ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 044Ae049 http://dx. org/10. 20527/bpi. Pengujian Statistik Kualitas Batako Bersubstitusi Bonggol Jagung Meriana Wahyu Nugroho1 Susilowati2 1 Program Studi Teknik Sipil. Universitas Hasyim AsyAoari Jombang 2 Program Studi Teknik Sipil. Universitas Kahuripan Kediri AArian. sipilunhasy@gmail. Pemanfaatan bonggol jagung dalam bidang konstruksi terus dikembangkan, bonggol jagung sebagai agregat ringan organik, yang dapat diterapkan sebagai material konstruksi non struktural ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan bonggol jagung terhadap kuat tekan dan ketahanan aus batako. Perlakuan pembuatan batako menggunakan bahan subtitusi bonggol jagung yang dihaluskan hingga mencapai ukuran butir lolos ayakan 0,3 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas batako dengan subtitusi bonggol jagung 5 % didapatkan hasil kuat tekan ratarata sebesar 77. 463 kg/cmA, penambahan 10 % bonggol jagung mendapatkan hasil kuat tekan rata-rata 396 kg/cmA serta 20 % penambahan bonggol jagung diperoleh hasil kuat tekan rata-rata sebesar 85 kg/cmA. Hasil uji ketahanan aus terendah dengan mm/menit. Analisa SPSS, berpengaruh karena hasil signifikansi output SPSS . kuat tekan lebih besar dari . ,084 > 0,. dan hasil signifikansi ( uji . ketahanan aus sebesar 0,838 > 0,05. Mengindikasikan ada pengaruh yang signifikan antara penambahan bonggol jagung terhadap kuat tekan dan ketahanan aus. Kata kunci: Batako. Bonggol Jagung. Desain Eksperimen. Kuat Tekan. Ketahanan Aus. Uji-T. Diajukan: 7 September 2022 Direvisi: 9 Desember 2022 Diterima: 1 Maret 2023 Dipublikasikan online: 3 Maret 2023 Pendahuluan Ketersediaan bonggol jagung akan semakin banyak terutama saat memasuki musim panen. Bonggol jagung yang tidak dimanfaatkan umumnya akan dibakar, namun opsi ini tidak berkonstribusi pada dunia yang lebih ramah lingkungan. Limbah bonggol jagung yang dihasilkan masyarakat, dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan tambah dalam pembuatan material konstruksi bangunan. Oleh karena itu, pemanfaatan dan bagaimana cara mengolah bonggol jagung supaya bisa menjadi bahan yang mempunyai nilai tambah dan bisa dijadikan salah satu bentuk usaha untuk menaikkan perekonomian masyarakat. Bonggol jagung yang diolah sebagai subtitusi dalam pembuatan batako dapat menjadi alternatif bahan bangunan yang ramah lingkungan (Hongthong et al. , 2. , (Abdullah & Lee, 2. , (Shao et al. , 2. , (Selvan & Asha, 2. Dari segi karakteristik, bonggol jagung yang digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan batako, juga memiliki penyerapan suara yang baik. Sehingga, batako dengan subtitusi agregat bonggol jagung layak digunakan sebagai penghalang akustik (Oancea et al. , 2. Kandungan senyawa kimia bonggol jagung secara umum mengandung banyak serat kasar yang berupa selulosa, hemiselulosa, lignin dan silika(Andika, 2. Prosentase dari penambahan bonggol jagung sebesar 2,5 %, 5 % dan 10 %, pada uji 28 hari didapatkan hasil kuat tekan rata-rata 31,6 Kg/mA (Hongthong et al. Selain itu, material bahan kontruksi dengan menggunakan bonggol jagung, memiliki karakteristik isolasi termal yang baik (Hongthong et al. , 2. , (Shao et al. , 2. Material konstruksi campuran ini memiliki daya serap air yang baik (Hongthong et al. , 2. , (Shao et al. , (Selvan & Asha, 2. Semakin banyak bonggol jagung yang digunakan sebagai bahan subtitusi penyusun batako, maka semakin rendah massa jenis batako (Hongthong et al. , 2. , (RifaAoi et al. , 2. Nilai kuat lentur dari beberapa penelitian diperoleh dengan hasil terendah dari 1,7 MPa sampai dengan hasil tertinggi 7,8 MPa. Dari hasil kuat lentur tersebut, ditunjukkan bahwa batako berbahan bonggol jagung memiliki nilai kuat lentur yang baik (Abdullah & Lee, 2. , (Shao et al. , 2. Pemanfaatan bonggol jagung dalam bidang konstruksi maupun material bangunan dapat terus Bonggol jagung sebagai agregat ringan organik yang mungkin diterapkan untuk material kontruksi non struktural (Shao et al. , 2. , (Selvan & Asha, 2. , (Gradinaru et al. , 2. , (Faustino et al. Bonggol jagung juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk dinding partisi ringan, pelapis langit langit dan furniture (Gradinaru et , 2. , (Selvan & Asha, 2. Cara mensitasi artikel ini: Meriana W. Susilowati . Pengujian Statistik Kualitas Batako Bersubstitusi Bonggol Jagung. Buletin Profesi Insinyur 6. BPI, 2023 | 44 Buletin Profesi Insinyur 6. 044Ae049 http://dx. org/10. 20527/bpi. Pada penelitian ini faktor yang digunakan yaitu semen, pasir, bonggol jagung dan lama pengadukan. Dari beberapa faktor tersebut, peneliti berharap dalam melakukan mix design eksperimen Taguchi, dapat mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kuat tekan dan daya serap bunyi batako dan menghasilkan kombinasi dan komposisi yang optimal. Sehingga desain eksperimen Taguchi pada batako berbahan tambah bonggol jagung, diharapkan mampu menciptakan inovasi baru pada batako yang bersifat ramah lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomis pada bonggol jagung. Gambar 1 memperlihatkan bonggol jagung sebelum dan sesudah dihaluskan. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data yang berdistribusi normal, sedangkan uji t dilakukan untuk mengetahui signifikansi hasil dari uji kuat tekan dan ketahanan aus (Nursandah et al. , 2. , (Amelia & Amalia, 2. , (Irwanto & Irmawan, 2. , (Nursandah et al. , 2. ,(Kusuma & Adh, 2. , (Mushtofa & Purnomo, 2. Gambar 1. Bonggol Jagung sebelum dan sesudah Metode Metode penelitian yang digunakan ialah metode Metode Taguchi pertama kali diciptakan oleh Dr. Genichi Taguchi pada tahun 1949 saat mendapat tugas untuk memperbaiki sistem komunikasi ISSN 2654-5926 di Jepang. Metode Taguchi adalah metodologi baru dalam bidang Teknik yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh serta diperoleh setting level komposisi yang optimal (Soejanto, 2. Desain eksperimen Taguchi dibagi menjadi tiga tahap utama yang mencakup semua pendekatan eksperimen. Tiga tahap tersebut adalah(Soejanto, 2. Tahap Perencanaan Tahap Perencanaan merupakan tahap terpenting. Seorang peneliti akan belajar berbagai hal dari beberapa eksperimen, kadangkala informasi yang diperoleh dari eksperimen akan positif dan juga Tahap Pelaksanaan Jika eksperimen terencana dan terlaksana secara baik, analisa akan jauh lebih mudah dilakukan dan akan menghasilkan informasi positif tentang faktor dan Tahap Analisa Tahap Analisa merupakan tahap yang tingkat kepentingannya paling kecil dalam kaitannya dengan apakah ekperimen akan memperoleh hasil yang Namun, fase ini paling bersifat statistik. Karena keterlibatan statistiknya paling besar, tahap analisa umumnya merupakan tahap yang paling kurang dimengerti oleh ahli produk atau proses. Kuat tekan dan keausan batako ini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah sebagai berikut : Material Faktor yang mempengaruhi kuat tekan dan ketahanan aus batako pada faktor material yaitu semen, bonggol jagung, pasir dan air. Lingkungan Faktor yang mempengaruhi kuat tekan dan ketahanan aus batako pada faktor lingkungan yaitu suhu ruangan dan kelembaban. Operator Faktor yang mempengaruhi kuat tekan dan ketahanan aus batako pada faktor operator yaitu kemampuan, pengalaman, dan pendidikan. Metode Faktor yang mempengaruhi kuat tekan dan ketahanan aus batako pada faktor metode yaitu pengisian, lama perendaman, kecepatan memasukkan cetakan dan lama pengeringan. Prosentase penambahan bonggol jagung yang digunakan sebesar 5 %, 10 % dan 20 %(Ardinal et