JPN Jurnal Pembangunan Nagari Vol. No. Desember, 2024. Hal. DOI: 10. 30559/jpn. Copyright A Balitbang Provinsi Sumatera Barat ISSN: 2527-6387 Balitbang Provinsi Sumatera Barat Analisa Kelayakan Proyek Pembangunan Gedung Parkir di Kawasan Pasar Raya Kota Solok Viky Febrian. Purnawan PurnawanA. Yosritzal YosritzalA Pascasarjana Universitas Andalas. Padang. Indonesia. Email: estetede. vcky@gmail. Pascasarjana Universitas Andalas. Padang. Indonesia. Email: purnawan@gmail. Pascasarjana Universitas Andalas. Padang. Indonesia. Email: yosritzal@eng. Artikel Diterima: . Oktober 2. Artikel Direvisi: . November 2. Artikel Disetujui: . Desember 2. ABSTRACT Pasar Raya area is located in the activity center of Solok City. This area is the most visited place in the society. The many visitors are not supported by the provision of adequate parking facilities and on-street parking facilities that are not in accordance with the rules. Because of that, it is necessary to build a parking lot in the The purpose of this study was to determine the financial feasibility of building a parking lot in Solok City. The method used is to calculate NVP. BCR. IRR Payback Period and sensitivity analysis with flat rate and progressive rate scenarios. Both scenarios are said to be feasible because the NVP value is positive, (BCR> . and IRR is more than the interest rate of 4. Sensitivity analysis for the flat rate scenario is not feasible if there is an increase in construction costs of more than 80%, an increase in interest rates above 8% and a decrease in parking users of up to 40%. While the sensitivity analysis of progressive tariffs is not feasible when there is an increase in interest rates above 12% and is still feasible even if there is an increase in construction costs up to 100% or a decrease in parking users by 50%. Based on the results of this analysis, it is recommended that the construction of a Parking Building at the existing location with a building area of 5,866 mA which is divided into 3 floors. The first floor is a motorcycle parking lot with a capacity of 2,250 SRP and the second and third floors are car parking lots with a capacity of 348 SRP. Keywords: Parking lot construction, financial feasibility ABSTRAK Kawasan Pasar Raya terletak pada daerah pusat kegiatan Kota Solok. Kawasan ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Banyaknya pengunjung tidak disertai dengan penyediaan fasilitas parkir yang memadai serta fasilitas parkir badan jalan yang tidak sesuai aturan. Oleh karena itu perlu pembangunan gedung parkir di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial pembangunan gedung parkir Kota Solok. Metode yang digunakan adalah menghitung NVP. BCR. IRR Payback Periode dan analisa sensitivitas dengan skenario tarif flat dan tarif progresif. Kedua skenario tersebut dikatakan layak karena nilai NVP positif, (BCR>. dan IRR lebih dari tingkat suku bunga 4,87%. Analisa sensitivitas untuk skenario tarif flat tidak layak apabila terjadi peningkatan biaya konstruksi hingga 80%, peningkatan tingkat suku bunga diatas 8% dan penurunan pengguna parkir hingga 40%. Sedangkan Analisa sensitivitas tarif progresif tidak layak ketika terjadi peningkatan tingkat suku bunga di atas 12% dan tetap layak walaupun terjadi peningkatan biaya konstruksi hingga 100% atau penurunan pengguna parkir hingga 50%. Berdasarkan hasil analisa di atas direkomendasikan pembangunan Gedung Parkir lokasi eksisting yang ada dengan luas bangunan 866 mA yang dibagi menjadi 3 lantai. Lantai 1 merupakan parkir motor dengan jumlah 2. 