Tersedia secara online https://e-journal. id/index. php/dv/ E-ISSN: 2775-4200 P- ISSN: 2580-8028 Jurnal Dhammavicaya: Volume: Vi Nomor: 1 Juli 2024 Halaman: 16-33 Pengaruh Motivasi Belajar dan Inovasi Organisasi terhadap Hasil Belajar Agama Buddha Siswa SMA Denpasar Lionie Permata Dewi1*. Isomudin2. Muljadi3 Institut Nalanda. Indonesia Alamat: Jl. Pulo Gebang No. 107 Cakung Ae Jakarta Timur Korespondensi penulis: Dewilionie@gmail. ABSTRACT Learning outcomes are important for a child to be able to have the ability and also have knowledge. This study uses quantitative research methods. Data collection techniques in quantitative research use a questionnaire developed through the indicators of each variable. The results of hypothesis testing the effect of the functional relationship (X. on (Y) with the regression equation = 23. 812 X1, . There is an influence (X2 ) on (Y) with the regression equation = 23. 827 X2, . There is an influence (X. and (X. together on (Y) with the regression equation = 24. 229 X1 Ae 0. 483 X2. The regression coefficient value of Learning Motivation (X. 812, meaning that if the Learning Motivation variable (X. increases by 1% assuming Organizational Innovation (X. and Constant . is 0 . then Learning Outcomes (Y) increase by 0. 812, p. it shows that the learning motivation variable (X. contributes positively to the learning outcomes (Y) so that the students' learning motivation (X. will increase the students' learning outcomes (Y). Keywords: Learning Outcomes. Motivation. Organizational Innovation. ABSTRAK Hasil belajar penting bagi seorang anak untuk dapat memiliki kemampuan dan juga memiliki pengetahuannya. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data empiris yang dikumpulkan terdiri dari dua variabel bebas yaitu Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. dengan variabel terikat yaitu Hasil Belajar (Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif menggunakan kuisioner yang dikembangkan melalui indikator masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis korelasional tiga variabel terkonfirmasi. Dapat disimpulkan bahwa . Terdapat Pengaruh positif (X. terhadap (Y) dengan persamaan regresi = 23,349 0,812 X1, . Terdapat Pengaruh (X. terhadap (Y) dengan persamaan regresi = 23,749 0,827 X 2 , . Terdapat Pengaruh (X. dan (X. secara bersama-sama terhadap (Y) dengan persamaan regresi = 24 ,159 1,229 X1 Ae 0,483 X2. Nilai koefisien regresi Motivasi Belajar (X. adalah 0,812, artinya jika variabel Motivasi Belajar (X. meningkat 1% dengan asumsi Inovasi Organisasi (X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Hasil Belajar (Y) meningkat sebesaar 0,812, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Motivasi Belajar (X. berkontribusi positif bagi Hasil Belajar (Y). Kata kunci: Hasil. Motivasi Belajar. Inovasi Organisasi. Riwayat Artikel : Diterima: 18-07-2024 Disetujui: 31-07-2024 Alamat Korespondensi: Lionie Permata Dewi Institut Nalanda. Indonesia Jl. Pulo Gebang No. Cakung Ae Jakarta Timur Email : Dewilionie@gmail. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan guna untuk mengembangkan kemampuan dari satu genereasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pada umumnya, pendidikan di dapatkan dari pembelajaran di sekolah. Dalam kegiatan belajar dan pembelajaran melibatkan unsur-unsur yaitu, guru, siswa, sarana dan proses belajar dan pembelajaran itu sendiri. Dalam proses pembelajaran, keberhasilan peserta didik dalam belajar dipengaruhi oleh model pembelajaran yang inovatif dan motivasi belajar dalam diri peserta didik. Pada awal tahun 2020 lalu, masa pandemic COVID-19 membuat pola pendidikan di Indonesia berubah. Pelaksaan sistem pembelajaran pada satuan pendidikan mengalami perubahan bentuk operasional yang digeneralisasi melalui kebijakan pembelajaran dan mengikut pada kebijakan sosial, yaitu instruksi social distancing hingga berujung pada himbauan lockdown. Terjadi perubahan pada sistem pembelajaran yang pada mulanya berlangsung secara tatap muka menjadi sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dalam melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi kesulitan adalah kesulitan seorang tenaga pendidik dalam mengontrol dan mengawasi sejumlah siswanya, berbeda halnya dengan pembelajaran tatap muka yang dapat di awasi langsung oleh seorang guru atau dosen, namun halnya pada sistem PJJ tidak sedikit peserta didik yang tidak mendengarkan pembelajaran, bahkan pada saat pembelajaran menggunakan zoom, dengan menutup kamera video dan tidak ada di tempat pada saat pembelajaran. Sehingga dengan begitu, sistem pembelajaran daring belum dapat dikatakan efektif dan maksimal apabila hal ini terjadi terus menerus dan tanpa adanya inovasi juga akan mempengaruhi hasil belajar siswa atau peserta didik (Rizqiani. Dari permasalahan tersebut di atas, agar pembelajaran daring dapat berlangsung secara efektif dan maksimal, dan dapat menghasilkan hasil belajar dari peserta didik sesuai dengan capaian, tenaga pendidik dapat menggunakan cara yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan inovasi, kolaborasi eksperimen dan strategi pembelajaran pada sistem pembelajaran daring. Selain dibutuhkan adanya motivasi belajar dari siswa, pentingnya sebuah inovasi dari setiap lembaga pendidikan ataupun tenaga pendidik sangat dibutuhkan untuk membangun motivasi belajar siswa di dalam pembelajaran daring sehingga apabila seorang siswa memiliki motivasi dalam belajarnya, maka seorang siswa tersebut akan dapat memacu dirinya untuk bisa berhasil, berprestasi dan hal ini akan berpengaruh baik pada hasil belajarnya (Hidayat, 2. Hasil belajar penting bagi seorang anak untuk dapat memiliki kemampuan dan juga memiliki pengetahuannya. Mengingat pentingnya hasil dari pembelajaran dikelas, maka untuk dapat meningkatkan hasil belajar yang baik bagi peserta didik, sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa atau peserta didik salah satunya dengan memiliki inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran, sehingga dengan adanya inovasi dari organisasi atau dari lembaga yang menawarkan suatu hal yang menarik minat dan motivasi belajar dari seorang peserta didik akan mampu mempengaruhi hasil belajar seorang peserta didik tersebut. Berdasarkan pengamatan terhadap hasil belajar siswa SMA swasta yang beragama Buddha di kota Denpasar, melalui hasil survei pendahuluan: . Terdapat 75% siswa yang masih bermasalah dalam dimensi pengetahuan/ ingatan (Knowledg. Terdapat 65% siswa yang masih bermasalah dalam dimensi Analisis (Analysi. , . Terdapat 73,5% siswa yang masih bermasalah dalam dimensi Sintesis (Synthesi. Terdapat 55% siswa yang masih bermasalah dalam dimensi Keterampilan Intelektual. Terdapat 70% siswa yang masih bermasalah dalam dimensi daya serap siswa dan perubahan perilaku, khususnya dalam mengerti, memahami, dan mengaplikasikan dengan baik semua materi yang telah disampaikan oleh guru pada saat pembelajaran dikelas. Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, dan terhadap observasi pra-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat di identifikasikan beberapa permasalahan yang terjadi pada siswa SMA swasta yang beragama Buddha di kota Denpasar adalah sebagai berikut: . masih rendahnya hasil belajar siswa. masih rendahnya motivasi belajar siswa. masih rendahnya Inovasi organisasi. KAJIAN PUSTAKA Salah satu faktor yang menentukan keefektifan pembelajaran adalah motivasi belajar. Seorang siswa akan belajar dengan baik jika mereka memiliki motivasi belajar. Motif dapat didefinisikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif juga dapat didefinisikan sebagai daya penggerak dari dalam dan dari luar seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motif juga dapat didefinisikan sebagai daya penggerak untuk menjadi aktif. Menurut Sardiman . , motivasi belajar adalah semua daya penggerak di dalam diri siswa yang mendorong kegiatan belajar, menjamin bahwa kegiatan belajar terus berlanjut, dan memberikan arahan untuk kegiatan belajar sehingga tujuan akademik dapat dicapai. Menurut National Board of Education . , motivasi di dalam adalah dorongan yang muncul dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Selain itu, motivasi juga dapat didefinisikan sebagai usaha-usaha yang mendorong seseorang atau sekelompok orang tertentu untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang diinginkan atau mendapat kepuasan dari Uno . menyatakan bahwa motivasi belajar adalah dorongan yang datang dari dalam dan dari luar kepada siswa untuk berperilaku dengan cara tertentu, biasanya dengan indikator atau elemen pendukung. Ada hasrat dan keinginan untuk berhasil. dorongan dan kebutuhan untuk belajar. harapan dan cita-cita masa depan. penghargaan untuk belajar. dan lingkungan belajar yang baik adalah beberapa indikator. Menurut Nashar . , motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong anak untuk belajar dengan senang hati dan secara sungguhsungguh. Akibatnya, ini akan menyebabkan anak belajar dengan sistematis, penuh konsentrasi, dan memiliki kemampuan untuk memilih kegiatan belajarnya sendiri. Namun, menurut Purwanto . , motivasi belajar adalah pernyataan yang kompleks di dalam tubuh yang mendorong tindakan menuju suatu tujuan. Menurut Sardiman . , ada beberapa indikator yang dapat menunjukkan motivasi untuk belajar diantaranya sebagai berikut: . Tekun saat menghadapi tugas. Ulet saat menghadapi kesulitan . idak lekas putus as. Menunjukkan minat pada berbagai masalah orang dewasa. Lebih suka bekerja sendiri. Cepat bosan dengan tugas rutin. Bisa