Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 2 September 2021 | pp. 160 Ae 168 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Efektivitas Terapi Kombinasi Jus Bayam. Jeruk Nipis. Madu dengan FE Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Anemia di UPT Puskesmas Cikampek Tati Rusmiati. Anni Suciawati*. Rukmaini Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Anni Suciawati . uciawati@civitas. Received: May 17 2021. Accepted: June 23 2021. Published: September 1 2021 ABSTRAK Anemia dalam kehamilan adalah suatu kondisi ibu dengan kadar hemoglobin < 11 gr% pada trimester I dan i sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas tinggi, kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, inersia uteri dan partus lama, ibu lemah, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan, syok, afibrinogenemia dan hipofibrinogenemia, infeksi intrapartum dan post partum. Salah satu alternatif terapi non farmakologis untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sayuran yang mengandung zat besi. Bayam merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung Fe tinggi dan mengandung senyawa yang diperlukan dalam sintesis hemoglobin seperti zat besi dan vitamin B komplek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil anemia sebelum dan sesudah diberikan intervensi dan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment . ksperimen sem. dengan rancangan pretest-posttest design. Dilaksanakan di Puskesmas Cikampek. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan juni sampai dengan juli 2021. Sampel penelitian yaitu ibu hamil anemia trimester 2 dan 3 sebanyak 30 responden, analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji paired sample t-test dan independent t-test didapatkan nilai p < 0,05. Ada perbedaan rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi dan ada pengaruh jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Bidan atau tenaga kesehatan bisa mengimplementasikan pemberian jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap ibu hamil anemia karena dapat meningkatkan kadar hemoglobin lebih besar, selain itu bayam murah dan mudah didapatkan Kata Kunci: Jus Bayam. Jeruk Nipis. Madu. Hemoglobin. Ibu Hamil This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Kehamilan adalah suatu proses fisiologis yang terjadi pada perempuan akibat adanya pembuahan ovum oleh spermatozoa, sehingga mengalami nidasi pada uterus dan berkembang Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. sampai kelahiran janin. Dalam kehamilan status gizi merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena jika terjadi kekurangan gizi pada ibu hamil akan menyebabkan risiko dan komplikasi diantaranya yaitu anemia, pendarahan dan lain-lain (Arantika dan Fatimah, 2. Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah berkurang dan mengakibatkan oxygen-carrying capacity tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh (Astutik dan Dwi, 2. Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12-15 gr% dan hematokrit 3554% (Marmi et al, 2. Angka-angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil terutama wanita yang mendapatkan pengawasan selama hamil. Oleh karena itu pemeriksaan hematokrit dan hemoglobin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal. Seseorang dikatakan menderita anemia ringan bila kadar hemoglobin (H. 9-10 gr%, anemia sedang 7-8 gr% dan anemia berat bila Hb kurang dari 7 gr% (Pratiwi dan fatimah, 2. Menurut World Health Organization (WHO) 2018, anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang diderita lebih dari 1,62 milyar penduduk dunia, dengan prevalensi sekitar 9% di negara maju dan 43 % di negara berkembang. WHO memperkirakan 40 % anemia menyerang wanita hamil diseluruh dunia, dengan prevalensi anemia sebesar 41,8%. Asia menduduki peringkat kedua di dunia setelah Afrika dengan presentase anemia dalam kehamilan 48,2% (Nurbaya Siti, 2. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesda. tahun 2018 menyatakan bahwa kejadian prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9% dan paling banyak yaitu sekitar 84,6% anemia terjadi pada ibu hamil kelompok usia 15 Ae 24 tahun. (Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2. Indikator dalam menilai keberhasilan derajat kesehatan suatu negara atau suatu wilayah yaitu dengan melihat angka kematian ibu (AKI). Angka kematian ibu (AKI) pada tahun 2019 di Provinsi Jawa Barat masih tinggi, yaitu 684 kasus atau 74,19 per 100. 000 KH. AKI ini menurun dibandingkan AKI pada tahun 2018 yaitu sebesar 700 kasus. Peyebab kematian ibu diantaranya disebabkan oleh perdarahan sebesar 33,19%, hipertensi 32,16%, gangguan sistem peredaran darah . 9,80%, infeksi 3,36%, gangguan metabolik 1,75% dan penyebab lainnya sebesar 19,74%. Provinsi Jawa Barat terdiri dari 10 Kabupaten, dan Angka Kematian Ibu Kabupaten Karawang menduduki peringkat kedua setelah Kabupaten Bogor yaitu 45 kasus kematian ibu (Data Profil Provinsi Jawa Barat, 2. Anemia dikatakan menjadi suatu masalah kesehatan masyarakat apabila prevalensinya diatas 20%. Prevalensi Ibu hamil anemia di Kabupaten Karawang pada tahun 2020 dengan jumlah ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan hemoglobin (H. 819 orang didapatkan hasil sebanyak 8020 ibu hamil dengan anemia . ,73%). (Data sekunder Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Cikampek pada tahun 2020 dengan jumlah ibu hamil yang diperiksa Hb adalah 1446 orang, didapatkan hasil jumlah ibu hamil yang anemia sebanyak 363 orang atau 25,10%. Pada tahun 2021 sampai bulan maret 2021 jumlah anemia meningkat, dari 895 Ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan Hb didapatkan hasil anemia berat (Hb <8 gr %) sebanyak 51 orang atau 5,7% dan anemia sedang (Hb 9 Ae 10 gr%) 268 orang atau 29,94%. Berdasarkan data laporan PWS-KIA tahun 2020 data kematian ibu ada 4 orang, 2 orang ibu meninggal karena perdarahan dan 2 karena penyakit penyerta. Menurut data sekunder yang diperoleh di Puskesmas Cikampek pada Tahun 2020 bahwa ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 2. 424 orang ibu hamil dan terdapat 363 . ,10%) orang ibu hamil yang mengalami anemia. Pada periode Januari-Maret 2021 jumlah anemia meningkat, dari 895 orang ibu yang memeriksakan kehamilan terdapat 319 . ,64%) ibu hamil yang mengalami anemia (Laporan Bulanan KIA 2020-2. Frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi terutama di negara-negara Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. berkembang yaitu 10-20%. Penyebab utama anemia diseluruh dunia adalah anemia akibat defisiensi zat besi yaitu sekitar 62,3%. Anemia pada ibu hamil dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini dapat menyebabkan morbilitas dan mortalitas tinggi, kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, inersia uteri dan partus lama, ibu lemah, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan, syok, afibrinogenemia dan hipofibrinogenemia, infeksi intrapartum dan dalam nifas (Marmi, 2. Asam folat dan Fe merupakan vitamin yang dibutuhkan untuk penanganan anemia defisiensi zat besi. Konsumsi tablet Fe secara rutin dan gizi seimbang dapat mencegah terjadinya anemia. Tablet yang saat ini banyak tersedia di Puskesmas adalah tablet tambah darah yang berisi 60 mg besi elemental dan 400 mcg asam folat. (Mengkuji, 2012 dalam jurnal Chintia Wulandari, 2. Pengobatan alternatif non farmakologi pada Ibu hamil dengan anemia dapat juga ditangani dengan mengkonsumsi sayuran hijau seperti daun bayam, karena sayuran bayam banyak mengandung zat besi. Berdasarkan hasil penelitian Dheny Rohmatika . zat besi ditemukan pada sayuran-sayuran antara lain bayam (Amaranthus tricolo. Mengkonsumsi sayur bayam hijau selama 7 hari dapat meningkatkan kadar haemoglobin pada ibu hamil dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,541 gr/dl. Bayam yang telah dimasak mengandung zat besi sebanyak 8,3 mg/100 gram. Zat besi pada bayam berperan dalam pembentukan Bayam hijau merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung senyawa yang diperlukan dalam sintetis hemoglobin seperti zat besi dan vitamin B kompleks, banyak mengandung garam mineral seperti kalsium, fosfor, dan besi, juga mengandung beberapa macam vitamin seperti vitamin A. B, dan C (Feri Ahmadi, 2. Zat besi merupakan zat yang diserap oleh tubuh maka dibutuhkan vitamin C agar zat besi dapat diserap secara maksimal. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Dheny Rohmatika . yang menyatakan bahwa pemberian kombinasi suplemen zat besi dengan vitamin C lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah dibandingkan zat besi atau vitamin C saja. Salah satu buah yang memiliki vitamin C dan senyawa bermanfaat untuk kesehatan adalah jeruk. Selain banyak mengandung vitamin C, jeruk merupakan buah yang enak untuk dikonsumsi. Selain itu jeruk juga mengandung vitamin B1, provitamin A, asam folat, pektin, tanin, fosfor, kalsium, karbohidrat, besi, asam sitrat, flavonoid, glikosida dan alkaloid. Ada berbagai jenis jeruk, yaitu jeruk Sunkis, jeruk manis dan jeruk nipis, yang memiliki kandungan vit C yang berbeda - beda. Pada jeruk manis memiliki kandungan vit C 53,2 mg, jeruk sunkis mengandung 70 mg vit C dan jeruk nipis mengandung 53 mg vit C (Moehji, 2. Madu adalah obat yang memiliki banyak manfaat untuk segala jenis penyakit, dapat digunakan sebagai pemanis pada minuman (Dokter Sehat, 2017 dalam jurnal Yenny Safitri. Menurut Faisal . madu mengandung vitamin, asam amino, dan enzim yang berguna bagi tubuh manusia. Kandungan nutrisi yang ada pada madu per 100 gr diantaranya yaitu energi, karbohidrat, gula, serat pangan, lemak, protein, air, riboflavin, niacin, panthotenic acid, vitamin B6. Folate, vitamin C. Calcium, iron, magnesium, phosphorus, potassium, sodium, zinc. Itulah kenapa madu menjadi salah satu sumber energi yang sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik ingin memperkenalkan jus herbal yang bersifat nonfarmakologis berupa jus kepada pasien karena sangat bermanfaat untuk kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di UPT Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Tahun 2021. Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. METODE Desain penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experiment dengan pendekatan non-randomized pretest and posttest with control group design yaitu desain experiment semu dengan membagi kelompok menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, lalu kedua kelompok tersebut dilakukan pretest sebelum eksperimen diberikan dan posttest sesudah ekperimen diberikan. Intervensi yang dilakukan pada kelompok eksperiment adalah ibu hamil mendapatkan kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan tablet Fe saja. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil anemia yang berkunjung ke Puskesmas Cikampek yaitu sebanyak 319 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan 15 kelompok eksperimen dan kontrol. Menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti dibagi menjadi 2 yaitu pada inklusi ibu hamil trimester 2 dan 3 dengan anemia ringan dan sedang, tidak memiliki penyakit kelainan darah atau anemia fisiologi dan bersedia menjadi responden. Sementara pada eksklusi yaitu ibu hamil trimester 1,2 dan 3 yang tidak mengalami anemia dan tidak bersedia menjadi responden. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat dari bulan juni sampai juli 2021. Variabel Penelitian Variabel terikatnya adalah peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Sedangkan varibel bebas yaitu variabel yang variasinya mempengaruhi variabel yang lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan tablet Fe dan pemberian Fe. Intrumen Penelitian Intrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data (Masturoh imas, 2. Intrumen penelitian ini menggunakan lembar check list dan alat ukur Hb. Prosedur Pengumpulan Data Data primer penelitian ini diperoleh langsung dari ibu, kemudian diperoleh juga dari hasil observasi yang sudah diberikan sebelum dan sesudah pasien diberikan terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dimana observasi tersebut diisi langsung oleh ibu. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data mengenai variabel-variabel yang Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data ini diperoleh melalui tahapan awal yaitu melakukan pendekatan di Puskesmas Cikampek, menjelaskan mengenai prosedur penelitian yang akan dilakukan. Setelah melihat rekam medis pasien yang ada di Puskesmas Cikampek dan menandai rekam medis pasien yang masuk ke dalam kriteria dalam Pengolahan Data Data penelitian yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan data melalui proses editing, verifying,coding,classifying dan tabulating (Novelia Shinta,2. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat,sebelum dilakukan uji bivariat maka dilakukan uji normalitas sebagai persyaratan statistik parametrik. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk dengan cara melihat nilai asymp sig . -taile. dengan nilai >0,05 maka dapat diartikan hasil berdistribusi normal. Maka uji statistik yang digunakan adalah uji parametrik yaitu paired t-test, sedangkan untuk melihat apakah ada pengaruh kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia uji yang digunakan adalah uji independent t-test. Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. HASIL Analisis Univariat Tabel. Data Deskriptif Statistik Pre-Test dan Post-Test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Ibu Hamil Anemia di Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Kadar Eksperimen Kontrol N Min Max Mean Std. Dev N Min Max Mean Std. Dev Pre15 9,3 10,8 10,207 0,4217 15 9,5 10,9 10,387 0,4734 Test Post15 11,9 13,3 12,753 0,4307 15 10,2 11,7 11,093 0,4728 Test Berdasarkan Tabel. 1 diatas dapat diketahui bahwa responden yang diambil sebanyak 30 orang, 15 responden pada kelompok Eksperimen dengan nilai minum pre-test 9,3 dan nilai maximum pre-test 10,8 dengan nilai rata-rata . 10,207, sementara nilai minimum posttest 11,9 dan nilai maximum 13,3 dengan nilai rata-rata . 12,753. Sementara pada kelompok kontrol jumlah responden sebanyak 15 orang dengan nilai minimum pre-test 9,5 dan nilai maximum 10,9 dengan rata-rata . 10,387 dan nilai mimimum post-test 10,2, sedangkan nilai maximum post-test 11,7 dengan rata-rata . 11,093 gr%. Analisis Bivariat Tabel. Uji Normalitas Data Shapiro-Wilk Kadar Hb Eksperimen Kontrol Statistik P-Value Statistik P-Value Pre-Test 0,100 0,892 0,072 Post-Test 0,920 0,194 0,189 0,187 Sebelum dilakukan uji Paired T-Test peneliti telah menguji normalitas distribusi data dengan menggunakan Shapiro-Wilk test. Pada Shapiro-Wilk didapatkan P-Value untuk pengukuran kelompok eksperimen pre-test = 0,100 dan post-test = 0,194 > 0,005 dan pada kelompok kontrol pre-test 0,072 dan post-test = 0,187 > 0,005 yang berarti data dalam analisa ini telah terdistribusi normal dan layak menggunakan uji Paired T-Test. Tabel. Perbedaan Kadar Hb Sebelum dan Sesudah Pemberian Jus Bayam-Jeruk Nipis-Madu Antara Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Pre-Test Post-Test PValue Pengukuran Mean St. Deviasi Mean St. Deviasi Kelompok 10,207 0,4217 12,753 0,4307 0,001 Eksperimen Kelompok Kontrol 10,387 0,4734 11,093 0,4728 0,001 Berdasarkan tabel. 3 menunjukan hasil uji perbedaan satu kelompok dua kali pengukuran (Paired T-Tes. yang menyatakan bahwa sebelum diberikan jus bayam-jeruk nipismadu dengan Fe responden mengalami anemia ringan dengan mean 10,207 gr% dan sesudah diberikan jus bayam-jeruk nipis-madu rata-rata tidak mengalami anemia dengan mean kadar Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. Hb meningkat menjadi 12,753 gr%. Pada responden kelompok kontrol pada pre-test mean 10,387 (St. Deviasi : 0,4. pada post-test mean 11,093 (St. Deviasi: 0,4. Hasil analisa data dengan menggunakan paired t-test didapatkan hasil P-Value= 0,001 <. yang menyatakan bahwa pada tingkat kepercayaan 95 % ada perbedaan kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan jus bayam-jeruk nipis-madu sebanyak 100 gram/hari selama 30 hari. Tabel. Pengaruh Pemberian Jus Bayam-Jeruk Nipis-Madu Antara Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Setelah Diberikan Jus Bayam-Jeruk Nipis-Madu Eksperimen Kontrol P-Value Pengukuran Mean St. Deviasi Mean St. Deviasi Pre-Test 10,207 0,4217 10,387 0,4734 0,281 Post-Test 12,753 0,4307 11,093 0,4728 0,001 Berdasarkan tabel. 4 menunjukan hasil uji perbedaan dua kelompok satu kali pengukuran (Independent T-tes. yang menyatakan bahwa pada kelompok post-test atau yang diberikan jus bayam-jeruk nipis-madu . elompok eksperime. rata-rata tidak mengalami anemia dengan mean kadar Hb sebesar 12. 