ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA/I KELAS Vi SMPN 28 BATAM TAHUN 2023 Malahayati Rusli Bintang1. Mariaman Tjendera2. Sinta Tri Wulandari3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, bintang@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, mariamantjendera@gmail. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sinta. tri13@gmail. ABSTRACT Background: Learning concentration is the ability to focus the mind on something without being influenced by the surrounding circumstances. Learning concentration is influenced by two factors, namely internal and external. Breakfast habits and physical activity are included in the internal factors of learning concentration. The purpose of this study was to determine the relationship between breakfast habits and physical activity with the concentration of learning students of grade Vi SMPN 28 Batam. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population of this study was class Vi students at SMPN 28 Batam as many as 292 people. The study sample was taken from as many as 72 people with purposive techniques. Data on breakfast habits and physical activity were obtained by questionnaire and study concentration using the Stroop test. The data were analyzed using the chiAesquare test. Results: Breakfast habits respondents had good breakfast habits by 82. The frequency of physical activity of respondents was categorized at a moderate physical activity level of 45. The frequency of respondents' learning concentration obtained balanced results between good and bad concentration by 50%. The results of the chi-square test obtained p value = 0. 525 for the relationship between breakfast habits with learning concentration, and the relationship between physical activity with learning concentration obtained p value = 0. Conclusion: There is no significant relationship between breakfast habits and physical activity of grade Vi students of SMPN 28 Batam. Keywords: Concentration. Breakfast Habits. Physical Activity ABSTRAK Latar Belakang: Konsentrasi Belajar merupakan kemampuan untuk memfokuskan pikiran pada suatu hal tanpa dipengaruhi oleh keadaan sekitar. Konsentrasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik termasuk kedalam faktor interal konsentrasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar siswa/i kelas Vi Smpn 28 Batam. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa/i kelas Vi di SMPN 28 Batam sebanyak 292 orang. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 72 orang dengan Teknik purposive. Data Kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik diperoleh dengan kuisioner dan konsentrasi belajar menggunakan stroop test. Data dianalisis menggunakan uji chi Ae square. Hasil: Kebiasaan Sarapan responden memiliki kebiasaan sarapan baik sebesar 82,4%. Frekuensi aktivitas fisik responden dikategorikan dalam tingkat aktivitas fisik sedang sebesar 45,6%. Frekuensi konsentrasi belajar responden didapatkan hasil yang seimbang antara konsentrasi baik dan buruk sebesar 50%. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p value = 0,525 untuk hubungan kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar, hubungan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajr diperoleh nilai p value = 0,084. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik siswa/i kelas Vi SMPN 28 Batam. Kata Kunci: Konsentrasi. Kebiasaan Sarapan. Aktivitas Fisik Universitas Batam Batam Batam Page 484 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 PENDAHULUAN Kesuksesan dalam suatu negara dapat tercapai melalui Pendidikan yang bermutu. Adapun pengembangan Pendidikan yang bermutu terdiri dari beberapa faktor, salah satunya adalah konsentrasi belajar. Konsentrasi belajar merupakan suatu perilaku dalam memfokuskan pikiran atau memperhatikan suatu hal yang akan dipelajari (Avian . , dalam penelitian Yusmaini. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wood, 2007 mengatakan bahwa 20% dari 100% anak sekolah di Indonesia mengalami gangguan konsentrasi belajar Hasil studi Progres in International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun The International Assosiation Evaluation of Educational Achievment (IEA) yang terdiri dari 45 negara, baik negara berkembang maupun negara maju, mendapatkan hasil yang menyatakan bahwa konsentrasi peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke 41 termasuk kedalam kategori konsentrasi buruk (Destami, 2. Kesulitan dalam berkonsentrasi dapat memberikan pengaruh buruk pada siswa. Hal ini dapat menyebabkan siswa emosianl, dan hambatan penyesuaian diri pengembangan akademik dan prestasinya. Dampak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, kuis, ulangan sehingga mempengaruhi nilai akdemis. Hal ini menyebabkan siswa mendapatkan nilai akademis yang baik. Universitas Batam Batam Batam namun hal ini juga dapat berdampak stress (Dwi A, 2. Konsentrasi belajar dipengaruhi oleh 2 faktor, antara lain faktor internal dan Faktor merupakan gangguan yang berasal dari diri sendiri seperti psikologis dan fisiologis. Aktivitas fisik dan kebiasaan sarapan termasuk kedalam faktor fisiologis. Aktivitas fisik menjadi salah satu hal penting dalam peningkatan aliran darah dan saturasi oksigen di dalam otak sehingga mempengaruhi area kognitif yang berkaitan dengan konsentrasi (Damayanti. S, 2. Aktivitas fisik seseorang dapat terganggu apabila tidak melakukan kebiasaan sarapan. Sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum memulai aktivitas. Sarapan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi dalam sehari (Basuki. J, 2. Kebutuhan gizi yang terpenuhi dapat membantu pertumbuhan fisik, pertumbuhan otak dan kemampuan kerja otak sehingga mempengaruhi konsentrasi belajar (Ethasari. K . Berdasarakan penelitian terdahulu bahwa terdapat hubungan signifikan antara olahraga dengan konsentrasi belajar (Sadayanti, 2. dan penelitian lain yang dilakukan oleh Lestari A. P . menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar siswa kelas 5 Ae 6 SDN manduro kabuh. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian tentnag AuHubungan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar di SMPN 28 BatamAy Page 485 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023, berlokasi di SMPN 28 Batam. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan pendekatan cross Ae Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 72 orang. Metode kuisioner kebiasaan sarapan. IPAQ . nternational Physycal Activity Questionnar. dan stroop test untuk Analisis menggunakan SPSS dengan uji chi Ae Terdapat 3 jenis analisis data Analisis karakteristik setiap variable penelitian. Analisis bivariat bertujuan untuk melihat hubungan anatar dua variable, yaitu menggunakan uji Chi Ae Square yang dilakukan secara komputerisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang didapat dari SMPN 28 Batam dengan total responden 68 orang. Pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Juni 2023. Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Usia Sampel Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Usia . Total Frekuensi . Universitas Batam Batam Batam Persentase (%) Tabel 2 Distribusi Jenis Kelamin Sampel Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi . Persentase (%) Distribusi karakteristik responden berdasarkan usia dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 1 dan table 2. Table 1 menunjukan bahwa jumlah responden lebih banyak pada usia 14 tahun . ,8%), usia 13 tahun sebanyak 3 orang . ,4%), usia 15 tahun sebanyak 24 orang . ,3%) dan usia 16 tahun sebanyak 1 orang . ,5%). Pada tabel 2 jumlah responden berdasarkan jenis kelamin lebih banyak pada jenis kelamin Perempuan sebanyak 36 orang . %) dan jenis kelamin laki-laki berjumlah 32 orang . ,1%). Menurut analisis peneliti, usia 14 tahun termasuk kedalam remaja. Menurut WHO kisaran usia remaja yaitu 10 Ae 19 tahun, diamana pada masa ini terjadi perubahan fisik, mental, emosinal, perilaku dan kognitif. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Karim. A . Pada Siswa kelas VII terdapat 39 orang . %) berusia 13 tahun. Menurut analisis peneliti, jenis dibandingkan laki-laki dikarenakan pada data yang diperoleh saat survey lokasi penelitian dari bagian TU didapatkan dibandingkan laki-laki. Hal ini sejalan dengan penelitian Karim. A . pada Siswa Kelas VII sebanyak 36 orang . %) responden berjenis kelamin Page 486 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Analisis Univariat Frekuensi Kebiasaan Sarapan Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Tabel 3 Distribusi Kebiasaan Sarapan Sampel Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Kebiasaan Sarapan Baik Kurang Total Frekuensi Persentase . (%) Tabel 3 menunjukan bahwa dari 68 responden terdapat 56 orang . ,4%) memiliki kebiasaan sarapan baik dan 12 orang sisanya . ,6%) memiliki kebiasaan sarapan kurang. Hal ini dikarenakan kebanyakan siswa memiliki kebiasaan sarapan pagi sebelum membantu siswa dalam memahami materi dan berkonsentrasi. Hal ini sejalan dengan penelitian Rohmah. H . mengatakan bahwa kebiasaan sarapan siwa/i SMP memiliki kebiasaan sarapan yang baik sebesar 50 orang . %). Sarapan atau makan pagi merupakan makanan yang disantap pada pagi hari, dimulai pada 00 Ae 10. 