Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar Terhadap Penatalaksanaan RadiografipadaLansia Ni Kadek Ari Astuti1. Kompiang Martini2. Si Luh Kadek Shania Chaitra Berliana3 Departemen Radiologi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar Si Luh Kadek Shania Chaitra Berliana. Email: kadekshania22@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Lanjut usia . adalah setiap orang yang berusia 60 tahun atau lebih, yang secara fisik terlihat berbeda dengan kelompok umur lainnya. Pada masa ini seseorang akan mengalami kemunduran fisik, termasuk munculnya masalah kesehatan gigi dan mulut. Beberapa masalah di rongga mulut yang biasa terjadi pada seorang lansia diantaranya yaitu edentulous ridge gigi, penyakit periodontal, gigi dengan sisa akar, munculnya lesi di rongga mulut, dan karies gigi. Kadang kondisi ini tidak tampak secara klinis sehingga membutuhkan pemeriksaan penunjang. Salah satu pemeriksaan penunjang yang sering digunakan oleh lansia untuk menangani permasalahanpermasalahan tersebut yaitu radiografi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati. Denpasar, mengenai penatalaksanaan radiografi gigi pada lansia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode observational dengan pendekatan cross- sectional. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik sebanyak 55 orang atau 90,2% dan baik sebanyak 6 orang atau 9,8% terhadap penatalaksanaan radiografi pada lansia. Kesimpulan: Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar terhadap penatalaksanaan radiografi pada lansia sangat baik, dengan 90,2% responden memperoleh rentang nilai 16-20. Kata kunci: tingkat pengetahuan, mahasiswa kepaniteraan klinik radiologi, lansia. Level of Knowledge og Clinical Registrar Students. Faculty of Dentistry. Denpasar Mahasaraswati University on Radiographic Management in the Elderly ABSTRACT Introduction: "Elderly" is everyone aged 60 or more who physically looks different from other age groups. At this time, a person will experience physical setbacks, including the appearance ofdental and oral health problems. Some problems in the oral cavity that usually occur in an elderlyperson are edentulous ridges of teeth, periodontal disease, teeth with residual roots, the appearance of lesions in the oral cavity, and dental caries. Sometimes this condition is not clinically visible so it requires a supporting examination. One of the supporting examinations thatis often used by the elderly to deal with these problems is radiography. Objectives: This study aimsto determine the level of knowledge of clinical clerkship students at the Faculty of Dentistry. Mahasaraswati Denpasar University, regarding the management of dental radiography in the elderly. Methods: This research uses an observational method with a cross-sectional approach. Result and Discussion: The results showed that clinical clerkship students of the Faculty of Dentistry. Mahasaraswati University. Denpasar had a very good knowledge rate of 55 people or 90. 2% and good as many as 6 people or 9. 8% of radiographic management in the elderly. Conclusion: It can be concluded that the level of knowledge of clinical clerkship students at the Faculty of Dentistry. Mahasaraswati University. Denpasar, regarding the management of dental radiography in the elderly is very good, with 90. of respondents scoring in the range of 16-20. Keywords: level of knowledge, clinical clerkship students, radiographic management. Pendahuluan Lanjut usia adalah setiap orang yang berusia 60 tahun atau lebih, yang secara fisik terlihat berbeda dengan kelompok umur lainnya. Umumnya setiap orang akan mengalami proses menjadi tua danmasa tua adalah masa hidup manusia yang terakhir. Pada masa ini seseorang akan mengalami kemunduran fisik, mental, dan sosial hingga tak melakukan tugasnya sehari-hari lagi dan bagi kebanyakan orang masa tua kurang menyenangkan. Masalah Kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada lansia yaitu terjadinya peningkatan karies dan penyakit periodontal. Mayoritas karies gigi yang terjadi pada lansia merupakan karies akar. 6 Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada golongan lansia penyakit karies gigi dan periodontal lebih menonjol, karena adanya gangguan fisiologis, mengakibatkan terganggunya fungsi pengunyahan dan sendi rahang, serta mengganggu kenikmatan hidup. Kehilangan gigi merupakan penyebab terbanyak menurunnya fungsi Penyebab terbanyak kehilangan gigi adalah akibat buruknya status kesehatan rongga mulut, terutama karies dan penyakit periodontal. Lansia diharapkan minimal mempunyai 20 gigi berfungsi, hal ini berarti bahwa fungsi pengunyahan mendekati normal, walaupun sedikit berkurang. Demikian halnya fungsi estetik serta fungsi bicara masih dapat dianggap normal dengan jumlah gigi minimal 20 buah. Pemeriksaan radiografi memegang peranan penting pada setiap tahap penatalaksanaan kasus kedokteran gigi. Kemampuan pemeriksaan radiografi untuk memproyeksi area yang tidak tampak secara klinis, memperbesar kontribusi diagnostik radiograf sehingga menyebabkan pemeriksaan radiografi kini telah dianggap sebagai pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan klinis dan digunakan hamper 80% penatalaksanaan kasus dibidang kedokteran gigi. Radiografi kedokteran gigi dibagi menjadi intra oral dan ekstra oral. Radiografi intra oral terdiri dari periapikal, bitewing, dan oklusal. Sedangkan pada radiografi ekstra oral terdiri dari radiografi panoramic yang digunakan untuk melihat seluruh area yang luas pada rahang dan tengkorak. Peralatan dan teknik yang digunakan dalam radiologi terus berkembang dalam kedokteran gigi, radiografi dianggap sebagai sarana utama untuk dapat mendiagnosa, maka dari itu banyak pasien yang meng Peralatan dan teknik yang digunakan dalam radiologi terus berkembang dalam kedokteran gigi, radiografi dianggap sebagai sarana utama untuk dapat mendiagnosa, maka dari itu banyak pasien yang membutuhkan pemeriksaan radiografi. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif sederhana. Di mana penelitian dilakukan dengan mengambil sampel dari suatu populasi tertentu dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitan dengan menggunakan metode observational dengan pendekatan cross-sectional, di mana pengukuran variabelnya hanya dilakukan satu kali pada satu saat. HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden Responden penelitian merupakan mahasiswa kepaniteraan klinik fakultas kedokteran gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang berjumlah 61 orang yang digambarkan berdasarkan umur dan jenis kelamin. Karakteristik responden ditunjukkan pada Tabel 1 sebagai berikut. Tabel 1 Data Hasil Penelitian Karakteristik Responden Frekuensi Persentase JENIS KELAMIN Laki-laki Perempuan TOTAL Tabel 1 memberikan gambaran bahwa mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati dilihat dari karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin lebih dominan berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang atau 60,7 persen dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang atau 39,3 persen. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa kepaniteraan digunakan kuisioner yang terdiri dari 20 item pertanyaan. Kategori tingkat pengetahuan mahasiswa ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini. Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Pengetahuan Kurang Cukup Baik Sagat baik Total Frequency Percent Berdasarkan Tabel 2 tingkat pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik fakultas kedokteran gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar dalam penatalaksanaan radiografi pada lansia mayoritas sangat baik karena sebanyak 55 orang atau 90,2% termasuk dalam kategori yang sangat baik, sedangkan pada kategori baik sebanyak 6 orang atau 9,8%. PEMBAHASAN Radiografi kedokteran gigi digunakan untuk mendeteksi masalah oral yang tidak tampak secara klinis, seperti perluasan penyakit periodontal, karies, dan kelainan patologi lainnya. Pada lansia, gangguan kesehatan rongga mulut seperti karies, penyakit periodontal, kehilangan gigi, dan lesi jaringan lunak dapat menurunkan kualitas hidup. Pencegahan dilakukan dengan kunjungan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan, yang mencakup pemeriksaan menyeluruh, pembersihan gigi, dan pemeriksaan radiografi seperti panoramik, periapikal, dan oklusal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik tentang penatalaksanaan radiografi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Menggunakan kuesioner yang disebar melalui Google Form dari 13 hingga 15 Januari 2023, penelitian ini melibatkan 61 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,2% responden memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang radiografi, sedangkan 9,8% berada pada kategori baik, tanpa responden dalam kategori cukup atau kurang. Pengetahuan mahasiswa terkait radiografi didukung oleh pendidikan dan pengalaman selama perkuliahan. Pengetahuan berkaitan erat dengan pendidikan, dan pengetahuan dapat diperoleh dari pendidikan formal maupun non-formal. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang radiografi periapikal juga tinggi, namun dengan distribusi kategori yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman radiografi bagi mahasiswa kedokteran gigi sebagai persiapan sebelum memasuki kepaniteraan klinik atau praktik sebagai dokter gigi. Pengetahuan yang baik akan membantu mahasiswa dalam melaksanakan pemeriksaan penunjang secara efektif dan akurat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar terhadap Penatalaksanaan Radiografi pada Lansia tergolong dalam kategori sangat baik ditinjau dari 61 responden yang berhasil memperoleh rentang nilai 16-20 yakni sebanyak 55 responden . ,2%). Secara deskriptif mahsiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar sudah memiliki pengetahuan yang sangat baik pada penatalaksanaan radiografi pada REFERENSI