mempertahankan pendapatnya. Motivasi adalah kekuatan atau energi yang dimiliki seseorang yang dapat mendorong mereka untuk melakukan sesuatu. motivasi yang berasal dari dalam . otivasi intrinsi. dan dari luar . otivasi ekstrinsi. Seberapa kuat motivasi seseorang akan sangat memengaruhi perilaku yang mereka tunjukkan dalam berbagai aspek kehidupan mereka, seperti belajar, bekerja, dan lainnya. Menurut para ahli di atas, motivasi belajar dapat didefinisikan sebagai dorongan yang berasal dari dalam dan dari luar diri siswa yang mendorong mereka untuk Ini juga dapat membantu mereka mengarah pada kegiatan belajar untuk mencapai Peran dan Fungsi Motivasi Belajar Uno . menyatakan bahwa peran penting yang dimainkan oleh motivasi belajar dan pembelajaran termasuk: . Peran motivasi belajar dalam menentukan penguatan belajar seorang anak yang sedang belajar menghadapi masalah yang membutuhkan pemecahan dan hanya dapat diselesaikan dengan bantuan hal-hal yang pernah dilalui, motivasi dapat membantu mereka belajar lebih baik. Peran motivasi untuk menjelaskan tujuan belajar: Peran motivasi untuk menjelaskan tujuan belajar erat terkait dengan kemaknaan belajar. Motivasi menentukan ketekunan belajar Anak akan tertarik untuk belajar, terlepas dari jumlah materi yang dipelajari, seorang anak yang ingin belajar sesuatu berusaha keras untuk belajar dengan baik dan tekun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Berikut ini adalah contoh peran motivasi dalam pembelajaran (Soemanto, 2. diantaranya: . Peran motivasi sebagai pendorong atau motor penggerak kegiatan Dalam hal ini, motivasi berfungsi sebagai motor penggerak terutama bagi siswa untuk belajar, menggunakan baik sumber internal maupun eksternal untuk melakukan proses . Peran motivasi membuat tujuan pembelajaran lebih jelas. Motivasi terkait dengan tujuan. tanpa tujuan, tidak akan ada motivasi. Oleh karena itu, motivasi sangat penting untuk mencapai hasil pembelajaran siswa yang ideal. Oleh karena itu, motivasi dapat memberikan arahan dan kegiatan kepada siswa yang harus dilakukan sesuai dengan tujuan . Peran motivasi untuk menyeleksi arah pembuatan. Dalam hal ini, motivasi dapat berperan dalam menentukan arah pembuatan apa yang harus dilakukan siswa untuk mencapai . Peran motivasi internal dan eksternal dalam proses pembelajaran. Motivasi internal untuk belajar biasanya berasal dari siswa sendiri, tetapi guru biasanya memberikan motivasi eksternal kepada siswa. Prestasi dihasilkan dari peran motivasi. Motivasi sangat penting untuk pembelajaran siswa dan prestasi mereka. Prestasi belajar yang buruk selalu dikaitkan dengan motivasi pembelajaran yang rendah. Ada tiga fungsi motivasi, menurut Sardiman . , diantanya sebagai berikut: . Membuat manusia bertindak, sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Dalam kasus ini, motivasi berfungsi sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dilakukan. Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang ingin dicapai, sehingga motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan rumusan tujuan. Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi Selanjutnya. Sukmadinata . menyatakan bahwa motivasi melakukan dua peran diantaranya: . Mengarahkan . ungsi ara. : Motivasi berperan dalam mengarahkan kegiatan. Ini dapat mendekatkan atau menjauhkan seseorang dari tujuan yang akan dicapai. Motivasi berfungsi untuk mendekatkan seseorang ke sasaran atau tujuan yang diinginkannya, tetapi ketika sasaran itu tidak diinginkannya, motivasi berfungsi untuk menjauhinya. Mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan . ungsi mengaktifkan dan meningkatka. Sebuah perbuatan atau kegiatan yang tidak bermotivasi atau memiliki motif yang lemah akan dilakukan dengan tidak sungguh-sungguh, tidak terarah, dan kemungkinan besar tidak akan membawa Sebaliknya, suatu perbuatan atau kegiatan yang memiliki motif yang besar atau kuat akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, terarah, dan penuh semangat sehingga kemungkinan berhasil lebih besar. Selain itu, menurut Hamalik . , fungsi motivasi mencakup hal-hal berikut: . Mendorong kelakuan atau tindakan. Berfungsi sebagai pengarah, yaitu mengarah pada tindakan menuju pencapaian tujuan. Berfungsi sebagai penggerak, yaitu berfungsi sebagai motor penggerak dalam kegiatan belajar. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa peran dan fungsi motivasi belajar adalah untuk mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan dan mencapai prestasi. Oleh karena itu, untuk mencapai prestasi tersebut, peserta didik diharuskan untuk menentukan sendiri tindakan apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Dengan usaha yang tekun, terutama didasarkan pada motivasi, seseorang yang melakukan kegiatan tersebut akan dapat melahirkan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey kausal dengan teknik korelasi. Data empiris yang dikumpulkan terdiri dari dua variabel bebas yaitu Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. dengan variabel terikat yaitu Hasil Belajar (Y). Untuk mendapatkan data di lapangan digunakan alat ukur ( instrume. berupa kuisioner yang disusun berdasarkan indikator Ae indikator yang ada dalam variabel penelitian. Jumlah total anggota populasi yaitu 191 orang. Jumlah sampel didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin. Jadi ukuran sampel minimal di dalam penelitian ini adalah 129 siswa dari populasi sebanyak 191 responden dengan taraf signifikansi () sebesar 5%. Penelitian ini dilaksanakan terbatas pada siswa SMA swasta pada mata pelajaran Agama Buddha dan tempat penelitian ini dilaksanakan di SMA swasta yang beragama Buddha di kota Denpasar. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 7 bulan, terhitung sejak disetujuinya instrument penelitian, yaitu pada bulan desember 2021 sampai pada bulan juli 2022. Waktu penelitian yang meliputi tahapan persiapan penelitian, uji coba instrumen, tahapan penyebaran kuisioner, tahapan pengambilan data pendukung, tahapan analisis data dan tahapan penyusunan hasil penelitian dengan rincian kegiatan penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah hasil belajar siswa, motivasi belajar, dan inovasi organisasi siswa SMA swasta yang beragama Buddha di kota Denpasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Hasil Penelitian Berdasarkan hasil Analisa deskripsi data statistik untuk ketiga variabel penelitian yaitu Variabel Hasil Belajar (Y). Motivasi Belajar (X. , dan Inovasi Organisasi (X. , maka dapat diuraikan hasil pengolahan data dapat di deskripsikan sebagaimana disajikan dalam rangkuman tabel di bawah ini : Tabel 1. Rangkuman Deskripsi Data Statistik Kriteria Ukuran Statistik Rata-Rata (Mea. Standart Error Median Modus 77,06 1,529 94,78 2,056 92,52 1,988 Simpangan Baku (Standard deviatio. Varian Sample (Sample varianc. Rentang (Rang. Skor Terkecil (Minimu. Skor Terbesar (Maximu. Jumlah (SUM) Banyaknya Responden (Coun. Banyaknya Kelas (Clas. Panjang Interval (Interval Clas. 17,433 303,903 23,444 549,643 22,662 513,569 Pengujian Persyaratan Analisis Berikutnya adalah hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik regresi dan korelasi linier sederhana, dan korelasi ganda. Pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik ini menuntut terpenuhinya beberapa persyaratan analisis, yaitu: Uji Normalitas Hasil perhitungan normalitas galat taksiran Y - 1 menggunakan SPSS V. 20 pada kolom Klomogorov- Simirnov. Persyaratan normal, jika bilangan Sig. lebih dari 0,05 artinya data berasal dari populasi yang berdistribusi Normal adalah Lhitung>Sig. 0,05, dengan demikian galat baku taksiran Y - 1 berasal dari populasi yang berdistribusi Normal. Berikut disampaikan rangkuman hasil uji signifikan data dengan menggunakan uji Lilliefors : Tabel 2. Hasil Uji Signifikan Data Menggunakan Uji Lilliefors Galat Ltabel Keterangan Lhitung Y-1 Y-2 ( =0. 05:n=. ( =0. 01:n=. 0,097 0,080 0,078 0,083 0,080 0,078 Syarat Normal: Lhitung > Ltabel Normal Normal Uji Homogenitas Homogenitas Varian data di uji dengan menggunakan uji Homogenitas . ji Bartlet. Persyaratan data disebut homogen Fhitung < Ftabel. Berikut adalah tabel rangkuman hasil uji homogenitas data dengan menggunakan uji Homogenitas . ji- Bartlet. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas PENGELOMPOKAN N2hitung Y atas X1 0,000 Y atas X2 0,000 Syarat homogen: N hitung < N tabel. N2tabel = 0,05 0,01 42,56 49,59 27,59 33,41 Keterangan Homogen Homogen Pengujian Hipotesis Pengaruh Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Hipotesis Hipotesis Penelitian ke-1 yang akan diuji adalah Pengaruh Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y). H0: A1 < 0 Tidak terdapat pengaruh positif antara Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) H1: A1 > 0 Terdapat pengaruh positif antara Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y). Pengaruh fungsional antara Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) disajikan dalam bentuk persamaan regresi sederhana sebagai berikut : = 23. 349 0,812 X1. Untuk menguji hipotesis bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar (X. terhadap hasil belajar (Y), maka diperlukan uji signifikansi dan uji linearitas terhadap persamaan regresi dengan menggunakan uji F. Selengkapnya hasil perhitungan uji signifikansi dan uji regresi linearitas X1 terhadap Y dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Uji Signifikansi dan Uji Regresi Linearitas X1 Terhadap Y Model Sum of Mean Sig. Squares Square Regression Residual Total Untuk menguji persyaratan linearitas persamaan regresi dilakukan uji F dengan ketentuan Fhitung > Ftabel persamaan regresi tersebut dikatakan linier. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh skor Fhitung = 163,980 dan skor pada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. = 4,78 (Sugiono . 3: . Jadi, 163,980 > 3,07 dan nilai sig 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y). Tabel 5. Hasil Uji Signifikansi Korelasi Variabel (X. dengan Y Mode R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Dari hasil perhitungan koefisien determinasi antara Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y), diperoleh skor sebesar r2y1= 0,560 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56%. Sisanya sebesar 44% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Hasil Belajar (Y). Pengaruh Inovasi organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Hipotesis Penelitian ke-2 yang akan diuji adalah Pengaruh Inovasi organisasi (X. terhadap Hasil belajar (Y). H0 : A2 < 0 Tidak terdapat pengaruh positif antara Inovasi organisasi (X. terhadap Hasil belajar (Y). H1: A2 > 0 Terdapat pengaruh positif antara Inovasi (X. Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis (Y). Pengaruh fungsional antara Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) disajikan dalam bentuk persamaan regresi sederhana sebagai berikut : 2= 23,749 0,827 X2. Tabel 6. Hasil Uji Signifikansi dan Uji Regresi Linearitas X2 Terhadap Y Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regressio Residual Total Untuk menguji persyaratan linearitas persamaan regresi dilakukan uji F dengan ketentuan Fhitung > Ftabel persamaan regresi tersebut dikatakan linier. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh skor Fhitung = 153,323, dan skor pada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. = 4,78 (Sugiono . 3: . Jadi, 153,323 > 3,07 dan nilai sig 0,00 < 0,05 demikian dikatakan berpengaruh. Dengan demikian persamaan regresi 1= 23,749 0,827 X2 berbentuk linier . aris luru. Kekuatan hubungan antara variabel Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) dapat dilihat dari skor koefisien korelasi antara X2 dan Y. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh skor koefisien korelasi sebesar ry2 = 0,738 yang berarti kekuatan hubungan termasuk kategori kuat antara Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) dapat dijelaskan hasil Output SPSS. V20 Coefficients dapat dijelaskan tabel berikut . Tabel 7. Hasil Uji Coefficients Variabel X2 dengan Y Mode l R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Hasil perhitungan uji signifikansi korelasi antara variabel Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) dapat dijelaskan pada tabel berikut. Tabel 8. Hasil Uji Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) Koefisien Korelasi 0,738 12,382 Keterangan Sangat Signifikan Syarat signifikan : thitung > ttabel Dari hasil perhitungan koefisien determinasi antara Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) diperoleh skor koefisien determinasi sebesar r2y2= 0,545 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Inovasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 54,5 %. Sisanya sebesar 45,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Hasil Belajar (Y). Pengaruh Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) Hipotesis yang akan diuji adalah Pengaruh Motivasi Belajar (X. dan InovasiOrganisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y). H0 : A1. < 0 Tidak terdapat pengaruh positif antara Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y). H1: A1. 2 > 0 Terdapat pengaruh positif antara Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y). Pengaruh fungsional antara Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) disajikan dalam bentuk persamaan regresi berganda sebagai berikut : = 24,159 1,229 X1 Ae 0,483 X2. Tabel 9. Hasil Uji Signifikansi dan Uji Regresi Linearitas X1. X2 terhadap Y. Model Sum Mean Sig. Squares Square Regression Residual Total Berdasarkan hasil pengujian pada tabel tersebut diatas dapat dilihat skor Fhitung sebesar 82,357 dengan skor pada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. =4,78. Untuk menguji persyaratan uji F dengan ketentuan Fhitung > Ftabel atau 82,357 > 3,07 dengan tingkat signifikansinya 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Belajar (X . dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Hasil Belajar siswa SMA Swasta yang beragama Buddha di Kota Denpasar (Y). Untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) dengan menggunakan Uji Koefisien Determinasi dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel Y atas X1 dan X2. Mode R Square Adjusted Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan hasil pengujian pada tabel tersebut diatas dapat dilihat skor koefisien Korelasi Ganda antara X1. X2 dan Y terdapat pada skor Ry1. 2= 0,751 yang berarti kekuatan hubungan antara variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersamasama terhadap Hasil Belajar (Y) adalah kuat, sedangkan koefisien Determinasi R Square sebesar r2y1. 2= 0,565. Hal ini pengertian bahwa pengaruh secara simultan variabel Motivasi Belajar (X. Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar Siswa (Y) adalah sebesar 56,5 % Sisanya sebesar 44,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Hasil Belajar (Y). Rekapitulasi hasil uji hipotesis pertama sampai ke tiga tahap penelitian kuantitatif ini disajiakan pada tabel berikut. Tabel 11. Rekapitulasi Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Persamaan Regresi Pertama Kedua Ketiga 1= 23. 349 0,812 X1 2= 23,749 0,827 X2 1,2 = 24,159 1,229 X1 Ae 0,483 X2. 0,749 0,738 0,751 0,560 0,545 0,565 Koefisien Determinasi 54,5 % 56,5 % Pembahasan Pembahasan hasil penelitian disajikan tentang hasil analisis regresi dan koresional antara variabel Motivasi Belajar (X. Inovasi Organisasi (X. , baik secara sendiri-sendiri . maupun secara bersama-sama . terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMA Swasta yang Beragama Buddha di Kota Denpasar, pembuktian hipotesis yang bersumber dari data yang diperoleh dihubungkan dengan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA swasta di Kota Denpasar, dan Pembahasan mengenai temuan empiris ini akan dijelaskan dalam uraian sebagai berikut: Pengaruh positif antara Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMA yang Beragama Buddha di Kota Denpasar Hasil pengujian hipotesis pengaruh Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar siswa (Y) dengan persamaan regresi = 23,349 0,812 X1, berbentuk linier . aris luru. , yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung= 163,980, skor pada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. = 4,78. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Motivasi Belajar (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Hasil Belajar (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,812 dengan konstanta sebesar 23,349. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Hasil Belajar (Y), maka nilai Motivasi Belajar (X. bertambah sebesar 0,812. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,749, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Motvasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y1= 0,560 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X . terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56 %. Sisanya sebesar 44% disumbangkan oleh variabelvariabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Motivasi Belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Motivasi Belajar yang digunakan akan semakin tinggi Hasil Belajar. Sebaliknya semakin rendah Motivasi Belajar yang digunakan maka semakin rendah pula Hasil Belajar Koefisien arah regresi dari variabel Motivasi Belajar (X. bisa sebesar 0,749 karena siswa SMA swasta beragama Buddha kota Denpasar memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Motivasi Belajar merupakan salah satu cara untuk mencapai sukses , jika memiliki motivasi belajar yang tinggi pasti akan ada jalan unutk sukses dan mendapatkan hasil yang baik. Dapat dijelaskan bahwa Motivasi Belajar berpengaruh positif terkait dengan Hasil Belajar. Hal ini menegaskan bahwa persepsi Motivasi Belajar yang positif terkait dengan hasil. Hasil Belajar dapat ditingkatkan apabila di dalam diri siswa sendiri memiliki rasa tanggung jawab, minat belajar yang sesuai dan disiplin. Motivasi Belajar adalah sebuah dorongan atau segala usaha yang memiliki kekuatan dan dilakukan seorang siswa baik itu dorongan dari dalam dirinya . atau dorongan dari luar . yang bertujuan untuk mencapai tujuan belajarnya dan sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Pengaruh positif antara Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMA yang beragama Buddha di Kota Denpasar Hasil pengujian hipotesis pengaruh Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) siswa dengan persamaan regresi = 23,749 0,827 X2, berbentuk linier . aris luru. , yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung= 153,323, skor pada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. = 4,78. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Inovasi Organisasi (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Hasil Belajar (Y) diprediksi akan meningkat 0,827 dengan konstanta sebesar 23,749. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Hasil Belajar (Y), maka nilai Inovasi Organisasi (X. bertambah sebesar 0,827. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,738, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien maka nilai Kepuasan Kerja (X. bertambah sebesar 0,994. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapatdikatakan bahwa arah pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y adalahpositif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,974, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori sangat Skor koefisien determinasi Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y2= 0,545 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 54,5 %. Sisanya sebesar 46,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y). Inovasi atau sebuah rancangan atau ide dan temuan baru yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga dalam pembelajaran siswa mendapatkan pemahaman yang baik dan akan mempengaruhi hasil yang baik dalam belajar siswa. Inovasi organisasi adalah sebuah tindakan . dari sebuah organisasi atau lembaga dimana organisasi melakukan perubahan dari sesuatu yang telah terbentuk menjadi sesuatu yang baru atau menempatan ide-ide baru ke dalam praktik atau latihan. Diterapkan untuk memulai atau meningkatkan produk, proses, dan layanan agar tercapai hasil yang lebih baik dari yang Adanya inovasi organisasi dapat dilihat dari beberapa dimensi inovasi dalam organisasi, salah satunya adalah dari dimensi inovasi strategi, yaitu strategi baru yang digunakan dalam pembelajaran untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Inovasi produk, yaitu sebuah produk yang dihasilkan guna untuk meningkatkan hasil belajar siswa, contohnya adalah sebuah program yang diberikan untuk siswa untuk dapat mengembangkan skill atau kemampuannya. Selanjutnya, inovasi proses yang diberikan untuk siswa contohnya sebuah inovasi proses dalam pengembangan kemampun siswa dalam meningkatkan hasil Lalu, inovasi prosedur melibatkan cara produk dan proses diintegrasikan dalam pelaksanaan organisasi. Contohnya pengembangan metode dalam inovasi produk. Inovasi teknologi, berupa inovasi yang diberikan untuk siswa mempermudah layanan pembelajaran dengan mengandalkan teknologi yang canggih, contohnya pada PJJ menggunakan teknologi jaringan internet untuk proses belajar mengajar, sehingga dengan adanya inovasi baru atau ide baru yang digunakan akan meningkatkan hasil dari belajar siswa. Hasil uji hipotesis kedua diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel Inovasi Organisasi (X. adalah sebesar 0,827, atau bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Inovasi Organisasi berpengaruh positif terhadap Hasil Belajar. Dengan demikian dapat dikatakan semakin baik Inovasi Organisasi suatu produk maka akan semakin meningkat untuk mempengaruhi Hasil Belajar. Sebaliknya jika Inovasi Organisasi untuk siswa tidak sesuai maka akan menurunkan Hasil Belajar siswa. Pengaruh positif antara Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) Hasil pengujian hipotesis pengaruh Motivasi Belajar (X. dan Inovawi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) siswa dengan persamaan regresi = 24,159 1,229 X1 Ae 0,483 X2. Nilai konstanta adalah 24,159, artinya bila tidak terjadi perubahan variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. adalah 0 . , maka Hasil Belajar (Y) siswa ada sebesar 24,159. Nilai koefisien regresi Motivasi Belajar (X. adalah 0,812, artinya jika variabel Motivasi Belajar (X. meningkat 1% dengan asumsi Inovasi Organisasi (X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Hasil Belajar (Y) meningkat sebesaar 0,812, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Motivasi Belajar (X. berkontribusi positif bagi Hasil Belajar (Y) sehingga Motivasi Belajar (X. siswa, maka makin meningkat pula Hasil Belajar (Y) siswa. Nilai koefisien regresi Inovasi Organisasi (X. adalah -0,483 artinya jika variabel Inovasi Organisasi (X. meningkat 1% dengan asumsi Motivasi Belajar (X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Hasil Belajar (Y) meningkat sebesaar -0,483, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Inovasi Organisasi (X. berkontribusi negatif bagi Hasil Belajar (Y) sehingga Inovasi Organisasi (X. , maka makin meningkat pula tingkat Hasil Belajar (Y). Dengan nilai Fhitung sebesar 82,357 dengan skor pada Ftabel . ,05. = 3,07 skor Ftabel . ,01. =4,78. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebut diatas 82,357 > 3,07. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Hasil Belajar siswa SMA Swasta yang beragama Buddha di Kota Denpasar (Y). Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,751, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Motivasi Belajar (X. Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 2= 0,565 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56,5 %. Sisanya sebesar 44,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y) siswa. Membuktikan bahwa hasil belajar dari siswa yang memiliki motivasi belajar lebih baik daripada hasil belajar siswa yang kurang memiliki motivasi belajar. Hal ini dikarenakan ketika siswa memiliki motivasi atau semangat dari dalam dirinya, siswa akan dapat meningkatkan kualitas diri baik dalam proses pembelajarannya di sekolah ataupun meluangkan waktu yang dimiliki untuk tetap belajar dirumah. Siswa memiliki daya juang, upaya dan memotivasi dirinya agar mencapai tujuan belajarnya sehingga dengan demikian mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Membuktikan juga bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat karena adanya sebuah inovasi yang diberikan dari pihak lembaga sekolah. Dengan adanya sebuah terobosan baru / inovasi tersebut dapat memacu siswa untuk lebih giat dalam belajarnya dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Hasil Belajar yang baik dapat diciptakan melalui Motivasi Belajar dengan semangat yang baik dengan rasa tanggung jawab, sesuai minat dan disiplin. Motivasi belajar siswa dan inovasi sama-sama dapat mempengaruhi hasil belajar siswa menjadi baik, dengan adanya inovasi yang diberikan dapat mendorong minat dan motivasi siswa dalam belajar, sehingga akan mempengaruhi hasil belajar yang baik bagi siswa. Melalui Motivasi Belajar yang baik, tercipta persepsi antara siswa dan guru unutk bersam-sama mencapai tujuan yakni hasil belajar yang baik pula. SIMPULAN Hasil pengujian hipotesis pengaruh Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar siswa (Y) dengan persamaan regresi = 23,349 0,812 X1, berbentuk linier . aris luru. , yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung= 163,980, skor pada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. = 4,78. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Motivasi Belajar (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Hasil Belajar (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,812 dengan konstanta sebesar 23,349. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Hasil Belajar (Y), maka nilai Motivasi Belajar (X. bertambah sebesar 0,812. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,749, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Motvasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y1= 0,560 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56 %. Sisanya sebesar 44% disumbangkan oleh variabelvariabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y). Hasil pengujian hipotesis pengaruh hubungan fungsional antara Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) siswa dengan persamaan regresi = 23,749 0,827 X2, berbentuk linier . aris luru. , yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung= 153,323, skorpada Ftabel . ,05. =3,07 skor Ftabel . ,01. = 4,78. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Inovasi Organisasi (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Hasil Belajar (Y) diprediksi akan meningkat 0,827 dengan konstanta sebesar 23,749. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Hasil Belajar (Y), maka nilai Inovasi Organisasi (X. bertambah sebesar 0,827. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,738, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y2= 0,545 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 54,5 %. Sisanya sebesar 46,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y). Hasil pengujian hipotesis pengaruh hubungan fungsional antara Motivasi Belajar (X. dan Inovawi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) siswa dengan persamaan regresi = 24,159 1,229 X1 Ae 0,483 X2. Dengan nilai Fhitung sebesar 82,357 dengan skor pada Ftabel . ,05. = 3,07 skor Ftabel . ,01. =4,78. Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y. Berdasarakan perhitungan tersebut diatas 82,357 > 3,07. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. secara bersama- sama berpengaruh terhadap Hasil Belajar siswa SMA Swasta yang beragama Buddha di Kota Denpasar (Y). Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,751, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Motivasi Belajar (X. Inovasi Organisasi (X. secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y1. 2= 0,565 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56,5 %. Sisanya sebesar 44,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y) Secara umum dapat disimpulkan bahwa Motivasi Belajar (X. dan Inovasi Organisasi (X. berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMA swasta beragama Buddha di kota Denpasar. Dari variabel tersebut tidak semerta-merta menjadi faktor utama pada siswa SMA swasta beragama Buddha di kota Denpasar dalam memengaruhi Hasil Belajar, manajemen sekolah harus bisa mengamati faktor lain seperti kesesuaian minat, kepuasan layanan murid, tingkat partisipasi, dan faktor lainnya yang tidak di teliti di dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA