Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 HERDING BEHAVIOR. EXPERIENCED REGRET DAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA BITCOIN Edi Pranyoto1. Susanti2. Septiyani3 1,2,3Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Jalan Z. Pagar Alam. No. 93 Labuhan Ratu. Bandar Lampung,Indonesia 3514. Telp : . Fax : . 700261 e-mail : edipranyoto@darmajaya. ABSTRACT The objective of this research was to determine the effect of the herding behavior and the experienced r egret on the investment decision. The type of this research was quantitative research. The data collecting technique used in this research was distributing questionnaires. The sampling technique used in this research was the snowball sampling The number of samples used in this research was 100 investor of bitcoin. The data analyzing technique used in this research was the multiple linear regression analysis. The result of this research showed that the herding behavior had no significant effects on the investment decision. moreover, the experienced regret had a positive and significant effect on the investment decision. It meant that the investors rationally received and analyzed information well in bitcoin because they were not affected by the other investors and did not follow the market situation. addition, the experienced level of investor regret was considered higher on the condition that the investment decision was also higher because they had enough experience in making the investment decision. Keywords Ai Herding Behavior. Experienced Regret. Investment Decision. Bitcoin ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Herding Behavior dan Experienced Regret terhadap keputusan investasi bitcoin di Lampung. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. pengumpulan data dal am penelitian ini munggunakan kuesioner dengan memilihan sampel menggunakan tehnik snowball sampling, dengan jumlah sampel 100 investor bitcoin yang ada di Lampung. Untuk menjawab masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Herding Behavior tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi, sedangkan Experienced Regret berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Hal ini berati bahwa investor bitcoin cenderung menerima informasi serta melakukan analisis dengan baik untuk berinvestasi pada bitcoin. nvestor cenderung rasional karena tidak terpengaruh oleh investor lain dan tidak mengikuti noise yang terjadi di pasar, sedangkan semakin tinggi tingkat experienced regret seseorang, maka dalam pengambilan keputusan investasi akan cenderung lebih berani dalam memilih jenis investasi yang memiliki risiko lebih tinggi dikarenakan seseorang yang telah memiliki experienced regret telah mempunyai pengalaman yang cukup dalam pengambilan keputusan investasi. Kata Kunci Ai Herding Behavior. Experienced Regret. Keputusan Investasi. Bitcoin PENDAHULUAN Investasi merupakan faktor penggerak pembangunan ekonomi suatu Negara. Salah satu bentuk investasi yang sering digunakan adalah investasi pada bitcoin. Jenis investasi ini merupakan salah satu alternatif investasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Bitcoin adalah mata uang virtual yang diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti halnya Rupiah atau Dollar. Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 namun hanya tersedia di dunia digital. Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun. Bitcoin menggunakan database Blockchain tidak dikontrol oleh suatu pihak, melainkan sangat terbuka untuk umum sehingga sangat tidak mungkin bagi seseorang untuk memalsukan transaksi di Blockchain. Seluruh transaksi tercatat secara langsung, transparan dan tersebar ke jutaan server. Bitcoin menggunakan teknologi jaringan peer-to peer dimana setiap pengguna bisa menerima dan mendapatkan transaksi tanpa adanya perantara pihak ketiga, dan juga dengan identitas anonymous. Serta adanya teknologi anti double-spending, yang berarti Bitcoin tidak dapat diklaim oleh orang lain jika berada pada wallet pengguna. Ide dasar dari Bitcoin adalah untuk menggunakan kombinasi kunci cryptography public dan jaringan peer to peer untuk membuat analogi virtual dari emas. Karena itu setiap partisipan dipaksa untuk mempertahankan keseluruhan riwayat transaksi menjadikan sistem transaksi yang transparan. Algoritma yang membuat Bitcoin membuat coin baru pada rate yang dapat diprediksi, dengan