Believe terdapat pada bar 94-99 menit ke 3. Gambar 5. Penerapan Teknik Altissimo pada Birama 94-99 Teknik Tonguing Teknik tonguing merupakan teknik yang digunakan untuk memberikan warna dan aksen saat mengeluarkan udara melalui mouthpiece. Pada penyajiannya, penulis menggunakan teknik ini dengan pola AutaAy dan AuyaAy, seperti pada bar 51-60 Gambar 6. Penerapan Teknik Tonguing Pada Birama 51-60 Teknik tonguing dengan pola AutaAy bertujuan untuk menghasilkan suara yang lebih kuat, dimana artikulasi perpindahan antar nada terdengar lebih jelas dan terpisah, sehingga menghasilkan tone yang tegas. Sementara pola AuyaAy bertujuan untuk menghasilkan suara yang lembut, dimana artikulasi perpindahan antar nada terasa lebih halus dan mengalir, sehingga menghasilkan tone yang hangat. Teknik Penyajian I Believe ciptaan Dave Koz Teknik Ekspresi dan Emosi Teknik ekspresi dan emosi pada karya I Believe digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat dalam karya. Pada penyajiannya, penulis menggunakan teknik ini untuk mengontrol tempo dan intonasi yang sesuai dengan pesan yang disampaikan, yaitu rasa kepercayaan yang tinggi terhadap sebuah harapan. Sebagaimana hal tersebut sesuai dengan tempo yang digunakan yaitu adagio . , kecepatan 52-54 bpm. Tidak hanya itu, teknik ini juga bertujuan untuk menunjuukan makna yang terkandung pada karya, yaitu rasa optimis dan tetap percaya dalam sebuah harapan. Teknik Pengontrolan Dinamika Teknik pengontrolan dinamika pada karya I Believe digunakan untuk mengatur volume melodi. Pada penyajiannya, penulis menggunakan teknik ini untuk mengatur tinggi-rendah dan kuat-halusnya suara yang dihasilkan instrumen. Hal tersebut dikarenakan, dinamika berkaitan erat dalam menyampaikan makna sebuah karya. Penggunaan dinamika piano . alus/lembu. bertujuan untuk menciptakan perasaan introspektif ketenangan dan penuh harapan. Sementara penggunaan dinamika forte Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A Copyright A 2025: Nov Rivaldo Simanullang. Kartini R. M Manalu, & Nielson D. Sihombing . uat/kasa. bertujuan untuk menciptakan perasaan semangat, kekuatan dan keyakinan Teknik Harmonisasi Instrumen Teknik harmonisasi intrumen pada karya I Believe digunakan untuk mendukung harmonisasi melodi rasa rasa emosional pada karya tersebut. Pada penyajiannya, penulis menggunakan teknik ini dalam menciptakan harmoni yang dinamis yang mendukung tema maupun makan pada karya yang disajikan. SIMPULAN DAN SARAN Pada saat memainkan karya I Believe ciptaan Dave Koz menggunakan instrumen saxophone, terdapat dua teknik yang harus diperhatikan yaitu teknik permainan dan Teknik permainan yang harus diperhatikan dan dikuasai yaitu breathing, altissimo dan tonguing. Sedangkan teknik penyajian yang harus diperhatikan yaitu penyampaian ekspresi dan emosi, pengaturan dinamika dan harmonisasi antar instrumen. DAFTAR RUJUKAN Avandra. Mayar. F & Desyandri. Pengaruh Musik terhadap Motivasi Belajar dan Emosional Siswa dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri. Volume . ttps://journal. id/index. php/didaktik/article/view/997 , diakses 21 Juli 2. Benade. Fundamentals of Musical Acoustic. Oxford : University Press. Djohan. Tyasrinestu. F & Setiawan. Stimulasi Ekspresi Melalui Teknik Reinterpretasi dalam Pertunjukan Seni. Resital : Journal of Performing Arts. Volume 22. No 2, . ttps://journal. id/index. php/resital/article/view/5818 , diakses 17 November 2. Jamalus. Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Jakarta: Depdikbud. Pala. Bentuk Penyajian dan Interpretasi Lagu AuMein Herr MarquisAy Karya Johan Strauss Li oleh Valentina Karla Olinda Winata. Repertoar Journal. Volume . ttps://journal. id/index. php/Repertoar/article/view/32418 , diakses 30 November 2. Sagala. Ghozali. I & Putra. Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Seni Berbasis Website bagi Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Universitas Tanjung Pura. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5. No 3, . ttps://w. com/index. php/JPM/article/view /2354 , diakses 21 Juli 2. Salsabilla. Interpretasi dan Bentuk Penyajian lagu AuHabaneraAy dalam Opera Carmen karya George Bizet oleh Heny Janawati. Virtuoso : Jurnal Pengkajian Penciptaan Musik. Volume Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 . ttps://journal. id/index. php/Virtuoso/article/view/11896 , diakses 21 Agustus 2. Sembiring. Galingging. K & Harefa. Teknik Permainan dan Penyajian Saxophone pada Lagu Hey Jude Karya John Lennon. Jurnal Review Pendidikan Pengajaran. Volume . ttps://journal. id/index. php/jrpp/article/view/18513 , diakses 10 Juli 2. Silalahi. Simangunsong. & Harefa. Teknik Permainan dan penyajian Saxophone pada Lagu How High The Moon Karya Morgan Lewis. Jurnal Pendidikan Konseling. Volume . ttps://journal. id/index. php/jpdk/article/view/11936 , diakses 10 Juli 2. Sitohang. Batubara. J & Harefa. Teknik Permainan dan Penyajian Lagu When A Man Love Woman Karya Precy Sledge Instrumen Alto Saxophone. Journal Education. Volume . ttps://jonedu. org/index. php/joe/article/view/1878 , diakses 10 November Simanullang. , dkk. Teknik Permainan dan Penyajian A