250 SRP serta lantai 2 dan 3 merupakan parkir mobil dengan jumlah 348 SRP. Kata Kunci: Pembangunan Gedung Parkir. Kelayakan Finansial Penulis Koresponden: Nama : Viky Febrian Email : estetede. vcky@gmail. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2024 | 135 Pendahuluan Parkir merupakan salah satu elemen penting dalam transportasi perkotaan karena akan berdampak terhadap pemilihan moda serta berpengaruh pada masyarakat dan sistem trasportasi dalam satu kota baik itu secara jangka panjang ataupun pendek (Prasetiyo et al. Pasar Raya Kota Solok terletak di Central Business District (CBD) Kota Solok. Central Business District atau Daerah Pusat Kegiatan (DPK) adalah bagian kecil dari kota yang merupakan pusat dari segala kegiatan politik, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi (Windi & Akromusyuhada, 2. Tata guna lahan di kawasan Pasar Raya Kota Solok bercampur antara pertokoan, pasar, taman kota, perkantoran, pendidikan dan terminal yang mengakibatkan banyaknya kebutuhan kendaraan parkir di kawasan tersebut. Beberapa tahun belakang, persoalan pengelolaan dan pelayanan parkir di Kota Solok menjadi bahan pembicaraan yang tidak pernah selesai di tengah masyarakat maupun media lokal. Kondisi penataan parkir yang belum baik terlihat di titik keramaian kawasan kota terutama tepi jalan umum, pusat-pusat pertokoan, hiburan, pasar dan pusat keramaian lainnya (Riko et al. , 2. Merujuk publikasi Balitbang Kota Solok tahun 2017 dalam buku AuKajian Penataan Kembali Lokasi Dan Sistem Parkir Kawasan Pasar Raya SolokAy bahwa salah satu masalah parkir di Kota Solok yaitu tidak seimbangnya antara AodemandAo dan AosupplyAo parkir pada jam sibuk serta fasilitas penunjang parkir yang belum tersedia dengan lengkap. Menurut penelitian tersebut Pasar Raya Kota Solok membutuhkan 1. 802 satuan ruang parkir sedangkan yang tersedia hanya 452 satuan ruang parkir. Sehubungan dengan hal tersebut perlu dibangun gedung parkir untuk penyediaan fasilitas parkir di kawasan Pasar Raya Solok agar tidak mengganggu lalu lintas dan keselamatan pejalan kaki di pusat kota. Pembangunan gedung parkir ini juga bertujuan agar pemerintah daerah memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Solok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebutuhan parkir eksisting tahun 2024 berupa kinerja parkir seperti akumulasi parkir, indeks parkir, volume kendaraan yang parkir, tingkat pergantian kendaraan dan durasi kendaraan yang parkir. Untuk mengevaluasi keadaan parkir saat ini, maka perlu dilakukan analisa terhadap parkir tersebut (Ellk. Mohsin, & Hasan, 2. Karakteristik parkir adalah kondisi perparkiran yang terjadi pada suatu lokasi atau areal parkir yang mencakup volume parkir, akumulasi parkir, durasi parkir, indeks parkir, pergantian parkir dan kapasitas parkir (Prisca, 2. Tujuan selanjutnya yaitu mengetahui kelayakan finansial pembangunan gedung parkir di Kawasan Pasar Raya Kota Solok sehingga didapatkan lokasi parkir, luas bangunan parkir, dan sirkulasi gedung parkir untuk mengatasi permasalahan parkir di Kawasan Pasar Raya Kota Solok. Tahapan analisis finansial dimulai dengan merancang Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek lahan parkir tersebut beserta biaya operasional perbulannya. Pendapatan lahan parkir berasal dari retribusi kendaraan parkir yang telah ditetapkan (Fikri et al. , 2. Metodologi Rancangan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Proses analisis dan interpretasi data kuantitatif