Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 Pengaruh Pemberian Pupuk NPK dan POC Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangung Darat (Ipomoea reptans Poi. The Effect of NPK and POC Fertilizer Application on the Growth and Yield of Land Kale Spinach (Ipomoea reptans Poi. Donatus Dahang1*). Lyndon Parulian Nainggolan. Sri Rejeki Silaban. Dosen Program Studi Agroteknologi. Fakultas Saintek. Universitas Quality. Indonesia . Dosen Program Studi Agribisnis. Fakultas Saintek. Universitas Quality. Indonesia . Mahasiswa Program Studi Agribisnis. Universitas Quality. Indonesia * Corresponding author: donatus. project@gmail. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan POC Terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kakngkung darat. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial digunakan dalam penelitian ini yang terdiri atas dua faktor, pertama: POC terdiri atas 3 C0 = tanpa pupuk/control. C1 = POC 1 ml/ liter air, dan C2 = POC 2 ml/ liter air. kedua NPK Mutiara 16-16-16 (N) terdiri atas N0 = tanpa NPK. N1 = 0. 5 g/ tanaman. N2 = 1 g/ tanman, dan N3 = 1. 5 g/ tanaman. Hasil penelitian menunjukkan N2 49, 1 cm dan N3 52 cm merupakan perlakuan optimum yang memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Jumlah daun terbanyak pada 28 HST adalah N3 30,3 helai berbeda nyata dengan N2 27,5 helai. N1 25,5 helai, dan N0 23,1 helai. Pengaruh POC jumlah daun terbanyak pada 28 HST C2 31,7 helai berbeda nyata dengan C1 25,5 helai dan C0 22,6 helai. Produksi kangkung per sampel N3 104,3 g merupakan perlakuan optimum dan C2 menghasilkan bobot kangkung tertinggi 101,7 g. Produksi per plot tertinggi ditemukan pada N2 794,4 g dan terendah N0 339,5 g. Kata Kunci: kangkung darat. NPK. POC. Abstract The study aims to determine the effect of NPK and POC fertilizers on the growth and yield of land spinach (Ipomoea reptans Poi. A factorial randomized block design (RAK) was used in this study which consisted of two factors, first: POC consisting of 3 C0 = without fertilizer/control. C1 = POC 1 ml/liter of water, and C2 = POC 2 ml/liter of water. NPK Mutiara 16-16-16 (N) consisting of N0 = without NPK. N1 = 0. 5 g/plant. N2 = 1 g/plant, and N3 = 1. 5 g/plant. The results showed that N2 1 cm and N3 52 cm were the optimum treatments that provided the highest plant height growth compared to other treatments. The highest number of leaves at 28 HST was N3 30. 3 strands significantly different from N2 27. 5 strands. N1 25. 5 strands, and N0 23. 1 strands. The effect of POC on the highest number of leaves at 28 HST C2 31. 7 strands significantly different from C1 5 strands and C0 22. 6 strands. Water spinach production per sample N3 104. 3 g is the optimum treatment and C2 produces the highest water spinach weight of 101. 7 g. The highest production per plot was found at N2 794. 4 g and the lowest N0 339. 5 g. Keywords: spinach. NPK. POC. Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 Meningkatnya masyarakat terhadap kangkung darat membuat sayur ini banyak beredar di pasar lokal maupun modern dan dibandingkan dengan jenis sayuran lain. Salah satu upaya peningkatan hasil produksi adalah melalui pemupukan yang Pemupukan merupakan pemberian bahan pada tanah dengan maksud kesuburan tanah. Pemupukan menurut pengertian khusus adalah pemberian bahan yang dimaksud untuk menambah hara tanaman pada tanah dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi tanah, baik fisika, kimia, ataupun bilogi. Penggunaan pupuk anorganik sering dilkukan dalam budidaya kangkung darat. Hal ini dikarenakan pupuk anorganik lebih mudah didapatkan di pasaran, namun demikian, harganya relatif lebih mahal (Dewanto dan Londok, 2. Sebagai alternative, petani menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki kondisi tanah menjadi subur dan kaya akan jasad renik yang bermanfaat. Pupuk organik dapat diperoleh dengan mudah dan harganya jauh lebih murah. Petani dapat memanfaatkan limbah rumah tangga atau limbah peternakan. Biaya yang minimal akan meningkatkan pendapatan petani. Selain itu sayur yang dihasilkan pun diyakini lebih sehat untuk dikonsumsi (Rukmana, 1. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki granulasi tanah, aerasi dan drainase tanah, menahan air, memperbaiki sifat kimia dan sifat biologis tanah, serta tidak menyebabkan polusi tanah dan air. Pupuk organik cair adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami PENDAHULUAN Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan penting bagi kesehatan manusia yaitu dalam menyuplai mineral dan vitamin yang kurang terpenuhi oleh bahan pangan lainnya. Sayuran sangat penting diproduksi karena konsumsi daging, keju dan makanan lain. Ashari . , gizi dalam sayuran dapat meningkatkan daya cerna metabolisme serta menimbulkan daya tahan terhadap gangguan penyakit atau kelemahan jasmani lainnya. Kangkung merupakan salah satu sayuran daun yang paling populer di Asia Tenggara. Kangkung dikenal juga dengan Auswamp cabbageAy. Auwater convolvulusAy, dan Auwater spinachAy. Tanaman kangkung memiliki warna yang beragam dari putih sampai merah muda, dan batangnya dari warna hijau sampai ungu. Sayuran ini memiliki rasa yang renyah dan kaya akan sumber gizi yakni protein, lemak, karbohidrat, p. Fe, vitamin A dan B yang (Morehasrianto, 2. Data BPS . , produksi tanaman kangkung di Indonesia pada tahun 2020 336 ton, sedangkan produksi kangkung pada tahun 2019 adalah 556 ton. Data tersebut menunjukkan kenaikan produksi kangkung dari 2019 ke 2020 sebanyak 16. 780 ton. Peningkatan produksi kangkung dikarenakan setiap tahunnya selalu dilaksanakan upayaupaya untuk mencapai target produksi kangkung, satu di antaranya adalah penggunaan benih bermutu. Benih tanaman adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak atau mengembangbiakkan tanaman (UU RI NO 22 Tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjuta. Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 fermentasi berupa cairan dan kandungan bahan kimia di dalamnya maksimum 5%. Pada dasarnya pupuk organik cair lebih baik dengan organik padat. Hal ini disebabkan penggunaan pupuk organik cair memiliki beberapa kelebihan yaitu pengaplikasiannya lebih mudah, unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik cair mudah diserap tanaman, banyak, mengatasi defisiensi hara, mampu menyediakan hara secara cepat, penerapannya mudah yaitu tinggal disemprotkan ke tanaman (Siboro, 2. N2 = 1 g/ tanman N3 = 1. 