TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 ANALISIS KESALAHAN FONETIK MAHARAH QIRAAH PADA MAHASISWA Firdaus IAIN Takengon, mfirdaussudan@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan fonetik para mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Takengon dalam membaca teks bahasa Arab dan memberikan saran agar kesalahan fonetik ini tidak Maka kesalahan fonetik yang dilakukan mahasiswa mesti dianalisis untuk mencari permasalahan dan cara pembelajaran yang lebih tepat agar kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa tidak Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi dilaksanakan pada 26 mahasiswa aktif Perbankan Syariah IAIN Takengon dengan cara simak baca bebas, mendengarkan, mencatat, merekam bacaan mereka untuk mendapatkan wawasan kesalahan fonetik mereka. Disimpulkan bahwa telah terjadi kesalahan fonetik yang dilakukan oleh para mahasiswa pada lafal huruf-huruf berikut AuAAo( AyAai. menyerupai AuA( AyAhamza. 80,76%. AuA( AyAsa. menyerupai AuA( AyAe. AuA( AyAda. ataupun AuA( AyAji. 84,61%. AuA( AyAsyi. menyerupai AuA( AyAsi. 38,46%. AuA( AyA. menyerupai AuA( AyAsi. 69,23%. AuA( AyNAAh. menyerupai AuA( AyAu. 23,07%. AuA( AyCAqa. menyerupai AuA( AyEAka. 34,61%. AuA( AyAza. menyerupai AuA( AyAji. 57,69%. AuA( AyAa. menyerupai AuA( AyAda. dan AuA( AyAza. AuA( Aya. menyerupai AuA( AyAs. AuA( AyAu. menyerupai AuA( AyNAAh. 15,38%. AuA( AyAkh. menyerupai Au A( AyAu. dan AuAAyA . 57,69%. AuA( AyA. menyerupai AuA( AyAt. dan AuA( AyAda. 34,61%. dan AuA( AyAe. menyerupai AuA( AyAza. AuA( AyAji. AuA( AyAda. dan AuA( AyAa. 65,38%. Kata Kunci: Fonetik. Pengajaran. Bahasa. Arab ABSTRACT This study aims to identify the phonetic errors of Perbankan Islam students at IAIN Takengon in reading Arabic It is highly recommended that these phonetic errors are not continuously made in the future and hence the phonetic errors made by students must be analyzed to find problems and eventually come up with appropriate learning methods. This study used descriptive qualitative methods and the data in this study were obtained through interview and observation techniques. Interviews and observations were carried out on 26 active students of Islamic Banking IAIN Takengon utilizing free reading, listening, taking notes, and recording their readings to gain insight into their phonetic errors. was concluded that there had been a phonetic error made by the students in the pronunciation of the following letters AuAAo( AyAai. resembles AuA( AyAhamza. 80,76%. AuA( AyAsa. resembles AuA( AyAe. AuA( AyAda. or AuA( AyAji. 84,61%. AuA( AyAsyi. resembles AuA( AyAsi. 38,46%. AuA( AyA. resembles AuA( AyAsi. 69,23%. AuA( AyNAAh. resembles AuA( AyAu. 23,07%. AuA( AyCAqa. resembles AuA( AyEAka. 34,61%. AuA( AyAza. resembles AuA( AyAji. 57,69%. AuA( AyAa. resembles AuA( AyAda. and AuA( AyAza. AuA( Aya. resembles AuA( AyAs. AuA( AyAu. resembles AuA( AyNAAh. 15,38%. AuA( AyAkh. resembles AuA( AyAu. and AuA( AyAg. 57,69%. AuA( AyA. resembles AuA( AyAt. and AuA( AyAda. 34,61%. and AuA( AyAe. resembles AuA( AyAza. AuA( AyAji. AuA( AyAda. dan AuA( AyAa. 65,38%. Keywords: Phonetic. Learning. Language. Arabic PENDAHULUAN Maharah Qiraah atau lebih dikenal dengan keterampilan membaca merupakan aktivitas harian manusia yang telah dilakukan sejak dulu sampai dengan saat ini untuk mendapatkan berbagai informasi, baik informasi yang dimaksud diperoleh dari media sosial ataupun media cetak. Dalam keseharian, mahasiswa yang merupakan insan akademis tidak akan pernah jauh dari aktivitas ini dan pastinya kesalahan membaca tidak dapat Secara umum, kesalahan membaca mahasiswa sering ditemukan pada kesalahan pengucapan huruf secara fonetik. Sebenarnya kesalahan pengucapan ini tidak hanya pada aktivitas membaca saja tapi seiring waktu juga dapat ditemui saat berbicara atau menyampaikan pernyataan secara lisan. Namun, aktivitas membaca menjadi titik fokus pembahasan utama dalam tulisan ini mengingat pada saat ini para mahasiswa lebih banyak berinteraksi dengan media sosial sehingga potensi aktivitas membaca dilakukan lebih besar, dalam hal ini bahasa Arab menjadi bahasa asing yang akan dicoba untuk diteliti sejauh mana kesalahan TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 Kesalahan fonetik berbahasa sebenarnya tidak hanya terjadi pada pengucapan dan penggunaan bahasa asing tapi juga dapat terjadi pada saat membaca teks bahasa Indonesia. Hal ini sering kita jumpai, mengingat para mahasiswa sebenarnya sudah terlebih dahulu memiliki bahasa ibu selain bahasa Indonesia. merupakan muslim yang notabene kitab sucinya berbahasa Arab yaitu Al-QurAoan. Di antara pembelajaran bahasa Arab ini adalah rumpun bahasa Arab tidak sama dengan rumpun bahasa Indonesia dan bahasa lokal, dengan berbedanya rumpun bahasa maka menyebabkan pada perbedaan yang signifikan secara linguistik pada segi fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis dan Dari segi fonetik misalnya, penutur bahasa Indonesia akan sulit untuk mengucapkan huruf AuA( AyAdha. , karena huruf ini tidak dijumpai pada huruf bahasa Indonesia. Menurut Corder berbahasa dapat ditemukan dalam tiga bentuk, pertama kesalahan penutur bahasa yang dilakukan secara sadar dan dia segera memperbaiki kesalahan bahasanya, kesalahan berbahasa ini disebut mistake, kedua adalah kesalahan penutur bahasa yang biasanya disebabkan oleh kelalaian atau sedang dalam keadaan tidak fokus terhadap apa yang sedang diucapkannya, kesalahan berbahasa ini disebut error, dan yang ketiga adalah kesalahan penutur yang dapat diperbaiki tanpa umpan balik dari penuturnya yang disebut slip. Fonetik merupakan cabang ilmu bahasa yang mengkaji permasalahan bunyi. Yang dimaksud dengan bunyi di sini adalah ucapan. Ucapan yang benar dan bagus pastinya akan mudah dimengerti oleh lawan bicara. Ucapan yang tepat dalam sebuah ungkapan merupakan hal utama yang mesti diperhatikan dalam sebuah disampaikan oleh pembicara tersampaikan dengan benar . Mengacu kepada definisi yang diutarakan Wardana di atas, jelaslah bahwa fonetik merupakan cabang ilmu bahasa yang mesti dipelajari oleh mahasiswa agar pengucapan bunyi huruf dapat mereka terapkan dengan tepat. Oleh karena itu, maka fonetik menjadi hal terpenting dipelajari dengan tujuan mengucapkan huruf Arab sudah tepat dan benar berdasarkan kaidah bahasa yang ada. Ini perlu diperhatikan karena pengucapan huruf yang salah dapat mempengaruhi makna semantik . Penelitian mengenai kesalahan fonetik sangat sering kita dapatkan seiring dengan banyaknya kekeliruan pengguna bahasa kedua di dunia pendidikan, ini dapat kita perhatikan dari beberapa hasil penelitian yang berkaitan dengan kesalahan fonetik ini, seperti kesalahan fonetik pada bahasa China . , analisis kesalahan fonetik oleh penutur Makedonia yang mempelajari bahasa Slovenia . Kesalahan fonetik dalam mempelajari bahasa Prancis . , dan kesalahan fonetik pada bahasa Arab . Beberapa peneliti internasional juga pengucapan bahasa namun mereka lebih cenderung menggunakan istilah fonologi saat mencoba mengkaji mengenai permasalahan fonetik, seperti penelitian kesalahan fonologi bahasa Inggris oleh pelajar EFL berbahasa Kimakunduchi in Zanzibar . , kesalahan fonologi pada bahasa Arab . , kesalahan fonologi pada bahasa Inggris-Mandarin-Melayu . dan kesalahan fonologi pada bahasa Spanyol . Analisis kesalahan fonetik merupakan sebuah metode analisis kesalahan bahasa yang dirancang untuk memeriksa proses fonologi bacaan dan pelafalan, metode ini dapat digunakan sebagai alat penilaian kemampuan fonetik objek penelitian dan hasil dari analisis kesalahan fonetik dapat membantu memperjelas persamaan dan perbedaan kinerja fonologi pada bahasa . Terdapat 4 bentuk bunyi pada kesalahan fonologis, yaitu bentuk kata, frase, klausa, maupun kalimat yang terjadi pada penggunaan bahasa lisan, baik penggunaan saat berbicara ataupun saat mendengarkan . Seperti kesalahan pengucapan kata pada kata A( IEAika. dengan kata A( IAlangi. Menurut Meyer . fonologis adalah permasalahan artikulasi, di mana kerangka dan isi ide yang sudah tergambarkan di pikiran seseorang itu diwujudkan dalam bentuk bunyi. George . Bahasa Arab merupakan bahasa asing yang sampai detik ini terus dipelajari di dunia. Bahasa Arab di Indonesia sampai saat ini merupakan bahasa kedua setelah bahasa Indonesia di sebagian lembaga pendidikan. Sebagai bahasa kedua, bahasa Arab masih terasa rumit dipelajari oleh sebagian pembelajarnya walaupun mayoritas penduduk Indonesia TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 menyatakan dalam AuCommon Error in Languange LearningAy bahwa kekeliruan ini merupakan kekeliruan yang tidak diharapkan . nwanted for. , jenis ucapan ini merupakan jenis ucapan yang berlawanan dengan struktur dan ketentuan bahasa. pengucapan secara fonetik sering peneliti temukan pada mahasiswa ketika mereka membaca Qiraah Arab dan kesalahan ini dapat dikelompokkan berdasarkan sumber keluarnya huruf Arab yang disebut makharijul huruf, yang diantaranya: syafatain . , lisan . , jauf . ongga mulu. , halq . , dan khaisyum . ongga Kesalahan pengucapan yang banyak dilakukan oleh mahasiswa sering ditemukan saat mereka mengucapkan huruf-huruf Arab namun tidak sesuai dengan sifat huruf Arab dan kemampuan mereka untuk membedakan pengucapan huruf Hijaiyah berdasarkan makharijul huruf yang benar masih lemah sehingga mengakibatkan adanya persamaan fonetik huruf yang Menurut observasi dan wawancara dengan seluruh mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Syariah Dakwah dan Ushuluddin IAIN Takengon yang mengambil mata kuliah Qiraatul Kutub, kesalahan fonetik ini terjadi disebabkan oleh berbagai faktor yang salah satunya adalah kemampuan dasar mereka terhadap bahasa Arab masih sangat kurang, khususnya pada kemampuan membaca sehingga mereka belum dapat membedakan dan mengucapkan bunyi huruf hijaiyah secara baik dan benar. Padahal ada banyak materi dasar dari pembelajaran bahasa Arab yang salah satunya adalah materi belajar membaca Al-Quran yang baik dan benar yang telah banyak kita temui di toko-toko buku Di samping itu penyebab lainnya adalah kurangnya minat mereka untuk mempelajari bahasa Arab karena orientasi kerja di masa depan, padahal sebenarnya mampu memahami ilmu-ilmu agama yang terkandung dalam literature berbahasa Arab, termasuk turas dan kitab-kitab kontemporer, serta mampu mengajarkannya kepada orang lain dengan fonetik bahasa Arab yang benar adalah modal awal mereka untuk dapat berkontribusi terjun ke lapangan pada saat mereka selesai di jenjang Seharusnya ini menjadi modal mengembangkan kemampuannya sendiri karena materi dasar seperti ini akan terus dibutuhkan oleh masyarakat kita khususnya masyarakat di Gayo. Ketidakmampuan mahasiswa dalam membedakan huruf Hijaiyah sangat mempengaruhi kemampuan pedagogik mereka nantinya, karena kesalahan pengucapan huruf Hijaiyah dapat menimbulkan kesalahan pemahaman di kalangan peserta didik, dan kesalahan fonetik kata dapat menimbulkan perbedaan makna yang jauh dari makna yang Dalam berbahasa, kesalahan fonetik merupakan kesalahan komunikasi yang harus dihindari karena akan berpengaruh kepada kekeliruan pemahaman. Kesalahan yang terdapat pada pembelajaran bahasa adalah keadaan yang pasti ditemukan dalam keseharian, karena masih pada tahap pembelajaran dan Namun, para linguis setuju bahwa kesalahan fonetik bisa menghambat proses capaian dari tujuan pengajaran bahasa itu sendiri malahan ada ungkapan yang lebih ekstrem yang menyatakan bahwa kesalahan fonetik peserta didik merupakan indikator gagalnya sebuah pengajaran bahasa . Oleh karena itu maka kesalahan fonetik yang dilakukan mahasiswa mesti dianalisis untuk mencari permasalahan dan cara pembelajaran yang lebih tepat agar kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa tidak Identifikasi kesalahan fonetik pada para mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Takengon menjadi fokus penelitian ini berdasarkan gelombang bunyi dan sifat huruf Arab. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah mendefinisikan dan mengklasifikasikan kesalahan pengucapan huruf Arab dan memberikan saran agar kesalahan fonetik ini tidak berkesinambungan. Seperti kesalahan pengucapan huruf hijaiyah kha (A )Adibaca ha (A)NAA. Aoain (A )Adibaca hamzah (A)A. Setyawati Rohmadi . menyampaikan bahwa kesalahan berbahasa dapat terjadi dalam beberapa keadaan seperti penambahan, perubahan, penghilangan pada Pengucapan yang benar dan tepat merupakan hal yang terpenting dalam tuturan karena dapat mempengaruhi maksud yang disampaikan oleh penutur . Kesalahan II. METODOLOGI Analisis kesalahan fonetik dalam Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini merupakan metode yang sangat tepat untuk menganalisis fonetik bacaan Data dalam penelitian ini diperoleh TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 melalui teknik wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi dilaksanakan pada 26 mahasiswa aktif Perbankan Syariah IAIN Takengon dengan cara simak baca bebas, mendengarkan, mencatat, merekam bacaan mereka untuk mendapatkan wawasan kesalahan fonetik mereka. HASIL DAN PEMBAHASAN R esponden Responden pada kajian ini merupakan para mahasiswa prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah. Dakwah dan Ushuluddin IAIN Takengon yang berjumlah 26 mahasiswa pada mata kuliah Qiraatul Kutub. Para mahasiswa dimaksud memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sama antar satu dan lainnya . ekolah umum, sekolah keislaman ataupun dayah/pesantre. Keadaan seperti khususnya bahasa Arab mereka berbeda-beda. Mata kuliah Qiraatul Kutub di Prodi Perbankan Syariah merupakan mata kuliah dasar umum fakultas yang mesti mereka selesaikan, secara mata kuliah bertujuan agar para mahasiswa di Prodi ini memiliki ilmu alat dalam bahasa Arab sehingga mampu membaca segala referensi berbahasa Arab dalam rangka pelaksanaan dan penerapan sistem perbankan yang Syariah di dataran tinggi Gayo. Dalam konteks penelitian kesalahan fonologi, ilmu yang sangat dibutuhkan untuk mengkaji permasalahan ini adalah ilmu awAt yaitu ilmu yang mengupas tuntas hal-hal yang berkenaan dengan bunyi bahasa Arab, baik dari sisi tempat keluar, sistem, proses terjadi bunyi Kemampuan dasar berbahasa Arab sangat ditentukan oleh keterampilan dasar mahasiswa dalam mengucapkan huruf karena keterampilan dasar ini merupakan bagian terpenting sebelum ke tahap kemampuan lanjutan lainnya seperti kemampuan mengucapkan kata, frase hingga kalimat berbahasa Arab. Maka, selain menguasai ilmu awAt serta pengucapannya yang benar, para mahasiswa diharapkan untuk latihan secara rutin untuk memperbaiki kesalahan pengucapan guna menghindari kesalahan-kesalahan fonologi. INISIAL RESPON DEN Jagong. U N M Aceh Tengah YS B 10 N S 11 R S M 12 A P R 13 E J 14 S M Kondisi real para responden dapat kita perhatikan pada tabel di bawah: ASAL DAERAH Bumi Ayu Bener Meriah Bur Gayo. Aceh Tengah Kampung Baru. Bener Meriah Keuramat Mufakat. Takengon Kuta Lintang. Blangkejer Wih Ilang. Aceh Tengah Rusip. Aceh Tengah Bintang. Aceh Tengah Sabun. Aceh Tengah Rusip. Aceh Tengah Paya Tumpi. Aceh Tengah Bies. Aceh Tengah Blangkolak Aceh Tengah 15 W Y Paya Beke. Aceh Tengah 16 I T Bale. Aceh Tengah 17 T M Rusip. Aceh Tengah LULUSAN MAS AlHuda Aceh Tengah SMK Bener Meriah BELAJAR NGAJI AlQURAN SEJAK Usia 7 Tahun Usia 7 Tahun SMA Takengon Usia 7 Tahun MAN 3 Bener Meriah Usia 7 Tahun MAN 1 Aceh Tengah Usia 7 Tahun MAN 1 Blangkeje Usia 10 Tahun MAN 3 Aceh Tengah SMAN 4. Aceh Tengah SMAN 7 Aceh Usia 12 Tahun Usia 6 Tahun Usia 11 Tahun SMKN 1 Takengon Usia 10 Tahun SMK Pertanian Aceh Besar Usia 7 Tahun MAN 1 Aceh Tengah Usia 6 Tahun SMKN 1 Takengon Usia 9 Tahun SMAN 8 Takengon Usia 6 Tahun Pesantren Darul Mukhlisin Usia 11 Tahun SMAN 4 Aceh Tengah SMAN 19 Aceh Tengah Usia 12 Tahun Usia 12 Tahun TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 18 N L 19 A P 20 K F 21 R A I 22 K R 23 S T LWA Tanihen. Aceh Tengah Bale. Aceh Tengah Bale Atu. Bener Meriah Kebayakan Aceh Tengah Bale Atu. Aceh Tengah Asir-Asir. Aceh Tengah Jagong. Aceh Tengah Rusip. Aceh Tengah Wih Ilang. Aceh Tengah SMAN 8 Aceh Tengah SMKN 1 Takengon MAN 1 Bener Meriah P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 Kekeliruan pengucapan AuAAo( AyAai. menyerupai AuA( AyAhamza. Usia 8 Tahun Kekeliruan pengucapan terjadi pada kata AA . aAo. dan AOA. (Aoaj. Tempat artikulasi huruf AuAAo( AyAai. adalah glottal . sedangkan cara keluarnya bunyi huruf ini adalah frikatif yaitu mendekatkan akar lidah dari dinding belakang rongga tenggorokan dan . Sedangkan huruf AuA( AyAhamza. juga merupakan huruf glottal namun cara keluarnya yang berbeda, huruf hamzah cara keluarnya adalah stop artinya adalah udara dari paru-paru dihambat secara keseluruhan sampai udara tidak lagi keluar. Pada pengucapan huruf ini, terdapat 21 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuAAo( AyAai. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuAAyA . 21 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuAAo( AyAai. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka masih melakukan kesalahan fonetik pada huruf AuAAo( AyAai. jika dipersentasekan, maka terdapat 80,76% mahasiswa yang masih salah pengucapan huruf Aoain dan hanya 19,23% yang benar pengucapannya. Data dimaksud dideskripsikan pada chart column dengan kode A pada simpulan. Usia 10 Tahun Usia 4 Tahun MAN 1 Takengon Usia 10 Tahun SMKN 1 Takengon Usia 5 Tahun SMKN 1 Takengon Usia 13 Tahun SMKN 4 Jagong. Aceh Tengah Usia 9 Tahun SMAN 1 Takengon Usia 5 Tahun MAN 3 Aceh Tengah Usia 12 Tahun Kesalahan Fonologis Kekeliruan fonologis dapat terjadi pada empat tahapan suara yaitu huruf, kata, frase, maupun kalimat, dan kekeliruan pada tiga tahap pengucapan huruf, terutama huruf-huruf yang cenderung sangat berbeda pelafalannya dengan bahasa Indonesia. Kesalahan fonologis dapat terjadi kapan pun baik saat berbicara atau Merujuk kepada SKB yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1988 Nomor 158/1987 dan 0543b/U/1987 oleh Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Pedoman Transliterasi Arab Latin, maka diketahui bahwa terdapat beberapa huruf Arab yang bunyi dan cara pelafalannya tidak sama dengan satu huruf pun pada bahasa Indonesia, sehingga dianggap sukar bagi penutur bahasa Indonesia Pengucapan huruf-huruf yang sulit tersebut memang membutuhkan keseriusan dalam latihan pelafalannya. Huruf-huruf yang dimaksud yaitu: Kekeliruan pengucapan AuA( AyAsa. menyerupai AuA( AyAe. AuA( AyAda. ataupun AuA( AyAji. Kekeliruan pengucapan terjadi pada kata A( Agasab. A eOA a . dan AOOCA (Aowas. Tempat artikulasi huruf AuA( AyAsa. adalah velarized yaitu bunyi huruf yang artikulasinya terdiri dari pangkal gigi dan langit-langit lunak serta daun lidah sedangkan cara keluarnya suara huruf ini adalah dengan keluarnya suara dari samping lidah kanan atau kiri, hingga sambung dengan langit-langit mulut atas serta menepati graham. Sedangkan huruf AuA( AyAe. merupakan huruf velarized juga namun bunyi yang diperoleh bukan dari samping lidah tetapi depan lidah. Sedangkan bunyi huruf AuA( AyAda. adalah bunyi konsonan dental, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan pangkal gigi atas, pengucapan huruf ini adalah huruf tersebut dikeluarkan dari ujung lidah, serta menepati dengan pangkal dua gigi AeAC Ae Ae Ae Ae Ae Ae A Ae A A Ae Ae A- AAe A TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 seri yang atas. Sedangkan suara huruf AuA( AyAji. adalah bunyi konsonan alveo palatal, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi dan langit-langit keras dan daun lidah belakang, pelafalan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari tengah-tengah lidah tepat, serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 22 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAsa. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuAAyA . AuA( AyAda. ataupun AuA( AyAji. 20 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyAsa. secara sempurna, 4 dari mereka mengucapkan AuA( AyAsa. menyerupai huruf AuA( AyAe. , 27 menyerupai AuA( AyAda. dan 1 mahasiswa melafalkannya menyerupai AuA( AyAji. Ini membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyAsa. , sehingga kata AA mengucapkan AuA( AyAsyi. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyAsyi. , sehingga kata A( OAsyaAo. diucapkan A( OAsaAo. dan kata A( IAkhasi. Jika dipersentasekan, maka terdapat 61,53% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyAsyi. dan masih ada 38,46% yang Data dideskripsikan dengan kode C pada chart column pada simpulan. Kekeliruan pengucapan AuA( AyA. menyerupai AuA( AyAsi. Kesalahan ini antara lain pada kata A( IEAmil. dan kata A( CAiqqa. Bunyi huruf AuA( AyA. adalah konsonan interdental, yaitu bunyi huruf yang dihasilkan oleh ujung lidah, gigi atas dan bawah, cara huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas. Sedangkan bunyi huruf AuA( AyAsi. adalah konsonan alveolar yakni bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi atas, daun lidah dan ujung lidah dan huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 18 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyA. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAsi. mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyA. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuAAyA . , sehingga bunyi A( IEAmil. menjadi AIEA . dan kata A( CAiqqa. menjadi ACA . Jika dipersentasekan, maka hanya terdapat 30,76% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyA. dan sejumlah 69,23% yang keliru pengucapannya. Data dimaksud dideskripsikan dengan kode D pada chart column pada simpulan. menjadi A( Agaeab. dan AOOCA (Aowasq ) menjadi AAo( OOCAwae. A eOA . menjadi A( a eOAdauu. dan AOOCA (Aowasq ) menjadi AAo( OOCAwaj. dipersentasekan, maka terdapat 84,61% mahasiswa yang salah pengucapan huruf AuA( AyAsa. dan hanya 15,38% yang sudah Data dideskripsikan dengan kode B pada chart column pada simpulan. Kekeliruan pengucapan AuA( AyAsyi. menyerupai AuA( AyAsi. Kesalahan ini antara lain pada kata AOA . yaAo. dan A( IAkhasyi. Bunyi huruf AuAAyA . adalah Bunyi konsonan alveo palatal, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi dan langit-langit keras dan daun lidah belakang. Adapun bunyi huruf AuA( AyAsi. adalah konsonan alveolar yakni bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi atas, daun lidah dan ujung lidah dan huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 10 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAsyi. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAsi. 10 mahasiswa ini belum mampu Kekeliruan pengucapan AuA( AyNAAh. menyerupai AuA( AyAu. Kesalahan ini antara lain pada kata AENA . dan A( INAjundih. Huruf AuA( AyNAAh. merupakan konsonan glottal yaitu bunyi yang diperoleh dari pita-pita suara, dan huruf ini keluar dari pangkal tenggorokan sedangkan TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 huruf AuA( AyAu. merupakan huruf bunyi konsonan faringal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh dinding belakang tenggorokan dan akar lidah dan huruf ini keluar dari pertengahan tenggorokan . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 6 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyNAAh. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuAAyA . 6 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyNAAh. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyNAAh. , sehingga bunyi AENA . diucapkan A( EAalbasau. dan bunyi A( INAjundih. menjadi A( IAjundiu. Jika dipersentasekan, maka terdapat 76,92% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyNAAh. dan masih ada 23,07% yang keliru Data dimaksud dideskripsikan dengan kode E pada chart column pada diucapkan A( EcAkaddar. Jika dipersentasekan, maka terdapat 65,38% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyCAqa. dan masih ada 34,61% yang keliru pengucapannya. Data dimaksud dideskripsikan dengan kode F pada chart column pada simpulan. Kekeliruan pengucapan AuA( AyAza. menyerupai AuA( AyAji. Kesalahan ini antara lain pada kata AOOA . dan kata A( AjazaA. Bunyi huruf AuAAyA . adalah bunyi konsonan alveolar yakni bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi atas, daun lidah dan ujung lidah, pelafalan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah. Sedangkan suara huruf AuA( AyAji. adalah bunyi konsonan alveo palatal, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi dan langit-langit keras dan daun lidah belakang, pelafalan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari tengahtengah lidah tepat, serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 15 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAza. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAji. mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuAAyA . secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyAza. , sehingga bunyi A( OOAwaz. menjadi AOOA . dan kata A( AjazaA. diucapkan AA . ika dipersentasekan, maka terdapat 42,30% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyAza. dan masih ada 57,69% yang keliru pengucapannya. Data dimaksud dideskripsikan dengan kode G pada chart column pada simpulan. Kekeliruan pengucapan AuA( AyAa. menyerupai AuA( AyAda. dan AuA( AyAza. Kesalahan ini antara lain pada kata A( NAhaA), kata A( AAkhu. A( EEAAlik. dan A( EOAall. Bunyi huruf AuA( AyAa. adalah bunyi konsonan interdental yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah, gigi atas dan bawah, dan pengucapan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas. Kekeliruan pengucapan AuA( AyCAqa. menyerupai AuA( AyEAka. Kesalahan ini antara lain pada kata ACAA . dan kata A( CcAqaddar. Bunyi huruf AuA( AyCAqa. adalah bunyi konsonan uvular artinya adalah bunyi yang diperoleh dari langit-langit lunak dan anak tekak, serta akar lidah, pengucapan huruf ini dimulai dari pangkal lidah dekat dengan kerongkongan yang dihimpitkan ke langit-langit mulut bagian belakang. Sedangkan bunyi huruf AuA( AyEAka. adalah bunyi konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh langit-langit lunak dan belakang lidah, pengucapan huruf ini keluar dari pangkal lidah di depan makhraj huruf qaf, yang dihimpitkan ke langit-langit bagian mulut bagian tengah . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 9 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyCAqa. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyEAka. mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyCAqa. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuAAyCA . , sehingga bunyi A( CAAquru. diucapkan A( EAAkuru. dan kata A( CcAqaddar. TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 Sedangkan bunyi huruf AuA( AyAda. adalah bunyi konsonan dental, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan pangkal gigi atas, pengucapan huruf ini adalah huruf tersebut dikeluarkan dari ujung lidah, serta menepati dengan pangkal dua gigi seri yang atas. Sedangkan Bunyi huruf AuA( AyAza. adalah bunyi konsonan alveolar yakni bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi atas, daun lidah dan ujung lidah, pelafalan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 13 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAa. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAda. atau huruf AuA( AyAza. 