CASSOWARY volume 9. : April 2026: 22 - 28 ISSN : 2614-8900 E-ISSN : 2622-6545 AProgram Pascasarjana Universitas Papua, https://pasca. Pengujian Kualitas Air Minum Isi Ulang (AMIU) dan Higiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Quality Assay of Refillable Drinking Water and Hygiene Sanitation of the Refillable Drinking Water Depot in Manokwari Regency West Papua Province Rosmawati1. Vera Sabariah 1,2*. Febriza Dwiranti1,3. Syafrudin R. Zain1,2 Program Studi S2 Ilmu Lingkungan. Program Pasca Sarjana Universitas Papua. Manokwari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Papua. Manokwari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua. Manokwari *Email: v. sabariah@unipa. Disubmit: 23 Juli 2023, direvisi: 27 April 2026, diterima: 29 April 2026 Doi : 10. 30862/casowary. ABSTRACT : Refillable Drinking Water (AMIU) is water that has been specially treated through the process of filtration, distillation and irradiation using ultraviolet light. This study aims to determine the quality of refillable drinking water produced by the Refillable Drinking Water Depot (DAMIU) in Manokwari Regency based on the quality standard of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 Tahun 2023. The study was conducted in March-April 2023, and the method used was quantitative descriptive. Refillable drinking water samples were obtained by purposive sampling of 20 samples from 5 District areas in Manokwari Regency. The results of drinking water quality tests for physical, chemical and microbiological parameters were 3 DAMIU water samples from 20 DAMIUs that did not in accordance with the chemical requirements . hromium content 0. 06 mg / L and nitrite 3. 5 mg/L), and there were 2 DAMIU water samples that did not suit to the microbiological requirements (E. coli 17/100mLto 979 / 100 ml samples and total coliform 17/100ml to 60 / 100ml sample. Keywords: Refillable Drinking Water (AMIU). Refillable Drinking WaterDepot (DAMIU), quality, hygiene sanitation. Manokwari PENDAHULUAN Ketersediaan air bersih dan kebutuhan air minum yang berkualitas merupakan bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah Saat ini, air minum isi ulang (AMIU) merupakan kebutuhan masyarakat umum setiap hari. Untuk melindungi masyarakat . secara umum, diperlukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap air minum tersebut. Salah satu bentuk pendayagunaan air minum adalah untuk melindungi masyarakat agar tetap sehat yaitu dengan melakukan pemeriksaan dan pengamatan kualitas AMIU. Adapun AMIU diproduksi oleh Depot AMIU (DAMIU) yaitu suatu usaha industri, yang pengelolaannya mengerjakan/ menggunakan CASSOWARY volume 9. : April 2026: 22 - 28 air sebagai bahan pokok menjadi air minum kemasan isi ulang (Ismayanti dkk, 2. Air minum yang aman untuk kesehatan adalah air yang menyanggupi dan dapat memenuhi syarat fisik, kimia, mikrobiologis serta radiologi. Persyaratan tersebut terdapat pada lampiran PermenKes RI No. 2 Tahun 2023 sebagai persyaratan Baku Mutu Air Minum yang harus diikuti oleh semua memproduksi air minum. Di Kabupaten Manokwari (Papua Bara. , dengan luas wilayah 3. 168,28km2 dan jumlah penduduk 192. 633 orang (BPS, 2. terdapat A25 DAMIU yang menyediakan air minum isi ulang. Jika diasumsikan tingkat konsumsi air minum rata-rata adalah 2,1-2,8 liter/orang/hari, maka diperlukan 404. 529,539. 372 Liter air/hari. Bersamaan dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka keperluan air juga meningkat, terutama air yang digunakan untuk minum. Saat ini diketahui terdapat 89 DAMIU di Kabupaten Manokwari yang memproduksi air isi ulang untuk masyarakat umum dan tersebar di beberapa distrik. Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari tahun 2021 melaporkan bahwa dari 10 jenis penyakit yang banyak terjadi di masyarakat setempat, ternyata penyakit diare merupakan jenis penyakit yang terbanyak . ,30%) diderita warga. Diare merupakan penyakit berbasis kondisi lingkungan diantaranya disebabkan tidak tersedianya air bersih, kurangnya sarana kebersihan, ataupun kondisi kebersihan perseorangan, maupun lingkungan (Kurniawati et al, 2. Saat ini di Manokwari ketersediaan air bersih secara komunal yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat masih terbatas, demikian juga sarana penunjang air bersih untuk semua warga belum cukup tersedia. Oleh karena air minum merupakan kebutuhan pokok dan selalu dicari, maka beberapa tahun terakhir ini usaha DAMIU di Kabupaten Manokwari juga semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk . menganalisis kualitas air minum isi ulang (AMIU) yang diproduksi oleh DAMIU yang ada di Kabupaten Manokwari, meliputi parameter fisika, kimia, dan mikrobiologis (E. coli dan total colifor. , . mengetahui kondisi higiene sanitasi DAMIU. MATERI DAN METODE Tempat dan Waktu Tempat penelitian adalah Kabupaten Manokwari meliputi 20 DAMIU, terdiri dari 14 DAMIU yang berlokasi di Distrik Manokwari Barat sebagai pusat kegiatan, 1 DAMIU berlokasi di Distrik Manokwari Timur, 2 DAMIU di Distrik Manokwari Selatan, 2 DAMIU di Distrik Prafi dan 1 DAMIU di Distrik Sidey (Gambar . Penelitian ini dilakukan pada bulan MaretApril 2023, dan analisis kualitas fisik kimia dan mikrobiologis air sampel dilakukan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari. Gambar 1. Lokasi Pengambilan Sampel Air dari DAMIU CASSOWARY volume 9. : April 2026: 22 - 28 Metode Penelitian ini menggunakan metode memperlihatkan hasil pengumpulan data kuantitatif yang diperoleh. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 20 sampel air dari DAMIU. Variabel yang diamati meliputi parameter fisik dilakukan secara visual . au, ras. sedangkan suhu, warna, kekeruhan dan TDS mengikuti metode sesuai SNI. Parameter kimia yang diuji . lorida, kromium, nitrat, nitrit, pH, besi, sulfat, tembaga, dan chlorin. , menggunakan Metode Standar 2005 untuk pemeriksaan air dan SNI. Pengujian parameter mikrobiologis (E. dan total colifor. dilakukan dengan menghitung metode MPN atau angka yang paling mungkin (SNI 01-2332. 1, 2. Penilaian higiene dan sanitasi DAMIU dilakukan dengan mengisi formulir lampiran Permenkes RI Nomor 43/2014, jika perolehan total nilai Ou70 dinyatakan laik fisik dan harus didukung oleh kualitas fisik kimiawi mikrobiologis yang memenuhi syarat mutu. Analisis data Data hasil pengujian sampel air yang diperoleh ditabulasikan, dan dibandingkan dengan standar baku mutu air minum yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia PermenKes RI No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, dan perhitungan higiene sanitasi DAMIU. HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Fisik Kimia Mikrobiologis Air Minum Pengujian parameter fisik pada 20 sampel air DAMIU memperlihatkan hasil bahwa seluruh sampel air memenuhi Tabel 1. Hasil Uji Parameter Fisika (PermenKes RI No. 2 Tahun 2. KADAR MAKSIMUM YANG DIPERBOLEHKAN Bau Tidak Berbau Rasa Tidak Berasa Suhu A3AC Warna 15 TCU Kekeruhan 5 NTU TDS 500 mg/L PARAMETER Keterangan : DAMIU TB = Tidak Berbau TR = Tidak Berasa Peraturan Menteri Kesehatan Republik PermenKes RI No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kualitas air sampel semuanya tidak berbau dan dan tidak berasa, sedangkan suhu sesuai standar dan berada pada kisaran A2,0Ae2,90C (Tabel . Parameter warna pada semua sampel air minum isi ulang menunjukkan tidak melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan, yaitu kisaran 0Ae4,5 TCU (True Color Uni. Dua puluh sampel air DAMIU yang diuji kesemuanya berada dibawah nilai ambang batas O5 NTU, demikian juga TDS berkisar