Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. RevitalisasiUKS UKSGuna GunaMewujudkan Mewujudkan Sekolah Revitalisasi Sekolah Sehat Sehat MTS Negeri Kepulauan Sula di MTS Negeri 1 Kepulauan Sula Received: 02 Desember 2025 Revised: 10 Desember 2025 Accepted: 24 Desember 2025 Muhammad Zulfian A. Disi*1. Mutmainnah2. Fiki Febrian Dwi Prasetya3 1,2,3 Prodi Farmasi Universitas Khairun. Ternate. Indonesia *e-mail: zulfianadisi@gmail. Abstract The Healthy School initiative is a key strategy to improve educational quality and student health. MTs Negeri 1 Kepulauan Sula, the School Health Unit (UKS) faced obstacles due to limited facilities, leading to less effective implementation. To overcome these challenges, a Community Partnership Empowerment (PKM) program was conducted to revitalize the UKS by improving facilities, restructuring the health unit, and providing training on First Aid for Illness (P3P) and bullying prevention. Program evaluation using pre- and post-tests revealed significant improvements in studentsAo knowledge and skills. Scores for bullying prevention increased from 79 to 92, while P3P improved from 76 to 95. These findings demonstrate that the PKM program effectively strengthened UKS performance and enhanced studentsAo competence in health promotion and school safety practices. Keywords: Healthy School. School Health Unit (UKS). Community Partnership Empowerment (PKM). Revitalization Abstract The Healthy School initiative is a key strategy to improve educational quality and student health. MTs Negeri 1 Kepulauan Sula, the School Health Unit (UKS) faced obstacles due to limited facilities, leading to less effective implementation. To overcome these challenges, a Community Partnership Empowerment (PKM) program was conducted to revitalize the UKS by improving facilities, restructuring the health unit, and providing training on First Aid for Illness (P3P) and bullying prevention. Program evaluation using pre- and post-tests revealed significant improvements in studentsAo knowledge and skills. Scores for bullying prevention increased from 79 to 92, while P3P improved from 76 to 95. These findings demonstrate that the PKM program effectively strengthened UKS performance and enhanced studentsAo competence in health promotion and school safety Keywords: Healthy School. School Health Unit (UKS). Community Partnership Empowerment (PKM). Revitalization Abstrak Program Sekolah Sehat merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di MTs Negeri 1 Kepulauan Sula belum optimal akibat keterbatasan sarana. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa revitalisasi UKS melalui peningkatan fasilitas, penataan ruang, serta pelatihan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P) dan pencegahan bullying. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa. Nilai rata-rata untuk pencegahan bullying meningkat dari 79 menjadi 92, sedangkan P3P dari 76 menjadi 95. Hasil ini membuktikan bahwa program PKM efektif dalam memperkuat peran UKS serta meningkatkan kompetensi siswa dalam promosi kesehatan dan keamanan di sekolah Kata kunci: Sekolah Sehat. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Revitalisasi IJ P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 CCS Vol. No. July201x : first_pageAeend_page Muhammad Zulfian A. Disi. Mutmainnah. Fiki Febrian Dwi Prasetya PENDAHULUAN Peningkatakan kualitas mutu pendidikan salah satunya ditentukan oleh kualitasmkesehatan siswa, baik secara fisik, psiklogis, sosial dan mental. Sehingga pemerintah melalui sekolah wajib memberikan layanan, dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap siswa tanpa diskriminasi. Optimalisasi penyelenggaraan Unit Kesehatan Sekolah menjadi langkah preventif dalam mewjudukan visi pendidikan Indonesia yang sehat (Ramdan et , 2. Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga merupakan arena bagi pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa. Lingkungan yang sehat berkontribusi pada produktivitas akademik, serta kesejahteraan mental dan fisik siswa (Purnama et al. , 2. Kondisi kesehatan yang baik memungkinkan siswa untuk berfokus pada pembelajaran, berpartisipasi dalam aktivitas ekstrakurikuler, dan berinteraksi dengan teman sebaya secara lebih positif (Irawan et al. UKS memiliki peran strategis dalam menciptakan dan mempertahankan kesehatan siswa. Dengan fokus pada pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. UKS dapat: Menyediakan Layanan Kesehatan Dasar UKS memberikan layanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, dan pengobatan dasar untuk mengatasi masalah kesehatan ringan yang mungkin dialami siswa. Edukasi Kesehatan Program pendidikan kesehatan yang terintegrasi dalam kurikulum dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pola hidup sehat, termasuk gizi seimbang, kebersihan diri, dan kesehatan mental. Kegiatan Promosi Kesehatan Kegiatan seperti kampanye kebersihan, senam sehat, dan lomba-lomba yang berkaitan dengan kesehatan dapat memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sekolah merupakan salah satu tempat penting bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang sehat di sekolah sangat krusial. Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Revitalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di MTS Negeri 1 Kepulauan Sula bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa melalui berbagai kegiatan yang terencana dan terarah. UKS memiliki peran vital dalam mendukung program kesehatan nasional, dengan fokus pada pencegahan penyakit, promosi kesehatan, dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa. Dalam konteks ini, revitalisasi UKS di MTS Negeri 1 Kepulauan Sula diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk membangun sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam kesehatan. Dengan melibatkan seluruh elemen sekolah, termasuk siswa, guru, dan orang tua, program ini akan memberikan pendekatan holistik dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Melalui serangkaian kegiatan edukasi, pelatihan, dan pemeriksaan kesehatan, diharapkan siswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalani hidup sehat, serta membentuk budaya kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak, revitalisasi UKS ini diharapkan dapat mewujudkan MTS Negeri 1 Kepulauan Sula sebagai sekolah sehat yang menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. METODE Sosialisasi Tim PKM melakukan diseminasi kepada warga sekolah . eserta didik, pendidik, tenaga kependidika. MTS Negeri 1 Kepulauan Sula terkait program PKM yang akan dilaksanakan. Diseminasi ini dilakukan agar seluruh warga sekolah yang juga merupakan sasaran dari program UKS, mendapatkan informasi secara terbuka terkait kegiatan PKM ini. Harapannya, warga sekolah dapat mendukung pelaksanaan kegiatan ini serta dapat berkontribusi baik dalam hal ide maupun tenaga untuk merevitalisasi UKS di MTS Negeri 1 Kepulauan Sula. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Pelatihan dan Penerapan Teknologi Kegiatan pelatihan dan penerapan teknologi dalam rangka revitalisasi UKS di MTs Negeri 1 Kepulauan Sula dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pertama, dilakukan pengadaan sarana dan penataan ruang UKS dengan tujuan menunjang pelaksanaan program kesehatan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 10 anggota UKS dan 20 warga sekolah, dilaksanakan selama 240 menit melalui serah terima aset, dengan hasil berupa sarana dan prasarana UKS yang lebih memadai. Kedua, diadakan pelatihan serta pendampingan bagi anggota UKS untuk meningkatkan keterampilan dalam mengoperasikan sarana UKS. Kegiatan ini dilakukan secara praktik dengan durasi 240 menit, dan menghasilkan peningkatan keterampilan anggota UKS dalam pemanfaatan fasilitas yang tersedia. Selanjutnya, diberikan penyuluhan dan pendampingan mengenai psikoedukasi kesehatan mental remaja dan pencegahan bullying. Kegiatan ini melibatkan anggota UKS sebagai peserta dengan metode pre-test, ceramah, diskusi, praktik, dan post-test, yang berlangsung selama 240 menit. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota UKS dalam memahami serta menangani isu bullying. Tahap terakhir adalah penyuluhan dan pendampingan terkait pemberian Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P), yang juga menggunakan metode pre-test, ceramah, diskusi, praktik, dan post-test dengan durasi 240 menit. Peserta terdiri dari 10 anggota UKS, dan kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memberikan P3P. Pendampingan dan Evaluasi Setelah kegiatan PKM terlaksana, akan dilakukan pendampingan sekaligus evaluasi secara berkala. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan PKM akan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Tim PKM, sekaligus pemberian kuesioner kepada mitra sebagai bagian dari evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan PKM. Pendampingan dan evaluasi program bertujuan:(Disi et al. , 2. Membuktikan bahwa program mencapai target luaran, apakah kegiatan ini dapat dilakukan di tempat lain atau tidak. Mengambil keputusan tentang keberlanjutan program yang telah dilakukan, apakah kegiatan ini perlu diteruskan, diperbaiki, atau dihentikan. Keberlanjutan Program Setelah kegiatan PKM berakhir. Tim PKM akan melakukan pemonitoran secara berkala terhadap keberlangsungan program PKM. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Tim PKM akan memantau dan berkomunikasi dengan mitra terkait permasalahan, dampak, serta pengaruh ke depannya. Selain itu, diharapkan pemerintah desa hingga kabupaten juga dapat memfasilitasi keberlanjutan dari program PKM ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Diseminasi Program Kerja Kegiatan diseminasi Program PKM berlangsung dengan sangat baik dan berhasil menarik perhatian semua peserta. Dalam sambutannya. Kepala Sekolah, yang di wakilkan oleh Ibu Rohani Ipa. Pd mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam program ini, yang dianggap sebagai langkah penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Bapak apt. Muhammad Zulfian A. Disi. Farm. kemudian menjelaskan program PKM secara umum, menyoroti tujuan dan manfaat yang diharapkan dapat dicapai. Penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai esensi program dan urgensinya dalam konteks pendidikan. IJ P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 CCS Vol. No. July201x : first_pageAeend_page Muhammad Zulfian A. Disi. Mutmainnah. Fiki Febrian Dwi Prasetya Gambar 1. Pembukaan kegiatan PKM . dan diseminasi program kerja PKM . Selanjutnya. Bapak apt. Muhammad Zulfian A. Disi. Farm. Farm, menjelaskan rencana aksi mitra secara terperinci, menggambarkan langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mencapai Penjelasan ini sangat bermanfaat untuk membangun pemahaman dan kolaborasi antara semua pihak yang terlibat, serta memberikan inspirasi untuk meningkatkan implementasi program ke Dengan sinergi yang kuat, diharapkan program PKM dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Pengadaan Sarana dan Penataan Ruang UKS Tim PKM berhasil mengimplementasikan rencana dengan baik. Proses pengadaan barang melibatkan diskusi yang intens antara tim PKM untuk menentukan kebutuhan yang paling relevan. Barang-barang yang diperoleh termasuk peralatan medis dasar, obat-obatan, perlengkapan belajar kesehatan, serta fasilitas penunjang lainnya. Setelah pengadaan, penataan ruang UKS dilakukan secara gotong royong. Gambar 2. Distribusi sarana UKS ke mitra Penataan ruang dilakukan dengan memperhatikan aspek ergonomis dan aksesibilitas, sehingga siswa merasa lebih nyaman saat menggunakan layanan UKS. Dosen, mahasiswa, dan siswa berperan aktif dalam menyusun layout ruangan agar fungsional dan nyaman bagi siswa. Pembuatan area untuk pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat, dan penyimpanan obat menjadi fokus utama. Kerja sama ini P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk layanan kesehatan, tetapi juga membangun rasa kepemilikan di kalangan siswa dan anggota UKS. Dengan ruang yang lebih tertata dan sarana yang memadai, diharapkan UKS dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa. Gambar 3. Pemasangan Tempat Tidur pasian . dan penataan obat-obatan dan BMHP . Pelatihan Anggota UKS Mengaplikasikan Sarana UKS Pelatihan yang dipimpin oleh apt Muhammad Zulfian A. Disi. Farm. Farm, berlangsung dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi peserta. Dalam kegiatan ini, anggota UKS diajarkan cara mengaplikasikan berbagai sarana kesehatan seperti tensimeter digital, thermometer gun, senter medis, snellen chart, stature meter, dan timbangan badan. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan. Mereka dilatih tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik langsung, sehingga dapat memahami fungsi dan cara penggunaan alat-alat tersebut dengan baik. Dengan menggunakan tensimeter digital dan thermometer gun, misalnya, anggota UKS dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dengan lebih akurat dan efisien. Selain itu, pemahaman tentang snellen chart untuk pemeriksaan penglihatan dan stature meter untuk mengukur tinggi badan semakin memperkaya kemampuan mereka dalam mendukung kesehatan siswa. Hasil pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di sekolah, memperkuat peran UKS dalam menjaga kesehatan siswa, serta membangun kepercayaan diri anggota dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Penyuluhan anggota UKS dalam pemberian Psikoedukasi tentang Bullying Kegiatan penyuluhan dan pendampingan anggota UKS tentang kesehatan mental remaja dan bullying telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini dipandu oleh Fiki Febrian Dwi Prasetya. Pd. Psi. Kons. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, cara menghadapi tekanan, serta pencegahan dan penanganan bullying di sekolah. Penyampaian dilakukan dengan cara yang interaktif, melalui diskusi, simulasi, dan tanya jawab sehingga mudah dipahami. IJ P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 CCS Vol. No. July201x : first_pageAeend_page Muhammad Zulfian A. Disi. Mutmainnah. Fiki Febrian Dwi Prasetya Setelah kegiatan, anggota UKS lebih paham mengenai tanda-tanda masalah kesehatan mental, dampak bullying, dan langkah yang dapat dilakukan untuk membantu teman sebaya. Mereka juga lebih percaya diri untuk ikut menjaga lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas bullying. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan hasil positif, yaitu meningkatnya pemahaman dan kepedulian anggota UKS terhadap kesehatan mental dan pencegahan bullying di sekolah Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah Penyuluhan. Sebelum Penyuluhan, nilai rata-rata pre-test siswa adalah 79, dan setelah pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 92. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil uji N-Gain Score mengunakan Exel, diperoleh nilai 68,89, yang menunjukkan bahwa penyuluhan ini cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan Bullying di sekolah. Dengan terlaksananya kegiatan penyuluhan dan pendampingan ini, diharapkan anggota UKS dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung kesehatan mental remaja di sekolah. Anggota UKS juga diharapkan mampu berperan aktif dalam mencegah dan menangani bullying, serta menjadi teman sebaya yang peduli dan suportif. Selain itu, semoga kegiatan ini dapat berlanjut secara berkesinambungan, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Gambar 4. Penyuluhan Bullying Evaluasi Penyuluhan Bullying pre test Post test Gambar 5. Evaluasi penyuluhan Bullying P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Pelatihan Anggota UKS dalam Memberikan P3P Pelatihan anggota UKS dalam memberikan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang kesehatan. Dipimpin oleh apt. Mutmainnah,S. Farm, pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dalam swamedikasi untuk menangani kondisi umum seperti demam, sakit kepala, nyeri haid, sakit maag, dan diare. Materi pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mencakup praktik langsung, sehingga siswa dapat memahami dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Hasil pre-test yang mencatat nilai 76 menunjukkan tingkat pengetahuan awal yang cukup, namun belum Peningkatan yang signifikan pada post-test dengan nilai 95 menunjukkan efektivitas metode pengajaran yang digunakan. Evaluasi melalui uji N-Gain Score menggunakan Excel menunjukkan nilai 85,83% yang mengindikasikan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai P3P. Dengan penguasaan materi ini, siswa tidak hanya menjadi lebih siap untuk memberikan pertolongan pertama, tetapi juga dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman-teman dan keluarga mereka, menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Keberhasilan pelatihan ini juga menjadi modal penting bagi anggota UKS dalam menghadapi berbagai kondisi kesehatan yang mungkin muncul di sekolah, serta dalam membangun kesadaran kesehatan di kalangan siswa. Gambar 6. Pelatihan P3P Evalasi Pelatihan P3P pre test Post test Gambar 7. Evaluasi pelatihan P3P IJ P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 CCS Vol. No. July201x : first_pageAeend_page Muhammad Zulfian A. Disi. Mutmainnah. Fiki Febrian Dwi Prasetya KESIMPULAN DAN SARAN Program PKM telah menunjukkan hasil yang positif dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan sarana UKS. P3K, dan P3P. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Dampak jangka panjang dari program ini dapat terlihat dari peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan siswa, yang dapat mempengaruhi perilaku mereka di masa depan. Dengan pengetahuan yang lebih baik tentang pentingnya kesehatan, siswa cenderung lebih proaktif dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. Selain itu, peningkatan keterampilan P3K dapat mengurangi risiko kecelakaan yang tidak tertangani di sekolah dan komunitas, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman. UCAPAN TERIMA KASIH (Bila Perl. Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua stakholders di MTS Negeri 1 Kepulauan Sula yang telah senantiasa memberikan kami kesempatan untuk berkolaborasi dalam upaya meningkatkan lembaga pendidikan yang sehat dan ramah bagi anak. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah banyak membantu terlaksananya dengan baik program pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA