Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus KAMPUNG DIRECT USE: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LANGSUNG PANAS BUMI DI PATUHA Annisa Nadhilah1. Fani Wahyu Safitri2. Silmy Nurvianty Juliana3. Dyta Madyani4. Maria Rahmawati5. Genny M Yudawinata6. 1,2,3,4,5,6 PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha Article history Received : 14 Juli 2025 Revised : 08 Agustus 2025 Accepted : 08 Agustus 2025 *Corresponding author Email : 1nadhilahannisa@gmail. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Potensi panas bumi di Indonesia sangat strategis dalam mendukung kebutuhan energi nasional serta mendorong transisi menuju energi baru dan terbarukan. Selain sebagai sumber energi listrik, panas bumi juga memiliki manfaat besar melalui pemanfaatan langsung. Namun, pemanfaatan langsung panas bumi di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan pembangkit listrik. Studi ini menganalisis proyek percontohan pemanfaatan langsung panas bumi yang diinisiasi oleh PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha sejak tahun 2024. Proyek yang diinisiasikan sebagai salah satu upaya perusahaan dengan mengintegrasikan konsep desa wisata dan inovasi pembangunan fasilitas seperti kabin penghangat, kolam berendam air panas, kolam ikan, green house, alat pengering daun teh, dan alat pengering makanan menggunakan teknologi panas bumi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menunjukkan upaya pemanfaatan langsung panas bumi di Patuha dengan penelaahan yang bertujuan untuk memahami skema pengembangan serta menganalisisnya melalui kerangka tujuan pengembangan masyarakat menurut Weil & Gamble . Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelaahan dan eksplorasi terhadap sejumlah jurnal, buku, dokumen, serta berbagai sumber informasi lain yang dianggap relevan dengan topik kajian. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa inisiasi pemanfaatan langsung panas bumi berpotensi menjadi strategi efektif dalam menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Panas Bumi. Pemanfaatan. Langsung. Pengembangan. Masyarakat ABSTRACT Indonesia's geothermal potential is strategic in supporting national energy needs and promoting the transition to new and renewable energy. In addition to being a source of electricity, geothermal energy also offers significant benefits through direct However, direct utilization of geothermal energy in Indonesia remains lagging behind electricity generation. This study analyzes the pilot project for the direct use of geothermal initiated by PT Geo Dipa Energi (Perser. Patuha Unit since Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus The project was initiated as one of the efforts to develop the community around the company's operations by integrating the concept of a tourist village and innovation in the construction of facilities such as warming cabins, hot tubs, fish ponds, green houses, tea leaf dryers, and food dryers using geothermal technology. The purpose of this article is to show the efforts to directly utilize geothermal in Patuha with a study that aims to understand the development scheme and analyze it through the framework of community development goals according to Weil & Gamble . This study uses a qualitative approach with a literature study method. Data collection is carried out through the study and exploration of a number of journals, books, documents, and various other sources of information that are considered relevant to the study The results of this study conclude that the initiation of direct use of geothermal has the potential to be an effective strategy in creating sustainable economic, social, and environmental impacts. Key word: Geothermal . Direct Use. Development. Community PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar karena geografisnya terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, dengan cadangan panas bumi mencapai lebih dari 40% dari total cadangan dunia, atau setara dengan potensi kapasitas sebesar 29 GW (Pambudi, 2. Namun, pengembangan panas bumi di Indonesia hingga saat ini masih berfokus pada pemanfaatan langsung . irect us. panas bumi masih sangat terbatas (Al AsyAoari et , 2. Kawasan Gunung Patuha menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi panas bumi melimpah (Purwantoro et al. , 2. Kawasan ini di kelola oleh PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha. Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Patuha secara administratif terletak di Kecamatan Pasirjambu. Kabupaten Bandung. Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 2. 300 meter di atas permukaan laut (MDPL). WKP Patuha mencakup area seluas kurang lebih 108 kmA, dengan potensi sumber daya panas bumi yang diperkirakan mencapai 400 megawatt listrik (MW. Saat ini. PLTP Patuha Unit 1 menghasilkan listrik yang disalurkan ke jaringan interkoneksi JawaAeMaduraAeBali (Khasmadin & Harmoko, 2. Pemanfaatan panas bumi di Patuha masih terfokus pada pembangkitan listrik, sementara potensi pemanfaatan langsung . irect us. untuk mendukung aktivitas dikembangkan secara signifikan (Suyanto. Padahal. WKP Patuha memiliki nilai strategis yang tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga memiliki potenssi terhadao aspek ekologi dan sosial. WKP Patuha terletak dekat dengan permukiman masyarakat lokal yang didominasi oleh masyarakat perkebunan teh dengan kondisi alam pegunungan yang sejuk dan subur. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani sayur dan buah, serta ada yang bekerja sebagai perawat perkebunan teh milik PTPN 1 Regional 2 Rancabolang dan Rancabali yang menjadi salah satu Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus komoditas unggulan penggerak ekonomi Kabupaten Bandung. Kegiatan ekonomi masyarakat umumnya bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan yang tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga membentuk pola kehidupan sosial dan budaya lokal. Selain itu, kawasan ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis energi terbarukan. Melihat kondisi tersebut, pemanfaatan langsung panas bumi di WKP Patuha dikembangkan secara terpadu dengan potensi lokal yang ada. Kedekatan lokasi sumber panas bumi dengan permukiman masyarakat perkebunan, keberadaan sektor pertanian, perkebunan teh, dan pariwisata alam yang telah berkembang dapat membuka peluang sinergi antara energi Integrasi ini tidak hanya dapat teknologi pemanfaatan panas bumi, tetapi juga memperkaya daya tarik wisata kawasan dengan menawarkan konsep wisata edukasi energi dan ekowisata yang Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah dengan daya tarik wisata yang cukup besar di Provinsi Jawa Barat (Arifia et al. , 2. Berdasarkan data statistik Jawa Barat tahun 2019 menunjukkan bahwa Kabupaten Bandung menempati urutan ke11 potensi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) berdasarkan jenisnya dengan total 48 objek wisata alam. Berdasarkan Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung 2007Ae2027. Ciwidey Kecamatan Rancabali. Kecamatan Ciwidey, dan Kecamatan Pasirjambu . ermasuk lokasi WKP Patuh. ditetapkan sebagai kawasan dengan fungsi kegiatan khusus Hal ini menunjukkan bahwa kawasan WKP Patuha memiliki potensi ganda, tidak hanya sebagai sumber energi terbarukan tetapi juga sebagai kawasan strategis untuk pengembangan pariwisata Pemanfaatan langsung panas bumi di wilayah ini dapat menjadi model integrasi energi, ekonomi, dan pariwisata yang berkelanjutan. Maka dari itu. PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha menginisiasi proyek percontohan pemanfaatan langsung panas bumi di wilayah operasionalnya sejak tahun Dikembangkan fasilitas kabin pemanas, kolam air panas, kolam ikan, greenhouse, alat pengering daun teh, dan alat pengering makanan. 6 aplikasi tersebut diinisiasikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang akan berintegrasi dengan program pengembangan masyarakat desa wisata milik PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha. Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan langsung panas bumi menjadi pendekatan strategis yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari berbagai kelompok masyarakat. Melalui model ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh diversifikasi pendapatan yang mampu meningkatkan taraf hidup mereka. Secara sosial, model ini diyakini dapat mendorong menganalisis, dan menentukan kebutuhan serta potensi yang dimiliki, termasuk permasalahan yang dihadapi, serta memilih alternatif solusi dengan mengoptimalkan sumber daya dan kekuatan lokal (Widjajanti, 2. Mengacu pengembangan masyarakat, secara umum masyarakat memiliki tujuan sebagai upaya dalam memperbaiki kualitas hidup Hal tersebut selaras dengan pendapat Weil & Gamble . bahwa beberapa tujuan, yaitu: . pengembangan kapabilitas dari individu dan kelompok. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus pembuatan perencanaan sosial yang dapat diakses dan inklusif di dalam komunitas. menghubungkan aspek sosial dan ekonomi dalam komunitas. advokasi dalam upaya koalisi secara lebih luas untuk menyelesaikan masalah dalam komunitas. menggunakan sudut pandang keadilan sosial dalam proses perencanaan Penelitian merancang dan menganalisis kerangka melalui pemanfaatan langsung energi panas bumi. Selain itu, penelitian ini juga akan menelaah model pengembangan masyarakat yang diterapkan oleh KADIEU. Analisis ini akan menggunakan kerangka tujuan pengembangan masyarakat menurut Weil & Gamble . sebagai landasan Kerangka ini mengidentifikasi pengorganisasian, perencanaan sosial yang inklusif, menghubungkan aspek sosial dan ekonomi, advokasi melalui koalisi, dan mengedepankan keadilan sosial dalam Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya perberdayaan yang dilakukan dalam program KADIEU, dengan berbagai aplikasinya seperti kabin penghangat, kolam air panas, kolam ikan, greenhouse, alat pengering teh, dan alat pengering makanan , selaras dengan tujuan-tujuan tersebut untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan METODE Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode Hal tersebut dilakukan untuk dapat menggambarkan pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan langsung panas bumi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik studi literatur dan studi dokumentasi, yaitu dengan mempelajari berbagai literatur dan referensi yang berkaitan dengan topik Sumber data dalam penelitian ini berasal dari dokumen-dokumen laporan masyarakat yang dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha dan sumber-sumber Pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi yang meliputi kegiatan membaca, mendokumentasikan, mengorganisir, dan mengelola literatur untuk menghubungkan referensi terkait dengan masalah penelitian yang sedang dibahas (Ridley, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Program KADIEU (Kampung Direct Us. merupakan inisiatif strategis PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha yang bertujuan memanfaatkan potensi panas bumi secara langsung untuk mendorong pengembangan masyarakat lokal di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Patuha. Program ini dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, sekaligus respons terhadap masih minimnya pemanfaatan langsung panas bumi di Indonesia. Melalui pendekatan integratif antara energi, sosial, dan ekonomi. KADIEU mencoba menjawab kebutuhan masyarakat akan alternatif penghidupan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi energi yang melimpah di wilayah mereka. Dalam tahap percontohan. PT Geo Dipa Energi mengembangkan enam aplikasi pemanfaatan langsung panas bumi, yaitu: kabin penghangat untuk kenyamanan wisatawan dan masyarakat. kolam air panas sebagai fasilitas relaksasi dan daya tarik wisata. kolam ikan dengan pemanas air yang menjaga suhu optimal untuk budidaya. untuk pertanian hortikultura. alat pengering daun teh untuk mendukung industri teh lokal. alat pengering makanan berbasis panas bumi untuk UMKM. Pengembangan fasilitas ini tidak hanya menjawab kebutuhan praktis masyarakat, tetapi juga terintegrasi dengan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus kekayaan alam dan budaya lokal, seperti keberadaan perkebunan teh dan kawasan wisata Ciwidey. Berikut adalah desain dari proyek percontohan KADIEU (Kampung Direct Us. Gambar 1 Desain 6 Aplikasi Direct Use Geothermal dalam Program Kadieu Berikut adalah deskripsi dari masingmasing produk pada program AuKADIEUAy yang diinisiasi oleh PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha: Cabin Penginapan. Pembangunan cabin penginapan berbasis pemanfaatan langsung energi panas bumi ditujukan sebagai alternatif usaha baru masyarakat di sektor pariwisata. Masyarakat sekitar WKP Patuha mayoritas bekerja sebagai perawat dan pemetik teh PTPN I Regional 2. Maka dari itu, cabin penginapan ini menjadi upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat selain Kehadiran cabin penghangat ini pengalaman menginap yang ramah lingkungan bagi wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja lokal, menciptakan pendapatan baru, dan mendorong penguatan ekonomi berbasis jasa pariwisata yang Kolam Berendam Air Panas. Pemanfaatan panas bumi untuk kolam berendam dikembangkan sebagai bentuk ekowisata kesehatan . co-wellness touris. yang berbasis sumber daya lokal. Sebelumnya, potensi wisata air panas belum dikelola secara produktif karena keterbatasan sarana dan kapasitas Intervensi program kolam rendam dan pelatihan masyarakat mampu mengelola Dampaknya, menjadi daya tarik wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan wisata, serta menciptakan ruang partisipatif masyarakat dalam sektor pariwisata energi terbarukan. Kolam Ikan Budidaya perikanan di kawasan dataran tinggi seperti Patuha sebelumnya sulit dilakukan akibat suhu air kolam yang tidak stabil. Melalui intervensi program direct dimanfaatkan untuk menjaga suhu kolam agar tetap optimal. Program ini disertai dengan pelatihan budidaya ikan dan manajemen kolam, sehingga masyarakat dapat meningkatkan hasil panen secara Dampak yang diharapkan, kegiatan budidaya ikan menjadi ketahanan pangan lokal, dan menciptakan usaha baru yang berbasis sumber daya energi bersih dan terbarukan. Greenhouse Aplikasi greenhouse berbasis panas menjawab tantangan pertanian di menghadapi suhu ekstrem dan gagal panen. Sebelumnya, metode konvensional dan bergantung pada iklim, dengan hasil panen yang Intervensi pembangunan rumah kaca dan memungkinkan petani mengatur suhu dan kelembaban optimal Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus secara berkelanjutan. Hasilnya, produktivitas pertanian meningkat, dibudidayakan lebih bervariasi, dan masa tanam menjadi lebih fleksibel. Teknologi ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida dan menekan degradasi lingkungan. Alat Pengering Teh Industri teh di kawasan Ciwidey selama ini masih bersifat tradisional, di mana masyarakat hanya menjual daun teh mentah tanpa nilai tambah. Intervensi penyediaan alat pengering teh berbasis panas bumi dan pelatihan teknis bertujuan untuk memperkuat rantai produksi lokal. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat memproduksi teh kering secara lebih higienis, efisien, dan ramah Produk yang dihasilkan memiliki mutu lebih tinggi dan nilai jual yang lebih kompetitif, sehingga meningkatkan pendapatan serta memperkuat posisi masyarakat dalam rantai pasok industri teh Food Dehydrator Masalah utama petani di sekitar WKP Patuha adalah hasil panen yang cepat membusuk dan tidak dapat disimpan dalam waktu lama, buah-buahan Melalui intervensi alat food dehydrator berbasis panas bumi, pascapanen dan pemasaran, petani mampu mengolah hasil tani menjadi produk olahan tahan lama seperti keripik, serbuk, dan herbal kering. Teknologi memperpanjang masa simpan dan menambah nilai ekonomi produk, tetapi juga memperkuat potensi UMKM desa dan mengurangi limbah pangan yang mencemari Skema Program Pengembangan Program KADIEU mengedepankan Masyarakat dilibatkan dalam proses identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, hingga pengelolaan fasilitas. Melalui proses ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam pengembangan lokal. Diversifikasi pendapatan melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan menjadi nilai tambah yang mendorong ketahanan ekonomi rumah tangga. Dalam konteks ini, program KADIEU keterlibatan kelompok rentan, seperti perempuan dan pemuda desa, untuk ikut serta dalam rantai produksi dan pelayanan berbasis energi ramah lingkungan. Sebagai ekosistem wisata, program ini juga diarahkan untuk mendukung terbentuknya destinasi geoeduwisata berbasis panas Kawasan WKP Patuha yang berada dalam lingkup kawasan wisata Ciwidey memiliki nilai tambah yang besar. Penggabungan fungsi energi, edukasi, dan pariwisata di satu lokasi menjadikan KADIEU sebagai model pengembangan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga Dengan pendekatan ini. WKP Patuha berpotensi menjadi destinasi wisata tematik yang memperkenalkan teknologi panas bumi secara aplikatif kepada masyarakat luas. Gambar 2 Diagram Alur Skema Integrasi Program KADIEU Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus Inti KADIEU dikelilingi dan diperkuat oleh empat elemen penting, yaitu: Peluang Kolaborasi (Collaboration Opportunitie. pemerintah, akademisi, swasta, dan Penerapan Direct Use energi panas bumi membuka peluang besar Pemerintah dapat berperan dalam penyusunan regulasi dan penyediaan insentif, serta mendukung integrasi Lembaga akademik dapat dilibatkan dalam penelitian, pemetaan potensi lokal, dan pendampingan teknologi. Pihak swasta, termasuk BUMN dan pelaku UMKM, memiliki potensi besar sebagai mitra investasi atau pengguna energi langsung . isalnya untuk proses produksi yang Masyarakat sendiri adalah aktor utama yang diharapkan menjadi penerima manfaat sekaligus mitra aktif dalam setiap tahapan program. Kolaborasi yang keberlanjutan, mempercepat adopsi teknologi, dan memperluas dampak sosial ekonomi. Integrasi Program Pengembangan Masyarakat (Community Development Program. Agar program Direct Use tidak hanya bersifat teknis atau infrastruktur semata, maka integrasi dengan program pengembangan masyarakat menjadi Pendekatan peningkatan literasi energi, hingga pembentukan unit usaha berbasis energi panas bumi. Integrasi ini memastikan bahwa teknologi yang diterapkan benarbenar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, bukan hanya sekadar infrastruktur fisik yang tidak digunakan secara optimal. Program juga dapat diarahkan pada kelompok rentan . erempuan, pemuda, atau kelompok ekonomi lema. untuk memperkuat keadilan sosial. Inovasi Pendukung (Innovations Supporting Direct Us. Pengembangan Direct Use memerlukan berbagai inovasi pendukung, baik dari sisi teknologi, manajemen, maupun kebijakan. Inovasi teknologi dapat berupa sistem distribusi panas yang hemat energi, alat pengatur suhu otomatis, atau sistem monitoring penggunaan energi secara real-time. energi, model pembiayaan mikro berbasis energi, hingga model bisnis sosial yang inklusif. Inovasi pelatihan seperti learning-by-doing, village-based training, dan inkubasi kewirausahaan energi juga penting untuk memastikan adopsi berkelanjutan dan tumbuhnya Pemanfaatan Infrastruktur Direct Use sebagai wahana belajar, tempat praktik langsung, dan sarana peningkatan produktivitas masyarakat. Infrastruktur Direct Use seperti greenhouse, atau alat dimaksimalkan sebagai living lab atau wahana pembelajaran. Lokasi-lokasi ini dapat difungsikan sebagai tempat mahasiswa, kelompok tani, maupun pengusaha lokal yang ingin belajar teknologi terbarukan secara aplikatif. Selain itu, infrastruktur ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan masyarakatAimisalnya, mempercepat proses pengeringan hasil tani, mengurangi biaya pemanasan air, atau meningkatkan efisiensi usaha kecil. Dengan pendekatan ini, infrastruktur bukan hanya aset teknis, tetapi juga aset edukatif dan ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi warga. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus Model pengembangan Kampung Direct Use (KADIEU) di Patuha tidak hanya dimaknai sebagai proyek infrastruktur atau destinasi wisata semata, melainkan sebagai transformatif yang berakar pada partisipasi aktif masyarakat. KADIEU dirancang . iving pemanfaatan energi panas bumi secara langsung . irect us. dengan program lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Dalam konteks ini. KADIEU menjadi wadah di mana berbagai pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk mengembangkan solusi berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi lokal. Pendekatan yang