CASSOWARY volume 9. : April 2026: 22 - 28 10-285 mg/L, masih dibawah batas yang diberikan yaitu 500mg/L. Dilaporkan bahwa di daerah lainnya, bahwa air minum isi ulang masih memenuhi baku mutu terutama parameter fisik yaitu tidak tidak berwarna, kekeruhan dan TDS (Marpaung dan Marsono, 2. , parameter kekeruhan dari air minum isi ulang tidak melebihi 5 NTU, yaitu berkisar 0,4 Ae 3,4 NTU, demikian juga TDS tidak melebihi ambang baku mutu kualitas air minum, yaitu berkisar 21 Ae 385mg/l. Hal ini masih sesuai syarat Permenkes Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Tabel 2. Hasil Uji Parameter Kimia (PermenKes RI No. 2 Tahun 2. KADAR MAKSIMUM YANG DIPERBOLEHKAN Florida 1,5 mg/l 0,05 0,14 0,14 1,03 1,03 0,04 0,03 0,23 0,21 0,32 0,02 0,02 0,01 0,10 0,04 Kromium 0,05 mg/l 0,03 0,03 0,15 0,06 0,01 0,01 0,05 0,01 0,02 0,02 0,05 0,04 0,11 0,04 0,21 Nitrat 50 mg/l 1,85 0,75 1,25 2,05 3,45 1,75 1,85 1,85 1,05 1,75 Nitrit 3 mg/l 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 6,5-8,5 8,27 8,44 7,89 7,51 7,26 8,45 7,68 6,96 7,61 8,15 8,45 7,57 Besi 0,3 mg/l 0,02 0,01 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,04 0,04 0,02 0,015 0,01 0,03 0,02 0,01 Sulfat 250 mg/l Tembaga 2 mg/l 0,06 0,05 0,05 0,05 0,04 0,03 0,03 0,04 0,03 0,02 0,02 0,06 0,06 0,02 0,05 0,05 0,05 0,05 0,04 Clorine 5 mg/l 0,02 0,03 0,01 0,01 0,03 0,02 0,02 0,03 0,05 0,02 0,04 0,03 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 0,01 0,03 0,02 PARAMETER DAMIU Keterangan : Tidak memenuhi syarat Uji kimiawi dari air minum isi ulang yang ada di DAMIU Kabupaten Manokwari (Tabel . , memperlihatkan bahwa ke 20 sampel air minum isil ulang yang diuji memiliki kandungan florida, nitrat, besi, sulfat, tembaga dan chlorine dan parameter pH memenuhi syarat baku air minum dari Permenkes Republik Indonesia No. 2 Tahun Hasil menunjukkan adanya sampel air dari 1 DAMIU dengan kadar Kromium (C. yang melebihi batas maksimum diperbolehkan yaitu DAMIU 5 sebesar 0,06 mg/L (Tabel . Kromium atau Cr merupakan logam yang larut dalam air dan dapat bereaksi dengan Dampak akumulasi kromium di dalam tubuh dapat mengakibatkan kanker usus dan gangguan pencernaan atau peradangan pada saluran pencernaan (Ismayanti et al. Selain itu, apabila kromium terdapat dalam jumlah melebihi persyaratan dapat mengakibatkan gangguan paru-paru, kemandulan pada pria dewasa dan pengeroposan pada tulang. Selanjutnya dari 20 sampel yang diuji, ditemukan 2 DAMIU (Tabel 2, sampel 8 dan . dengan kandungan Nitrit (NO. melebihi batas maksimum yang diperbolehkan Nitrit bersifat toksik karena dapat bereaksi dengan menyebabkan oksigen tidak dapat di angkut oleh darah, atau menyebabkan kanker. Nitrat (NO3 ) dan Nitrit (NO2 ) merupakan ion anorganik yang alami dan merupakan bagian dari siklus nitrogen (Rosita, 2. CASSOWARY volume 9. : April 2026: 22 - 28 Dikemukakan pula oleh Ardhaneswari dan Wispriyono . bahwa senyawa Nitrit yang masuk ke dalam tubuh manusia dalam konsentrasi yang tinggi dapat mempengaruhi proses haematologi dan neurologis. Sisca . melaporkan bahwa air minum isi ulang yang diamatinya pada 4 DAMIU selama 8 minggu berturut-turut memperlihatkan kandungan nitrat berkisar antara 1,0671- 26,5811mg/L, dan ada perubahan peningkatan kadar nitrat seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Meskipun demikian, hasil yang diperolehnya masih sesuai dengan standar baku mutu Menteri Kesehatan RI yaitu ambang batas kandungan nitrat pada air minum yaitu 50mg/L, atau sampel air uji tersebut masih berada dibawah ambang batas yang telah Lebih jauh disebutkan bahwa proses penyaringan dan sumber air baku juga mempengaruhi kualitas air minum isi ulang tersebut (Sisca, 2. Tabel 3. Hasil Uji Parameter Mikrobiologi (PermenKes RI No. 2 Tahun 2. PARAMETER Total Coliform KADAR MAKSIMUM