HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN TEKANAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEDISIPLINAN ANAK DI SMAN 1 GENDINGPROBOLINGGO Risky Eko Wardana1. Iin Aini isnawati2. Ainul Yaqin Salam3 1,2,3 Universitas Hafshawaty Zainul Hasan *Email Korespondensi: ekorizky936@gmail. ABSTRAK Kedisiplinan anak merupakan hal yang dapat dilakukan dengan cara perilaku moral, seperti perilaku seseorang berhubungan dengan orang lain yang mengacu pada peraturan, dan Salah satu hal yang dapat membantu para anak dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah tidak lepas dari dari beberapa peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Asuh Orang Tua dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending probolinggo. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan (Cross sectiona. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Gending Pada tanggal 17 Agustus 2023 dengan jumlah populasi 142 siswa. Sampel yang digunakan yaitu 104 siswa dengan syarat inklusi dan diambil dengan cara tekhnik Purposive Sampling. Instrument penelitian menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Spearmank Rank untuk analisis bivariat dan Analisis Regresi Logistik Biner untuk mencari faktor yang paling dominan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari 104 responden sebanyak 42 responden . ,4%) menyatakan bahwa Pola Asuh Orang Tua mengarah ke kategori sedang, sebanyak 70 responden . ,3%) menyatakan bahwa Tekanan Teman Sebaya mengarah ke kategori Tinggi, sebanyak 56 responden . ,8%) bahwa Kedisiplinan Anak mengarah ke kategori Rendah pada siswa di SMAN 1 Gending probolinggo. Hasil Uji statistik menyimpulkan bahwa yang paling berpengaruh dalam variabel Kedisiplinan Anak adalah variabel Tekanan Teman Sebaya dengan nilai p value 0. 013< 0. Dari hasil penelitian diharapkan siswa di SMAN 1 Gending dapat mengubah pola fikir mereka dengan memperhatikan sikap atau perilaku yang tidak baik menjadi lebih baik, agar siswa dapat menampilkan dirinya sendiri tanpa ada pengaruh dari teman sebayanya untuk mengatasi kedisiplinan nya. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua. Tekanan Teman Sebaya. Kedisiplinan Anak ABSTRACT Child discipline is something that can be done by means of moral behavior, such as a person's behavior in relation to other people that refers to rules and habits. One of the things that can help children in carrying out learning activities at school cannot be separated from Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc a number of rules. This study aims to determine Parenting Patterns and Peer Pressure on Child Discipline at SMAN 1 Gending Probolinggo. This study uses a type of quantitative research using the approach (Cross sectiona. This research was conducted in Kedopok Village. Probolinggo City. On August 17, 2023 with a population of 142 students, the sample used was 104 students with inclusion requirements and taken by means of the Purposive Sampling technique. The research instrument uses a questionnaire. Data analysis used Spearman Rank Test for bivariate analysis and Binary Logistic Regression Analysis to find the most dominant factor. The results of the study concluded that out of 104 respondents, 42 respondents . 4%) stated that Parenting Styles led to the moderate category, 70 respondents . 3%) stated that Peer Pressure led to the High category, as many as 56 respondents ( 53. 8%) that Child Discipline leads to the Low category for students at SMAN 1 Gending probolinggo. The statistical test results concluded that the most influential variable in the Child Discipline variable was Peer Pressure with a p-value of 0. 013 <0. From the results of the study it is hoped that students at SMAN 1 Gending can change their mindset by paying attention to attitudes or behavior that is not good for the better so that students can present themselves without any influence from their peers to overcome their discipline. Keywords: Parenting Patterns. Peer Pressure. Child Discipline PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran agar anak maupun remaja mudah aktif dalam mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagaman, pengalaman diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta kedisiplinan yang paling di utamakan. Kedisiplinan merupakan hal yang penting dan perlu di perhatikan dalam dunia Pendidikan karena banyak siswa yang berkurang disiplin di sekolah (Sangalang. Rizki Setyobowo. Salah satu pembentukan generasi unggul yang berkualitas, memiliki kepribadian yang baik serta untuk bertanggung jawab. Kedisiplinan memudahkan remaja untuk dapat mengontrol diri dan berinteraksi sosial serta di terima oleh masyarakat bentuk pengendalian diri terhadap perilaku remaja dini dapat berupa sikap, taat, dan patuh terhadap aturan yang berlaku baik di rumah maupun di sekolah (Putri. Auliya. Data kedisiplinan di ASEAN adalah menyampaikan pendataan tenaga non - ASEAN yang saat ini sedang berjalan dan hendaknya tidak membuat khawatir karena merupakan pemetaan dari tenaga non - ASEAN dan harus di laksanakan dan untuk di sukseskan dengan memberi data - data yang sebenarnya (Rohim. Faidhur. Data kedisiplinan di indonesia yaitu : di ketahui siswa yang masuk ke dalam kategori disiplin. Hal ini dapat di lihat dari siswa yang sudah baik menghargai waktu tidak menundah mengerjakan tugas dan masuk kelas dengan tepat pada waktunya pada kategori cukup disiplin dan dapat dilihat dari siswa yang mengerjakan tugasnya dengan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain, dan selebihnya siswa yang masuk dalam kategori kurangnya disiplin (Asmarista. Nur Afni. Hal tersebut di lihat dari siswa yang masih kurang mampu bekerja sendiri dalam mengerjakan tugasnya masih kurang menghargai waktunya, maka siswa di SMA ini adanya pesawaran pada tahun pelajaran 2012/2013 masuk ke dalam kategori kurangnya di siplin karena sebagian besar masih mampu dan masih kurang menghargai waktunya pada saat ada tugas sekolahnya (Reza. Ilham Muzakki. Data kedisiplinan di Dunia harus ada yang namanya penerapan kedisiplinan bagi seluruh jajaran mulai dari guru dan sampai dengan peserta didik, hal ini bertujuan agar dunia pendidikan memiliki kedisiplinan dalam menjalankan aktivitasnya, dalam hal ini kedisiplinan yang ingin di terapkan adalah bagi peserta didik yaitu dimana guru selaku pendidikan yang Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc setiap hari bertemu dengan peserta didik harus di arahkan bagi peserta didiknya. Bagaimana menjadi seorang peserta didik yang dengan peraturan di sekolah (Kamilah. Anisatul. Berdasarkan hasil saya wawancara dengan guru BK di Sekolah SMA Negri 1 Gending di dapatkan banyak pelanggaran - pelanggaran terhadap anak kelas X1 IPS di dapatkan poin poin pelangaran pada tahun 2023 ini yaitu sejumlah anak IPS pada kelas XI,XII,Xi IPS yaitu sekitaran 80% dan yang 30% nya yaitu pelanggaran yang ringan contohnya yaitu: tidak membawa buku catatan pada saat gurunya mengajar,tidak memperhatikan gurunya pada saat pembelajaran di mulai,terlambat datang pada saat ke sekolah dalam waktu 10 menit, tidak melaksanakan piket di kelas dan atribut sekolah tidak lengkap. Hasil awal yang dilakukan peneliti di SMAN 1 GENDING di dapatkan hasil data yaitu adapun pelanggaran - pelanggaran contohnya yaitu: tidak masuk pada saat pembelajaran, tidak mengikuti pelajaran, bolos pada saat sekolah, tidak tertib pada saat pembelajaran, tidak memakai atribut lengkap pada saat upacara, merokok di warung atau di kantin pada saat pembelajaran di mulai, masih terjadi rendahnya kedisiplinan pada saat belajar, siswa yang ditandai dengan ketika para siswa mendapatkan tugas tidak di kerjakan di rumah, sebagian dari mereka tidak mengerjakannya di rumah tetapi justru dikerjakan di sekolah dengan alasan lupa, sering pula dijumpai siswa yang tidak hadir di sekolah tanpa alasan, serta menurut pengakuan beberapa orang siswa yang menulis di buku pada saat pembelajaran dari gurunya, ternyata mereka belum belajar secara berkelanjutan, mereka hanya belajar jika akan ada ulangan dan tugas dari sekolah. Lebih lanjut saat pulang sekolah terkadang mereka tidak langsung pulang ke rumahnya, tetapi mereka bermain dengan teman-temannya terlebih Fase pembentukan Remaja memerlukan dukungan dari orang tuanya dalam pencarian identitas, untuk dapat memperoleh dukungan dan kebebasan untuk bereksplorasi. Perubahan psikososial remaja akan berubah Ae rubah saat memiliki teman atau kelompok sebaya, sehingga adanya perilaku konformitas terhadap lingkungannya, mempunyai konsep role model ataupun suatu ketertarikan pada lawan jenis, ataupun meningkatnya kemampuan verbal untuk berekspresi, dan adanya konflik dengan keluarga (Ummi. Hani Faturrohmah. Tidak hanya berpengaruh pada segi mental, tetapi juga perilaku, khususnya perilaku Kedisiplinan anak remaja. Tekanan dari teman sebaya per presure negatif merupakan dorongan atau tekanan dari teman sebaya untuk berpikir dan melakukan sesuatu yang menyimpang atau melanggar norma, yang dapat merugikan dirinya atau orang lain, agar dapat diterima oleh teman sebayanya. Sehingga dengan hubungan pola asuh terhadap orang tua yang baik sangatlah penting dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap anaknya (Dinah. Muadzah, & Arsyadani Misbahuddin. Pada penelitian sebelumnya dengan objek yang berbeda. Kedisiplinan merupakan sikap dimana dapat melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan dengan kesadaran sendiri tanpa adanya unsur keterpaksaan. Dengan pemberian sikap disiplin diharapkan remaja mendapatkan perbaikan perilaku yang salah dengan memberikan dorongan, bimbingan, dan anak dapat terbantu sehingga memperoleh perasaan puas karena kepatuhan anak untuk berpikir secara teratur (Perwira. Afrida Nugraha Putri. Sehingga terjadi peran pola asuh orang tua membentuk kedisiplinan kepada anak di masa sekarang seperti diterapkan oleh para orang tua selaku objek kajiannya bahwa mereka menggunakan pola demokratis dalam mendampingi dan membentuk kedisiplinan anak-anak mereka (Utomo. Prio. , et al. Dari fenomena diatas untuk membandingkan antara pola asuh orang tua dan tekanan teman dengan kedisiplinan anak. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan peran pola asuh orang tua dan tekanan teman dengan kedisiplinan anak pada siswa kelas XI IPS di SMAN 1 GENDING Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan (Cross-sectional Metho. yang bertujuan dalam menganalisis hubungan atau korelasi antara dari variabel bebas dan variabel terikat sehingga dari hasil penelitian akan dapat menjawab hipotesis yang sudah dilakukan di SMAN 1 Gending. Penelitian ini memiliki tiga variabel, yaitu pola asuh orang tua dan tekanan teman sebaya sebagai variabel independent dan kedisiplinan anak disekolah sebagai variabel dependent. Populasi berasal dari semua peserta didik kelas XI IPS di SMAN 1 Gending yang berjumlah 160 siswa. Sedangkan sampel yang diambil sejumlah 119 siswa dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan kriteria yang memenuhi syarat sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Analisa data menggunakan Uji Spearmank Rank untuk analisis bivariat dan Analisis Regresi Logistik Biner untuk mencari faktor yang paling dominan. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Data Umum Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan Jenis Kelamin. Usia. Pendidikan Terakhir Ayah. Pendidikan Terakhir Ibu. Pekerjaan Ayah, dan Penghasilan Ayah pada responden Pola Asuh Orang Tua dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak bulan Agustus 2023. Karakteristik Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan Umur 16 Tahun 17 Tahun 18 Tahun Pendidikan Terakhir Ayah Tidak Sekolah SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA Sarjana Pendidikan Terakhir Ibu Tidak Sekolah SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA Sarjana Pekerjaan Ayah Petani Wiraswasta PNS Penghasilan Ayah Rp 600. 000 Ae Rp 1. Rp 1. 000 Ae Rp 2. Rp 2. 000 Ae Rp 3. Rp 3. 000 Ae Rp 4. Frekuensi Persentase (%) Tabel 2. Data Khusus Distribusi frekuensi responden berdasarkan Pola Asuh Orang Tua. Tekanan Teman Sebaya, dan Kedisiplinan Anak Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc pada bulan Agustus 2023 Karakteristik Pola Asuh Orang Tua Tinggi Sedang Rendah Tekanan Teman Sebaya Tinggi Sedang Rendah Kedisiplinan Anak Tinggi Rendah Frekuensi Persentase (%) PEMBAHASAN Meurut penelitian Saman. , & Hidayati. Keterlibatan orang tua terhadap karakter, sikap, dan perilaku anak semata-mata bertujuan untuk mencegah agar anak tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Pola asuh adalah cara, metode, atau teknik yang digunakan orang tua untuk membesarkan anak di rumah. Tujuan mengasuh anak adalah agar anak-anak mengembangkan berbagai keterampilan yang bermanfaat bagi Selain itu orang tua juga berperan sebagai motivator yaitu kesediaan orang tua untuk memberi motivasi untuk anak misalnya memberikan motivasi untuk menyelesaikan berbagai aktivitas sederhana, dan juga memotivasi anak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan hal ini diharapkan agar dapat menumbuhkan sikap kemandirian pada anak. Dari hasil penelitian yang didukung dengan hasil dari penelitian lain dan teori maka peranan orang tua merupakan penyemangat dan motivasi untuk menambah dan meningkatkan kecerdasan serta kemandirian anak (Setyawati et al. , 2. Remaja menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan dari teman sebaya, stres akademik, dan konflik keluarga. Tantangan-tantangan ini dapat memiliki implikasi yang signifikan bagi kesehatan mental dan kesejahteraan remaja Gaya pengasuhan, tekanan dari teman sebaya, dan harga diri adalah faktor penting yang telah dikaitkan dengan hasil kesehatan mental remaja (Kaur et al. , 2. Menurut penelitian Fitria. , & Toga. Disisi lain kemampuan remaja dalam menyadari akan tekanan teman sebaya dapat membantunya menjadi individu yang peka dan terarah, dengan demikian remaja juga akan mampu mengendalikan dirinya. Menurut penelitian Billah. Kedisiplinan merupakan salah salah satu indikator yang menjadi pengendali perilaku siswa di sekolah. Sehingga dengan disiplin, maka siswa dapat memiliki perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. Menurut Penelitian Syuhada. bahwa salah satu menanamkan kedisiplinan pada anak adalah adanya hubungan atau kerjasama dari guru dan orangtua, sehingga aturan yang ada disekolah orangtua ikut mendukung dan menerapkannya di rumah. Disiplin di sekolah bukan suatu usaha untuk membuat anak menahan tingkah laku yang tidak diterima di sekolah, melainkan suatu usaha untuk memperkenalkan cara atau memberikan pengalaman yang akhirnya membawa anakkepada perilaku disiplin dari dalam Disiplin diri akan terasa manfaatnya jika kita memiliki suatu impian dan cita-cita yang ingin dicapai (Yanti. Berdasarkan hasil uji statistik Uji Spearmank Rank dan uji Regresi Logistik Biner, didapatkan bahwa Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending Probolinggo diperoleh nilai hasil value 0,001 dengan taraf signifikan 0,05. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending Probolinggo diperoleh nilai hasil value 0,004 dengan taraf signifikan 0,05. Dengan demikian, value lebih kecil dari . sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending Hasil dan ada Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending Probolinggo. Statistik analisa didapatkan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi harga diri lansia di SMAN 1 Gading Kabupaten Probolinggo adalah faktor Tekanan teman sebaya dengan nilai A value 013 dan OR 2. Menurut Penelitian Fatmawati et al . Pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi, membimbing, membina dan mendidik anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari dengan harapan menjadikan anak sukses dalam menjalani kehidupan Dalam istilah ini interaksi memiliki makna orang tua mengapresiasikan sikap-sikap dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, minat dan harapan-harapannya dalam mengasuh dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Teman sebaya seharusnya dapat memberikan hal yang positif untuk perkembangan remaja di sekolah dan dapat memberikan informasi yang baik, memberi bantuan tingkah laku, atau materi melalui hubungan sosial yang akrab, sehingga individu merasa diperhatikan, bernilai dan dicintai (Andryani, et al. Menurut Penelitian Harjanty. , & Mujtahidin. Kedisiplinan adalah sebuah perilaku sukarela . anpa adanya paksaa. yang menunjukkan keteraturan internal akan peraturan-peraturan yang ada. Menurut mereka seseorang dapat dikatakan memiliki kedisiplinan jika mereka dapat membedakan atau memahami perilaku yang benar dan yang salah serta dapat menaati peraturan dengan baik tanpa harus ada reward. Sikap yang demikian akan membuat seseorang mudah diterima oleh lingkungannya karena kedisiplinan dapat membentuk interaksi sosial yang positif. Berdasarkan data yang telah diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan Tekanan teman sebaya dengan tingkat kedisiplinan anak. Kedisiplinan siswa bisa kita ukur melalui beberapa indikator diantaranya datang kesekolah dengan tepat waktu, anak dapat berpakaian sesuai dengan atribut sekolah, anak dapat tertib berbaris ketika memasuki ruang kelas, anak dapat bertanggung jawab atas tugas yang diberikan oleh guru, anak mampu membuang sampah pada tempatnya, anak mampu berdoa ketika sudah selesai belajar, anak mampu merapikan tempat duduknya setelah digunakan, antri keluar kelas ketika akan pulang, anak berani tampil didepan temannya, anak memberikan contoh yang baik, anak dapat menerima dan memahami sebuah kondisi, anak dapat ramah terhadap lingkungan sekitar, anak tidak ditunggui orang tua ketika bersekolah, anak dapat berkomunikasi dengan baik, anak dapat menentukan pilihannya sendiri, anak mau berbagi dengan temannya, dapat mengendalikan emosi ketika sedang marah serta anak dapat menyatakan perasaannya. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending. Disimpulkan bahwa dari 104 responden sebanyak 42 responden . ,4%) menyatakan Pola Asuh Orang Tua mengarah ke kategori sedang di SMAN 1 Gending. Disimpulkan bahwa dari 104 responden sebanyak 70 responden . ,3%) menyatakan Tekanan Teman Sebaya mengarah ke kategori Tinggi di SMAN 1 Gending. Disimpulkan bahwa dari 104 responden sebanyak 56 responden . ,8%) menyatakan Kedisiplinan Anak mengarah ke kategori Rendah di SMAN 1 Gending. Ada Hubungan pola asuh orang tua dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending. Saran: Dari hasil penelitian diharapkan demi pengembangan profesi keperawatan bahwasannya pola asuh orang tua dan Tekanan Teman sebaya dapat mempengaruhi Kedisiplinan Anak. Oleh karena itu untuk lebih memahami tentang pola asuh orang tua bisa Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc dengan cara penerapan program penerapan penanaman Sikap penuh perhatian orang tua terhadap anak atau perilaku Penananam Program Social Sciences dengan cara seperti berikut menerima pendapat anak ketika melakukan Communication. Menanyakan kesalahan anak tanpa memarahi. Memberikan nasehat ketika anak berbuat salah. Memberi pujian pada anak jika melakukan tindakan yang positif. Memberi hadiah ketika anak pintar di sekolah. Memfasilitasi hobi yang disukai anak. DAFTAR PUSTAKA