melibatkan pertama menyiapkan data numerik untuk analisis menggunakan program statistik, melakukan analisis menggunakan statistik yang melaporkan hasil deskriptif dan inferensial, mewakili dan melaporkan hasil 136 | Viky Febrian. Purnawan Purnawa. Yosritzal Yosritzal menggunakan tabel, gambar, dan diskusi dari setiap uji statistik, dan akhirnya menafsirkan hasil dengan menyatakan Kembali temuan umum, membandingkan temuan dengan literatur masa lalu, menyebutkan potensi keterbatasan penelitian, dan memajukan ide-ide yang akan memperluas penelitian di masa depan (Siregar, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan melakukan pengamatan atau observasi lapangan, meliputi berbagai hal yang menyangkut pengamatan kondisi fisik dan aktivitas pada lokasi penelitian serta juga dilakukan wawancara informal jawab secara langsung dengan responden (Indrawan et al. , 2. Data sekunder didapat dari instansi terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. Dinas Perhubungan. Dinas Perencanaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pengumpulan data primer didapatkan dari survei inventarisasi jalan dan fasilitas parkir pada Kawasan Pasar Raya Kota Solok dengan radius 400 m dari lokasi rencana pembangunan gedung parkir. Pengumpulan data dengan melakukan survei dilaksanakan pada saat hari pasar yaitu hari selasa 27 Februari 2024 selama 11 jam sesuai dengan aktivitas pengunjung. Aktivitas survei dimulai dari pukul 07. 00 WIB sampai dengan pukul 18. 00 WIB dengan 11 surveyor. Surveyor bertugas mencatat data jenis kendaraan yang parkir serta waktu masuk dan keluar kendaraan tersebut. Selain itu juga dilakukan wawancara terhadap pengguna parkir untuk menentukan lokasi parkir yang diinginkan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kawasan Pasara Raya Kota Solok. Terdapat 8 lokasi parkir yang diteliti yang dapat dilihat pada Tabel Tabel 1. Lokasi Penelitian Tempat Penelitian/Lokasi fasilitas Parkir Parkir On Street Jl. Ir. Sukarno Parkir On Street Jl. Dr. Moh. Hatta Parkir On Street Jl. Jend. Sudirman Parkir On Street Jl. KH. Ahmad Dahlan Parkir On Street Jl. Pemuda Parkir Off Street Utara Pasar (Depan Toko Ema. Parkir Off Street Barat Pasar (Pasar Modern dan Los Dagin. Parkir Off Street Timur Pasar (Tahap IV Bero. Sumber: Hasil Analisis . Metode dalam pengolahan data dilakukan dengan menganalisis kebutuhan fasilitas parkir sekarang dan yang akan datang serta melakukan Analisa kelayakan finansial investasi pembangunan gedung parkir dengan analisa kelayakan finansial menggunakan parameter Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR). Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP) (Ispratiwi et al. , 2. Evaluasi finansial dilakukan dengan maksud mengevaluasi kelayakan investasi Metode yang digunakan adalah NPV. BCR, dan IRR (Hidayat et al. , 2. Dari hasil perhitungan NPV. BCR, dan IRR akan didapat suatu kesimpulan investasi tersebut layak atau tidak secara finansial yang dilanjutkan dengan analisis sensitivitas untuk mengetahui batas kelayakan terhadap perubahan parameter tertentu. Net Present Value (NPV) adalah harga bersih suatu proyek. jumlah kenaikan bersih cost flow yang discounted suatu proyek. NPV bisa bernilai negatif atau positif, proyek secara ekonomi dapat dikatakan menguntungkan untuk dilakukan apabila NPV bernilai positif pada Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2024 | 137 tingkat bunga yang ditentukan terlebih dahulu yang merefleksikan biaya kesempatan mendapatkan modal . pportunity cost of rupia. Benefit Cost Ratio (BCR) merupakan salah satu metode analisis yang merupakan perbandingan nilai manfaat . dan nilai biaya . Proyek dianggap layak/menguntungkan apabila nilai BCR>1 dan dianggap tidak layak/merugikan apabila BCR<1. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat diskon . iscount rat. yang menjadikan sama antara present value dari penerimaan cash dan present value dari nilai atau investasi discount rate/tingkat diskon yang menunjukkan net present value atau sama besarnya dengan nol. Payback Periode (PP) Merupakan ukuran waktu yang dibutuhkan investasi, dalam hal ini proyek, sejak dimulai hingga mencapai Break Event Point (BEP) dengan memperhitungkan periode pengembalian investasi (Ispratiwi et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Analisa Karakteristik Parkir 1 Akumulasi Parkir Akumulasi parkir didapatkan dari jumlah total dari kendaraan yang parkir selama periode tertentu (Angka et al. , 2023. Periode puncak atau tertinggi dapat dijadikan sebagai ukuran kebutuhan ruang parkir. Berikut data akumulasi parkir kendaraan berdasarkan jenis kendaraan pada Grafik 1 dan 2 di bawah ini. 35 Unit 30 Unit 25 Unit 20 Unit 15 Unit 10 Unit 5 Unit 0 Unit Soekarno Moh Hatta Dahlan Sudirman KENDARAAN Grafik 1. Akumulasi Parkir Mobil Pemuda Pasar Utara WAKTU PENGAMATAN Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan Grafik 1 di atas akumulasi puncak parkir Jalan Ir. Soekarno pada waktu pagi hari yaitu pukul 09:00-10:00 sebanyak 24 unit. Akumulasi puncak pada sore hari terjadi pada lokasi jalan Sudirman yaitu pukul 16:00-17:00 sebanyak 20 Unit. Sedangkan lokasi parkir lainnya terjadi akumulasi puncak pada siang hari yaitu lokasi parkir Jl. Moh. Hatta. Jl. Ahmad Dahlan. Jl. Pemuda dan Pasar Utara. 138 | Viky Febrian. Purnawan Purnawa. Yosritzal Yosritzal 500 Unit 450 Unit 400 Unit 350 Unit 300 Unit 250 Unit 200 Unit 150 Unit 100 Unit 50 Unit 0 Unit KENDARAAN Grafik 2. Akumulasi Parkir Motor WAKTU PENGAMATAN Lokasi Parkir Pasar Utara Lokasi Parkir Pasar Timur Lokasi Parkir Pasar Barat Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan Grafik 2 di atas akumulasi maksimum parkir motor Pasar Utara pada waktu pagi menjelang siang hari yaitu pukul 10:00-11:00 sebanyak 456 unit. Akumulasi puncak pada parkir Pasar Timur terjadi pada siang hari yaitu pukul 13:00-14:00 sebanyak 167 unit. Sedangkan lokasi parkir Pasar Barat terjadi akumulasi puncak pada Pagi hari yaitu Pukul 08:00-09:00 sebanyak 111 unit 2 Indeks Parkir Indeks parkir adalah suatu angka yang menunjukkan tingkat pemakaian petak parkir yang merupakan perbandingan antara jumlah kendaraan yang sedang parkir . etak teris. dengan jumlah petak tersedia. Apabila indeks parkir lebih dari 100%, dapat diartikan bahwa jumlah petak parkir yang tersedia tidak dapat menampung seluruh kendaraan yang parkir saat periode Indeks parkir di Kawasan Pasar Raya Solok dapat dilihat pada Tabel 2. Lokasi Parkir Soekarno Moh Hatta Ahmad Dahlan Sudirman Pemuda Pasar Utara Pasar Barat Pasar Timur Tabel 2. Indeks Parkir Kawasan Pasar Raya Solok Kapasitas Parkir Akumulasi Jam Puncak (SRP) (Kendaraa. Mobil Motor Mobil Motor Indeks Parkir (%) Mobil Motor Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan Tabel 2 di atas didapatkan bahwasanya indeks parkir di kawasan Pasar Raya Solok sangat tinggi bahkan beberapa lokasi dengan indeks lebih dari 100% seperti parkir mobil Soekarno dan Moh. Hatta. Indeks parkir terendah yaitu pada lokasi parkir mobil on street Ahmad Dahlan dan Pemuda dengan indeks 80% sedangkan indeks parkir tertinggi yaitu lokasi parkir motor Pasar Barat dengan indeks 139%. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2024 | 139 3 Volume Parkir Volume parkir adalah jumlah kendaraan yang masuk areal parkir selama jam-jam pengamatan dianggap satu hari dan mengunakan fasilitas parkir (Ari et al. , 2. Volume parkir dihitung dengan menjumlahkan kendaraan yang menggunakan areal parkir pada jam pengamatan. Volume parkir dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Volume Parkir Kawasan Pasar Raya Solok Mobil Waktu Volume (Kendaraa. 07:00-08:00 08:00-09:00 09:00-10:00 10:00-11:00 11:00-12:00 12:00-13:00 13:00-14:00 14:00-15:00 15:00-16:00 16:00-17:00 17:00-18:00 Sumber: Hasil Analisis . Motor Kumulatif (Kendaraa. Volume (Kendaraa. Kumulatif (Kendaraa. Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa volume kumulatif kendaraan selama survey yaitu kendaraan mobil sejumlah 488 unit dan kendaraan sepeda motor sejumlah 6. 628 unit. Volume kendaraan tertinggi untuk kendaraan mobil terjadi pada pukul 07:00-08:00 dengan jumlah 66 unit kendaraan. Sedangkan volume tertinggi untuk kendaraan motor terjadi pada pukul 09:0010:00 dengan jumlah 841 kendaraan 4 Tingkat Pergantian Parkir (Turn Ove. Tingkat pergantian parkir akan menunjukkan tingkat penggunaan ruang parkir yang diperoleh dari pembagian antara jumlah kendaraan yang parkir selama waktu pengamatan. Tingkat pergantian parkir dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Tingkat Pergantian Parkir Kawasan Pasar Raya Solok Nama Jalan Soekarno Moh Hatta Ahmad Dahlan Sudirman Pemuda Pasar Utara Pasar Barat Pasar Timur Sumber: Hasil Analisis . Kapasitas Parkir (SRP) Mobil Motor Volume Parkir (Kendaraa. Mobil Motor Turn Over . end/SRP/ja. Mobil Motor Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat dilihat bahwasanya tingkat pergantian kendaraan (Turn Ove. tertinggi mobil yaitu pada lokasi parkir Ir. Soekarno dengan tingkat pergantian 6 kend/SRP/jam setiap jam dan terendah yaitu lokasi parkir Moh. Hatta dan pemuda dengan tingkat pergantian 3 kend/SRP/jam. Untuk parkir motor tingkat pergantian tertinggi yaitu pada lokasi parkir Pasar Utara dengan 11 kend/SRP/jam dan terendah yaitu lokasi parkir pasar timur dengan 6 kend/SRP/jam. 140 | Viky Febrian. Purnawan Purnawa. Yosritzal Yosritzal 5 Durasi Parkir Durasi waktu parkir adalah waktu yang digunakan oleh setiap kendaraan pada fasilitas parkir. Perhitungan dilakukan dengan cara menghitung waktu kendaraan masuk dan kendaraan Informasi ini sangat diperlukan untuk mengetahui lama waktu kendaraan parkir, diperoleh dengan cara mengamati waktu kendaraan masuk dan waktu kendaraan keluar. Selisih dari waktu tersebut adalah durasi parkir (Handayani, et al. , 2. Durasi parkir di Kawasan Pasar Raya Kota Solok dapat dilihat pada Grafik 3. Grafik 3. Durasi Parkir >4 Jam 3-4 Jam 2-3 Jam 1-2 Jam 0-1 Jam JENIS KENDARAAN Motor Mobil 0 Unit 500 Unit 1000 Unit 1500 Unit 2000 Unit JUMLAH KENDARAN 2500 Unit 3000 Unit 3500 Unit Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan gambar diatas durasi waktu parkir motor paling banyak yaitu kurang dari 1 jam sebesar 2343 kendaraan sedangkan durasi waktu parkir mobil paling banyak yaitu 1>2 jam sebesar 244 Kendaraan Pembangunan Gedung Parkir 1 Penentuan Lokasi Parkir Penentuan lokasi parkir harus mengacu kepada Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat . dan kemampuan jarak orang Indonesia berjalan kaki dari dan menuju lokasi parkir sejauh 400 Meter berdasarkan Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan SNI 03 1733-2004. Penelitian ini melakukan survei wawancara sebanyak 250 pengguna mobil dan 400 pengguna motor yang parkir sehingga didapatkan penentuan lokasi parkir yaitu di depan Pasar Raya Kota Solok yang terlihat pada Grafik 4. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2024 | 141 Grafik 4. Survey Wawancara Parkir RESPONDEN LOKASI Depan Pasar Pasar Modern Terminal Lama Taman Kota Dll Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan grafik 4 . urvei wawancara parki. di atas terlihat bahwa lokasi gedung parkir yang paling banyak diinginkan responden yaitu lokasi depan Pasar Raya Solok sebanyak 334 2 Desain Gedung Parkir Berdasarkan data jumlah akumulasi jam puncak kendaraan yang parkir dan rata-rata tingkat pertumbuhan kendaraan di Kota Solok yaitu 4,38% maka dapat ditentukan jumlah ruang parkir 25 tahun yang akan datang adalah: A Ruang Parkir Mobil = 112 x . 4,38%)^25=327 Srp A Ruang Parkir Motor = 760 x . 4,38%)^25=2. 219 Srp Dengan memperhatikan ketersediaan lahan yaitu A6. 325 mA dan memperhitungkan jumlah kebutuhan ruang parkir tersebut dan pedoman teknis penyelenggaraan fasilitas parkir direktorat jenderal perhubungan darat maka desain parkir yang akan dibuat pada lokasi depan Pasar raya Solok dibuat 3 lantai dengan luas bangunan 5. 866 mA dimana lantai 1 merupakan parkir motor dengan jumlah 2. 250 SRP dan lantai 2&3 untuk parkir mobil dengan jumlah 348 SRP. 3 Biaya Konstruksi Gedung Parkir Biaya rencana pembangunan gedung parkir terdiri dari prakiraan biaya investasi yaitu prakiraan biaya pembangunan gedung parkir ditambah dengan biaya pengelolaan yang terdiri dari biaya operasional dan pemeliharaan rutin (Akhyar et al. , 2. Standar biaya pembangunan, pemeliharaan rutin dan operasional berdasarkan Peraturan Walikota (Perwak. Kota Solok Nomor 15 Tahun 2023 tentang Analisis Standar Belanja (ASB) Kota Solok Tahun Anggaran 2024. Biaya Pembangunan. Operasional dan Pemeliharaan Gedung Parkir dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Biaya Pembangunan. Operasional dan Pemeliharaan Gedung Parkir Uraian Satuan Biaya Pembangunan Biaya Pembangunan Gedung Negara Klasifikasi Sederhana m2/Tahun Harga Satuan Koefisien Total (Rupia. 142 | Viky Febrian. Purnawan Purnawa. Yosritzal Yosritzal Gate Parkir Full System Lift Penumpang Biaya Operasional Petugas Parkir Petugas Kebersihan Petugas Keamanan Tagihan Air Tagihan Listrik >200KVA Alat Tulis Kantor Biaya Perawatan Biaya Pemeliharaan Gedung Bertingkat Sumber: Hasil Analisis . Paket Total 139,555,000 139,555,000 Orang/Tahun Orang/Tahun Orang/Tahun Kwh Total 10,000,000 10,000,000 m2/Tahun Dari tabel 5 di atas biaya pembangunan konstruksi Gedung parkir 3 Lantai yaitu Rp. 500,-. Biaya operasional Gedung parkir yaitu Rp. 000,- per tahun. Sedangkan untuk biaya pemeliharaan Gedung yaitu Rp. 000,-. Kelayakan Finansial Pembangunan Gedung Parkir 1 Pendapatan Parkir Pendapatan parker kendaraan didapat dengan mengalikan biaya tarif parkir dengan volume kendaraan yang parkir pada periode waktu tertentu (Tapa. Kumara. Indrashwara, & Putra. Penetapan tarif parkir untuk gedung parkir sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwak. Kota Solok Nomor 2 Tahun 2021 tentang Tarif Retribusi Pelayanan Parkir. Menurut Chandra et al. , . Secara umum sistem penetapan tarif parkir adalah sebagai berikut: 1. Sistem tetap . , sistem pembayaran besaran tarif yang tidak membedakan lama waktu parkir suatu kendaraan. Sistem berubah sesuai waktu . , sistem pembayaran besaran tarif yang memperhatikan lama waktu parkir suatu kendaraan. Pendapatan parkir pada penelitian ini dilakukan menggunakan 2 skenario yaitu tarif flat dan tarif progresif. Besaran tarif parkir dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Pendapatan dan Tarif Parkir Kota Solok. Tarif Flat (R. Skenario Durasi 0-1 Jam 1-2 Jam 2-3 Jam 3-4 Jam >4 Jam Sumber: Hasil Analisis . Mobil Tarif Progresif (R. Motor Mobil 4,000 6,000 8,000 10,000 15,000 Motor Berdasarkan tabel tarif di atas maka didapatkan pendapatan parkir selama 25 tahun. Tarif parkir dan volume kendaraan yang parkir akan bertambah sesuai dengan rata-rata pertumbuhan inflasi yaitu 3,01 dan tingkat pertumbuhan kendaraan yaitu 4,38. Proyeksi pendapatan berdasarkan skenario tarif tersebut dapat dilihat pada Tabel 7. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2024 | 143 Tabel 7. Pendapatan Gedung Parkir Kota Solok Selama 25 Tahun Tahun Pendapatan Dengan Tarif Flat (Juta Rupia. Mobil 1,058 1,137 1,223 1,315 1,414 1,520 1,635 1,758 1,890 2,032 2,185 2,350 2,526 2,717 2,921 3,150 Sumber: Hasil Analisis . Motor 5,203 5,594 6,015 6,468 6,955 7,478 8,041 8,646 9,297 9,996 10,749 11,558 12,427 13,363 14,368 15,450 16,613 17,863 19,207 20,653 22,207 23,878 25,675 27,608 29,767 Total 5,753 6,186 6,652 7,152 7,690 8,269 8,892 9,561 10,280 11,054 11,886 12,780 13,742 14,777 15,889 17,084 18,370 19,753 21,239 22,838 24,557 26,405 28,392 30,529 32,916 Pendapatan Dengan Tarif Progresif (Juta Rupia. Mobil Motor Total 7,366 8,333 1,040 7,921 8,960 1,118 8,517 9,635 1,202 9,158 10,360 1,293 9,847 11,140 1,390 10,588 11,978 1,495 11,385 12,880 1,607 12,242 13,849 1,728 13,163 14,891 1,858 14,154 16,012 1,998 15,219 17,217 2,148 16,364 18,513 2,310 17,596 19,906 2,484 18,920 21,404 2,671 20,344 23,015 2,872 21,875 24,747 3,088 23,521 26,609 3,320 25,292 28,612 3,570 27,195 30,765 3,839 29,242 33,081 4,128 31,443 35,570 4,439 33,809 38,247 4,773 36,353 41,126 5,132 39,089 44,221 5,533 42,146 47,680 2 Aliran Kas (Cash Flo. Secara analisis finansial cash flow adalah anggaran kas . ash budge. Arus uang yang masuk dan yang keluar menandakan adanya suatu kegiatan. Arusuang yang masuk dan keluar harus selalu diupayakan keseimbangannya. Bila salah satu berhenti, maka kegiatannya juga akan berhenti atau bisa saja berhenti sementara yang tertunda baik disengaja maupun tidak disengaja dalam batas Ae batas kemampuan (Lisan M. F, 2. PihakAepihak yang terlibat perhitungan terhadap aliran kas proyek sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan terhadap analisis kelayakan dari segi finansial dan perhitungannya dilakukan per tahun selama masa investasi. Aliran kas proyek dihitung berdasarkan biaya pengeluaran dan pendapatan. Aliran kas tersebut dapat dilihat pada Grafik 144 | Viky Febrian. Purnawan Purnawa. Yosritzal Yosritzal Grafik 5. Aliran kas Gedung Parkir Kota Solok Rp60. PENDAPATAN Rp50. Rp40. Rp30. Rp20. Rp10. Rp- TAHUN Tarif Flat (Juta Rupia. Total Tarif Progresif (Juta Rupia. Total Sumber: Hasil Analisis . Analisa Kelayakan Finansial Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata tingkat suku bunga Bank Indonesia adalah 4,87%. Berdasarkan besarnya pengeluaran (Cos. , pendapatan (Benefi. , aliran kas (Cash Flo. dan tingkat suku bunga tersebut maka didapatkan penilaian analisa finansial yang dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8 Analisa Finansial Pembangunan Gedung Parkir Selama 25 Tahun Skenario Net Present Value (R. Standar Bernilai Positif Tarif Flat Tarif Progresif Ket Layak Benefit Cost