Eastasouth Journal of Positive Community Services Vol. No. Januari, 2025, pp. ISSN: 2963-2625. DOI: 10. 58812/ejpcs. Pendampingan Tenaga Kerja Mandiri Pengembangan Wirausaha Berkelanjutan Pemula Utamy Sukmayu Saputri1. Muhammad Hidayat2 Universitas Nusa Putra, 2Universitas Nusa Putra *Corresponding author E-mail: utamy. sukmayu@nusaputra. id (Utamy Sukmayu Saputr. * Article History: Received: Januari 2025 Revised: Januari 2025 Accepted: Januari 2025 Abstract: Program pendampingan tenaga kerja mandiri pemula ini dilaksanakan di Kecamatan Cicurug. Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan peserta yang mayoritas telah memiliki usaha masing-masing. Pelatihan meliputi perencanaan bisnis, strategi pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan Pendekatan partisipasi digunakan untuk melibatkan peserta dalam perencanaan dan peningkatan keterampilan teknis, kepercayaan diri, dan pertumbuhan usaha. Hasilnya, beberapa kelompok usaha berhasil meningkatkan omzet hingga 25% dan menerapkan strategi pemasaran berbasis digital. Namun, tantangan keberlanjutan, seperti akses modal tambahan dan literasi keuangan, masih memerlukan perhatian lebih. Program ini memberikan kontribusi positif dalam pemberdayaan ekonomi tenaga kerja muda pemula dan dapat di replikasi di komunitas lain dengan kondisi serupa. Keywords: Kewirausahaan. Literasi Digital. Pendampingan Keuangan. Pemasaran Pendahuluan Pengangguran dan kurangnya lapangan kerja produktif merupakan tantangan signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik . menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih mencapai 5,86%, dengan proporsi yang cukup besar berasal dari kelompok usia Tantangan ini semakin nyata di tingkat lokal, seperti di Kecamatan Cicurug. Kabupaten Sukabumi, yang menjadi salah satu wilayah prioritas dalam program pemberdayaan tenaga kerja muda. Kecamatan ini memiliki potensi ekonomi yang signifikan di sektor agribisnis, jasa, dan UMKM, namun tingkat partisipasi wirausaha di kalangan pemuda masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 12% (Dinas Tenaga Kerja Sukabumi, 2. Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) yang digagas oleh Kementerian Tenaga Kerja bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok muda yang ingin memulai usaha. Program ini Journal homepage: https://ejcs. eastasouth-institute. com/index. php/ejpcs Vol. No. Januari, 2025, pp. berfokus pada pengembangan kapasitas wirausaha, termasuk perencanaan bisnis, strategi pemasaran, serta pengelolaan keuangan. Kecamatan Cicurug dipilih sebagai lokasi pengabdian karena tingginya jumlah pemuda usia produktif . -30 tahu. yang belum memiliki keterampilan khusus untuk memasuki pasar kerja atau memulai usaha mandiri (Badan Pusat Statistik, 2. Isu utama yang dihadapi komunitas dampingan adalah kurangnya akses terhadap pelatihan kewirausahaan yang terstruktur, minimnya literasi keuangan, serta keterbatasan modal untuk memulai usaha. Pendampingan ini difokuskan pada penguatan aspek perencanaan usaha, strategi pemasaran, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan riil komunitas dampingan, yaitu menciptakan peluang kerja mandiri yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan (Carter & Jones-Evans, 2. Alasan memilih subjek pengabdian ini adalah karena kelompok tenaga kerja muda pemula memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal jika diberi dukungan yang memadai. Selain itu, data dari Dinas Tenaga Kerja menunjukkan bahwa 64% peserta program sebelumnya berhasil mengembangkan usaha mandiri dalam waktu enam bulan setelah pendampingan, meskipun masih menghadapi tantangan keberlanjutan usaha (Dinas Tenaga Kerja Sukabumi, 2. Perubahan sosial yang diharapkan dari kegiatan ini mencakup peningkatan keterampilan kewirausahaan, kemandirian ekonomi, dan terciptanya usaha-usaha baru yang berkelanjutan di komunitas dampingan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemuda agar lebih inovatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan teknologi dan krisis ekonomi. Dengan pendekatan berbasis data dan analisis situasi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program pengabdian masyarakat yang lebih efektif di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan hasil dari kegiatan pendampingan tenaga kerja muda pemula dalam rangka pengembangan wirausaha Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna untuk pelaksanaan program serupa di masa depan. Metode Kegiatan pengorganisasian komunitas, yang melibatkan subyek dampingan secara aktif dalam seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Vol. No. Januari, 2025, pp. Subyek Pengabdian dan Lokasi Subyek pengabdian adalah pemuda usia produktif . Ae 30 tahu. di Kecamatan Cicurug. Kabupaten Sukabumi, yang tergabung dalam program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) dari Kementerian Tenaga Kerja. Lokasi pelaksanaan kegiatan ini meliputi beberapa desa yang memiliki potensi pengembangan usaha kecil menengah, seperti Desa Benda. Desa Kutajaya, dan Desa Tenjojaya. Proses Perencanaan dan Pengorganisasian Komunitas Proses perencanaan dilakukan dengan pendekatan partisipasi, yang dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Kegiatan ini melibatkan pemuda dampingan, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah desa. Tujuan dari proses ini adalah untuk menggali potensi lokal, permasalahan yang dihadapi, dan harapan subyek dampingan terhadap program ini. Selanjutnya, pembentukan kelompok usaha berdasarkan minat dan potensi masing-masing Setiap kelompok diarahkan untuk merancang rencana usaha sederhana dengan panduan dari tim pengabdian (Gambar . Gambar 1. Diskusi Kelompok Terfokus Metode dan Strategi Riset Strategi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah action research yang Vol. No. Januari, 2025, pp. bersifat kolaboratif. Metode ini mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan aksi, observasi, dan refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Pendekatan ini bertujuan untuk memberdayakan subyek dampingan agar mampu mengambil peran aktif dalam proses pengambilan Keputusan (Gambar . Gambar 2. Diskusi Metode dan Strategi Riset Tahapan Kegiatan Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan berikut (Gambar . Identifikasi Awal: Survei lapangan untuk memahami kondisi sosialekonomi komunitas. Perencanaan Partisipasi: FGD untuk menentukan kebutuhan dan potensi usaha. Pelatihan: Memberikan pelatihan tentang perencanaan bisnis, strategi pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Pendampingan: Monitoring implementasi rencana usaha oleh kelompok dampingan. Evaluasi: Melakukan mengidentifikasi hasil dan pembelajaran dari program. Vol. No. Januari, 2025, pp. Gambar 3. Diagram Alur Pengabdian Hasil dan Pembahasan Identifikasi Awal: Kondisi Sosial dan Potensi Ekonomi Komunitas Survei awal di Kecamatan Cicurug menunjukkan bahwa 25 peserta program, yang mayoritas merupakan pemuda usia produktif . Ae30 tahu. , hampir seluruhnya telah memiliki usaha masing-masing. Usaha yang dimiliki peserta mencakup berbagai bidang, seperti makanan olahan, agribisnis, jasa laundry, dan kerajinan tangan. Namun, sebagian besar usaha ini masih berskala mikro dengan tantangan utama berupa kurangnya literasi keuangan . %), keterbatasan modal . %), serta minimnya kemampuan pemasaran berbasis digital . %). Perencanaan Partisipasi: Pelibatan Komunitas Dampingan Diskusi kelompok terfokus (FGD) dilakukan untuk memahami kebutuhan dan potensi pengembangan usaha peserta. Berdasarkan hasil FGD, peserta dibagi ke dalam lima kelompok sesuai bidang usaha yang dimiliki. Vol. No. Januari, 2025, pp. Kelompok makanan ringan . roduksi keripik, kue, dan snack Kelompok agribisnis . udidaya cabai, ikan nila, dan sayura. Kelompok jasa laundry pakaian Kelompok kerajinan tangan . ari bahan limbah kayu dan plasti. Kelompok jasa pemasaran digital . ntuk mendukung promosi usaha peserta lainny. Partisipasi peserta dalam proses ini sangat aktif, dengan usulan inovatif seperti optimalisasi bahan lokal untuk produk makanan dan integrasi media sosial sebagai alat pemasaran. Pelatihan Wirausaha: Peningkatan Kapasitas Peserta Pelatihan yang diberikan mencakup tiga aspek utama: Perencanaan Bisnis: Peserta dilatih membuat rencana bisnis Sebanyak 80% peserta mampu menyusun rencana bisnis yang mencakup analisis SWOT, target pasar, dan anggaran usaha. Strategi Pemasaran: Peserta diajarkan menggunakan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk promosi. Sebanyak 85% peserta mulai mengaplikasikan pemasaran digital dalam usaha Pengelolaan Keuangan: Peserta diperkenalkan pada pencatatan keuangan sederhana. Namun, hanya 60% yang dapat membuat laporan keuangan rutin. Pendampingan dan Implementasi Rencana Usaha Setelah pelatihan, setiap kelompok melaksanakan rencana usahanya dengan pendampingan intensif dari tim. Hasil yang dicapai adalah sebagai Kelompok makanan ringan: Berhasil meningkatkan omzet hingga 25% dalam satu bulan melalui strategi promosi online dan offline. Kelompok agribisnis: Mulai mengembangkan budidaya cabai dan ikan nila dengan hasil panen pertama yang diharapkan pada bulan keempat. Kelompok jasa laundry: Melayani hingga 80 pelanggan dalam bulan pertama operasional dengan penambahan layanan antar-jemput. Kelompok kerajinan tangan: Memproduksi 50 unit kerajinan per bulan, meski masih menghadapi tantangan dalam perluasan pasar. Kelompok jasa pemasaran digital: Membantu kelompok lain membuat Vol. No. Januari, 2025, pp. konten promosi, yang berhasil meningkatkan engagement di media sosial hingga 40%. Evaluasi dan Refleksi: Dampak Program terhadap Komunitas Dampak program ini terlihat pada peningkatan keterampilan teknis dan kepercayaan diri peserta. Sebanyak 88% peserta menyatakan program ini memberikan wawasan baru dalam mengembangkan usaha mereka. Namun, tantangan keberlanjutan masih ada, khususnya terkait akses modal tambahan dan keberlanjutan pencatatan keuangan. Program pendampingan ini terbukti efektif dalam memberdayakan tenaga kerja muda pemula yang telah memiliki usaha. Partisipasi aktif komunitas dalam perencanaan dan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan, sebagaimana didukung oleh penelitian dari Carter & Jones-Evans . , yang menyatakan bahwa pendekatan berbasis komunitas lebih efektif dalam mendorong pemberdayaan Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan, terutama dalam aspek literasi keuangan dan pengembangan akses ke modal usaha. Pendekatan kolaboratif dengan lembaga keuangan mikro atau program dukungan pemerintah dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini. Kesimpulan Program pendampingan tenaga kerja mandiri pemula di Kecamatan Cicurug berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam bidang kewirausahaan, khususnya dalam aspek perencanaan bisnis, strategi pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan sederhana. Sebagian besar peserta . ampir 100%) telah memiliki usaha sebelumnya, yang mencakup berbagai bidang seperti makanan olahan, agribisnis, jasa laundry, dan kerajinan tangan. Program ini membantu mereka mengatasi tantangan utama, seperti keterbatasan literasi keuangan dan pemasaran. Pendekatan partisipasi yang melibatkan peserta dalam proses perencanaan dan implementasi menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program, di mana peserta secara aktif menyumbangkan ide dan strategi sesuai kebutuhan usaha mereka. Dampak positif program terlihat pada peningkatan omzet hingga 25% di beberapa kelompok usaha, penggunaan media digital dalam promosi oleh 85% Vol. No. Januari, 2025, pp. peserta, dan pencatatan keuangan rutin yang telah diterapkan oleh 60% Tantangan keberlanjutan usaha masih ditemukan, terutama dalam hal akses modal tambahan dan literasi keuangan. Untuk itu, diperlukan kolaborasi lanjutan dengan lembaga keuangan atau dukungan dari program pemerintah untuk memastikan keberlanjutan usaha peserta. Program ini memberikan dampak signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi tenaga kerja muda pemula dan dapat dijadikan model program serupa di komunitas lain dengan karakteristik yang sama. Pengakuan/Acknowledgements Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia atas dukungan dan kesempatan yang diberikan dalam pelaksanaan program pendampingan tenaga kerja mandiri pemula Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh peserta program di Kecamatan Cicurug. Kabupaten Sukabumi, yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, serta kepada para perangkat desa dan pihak terkait yang turut mendukung kelancaran program ini. Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nusa Putra atas dukungan fasilitas dan sumber daya selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan. Kami berharap hasil dari program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta dan menjadi kontribusi positif dalam pemberdayaan tenaga kerja muda di Indonesia. Daftar Referensi Badan Pusat Statistik. Keadaan ketenagakerjaan Indonesia 2023. BPS. Carter. , & Jones-Evans. Enterprise and small business: Principles, practice and policy. Pearson Education. Dinas Tenaga Kerja Sukabumi. Laporan tahunan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi. Disnaker Sukabumi.