digunakan bukan sekadar top-down . ari luar ke dala. , melainkan berbasis kebutuhan dan potensi masyarakat itu Hal ini menciptakan model pengembangan desa yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga inklusif dan resilien secara sosial. Lebih jauh lagi, model ini berupaya menjadikan energi bersih bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai pengungkit perubahan sosial. Pemanfaatan infrastruktur panas bumi seperti cabin penginapan, kolam berendam air panas, greenhouse, dan fasilitas pengeringan meningkatkan produktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai media pembelajaran interaktif bagi masyarakat dan pengunjung. KADIEU juga mendukung lahirnya inovasi lokal, baik dalam bentuk teknologi tepat guna, kewirausahaan sosial, maupun tata kelola partisipatif yang memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam transformasi desanya. Dengan pendekatan ini, kawasan Patuha memiliki peluang besar untuk menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan desa berbasis energi terbarukan yang tidak hanya berkelanjutan secara ekologis, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi. Keberhasilan KADIEU akan menunjukkan bahwa transisi energi tidak harus eksklusif, tetapi bisa dimulai dari desa, dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat sebagai pusat inovasi dan perubahan. Program Kampung Direct Use percontohan yang tidak hanya berorientasi pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan tujuan pengembangan masyarakat yang diusung oleh Weil & Gamble . Tujuan pertama dari pengembangan masyarakat menurut Weil & Gamble adalah pengorganisasian dan kapabilitas dari individu dan kelompok. Dalam konteks program KADIEU, hal ini diwujudkan melalui pelibatan aktif masyarakat sejak Masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai aktor utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan fasilitas yang dibangun. Program ini masyarakat, seperti pelatihan budidaya ikan di kolam berpemanas, pelatihan pengelolaan kabin penginapan, dan pelatihan teknis penggunaan alat pengering teh dan makanan. Pelatihan ini tidak hanya mereka, tetapi juga memperkuat kapasitas organisasi lokal untuk mengelola usahausaha baru berbasis panas bumi secara mandiri dan berkelanjutan. Misalnya, melalui pelatihan, petani teh di Ciwidey kini dapat memproduksi teh kering dengan mutu lebih tinggi, yang sebelumnya hanya menjual daun teh mentah. Hal ini kapabilitas individu dan kelompok dalam rantai produksi lokal mereka. Selain itu, tujuan kedua yaitu pembuatan perencanaan sosial yang dapat diakses dan inklusif di dalam komunitas, juga tercermin dalam program KADIEU. Proyek ini tidak menerapkan pendekatan top-down, melainkan berbasis pada Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus kebutuhan dan potensi masyarakat itu Integrasi dengan konsep desa wisata dan inovasi pembangunan fasilitas seperti kabin penghangat, kolam berendam air panas, kolam ikan, greenhouse, alat pengering daun teh, dan alat pengering perencanaan yang melibatkan masyarakat . Perencanaan ini memastikan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar relevan dengan kondisi sosialekonomi lokal, seperti mata pencaharian utama masyarakat sebagai petani sayur, buah, dan perawat perkebunan teh. Dengan demikian, program ini dapat diakses oleh menciptakan ruang partisipatif dalam sektor pariwisata energi terbarukan. Tujuan ketiga menurut Weil & Gamble, yaitu menghubungkan aspek sosial dan ekonomi dalam komunitas, adalah inti dari model KADIEU. Proyek ini tidak hanya fokus pada peningkatan ekonomi semata, tetapi juga pada penguatan ikatan sosial. Berbagai fasilitas yang dibangun, seperti memungkinkan diversifikasi pendapatan masyarakat yang sebelumnya bergantung penuh pada pertanian konvensional. Peningkatan melalui greenhouse dengan pemanas panas bumi memungkinkan petani mengatur suhu dan kelembaban, sehingga hasil panen meningkat dan masa tanam menjadi lebih Aspek sosial terhubung dengan erat karena program ini membuka peluang keterlibatan bagi kelompok rentan, seperti perempuan dan pemuda desa, untuk berpartisipasi dalam rantai produksi dan Dengan demikian, program ini tidak hanya menciptakan usaha baru, tetapi juga memperkuat struktur sosial dan ekonomi desa secara keseluruhan. Tujuan keempat, advokasi dalam upaya menyelesaikan masalah dalam komunitas, juga menjadi bagian integral dari KADIEU. Program ini didorong oleh kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat. Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang kuat untuk mengatasi tantangan yang kompleks, seperti minimnya pemanfaatan langsung panas bumi dan rendahnya nilai tambah hasil produksi masyarakat. Pemerintah dapat berperan dalam regulasi, pendampingan teknologi, dan pihak swasta sebagai mitra investasi. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi inisiatif perusahaan, tetapi sebuah gerakan kolektif yang mengadvokasi pemanfaatan energi Tujuan terakhir, yaitu menggunakan sudut pandang keadilan sosial dalam diimplementasikan dengan jelas dalam KADIEU. Program ini secara eksplisit berupaya untuk memperkuat keadilan sosial dengan memberikan perhatian pada kelompok rentan. Fasilitas yang dibangun kesejahteraan semua anggota masyarakat, termasuk petani kecil dan pelaku UMKM yang sebelumnya menghadapi masalah seperti hasil panen yang cepat membusuk. Program ini memastikan bahwa manfaat dari energi panas bumi tidak hanya masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan model pengembangan desa yang tidak hanya berkelanjutan secara lingkungan, tetapi juga inklusif dan adil secara sosial. SIMPULAN Pemanfaatan langsung panas bumi melalui program Kampung Direct Use (KADIEU) yang diinisiasi oleh PT Geo Dipa Energi (Perser. Unit Patuha merupakan pendekatan inovatif dalam mendorong pengembangan masyarakat berbasis energi Program ini menunjukkan bahwa potensi panas bumi tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik, tetapi juga dapat digunakan secara Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 1 Juli 2025 Hal : 39 - 49 Available Online at jurnal. id/focus kesejahteraan masyarakat, memperkuat keberlanjutan lingkungan. Melalui enam aplikasi utama, yakni kabin penghangat, kolam air panas, kolam ikan, greenhouse, alat pengering teh, dan food KADIEU berhasil menjawab tantangan lokal, seperti keterbatasan ekonomi, akses teknologi, serta rendahnya nilai tambah hasil produksi masyarakat. Selain menyediakan infrastruktur fisik, program ini juga menekankan pentingnya pelatihan, inovasi teknologi tepat guna, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap implementasi. Model KADIEU memperlihatkan sinergi yang kuat antara energi, ekonomi, sosial, dan edukasi. Keberhasilan program ini juga terletak pada empat elemen penguat utama: kolaborasi pendukung teknologi dan kelembagaan, serta pemanfaatan infrastruktur sebagai wahana pembelajaran dan produktivitas. Analisis terhadap program KADIEU menunjukkan keselarasan yang kuat dengan kerangka tujuan pengembangan masyarakat dari Weil & Gamble . Program ini memenuhi tujuan-tujuan tersebut dengan cara: . mengembangkan masyarakat melalui pelatihan teknis dan pelibatan aktif dalam pengelolaan fasilitas . menciptakan perencanaan sosial yang inklusif dengan pendekatan berbasis kebutuhan dan potensi lokal. menghubungkan aspek sosial dan ekonomi pendapatan dan peluang kerja bagi kelompok rentan, seperti perempuan dan . mengedepankan advokasi dan koalisi melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat . menerapkan sudut memastikan manfaat energi panas bumi didistribusikan secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk petani kecil dan pelaku UMKM . Dengan demikian. KADIEU tidak hanya menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi model percontohan yang menunjukkan bahwa transisi energi bersih dapat dimulai dari tingkat desa dengan memberdayakan masyarakat sebagai pusat inovasi dan Secara keseluruhan. KADIEU menjadi membuktikan bahwa transisi energi dapat dimulai dari desa melalui pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap potensi lokal. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. , tetapi juga memperkuat peran masyarakat sebagai subjek dalam transformasi desa berbasis energi terbarukan. DAFTAR PUSTAKA