YANG DIPERBOLEHKAN 0 / 100 ml sampel 0 / 100 ml sampel DAMIU Ou 979 Keterangan : Tidak memenuhi syarat Uji mikrobiologis air minum isi ulang di Kabupaten Manokwari (Tabel . , memperlihatkan 2 . ampel 6 dan sampel . dari 20 sampel DAMIU yang diuji tidak memenuhi syarat baku mutu. Pada sampel air minum tersebut ditemukan kandungan bakteri E. coli (Ou 979/100mL dan 17/100mL) dan total Coliform . /100mL dan 17/100mL) . Padahal telah ditetapkan kriteria kualitas air minum secara mikrobiologis, melalui Permenkes Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 bahwa air minum tidak diperbolehkan mengandung bakteri coliform dan E. Agustina . menyebutkan bakteri Escherichia coli merupakan flora normal yang berada disaluran cerna, namun dapat ditemukan juga didalam air karena adanya kontaminasi dari feses manusia maupun hewan dan dapat bersifat patogen sehingga Coliform merupakan kelompok bakteri gram negatif yang apabila ditemukan di dalam minuman atau makanan menunjukkan adanya mikroba bersifat enteropatogenik dan atau toksigenik yang berbahaya bagi tubuh (Agustina, 2. Rahmiati . melaporkan bahwa 2 dari 5 sampel air minum yang ditelitinya adalah positif mengandung coliform. Bakteri Eschericia coli merupakan indikator kebersihan dan kemanan konsumsi air Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas produk air minum selain bahan baku, adalah operator dan penanganan kebersihan di dalam DAMIU. Dewanti dan Sulistyorini . menyampaikan hasil pemeriksaan sampel pada air baku dari 6 DAMIU ternyata semua sampel menunjukkan adanya E. coli, dan setelah melalui proses pengolahan terdapat 2 depot tidak memenuhi syarat. Selanjutnya disebutkan insidens kejadian diare pada konsumen yaitu 16% (Dewanti dan Sulistyorini, 2. Demikian juga yang dikemukakan oleh Marhamah dkk. bahwa 3 dari 6 sampel air DAMIU yang diuji menunjukkan hasil bakteriologis berkisar dari 0/100mL sampai 550/100mL Hal ini dapat terjadi karena adanya kontaminasi pada waktu penyimpanan maupun faktor higiene sanitasi peralatan pencucian dan mesin yang CASSOWARY volume 9. : April 2026: 22 - 28 Higiene Sanitasi DAMIU Layak tidaknya DAMIU ditentukan Pengamatan terhadap 20 DAMIU di Kabupaten Manokwari menunjukkan bahwa 3 DAMIU . %) memperoleh skor Ou70 atau disebut layak, sedangkan 17 DAMIU . %) hanya mendapat skor O70 (Gambar . Score Hygiene Sanitasi >70% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314151617181920 Depot Air Minum Isi Ulang yang di Survey Gambar 2. Skor hygiene sanitasi DAMIU di Manokwari Sebaliknya Randang et al . menyebut-kan DAMIU yang diamatinya di Manado terdapat 22,2% yang belum layak dan 77,8% memenuhi persyaratan hygiene Tempat yang memadai, peralatan yang dipakai, kondisi penjamah dan kualitas air baku yang dipakai dan air minum yang dihasilkan, adalah merupakan bagian untuk pemenuhan persyaratan penyediaan air minum isi ulang. Banyaknya DAMIU di Kabupaten Manokwari dengan skor O70 harus menjadi perhatian instansi terkait karena dapat mempengaruhi kualitas AMIU yang dihasilkan. KESIMPULAN Kualitas fisik air minum yang di produksi oleh 20 DAMIU di Kabupaten Manokwari pada umumnya memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai dengan Permenkes Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. DAMIU yang memenuhi syarat untuk kualitas kimiawi sebanyak 17 depot, dan 3 DAMIU yang tidak memenuhi syarat Permenkes Republik Indonesia No. 2 Tahun -DAMIU yang memenuhi syarat untuk kualitas mikrobiologis sesuai Permenkes Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 sebanyak 18 depot, dan 2 DAMIU yang tidak memenuhi syarat. Higiene sanitasi DAMIU yang memenuhi syarat ada 3 depot, sedangkan 17 depot disarankan harus memperbaiki depotnya diantaranya kondisi tempat, peralatan, penjamah dan kualitas air. DAFTAR PUSTAKA