5 g/ tanaman Analisis data yang digunakan dalam Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan persamaan sebagai berikut. Y ijk = AA pi j k () jk aijk Keterangan : Yijk : Hasil pengamatan dari blok ke-I, faktor Z pada taraf ke-j dan faktor U pada taraf ke-k AA : Efek nilai tengah. Pi : Efek dari blok ke-i j : Efek perlakuan pupuk organik cair taraf ke-j k : Efek perlakuan NPK taraf ke-k () jk : Efek perlakuan pupuk organik cair taraf ke-j dan NPK Mutiara 16-16-16 ke taraf- k aijk : Efek eror pada ulangan ke-I, perlakuan Pupuk Organik Cair taraf ke-j dan perlakuan pupuk NPK mutiara taraf-k. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Simalingkar Raya dusun 1 Desa Simalingkar A. Kec. Medan Tuntungan. Deli Serdang. Terhitung Oktober 2024Februari 2025. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bahan tanam, media, dan bahan penunjang lainnya. Bahan tanam yang digunakan benih kangkung darat. Bahan media yang digunakan adalah tanah sebagai media tanam, air. POC dan pupuk NPK 16-1616. Parameter Pengamatan Tinggi Tanaman . Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang sampai ujung daun tertinggi, dan ditandai dengan penggaris, dengan jarak cm dari pangkal batang sebagai Tinggi tanaman diukur pada saat tanaman berumur 7 hst, 14 hst, 21 hst, dan 28 hst disajikan dalam bentuk table dan grafik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial Faktor pertama POC: C0 = tanpa pupuk/kontrol C1 = pupuk cair HOW HARVET 1 ml/ Liter air C2 = pupuk cair HOW HARVET 2 ml/ Liter air Faktor kedua adalah Pupuk NPK Mutiara 16-16-16 (N) terdiri dari 4 taraf, yaitu : N0 = tanpa NPK N1 = 0. 5 g/ tanaman Jumlah Daun Daun tanaman sampel dihitung sebanyak empat kali yang dimulai dari 1 minggu setelah tanam sampai 4 minggu setelah tanam sebelum tanaman dipanen. Berat Basah Per Sampel . Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 Penimbangan berat basah tanaman dilakukan setelah panen dengan cara tanaman di cuci untuk membersihkan dari tanah dan jangan sampai rusak tanaman tersebut, setelah itu dikeringkan selama kurang lebih 15 menit, lalau ditimbang dengan timbangan. N2 ( 1 gr/ 5 L N3 . ,5 gr/ 5 L ai. Perlakuan Berat Basah Per Plot . Produksi tanaman per plot dapat diperoleh dengan menimbang berat basah seluruh tanaman pada setiap plot. Penimbangan tanaman dibersihkan dari tanah dan dikering-anginkan. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tajuk, berat basah per sampel, dan berat basah per plot, diperoleh hasil sebagai berikut: Tinggi Tanaman Hasil analisis sidik ragam terhadap tinggi tanaman (Lampiran 1, 2, 3, . menunjukkan pupuk NPK dan POC How Harvet berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kangkung darat. Namun demikian dari lampiran yang sama ditemukan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi keduanya terhadap pertumbuhan tinggi Oleh karena itu uji lanjut Duncan hanya dilakukan terhadap pengaruh dari masing-masing faktor yang disajikan pada Tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Hasil Uji Duncan Pertumbuhan Tinggi Tanaman Kangkung Darat (C. Pengaruh pupuk NPK dan POC 7 HST 14 HST 21 HST N0 (Kontro. N1 . ,5 gr/ 5 L ai. 1 ab 8 ab 6 bc 4 ab 3 ab 3 ab 7 HST 14 HST 21 HST 28 HST C0 (Kontro. C1 . ml/ L C2 . ml/ L Tabel 1 menunjukkan tinggi tanaman pengaruh NPK terlihat berbeda nyata semenjak 7 HST hingga 28 HST. Pada 7 HST. N3 berbeda nyata dengan N0, tetapi tidak berbeda nyata dengan N1 dan N2. Sebaliknya N0 tidak berbeda nyata dengan N1 dan N2. Pola perbedaan yang hampir