al. , (Hongthong et al. , 2. , (Abdullah & Lee, 2. Pada eksperimen ini bonggol jagung sebelumnya dihaluskan terlebh dahulu, hingga lolos ayakan 0,3 cm. Batako dengan ukuran 10 x 15 x 30 cm yang digunakan sebagai spesimen uji. Perawatan benda uji dilakukan selama 28 hari. Setelah itu dilakukan pengujian kuat tekan dan uji ketahanan aus (Gambar . Dari hasil pengamatan penelitian terhadap batako yang diuji, diharapkan dapat mengetahui pengaruh penambahan bonggol jagung terhadap kuat tekan dan ketahanan aus Tahapan-tahapan penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar 3. BPI, 2023 | 45 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 044Ae049 http://dx. org/10. 20527/bpi. Gambar 2. Uji kuat tekan batako dan Uji ketahanan aus batako Gambar 3. Diagram Alir Hasil dan Pembahasan Perencanaan campuran bahan penyusun batako (Mix Desig. seperti yang tertera pada Tabel 1. Tabel 1. Perbandingan Komposisi Bahan Penyusun Batako Perbandingan Komposisi Variasi Bahan Penyusun Batako Perbandingan Benda Bonggol Uji Semen Pasir Jagung Pada penelitian ini, digunakan perbandingan 1:4 pada penambahan 5% bonggol jagung, perbandingan 2:5 pada penambahan 10% bonggol jagung dan perbandingan 3:6 dengan penambahan 20% bonggol jagung. Sedangkan perhitungan per kubik bahan penyusun batako adalah seperti terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. Perhitungan per kubik bahan penyusun batako Variasi Komposisi Bahan Penyusun Batako (K. Benda Uji Semen Pasir Bonggol Jagung 285,71 642,86 71,42 333,33 533,33 133,33 Perhitungan per kubik bahan penyusun batako dengan 3 variasi benda uji yaitu 5% komposisi 200 kg semen, 760 kg pasir, 40 kg bonggol beton. Variasi benda uji 10 % dengan komposisi 285,71 kg semen, 642,86 kg pasir, 71,42 kg bonggol jagung. Variasi benda uji 20 % dengan komposisi BPI, 2023 | 46 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. 044Ae049 http://dx. org/10. 20527/bpi. 333,33 kg semen, 533,33 kg pasir dan 133,33 kg bonggol Hasil uji kuat tekan dan uji ketahanan aus batako seperti terlihat pada Tabel 3. Nilai kuat tekan yang dihasilkan dari batako berbahan bonggol jagung dengan subtitusi 5 %, didapatkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 77,4 kg/cmA. Didapatkan hasil kuat tekan rata-rata sebesar 50,4 kg/cmA pada penambahan bonggol jagung 10 %. Sedangkan sampel batako dengan subtitusi bonggol jagung 20 %, diperoleh hasil kuat tekan rata-rata sebesar 42,9 kg/cmA. Dari ketiga variasi prosentase penambahan bonggol jagung pada pembuatan batako tersebut yang memenuhi standar mutu SNI 03-0349-1989 yaitu variasi 5 % yang tergolong mutu II dan variasi 10 % serta 20 % tergolong mutu i seperti terlihat pada Gambar 4. Sampel batako dengan komposisi penambahan bonggol jagung 5 %, mendapatkan nilai ketahanan aus rata-rata 0,0024 mm/menit. Komposisi 10 % sebesar 0,0021 mm/menit. Dan kompoisi 20 % diperoleh 0,0042 mm/menit. Dengan hasil yang didapatkan dari ketiga variasi tersebut, masih belum memenuhi standar, karena hasil uji rata-rata ketahanan aus terendah dengan nilai di bawah dari standar minimum SNI 03-0691-1996 yaitu dengan nilai rata-rata 0,0021 mm/menit. Hasilnya diperlihatkan pada Gambar 5. Uji Statistik Batako Uji Normalitas kuat tekan Hasil uji normalitas pada uji kuat tekan batako diumur 28 hari, dengan jumlah benda uji sebanyak 18 sampel, menunjukkan hasil sig pada shapiro-wilk . lebih besar dari . , maka data tersebut berdistribusi normal (Tabel Uji T Dari hasil uji T didapatkan nilai signifikansi p value > dari nilai . , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penambahan bonggol jagung pada hasil uji kuat tekan, dimanan semakin tinggi nilai kuat tekan yang dihasilkan maka semakin baik mutu yang diperoleh (Tabel . Uji Normalitas ketahanan aus Berdasarkan pada Tabel 6, diketahui nilai sig sebesar 0. sedangkan = 0. 