Ratio BCR>1 Layak Internal Rate of Return (%) IRR>4. Layak Payback Period <25 Tahun Layak Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa proyek pembangunan Gedung Parkir di Kota Solok baik dengan skenario tarif flat ataupun scenario tarif progresif dianggap AuLayak/MenguntungkanAy dengan Net Present Value (NPV) bernilai positif. Benefit Cost Ratio (BCR)>1. Internal Rate of Return (IRR)>4,87% dan Payback Period <25 Tahun. Analisa Sensitivitas Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah nilai dari suatu parameter pada suatu saat, untuk selanjutnya dilihat bagaimana pengaruhnya terhadap akseptabilitas suatu alternatif Parameter-parameter yang biasanya berubah dan perubahannya bisa mempengaruhi keputusan-keputusan investasi dalam analisis kelayakan finansial adalah: . Biaya investasi/konstruksi. Pendapatan/nilai manfaat. Tingkat suku bunga. Berdasarkan parameter di atas maka dapat diuji sensitivitas terhadap parameter tersebut dengan hasil pada Tabel 9. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2024 | 145 Tabel 9. Analisa Sensitivitas Pembangunan Gedung Parkir Sensitivitas Uraian Tarif Flat Tarif Progresif Layak Layak Layak Layak Layak Layak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Layak Layak Layak Layak Layak Peningkatan Biaya Konstruksi Tingkat Bunga Penurunan Pengguna Parkir Layak Layak Layak Layak Tidak Layak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Tidak Layak Layak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Sumber: Hasil Analisis . Berdasarkan Tabel 9 di atas dapat disimpulkan analisis sensitivitas proyek pembangunan Gedung Parkir Kota Solok dianggap tidak layak apabila: Skenario tarif flat terjadi peningkatan biaya konstruksi 80%, tingkat suku bunga di atas 8% dan penurunan pengguna parkir hingga 40%. Skenario tarif progresif terjadi peningkatan tingkat suku bunga di atas 12%, dan proyek tetap layak walaupun terjadi peningkatan biaya konstruksi hingga 100% dan penurunan pengguna parkir hingga 50%. Kesimpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya. Maka dapat disimpulkan Kapasitas parkir di Kawasan Pasar Raya Kota Solok saat ini . kurang memadai untuk menampung setiap kendaraan yang parkir pada jam puncak. Setelah dilakukan analisis dari segi finansial, baik dengan skenario tarif flat maupun tarif progresif merupakan proyek yang menguntungkan/Layak. Didapatkan pada skenario tarif flat nilai NPV sebesar Rp. 473,- nilai BCR sebesar 1,81 dan nilai IRR didapatkan sebesar 9,26% dengan Payback Periode pada tahun ke-11. Untuk skenario tarif progresif didapatkan nilai NPV sebesar Rp. 027,- nilai BCR sebesar 2,71 dan nilai IRR didapatkan sebesar 13,34% dengan Payback Periode pada tahun ke-9. Rekomendasi penelitian ini adalah: Dinas Perhubungan Kota Solok perlu pengawasan yang ketat terhadap pelanggaran parkir yang ada di Kawasan Pasar Raya Kota Solok terutama kendaraan yang parkir di trotoar, badan jalan yang dilarang digunakan untuk parkir. Dinas PUPR Kota Solok perlu membuat jembatan penyeberangan dan fasilitas pejalan kaki untuk mempermudah pejalan kaki dari dan menuju lokasi parkir. Dalam pelaksanaan pemindahan pedagang yang terdampak dari pembangunan Gedung parkir. Pemerintah Kota Solok dapat membentuk tim pengawasan yang terdiri dari Satpol PP. Dinas Perdagangan dan Perindustrian. BUMD, dan unsur terkait lainnya ada di pasar. 146 | Viky Febrian. Purnawan Purnawa. Yosritzal Yosritzal Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dalam penelitian dan penulisan artikel ini. Referensi