maksimum jumlah Bitcoin yang beredar sebanyak 21 juta dan dijadwalkan sampai pada Sistem penciptaan Bitcoin yang terus berkurang setiap 4 tahun sekali menyerupai sistem ekonomi berdasarkan deflasi dan dengan makin terbatasnya supply Bitcoin. Investor dalam mengambil keputusan investasi harus memahami konsep dasar investasi yang menjadi dasar pedoman pembuatan keputusan. Hal yang mendasar tersebut adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dan risk suatu investasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi, yaitu mengenai risiko . dan tingkat pengembalian yang diharapkan . Semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan, maka semakin tinggi pula risiko yang akan dihadapi, karena kedua hal tersebut bersifat searah . Sehingga, kecil kemungkinan bagi para investor untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang rendah. Pada saat investor menghadapi situasi berisiko, ada beberapa objektivitas, emosi, dan faktor psikologis lain yang biasanya mempengaruhi pengambilan keputusan mereka. (Hermalin and Isen, 2. menyatakan bahwa setiap proses pengambilan keputusan yang Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 dilakukan oleh seorang investor pasti akan melibatkan emosinya. Keterlibatan emosi dalam proses pengambilan keputusan dapat menyebabkan seorang investor menjadi kurang rasional. Oleh sebab itu, dalam pengambilan keputusan investor, seorang investor dituntut tepat dalam keputusannya karena investasi mempunyai keuntungan dan resiko jangka panjang. Ketidakrasionalan investor membuat pasar menjadi panik dan berpotensi mengacaukan pasar, sehingga pergerakan pasar menjadi tidak normal. Perilaku investor yang dipengaruhi faktor kognitif dan emosi menjadikan investor tidak dapat menerjemahkan informasi dengan tepat sehingga investor menjadi irasional. Keputusan yang hanya didasarkan pada pertimbangan yang tidak rasional akan menghasilkan hasil yang tidak rasional pula (Ramdani, 2. Kejadian tersebut dikenal dengan Financial Behavior. Bentuk- bentuk investor yang irasional itu dinyatakan dalam bias perilaku. Menurut (Setiawan. Atahau and Robiyanto, 2. bias perilaku merupakan kecenderungan kesalahan prediksi. Bias perilaku terdiri dari faktor kognitif dan emosi dari masingmasing individu yang dapat mempengaruhi keputusan investasi. Dalam pengambilan keputusan, terkadang investor sering mengikuti tindakan investor lain dalam pengambilan keputusan. Kejadian tesebut dikenal dengan Herding Behavior. Menurut (Luong and Ha, 2. Herding behavior diidentifikasi sebagai kecenderungan perilaku investor untuk mengikuti tindakan orang lain. Hasil penelitian (Luong and Ha, 2. mengungkapkan bahwa faktor Herding memiliki pengaruh positif terhadap keputusan investasi. Sedangkan. Penelitian (Gozalie and Anastasia, 2. dan (Setiawan. Atahau and Robiyanto, 2. mengungkapkan bahwa herding tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Hasil Penelitian (Vijaya, 2. menjelaskan bahwa faktor Herding memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan investasi. Hasil ini menunjukkan bahwa investor cenderung menerima informasi serta melakukan analisis dengan baik untuk berinvestasi pada bitcoin. Investor cenderung rasional karena tidak terpengaruh oleh inves-tor lain dan tidak mengikuti noise yang terjadi di pasar. Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Selain faktor Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 Herding Behavior, ada faktor prilaku lain yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan investasi, yaitu Experienced Regret. Menurut (Wulandari and Iramani, 2. Experienced regret merupakan penyesalan yang ditimbulkan akibat kesalahan di masa lalu yang berakibat akan mempengaruhi keputusan di masa yang akan Penelitian yang dilakukan oleh (Wulandari and Iramani, 2. menyatakan bahwa Experienced Regret secara simultan berpengaruh tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (PUTRA, 2. dan (Putra et al. , 2. menyatakan bahwa Variabel experienced regret berpengaruh positif signifikan dalam pengambilan keputusan investasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin seseorang memiliki pengalaman berinvestasi, maka seseorang tersebut juga akan pernah mengalami kerugian dalam berinvestasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Herding Behavior dan Experienced Regret terhadap keputusan investasi di Bitcoin. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Herding Behavior dan Experienced Regret terhadap keputusan investasi di Bitcoin. TEORI DAN HIPOTESIS BEHAVIORAL FINANCE THEORY Menurut Bodie. Kane, dan Marcus dalam (Pradikasari and Isbanah, 2. Perilaku keuangan . ehavioral financ. adalah teori keuangan tentang sikap orang-orang mengabaikan segala hal dalam pengambilan keputusan dan sengaja membuat perbedaan. sedangkan Ross, et al. dalam (Wiryaningtyas, 2. berpendapat bahwa Behavioral finance merupakan penelitian dibidang keuangan yang merupakan cabang dari psikologi kognitif, yang mempelajari bagaimana seseorang . ermasuk manajer keuanga. berfikir, mempertimbangkan, dan membuat keputusan. Keputusan Investasi Menurut (Dewi and Jati, 2. Keputusan investasi adalah suatu keputusan atau kebijakan yang diambil untuk menanamkan modal pada satu atau lebih aset untuk menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang. Keputusan investasi Menurut Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 (Tandelilin, 2. adalah sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Di dalam pengambilan keputusan investasi ada dua sikap investor, yaitu sikap rasional dan Sikap rasional adalah sikap seseorang yang berfikir berdasarkan akal sehat, sedangkan sikap irasional adalah sikap seseorang yang berfikir tidak didasari dengan akal sehat. Herding Behavior Menurut (Fityani and Arfinto, 2. Herding merupakan perilaku investor yang cenderung mengikuti investor lainnya dalam berinvestasi tanpa melakukan suatu analisis fundamental terlebih dahulu sehingga pasar yang terbentuk menjadi tidak efisien. Herding mengacu pada situasi dimana orang-orang rasional mulai berperilaku irasional dengan meniru penilaian orang lain saat membuat keputusan. Sedangkan. Menurut (Hirshleifer and Teoh, 2. Herding adalah suatu perilaku yang cenderung meniru perbuatan yang dilakukan oleh orang lain daripada mengikuti keyakinannya ataupun informasi yang dimiliki. Herding terdiri dari intentional herding dan unintentional herding. Intentional herding terjadi ketika investor dengan sengaja mengikuti tindakan investor lain dan mengabaikan informasi pribadinya. Investor melakukan herding karena tidak tersedianya suatu informasi secara jelas sehingga mendorong investor untuk mengikuti perilaku investor lainnya atau konsensus yang telah terbentuk sebelumnya. Investor yang tergolong kedalam perilaku Herding memiliki maksud yang jelas untuk mengabaikan informasi pribadi mereka dan meniru perilaku investor lain yang mengarahkan mereka untuk melakukan trading ke arah yang sama, dengan demikian pergerakan masuk dan keluar dari pasar investor tersebut sebagai kelompok (Virigineni and Rao, 2. Experienced Regret Menurut (Wulandari and Iramani, 2. Experienced regret dimiliki apabila seseorang tetap melakukan investasi selama bertahun-tahun namun hasil investasinya ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seseorang yang yang pernah mengalami kerugian Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 bisa diartikan memiliki pengalaman buruk dalam berinvestasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin seseorang memiliki pengalaman berinvestasi, maka seseorang tersebut juga akan pernah mengalami kerugian dalam berinvestasi (PUTRA, 2. Hipotesis Hubungan Herding Behavior Terhadap Keputusan Investasi Menurut (Vieira and Pereira, 2. Hubungan herding behavior terhadap pengambilan keputusan investasi yaitu dapat menyebabkan para investor mempunyai dua pendekatan, yaitu yang pertama dalam pengambilan keputusan, investor bersifat tidak rasional yang disebabkan oleh naluri herding atau meniru beberapa kelompok atau investor lain. Sedangkan, pendekatan kedua dimana pengalihan dapat sepenuhnya rasional dan ada niat yang disengaja para investor untuk meniru satu sama lain. Hal ini bahwa ada hubungan yang penting antara rasionalitas dan emosi dalam proses pengambilan keputusan dan bahwa faktor psikologis mungkin sesuai dengan optimisasi perilaku investor. (Ramadhan and Mahfud, 2. , memberikan empat alasan mengapa investor institusi bertransaksi pada arah yang sama. Pertama, mereka mengolah informasi yang sama. Seperti yang terjadi pada pasar emerging market yang memiliki keterbatasan informasi mikro dan lebih fokus pada informasi makro. Kedua, mereka cenderung memilih saham dengan ciri-ciri yang umum yaitu "prudent", "liquid" atau"better-known". Ketiga, para manager cenderung mengikuti langkah transaksi yang dilakukan manager yang lain guna menjaga reputasinya. Keempat, para manager mengikuti valuasi harga saham dari manager lainnya. Hal ini menguatkan dugaan kemungkinan perilaku herding oleh investor institusi cenderung terjadi karena adanya tekanan peer pressure antar sesama manager keuangan. (Bikhchandani and Sharma, 2. mengungkapkan bahwa ketika memiliki keterbatasan informasi, investor cenderung akan mengikuti gerakan investor lain dalam mengambil keputusan berinvestasi yang pada akhirnya akan mengabaikan signal miliknya dan mengikuti keputusan mayoritas . erilaku herdin. dan membentuk suatu "information Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 Ada beberapa elemen yang memengaruhi perilaku herding investor, misalnya: terlalu percaya diri, volume investasi, dan sebagainya. Semakin percaya diri investor, semakin mereka bergantung pada informasi pribadi mereka untuk keputusan investasi dan sebaliknya. Dalam hal ini, investor tampaknya kurang tertarik pada perilaku herding. Ketika investor memasukkan sejumlah besar modal ke dalam investasinya, mereka cenderung mengikuti tindakan pihak lain untuk mengurangi risiko. Selain itu, preferensi herding juga tergantung pada jenis investor, misalnya, investor individu memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang banyak dalam membuat keputusan investasi lebih dari investor institusional (Ngoc, 2. H1: Diduga Herding Behavior berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Hubungan Experienced Regret Terhadap Keputusan Investasi Dalam berinvestasi, investor harus siap terhadap penyesalan yang terjadi apabila harapan yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengambilan keputusan investasi saham. Mayoritas seorang wanita dalam mengambil keputusan lebih berhatihati dibandingkan dengan pria yang mengesampingkan risiko yang ditimbulkan. Experienced regret adalah pengalaman yang dialami seseorang yang menyebabkan orang tersebut menyesal atau kecewa dalam pengambilan keputusan investasi atau bahkan menerima risiko hasil dari pengambilan keputusan investasi terdahulu (Weber and Johnson, 2. Hal tersebut akan membuat seseorang lebih berani untuk melakukan investasi pada jenis investasi yang memiliki risiko lebih tinggi, serta akan menghitung risiko-risiko yang akan muncul ketika orang tersebut akan mengambil suatu keputusan Sehingga dapat dikatakan bahwa orang dengan experienced regret tinggi akan cenderung memilih jenis investasi yang memiliki risiko lebih tinggi, dikarenakan seseorang yang telah memiliki experienced regret telah mempunyai pengalaman yang cukup dalam pengambilan keputusan investasi. H2: Diduga Experienced Regret berpengaruh signifikan terhadap keputusan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi yang di ambil dalam penelitian ini adalah Investor yang ada di Lampung 125 investor. Pemilihan sampel menggunakan Tehnik Snowball Sampling dan purposive sampling. Tehnik Snowball Sampling yaitu pemilihan partisipan dengan cara mendapatkan nama-nama informan lain yang dijadikan informan berikutnya. Sedangkan. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Karena jumlah populasi tidak diketahui, maka dalam penentuan sampel di gunakan rumus Slovin dan sampel yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden yang berinvestasi pada bitcoin. Adapun kriteria atau prasyarat investor yang bisa dijadikan sebagai sampel penelitian dalam penelitian ini yaitu investor yang berdomisili di lampung, investor yang memiliki pengalaman berinvestasi minimal < 1 tahun dibidang investasi bitcoin dan pernah melakukan trading. Data dalam penelitian ini bersumber dari data primer sedangkan, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner online yang disebar kepada responden yang sesuai dengan kriteria dan Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Variabel Penelitian Variabel Independen (X) terdiri dari: Herding Behavior adalah suatu perilaku yang cenderung meniru perbuatan yang dilakukan oleh orang lain daripada mengikuti keyakinannya ataupun informasi yang dimiliki (Hirshleifer and Hong Teoh, 2. Indikator yang digunakan yaitu: Keputusan investor lain tentang pemilihan jenis investasi berdampak pada keputusan berinvestasi. Keputusan investor lain untuk membeli dan menjual instrumen saham berdampak pada keputusan berinvestasi, koresponden biasanya bereaksi cepat terhadap perubahan keputusan investor lain dan mengikuti reaksi mereka terhadap pasar saham. Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 . Experienced Regret adalah pengalaman yang dialami seseorang yang menyebabkan orang tersebut menyesal atau kecewa dalam pengambilan keputusan investasi atau bahkan menerima risiko hasil dari pengambilan keputusan investasi yang Indikator yang digunakan yaitu: Pengalaman buruk ketika berinvestasi membuat koresponden tidak berani berinvestasi kembali. Pengalaman tertipu saat berinvestasi. Perasaan menyesal telah melakukan investasi, dan Pengalaman mengalami kerugian yang cukup besar dalam berinvestasi. Variabel dependen terdiri dari: Keputusan Investasi merupakan suatu keputusan atau kebijakan yang diambil untuk menanamkan modal pada satu atau lebih asset untuk menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang (Wulandari and Iramani, 2. Indikator yang digunakan yaitu: penggunaan pendapatan untuk investasi yang berisiko, investasi tanpa pertimbangan, investasi tanpa jaminan, dan investasi berdasarkan intuisi/perasaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Data pribadi dipilih dengan menyesuaikan dengan latar belakang karakteristik demografi investor yang ada di lampung. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 investor bitcoin yang ada di lampung. Hasil pengumpulan kuesioner ditemukan bahwa investor bitcoin di Lampung terdiri dari laki-laki berjumlah 64% dan perempuan berjumlah 36%. Investor bitcoin di lampung yang berpatisipasi diusia 17 Ae 22 tahun berjumlah 45%, diusia 23 Ae 28 tahun berjumlah 38%, diusia 29 Ae 35 tahun berjumlah 11%, dan diusia > 36 tahun berjumlah 6%. Investor bitcoin di Lampung dengan pendidikan SMA/ Sederajat berjumlah 33%, pendidikan Diploma berjumlah 11%, pendidikan Strata 1 (S. berjumlah 50%, dan pendidikan Strata 2 (S. berjumlah 6%. Investor bitcoin di Lampung yang memiliki status belum menikah berjumlah 77%, dan status menikah berjumlah 23%. Investor bitcoin di Lampung yang berdomisili di Bandar Lampung berjumlah 42%, berdomisili di Lampung Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 Timur berjumlah 6%, berdomisili di Lampung Selatan berjumlah 25%, berdomisili di Metro berjumlah 11% dan berdomisili di lain tempat berjumlah 16%. Hasil Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Analisis regresi berganda meliputi berbagai perhitungan dan pengujian yaitu penentuan persamaan regresi, perhitungan koefisien determinan, pengujian signifikan variabel Tabel 1. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Constanta Herding Behavior Experienced Regret R Square F hitung 3,745 0,092 0,424 Sig Std. Error 1,510 0,091 0,114 t hitung 1,017 3,733 0,462 0,213 8,279 0,001 Sig 0,313 0,000 Berdasarkan hasil regresi pada tabel 1, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai KI= 3,745 0,092HB 0,424ER Keterangan: KI : Keputusan Investasi HB : Herding Behavior ER : experienced regret : Error Hasil perhitungan regresi pada tabel 1 diperoleh bahwa variabel herding behavior investor yang berpartisipasi selama < 1 takun memiliki thitung sebesar 1,017 dimana nilai ini lebih kecil dari ttabel yaitu 1,999 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 di tolak yang berarti variabel herding behavior tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan Hasil ini menunjukkan bahwa investor cenderung menerima informasi serta melakukan analisis dengan baik untuk memilih saham. Investor cenderung rasional Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 karena tidak terpengaruh oleh investor lain dan tidak mengikuti noise yang terjadi di Responden yang diteliti dalam penelitian ini yaitu investor yang berpatisipasi di investasi selama < 1 tahun, dalam hal ini kemungkinan Perilaku para investor pemula cenderung tidak mengikuti invetor lain dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini menunjukkan para investor dalam mengambil keputusan memperhatikan informasi fundamental dan teknikal terlebih dahulu dalam mengambil Perilaku investor ini dapat terjadi karena ketersediaan suatu informasi yang dirasa oleh investor cukup sebagai dasar untuk mengambil keputusan investasinya. Sehingga perlaku investor cenderung tidak hanya sekedar ikut-ikutan. Status investor yang mayoritas berlatar belakang pendidikan S1 memungkinkan mereka untuk dapat menggali informasi yang banyak dan valid sebagai dasar untuk melakukan suatu keputusan investasi. Ditambah lagi