Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 200-205 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24421 KAJIAN LITERATUR PERAN ETHNOMATEMATIKA DALAM PEMECAHAN MASALAH SEHARI-HARI Dede Ima Aprilia Mubarokah1. Adang Effendi2. Sri Solihah3 Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Galuh. Ciamis. Indonesia123 Email: dede_ima_aprilia@student. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ethnomatematika dalam pemecahan masalah sehari-hari melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sumber data yang diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian yang diakses melalui database seperti SINTA. Google Scholar, dan ebebrapa jurnal nasional maupun internasional. Proses pemilihan artikel dilakukan dengan mengacu pada pedoman prisma yang meliputi tahap indentifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penentuan artikel yang digunakan. Berdasarkan penelusuran awal 30 artikel, kemudian dilakukan proses sleksi sehingga diperoleh 15 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukan bahwa ethnomatematika berperan dalam menghubungkan konsep matematika dengan konteks budaya yang ada di lingkungan sekitar, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami. Selain itu, penerapan ethnomatematika juga dapat mendukung peningkatan kemampuan pemecahan masalah serta menumbuhkan minat belajar siswa. Dengan demikian, ethnomatematika dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Ethnomatematika. Pembelajaran matematika. Pemecahan masalah. Systematic Literature Review Dikirim: Mei 2026. Diterima: Juni 2026. Dipublikasikan: Juni 2026 Cara sitasi: Mubarokah. Effendi. Solihah. Kajian Literatur Peran Ethnomatematika dalam Pemecahan Masalah Sehari-Hari. Proceeding Galuh Mathematics National Conference, 6. , 200-205. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 200-205 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24421 PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu ilmu yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Konsep matematika tidak hanya digunakan dalam akademik, tetapi juga dalam berbagai aktivitas manusia, seperti kegiatan jual beli, pengukuran, hingga pengambilan keputusan. Namun dalam praktiknya pembelajaran matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan abstrak, sehingga Implementasi ethnomatematika sebagai cara untuk menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari (Yuliasari et al. , 2. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Kemampuan ini tidak hanya menuntut siswa untuk memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang dapat mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami (Imtelek Madani, 2. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah ethnomatematika. Ethnomatematika merupakan kajian yang menghubungkan konsep matematika dengan budaya yang berkembang di Melalui pendekatan ini, pembelajran matematika dapat dikaitkan dengan berbagai aktivitas budaya, seperti permainan tradisional, kerajinan, pola batik, maupun kegiatan ekonomi masyarakat (Yulianasari et al. , 2. Dengan demikian, siswa tidak hanya mempelajari matematika secara teoritis, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan nyata. Beberapa penelitian menunjukan mbahwa penerapan ethnomatematika dalam pembelajaran matematika dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran yang berbasis budaya cenderung lebih kontekstual, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Selain itu, pendekatan ini juga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar karena siswa merasa lebih dekat dengan materi yang dipelajari (LaAoia & Harefa, 2. Selain itu, pembelajaran matematika yang bersifat kontekstual menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep. Pendekatan kontekstual memungkinkan siswa untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini ethnomatematika memiliki peran penting karena mampu menghadirkan konteks budaya sebagai bagian dari pembelajaran. Beberapa penelitian menunjukan bahwa integrasi budaya dalam pembelajaran matematika tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa secara lebih optimal. Perkembangan pembelajaran matematika saat ini menuntut adanya inovasi yang mampu menjembatani antara konsep abstrak dengan pengalaman siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan unsur budaya dalam proses pembelajaran. Melalui ethnomatematika, siswa diajak untuk mengenali bahwa konsep matematika sebenarnya telah lama hadir dalam kehidupan masyarakat, baik dalam bentuk aktivitas sehari-hari maupun tradisi budaya. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melihat dan menerapkannya secara langsung dalam lingkungan sekitarnya. Meskipun demikian, kajian mengenai peran ethnomatematika dalam pemecahan masalah sehari-hari masih perlu dianalisis lebih komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji berbagai hasil penelitian yang relevan. Proses analisis dilakukan dengan mengacu pada pedoman Prisma sehingga artikel yang digunakan telah melalui proses seleksi yang sistematis. Berdasarkan uraian tersebut penelitain ini bertujuan untuk mengkaji peran ethnomatematika dalam pemecahan masalah sehari-hari serta mengetahui bagaimana penerapannya dalam pemebalajaran matematika. Hasil dari penelitian ini dharapkan dapat Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 200-205 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24421 memberikan gambaran mengenai pentingnya penggunaan pendekatan ethnomatematika dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Kelayakan Penyaringan Identifikasi METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Systematis Literature Review (SLR) dengan mengacu pada tahapan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa basis data, seperti Google Scholar dan Mendeley menggunakan kata kunci AuEthnomatematikaAy. AuPembelajaran MatematikaAy dan AuPemecahan masalahAy dengan rentang tahun publikasi 2016 Ae 2026. Pada tahap identifikasi diperoleh sebanyak 30 artikel dari hasil pencarian awal. Pada tahap penyaringan, artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian judul dan abstrak dengan topik penelitian, sehingga diperoleh 20 artikel yang relevan. Selain itu, artikel yang tidak memiliki teks lengkap . juga dieliminasi pada tahap ini. Pada tahap kelayakan dilakukan penelaahan secara menyeluruh terhadap teks lengkap . ull-tex. artikel, seperti kesesuaian dengan fokus penelitian, pembahasan mengenai kemampuan komunikasi matematis, serta kejelasan metode penelitian. Dari tahap ini, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Proses pemilihan artikel secara lengkap disajikan dalam diagram alur PRISMA berikut. Artikel diidentifikasi database: Artikel dihapus sebelum Terbit pada tahun 2016 Ae 2026 . = . Duplikat . = . Artikel setelah penyaringan . Artikel tidak sesuai dengan topik penelitian . Artikel sesuai topik penelitian . Artikel dikecualikan: Tidak sesuai fokus penelitian . Artikel yang dianalisis . Gambar 1. Diagram Alur PRISMA dalam Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil penelusuran literatur menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, diperoleh sebanyak 30 artikel pada tahap awal pencarian. Setelah dilakukan proses seleksi melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 200-205 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24421 Artikel-artikel yang terpilih kemudian dianalisis berdasarkan fokus penelitian, metode yang digunakan, serta temuan yang dihasilkan. Secara umum, sebagian besar penelitian membahas penerapan ethnomatematika dalam pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan budaya lokal, seperti permainan tradisional, kerajinan, pola batik, serta aktivitas sehari-hari masyarakat (Yulianasari et al. , 2. Berdasarkan metode penelitian, mayoritas artikel menggunakan pendekatan kualitatif, sementara sebagian lainnya menggunakan metode eksperimen dan penelitian pengembangan. Hasil dari berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan ethnomatematika memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa (Utami et al. Selain itu, ditemukan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan unsur budaya cenderung lebih mudah dipahami oleh siswa karena berkaitan langsung dengan pengalaman nyata yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih bermakna serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Irawan & Kencanawaty, 2. Pembahasan Hasil kajian menunjukkan bahwa ethnomatematika memiliki peran yang cukup signifikan dalam mendukung kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Dari 15 artikel yang dianalisis, sebagian besar penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis ethnomatematika. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mampu memberikan kontribusi positif dalam proses Peningkatan tersebut terjadi karena ethnomatematika mampu menghubungkan konsep matematika yang bersifat abstrak dengan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Dengan adanya keterkaitan tersebut, siswa menjadi lebih mudah dalam memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari (Yulianasari et , 2. Selain itu, penerapan ethnomatematika juga mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika siswa dihadapkan pada permasalahan yang berkaitan dengan budaya atau aktivitas sehari-hari, mereka cenderung lebih aktif dalam mengeksplorasi solusi karena merasa lebih familiar dengan konteks yang diberikan. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis budaya mampu meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir siswa (Yulianasari et al. , 2. Dari berbagai artikel yang dianalisis, terlihat bahwa penggunaan konteks budaya seperti permainan tradisional, pola batik, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika secara lebih konkret. Meskipun demikian, tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang sama secara signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan yang cukup, namun tidak terlalu tinggi, yang dipengaruhi oleh faktor seperti metode pembelajaran yang digunakan serta kesiapan guru dalam mengimplementasikan pendekatan ethnomatematika. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan ethnomatematika juga dipengaruhi oleh kondisi dan konteks pembelajaran. Selain memberikan dampak terhadap kemampuan pemecahan masalah, penerapan ethnomatematika juga berpengaruh terhadap minat dan motivasi belajar siswa. Pembelajaran yang dikaitkan dengan budaya lokal cenderung lebih menarik dan tidak membosankan, sehingga siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran (LaAoia & Harefa, 2. Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa ethnomatematika merupakan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran matematika. Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa dalam memahami konsep, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 200-205 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24421 masalah serta menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna dalam kehidupan seharihari. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dapat disimpulkan bahwa ethnomatematika memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dari 15 artikel yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan bahwa penerapan ethnomatematika mampu mengaitkan konsep matematika dengan konteks budaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami. Selain itu, pendekatan ethnomatematika juga memberikan dampak positif terhadap minat dan motivasi belajar siswa, karena materi yang disampaikan lebih dekat dengan pengalaman nyata Meskipun demikian, tingkat keberhasilan penerapan ethnomatematika dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti metode pembelajaran yang digunakan serta kesiapan guru dalam mengintegrasikan unsur budaya ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, ethnomatematika dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam pembelajaran matematika yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjadikan proses belajar lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. REKOMENDASI Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan. Pertama, bagi pendidik, disarankan untuk mengintegrasikan pendekatan ethnomatematika dalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa serta menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan Guru diharapkan dapat memanfaatkan berbagai unsur budaya lokal yang ada di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Kedua, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan ethnomatematika dengan menggunakan metode yang beragam serta pada jenjang pendidikan yang berbeda, sehingga diperoleh hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian juga dapat difokuskan pada pengembangan media atau bahan ajar berbasis ethnomatematika yang lebih inovatif. Ketiga, bagi lembaga pendidikan, diharapkan dapat memberikan dukungan dalam pengembangan pembelajaran berbasis budaya, baik melalui pelatihan bagi guru maupun penyediaan sumber belajar yang relevan, sehingga penerapan ethnomatematika dapat dilakukan secara optimal dalam proses pembelajaran. UCAPAN TERIMAKASIH