13 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyAa. secara sempurna, 8 dari mereka melafalkannya menyerupai huruf AuA( AyAda. dan 5 mahasiswa melafalkannya menyerupai huruf AuA( AyAzai. ) Ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyAa. , sehingga bunyi kata A( OA) diucapkan A( OA. A( NAhaA) dan kata AA (Akhu. diucapkan kata A( NAhadA) dan kata A( AAkhud. serta bunyi A( EEAAlik. dan AEOA . l-l. berubah menjadi A( EEAzAlik. dan AEOA . l-la. Jika dipersentasekan, maka terdapat 50% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyAa. dan masih ada 50% yang Data dideskripsikan dengan kode H pada chart column pada simpulan. ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 13 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( Aya. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAsi. 13 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( Aya. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( Aya. , sehingga bunyi A( AOAAfu. dan kata A( a. diucapkan AOAA . dan kata A( AasA. Jika dipersentasekan, maka terdapat 50% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuAAyAA . dan masih ada 50% yang keliru Data dimaksud dideskripsikan dengan kode I pada chart column Kekeliruan pengucapan AuA( AyAu. menyerupai AuA( AyNAAh. Kesalahan ini antara lain pada kata AOA . ayAtu. Huruf AuA( AyAu. merupakan huruf bunyi konsonan faringal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh dinding belakang tenggorokan dan akar lidah dan huruf ini keluar dari pertengahan tenggorokan, sedangkan huruf AuA( AyNAAh. merupakan konsonan glottal yaitu bunyi yang diperoleh dari pita-pita suara, dan huruf ini keluar dari pangkal tenggorokan . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 4 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAu. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyNAAh. mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyAu. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuAAyA . , sehingga bunyi A( OAuayAtu. diucapkan A( NOAhayAtu. Jika dipersentasekan, maka terdapat 84,61% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyAu. ) dan masih ada 15,38% yang keliru pengucapannya. Data dimaksud dideskripsikan dengan kode J pada chart column pada simpulan. Kekeliruan pengucapan AuA( Aya. menyerupai AuA( AyAs. Kesalahan tersebut antara lain pada kata AAOAA . dan kata A( a. Bunyi huruf AuA( Aya. adalah bunyi konsonan velarized, yakni bunyi yang diperoleh dari pangkal gigi dan langit-langit lunak, disertai dengan depan lidah dan daun lidah, pengucapan huruf ini bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang Sedangkan bunyi huruf AuA( AyAsi. adalah konsonan alveolar yakni bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi atas, daun lidah dan ujung lidah dan huruf tersebut keluar dari Kekeliruan pengucapan AuAAyA menyerupai AuA( AyAu. dan AuA( AyAg. TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 Kesalahan ini antara lain pada kata AECA . hAliqu. ,(A(OA yazkharu dan AOA . Huruf AuA( AyAkh. merupakan huruf konsonan velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh langit-langit lunak dan belakang lidah letak huruf ini pada ujung tenggorokan dan cara keluarnya adalah udara yang keluar dari rongga ujaran tidak menggetarkan pita suara dan pita suara terbuka agak lebar. Sedangkan Huruf AuA( AyAu. merupakan huruf bunyi konsonan faringal yaitu bunyi yang dihasilkan oleh dinding belakang tenggorokan dan akar lidah dan huruf ini keluar dari pertengahan tenggorokan, sedangkan huruf AuA( AyAg. juga merupakan huruf konsonan velar sama dengan huruf AuA( AyAkh. namun perbedaannya pada cara keluarnya yaitu udara melalui alur sempit pada pita-pita suara yang menyebabkan pita suara itu bergetar . Pada pengucapan huruf ini, terdapat 15 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAkh. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuAAyA . atau AuA( AyAg. 15 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyAkh. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyAkh. , sehingga bunyi A( ECAkhAliqu. , dan (A(OA diucapkan A( ECAuAliqu. , dan (A (OAyazuaru serta A( OAkhaiu. diucapkan A( OAgaiu. Jika dipersentasekan, maka terdapat 42,30% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyAkh. dan ada 57,69% yang keliru Data dimaksud dideskripsikan dengan kode K pada chart column pada Pada kasus ini, peneliti menemukan 3 responden yaitu RA. ES dan KR yang mengucapkan AuAAyA . dengan 2 bentuk kesalahan, pada kata A( ECAkhAliqu. dia membacanya dengan huruf AuA( AyAu. sehingga menjadi A( ECAuAliqun,) sedangkan pada kata A( OAkhaiu. dia melafalkan dengan A( OAgaiu. Huruf AuA( AyA. merupakan huruf. Sedangkan Huruf AuA( AyAt. dan AuA( AyAda. merupakan huruf bunyi konsonan dental yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan pangkal gigi atas. Pada pengucapan huruf ini, terdapat 9 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyA. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAt. dan AuA( AyAda. 9 mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyA. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian kecil dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuA( AyA. , terdapat 8 responden yang keliru pelafalannya sehingga bunyi AECA . dan (A ( (OAIAyaadim. diucapkan A( ECAatlaq. dan A ( OAIAyatadim. serta 1 responden menyebutkan kata A( IOAmar. berubah menjadi A( IOAmarb. dipersentasekan, maka terdapat 65,38% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyA. dan ada 34,61% yang keliru Data dimaksud dideskripsikan dengan kode L pada chart column pada Kekeliruan pengucapan AuA( AyAe. menyerupai AuA( AyAza. AuA( AyAji. AuAAyA . dan AuA( AyAa. Kesalahan ini antara lain pada kata AN a a aA( IAnaea. A( I aE aIAmuelima. Ahira. ,AA a A( aoea. huruf AuA( AyAe. merupakan huruf AIA velarized juga namun bunyi yang diperoleh bukan dari samping lidah tetapi depan lidah. Sedangkan bunyi huruf AuA( AyAza. adalah bunyi konsonan alveolar yakni bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi atas, daun lidah dan ujung lidah, pelafalan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah, dan bunyi suara huruf AuA( AyAji. adalah bunyi konsonan alveo palatal, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh pangkal gigi dan langit-langit keras dan daun lidah belakang, pelafalan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari tengah-tengah lidah tepat, serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya, dan bunyi huruf AuA( AyAda. adalah bunyi konsonan dental, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan pangkal gigi atas, pengucapan huruf Kekeliruan pengucapan AuA( AyA. menyerupai AuA( AyAt. dan AuA( AyAda. Kesalahan ini antara lain pada kata AECA . ,(A( (OAIAyaadim. dan AIOA TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 AuA( AyAu. 23,07% (E). kekeliruan pengucapan AuA( AyCAqa. menyerupai AuA( AyEAka. 34,61% (F). kekeliruan pengucapan AuA( AyAza. menyerupai AuA( AyAji. 57,69% (G). kekeliruan pengucapan AuA( AyAa. menyerupai AuA( AyAda. dan AuA( AyAza. 50% (H). kekeliruan pengucapan AuA( Aya. menyerupai AuA( AyAs. 50% (I). pengucapan AuA( AyAu. menyerupai AuA( AyNAAh. 15,38% (J). kekeliruan pengucapan AuA( AyAkh. menyerupai AuA( AyAu. dan AuA( AyAg. 57,69% (K). kekeliruan pengucapan AuA( AyA. menyerupai AuA( AyAt. dan AuA( AyAda. 34,61% (L). kekeliruan pengucapan AuA( AyAe. menyerupai AuA( AyAza. AuA( AyAji. AuA( AyAda. dan AuA( AyAa. 65,38% (M). Hasil ini semua dapat dilihat secara lebih rinci pada chart colomn di bawah ini adalah huruf tersebut dikeluarkan dari ujung lidah, serta menepati dengan pangkal dua gigi seri yang atas. Bunyi huruf AuA( AyAa. adalah bunyi konsonan interdental yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah, gigi atas dan bawah, dan pengucapan huruf ini adalah huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas. Pada pengucapan huruf ini, terdapat 17 dari 26 mahasiswa mengucapkan AuA( AyAe. secara tidak sempurna karena karakter huruf yang dilafalkan condong kepada pelafalan huruf AuA( AyAza. ,atau AuA( AyAji. , atau AuA( AyAda. atau AuA( AyAa. mahasiswa ini belum mampu mengucapkan AuA( AyAe. secara sempurna, ini membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka masih melakukan kesalahan fonologi pada huruf AuAAyA . Ada 6 responden yang keliru pelafalannya a . Ahira. dan AA a aAIA sehingga bunyi AN a . diucapkan A( N azAhira. dan AIaA a aAIA . , 3 responden menyebutkan kata AA . berubah menjadi A( IaAnada. , 4 responden menyebutkan kata A( I aE aIAmuelima. berubah menjadi A( I aE aIAmujlima. , dan 4 a A( aoea. responden menyebutkan kata AIA A( aIaoa. dipersentasekan, maka terdapat 34,61% mahasiswa yang sudah tepat pengucapan huruf AuA( AyAe. dan ada 65,38% yang keliru Data dimaksud dideskripsikan dengan kode M pada chart column pada SALAH BENAR A B C D E F G H I J K L M Kekeliruan berdampak pada kesalahan tingkat lanjut pada pengucapan kata, frase dan kalimat. Bahasa yang merupakan alat komunikasi antar sesama tidak hanya merupakan untaian kata-kata semata namun lebih dari itu bahasa merupakan sarana budaya ibadah. Bagi muslim, bahasa Arab lebih dari sekedar alat komunikasi antara manusia dan manusia, manusia dan budaya namun bahasa adalah alat komunikasi manusia dengan pencipta dalam berubudiyah. Kesalahan pengucapan dan pelafalan kata dapat dipastikan kesalahan pula pada maksud dan makna yang ingin disampaikan. Oleh sebab itu, pengucapan fonetik yang benar merupakan syarat utama bagi penutur bahasa Arab. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan para responden, ditemukan dua penyebab para mahasiswa ini melakukan kesalahan fonetik dalam keterampilan membaca bahasa Arab, pertama adalah jarangnya kegiatan berbahasa Arab khususnya pelatihan perbaikan pelafalan huruf bahasa Arab, sedangkan yang kedua adalah mereka masih IV. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dilakukan peneliti terhadap mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Takengon, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kesalahan fonetik, baik pada level huruf, kata, frase, maupun kalimat. Kesalahan tersebut membedakan lafal huruf-huruf berikut: Kekeliruan pengucapan AuAAo( AyAai. menyerupai AuA( AyAhamza. 80,76% (A). pengucapan AuA( AyAsa. menyerupai AuA( AyAe. AuA( AyAda. ataupun AuA( AyAji. 84,61% (B). kekeliruan pengucapan AuA( AyAsyi. menyerupai AuA( AyAsi. 38,46% (C). kekeliruan pengucapan AuA( AyA. menyerupai AuA( AyAsi. 69,23% (D). kekeliruan pengucapan AuA( AyNAAh. menyerupai TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 menganggap bahasa Arab merupakan bahasa menyebabkan berkurangnya minat untuk membaca teks bahasa Arab dan menurunnya rasa percaya diri akibat perasaan takut salah. Beberapa dipergunakan untuk mengatasi fenomena seperti ini adalah. Memberikan latihan pengucapan huruf hijaiyah yang sesuai dengan makharijul huruf. Melatih mahasiswa dengan ungkapan-ungkapan bahasa Arab dengan menggunakan lahjah dan intonasi bahasa Arab. Menjadikan Al-Quran sebagai media membaca guna menumbuhkan semangat membaca bahasa Arab. Memberi perhatian serius bagi para mahasiswa yang belum mampu membaca teks Arab dengan benar sehingga tumbuh keyakinan pada mereka bahwa belajar bahasa Arab itu mudah dan asyik. kemampuan fonetik dan fonologi bahasa Arab khususnya pengucapan huruf yang benar dan sempurna harus menjadi perhatian semua pihak sejak para peserta didik masih di jenjang pendidikan dasar. Kurikulum tidak hanya sekedar kumpulan-kumpulan beban studi mereka namun pengaplikasian keilmuan mereka perlu diperkuat sebelum mereka lanjut ke tahap pendidikan yang lebih tinggi. Pembelajaran makharijul huruf Al-Quran perlu ditingkatkan dengan metode belajar intensif dengan memperbanyak membaca, berbicara terpola, berbicara spontan, berpidato, dan Semua ini pastinya dilatih oleh para ustad, guru ataupun muallim yang memang secara akademik kemampuan membaca AlQuran dan pengucapan huruf Hijaiyah sudah sangat tepat dan benar, karena jika pengajarnya memiliki AucacatAy pada kemampuan ini, dapat dipastikan kesalahan fonetik ini tidak dapat tertangani dengan baik akan tetapi makin menambah permasalahan yang ada. Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah IAIN Takengon sebagai calon pakar dan praktisi Syariah pada bidang perbankan, kemampuan yang mumpuni dalam hal membaca Al-Quran ataupun bacaan kitab Arab lainnya, karena pakar syariat sudah seyogyanya memiliki kemampuan ini, dan jika masih terdapat kesalahan dalam pelafalan huruf, kata, frase dan kalimat Arab, maka diragukan kemampuannya dalam bidang Syariah, karena dia belum memiliki alat untuk memahami segala bacaan berbahasa Arab yang notabene referensi yang berkaitan dengan perbankan Syariah banyak berbahasa tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya dalam mengkaji fonetik dan juga menjadi referensi bagi para pengajar bahasa Arab agar hurufhuruf yang sukar diucapkan ini dapat diperlancar terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap belajar selanjutnya. Meskipun penelitian ini telah mampu menjawab pertanyaan penelitiannya, beberapa keterbatasan harus diakui dan saran untuk penelitian masa depan ditawarkan. Kajian lebih lanjut mengenai kesalahan fonetik yang digunakan oleh mahasiswa perguruan tinggi lainnya perlu dilakukan agar dapat ditarik Melihat perguruan tinggi di Indonesia yang sudah sangat banyak saat ini, maka perbandingan-perbandingan tersebut dapat mengarah pada kajian-kajian lain yang berkaitan dengan kajian fonetik daerah asal para mahasiswa tersebut. Hasil penelitian ini dapat kesalahan fonetik pada bahasa lainnya di seluruh REFERENSI Corder S. Introducing applied linguistics. Zhang R. Correcting Chinese Spelling Errors with Phonetic Pre-training. Find Assoc Comput Linguist ACL-IJCNLP 2021. 2250Ae61. PavletiN N. An Analysis of Phonetic Errors by Macedonian Speakers Learning Slovenian. Jezikoslovni Zap. :85Ae101. Otroshi M. Phonetic errors in learning french as a foreign language: Consonant clusters . A] and . A]. Lang Relat Res. :183Ae207. Otroshi MH. The use of acoustic phonetics in identifying phonetic errors: French nasal Lang Relat Res. :187Ae216. Zahui A. EL-Mossahih V1. 0: A hybrid approach for detection and correction of typographical and phonetic transcription errors in Arabic texts. ICIT 2017 - 8th Int Conf Inf Technol Proc. 774Ae9. Radzi MP. Common errors in pronouncing Arabic phonetic among Malaysia students in Glob J Al-Thaqafah. :133Ae44. Mohamed SA. Msuya EA. English phonological errors by Kimakunduchi speaking EFL learners in Zanzibar. Taha H. Ibrahim R. Khateb A. Exploring the Phenotype of Phonological Reading Disability as a Function of the Phonological Deficit Severity : Evidence from the Error Analysis Paradigm in Arabic. (October 2. :37Ae DYSON AT. AMAYREH MM. Phonological TAAoDIB: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. No. September 2022 P-ISSN: 2089-4422. E-ISSN: 2808-3784 errors and sound changes in Arabic-speaking 14. Lim HW. Lim HW. Multilingual EnglishMandarin-Malay phonological error patterns : An initial cross-sectional study of 2 to 4 years old Malaysian Chinese children Multilingual English-Mandarin-Malay phonological error patterns : An initial cross-sectional study of 2 to Clin Linguist Phon [Interne. :1Ae24. Available from: https://doi. org/10. 1080/02699206. Zhang S. Hudson A. Ji XR. Joshi RM. Zamora J. Gymez-velyzquez FR, et al. Scientific Studies of Reading Spelling Acquisition in Spanish : Using Error Analyses to Examine Individual Differences in Phonological and Orthographic Processing Spelling Acquisition in Spanish : Using Error Analyses to Examine Individual Differences in . Sci Stud Read [Interne. :1Ae20. Available from: https://doi. org/10. 1080/10888438. Wardana IK. KESALAHAN ARTIKULASI PHONEMES BAHASA INGGRIS MAHASISWA PRODI BAHASA INGGRIS UNMAS DENPASAR. SEBUAH KAJIAN FONOLOGI GENERATIF. Bakti Sar [Interne. Available from: https://media. com/media/publications/748 64-ID-kesalahan-artikulasi-phonemes-bahasaing. Lathifah F. Syihabuddin S. Al Farisi MZ. Analisis Kesalahan Fonologis Dalam Keterampilan Membaca Teks Bahasa Arab. Arab J Pendidik Bhs Arab dan Kebahasaaraban. :174Ae84. Roeltgen DP. Phonological error analysis, development and empirical evaluation. Brain Lang. 1992 Aug 1. :190Ae229. Setyawati N. Rohmadi M. Analisis kesalahan berbahasa Indonesia: teori dan praktik. Yuma Pustaka.