00 pagi (Jervig . dalam penelitian Rahmah . Kebiasaan sarapan merupakan suatu melakukan aktivitas dan dilakukan untuk mendapatkan energi agar dapat melakukan WHO merekomendasikan sarapan yang baik adalah dapat memenuhi kategori gizi seperti Karbohidrat . Ae 65%), protein . Ae 15%), dan lemak . Ae 30%). Sarapan yang mengandung karbohidrat akan menghasilkan energi dan dapat (Hartanto . dalam penelitian Pratiwi. V . Universitas Batam Batam Batam Frekuensi Aktivitas Fisik Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Tabel 4 Distribusi Aktivitas Fisik Sampel Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Aktivitas Frekuensi Persentase Fisik . (%) Ringan Sedang Berat Total Tabel 4 menunjukan bahwa dari 68 responden. Sebagian besar memiliki aktivitas fisik sedang sebanyak 31 orang . ,6%), aktivitas ringan 20 orang . ,4%) dan aktivitas berat 17 orang . ,0%). Hal ini dikarenakan Sebagian besar Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam sering melakukan aktivitas sedang, seperti bersepeda, berjalan cepat, memindahkan perabot ringan, dll. Hal ini sejalan dengan penelitian Mutia. A . mengatakan bahwa Ativitas fisik pada siswa/i SMP termasuk kedalam kategori sedang sebesar 53 orang . ,2%). Aktivitas fisik merupakan Gerakan tubuh yang dihasilkan oleh pergerakan otot dan memerlukan pengeluaran energi (Mutia. A,2. Terdapat 3 komponen didalam aktivitas fisik, yaitu aktivitas yang dilakukan ketika bekerja atau berhubungan dengan pekerjaan, aktivitas sehari-hari dilakukan dirumah termasuk kedalam salah satu bagian dari aktivitas fisik, aktivitas yang dilakukan pada saat luang dan dilur pekerjaan meliputi olehraga, latihan fisik juga termasuk kedalam aktivitas fisik. Maka dari itu, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan selama 30 menit . (Kemenkes . dalam penelitian Basri, . Page 487 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Frekuensi Konsentrai Belajar Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Tabel 5 Distribusi Konsentrasi Belajar Sampel Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam Konsentrai Frekuensi Persentase Belajar . (%) Baik Buruk Total Tabel 5 menunjukan bahwa dari 68 responden terdapat 34 orang . %) memiliki konsentrasi belajar yang baik dan 34 orang sisanya . %) memiliki kebiasaan sarapan yang buruk. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Ditasari. D . pada anak usia sekolah sebesar 49,23% termasuk kedalam konsentrasi buruk. Hasil perbedaan tersebut disebabkan karena cara belajar siswa yang berbeda-beda dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kosentrasi belajar. Konsentrasi belajar memfokuskan pikiran atau memperhatikan suatu hal yang akan dipelajari. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan sakit kepala, kurang tidur, kelelahan sehungga dapat berpengaruh pada konsentrasi belajar (Sukmawati,2. Menurut analisis peneliti, perdaan ini dapat disebabkan karena aktivitas fisik yang rendah dapat menyebabkan saturasi oksigen di dalam otak berkurang sehingga siswa akan mudah merasa ngantuk dan dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Phan et al . juga menjelaskan bahwa jika seseorang mengalami kelelahan fisik dapat mengurangi fungsi kognitif seperti memori kerja dan kapasitas perhatian . (Nadira. R . Jika dikaitkan dengan teori, aktivitas fisik menjadi salah satu hal penting dalam Universitas Batam Batam Batam peningkatan saturasi oksigen di dalam otak sehingga mempengaruhi area kognitif yang berkaitan dengan konsentrasi. WHO merekomendasikan kepada anak-anak dan remaja berusia 5 Ae 17 tahun sebaiknya melakukan minimal 60 menit per hari aktiivitas sedang hingga berat (Mutia. KESIMPULAN Penelitian ini mengenai hubungan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar Siswa/I kelas Vi SMPN 28 Batam menunjukan kebiasaan sarapan pada Siswa/I Kelas Vi di SMPN 28 Batam memiliki kebiasaan sarapan Baik sebesar 52 orang . ,4%). Sebagian besar Siswa/I kelas Vi SMPN 28 memiliki tingkat aktivitas sedang, yaitu 45,6%, aktivitas ringan sebesar 29,4% dan aktivitas berat sebesar 25,0%. Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam memiliki tingkat konsentrasi belajar yang baik dan buruk, yaitu 50%. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam dengan nilai p-value 0,525. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar Siswa/I Kelas Vi SMPN 28 Batam dengan p-value 0,0110. SARAN Diharapkan hasil penelitian ini dapat menerapkan kebiasaan sarapan pagi dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 mempertahankan konsentrasi belajar. Page 488 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 UCAPAN TERIMA KASIH