76 gr% dan pada kelompok yang tidak diberikan jus bayam-jeruk nipis-madu juga mengalami peningkatan dengan mean 11,093 dan masih ada beberapa responden yang mengalami anemia ringan yaitu sebanyak 6 responden . %). Sebelum dilakukan uji independent t-test peneliti telah menguji normalitas distribusi data dengan menggunakan Shapiro-Wilk dan didapatkan p-value untuk pengukuran kelompok pretest eksperimen=0,100 dan p-value post-test eksperimen=0,194, sedangkan pada kelompok pre-test kontrol= 0,072> 0. 05 dan post-test kontrol=0,187> 0,05 yang berarti data dalam analisa ini telah berdistribusi normal dan layak menggunakan uji independent t-test. Hasil analisa dengan menggunakan independent T-test didapatkan hasil p-value= 0,001 < . yang menyatakan bahwa H0 ditolak yang berarti ada pengaruh pemberian jus bayam-jeruk nipismadu terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia. PEMBAHASAN Analisis Univariat Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di UPT Puskesmas Cikampek terhadap ibu hamil anemia didapatkan pada kelompok eksperimen rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 10,207 dengan nilai minimum 9,3 dan maksimum 10,8. Sedangkan rata-rata kadar hemoglobin sesudah intervensi sebesar 12,753 dengan nilai minimum 11,9 dan nilai maksimum 13,3. Dapat disimpulkan dari hasil uji statistik menunjukan terjadinya peningkatan kadar hemoglobin sesudah diberikan jus bayam-jeruk nipis-madu dengan fe dengan selisih nilai mean 2,546. Hal ini sejalan dengan penelitian Wulansari Novi . , penelitian yang dilakukan terhadap 16 responden ibu hamil anemia trimester 2 dan 3, dari hasil uji statistik yang dilakukan menunjukan terjadinya peningkatan kadar Hb sesudah konsumsi tablet fe ditambah jus bayam hijau dan madu dengan selisih nilai mean 1,762 dan hasil uji statistik didapatkan nilai p value Ae 0,000 . <0,. , maka dapat disimpulkan terdapat efektifitas atau pengaruh jus bayam dan madu dengan Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 2 dan 3. Analisis Bivariat Perbedaan Rata-Rata Kadar Hb Sebelum dan Sesudah Pemberian Jus Bayam-Jeruk NipisMadu dengan Fe pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di UPT Puskesmas Cikampek disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus bayam-jeruk nipismadu dengan Fe. Penelitian ini sejalan dengan Rohmatika. D dan Umarianti T . yang berjudul AuEfektifitas Pemberian Ekstrak Bayam Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. Pada Ibu Hamil dengan Anemia RinganAy penelitian dilakukan kepada 37 responden dengan menggunakan uji paired sample t-test, diperoleh t: 4,716 dan nilai p 0,000 . <0,. yang artinya pemberian ekstrak bayam hijau secara signifikan mempengaruhi perubahan kadar Penelitian ini juga sejalan dengan Meylawaty Eka Luluk . yang berjudul AuEfektifitas Pemberian Jus Bayam,Jus Tomat dan Kombinasi Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Dengan Anemia di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Tahun 2018Ay penelitian dilakukan terhadap 9 orang responden dengan menggunakan uji t diperoleh rata-rata hemoglobin setelah diberikan intervensi kombinasi jus bayam dan tomat adalah 10,83 gr/dl dengan standar deviasi 0,224 gr/dl, nilai p value 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Penelitian lain dilakukan oleh Sumarni . intervensi dilakukan terhadap 30 responden dengan rata-rata frekuensi hemoglobin sebelum pemberian jus bayam,sunkis, madu adalah 9,55 dengan standar deviasi 61,31 dan rata-rata hemoglobin setelah intervensi adalah 19,06 dengan standar deviasi 29,03. Zat besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia, yaitu sebanyak 3-5 gram didalam tubuh manusia dewasa, dan anemia defisiensi besi merupakan penyebab anemia paling sering dalam kehamilan yaitu sekitar 95 %. Cara mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil yaitu dengan cara meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan yang mengandung zat besi tinggi, meningkatkan konsumsi vitamin C tinggi sebanyak 25, 50, 100 dan 250 mg sehingga dapat meningkatkan penyerapan zat besi sebesar 2,3,4 dan 5 kali dan mengurangi makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi seperti fitat, fosfat, tannin (Reni Yuli Astuti dan Dwi Ertiana, 2. Ibu hamil yang mengalami