dengan ketersediaan infromasi yang cukup memadai. Penelitian ini Konsisten dengan penelitian yang dilakukan (Gozalie and Anastasia, 2. dan (Setiawan. Atahau and Robiyanto, 2. Hasil perhitungan regresi tabel 1 diperoleh bahwa variabel experienced regret investor yang berpartisipasi selama < 1 tahun memiliki thitung sebesar 3,733 dimana nilai ini lebih besar dari ttabel sebesar 1,999 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 di terima yang berarti variabel experienced regret berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi. Artinya, semakin tinggi tingkat experienced regret seseorang, maka dalam pengambilan keputusan investasi akan cenderung lebih berani dalam memilih jenis investasi yang memiliki risiko lebih tinggi. Hasil yang signifikan ini dimungkinkan karena jawaban responden dalam penelitian ini untuk variabel experienced regret pada item pernyataan responden mempunyai pengalaman mengalami kerugian dalam berinvestasi. Sebagian besar responden menanggapi setuju bahwa semasa mereka berinvestasi, mereka pernah mengalami Seseorang yang pernah mengalami kerugian bisa diartikan memiliki pengalaman buruk dalam berinvestasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin seseorang Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 memiliki pengalaman dalam berinvestasi, maka seseorang tersebut juga akan pernah mengalami kerugian dalam berinvestasi. Seperti halnya pada pembahasan deskriptif bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pengalaman berinvestasi yang cukup lama, sehingga responden dalam penelitian pernah merasakan suatu kerugian dan cenderung telah mengetahui risiko dan keuntungan jenis-jenis alternatif investasi (PUTRA, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investor yang memiliki investasi pada bitcoin yang mempunyai karakteristik risiko yang tinggi sehingga dampak dari regret yang dialami juga akan tinggi. Perilaku experienced regret akan membuat seseorang lebih berani dalam melakukan investasi pada jenis investasi yang memiliki risiko lebih tinggi, serta akan menghitung risiko-risiko yang akan muncul ketika orang tersebut akan mengambil suatu keputusan investasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa seseorang dengan experienced regret yang tinggi akan cenderung memilih jenis investasi yang memiliki risiko lebih tinggi, dikarenakan seseorang yang telah memiliki experienced regret telah mempunyai pengalaman yang cukup dalam pengambilan keputusan investasi (Weber and Johnson. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (PUTRA, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herding behavior dan experienced regret terhadap pengambilan keputusan investasi. Kesimpulan dari hipotesis pertama menyatakan bahwa Herding Behavior tidak berpengaruh terhadap Keputusan Investasi pada investor di Lampung. Sedangkan. Kesimpulan dari hipotesis kedua menyatakan bahwa Experienced Regret berpengaruh terhadap Keputusan Investasi pada investor di Lampung. Beberapa saran dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Saran bagi investor dalam penelitian ini, investor diharapkan dapat selalu mencari informasi serta melakukan analisis fundamental dan teknikal dengan baik untuk berinvestasi pada bitcoin. Diharapkan Investor juga selalu mempunyai pendirian dan jangan terpengaruh oleh investor lain dan selalu mengikuti noise yang terjadi di pasar, dengan begitu investor Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Edi. Susanti. Septiyani Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. No. Januari 2020 dapat menghindari perilaku herding. Selain itu dengan memiliki pengalaman kerugian di dalam berinvestasi, diharapkan investor dapat lebih berani dalam memilih jenis investasi yang lebih beresiko. Sehingga, dengan investor memiliki sebuah pengalaman buruk maka diharapkan kedepannya investor dapat mengambil pengalaman tersebut untuk dijadikan motivasi dan mendapatkan capital gain yang lebih tinggi. Bagi penelitian selanjutnya. Regret aversion bias terdiri dari experienced regret dan anticipated Dalam penelitian ini hanya variabel experienced regret yang dijadikan variabel penelitian, diharapkan dalam penelitian selanjutnya peneliti dapat menambah variabel lain untuk dijadikan variabel penelitian yaitu anticipated regret. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada IIB Darmajaya dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA