EVALUASI SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DENPASAR DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 Bagus Sayoga D. Mahadipha . I Nyoman Mahayasa Adiputra . Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan . Universitas Bali Internasional. Denpasar. Bali . mahayasa3@gmail. ABSTRACT Background: The use of information systems in an agency, namely a hospital, certainly requires an internal control mechanism. Evaluation of an information system is important to measure the extent to which the implementation of the information system is currently Bhayangkara Hospital has never carried out an evaluation related to SIMRS so it is not known to what extent the achievements of SIMRS implementation are able to realize the goals and vision and mission of Bhayangkaya Hospital. Subjects and Methods: This research is a cross-sectional observational study, located at Rs. Bhayangkara Denpasar, population is HR at Rs. Bhayangkara totaled 191 people, purposive sampling technique was 25 samples, the research instrument was a COBIT 5 questionnaire. COBIT 5 data analysis used capability levels adapted from ISO/IEC 15504-2 and simple mathematical equations by the guidelines for calculating capability values. Results: Domain MEA 01 obtained a capability value of 2. MEA 02 domain obtained a capability value of 2. MEA 03 domain obtained a capability value of 2. The total value of the overall capability is 2. 21 and is at level 2, namely manage process. Conclusion: The capability value obtained is Rs. Bhayangkara is still below the desired target of 4. 00 optimizing SIMRS at Rs. Bhayangkara Denpasar has been running and has been managed . anage proces. to be able to achieve the hospital's goals, but it has not been implemented with the right method and does not have the right boundaries. Keyword: Evaluation. SIMRS. COBIT 5. MEA ABSTRAK Latar Belakang: Kontrol internal perlu dilakukan pada sistem informasi yang di implementasikan di sebuah rumah sakit. Evaluasi sistem informasi dilakukan untuk mengukur capaian penerapan sistem informasi yang sedang berjalan. Rumah sakit Bhayangkara tidak pernah melaksanakan evaluasi terkait dengan SIMRS sehingga belum diketahui sejauh mana capian implementasi SIMRS mampu merealisasikan tujuan serta visi dan misi dari rumah sakit Bhayangkaya. Subjek dan Metode: Penelitian merupakan penelitian observasional cross sectional, berlokasi di Rs. Bhayangkara Denpasar, populasi adalah SDM di Rs. Bhayangkara berjumlah 191 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 25 sample, instumen penelitian berupa kuisioner COBIT 5, analisis data COBIT 5 digunakan capability level yang diadopsi dari ISO/IEC 15504-2 dan persamaan matematika sederhana sesuai dengan pedoman penghitungan nilai Hasil: Domain MEA 01 memperoleh nilai kapability sebesar 2,25. Domain MEA 02 memperoleh nilai kapabilty sebesar 2,18. Domain MEA 03 memperoleh nilai kapability sebesar 2,20. Total nilai kapability keseluruhan adalah 2,21 dan beradda pada level 2 yaitu manage process. Kesimpulan: Nilai kapability yang diperoleh Rs. Bhayangkara masih dibawah target yang diinginkan yaitu 4,51-5,00 optimising process. SIMRS di Rs. Bahayangkar Denpasar sudah berjalan dan telah dikelola . anage proces. untuk dapat mencapai tujuan rumah sakit namum belum diimplementasikan dengan metode yang tepat serta belum memiliki batasan-batasan yang tepat. Kata Kunci: Evaluasi. SIMRS. COBIT 5. MEA 430 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 7. Nomor 4. Oktober 2021 PENDAHULUAN Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses seluruh alur proses pelayanan rumah sakit dalam bentuk jaringan terkoordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi guna mendapatkan informasi yang tepat dan akuran, serta bagian dari Sistem Informasi Kesehatan Nasional (Permenkes No. 82 tahun pasal . Tujuan SIMRS adalah untuk profesionalisme, kinerja, serta akses dan juga pelayanan rumah sakit (Permenkes No. Selain itu pendesainan sistem informasi rumah sakit (SIMRS) haruslah sesuai dengan visi dan misi rumah sakit bersangkutan. Menurut Wimmie . , pengolahan data di rumah sakit sangatlah besar dan komplek, baik data medis pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki rumah sakit sehingga bila pengelolaan masih dilaksanakan secara konvensional tanpa melibatkan SIMRS maka akan mengakibatkan terjadin redudansi data, unintegrated data, out of date information, dan human error. Kontrol internal perlu dilakukan pada sistem informasi yang di implementasikan di sebuah rumah sakit (Zulkarnaen. Wahyudi. Wijanarko, 2. Evaluasi sistem informasi dilakukan untuk mengukur capaian penerapan sistem informasi yang sedang berjalan. (Mustofa & Handani, 2. Menurut WHO . , evaluasi merupakan suatu cara yang sistematis dalam mempelajari yang bedasarkan pengalaman dan mempergunakannya untuk memperbaiki kegiatan yang sedang berjalan serta melakukan perencanaan yang lebih baik dengan seleksi yang seksama untuk kegiatan Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) bertujuan pengimplementasiannya dan masalah atau kendala yang dihadapi serta untuk memastikan bahwa sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang diimplementasikan telah sesuai dengan visi dan misi rumah sakit. Pada menggunakan framework COBIT 5 domain MEA yang dimodifikasi sebagai dasar acuan dalam poses evaluasi sistem informasi kesehatan (SIMRS) di rumah sakit Bhayangkara Denpasar. Control Objectives for Information and Related Technology atau biasa disingkat COBIT, merupakan sebuah pengendalian yang dikembangkan oleh Information System Audit and Control Associate (ISACA). Framework COBIT merupakan standar kontrol yang umum pengimplementasiannya pada teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional. COBIT 5 merupakan aplikasi yang menyediakan kerangka kerja yang komprehensif yang digunakan untuk mebantu organisasi dalam hal tata kelola teknologi informasi dan manajemen informasi (Gita Natalia, dkk. Prinsif kerja pada COBIT 5 yaitu menciptakan kerangka kerja yang optimal mnyeimbangkan antara manfaat teknologi, optimalisasi tingkat resiko, dan penggunaan sumber daya (Gita Natalia, dkk, 2. Analisis data COBIT 5, memanfaatkan desain capability level yang diadopsi dari ISO/IEC 15504-2, dimana proses penilaian akan berdasarkan tingkat kemampuan sebuah organisasi dalam melakukan proses-proses yang telah didefinisikan dalam model Terdapat enam level kapabilitas yang dapat dicapai oleh masing-masing proses, yaitu: Rumah sakit Bhayangkara berlokasi di Jl. Trijata No. 32 Sumerta Kelod 2F. Denpasar. Bali. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK. 03/I/0191/ 2013 tanggal 28 Januari 2013, tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Bhayangkara Denpasar. Rs. Bhayangka ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C. Rumah sakit Bhayangkara tidak pernah melaksanakan evaluasi terkait dengan SIMRS sehingga belum diketahui sejauh mana capian implementasi SIMRS mampu merealisasikan tujuan serta visi dan misi dari rumah sakit Bhayangkaya. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Mahadipha. Adiputra. Evaluasi Sistem Informasi Rumah Sakit Di Rumah SakitA431 Bhayangkara Denpasar menggunakan framework COBIT METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif yang dilakukan melalui pengamatan . cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sumber daya manusia (SDM) di Rs. Bhayangkara Denpasar yang berjumlah 191 orang. Sampel pada penelitian ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang pernah atau masih mengoperasikan SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar. Jumlah sampel berjumlah 25 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alasan menggunakan teknik purposive sampling karena kriteria sampel yang diteliti adalah sumber daya manusia (SDM) yang pernah atau masih mengoperasikan SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sehingga tidak terdapat variabel bebas maupun variabel terikat. Variabel dalam penelitian ini adalah proses pengolahan data SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner. Kuisioner disusun berdasarkan domain MEA, terdiri atas sub-domain MEA01 (Monitor. Evaluate, and Assess Performance and Conformanc. MEA02 (Monitor. Evaluate, and Assess the System of Internal Contro. , dan MEA03 (Monitor. Evaluate, and Assess Compliance with External Requirement. Analisis data dilaksanakan dengan sederhana berdasarkan pedoman capability level COBIT 5 sebagai berikut: Rata-Rata Responden ycUIycAyaya0ycaycu ycayco = A OcycAyaya0ycaycu ycayco ycy Keterangan: OcycAyaya0ycaycu ycayco = Penjumlahan seluruh jawaban responden pada sub-domain a ke AunAy dan subproses b ke AumAy a = sub-domain (MEA01. MEA02. MEA. b = subproses Jumlah Total Rata-Rata Subproses ycUIycAyaya0ycaycu = ycUIycAyaya0ycaycu yca1 U ycUIycAyaya0ycaycu ycayco Keterangan: ycUI ycAyaya0ycaycu ycayco = nilai rata-rata responden sebelumnya a = sub-domain (MEA01. MEA02. MEA. b = subproses Rata-Rata Proses ycsI ycAyaya0ycaycu ycUIycAyaya0ycaycu Ocycayca Keterangan: ycUIycAyaya0ycaycu = jumlah total rata-rata subproses pada sub-domain a ke AunAy a = sub-domain (MEA01. MEA02. MEA. = subproses Ocycayca = jumlah total dari subproses pada sebuah sub-domain A Capability Score ycAyaya ycsIycAyaya0yca1 ycsI ycAyaya0yca2 ycsIycAyaya0yca3 Ocyca Keterangan: ycsIycAyaya0ycaycu = nilai rata-rata proses pada sub-domain a ke AunAy sub-domain (MEA01, MEA02. MEA. b = subproses Ocyca = jumlah total dari subproses pada sebuah sub-domain Analisis data dilaksanakan dengan menghitung nilai rata-rata capability level responden, dilanjutkan dengan menghitung rata-rata capability level proses, ratarata capability level subproses, dan pada akhirnya menghitung capability score yang akan di interpretasikan sesuai dengan pedoman capability level domain COBIT 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Domain MEA 01 berisi pernyataan berkaitan dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi kinerja SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar. Pengawasan dan evaluasi terkait 432 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 7. Nomor 4. Oktober 2021 dengan kesesuaian pengoperasian SIMRS serta kesesuaian pelaporan. Subproses Hasil MEA 01 1 2,08 MEA 01 2 2,28 MEA 01 3 2,24 MEA 01 4 2,24 MEA 01 5 2,40 Domain MEA 02 berisi pernyataan berkaitan dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi internal SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar. Pengawasan dan evaluasi terkait dengan penilaian kinerja dan kontrol internal terhadap pengoperasian SIMRS. Subproses MEA 02 1 MEA 02 2 MEA 02 3 MEA 02 4 MEA 02 5 MEA 02 6 MEA 02 7 MEA 02 8 Skala Pembulatan 4,51 Ae 5,00 3,51 Ae 4,50 2,51 Ae 3,50 1,51 Ae 2,50 0,51 Ae 1,50 0,00 Ae 0,50 Tingkat Kapability 5 = optimising process 4 = predicable process 3 = established process 2 = manage process 1 = performance process 0 = incomplete process Hasil 2,12 2,04 2,28 2,20 2,12 2,20 2,16 2,36 Domain MEA 03 berisi pernyataan berkaitan dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi pemenuhan kebutuhan ekternal SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar. Pengawasan dan evaluasi terkait dengan standar, aturan, dan kebijakan yang ditetapkan terkait pemenuhan kebutuhan Subproses MEA 03 1 MEA 03 2 MEA 03 3 MEA 03 4 Informasi Manajemen Rumah Sakit (Simr. Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten LahatAy diperoleh tabel pembulatan nilai kapability sebagai berikut: Hasil 2,24 2,20 2,24 2,12 Subproses MEA 01 MEA 02 MEA03 Nilai 11,24 17,48 Proses MEA 01 MEA 02 MEA03 Nilai 2,25 2,18 2,20 Berdasarkan rekapitulasi jawaban dari responden, diperoleh nilai kapabiliti keseluruhan sebesar 2,21 dari rentang nilai Nilai kapabiliti tertinggi diperoleh pada domain MEA 01 yaitu sebesar 2,25 dan nilai terendah pada domain MEA 02 sebesar 2,18. Berdasarkan sebelumnya yang dilakukan oleh Niza Erika, dkk . dengan judul AuImplementasi Framework Cobit 5 Dalam Evaluasi Sistem Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada domain MEA 01 diperoleh nilai kapability sebesar 2,25 yang dalam hal ini menunjukan kinerja dan kesesuaian SIMRS masih berapa pada tahapan managed process. Pada skor ini proses telah diterapkan serta dikelola . untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Hasil penelitian yang dilakukan pada domain MEA 02 diperoleh nilai kapability sebesar 2,18 yang dalam hal ini menunjukan kontrol internal SIMRS masih berapa pada tahapan managed process. Sama seperti domain sebelumnya, pada domain ini proses/kegiatan telah dilaksanakan serta di kelola untuk meperoleh hasil dan tujuan yang diharapkan pihak manajemen. Domain MEA 03 pada penelitian ini memperoleh skor sejumlah 2,20 yaitu Manage Process. Pada level ini proses atau kegiatan telah dikelola sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan hukum dan perjanjian yang berlaku. Hasil akumulasi nilai capability domain MEA01 (Monitor. Evaluate, and Assess Performance and Conformanc. MEA02 (Monitor. Evaluate, and Assess the System of Internal Contro. , dan MEA03 (Monitor. Evaluate, and Assess Compliance with External Requirement. diperoleh nilai kapabilitas sebersar 2,21 yaitu Manage Mahadipha. Adiputra. Evaluasi Sistem Informasi Rumah Sakit Di Rumah SakitA433 Process. Manage proses menunjukan bahwa pengoperasian SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar sudah berjalan dan sudah dikelola . agar sesuai dengan keinginan pihak manajemen dan kebutuhan pasien namun belum memiliki batasa-batasan dalam pengelolaannya dan harus terus ditingkatkan kedepannya sehingga dapat mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan. Nilai ini masih jauh dari yang diharapkan yaitu 4,51-5,00 optimising process. Keinginan pihak SIMRS mempermudah proses pelayanan pasien dan penyedian data guna pelaporan yang akan dilakukan secara berkala. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan di sebuah rumah sakit harus operasional rumah sakit serta harus dapat mengatasi kendala pelayanan pasien di rumah sakit tersebut (Dedy Setyawan, 2. Kebutuhan pasien berbeda-beda antara satu sama lain. Pelayanan administrasi rumah sakit yang cepat dan tepat akan sangat membantu dalam hal ini. Pelayanan administrasi rumah sakit yang cepat akan menghemat waktu tunggu pasien sehingga tidak terjadi penumpukan pasien yang berakibat pada keterlambatan dan ketidak tepatan dalam pemberian pelayanan medis. Hasil penelitian ini serupa dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Niza Erika, dkk . dengan judul AuImplementasi Framework Cobit 5 Dalam Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten LahatAy dimana pada penelitian ini diperoleh nilai kapability yaitu 2,07 manage process. Pada level ini proses sudah diterapkan dan dikelola . irencanakan, dimonitor, dan disesuaika. secara tepat terhadap produk pekerjaannya, dikendalikan dan dipelihara. Akan tetapi, proses-proses tersebut belum beroperasi di dalam batasan-batasan yang secara terus menerus ditingkatkan untuk memenuhi tujuan bisnis dan tujuan proyek saat ini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tri Muryanti, dkk . dengan judul AuEvaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Pada Rsia Bunda Arif Purwokerto Menggunakan Framework Cobit 5Ay mendapatkan nilai kapability yang sama yaitu 2 dengan level kapability yang sama yaitu manage process dimana SIMRS tersebut belum beroperasi di dalam batasanbatasan yang ditingkatkan untuk memenuhi tujuan bisnis saat ini. SIMPULAN Implementasi SIMRS di Rs. Bhayangkara Denpasar baru berada pada level 2 (Manage Proces. dengan skor kapabiliti total sebesar 2,21. Hal ini menunjukan bahwa implementasi SIMRS di Rs. Bahayangkar Denpasar sudah berjalan dan telah dikelola . anage proces. untuk dapat mencapai tujuan rumah sakit namum belum diimplementasikan dengan metode yang tepat serta belum memiliki batasanbatasan yang tepat. Namun nilai ini masih jauh dari nilai kapabiliti target yang diharapakan yaitu sebesar 5 (Optimizing Proces. DAFTAR PUSTAKA