defisiensi zat besi sangat disarankan melakukan diet makanan yang mengandung zat besi dan pemenuhan nutrisi yang adekuat. Zat besi yang berasal dari makanan dapat berupa heme dan non heme seperti pada padi-padian, buncis, kacang polong yang dikeringkan, buah-buahan dan sayur-sayuran hiaju seperti bayam, daun ubi serta kangkung (Astutik yuli reni,2. Bayam hijau merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan zat besi, dapat dilakukan dengan konsumsi sayuran yang mengandung zat besi dalam menu makanan. Zat besi ditemukan pada sayur-sayuran antara lain bayam. Kandungan yang ada didalam daun bayam ini sangat banyak dan berkhasiat untuk kesehatan. Setiap 100 gram bayam terkandung 2. 3 gram protein, 3,2 gram karbohidrat, 3 gram zat besi dan 81 gram kalsium. Bayam juga kaya akan berbagai macam vitamin dan mineral yakni vitamin A. Niasin. Thiamin. Fosfor. Riboflavin. Natrium. Kalsium dan Magnesium. Zat besi yang terdapat pada daun bayam sangat tinggi dibandingkan sayuran daun lain. Fungsi utamanya adalah mentransformasikan ketika mendistribusikan oksigen keseluruh tubuh (Elsabrina, 2. Bayam hijau telah dilakukan uji laboratorium oleh Rohmantika D dan Umarianti T . yang menyatakan bahwa bayam hijau memiliki kadar Fe 8,3 mg/100 gram bayam segar. Pengaruh Kadar Hb Antara Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Setelah diberikan Jus Bayam-Jeruk Nipis-Madu dengan Fe Pengukuran uji independent t-test menyatakan bahwa pada kelompok eksperimen yang diberikan terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu rata-rata tidak mengalami anemia dengan mean kadar Hb sebesar 12. 8 gr% . value = 0. 001 <0,. dan pada kelompok yang tidak diberikan jus bayam-jeruk nipis-madu rata-rata tidak mengalami anemia tapi masih ada beberapa ibu hamil yang masih anemia dengan mean kadar hemoglobin sebesar 11. 1 gr% . value = 0. 001 <0,. Hasil analisa dengan menggunakan Independent T-test didapatkan hasil p value < . yang menyatakan bahwa pada tingkat kepercayaan 95 % H0 ditolak yang berarti ada pengaruh pemberian jus bayam-jeruk nipis-madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia. Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel-sel darah merah dan fungsi lain dalam tubuh terganggu (Nurbadriyah Dwi Wiwit,2. Anemia pada ibu hamil adalah kondisi dimana jumah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal atau penyakit kurang darah yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya konsumsi zat besi. Seseorang dikatakan menderita anemia ringan bila kadar hemoglobin 9-10 gr%, anemia sedang 7-8 gr% dan anemia berat bila Hb kurang dari 7 gr% (Pratiwi dan Fatimah. Hal ini sejalan dengan penelitian Safitri Yenny . , penelitian yang dilakukan terhadap 15 responden dari hasil uji statistik yang dilakukan menunjukan terjadinya peningkatan kadar Hb sesudah konsumsi jus bayam, jeruk sunkis dan madu didapatkan hasil uji statistik didapatkan nilai p value Ae 0,000 . <0,. , maka dapat disimpulkan terdapat efektifitas atau pengaruh jus bayam, jeruk sunkis dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Berdasarkan asumsi peneliti menyimpulkan baik kelompok eksperimen maupun kontrol berpengaruh terhadap kenaikan Hb pada ibu hamil, karena tetap diberikan tablet Fe, namun setelah uji antar kelompok atau independent t-test terjadi perbedaan yang signifikan dari kedua kelompok ini dimana kenaikan Hb pada kelompok intervensi lebih besar daripada kelompok KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian efektifitas terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di UPT Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 dapat disimpulkan sebagai berikut :Pada pre-test keseluruhan responden mengalami anemia . %), kemudian pada posttest kelompok eksperimen dari total 15 responden mayoritas menjadi tidak anemia 15 . %) setelah diberikan terapi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe. Hasil analisis dengan menggunakan Independent T-test didapatkan hasil p value = 0,001 < . tingkat kepercayaan 95 % H0 ditolak yang berarti ada pengaruh pemberian jus bayam-jeruk nipis Ae madu terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil yang mengalami anemia. DAFTAR PUSTAKA