05 nilai signifikansi > maka untuk data dikatakan terdistribusi normal. Tabel 3. Hasil uji kuat tekan dan ketahanan aus Benda Uji B10 B11 B12 B13 B14 B15 B16 B17 B18 Penambahan Force Pressure . N) Kuat Tekan . g/cmA) Bonggol Jagung Rerata Kuat Tekan Ketahanan aus m/meni. Rerata Ketahanan aus Gambar 4 Grafik Pengujian Kuat Tekan Batako BPI, 2023 | 47 Buletin Profesi Insinyur 6. 044Ae049 http://dx. org/10. 20527/bpi. ISSN 2654-5926 Gambar 5 Grafik Pengujian Aus Batako corncob and coconut Coir. Procedia Engineering, 180, 1266Ae1273. https://doi. org/10. 1016/j. Amelia. , & Amalia. Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton. Jurnal Talenta Sipil, 4. , 225Ae235. https://doi. org/10. 33087/talenta Tabel 5. One sample T test kuat tekan Test Value = 5. Ardinal. Wirni. , & Haryati. Pengaruh Mean 95% CL Penambahan Limbah Tongkol Jagung untuk Pembuatan df Sig. -taile. Difference Lower Upper Batu Bata Ringan. Jurnal Litbang Industri, 10. , 39Ae45. 090222 -1,228 1,409 Faustino. Silva. Pinto. Soares. Cunha. & Soares. Lightweight concrete masonry units based on processed granulate of corn cob as aggregate. Tabel 6. Uji Normalitas ketahanan aus batako Materiales de Construccion, 65. Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Gradinaru. Barbuta. Ciocan. Antohie. , & Statistic df Sig. Statistic df Sig. Babor. The effects of sodium silicate on corn 167 18 0. cob aggregates and on the concrete obtained with these agricultural waste The effects of sodium silicate on corn cob aggregates and on the concrete obtained with these Uji T ketahanan aus agricultural waste. IOP Conference Series: Material Dari hasil uji T dengan signifinasi . -taile. Science and Engineering, 1Ae8. https://doi. org/10. lebih besar dari nilai . , sehingga diketahui bahwa 1757-899X/399/1/012021 penambahan bonggol jagung pada pembuatan batako. Hongthong. Pongtornkulpanich. , & Chawna. memiliki pengaruh pada hasil uji ketahanan aus (Tabel . Determination of Properties and on Heat Transfer Rate Tabel 7. One sample T test ketahanan aus through building boundary of Corn Cob Cement Material Test Value = 0. for Assessing Applying the feasibility using the heat to be of Construction Material. Energy Procedia, 138, 217Ae Sig. - Mean 95% CL https://doi. org/10. 1016/j. Difference Lower Upper 208 17 0. 00096 Irwanto. , & Irmawan. Pengaruh Pemanfaatan Limbah Kulit Kerang Bambu Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Penggunaan Kesimpulan Agregat Kasar Madura. Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan Secara statistik hasil dari uji normalitas pada kuat tekan dan Dan Rekayasa Sipil, 04. , 21Ae26. ketahanan aus dikatakan berdistribusi normal, karena hasil Kusuma, , & Adh. Pemanfaatan Serbuk Batu siginifikan dari kuat tekan dan ketahanan aus lebih besar Pecah Untuk Campuran Paving Block Dengan dari nilai 0. Dan hasil kuat tekan pada uji T dengan nilai Menggunakan Variasi Berat Tumbukan (Ditinjau Dari signifikansi . lebih besar dari . 084 > 0. Kuat Tekan Dan Daya Serap Ai. Au MITSU Ay Media sehingga dapat disimpulkan bahwa bonggol jagung memiliki Informasi Teknik Sipil UNIJA, 5. , 1Ae5. pengaruh terhadap hasil uji kuat tekan dengan semakin Mushtofa. Purnomo, . Pengaruh Penambahan tinggi nilai kuat tekan yang dihasilkan maka semakin optimal Limbah Serbuk Kaca Sebagai Pengganti Sebagian mutu yang diperoleh. Serta nilai signifikansi pada ketahanan Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton. DAoTeksi, 5. , aus juga lebih besar dari . 838 > 0. , dimana 49Ae60. penambahan bonggol jagung juga berpengaruh pada hasil Nursandah. Rifaldi. , & Farichah. Pengaruh ketahanan aus. Air Payau Terhadap Kuat Tekan Beton. AGREGAT, 7. 621Ae629. Referensi