sama terdapat pada 14 HST dan 21 HST. Pada 28 HST. N0 tidak berbeda nyata dengan N1, tetapi berbeda nyata dengan N2 dan N3. Sebaliknya N3 berbeda nyata dengan N0 tetapi tidak berbeda nyata dengan N1 dan N2. Oleh kerena itu. N2 dan N3 merupakan perlakuan optimum yang tanaman kangkung darat tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Tinggi tanaman tertinggi ditemukan pada N3 52 cm berbeda nyata dengan N0 43, 8 cm dan N1 48,4 cm tetapi tidak berbeda nyata dengan N2 49,1 cm. Oleh karena ppengaruh penggunaan pupuk NPK terhadap tinggi tanaman yang optimum ditemukan pada N2 49,1 cm. Lebih Tabel menunjukkan tinggi tanaman pengaruh penggunaan POC How Harvet pada 7 HST C2 berbeda nyata dengan C0 tetapi tidak berbeda nyata dengan C2. Pada 14 HST C2 berbeda nyata dengan C0 dan C1. Pada rentang waktu 14 HST tersebut, rata-rata tinggi tanaman pengaruh POC How Harvet berbeda nyata satu sama lainnya, pola yang HASIL DAN PEMBAHASAN Perlakuan 6 ab 28 HST Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 berbeda dengan rerata tinggi tanaman pada 21 HST dan 28 HST. Pada minggu ke tiga dan ke empat C2 berbeda nyata dengan C0 dan C1. Data tersebut menunjukkan C2 adalah perlakuan optimum dengan rerata tinggi tanaman 53,9 cm berbeda nyata dengan C0 44,4 cm dan C1 46,7 cm. helai daun 10,8 Ae 16,6 helai. N3 berbeda nyata dengan N0. N1, dan N2. Selanjutnya 21 HST, jumlah daun berkisar antara 17,2 Ae 24,0 helai daun, semua perlakuan berbeda nyata dengan yang lainnya. Hal yang sama juga ditemukan pada 28 HST, jumlah helai daun berkisar anatar 23,1 Ae 30,3 helai dan semua perlakuan berbeda nyata dengan yang lainnya. Jumlah daun terbanyak pada 28 HST adalah N3 30,3 helai berbeda nyata dengan N2 27,5 helai. N1 25,5 helai, dan N023,1 helai. Sementara itu, pengaruh POC pada 7 HST Ae 28 HST. C2 berbeda nyata dengan C1 dan C0. Jumlah daun terbanyak pada 28 HST C2 31,7 helai berbeda nyata dengan C1 25,5 helai dan C0 22,6 helai. Pertumbuhan jumlah daun pengaruh POC berbeda nyata semenjak 7 HST hingga 28 HST. Faktor C2 kosisten menghasilkan jumlah daun terbanyak 8,2 Ae 31,7 helai, disusul dengan C1 7,2 Ae 25,5 helai dan C0 6,2 Ae 22,6 helai daun. Rerata jumlah daun dari semua perlakuan POC How Harvet adalah 7 HST 7,16 helai, 14 HST 13,9 helai, 21 HST 20,6 helai, dan 28 HST 26,6 helai. Jumlah Daun Hasil analisis sidik ragam pengaruh pupuk NPK dan POC How Harvet disajikan pada Lampiran 5, 6 , 7, 8, semuanya menunjukkan kedua jenis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun. Namun demikian, tidak ditemukan adanya pengaruh interaksi antara kedua jenis pupuk tersebut. Hasil uji Duncan pertumbuhan jumlah daun pada 7 HST Ae 28 HST terdapat pada Tabel 3 berikut Tabel 2. Hasil Uji Duncan Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Kangkung Pengaruh Pupuk NPK dan POC Pada 7 HST Ae 28 HST Perlakuan 7 HST 14 HST 21 HST 28 HST N0 (Kontro. N1 . ,5 gr/ 5 L ai. N2 ( 1 gr/ 5 L N3 . ,5 gr/ 5 L ai. Perlakuan 7 HST 14 HST 21 HST 28 HST C0 (Kontro. C1 . ml/ L C2 . ml/ L Produksi Per Sampel Hasil produksi per sampel tanaman kangkung terdapat pada menunjukkan faktor pupuk NPK dan POC berpengaruh sangat nyata tanaman per sampel. Lebih lanjut, interaksi kedua jenis pupuk juga berpengaruh nyata. juga ditemukan nilai R sebesar 0,944 yang berarti bahwa terdapat 94,4% produksi kangkung per sampel dipengaruhi oleh kedua jenis pupuk dan interaksi antara keduanya. Oleh karena itu Uji Duncan dilakukan terhadap faktor NPK. POC dan juga Tabel 2 menunjukkan pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan jumlah daun pada 7 HST berkisar antara 5,5 Ae 8,8 helai yaitu N3 berbeda nyata dengan N0 dan N1, tetapi tidak berbeda nyata dengan N2. Pada 14 HST jumlah Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 interaksi antara kedua jenis pupuk tersebut yang dapat dilihat pada Tabel 3. N3C1 N2C2 N3C2 Tabel 3. Hasil Uji Duncan Pengaruh Pupuk NPK dan POC Terhadap Produksi Kangkung Per Sampel . Perlakuan N1 . ,5 gr/ 5 L ai. N2 ( 1 gr/ 5 L ai. N3 . ,5 gr/ 5 L ai. Perlakuan Produksi Per Sampel . C0 (Kontro. C1 . ml/ L ai. C2 . ml/ L ai. 3 ab Tabel 4 menunjukkan kombinasi perlakuan N3C2 menghasilkan rerata produksi per sampel 116,3 g tidak berbeda nyata dengan kombinasi perlakuan N2C2 109,3 g tetapi berbeda perlakuan lainnya. Produksi per sampel terkecil ditemukan pada kombinasi N0C0 50 g. N1C0 69,6 g, dan N0C1 75,3 Sedangkan yang terbesar ditemukan pada kombinasi N3C1 104,3 g. N2C2109,3 g, dan N3C2 109,3 g. Oleh karena itu, ketiga kombinasi yang menghasilkan rerata produksi per sampel tersebut merupakan yang optimum dan direkomendasikan untuk diaplikasikan dari hasil penelitian ini. Produksi Per Sampel . N0 (Kontro. Tabel 3 menunjukkan produksi kangkung per sampel pengaruh N3 104,3 gr berbeda nyata dengan N2 96 gr. N1 82,2 gr, dan N0 71,1 gr. Oleh karena itu N3 merupakan perlakuan optimum pada penelitian ini. Sementara itu, pengaruh faktor POC How Harvet menunjukkan perlakuan C2 101,7 gr berbeda nyata dengan C1 89,3 gr, dan C0 74,2 gr. Perlakuan C2 menghasilkan bobot kangkung tertinggi 101,7 gr dan merupakan yang optimum. Produksi Per Plot Hasil produksi per plot tanaman kangkung pengaruh faktor pupuk NPK. POC How Harvet, dan interaksi antara keduanya dapat dilihat pada lampiran 14. Data tersebut menunjukkan bahwa faktor pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kangkung per plot. Pengaruh interaksi kedua jenis pupuk berpengaruh nyata, sedangkan POC How Harvet tidak berpengaruh nyata. Oleh karena itu uji Duncan dilakukan terhadap fakor pupuk NPK dan interaksinya dengan POC How Harvet yang dapat dilihat pada Tabel 5 dan 6. Tabel 4. Pengaruh Interaksi Pupuk NPK dan POC Terhadap Bobot Produksi Kangkung Per Sampel. Bobot Produksi Kombinasi Per Perlakuan Sampel . N0C0 N1C0 N0C1 N1C1 N2C0 N0C2 0 cd N3C0 N1C2 N2C1 Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 Tabel 5. Hasil Uji Duncan Pengaruh Pupuk NPK dan POC Terhadap Produksi Kangkung Per Sampel . Perlakuan N1 . ,5 gr/ 5 L ai. N2 ( 1 gr/ 5 L ai. N3 . ,5 gr/ 5 L ai. 0 ab PRODUKSI PER PLOT . Duncana,b INTERAKSI N0C0 Produksi Per Plot . N2C0 N0C2 N1C0 N3C0 N0C1 N1C1 N1C2 N3C1 N2C1 N2C2 Tabel 6 menunjukkan kombinasi N3C2 N2C2 mengahasilkan produksi per plot tertinggi dengan nilai 1300 gr dan 1316 gr berpengaruh nyata dengan semua kombinasi perlakuan lainnya, disusul dengan N2C1 1050 gr dan N3C1 1016 Ke empat kombinasi perlakuan tersebut mengasilkan rerata produksi kangkung per plot melebih 1 kg per plot. Kombinasi perlakuan yang memiliki nilai produksi terendah ditemukan pada N0C0. N2C0. N0C2. N1C0,N3C0, dan N0C1 dengan nilai berkisar antara 426 gr Ae 476 gr. Oleh karena itu, kombinasi perlakuan N2C2 merupakan yang paling diaplikasikan dari penelitian ini. Tabel 5 menunjukkan N2 tidak berbeda nyata dengan N3 tetapi berbeda nyata dengan N0 dan N1. Produksi per plot tertinggi ditemukan pada N2 794,4 gr dan terendah N0 339,5 gr. Oleh karena itu perlakuan N2 merupakan yang optimum dan dianjurkan untuk diaplikasikan dari penelitian ini. Sedangkan POC dilakukan Uji Duncan karena hasil analisis sidik ragam (Lampiran . dari factor tersebut tidak berpengaruh nyata. Pengaruh interaksi antara factor pupuk NPK dan POC dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Pengaruh Interaksi Pupuk NPK dan POC Terhadap Bobot Produksi Kangkung Per Plot Sig. Produksi Per Sampel . N0 (Kontro. N3C2 Tabel. Tinggi tanaman. Jumlah daun, dan Berat Basah Tanaman Kakung Darat dari Berbagai Sumber. Sumber Afifah et al. Ting . 28 HST: 22,4934,37 Amriati et al. Jumlah Daun . Berat Basah . 28 HST: 11,7314,60 5 MST: 32,3544,76 5 MST: 8-10 Burhan A. 2022 4 MST: 34,3341,33 2 HST: 21,6724,67 Per Plot 106,69-19,38 Febriyono et al. Per sampel 0,32-4,68 Wibowo. , 35 HST: 13,36dan 31,11 Sitawati. Irawati dan Z. 6 MST: 30,62Salmah, 2013. 31,70 35 HST: 7,5614,33 Per sampel 7,72-21,67 6 MST: 21,3-31,0 Per Sampel 13,38-44,8 3 MST: 7,2-10,2 Mayani N. et al. 3 MST: 25,52015 Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 (Cocos nucifera L). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7. : 162Nugroho, . Per sampel dan D. 24,194-43,91 https://jurnal. net/index. Kastono, 2022 hp/JIWP Nurmaydiana. 30 HST: 48,4530 HST: 12,47Per sampel 81,41 13,94 14,93-22,86 Agus B. Respon Pertumbuhan Taryana. Tanaman Kangkung Darat Sajuri et al. 7,07-33,18 18-63,0 0,60-65,36 (Ipomoea reptans poi. Terhadap Pemberian Pupuk Organik Di Wirawan et al. 9-38,5 111-138,25 142,4-175,01 Lahan Sawaah Desa Kelondom. Jurnal Inovasi Penelitian, 2 . Tabel 8 menunjukkan tinggi Ahzari. Holtikultura Aspek tanaman kankung darat, jumlah daun. Budaya. UI Ae Press. Indonesia. berat basah sangat berfariasi. Namun Anggara. Pengaruh ekstrak demikian, data tersebut tidak berbeda kangkung darat (Ipomoea reptans jauh satu sama lainnya dan mirip Poi. terhadap efek sedasi pada dengan hasill-hasil yang ditemukan BALB/C. Fakultas dalam penelitian ini. Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. SIMPULAN Besse Amriati*. Rizald Hussein. Sonita Hasil penelitian menunjukkan N2 Naa. Saraswati Prabawardani, 49, 1 cm dan N3 52 cm merupakan Hangrie Jimmy Namserna. perlakuan optimum yang memberikan Pertumbuhan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. kangkung darat (Ipomoea reptans Jumlah daun terbanyak pada 28 HST Poi. pada berbagai dosis pupuk adalah N3 30,3 helai berbeda nyata dengan N2 27,5 helai. N1 25,5 helai, dan Manokwari. Jurnal AGROTEK , 9 N0 23,1 helai. Pengaruh POC jumlah . daun terbanyak pada 28 HST C2 31,7 https://faperta. helai berbeda nyata dengan C1 25,5 BPS. Data Statistik Tanaman helai dan C0 22,6 helai. Produksi kangkung per sampel N3 104,3 g Holtikultura Indonesia. Badan merupakan perlakuan optimum dan C2 Pusat Statistik. Jakarta. Dewanto, menghasilkan bobot kangkung tertinggi G dan Londok. J J MR. 101,7 g. Produksi per plot tertinggi Pengaruh Pemupukan ditemukan pada N2 794,4 g dan Annorganik Organik terendah N0 339,5 g. Terhadap Pertumbuhan Produksi Jagung Sebagai Sumber DAFTAR PUSTAKA